Anda di halaman 1dari 6

Metode Least Cost

Metode ini adalah metode yang pengalokasiannya dimulai pada kotak dengan biaya
terendah dan dilanjutkan dengan kotak biaya terendah selanjutnya yang belum
terpenuhi nilai kebutuhan dan persediaannya. Tujuan dari penggunaan metode ini
adalah untuk mendapatkan pembiayaan transportasi yang minimum.
Langkah-langkah penggunaan metode least cost adalah sebagai berikut:
a. Bentuk tabel transportasi dengan memasukkan data yang diperoleh dari
persoalan yang ada, seperti pada pengisian kotak-kotak kecil dengan biaya
transpor dan total komoditas (kebutuhan dan persediaan).
b. Pilih biaya atau terkecil pada kotak-kotak kecil dari kotak tabel transportasi.
Bila terdapat kesamaan pada nilai kotak kecil, maka pilih total komoditas
terbanyak (kebutuhan dari persediaan) dengan memperhatikan kondisi muatan
komoditas transpor yang seimbang.
c. Setelah biaya atau nilai terkecil pada kotak kecil tabel transportasi dipilih,
maka isi nilai komoditas (kebutuhan) pada kotak transpor yang di dalamnya
terdapat kotak kecil tersebut.
d. Bila kotak transpor sudah terisi dengan komoditas (kebutuhan), maka
kemudian dilakukan pencoretan baris atau kolom yang melalui kotak tabel
transpor pada langkah ke-c
e. Kembali pada langkah ke-b dengan memilih biaya atau nilai terkecil pada
kotak-kotak transpor yang tersisa.
f. Prosedur ini selesai bila hanya ada satu baris atau kolom yang tersisa.
Contoh Penyelesaian
Sebuah perusahaan bangunan Damai Sejahtera memproduksi batu bata untuk dijual
pada toko-toko bangunan di beberapa kota. Saat ini, perusahaan memiliki tiga pabrik
yang berlokasi di daerah A, B, dan C. Perusahaan juga memiliki dan mengoperasikan
empat toko yang berada di kota I, II, III, dan IV. Banyaknya kebutuhan dan persediaan
pada tiap toko dan pabrik dapat dilihat pada tabel berikut :
Dalam puluhan ribu rupiah
I
II
III
IV
Persediaan
A
10
5
20
11
15 truk
B
12
7
9
20
25 truk
C
5
14
16
18
5 truk
Kebutuhan
5 truk
15 truk 15 truk 10 truk
Tentukan biaya transportasi minimum yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Damai
Sejahtera untuk memenuhi kebutuhan batu bata pada tiap toko !
Jawab :
Langkah Pertama :
Membentuk tabel transportasi yang memuat biaya transpor dan total komoditas
(kebutuhan dan persediaan)
Tabel transportasi dari permasalahan di atas adalah sebagai berikut :

Tabel 1

Langkah Kedua :
Memilih biaya atau nilai terkecil pada kotak-kotak kecil dari tabel transportasi
Pada tabel 1, terdapat dua biaya terkecil yang sama, yaitu pada baris A kolom II dan
baris C kolom I. Karena total komoditas terbanyak diantara keduanya terdapat pada
baris A kolom II, maka baris A kolom II dipilih sebagai biaya terkecil.
Langkah Ketiga :
Mengisi nilai komoditas (kebutuhan) pada kotak transpor yang di dalamnya terdapat
kotak kecil tersebut.
Daerah II membutuhkan 15 truk batu bata, oleh karena itu, pada baris A kolom II diisi
angka 15
Tabel 2

Langkah Keempat :
Melakukan pencoretan baris atau kolom yang melalui kotak tabel transpor pada
langkah ketiga Karena kotak tabel transpor yang dipilih terletak pada baris A kolom II,
maka baris A dan kolom II dicoret

Tabel 3

Langkah Kelima :
a.
Memilih biaya atau nilai terkecil pada kotak-kotak transpor yang tersisa. Pada
tabel 3, terdapat satu biaya terkecil, yaitu pada baris C kolom I, maka baris C
kolom I dipilih sebagai biaya terkecil
b.
Mengisi nilai komoditas (kebutuhan) pada kotak transpor yang di dalamnya
terdapat kotak kecil tersebut.
Daerah I membutuhkan 5 truk batu bata, oleh karena itu, pada baris C kolom I
diisi angka 5
Tabel 4

c. Melakukan pencoretan baris atau kolom yang melalui kotak tabel transpor pada
langkah ketiga Karena kotak tabel transpor yang dipilih terletak pada baris C
kolom I, maka baris C dan kolom I dicoret

Tabel 5

Langkah Keenam :
Karena yang tersisa hanya tinggal satu baris saja, yaitu baris B, maka prosedur telah
selesai. Selanjutnya, akan dilakukan perhitungan total biaya transportasi yang
dibutuhkan.
Transportasi truk batu bata dari pabrik ke toko dapat disusun sebagai
berikut :
Dari pabrik A ke toko di kota II sebanyak 15 truk batu bata
Dari pabrik B ke toko di kota III sebanyak 15 truk batu bata
Dari pabrik B ke toko di kota IV sebanyak 10 truk batu bata
Dari pabrik C ke toko di kota I sebanyak 5 truk batu bata
Perhitungan total biaya transportasi dapat disusun sebagai berikut :
Dari pabrik A ke toko di kota II = Rp 50.000,00 x 15 = Rp 750.000,00
Dari pabrik B ke toko di kota III = Rp 90.000,00 x 15 = Rp 1.350.000,00
Dari pabrik B ke tokodi kota IV = Rp 200.000,00 x 10 = Rp 2.000.000,00
Dari pabrik C ke toko di kota I = Rp 50.000,00 x 5 = Rp 250.000,00
Dengan demikian, total biaya transportasi minimum dari persoalan angkutan
truk batu bata ini mencapai :
Rp 750.000,00 + Rp 1.350.000,00 + Rp 2.000.000,00 + Rp 250.000,00 =
Rp 4. 350.000,00

Kesimpulan
Metode Least Cost adalah metode yang pengalokasiannya dimulai pada kotak dengan
biaya terendah dan dilanjutkan dengan kotak biaya terendah selanjutnya yang belum
terpenuhi nilai kebutuhan dan persediaannya. Tujuan dari penggunaan metode ini
adalah untuk mendapatkan pembiayaan transportasi yang minimum.
Langkah-langkah penggunaan metode least cost adalah sebagai berikut:
a. Bentuk tabel transportasi dengan memasukkan data yang diperoleh dari
persoalan yang ada, seperti pada pengisian kotak-kotak kecil dengan biaya
transpor dan total komoditas (kebutuhan dan persediaan).
b. Pilih biaya atau terkecil pada kotak-kotak kecil dari kotak tabel transportasi.
Bila terdapat kesamaan pada nilai kotak kecil, maka pilih total komoditas
terbanyak (kebutuhan dari persediaan) dengan memperhatikan kondisi muatan
komoditas transpor yang seimbang.
c. Setelah biaya atau nilai terkecil pada kotak kecil tabel transportasi dipilih,
maka isi nilai komoditas (kebutuhan) pada kotak transpor yang di dalamnya
terdapat kotak kecil tersebut.
d. Bila kotak transpor sudah terisi dengan komoditas (kebutuhan), maka
kemudian dilakukan pencoretan baris atau kolom yang melalui kotak tabel
transpor pada langkah ke-c
e. Kembali pada langkah ke-b dengan memilih biaya atau nilai terkecil pada
kotak-kotak transpor yang tersisa.
f. Prosedur ini selesai bila hanya ada satu baris atau kolom yang tersisa.

DAFTAR PUSTAKA
Kakiay, Thomas J., 2008, Pemrogaman Linier, Andi Offset, Yogyakarta.
Nirwansah, Hendi dan Widowati, 2007, Efisiensi Biaya Distribusi Dengan
Metode Transportasi, 04 Januari 2011, [Online],
http://eprints.undip.ac.id/2015/1/widowati_trns_2007.pdf,
Zulfitri, Achmad, 2010, Metode Transportasi, 04 Januari 2011,
[Online],http://achmadzulfitri.blogspot.com/2010/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html
-, 2010, Model Transportasi, 04 Januari 2011, [Online],
http://www.teknokrat.ac.id/perangkat_ajar/New%20Folder/TRO/Bab6_Transporta
si_Transparansi_Edit.pdf