Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nelly M.

NIM: 0608113421
1. Kenapa pasien dewasa di pasang kateter 18 Fr??
Smiths urology diameter uretra laki-laki 8-9 mm,, sedangkan wanita
8 mm. sedangkan diameter kateter 18 Fr = 6 mm. digunakana ukuran
diameter kateter terkecil yang hampir mendekati ukuran diameter
uretra.
2. Gejala striktur uretra:
PANCARAN URINE LEMAH
PANCARAN URINE BERCABANG
MENGEJAN SAAT BERKEMIH
ALIRAN URINE MENYEMPROT
HESISTENCY
TAK LAMPIAS
RETENSIO URINE
POST VOIT DRIBLING
FREKUENSI
DISURIA
3. Tanda-tanda kateter urin masuk ?
Keluarnya urin pada selang.
Balon kateter dapat dikembangkan/ pasien tidak merasa nyeri
atau mengganjal saat balon kateter dikembangkan.
Kateter tidak keluar lagi ketika dorongan urin keluar (miksi) terjadi
4. Anak 5 tahun, berapa no. kateter urinnya?
Berdasarkan penelitian di bawah ini, dapat digunakan kateter 8 atau
10 Fr.
Review of Literature: Recommendations for Catheter Type and Size
Based on Age
Author
Age & Catheter Recommendation
Bernardo, Bove, & Karasic (1993);
Newborn: #5 or #8 feeding tube
Sporing, Walton, & Cady (1984)
Speer & Swann (1993)
Infants: #6 Foley catheter
Gray (1996)
Infants: #5 feeding tube or #6 Foley
Henderson & Brownstein (1994);
Infants & toddlers: #5 - #8 Foley
Carlson & Mowery (1997)
Toddlers & preschoolers: #8
Speer & Swann (1993)
Foley
Bernardo, Bove, & Karasic (1993)
1 - 7 years: # 10 Foley
Henderson & Brownstein (1994)
3 - 11 years: #10 Foley
Smith (1988)
"Children": #10 Foley
Bernardo, Bove, & Karasic (1993)
8-10 years: #12 Foley
All numbered catheter sizes are for French caliber.
5. Patogenesis urolithiasis:

Terdapat empat teori yang secara umum dapat menjelaskan


pembentukan dan pertumbuhan batu di saluran kemih, yaitu
supersaturasi, kristalisasi (nukleasi), reduksi faktor inhibitor, dan
kelainan anatomis. Pada dasarnya keempat teori tersebut dapat terjadi
secara sinergis sehingga terbentuk batu saluran kemih pada pasien.
Batu terdiri atas kristal yang tersusun oleh bahan organik dan
anorganik yang larut dalam urin. Kristal-kristal tersebut akan
mengalami presipitasi membentuk inti batu, yang kemudian
mengadakan agregasi dan menarik bahan-bahan lain sehingga
menjadi kristal yang lebih besar. Selanjutnya, agregat kristal
menempel pada epitel saluran kemih, tempat bahan-bahan lain
diendapkan pada agregat tersebut sehingga membentuk batu yang
cukup besar untuk menyumbat saluran kemih.

Kristal yang terlarut dalam urin tidak akan menjadi batu jika tidak
ada keadaan tertentu yang menyebabkan terjadinya presipitasi kristal.
Keadaan ini dipengaruhi oleh suhu, pH larutan, koloid dalam urin,
konsentrasi solut dalam urin, laju aliran urin, dan adanya korpus
alienum dalam saluran kemih.
Proses pembentukan batu juga dipengaruhi oleh adanya zat yang
mencegah timbulnya batu. Salah satu contohnya adalah ion
magnesium yang jika berikatan dengan oksalat akan membentuk
garam magnesium oksalat sehingga pembentukan batu kalsium
oksalat akan menurun. Contoh lainnya adalah sitrat yang jika berikatan
dengan kalsium akan membentuk garam kalsium sitrat sehingga
pembentukan kristal kalsium oksalat dan fosfat akan berkurang.

Beberapa senyawa lain, seperti glikosaminoglikan, nefrokalsin, dan


osteopontin, dapat bertindak sebagai inhibitor dengan menghambat
pertumbuhan kristal, agregasi kristal, dan retensi kristal.

6. Komposisi dan sifat urolithiasis:


Kalsium oksalat, fosfat, atau campuran keduanya 60-80%
-radio-opak
Struvite (triple fosfat) 10-15 %
Asam urat 5-10% radio-lusen
Sistin 1% radio-opak
Lainnya (xanthin (radio-lusen), nila, triamteren, indinavir (radiolusen)) 1%

7. Kenapa perlu pemeriksaan elektrolit post op TURP?


Karena ditakuti terjadinya hiponatremia dan intoksikasi cairan (TURP
syndrome) bingung, perubahan status mental, nausea, vomiting,
hipertensi, bradikardi, gangguan pandangan, bahkan koma.
8. Komplikasi TURP
perdarahan
retensio oleh karena bekuan darah
infeksi
perlukaan vesica urinaria seperti perforasi
TURP Syndrome: hiponatremia dan intoksikasi cairan karena
oveload absorpsi cairan (bisa 3-4 liter) karena terbukanya sinusoid
prostatica selama prosedur. Komplikasi ini bisa menyebabkan
bingung, perubahan status mental, nausea, vomiting, hipertensi,
bradikardi, gangguan pandangan, bahkan koma.
Stenosis leher vesica urinaria
Inkontinensia urinkarena perlukaan pada sphincter externa saat
prosedur
ejakulasi retrograd (ejakulasi ke vesica urinaria)perlukaan sistem
sphincter interna (sphincter preprostat)