Anda di halaman 1dari 19

ARDS

Ada 3 fase dalam patogenesis ARDS


Fase eksudatif : fase permulaan, dengan cedera pada
endothelium dan epitelium, inflamasi, dan eksudasi cairan.
Terjadi 2-4 hari sejak serangan akut
Fase proliferatif : terjadi setelah fase eksudatif, ditandai
dengan influks dan proliferasi fibroblast, sel tipe II, dan
miofibroblast, menyebabkan penebalan dinding alveolus
dan perubahan eksudat perdarahan menjadi jaringan
granulasi seluler/ membran hialin Merupakan fase
menentukan : cedera bisa mulai sembuh atau menjadi
menetap, ada resiko terjadi lung rupture (pneumothorax)
Fase fibrotik/recovery : Jika pasien bertahan sampai 3
minggu, paru akan mengalami remodeling dan fibrosis.
Fungsi paru berangsur-angsur membaik dalam waktu 6 12
bulan, dan sangat bervariasi antar individu, tergantung
keparahan cederanya

Terapi
Tujuan terapi
Tidak ada terapi yang dapat
menyembuhkan
umumnya bersifat
suportif
Terapi berfokus untuk memelihara
oksigenasi dan perfusi jaringan yang
adekuat
Mencegah komplikasi nosokomial
(kaitannya dengan infeksi)

Strategi Terapi
Non-farmakologi
Ventilasi mekanis
dgn berbagai
teknik pemberian, menggunakan ventilator,
mengatur PEEP (positive-end expiratory
pressure)
Pembatasan cairan
Pemberian surfaktan
tidak dianjurkan
secara rutin

Farmakologi
Inhalasi NO2 dan vasodilator lain
kortikosteroid (masih kontroversial : no
benefit, kecuali bagi yang inflamasi
eosinofilik)
Ketoconazole : inhibitor poten untuk sintesis
tromboksan dan menghambat biosintesis
leukotrienes mungkin bisa digunakan untuk
mencegah ARDS