Anda di halaman 1dari 4

Deformitas (perubahan bentuk) adalah : suatu jenis defek yang ditandai dengan bentuk atau

posisi abnormal dari suatu bagian tubuh, yang disebabkan oleh suatu tenaga mekanis
nondisrubsi ( dorland, 2002 )
1. Deformitas tulang
Dapat terjadi karena :
Pertumbuhan abnormal bawaan pada tulang (dapat berupa aplasia, displasia, duplikasi
atau pseudoartrosis)
Akibat kelainan penyembuhan fraktur berupa mal-union atau non-union.
Gangguan pertumbuhan lempeng epifis, baik karena trauma maupun kelainan
bawaan
Pembengkakan abnormal tulang (misalnya rakitis dan osteomalasia)
Pertumbuhan berlebih pada tulang matur.
2. Deformitas Sendi
Dapat terjadi karena :

Pertumbuhan abnormal bawaan pada sendi, misalnya pada dislokasi panggul


bawaan atau fibrosis pada jaringan sekitar sendi.

Dislokasi akuisita(didapat) karena trauma (yang mengakibatkan robekan pada


ligamen), infeksi tulang atau karena instabilitas sendi.

Kontraktur otot, misalnya akibat spasme otot yang berkepanjangan atau pada
iskemia Volkmann.

Ketidakseimbangan otot, misalnya pada penyakit poliomielitis, paralisis


serebral dan paralisis yang bersifat flaksid/spastik.

Kontraktur fibrosa pada fasia dan kulit, baik kontraktur akibat adanya jaringan
parut pada fasia karena suatu sebab(mis, luka bakar) ataupun kontraktur Duduytren.

Tekanan eksternal

Jejas sel merupakan keadaan dimana sel beradaptasi secara berlebih atau sebaliknya, sel
tidak memungkinkan untuk beradaptasi secara normal.

Laserasi (laceration) adalah luka yang disebabkan oleh robekan, bukan bentuk yang teratur
seperti sayatan bedah. Laserasi biasanya hanya merujuk pada luka kulit yang cukup dalam
sehingga memerlukan jahitan.

JAW THRUST : Penanganan Airway Pada Penderita Trauma


Penanganan sumbatan airway karena pangkal lidah pada penderita dengan kemungkinan
patah tulang leher dapat dilakukan secara manual dengan tindakan chin lift dan jaw thrust.
Tindakan jaw thrust (mendorong rahang) dilakukan dengan cara memegang sudut rahang
bawah (angulus mandibulae) dan mendorong rahang bawah kedepan. keuntungan melakukan
tindakan ini adalah dapat sekaligus melakukan fiksasi kepala agar selalu pada posisi segaris
(in line), selain itu bila cara ini dilakukan sambil baging atau memegang bag-valve dapat
dicapai kerapatan yang baik dan ventilasi yang adekuat.

head tilt chin lift adalah : tindakan yang dilakukan untuk membebaskan jalan napas dengan
tetap memperhatikan kontrol servikal
Tujuan : membebaskan jalan napas untuk menjamin jalan masuknya udara ke paru secara
normal sehingga menjamin kecukupan oksigenase tubuh
Metode Head-Tilt/Chin-Lift.
adalah pilihan metode pembukaan jalan napas korban jika tidak dicurigai patah leher.
Teknik
1. Satu tangan di dahi untuk memiringkan kepala kembali
Bayi
1. Kepala dalam posisi netral (posisi sniffing)
2. kepala dan leher jangan terlalu banyak gerakan/manipulasi
Anak dan dewasa
1. Kepala dan leher sedikit ekstensi
2. Jalur dari dagu ke rahang sudut tegak lurus ke lantai
2. Gunakan jari tangan lainnya dibawah bagian tulang dagu
Jangan gunakan jempol untuk mengangkat dagu

Angkat mandibula ke atas dan ke luar


Infus adalah adalah pemasukan suatu cairan atau obat ke dalam tubuh melalui rute intravena
dengan laju konstan selama periode waktu tertentu. Infus dilakukan untuk seorang pasien
yang membutuhkan obat sangat cepat atau membutuhkan pemberian obat secara pelan tetapi
terus menerus

INSPEKSI

Inspeksi, yaitu melihat dan mengevaluasi pasien secara visual dan merupakan metode
tertua yang digunakan untuk mengkaji/menilai pasien.

Proses observasi.

Perawat menginspeksi bagian tubuh untuk mendeteksi karakteristik normal atau tanda
fisik yang signifikan.

Rahasia inspeksi yg baik adalah perawat selalu memberikan perhatian pada klien.

PALPASI

Palpasi, yaitu menyentuh atau merasakan dengan tangan, adalah langkah kedua pada
pemeriksaan pasien dan digunakan untuk menambah data yang telah diperoleh
melalui inspeksi sebelumnya.

Pengkajian lebih lanjut terhadap bagian tubuh yang dilakukan melalui indera peraba.

Melalui palpasi tangan dapat dilakukan pengukuran yang lembut dan sensitif terhadap
tanda fisik termasuk posisi, ukuran, kekenyalan, kekasaran, tekstur dan mobilitas.

JENIS PALPASI
1. Palpasi ringan : perawat memberikan tekanan perlahan, lembut dan hati2, sedalam kira2 1
cm
2. Palpasi dalam : untuk memeriksa kondisi organ, penekanan sedalam 2-4 cm

PERKUSI

Perkusi, langkah ketiga pemeriksaan pasien adalah menepuk permukaan tubuh secara
ringan dan tajam, untuk menentukan posisi, ukuran dan densitas struktur atau cairan
atau udara di bawahnya.

Perkusi juga merupakan pengetukan tubuh dengan ujung2 jari guna mengevaluasi
ukuran, batasan dan konsistensi organ2 tubuh dan menemukan adanya cairan di dalam
rongga tubuh

Metode Perkusi
1. Perkusi langsung
Pengetukan permukaan tubuh secara langsung dengan satu atau dua jari tanpa perantara
Perkusi langsung kepalan tangan melibatkan kepalan dari tangan yang dominan yang
kemudian mengetuk permukaan tubuh langsung
2. Perkusi tidak langsung
Dengan menempatkan jari tengah non dominan(disebut pleksimeter) di atas permukaan tubuh
dengan telapak tangan dan jari2 lain tidak berada di permukaan kulit
AUSKULTASI

Auskultasi adalah ketrampilan untuk mendengar suara tubuh pada paru-paru, jantung,
pembuluh darah dan bagian dalam/viscera abdomen.

Suara-suara penting yang terdengar saat auskultasi adalah suara gerakan udara dalam
paru-paru, terbentuk oleh thorax dan viscera abdomen, dan oleh aliran darah yang
melalui sistem kardiovaskular.

Auskultasi dilakukan dengan STETOSKOP