Anda di halaman 1dari 13

PENGOBATAN HIV PADA

KEHAMILAN
AYUNIA ADHA HP
20110310046

NNRTI (non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor)

salah satu golongan ARV yang bekerja pada tahap


replikasi virus. NNRTI akan berikatan dengan enzim
reverse transcriptase sehingga dapat memperlambat
kecepatan sintesis DNA HIV atau menghambat
replikasi (penggandaan) virus.

NRTI (Nucleoside/Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors)

ARV yang juga bekerja pada tahap replikasi virus.


Perbedaan antara NRTI dengan NNRTI terletak pada
mekanisme kerjanya. NRTI mengandung nucleotide
yang digunakan oleh enzim reverse transcriptase
untuk mengubah RNA menjadi DNA. Dengan
menggunakan nucleotide dari NRTI, DNA yang
dihasilkan oleh reverse transcriptase akan rusak
sehingga menghambat replikasi virus.

Protease inhibitor
Menghambat enzim protease HIV memotong
polyproteins virus menjadi produk penting protein
fungsional selama proses pematangan virion

Terapi Lini Pertama


harus berisi 2 NRTI + 1NNRTI , dengan pilihan:
AZT + 3TC + NVP
AZT + 3TC + EFV
TDF + 3TC (atau FTC) + NVP
TDF + 3TC (atau FTC) + EFV
Terapi lini kedua
harus memakai Protease Inhibitor (PI) + 2NRTI
PI yang ada di Indonesia dan dianjurkan digunakan adalah
Lopinavir/ritonavir

Mulai terapi ARV pada semua ibu hamil terinfeksi


HIV, apapun stadium klinisnya atau berapapun
jumlah CD4.
Hindari penggunaan Efavirenz (EFV) selama
trimester I kehamilan.

Kategori FDA pada wanita Hamil

NRTI

Obat
Zidovudin
Zalzitabin
Didanosin
Stavudin
Lamivudin
Abacavir
tenofuvir

KategoriFDA
C
C
B
C
C
C
B

NNRTI

Nevirapin
Delavirdin
Efavirens

C
C
C

PI

Indinavir
rItoravir
Saquinavir
nelfinafir

C
B
B
B

Pengobatan HIV pada Kehamilan


No

situasi

Rekomendasipengobatan

ODHAdenganindikasiTerapiARVdankemungkinanhamil
atausedanghamil

ODHAsedangmenggunakanTerapiARVdankemudian
hamil

AZT+3TC+NVPatau
TDF+3TC(atauFTC)+
NVP
HindariEFVpadatrimester
pertama
AZT+3TC+EVF*atau
TDF+3TC(atauFTC)+
EVF*

Lanjutkanpaduan(gantidengan
NVPataugolonganPIjika
sedangmenggunakanEFVpada
trimesterI)
LanjutkandenganARVyang
samaselamadansesudah
persalinan

ODHAhamildenganjumlahCD4>350/mm3 ARVmulaipadaminggu
ataudalamstadiumklinis1.
ke14kehamilanPaduan
sesuaidenganbutir1

ODHAhamildenganjumlahCD4<350/mm3
ataudalamstadiumklinis2,3atau4

SegeraMulaiTerapiARV

ODHAhamildenganTuberkulosisaktif

OATyangsesuaitetap
diberikanPaduanuntuk
ibu,bilapengobatanmulai
trimesterIIdanIII:
AZT(TDF)+3TC+EFV

Ibuhamildalammasapersalinandantidak
diketahuistatusHIV

Tawarkantesdalam
masapersalinan;atautes
setelahpersalinan.
Jikahasiltesreaktif
makadapatdiberikan
paduanpadabutir1

ODHAdatangpadamasapersalinandanbelum Paduanpadabutir1
mendapatTerapiARV

Persalinan
Jenis Persalinan Wanita hamil dengan viral load < 50
kopi/mL saat pemberian HAART pada usia kehamilan
36 minggu dianjurkan melahirkan pervaginam.
Wanita hamil dengan HIV positif, tetapi tidak
mendapat pengobatan HAART selama kehamilannya,
seksio sesaria merupakan pilihan 3,13 untuk
mengurangi transmis

Persalinan pervaginam
infus zidovudin, harus diberikan pada saat persalinan
dan dilanjutkan sampai tali pusat diklem.
Dosis zidovudin adalah: dosis inisial 2 mg/kgBB dalam
1 jam dan dilanjutkan 1 mg/kgBB/jam sampai partus.
Tablet nevirapin dosis tunggal 200 mg harus diberikan
di awal persalinan. Tali pusat harus diklem secepat

Seksio sesaria
diberikan antibiotik profilaksis.
Infus zidovudin harus dimulai 4 jam sebelum seksio
sesaria dan dilanjutkan sampai tali pusat diklem.