Anda di halaman 1dari 31

Kista Ovarium

Fitri Rahmawati (Sofi)


FK Univ. Yarsi 1102010104

Assalamualaikum
Wr.Wb.

Bismillaahirrahmaannirrahiim

Kista Ovarium (K.O.)

Tumor ovarium adalah sebuah proses pertumbuhan jaringan


baru yang berasal dari ovarium, baik yang bersifat jinak
maupun ganas.
Kista adalah suatu jenis tumor berupa kantong abnormal yang
berisi cairan.
Beberapa literatur membedakan antara kista dengan tumor
ovarium.

Etiologi K.O.
Penyebab terjadinya kista ovarium yaitu terjadinya gangguan
pembentukan hormon pada hipotalamus, hipofisis, atau ovarium itu
sendiri. Kista ovarium timbul dari folikel yang tidak berfungsi selama
siklus menstruasi
Faktor risiko terjadinya kista ovarium, sbb :
1. Riwayat kista ovarium sebelumnya
2. Siklus menstruasi yang tidak teratur
3. Meningkatnya distribusi lemak tubuh bagian atas
4. Menstruasi dini
5. Tingkat kesuburan
6. Hipotiroid atau hormon yang tidak seimbang
7. Terapi tamosifen pada kanker mamma
. Sedangkan pada tumor padat, etiologi pasti belum diketahui, diduga
akibat abnormalitas pertumbuhan sel embrional, atau sifat genetis
kanker yang tercetus oleh radikal bebas atau bahan bahan karsinogenik.

Epidemiologi K.O.

Umumnya kista ovarium ditemukan saat pasien


melakukan pemeriksaan USG.
Kista ovarium 18% terjadi pada wanita yang sudah
postmenopause. Sebagian besar kista yang
ditemukan merupakan kista jinak, dan 10% sisanya
adalah kista yang mengarah ke keganasan.
Kista ovarium fungsional umumnya terjadi pada
usia produktif dan relatif jarang pada wanita
postmenopause.
Secara umum, tidak ada persebaran umur yang
spesifik mengenai usia terjadinya kista ovarium.

Sifat K.O.
Kista
fisiologi
s

KISTA
OVARIU
M
Kista
abnorm
al

Kista
patolog
is

Kista fisiologis
a)

b)

c)

d)

e)

Ukuran di bawah 4 cm (dapat dideteksi dengan


menggunakan pemeriksaan USG)
Dalam 3 bulan akan hilang (tidak perlu operasi,
karena tidak berbahaya dan tidak menyebabkan
keganasan, tetapi perlu diamati apakah kista
tersebut mengalami pembesaran atau tidak),
Dialami oleh orang di usia reproduksi (karena
masih mengalami menstruasi),
Biasanya kista fisiologis tidak menimbulkan nyeri
pada saat haid,
Beberapa jenis kista fisiologis di antaranya adalah
kista korpus luteal, kista folikular, kista teka-lutein.

Kista patologis
a)

b)

c)
d)

Kista ovarium yang bersifat ganas disebut juga


kanker ovarium,
Merupakan penyebab kematian terbanyak dari
semua kanker ginekologi (karena penyakit ini
pada awalnya bersifat tanpa gejala dan
tanpa menimbulkan keluhan apabila sudah
terjadi metastasis, sehingga 60 - 70% pasien
datang pada stadium lanjut),
Pembesaran bisa terjadi relatif cepat,
Biasanya
perlu
dilakukan
tindakan
pengangkatan melalui proses laparoskopi.

Kista abnormal
a)
b)

c)

Jenis ini ada yang bersifat jinak dan ganas


Bersifat jinak jika berupa spot dan
benjolan yang tidak menyebar (dapat
berubah menjadi ganas, tetapi sampai saat
ini, belum diketahui dengan pasti penyebab
perubahan sifat tersebut)
Kista ganas yang mengarah ke kanker
biasanya bersekat sekat dan dinding sel
tebal tidak teratur, memperlihatkan
campuran cairan dan jaringan solid

Klasifikasi K.O.

Tumor Non Neoplastik

Tumor akibat radang


Abses

ovarial
tubo ovarial
Kista tubo ovarial
Abses

Tumor lain
Kista

folikel
korpus lutein
Kista teka-lutein
Kista inklusi germinal
Kista endometrium
Kista

Tumor Neoplastik Jinak

Kistik
Kistoma

ovarii simpleks
ovarii musinosum
Kistadenoma ovarii serosum
Kista endometroid
Kista dermoid
Kistadenoma

Solid
Fibroma,

leiomioma, fibroadenoma, papiloma, angioma, limfangioma


Brenner
Tumor sisi aderenal (makulinovo-blastoma).
Tumor

TUMOR NON NEOPLASTIK


-Tumor akibat radang
-Kista folikel
-Kista korpus luteum
-Kista teka lutein
-Kista inklusi germinal
-Kista endometrium

Non Neoplastik

Tumor Akibat Radang

Infeksi pada adneksa. Proses imun abses

Kista folikel

- Folikel de graff yang tidak sampai berovulasi,


namun tumbuh terus menjadi kista folikel
- Dari beberapa folikel primer yang setelah
bertumbuh di bawah pengaruh estrogen tidak
mengalami proses atresia yang lazim
- Ukuran < 5 cm : hilang

Kista korpus luteum

- Saat korpus luteum tidak mengecil dan


berubah menjadi korpus albikan
(K.L.Persisten)
- Perdarahan kista isi cairan merah cokelat,
dinding kekuningan

Non Neoplastik (2)

Kista teka lutein

- Biasanya bilateral, sebesar


kepalan tangan
- Akibat hormon korion
gonadotropin yg berlebih
- K.Granulosa Lutein
pembesaran tjd krn
penimbunan darah
- K.Teka-Lutein isi cairan
bening, spt jerami

Non Neoplastik (3)

Kista inklusi germinal

- Terjadi karena invaginasi dan isolasi


bagian-bagian terkecil dari epitel
germinativum pada permukaan ovarium
- Isi cairan jernih, serous

Kista endometrium

- Akibat proliferasi dari sel yang mirip


dinding endometrium, berisi darah yang
merupakan hasil peluruhan dinding
saat menstruasi

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Kistik.)
KISTIK
a)
b)
c)
d)
e)

Kistoma ovarii simpleks


Kistadenoma ovarii musinosum
Kistadenoma ovarii serosum
Kista endometroid
Kista dermoid

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Kistik.)

Kistoma ovarii simpleks

Permukaan yang rata dan halus, biasanya


bertangkai, seringkali bilateral dan dapat menjadi
besar. Dinding kista tipis dan cairan di dalam
kista jernih, serous dan berwarna kuning.

Kistadenoma ovarii serosum

- Permukaan tumor biasanya licin, tetapi dapat


jugalobulated.
- Warna kista putih keabuan.
- 30-35% dari kistadenoma serosum mengalami
perubahan keganasan.
- Isi kista cair, kuning dan kadang-kadang coklat
karena bercampur darah.

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Kistik.) (2)

Kistadenoma Ovarii Musinosum

- Dinding yang licin, permukaan lobulated dan


umumnya multitokular dan edematosa; dapat
mencapai ukuran yang amat besar dan pada tumor
ini tidak dapat ditemukan jaringan yang normal lagi.
- Tumor biasanya unilateral.
- Dinding agak tebal dan berwarna putih keabuan.
Pada permukaan terdapat cairan lendir yang
khas, kental seperti gelatin, melekat dan
berwarna kuning sampai coklat tergantung dari
percampurannya dengan darah.

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Kistik.) (3)

Kista Endometroid

- Terjadi karena lapisan di


dalam rahim; tidak terletak
dalam rahim tetapi melekat
pada dinding luar ovarium.
- Akibat peristiwa ini setiap
kali haid, lapisan tersebut
menghasilkan darah haid
yang akan terus menerus
tertimbun dan menjadi kista.

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Kistik.) (4)

Kista Dermoid

- Tumbuh akibat proses yang kurang


sempurna
saat
pembentukan
lapisan embrional.
- Lapisan ektoderm yang saat dewasa
akan menjadi sel sel folikel rambut,
tulang, serta gigi secara tidak
sempurna tumbuh di sekitar ovarium.
- Dapat terjadi torsio tangkai
dengan gejala nyeri mendadak di
perut bagian bawah.

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Solid.)
SOLID
a)
b)
c)

Fibroma, leiomioma, fibroadenoma,


papiloma, angioma, limfangioma
Tumor Brenner
Tumor sisi aderenal (makulinovoblastoma).

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Solid.)
Semua tumor ovarium yang padat adalah neoplasma. Akan tetapi,
ini tidak berarti bahwa termasuk suatu neoplasma yang ganas,
meskipun semuanya berpotensi maligna.

Fibroma Ovarii

- Potensi menjadi ganas sangat rendah, kurang dari 1%.


- Diameter 2 - 30 cm; dan beratnya 20 kg, dengan 90% uniteral.
Permukaan tidak rata, konsistensi keras, warna merah jambu
keabuan. Apabila konsistensi sangat padat disebut fibroma
durum, dan apabila lunak disebut fibroma molle.
- Fibroma ovarii yang besar biasanya mempunyai tangkai dan
dapat terjadi torsi.
- Pada tumor iniseringditemukan sindroma Meigs (tumor ovarii,
ascites, hidrotoraks)

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Solid.) (2)

Tumor Brenner

- Sangat jarang ditemukan, biasanya pada wanita


dekat atau sesudah menopause (insidensi 0,5%
dari semua tumor ovarium)
- Besar tumor ini beraneka ragam,umumnya
unilateral, pada pembelahan berwarna kuning
muda seperti fibroma, dengan kista-kista kecil
- Meskipun biasanya jinak, dalam beberapa kasus
tumor ini menunjukkan keganasan pada
histopatologi dan klinisnya

TUMOR NEOPLASTIK JINAK


(Solid.) (3)

Maskulinovoblastoma (adrenal cell


rest tumor)

- Tumor ini sangat jarang terjadi.


- Biasanya unilateral dan besarnya
bervariasi antara 0,5-16 cm.
- Menyebabkan gejala maskulinasi,
terdiri atas hirsutisme, pembesaran
klitoris, atrofi memmae, dan perubahan
suara.

Manifestasi Klinis K.O.


Pada stadium awal :

Pada stadium lanjut :

Gangguan haid
Jika sudah menekan
rektum atau VU
mungkin terjadi
konstipasi atau
sering berkemih
Dapat terjadi
peregangan atau
penekanan daerah
panggul yang
menyebabkan nyeri
spontan dan sakit di
perut
Nyeri saat

Asites
Penyebaran ke
omentum (lemak
perut) serta organ di
dalam rongga perut
Perut membuncit,
kembung, mual,
gangguan nafsu
makan
Gangguan buang air
besar dan kecil
Sesak nafas akibat
penumpukan cairan
di rongga dada

Ultrasonografi

USG
digunakan
untuk
memastikan
keberadaan
kista,
membantu mengenali lokasinya dan menentukan apakah isi
kista cairan atau padat. Kista berisi cairan cenderung lebih jinak,
kista berisi material padat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Akan terlihat sebagai struktur kistik yang bulat (kadang oval) dan
terlihat sangat echolucent dengan dinding yang tipis/tegas/licin, dan
di tepi belakang kista nampak bayangan echo yang lebih putih dari
dinding depannya.
Kista ini dapat bersifat unillokuler (tidak bersepta) atau multilokuler
(bersepta-septa).
Kadang-kadang terlihat bintik-bintik echo yang halus-halus (internal
echoes) di dalam kista yang berasal dari elemen-elemen darah di
dalam kista.

Pemeriksaan Penunjang
K.O.
Pemeriksaan Beta-HCG
hamil atau tidak; menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik.
Pemeriksaan Darah Lengkap
Untuk sebuah penyakit keganasan, dapat diperkirakan melalui LED. Parameter
lain seperti leukosit, HB, HT juga dapat membantu pemeriksa menilai keadaan
pasien.
Urinalisis
Untuk mencari apakah ada kemungkinan lain, baik batu saluran kemih, atau
infeksi dan untuk menyingkirkan diagnosis banding.
Pemeriksaan Tumor Marker
Tumor marker spesifik pada keganasan ovarium adalah CA125. CEA juga
dapat diperiksa, namun CEA kurang spesifik karena marker ini juga mewakili
keganasan kolorektal, uterus dan ovarium.
Pemeriksaan Patologi Anatomi
untuk menilai derajat keganasan.

Observasi K.O.

Jika kista tidak menimbulkan gejala,


maka cukup dimonitor selama 1-2 bulan,
karena
kista
fungsional
akan
menghilang
dengan
sendirinya
setelah satu atau dua siklus haid.
Tindakan ini diambil jika tidak curiga
ganas.
Apabila terdapat nyeri, maka dapat
diberikan
obat-obatan
simptomatik
seperti penghilang nyeri

Operatif K.O.

Jika kista membesar, maka dilakukan


tindakan pembedahan, yakni dilakukan
pengambilan kista dengan tindakan
laparoskopi atau laparotomi.
Indikasi umum operasi pada tumor
ovarium melalui screening USG
umumnya dilakukan apabila besar
tumor melebihi 5cm baik dengan
gejala maupun tanpa gejala (diikuti
dengan pemeriksaan patologi anatomi)

Prognosis K.O.

Prognosis dari kista jinak sangat baik. Apabila


sudah dilakukan operasi, angka kejadian kista
berulang cukup kecil yaitu 13%.
Kematian disebabkan karena karsinoma ovari
ganas berhubungan dengan stadium saat
terdiagnosis pertama (sering ditemukan sudah
dalam stadium akhir).
Angka harapan hidup dalam 5 tahun rata-rata
41.6%. Tumor sel granuloma memiliki angka
bertahan hidup 82% sedangkan karsinoma sel
skuamosa yang berasal dari kista dermoid
berkaitan dengan prognosis yang buruk.

Wassalamualaiku
m Wr.Wb.

Alhamdulillaahirrabbilaalamiin

<<< references

Wiknjosastro H. Buku Ilmu Kandungan Edisi 2., editor: Saifuddin


A.B,dkk. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.1999:
13-14
Sjamsuhidayat, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi, EGC, l 1027;
Jakarta, 1998
Mansjoer, Arif dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid 2.
Jakarta: Media Aesculapius. 2000.
Medscape Reference , Ovarium Anatomy, Available at
http://emedicine.medscape.com/article/1949171-overview#aw2aab
6b3
, Last Update October 3, 2013. Accessed on April 23, 2014.
Medscape Reference , Ovarian Cyst
http://emedicine.medscape.com/article/255865-overview#a0101 ,
Last Update August 19, 2013. Accessed on April 23, 2014.
Schorge et al. Williams Gynecology [Digital E-Book] Gynecologic
Oncology Section. Ovarian Tumors and Cancer. McGraw-Hills..2008