Anda di halaman 1dari 17
PRESENT UAS Ganjil 2016 D3 Pajak Tingkat 2 APLIKOM 1 CP : 085749140152 (Devi)

PRESENT

UAS Ganjil 2016 D3 Pajak Tingkat 2 APLIKOM 1
UAS Ganjil 2016
D3 Pajak Tingkat 2
APLIKOM 1

CP : 085749140152 (Devi)

  • I. MICROSOFT WORD

  • A. Tampilan Microsoft Word 2013

Fungsi bagian-bagian dalam Microsoft Word 2013 : 1. Quick Access Toolbar berisi tombol-tombol untuk jalan pintas
Fungsi bagian-bagian dalam Microsoft Word 2013 :
1.
Quick Access Toolbar berisi tombol-tombol untuk jalan pintas dari pemanggilan perintah-
perintah tertentu. Baris ini mengelompokkan tombol-tombol yang akan sering digunakan, seperti
membuat dokumen baru, menyimpan dokumen, dan mencetak dokumen.
2.
Title Bar menunjukkan nama dokumen dan nama program yang sedang djalankan.
3.
Menu Bar merupakan tempat kumpulan perintah perintah dalam susunan tertulis. Di dalamnya
terdiri dari kumpulan perintah-perintah untuk mengatur huruf, ukuran huruf, memasukkan
gambar, memberikan nomor halaman , membuat tabel dan lain-lain.
4.
Scroll Bar adalah sebuah kotak yang terdapat pada sisi layar dan dapat digeser ke atas-ke bawah
atau ke-kiri ke-kanan untuk membantu kita menemukan bagian yang tersembunyi dalam
dokumen.
5.
Document Information menunjukkan jumlah dan letak halaman dari dokumen yang sedang kita
gunakan. Document information juga menunjukkan jumlah kata yang terdapat dalam dokumen
tersebut.
6.
Zoom Tools merupakan bagian dari tamilan jendela microsoft Word yang digunakan untuk
memperbesar atau memperkecil tampilan ukuran kertas atau area yang sedang digunakan.
7.
Windows Control terdapat pada bagian sisi kiri atas jendela, pada umumnya terdapat tiga tombol
yaitu minimize, restore dan close yang berguna untuk menonaktfkan tampilan jendela, merubak
ukuran tampilan jendela microsoft word dan untuk menutup tampilan jendela miscrosoft word.
8.
Text Area merupakan bagian atau lembar kerja dimana kita menuliskan kata-kata atau gambar

yang akan diolah.

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

1
1

Kelebihan Microsoft Word 2013

  • Penggeseran gambar yang lebih baik

  • Mendukung penyuntingan file Adobe Reader (.pdf)

  • Terintegrasi dengan Skydrive sehingga dapat menyimpan data di Cloud.

  • Disediakannya versi 32 bit dan 64 bit

  • Ribbon masih sama seperti Office 2010. Temanya saja yang berbeda.

Perbedaan Microsoft Word 2013 dengan Microsoft Word 2010 : 1. Microsoft Word 2013 terdapat tab baru
Perbedaan Microsoft Word 2013 dengan Microsoft Word 2010 :
1.
Microsoft Word 2013 terdapat tab baru bernama DESIGN yang berguna untuk memilih theme
yang akan kita gunakan
2.
Microsoft Word 2013 terintegrasi langsung dengan layanan skydrive
3.
Microsoft Word 2013 terintegrasi dengan blog sehingga memudahkan untuk melakukan
publish dokumen ke layanan blogging
4.
Microsoft Word 2013 menyediakan fitur editing PDF
Beberapa fitur yang biasa digunakan dalam Microsoft Word :
Screenshot
Fungsi : Menyisipkan objek dari layar komputer. Kelebihan menggunakan fitur screenshot
pada Insert ini adalah kita dapat memilih objek yang ingin dicapture dengan mengklik dan drag
sesuai yang diinginkan.
Crop
Fungsi : Memotong gambar. Fitur crop pada Microsoft Word 2013 dilengkapi dengan fitur
shape sehingga kita dapat memotong gambar sesuai shape yang kita pilih. Contoh :
Repeat Header Rows
Fungsi : Mengulang baris judul pada tabel apabila tabel panjang sampai halaman berikutnya
Convert to Text
Fungsi : Mengkonversi tabel menjadi teks. Contoh :
No
Nama
lala
65
9+14
582
964
54
55
a.
Tabs
No
nama
lala
65
9+14
582
964
54
55

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

2
2
  • b. Semicoloms

No; nama; lala 65; 9+14; 582 964; 54; 55

c. Paragraph mark No nama lala 65 9+14 582 964 54 55  Insert – Object
c.
Paragraph mark
No
nama
lala
65
9+14
582
964
54
55
Insert – Object
Fungsi : Menyisipkan objek pada dokumen. Contoh :
a.
Ini dokumen baru
b.
Dari dokumen lama
Ini kalo doc asalnya diedit, yg disini gak berubah
bdb
vchve
254
21
13
356
6546
656
  • Bookmark Fungsi : Menyisipkan tanda pada suatu teks, gambar, grafik, dan lainnya ke dalam dokumen Langkah-langkah :

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

3
3
  • a. Pilih objek yang ingin disisipkan dengan klik insert-hyperlink -bookmark-beri nama-add

  • b. Kemudian tulisan yang ingin disisipkan -blok-klik link-hyperlink-pilih bookmark-cari nama yg mau dipilh- ok

 Track Changes Fungsi : Menandai teks yang baru direvisi sehingga teks yang sudah direvisi masih
Track Changes
Fungsi : Menandai teks yang baru direvisi sehingga teks yang sudah direvisi masih ada track
recordnya. Contoh :
Thank for you taking the time with me last Thursday Monday you
Save
Fungsi : Menyimpan dokumen. Kelebihan ikon save pada Microsoft Word 2013 adalah dapat
menyimpan dalam bentuk PDF dengan klik file-export-pdf
B.
Header dan Footer
Header adalah sebuah perintah yang bisa digunakan untuk memberikan / menambahkan catatan
kepala (bagian atas kertas). Biasanya perintah ini digunakan untuk naskah yang terdiri dari beberapa
halaman yang terintegrasi isinya satu sama lain seperti proposal, karya tulis ilmiah, dan lain-lain.
Footer adalah sebuah perintah yang bisa digunakan untuk memberikan / menambahkan catatan
kaki (bagian bawah kertas).Biasanya perintah ini digunakan untuk naskah yang terdiri dari beberapa
halaman yang terintegrasi isinya satu sama lain seperti proposal, karya tulis ilmiah, dan lain-lain.
Dengan fasilitas header & footer kita bisa menambahkan nomor halaman (page number), tanggal
(date), dan waktu (time) yang bisa kita tempatkan di sebelah kiri (left), center (tengah), atau right
(kanan) dari header atau footer yang kita buat.
Cara menggunakannya adalah sebagai berikut :
o
o
o
Klik menu insert.
Dalam header & footer grup,klik header/footer.
Tentukan design header atau footernya sesuai keinginan.
C.
Fitur Breaks
1.
Page Break
Page break digunakan untuk memisahkan isi dokumen ke awal halaman baru. Misalnya jika
kita ingin memastikan bahwa paragraf yang disusun tidak terpisah, maka kita tempatkan
kursor pada awal paragraf kemudian kita lakukan page break, atau bisa juga menggunakan
shortcut kombinasi tombol Ctrl dan Enter.
2.
Section Break
a)
Next Page, section baru dimulai pada halaman selanjutnya. Tipe ini biasa digunakan untuk
memulai bab baru dalam sebuah dokumen.
b)
Continuous, section yang baru ada di halaman yang sama. Biasanya digunakan untuk
halaman yang memiliki jumlah kolom yang berbeda.
c)
Even Page atau Odd Page, digunakan untuk memulai setiap section baru pada halaman
bernomor genap atau ganjil. Sesuai digunakan bila ingin setiap bab baru dimulai pada
halaman genap atau ganjil.

Contoh :

Membuat Makalah dengan syarat :

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

4
4

1.

Judul tidak ada penomoran halaman

2. Penomoran halaman untuk Kata Pengantar, Daftar Isi dan Daftar Tabel menggunakan angka romawi 3. Penomoran
2.
Penomoran halaman untuk Kata Pengantar, Daftar Isi dan Daftar Tabel menggunakan angka
romawi
3.
Penomoran halaman untuk Bab I, II dan III menggunakan angka biasa
Langkah-langkah :
1.
Ketik Judul, Kata Pengantar sampai Bab III dalam 1 halaman, seperti di bawah ini :
Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Bab I Pendahuluan
Bab II Pembahasan
Bab III Penutup
2.
Klik di sebelah kiri “Kata Pengantar”, lalu klik Page Layout-Breaks-Next Page
3.
Klik di sebelah kiri “Bab I Pendahuluan”, lalu klik Page Layout-Breaks-Next Page
4.
Klik di halaman yang berisi “Kata Pengantar, Daftar Isi dan Daftar Tabel”, kemudian klik insert-
page number-format page number-pilih angka romawi (i,ii,iii,
)
di bagian number format-pilih
start at di bagian page numbering dan isi dengan “i” lalu klik OK
5.
Klik di halaman yang berisi “Bab I Pendahuluan, Bab II Pembahasan dan Bab III Penutup”,
kemudian klik insert-page number-format page number-pilih angka (1,2,3,
)
di bagian number
6.
Klik di sebelah kiri Daftar Isi, lalu tekan CTRL+Enter
7.
Lakukan langkah nomer 6 untuk Daftar Tabel, Bab II Pembahasan, Bab III Penutup
D.
Fitur Table of Content
Contoh :
Melanjutkan contoh di atas dan membuat Daftar Isi menggunakan fitur Table of Content
Langkah-langkah :
1.
Tekan CTRL+A lalu klik References-Add Text-level 1
2.
Klik di sebelah kanan “Daftar Isi”, lalu klik References-Table of Contents-Custom table of
Content-Modify-TOC 1-Modify-pilih font sesuai kebutuhan-OK
3.
Apabila ada penambahan daftar isi maka untuk memperbaharui klik bagian daftar isi, lalu klik
kanan-pilih update table-pilih update entire table-OK
E.
Fitur Insert Caption
Contoh:
Melanjutkan contoh di atas dan menggunakan fitur insert caption untuk membuat daftar tabel
Langkah-langkah :
1.
Buat tabel yang dibutuhkan
2.
Klik References-Insert Caption-beri nama tabel sesuai keinginan
3.
Klik sebelah kanan “Daftar Tabel”, lalu klik References-Insert Table of Figures
4.
Apabila ada penambahan daftar tabel maka untuk memperbaharui klik bagian daftar tabel,

lalu klik kanan-pilih update table-pilih update entire table-OK

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

5
5
  • F. Mail Merge

Langkah-langkah membuat mail merge (contoh: surat dengan banyak penerima) :

  • 1. Membuat data penerima surat di ms excel, misalnya

2. Membuat surat yang akan dikirimkan, misalnya 3. Klik tab Mailings pada menu bar 4. Pilih
2.
Membuat surat yang akan dikirimkan, misalnya
3.
Klik tab Mailings pada menu bar
4.
Pilih menu Select Receipient – Use Existing List
5.
Pada dialog Select Tabel, pilih sheet yang telah dibuat lalu klik OK
6.
Perhatikan bahwa beberapa menu mail merge yang sebelumnya tidak aktif sekarang menjadi
aktif
7.
Tempatkan kursor pada bagian entri Nama, dan pilih menu Insert Mail Field - Nama
8.
Dengan cara yang sama masukan alamat dan pajak terutang pada dokumen tersebut
9.
Untuk melihat hasilnya. Klik tombol Preview Result
10.
Jika ada data yang ingin direvisi, tinggal edit di ms excelnya atau klik Edit Receipient List
11.
Jika ingin menambahkan Rp. (Rupiah) pada dokumen yang telah kita buat di Ms. Word, tekan
tombol Alt + F9, kemudian ketik
....\#
Rp. ##.### pada data yang ingin ditambahkan Rp. lalu klik
Alt + F9
12.
Untuk mencetak dokumen klik menu Finish & Merge – Print document

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

6
6

II. MICROSOFT EXCEL

A. Formula IF pada Ms. Excel

1)

Penulisan fungsi IF tunggal

=IF(kondisi;nilai_TRUE;nilai_FALSE

   kondisi merupakan kriteria acuan yang dijadikan pembanding nilai_TRUE merupakan nilai untuk kondisi yang
kondisi merupakan kriteria acuan yang dijadikan pembanding
nilai_TRUE merupakan nilai untuk kondisi yang terpenuhi
nilai_FALSE merupakan nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi
Contoh : Misalnya dalam kasus penentuan apakah seorang siswa lulus ujian TIK atau tidak. Syarat
kelulusan yaitu nilai kurang dari 75 maka harus remidi dan apabila mendapatkan nilai mulai dari
75 ke atas maka lulus.
Sesuai dengan syarat yang digunakan, maka rumusnya
=IF(B3<75,”REMIDI”,”LULUS”)
2)
Penulisan fungsi IF bercabang
=IF(kondisi_1;nilai_TRUE1;(IF(kondisi_2;nilai_TRUE2;nilai_FALSE)))
Jika dijabarkan, maka formula tersebut berarti:
Lihat kondisi_1, jika terpenuhi maka gunakan nilai_TRUE1.
Jika kondisi_1 tidak terpenuhi, maka lihat kondisi_2.
Jika kondisi_2 terpenuhi, maka gunakan nilai_TRUE2.
Jika kondisi_2 tidak terpenuhi, maka gunakan nilai_FALSE
Contoh : Dari contoh kasus di atas, disyaratkan apabila :
nilai <50, maka Gagal
nilai 50 sampai <75, maka Remidi
nilai >=75, maka Lulus

sehingga rumusnya menjadi

=IF(B3<50;”GAGAL”;IF(B3>=75;”REMIDI”;”LULUS”))

3)

IF AND, IF OR dan IF NOT

  • a) Sintaks IF AND:

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

7
7
=IF(AND(logika 1, logika 2, logika 3,…… .. ,logika 30)
=IF(AND(logika 1, logika 2, logika 3,……
..
,logika
30)

Contoh : =IF(AND(A1<10,B1=20) artinya apabila semua nilai logika benar maka hasilnya pasti

benar, bila ada satu atau semua bernilai salah maka hasilnya juga salah.

  • b) Sintaks IF OR

=IF(OR(logika 1, logika 2, logika 3,…… .. ,logika 30) Contoh : =IF(OR(A1<10,B1=20) artinya apabila salah satu
=IF(OR(logika 1, logika 2, logika 3,……
..
,logika
30)
Contoh : =IF(OR(A1<10,B1=20) artinya apabila salah satu atau semua dari nilai logika benar
maka hasilnya benar, bila semua salah maka hasilnya salah.
c)
Sintaks IF NOT
=IF(NOT(logika)
Contoh : =IF(NOT(A1<10) artinya apabila nilai dari A1<10 itu benar maka hasilnya salah tapi
bila bernilai salah maka hasilnya benar (logika terbalik)
Contoh Kasus :
Ketentuan soal:
1.
Untuk mencari Harga Jual Per unit:
Jika jenis pembelian = K (Kredit), maka harga jual = 1.25 x harga satuan harga
Jika jenis pembelian =T (Tunai), maka harga jual = HArga Satuan Normal
2.
Untuk mencari Total Harga = Jumlah Beli x Harga Jual per Unit
3.
Untuk Mencari Diskon:
Jika Pembelian dilakukan secara Tunai dan jumlah beli di atas 15, maka mendapat diskon sebesar
10% dari Total Harga.
  • 4. Untuk mencari Voucer:

Jika membeli computer merek Axioo atau Acer, maka mendapat voucer 50.000

Jika membeli computer merek Toshiba, maka mendapat voucer 100.000

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

8
8

5.

Untuk mencari total Bayar = Jumlah Beli x Harga Jual per Unit Diskon.

Untuk menjawab soal di atas rumus yang mesti di tulis adalah sebagai berikut:

  • 1. Rumus untuk mencari Harga Jual per Unit menggunakan fungsi IF Tunggal dan perkalian, yaitu

Posisi kursor cell di G5, =IF(F5=”K”,1.25*D5,D5)

  • 2. Rumus untuk mencari Total Harga di Cell H5 menggunakan operator matematika Perkalian

yaitu =E5*G5 3. Rumus untuk mencari Diskon di Cell I5 menggunakan fungsi IF dengan tambahan Fungsi
yaitu =E5*G5
3.
Rumus untuk mencari Diskon di Cell I5 menggunakan fungsi IF dengan tambahan Fungsi AND
yaitu, =IF(AND(F5=”T”,E5>15),10%*H5,0)
4.
Rumus untuk mencari Voucer di cell J5 menggunakan Fungsi IF Ganda dengan tambahan Fungsi
OR yaitu,
=IF(OR(C5=”Axioo”,C5=”Acer”),50000,IF(C5=”Toshiba”,100000,0)) Tutup kurung yang terakhir
ada 2 karena ada 2 IF yang di tulis.
5.
Rumus untuk mencari Total Bayar di Cell K5 menggunakan operator metematika Perkalian dan
Pengurangan yaitu, =(E5*G5)-I5 atau langsung saja =(H5-I5)
B.
Fungsi-fungsi Text Sederhana pada Ms. Excel
1.
LEFT
Fungsi ini digunakan untuk mendapatkan hasil beberapa huruf paling kiri. Rumusnya sangat
simpel.
=LEFT(text;[num_chars])
text di sini merujuk kepada text yang akan diambil. Bisa berupa nilai sel ataupun
langsung diketikkan textnya di situ, tapi dengan menambahkan tanda petik dua (") di
awal dan di akhir text.
[num_chars] artinya jumlah karakter yang akan ditampilkan.
2.
RIGHT
Fungsi ini adalah kebalikan dari fungsi LEFT, yaitu mengambil beberapa karakter yang dimulai
dari kanan. Rumusnya mirip sekali dengan fungsi LEFT yaitu:
=RIGHT(text;[num_chars])
3.
MID
Nah ini adalah fungsi pembacaan text yang dimulai bukan dari kiri maupun dari kanan. Bisa
dimulai dari karakter kedua, ketiga, dan seterusnya. Fungsinya adalah:
=MID(text;start_num;num_chars)
start_num adalah posisi dimulainya text yang akan dibaca
4.
FIND
Fungsi ini digunakan untuk mencari karakter ke berapa untuk karakter tertentu. Rumusnya
adalah:
=FIND(find_text;within_text;num_chars)
  • find_text adalah text tertentu yang akan dicari

  • within_text adalah text lengkapnya

  • Perlu diingat, fungsi ini case sensitif, jadi harus benar-benar sesuai dengan text yang ada. Kalau tidak sesuai nanti hasilnya akan: #VALUE!

  • 5. LEN Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah karakter yang ada di dalam sebuah text. Rumusnya adalah: =LEN(text)

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

9
9

6.

UPPER Fungsi ini akan membuat semua text yang ada di sel menjadi huruf besar semua. Formulanya:

UPPER (text)

  • 7. LOWER Fungsi ini kebalikan dari fungsi UPPER, yaitu menjadikan huruf kecil semua. Rumusnya: =LOWER(text)

  • 8. PROPER Fungsi ini akan membuat text menjadi huruf besar di karakter pertama di setiap kata. Fungsinya: =PROPER(text)

C. Fungsi Count, Counta, Countblank, Countif dan Countifs 1) Fungsi COUNT digunakan untuk mencari jumlah data
C.
Fungsi Count, Counta, Countblank, Countif dan Countifs
1)
Fungsi COUNT digunakan untuk mencari jumlah data numerik (angka) dalam daftar argumen
atau sebuah range. Data berupa tanggal (date and time) juga dihitung sebagai data numerik
karena yang diambil adalah valuenya. Penulisan Syntax rumus COUNT di Excel adalah:
=COUNT(Value1; [Value2];
)
Value1 : Merupakan nilai yang diperlukan pada item pertama, referensi sel atau range
yang ingin di hitung nilainya.
Value2 : Merupakan nilai opsional yang bisa di tambahkan hingga 255 item, referensi sel
atau range yang ingin di hitung nilainya.
2)
Fungsi rumus COUNTA digunakan untuk mencari jumlah seluruh data numerik, teks, dan lain-
lain dalam dan daftar argumen atau sebuah range. Penulisan Syntax rumus COUNTA di Excel
adalah:
=COUNTA(Value1; [Value2];
)
Value1 : Merupakan nilai yang diperlukan pada item pertama, referensi sel atau range
yang ingin di hitung nilainya.
Value2 : Merupakan nilai opsional yang bisa di tambahkan hingga 255 item, referensi sel
atau range yang ingin di hitung nilainya.
3)
Fungsi COUNTBLANK digunakan untuk menentukan banyaknya sel kosong yang terdapat
dalam range yang telah ditentukan. Penulisan Syntax rumus COUNTBLANK di Excel adalah:
=COUNTBLANK(range)
range : merupakan range data yang akan dihitung jumlah sel kosongnya
Contoh untuk poin 1-3 :

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

10
10
  • Dengan menggunakan rumus =COUNT(B3:B10) hasilnya adalah 5 karena hanya ada 5 sel yang berisi data numerik (sel B3, B4, B7, B8 dan B9).

  • Dengan menggunakan rumus =COUNTA(B3:B10) hasilnya adalah 6 karena hanya ada 6 sel yang berisi data (sel B3, B4, B5, B7, B8 dan B9)

  • Dengan menggunakan rumus =COUNTBLANK(B3:B10) hasilnya adalah 2 karena hanya ada 2 sel yang kosong (sel B6 dan B10).

4) Fungsi COUNTIF digunakan untuk menghitung jumlah sel dalam suatu range atau rentang yang memenuhi kriteria
4)
Fungsi COUNTIF digunakan untuk menghitung jumlah sel dalam suatu range atau rentang
yang memenuhi kriteria tunggal yang telah kita tentukan sebelumnya. Penulisan Syntax
fungsi COUNTIF:
=COUNTIF(range; criteria)
range : merupakan range atau rentang data yang akan digunakan sebagai rentang
pertama untuk mengevaluasi kriteria yang terkait.
criteria: merupakan kriteria dalam bentuk angka, ekspresi, referensi sel, atau teks.
Contoh :
Pada contoh gambar di atas, kita akan menghitung berapa banyak siswa yang Lulus untuk itu
penulisan rumusnya adalah =COUNTIF(E3:E7;"Lulus") hasilnya adalah 3, karena hanya ada 3
siswa yang lulus.
5)
Fungsi COUNTIFS digunakan untuk menghitung jumlah sel dalam suatu range atau rentang
yang memenuhi beberapa kriteria. Penulisan Syntax Fungsi COUNTIFS:
=COUNTIFS(criteria_range1; criteria1; [criteria_range2]; [criteria2]
)
criteria_range1 : merupakan range atau rentang data yang akan digunakan sebagai range
pertama untuk mengevaluasi kriteria yang terkait.
criteria1 : merupakan kriteria pertama, bisa berupa angka, ekspresi, referensi sel atau
teks.
criteria_range2 dan criteria2 : merupakan range dan kriteria tambahan yang sifatnya
opsional. Range atau kriteria tambahan maksimal sampai 127 range atau kriteria.

Contoh :

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

11
11
Pada contoh gambar di atas, kita akan menghitung jumlah siswa laki-laki yang lulus, maka penulisan rumusnya
Pada contoh gambar di atas, kita akan menghitung jumlah siswa laki-laki yang lulus, maka
penulisan rumusnya adalah =COUNTIFS(D3:D7;"L";E3:E7;"Lulus") hasilnya 1 karena hanya ada
satu siswa laki-laki yang lulus. Untuk menghitung jumlah siswa perempuan yang lulus bisa
menggunakan rumus =COUNTIFS(D3:D7;"P";E3:E7;"Lulus") hasilnya 2 karena ada 2 siswa
perempuan yang lulus.
D.
Fungsi SUMIF dan SUMIFS
1) Fungsi SUMIF digunakan untuk melakukan penjumlahan data dengan kriteria tertentu.
Misal ingin menghitung berapa banyak barang tertentu yang terjual dalam sebuah toko
computer. Penulisan Syntax fungsi SUMIF adalah
=SUMIF (range; criteria; [sum_range])
range digunakan untuk menentukan nilai dari range (sel-sel) yang ingin diuji atau
dievaluasi.
criteria digunakan untuk menentukan kriteria dari data yang ingin dijumlahkan,
kriteria ini bisa berupa angka, ekspresi ataupun teks. Contoh 33, "33", ">33" atau
"Laptop" dll.
sum_range adalah range (sel-sel) yang ingin dijumlahkan datanya
Contoh :

Pada gambar diatas terlihat sebuah data penjualan pada Toko Computer, Kita akan menghitung berapa banyak barang tertentu yang terjual. Misal penjualan LCD yang ditandai warna merah adalah 5 + 2 + 3 total 10. Jika datanya memang sedikit mungkin bisa diselesaikan dengan cara manual (hitung satu persatu) tapi jika datanya ada banyak misal ratusan atau ribuan data tentu akan banyak memakan waktu, untuk itulah cara

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

12
12

terbaik menggunakan fungsi atau rumus SUMIF. Berikut rumus yang digunakan untuk menyelesaikannya:

Pada

Cell

G5 (menghitung jumlah LCD yang terjual) masukkan rumus:

=SUMIF(C5:C14;"LCD";D5:D14) atau =SUMIF(C5:C14;F5;D5:D14)

  • Pada Cell G6 (menghitung jumlah Laptop yang terjual) masukkan rumus: =SUMIF(C5:C14;"Laptop";D5:D14) atau =SUMIF(C5:C14;F6;D5:D14)

  • Pada Cell G7 (menghitung jumlah RAM yang terjual) masukkan rumus:

=SUMIF(C5:C14;"RAM";D5:D14) atau =SUMIF(C5:C14;F7;D5:D14)  Pada Cell G8 (menghitung jumlah Hardisk yang terjual) masukkan rumus: =SUMIF(C5:C14;"Hardisk";D5:D14) atau
=SUMIF(C5:C14;"RAM";D5:D14) atau =SUMIF(C5:C14;F7;D5:D14)
Pada Cell G8 (menghitung jumlah Hardisk yang terjual) masukkan rumus:
=SUMIF(C5:C14;"Hardisk";D5:D14) atau =SUMIF(C5:C14;F8;D5:D14)
Pada Cell G9 (menghitung jumlah Mother Board yang terjual) masukkan rumus:
=SUMIF(C5:C14;"Mother Board";D5:D14) atau =SUMIF(C5:C14;F9;D5:D14)
2) Rumus SUMIFS fungsinya hampir sama dengan fungsi SUMIF yaitu melakukan
penjumlahan data dengan kriteria tertentu, bedanya fungsi SUMIF hanya untuk satu
kriteria sedangkan fungsi SUMIFS untuk yang lebih dari satu kriteria atau kriteria banyak.
Penulisan syntaxnya adalah:
=SUMIF (sum_range; criteria_range1; criteria1; criteria_range2; criteria2;
) ...
sum_range adalah range (sel-sel) yang ingin dijumlahkan datanya.
criteria_range digunakan untuk menentukan nilai dari range (sel-sel) yang ingin diuji
atau dievaluasi.
criteria digunakan untuk menentukan kriteria dari data yang ingin dijumlahkan,
maksimal sampai 127 kriteria, kriteria ini bisa berupa angka, ekspresi ataupun teks.
Contoh 33, "33", ">33" atau "buku" dll.
Contoh :

Menghitung Data Penjualan LCD tanggal 01/10/2014 sampai 03/10/2014, caranya adalah

dengan memasukkan rumus

berikut

ini

pada

cell

D17:

=SUMIFS(D5:D14;C5:C14;"LCD";B5:B14;">=01/10/2014";B5:B14;"<=03/10/2014")

Hasilnya adalah 7 yaitu pada tanggal 1 sebanyak 5 buah dan tanggal 2 sebanyak 2 buah.

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

13
13
  • E. Fungsi VLOOKUP 1) Fungsi VLOOKUP adalah fungsi Excel yang digunakan untuk mencari dan mengambil data dari suatu tabel referensi berdasarkan nilai tertentu. Seperti namanya VLOOKUP yang diambil dari

singkatan vertical lookup yang berarti mencari data secara vertikal, karena di Excel juga terdapat fungsi khusus untuk mencari data secara horizontal yaitu HLOOKUP atau horizontal lookup. Penulisan Rumus VLOOKUP adalah sebagai berikut:

=VLOOKUP(lookup_value;table_array;col_index_num;[range_lookup])

 lookup_value : nilai yang akan dicari di kolom pertama tabel atau rentang.  table_array :
lookup_value : nilai yang akan dicari di kolom pertama tabel atau rentang.
table_array : tabel referensi yang ingin dicari datanya yang kolom pertamanya digunakan
sebagai acuan untuk nilai lookup_value
col_index_num : nomor kolom pada table_array yang ingin di cari datanya.
range_lookup : pilihan untuk menentukan nilai yang persis atau yang mendekati.
TRUE (1) untuk mencari nilai yang mendekati.
FALSE (2) untuk mencari nilai yang sama persis
Jika range_lookup dikosongkan atau tidak di isi maka otomatis dianggap
sebagai TRUE.
Contoh :
Pada gambar diatas kita mencari data nama dan alamat berdasarkan nomor urut, di gambar
tersebut terlihat sel C13 sebagai lookup_value atau data yang ingin dicari, data ini
berdasarkan kolom pertama dari kiri pada tabel referensi dan tabel referensinya
(tabel_array) adalah sel B5 sampai D9.
Pada sel C14 karena kita ingin mencari data nama maka pada col_index_num-nya kita
masukkan angka 2 karena kolom nama terletak di kolom kedua dari tabel referensi.
Pada cel C15 karena kita ingin mencari data alamat maka pada col_index_num-nya kita
masukkan angka 3 karena kolom alamat terletak di kolom ketiga dari tabel referensi.
  • Pada range_lookup-nya di masukkan pilihan FALSE agar menampilkan nilai yang sama persis, dan bila pada sel C13 kita masukkan angka yang tidak terdapat dalam kolom pertama tabel referensi misal angka 6 atau 7 maka hasilnya adalah #N/A. Berbeda jika kita mengganti FALSE dengan TRUE yang berarti menampilkan nilai dari yang mendekati, misal kita memasukkan angka 6 atau 7 maka yang ditampilkan adalah data dari angka 5 karena yang lebih dekat ke 6 atau 7 adalah angka 5 maka hasilnya adalah Firman Jakarta.

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

14
14

2)

Untuk menggunakan rumus VLOOKUP dari data sheet yang lain atau beda sheet, misal data tabel referensinya adalah di Sheet1 dan kita ingin menampilkan/memanggil data tersebut dari Sheet2 atau Sheet3 dan sebagainya maka penulisan rumusnya adalah:

=VLOOKUP(lookup_value;Sheet1!table_array;col_index_num;[range_lookup])

Contoh :

3) Selain menuliskan alamat tabel_array langsung pada rumus VLOOKUP seperti B5:D9 atau Sheet1!B5:B9 kita juga bisa
3) Selain menuliskan alamat tabel_array langsung pada rumus VLOOKUP seperti B5:D9 atau
Sheet1!B5:B9 kita juga bisa menggantinya dengan define name atau menamai range
tersebut. caranya adalah:
a)
Blok semua data yang dijadikan sebagai tabel referensi, contohnya pada sel B5 sampai
D9.
b)
Arahkan cursor ke Name Box dan ubah namanya menjadi apa saja, misal DataPenting
setelah itu tekan Enter untuk mengahirinya.
Untuk penerapannya tinggal ubah saja data tabel_array dengan define name (name box)
tersebut. Contoh diterapkan pada VLOOKUP beda sheet. menjadi seperti gambar berikut ini:
F.
Membuat Presentasi Menggunakan Ms. PowerPoint
1)
Buka Microsoft PowerPoint, kemudian pilih menu design , lalu pilih theme yang disukai. Anda
bisa merubah colors, Fonts dan effectsnya sesuai kesukaan.

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

15
15
2) 3) Setelah memilih theme, silahkan ganti tulisan click to add title dengan judul presentasi dan
2)
3)
Setelah memilih theme, silahkan ganti tulisan click to add title dengan judul presentasi dan
click to add subtitle dengan deskripsinya.
Untuk menambah slide bisa melakukannya di menu home kemudian klik new slide lalu pilih
layout yang dibutuhkan.
4)
Jika ingin menghapus salah satu slide, tinggal klik slide yang akan dihapus kemudian klik Del
pada keyboard. Anda juga bisa mengatur slide 1 menjadi slide 2 dengan cara drag and drop
5) Untuk menambahkan animasi pada pergantian slide Anda bisa melakukannya di menu
animation. Klik slide yang akan diberi animasi, kemudian pilih model animasi yang disukai.
Jika ingin seluruh slide menggunakan animasi yang sama, silahkan klik apply to All. Anda juga
bisa menambahkan suara dikolom no sound dan mengatur kecepatan animasi di kolom fast.
Klik automatically after jika menginginkan perubahan slid tanpa di klik mouse. Untuk melihat
hasilnya, silahkan klik preview yang berada di pojok kiri atas.
6) Untuk menambahkan efek animasi pada teks atau gambar dalam presentasi, silahkan klik
costume animation kemudian klik teks yang akan diberi animasi, lalu pilih add effect.
7)
Klik Slide Show untuk melihat hasil keseluruhan (full screen)
8) Jika presentasi sudah di buat silahkan disimpan. Jika ingin mengeditnya di kemudian hari
silahkan klik ctrl+S, tetapi jika ingin menyimpan hanya dalam slidshow, klik logo Microsoft
office/shave as/PowerPoint show. Jika memilih ini, hasilnya tidak akan bisa di edit lagi.

Divisi Pendidikan IMP | CP : 085749140152 (Devi)

16
16