Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM

1.1 Tujuan
Mengamati dan menjelaskan terjadinya proses osmosis, dan mengamati proses terjadinya
plasmolysis pada sel tumbuhan serta krenasi pada sel hewan
1.2 Hari/ Tanggal Praktikum
Sabtu, 15 September 2012
1.3 Alat dan Bahan
1.3.1 Alat-alat tulis
1.3.2 Kamera digital/ Handphone
1.3.3 Mikroskop
1.3.4 Gelas beker
1.3.5 Gelas benda
1.3.6 Gelas penutup
1.3.7 Pipet
1.3.8 Silet
1.3.9 Jarum franke/ lanset
1.3.10 Kapas
1.3.11 Darah
1.3.12 Telur ayam
1.3.13 Sayatan bawang merah
1.3.14 Air
1.3.15 Spidol
1.3.16 Alkhohol 70%
1.3.17 Larutan garam 10%
1.4 Cara Kerja
Kegiatan mengamati proses terjadinya Osmosis
1.4.1 Mengambil satu butir telur, kemudian memukul-mukul dengan pelan pada bagian
ujung telur yang tumpul sehingga cangkangnya retak-retak. Jangan sampai selaput
1.4.2

didalamnya pecah
Mengambil cangkang yang sudah retak secara hati-hati sehingga didapatkan ujung

1.4.3
1.4.4

telur tanpa cangkang kurang lebih seluas 2 cm2.


Mengisi cangkang telur denagn larutan garam 20%.
Sebelum telur diletakkan kedalam gelas beker, membubuhkan skala berupa tanda (-)

1.4.5
1.4.6
1.4.7

pada telur tepat pada batas larutan garam tertinggi yang menempel pada telur.
Mengisi gelas beker dengan air kurang lebih 30 ml.
Memasukkan telur pada gelas beker yang sudah diisi air dengan pelan-pelan
Diamkan selama 2 jam

Kegiatan mengamati proses terjadinya plasmolysis pada tumbuhan


1.4.8

menyayat permukaan bawang merah setipis mungkin.

1.4.9

Mengambil sayatan tersebut pada gelas benda yang sudah ditetesi air, selanjutnya
menutup sayatan daun pada gelas benda dengan gelas penutup. Mengamati preperat

dengan mikroskop.
1.4.10 Menggambar bentuk sel yang anda amati.
1.4.11 Menetesi sayatan daun dengan larutan garam 10%. Selanjutnya, menutupsayatan
terebut dengan gelas penutup dan mengamati dengan mikroskop.
1.4.12 Menggambar bentuk sel yang anda amati
1.4.13 Membandingkan dengan gambar sebelumnya.
Kegiatan mengamati proses terjadinya krenasi pada sel hewan
1.4.14 Mengambil darah dari jari manis dengan menggunakan lanset atau jarum franke.
Meneteskan darah pada gelas benda.
1.4.15 Membersihkan luka dengan kapas dan alkhohol 70% agar tidak terjadi infeksi.
1.4.16 Menutup gelas benda dengan gelas penutup, kemudian mengamati menggunakan
mikroskop. Menggambar bentuk sel darah tersebut.
1.4.17 Menetesi dengan larutan garam 20%. Diamkan selama 5 menit. Setelah lima menit,
menutup gelas benda dengan gelas penutup kemudian mengamati dengan mikroskop.
Menggambar bentuk sel darah tersebut.
1.4.18 Bandingkan gambar/ bentuk sel darah sebelum dan sesudah ditetesi dengan larutan
garam 20%.
1.5 Hasil Pengamatan
No

Peristiwa

Gambar sebelum ditetesi

Gambar sesudah ditetesi

larutan garam 20%

larutan garam 20%

Plasmolisis

Krenasi

Osmosis

Gagal.

1. Apakah air dari dalam telur dapat naik ? mengapa demikian ?


2. Factor apa saja yang mempengaruhi proses osmosis pada soal nomer 1?
3. Apakah terjadi perubahan bentuk sel dari hasil percobaan Plasmolisis dan Krenasi dari
pengamatan bawang merah dan darah manusia?
4. Apa kesimpulan yang anda dapat dari ke-3 percobaan diatas?

1.6 Lembar Jawaban Diskusi


1.Air di dalam telur dapat naik dikarenakan adanya perbedaan konsentrasi antara larutan
garamdengan air putih biasa. Larutan garam ditinjau dari banyak sedikitnya kandungan air
termasuk golongan hipertonik yang memiliki sifat menarik.Sedangkan air putih biasa ditinjau
dari banyak sedikitnya air termasuk golongan hipotonik yang memiliki sifat ditarik.Sehingga
6

bisa disimpulkan bahwa air dibawah cangkang telur akan naik karena mengalami peristiwa
Hipotonik yaitu air putih biasa detarik oleh larutan garam kadar 20%.
2. Faktor yang mempengaruhi kenaikan air yaitu :
- Kadar Larutan Garam yang bertindak sebagai hipertonik ( kental)
- Air putih yang bertindak sebagai hipotonik (encer)
3. Terjadi perubahan bentuk sel dari hasil percobaan Plasmolisis dan Krenasi dari
pengamatan bawang merah dan darah manusia, hal ini terjadi karena penambahan larutan
garam kadar 20% pada bawang merah dan darah manusia. Perbedaan perubahan sel bisa
dilihat pada kolom diatas!
Ciri-ciri bawang merah sebulum ditetesi larutan garam :
Ciri-ciri bawang merah setelah ditetesi larutan garam :
Ciri-ciri darah manusia sebulum ditetesi larutan garam :
Darah masih berbentuk teratur atau belum mengalami pengecilan pada bagian dalam.
Ciri-ciri darah manusia setelah ditetesi larutan garam :
Darah mengalami pengecilan di bagian dalam karena berada di sekitar larutan hipertonik
sedangkan bagian dalam sel bersifat hipotonik.
4 . Kesimpulan :
Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan
akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan
dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan
terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel
terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran.
Akhirnya cytorrhysis - runtuhnya seluruh dinding sel - dapat terjadi. Ada beberapa mekanisme di
dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air
secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik.
Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa
difusi.
Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi
secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau
larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel
epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.