Anda di halaman 1dari 3

Hati-hati dengan CVS

Oleh: Riska May H

Laptop maupun komputer tentunya tidak asing lagi bagi kita. Apalagi
sebagai anak SMANTA yang sering bergelut dengan tugas yang bernama
'presentasi'. Membuat powerpoint lalu sambungkan laptop ke LCD proyektor.
Tentu saja sebelum itu kita harus berkutat dengan layar komputer maupun laptop
untuk mengerjakan tugas itu.
Berbicara mengenai layar komputer maupun laptop, ada sebuah syndrome
yang berkaitan dengan benda ini. Yaitu Computer Vision Syndrome (CVS).
Jika anda adalah seseorang yang suka menatap layar komputer dalam waktu
lama, maka anda harus berhati-hati. Maksud menatap disini adalah
mengoperasikan komputer yang tentu saja kita menatap monitor komputer itu.
Namun, diusahakan agar kita tidak berlama-lama di depan komputer.
Kita sering menjadi lupa waktu jika terlalu asyik di depan layar. Entah
karena game,menonton video maupun film bahkan mengerjakan tugas. Asyik sih
boleh, tapi jangan hanya karena kesenangan sesaat kita menjadi lupa kalau kita
sedang menabung sengsara di kemudian hari.
Kenapa dikatakan demikian?
Untuk menjawab pertanyaan itu ada baiknya anda mengetahui tentang CVS
(Computer Vision Syndrome). Dilihat dari artinya mungkin kita dapat menebak
maksudnya. Yaitu gangguan penglihatan akibat komputer. Untuk lebih
jelasnya,yaitu keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan
komputer terlalu lama.
Dikutip dari portal detik.com, Selain sinar matahari, sering bekerja di
depan komputer juga bisa membuat mata mengalami penurunan daya penglihatan,
apalagi orang sekarang kayaknya nggak bisa lepas dari komputer, jelas Dr Rini
Mahendrastari Singgih, SpM, Paed.Opthal dari Mahendra Indonesia Eye Clinic.
Komputerisasi dan gadget dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome
(CVS), yaitu keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan komputer
terlalu lama.Computer Vision Syndrome biasanya terjadi karena sistem
pencahayaan yang salah, kurang berkedip dan juga posisi duduk yang tidak benar.
Menurut Fery Sulianta dalam bukunya yang berjudul IT Ergonomic
menjelaskan bahwa Computer Vision Syndrome (CVS) adalah masalah yang
dihadapi orang-orang banyak yg menghabiskan waktu bekerja berjam-jam setiap
harinya di depan layar komputer.

Lalu persatuan dokter mata Amerika mendefinisikan CVS sebagai


kumpulan gejala okuler (mata) maupun non okuler, yang timbul selama atau
setelah bekerja di depan monitor komputer. Mekanisme terjadinya CVS diduga
merupakan akibat gabungan dari faktor permukaan mata, akomodasi, karakteristik
komputer, juga oleh faktor eksternal (seperti pencahayaan dan tata ruang).
Dikutip dari Topikkesehatan.com,Gejala dari CVS sendiri adalah Sakit
kepala diikuti oleh Gejala lain berupa Mata terasa kering karena meski berkedip
merupakan reflek, kita cenderung lebih jarang berkedip saat bekerja di depan
monitor. Semakin lama mata terbuka, semakin tinggi kemungkinan kornea mata
mengalami dehidrasi. Akibatnya mata menjadi kering dan tidak nyaman.
Selanjutnya adalah penglihatan ganda. karena mata ada dua, maka
keduanya harus berkoordinasi dengan tepat agar kita hanya melihat satu gambar.
Namun ketika sistem koordinasi terganggu (misal jika bekerja dengan obyek yang
sangat dekat dengan mata, dalam jangka waktu lama) mata akan mengalami
pandangan ganda.
Gejala lain adalah mata terasa tegang dan lelah sehingga lambat untuk
fokus. Ketika mata sedang fokus pada objek yang dekat untuk jangka waktu lama,
otot mata menjadi tegang. Pada saat mata melihat jauh, obyek lainnnya muncul
sebagai gambar buram ketika berubah dari dekat ke jauh atau sebaliknya. Meski
umumnya kondisi ini umumnya bersifat sementara, dapat juga menjadi masalah
penglihatan di masa medatang.
Terakhir yaitu sakit leher dan atau punggung. Sistem penglihatan menjadi
sangat dominan ketika bekerja di depan layar. Untuk itu posisi tubuh usahakan
untuk mendapatkan penglihatan terbaik. Posisi tubuh umumnya dipertahankan
cukup lama otot leher dan punggung mengalami ketegangan.
Meski CVS belum terbukti menimbulkan gangguan penglihatan yang berat,
hal ini tentunya dapat mengurangi produktivitas dan efisiensi kerja.CVS perlu
disiasati agar efeknya minimal. Cara yang dapat dilakukan antara lain:

Menggunakan filter layar komputer untuk mengurangi radiasi.


Menggunakan layar komputer yang radiasinya rendah.
Mengatur jarak pandang mata dengan monitor. Idealnya jarak pandang
mata dengan monitor adalah 50 - 70 cm.
Sesuaikan posisi monitor dengan mata, jangan terlalu tinggi dan jangan
terlalu rendah karena bisa menyebabkan sakit leher. Sebaiknya monitor
diposisikan lebih rendah dari pandangan mata yaitu setidaknya bagian
tengah monitor berada 10 - 25 cm di bawah mata, akan menggangu pasokan
udara yang disampaikan ke otak.
Sesuaikan pencahayaan monitor dan ruangan dengan intensitas
kenyamanan mata. Cahaya yang terlalu terang membuat mata menjadi
silau, sednagkan pencahayaan yang terlalu buram akan membuat mata
bekerja lebih keras untuk melihat. Hal ini membuat mata cepat lelah. Atur

cahaya ruangan dengan memperhatikan letak meja komputer, sehingga


sinar terang yang datang dari atas kepala atau jendela tidak berada di sekitar
meja kerja. Posisi meja sebaiknya menyamping karena bila cahaya datang
dari depan akan menyilaukan mata. Sementara cahaya dari belakang dapat
menimbulkan bayangan pada monitor.
Istirahatkan mata sejenak, Usahakan waktu beberapa menit untuk
mengendurkan otot-otot mata. Segarkan mata dengan memandang ke ruang
lapang, tanaman hijau atau birunya langit.
Sering mengedipkan mata, jika mata terbuka dalam waktu lama, dapat
mengakibatkan mata kering. Karena itu dianjurkan untuk sering
mengedipkan mata, karena dengan berkedip mata akan mengeluarkan air
mata yang akan mengalir ke seluruh permukaan kornea untuk menjaga
mata tetap lembab dan jernih.
Konsumsi vitamin mata agar mata tetap dalam kondisi baik.
Segera periksa ke dokter mata bila terjadi gangguan mata.
Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kita boleh saja menikmati
hiburan maupun mengerjakan tugas dengan komputer maupun laptop tetapi kita
juga harus memperhatikan resiko dan tidak berlebih-lebihan dalam
menggunakannya.