Anda di halaman 1dari 2

EKSPLOITASI ANAK

Anak merupakan Anugerah dari tuhan yang maha kuasa yang harus dijaga,
dididik sebagai bekal sumber daya dan harta yang tidak ternilai harganya. seorang
anak hadir sebagai amanah yang dititipkan tuhan untuk dirawat, di jaga dan
dididik yang kelak setiap orang tua akan diminta pertanggungjawaban atas sifat
dan perilaku anak. Anak akan mendapatkan tugas yang berat saat ia dewasa, maka
dari itu anak harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan
berkembang sesuai dengan waktunya, baik secara fisik maupun mental. Anak
harus diberikan waktu untuk menikmati dunianya dengan tetap memberikan
pengawasan terhadapnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, anak mulai sulit mendapatkan hak
yang ia miliki. Banyak orang tua yang memanfaatkan anaknya dengan semenamena.

Orang

tua

tidak

bisa

memahami

kehidupan

si

anak

dengan

memperlakukannya dengan keras, tidak wajar dan tidak baik sehingga


mengganggu jiwa dan psikologinya yang tentu saja akan merusak masa depan
anak itu.
Anak pada zaman ini banyak yang kurang mendapatkan perhatian dari
orang tuanya, contoh: seorang anak yang sebenarnya tugas utamanya adalah
belajar di sekolah untuk mendapatkan ilmu dan bermain bersama temannya, tetapi
dipekerjakan oleh orang tuanya untuk meminta-minta di jalanan. Itu adalah salah
satu contoh dari eksploitasi anak yang dilakukan oleh orang tua di Indonesia
sekarang, Anak tidak lagi mendapatkan haknya dengan baik dan benar. Ia tidak
sempat menikmati masa-masanya untuk belajar dan bermain. Pemanfaatan anak
juga banyak dilakukan di dalam dunia keartisan, dimana seorang anak
dimanfaatkan orang tuanya untuk bekerja dan mendapatkan materi yang akan
dinikmati oleh keluarganya. Ada juga anak bayi yang diajak orang tuanya
mengemis, mengamen di pingir perempatan lampu lalu lintas, buruh pabrik,
menjual tubuh, dan yang lebih buruk lagi tidak sedikit orang tua yang menyuruh,
memaksa anak yang belum dewasa buat kerja menjadi TKW dan TKI

Eksploitasi anak merupakan suatu perilaku menyimpang yang di lakukan


oleh orang tua terhadap anak nya. Hal tersebut telah melanggar uu tentang
pelindungan anak dan dapat di masukkan ke dalam penjara sesuai ketentuan yang
berlaku. Dari masalah tersebut kita sebagai seorang mahasiswa harus menjadi
pelopor penggerak bagi perlindungan anak, Mahasiswa dituntut untuk lebih kritis
dan peduli terhadap tunas - tunas bangsa yang ke depannya akan memimpin
bangsa ini. Sebagai seorang mahasiswa, solusi dan tindakan untuk mencegah
ekspoitasi anak adalah sebagai berikut :
1. Mensosialisasikan dan beriinteraksi langsung kepada para orang tua
dan masyarakat dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Anak,
terutama pada ancaman atas tindakan pidana terhadap anak. Tindakan
yang dilakukan oleh orang tua, teman atau orang yang berkepentingan
yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi, keluarga atau
golongan tidak dibenarkan.
2. Membangun bersama kewirausahaan mandiri dalam mengatasi
kemiskinan dan pengangguran yang tujuan akhirnya untuk mencegah
anak untuk ikut bekerja sama seperti orang tuanya.
3. Memberikan pelatihan kepada masyarakat terutama kepada orang tua
agar mengetahui akan pentingnya hak anak.
4. Membuat taman baca untuk anak anak jalanan
5. Menjadi motor penggerak dan penyuara yang menghubungkan antara
masyarakat dan pemerintah agar setiap rakyat mematuhi dan
melaksanakan peraturan yang berlaku di Indonesia tak terlepas juga
dalam masalah perlindungan anak.