Anda di halaman 1dari 98

Peramalan

Permintaan

Contoh - Pergerakan Pesawat & Penumpang


N
o

Uraian

Eksisting

Penumpang

Domestik
a. Tahunan
239030
b. Mingguan
4641
c. Harian
663
d. Jam Sibuk
221
II. Kargo & Pos (Ton)

a. Tahunan
1830
b. Mingguan
35
c. Harian
5
III. Pergerakan Pesawat
a. Tahunan
1095
b. Mingguan
21
c. Harian
3
d. Jam Sibuk
1
I.

IV. Pesawat Terbesar

Phase I
(20082014)

Phase II
(20152022)

Phase III
(20232028)

417191
8023
1146
518

2120
41
6

4160
80
11
5

542303
10429
1490
592

3414
66
9

4160
80
11
5

581848
11189
1598
732

4598
88
13

3328
64
9
5
B 737900ER

B 737-200 B 737-200

B 737-400

Mengapa Peramalan perlu Dilakukan?

Ketidak tersediaan data


Adanya ketidakpastian di masa
yang akan datang
Antisipasi terhadap perubahan

Fungsi Peramalan
Memprediksi potensi
penumpang/pendapatan
Kebutuhan pengembangan
failitas

Faktor-faktor yang mempengaruhi


Peramalan
Kondisi umum bisnis
Reaksi dan tindakan pesaing
Kebijakan pemerintah
Kecendrungan pasar
Inovasi teknologi

Master Peramalan
Keputusan
Kebijakan

Peramalan

Ekonomi, Politik, Sosial & Teknologi

Keputusan
Produk

Pelayanan & Pasar

Keputusan
Proses

Proses & Metode

Keputusan
Pelaksanaan

Keputusan
Operasional

Penentuan Lokasi & Layout

Skedul Output & Pengawasan

Fungsi Peramalan dalam Bisnis


Kendala
Kebijakan
Ketersediaan Sumberdaya
Kondisi Pasar
Teknologi

Input

Data Permintaan
Opini

Output
Model
Permintaan

Faktor Lingkungan
Ekonomi
Sosial
Politik
Budaya

Perkiraan Permintaan
Produk
Konsumen
Wilayah

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan

Item peramalan
Peramalan dari atas (top-down) atau dari
bawah (bottom-up)
Teknik peramalan
Komponen peramalan
Akurasi peramalan
Perbaikan parameter model peramalan

Metode
Peramalan

Kualitatif
(Judgemental)

Survei Pengumpulan Pendapat


Ahli
Pendapat
Pasar

Kuantitatif
(Statistikal)

Analisis
Runtun
Waktu

Indikator
Ekonomi

Kombinasi

Model
Ekonometri

Stated
Preference

Prasyarat Penggunaan Metode


Kuantitatif
Tersedia informasi masa lalu
Informasi dapat dikuantifikasikan
dalam data numerik
Asumsi dasar: pola masa lalu
akan terus berlanjut

Metode Runtun Waktu (Time Series)

Pola Horizontal
Pola Musiman
Pola Siklus
Pola Trend

Metode Runtun Waktu (Time Series)


Pola Data Trend

Waktu

Metode Gerakan Trend


Metode Bebas (Freehand Method)
Metode Setengah Rata-rata (Semi
Average Method)
Metode Rata-rata Bergerak (Moving
Average Method)
Metode Kwadrat Terkecil (Least
Square Method)

Metode Rata-rata Bergerak (Moving


Average Method)

Penjualan

MVA 5 tahun

MVA 2 Tahun

Metode Ekonometrik
Disebut juga Metode Sebab-Akibat (Causal
Methods)
Digunakan untuk melihat pengaruh dari faktor
sosial-ekonomi terhadap aktivitas dari suatu
Prasarana transporasi bandar udara.
Faktor sosial-ekonomi

Jumlah penduduk
PDRB
Ekspor-impor
Jumlah industri dan tenaga kerja
Jumlah wisatawan, komoditas andalan dan lain-lain.

Metode analisis yang digunakan adalah regresi.

Metode Regresi
Analisis untuk menunjukkan
hubungan/ketergantungan
antara variabel terikat
(dependent) dan tak terikat
(independent)
Menggunakan metode kwadrat
terkecil

Regresi Linier Sederhana


y = a + x
y = variabel terikat sebagai hasil pemodelan atau peramalan
a = perpotongan dengan sumbu tegak (intersep) atau konstanta regresi
= kemiringan (gradien) atau koefisien regresi
x = variabel bebas

n x i yi

i 1

i 1

x y a y x

i 1

n x
2
i

x
i 1

i 1
2

Regresi Linier Berganda

y b 0 b1 x 1 b 2 x 2 .... b n x n
y
= variabel terikat sebagai hasil pemodelan atau peramalan
bo
= konstanta regresi
b1, b2, b2 = konstanta regresi
x1, x2, x3, ..xn = variabel bebas

Pengujian Statistik Dalam


Peramalan
Berdasarkan nilai koefisien
korelasi n(r)
n
n

x y
i

i 1

i 1

x i2

i 1

x y
i

i 1

i 1

n 2
x i n y i
i 1

y
i 1

Korelasi positif r = 0,4 dan r =


0,7

Korelasi positif r = 0,9 dan r =


1,0

Korelasi Negatif r = -0,4 & -0,7

Korelasi Negatif r = -0,90 & -1,0

Interpretasi Nilai Korelasi


Nilai Mutlak
Koefisien
Korelasi

Intepretasi

0.90 1.00

Korelasi sangat tinggi

0.70 0.89

Korelasi tinggi

0.40 0.69

Korelasi sedang

0.20 0.39

Korelasi rendah

0.00 0.19

Korelasi sangat rendah

Studi Kasus:
Bandar Udara Mamuju

Latar Belakang
Bandara Tampa Padang - Mamuju merupakan bandara
yang akan dikembangkan.
Pprediksi kebutuhan penumpang dan kargo di masa mendatang
sangat diperlukan, baik untuk perencanaan moda maupun fasilitas
pendukungnya.

Data yang diperoleh dari Bandara Tampa Padang


merupakan data sejak tahun 1997 sampai 1999 dan data
tahun 2003.
Dari segi kuantitas, data tersebut dapat dikatakan terlalu
sedikit untuk dapat diproyeksikan dengan menggunakan
metode deret waktu. Dari segi kualitas, data tersebut
dapat dinilai kurang karena tidak kontinyu.
Oleh karena itu, metode deret waktu tidak dipergunakan dalam
prediksi jumlah penumpang pada masa mendatang.

Tahapan dalam peramalan kebutuhan


penumpang
Tahap I

Melengkapi data variabel terikat dan variabel bebas untuk jangka waktu
1993-2003

Tahap II

Melakukan tes korelasi antara variabel terikat dengan variabel bebas dan
antar masing-masing variabel bebas

Tahap III

Melakukan analisis regresi linier untuk seluruh skenario yang dapat


dikembangkan

Tahap IV

Melakukan proyeksi variabel bebas di masa mendatang berdasarkan pola


atau kecenderungan (trend) data di masa lalu

Tahap V

Menghitung kebutuhan penumpang di masa mendatang dengan


menggunakan persamaan regresi yang dihasilkan pada tahap sebelumnya,
dengan masukan proyeksi variabel bebas di masa mendatang

Variabel Peramalan
Variabel

Keterangan

Y1

Jumlah kedatangan penumpang (variabel terikat)

Y2

Jumlah keberangkatan penumpang (variabel terikat)

X1

Jumlah penduduk Kabupaten Mamuju (variabel


bebas)

X2

PDRB harga konstan (variabel bebas)

X3

PDRB harga berlaku (variabel bebas)

X4

Jumlah perusahaan pada sektor industri (variabel


bebas)

X5

Jumlah tenaga kerja pada sektor industri (variabel


bebas)

Skenario Pemodelan
Skenario

Variabel
Terikat

Variabel
Bebas

Skenari
o

Variabel
Terikat

Variabel
Bebas

IA

X1

IB

X1

II A

X2

II B

X2

III A

X3

III B

X3

IV B

X5

Y1

Y2

IV A

X5

VA

X1

X5

VB

X1

X5

VI A

X3

X5

VI B

X3

X5

Hasil Pengujian Korelasi

Y1

Y2

Y1

Y2

0,98856
4

X1

0,93497

0,89731
2

X2

0,93288
3

0,90126
4

0,994064

X3

0,98372
8

0,95268
4

0,956779

0,94097
1

0,060944

0,14477
5

0,09
703

0,500097

0,57452
6

0,41984
8

X4

0,03697
3

0,12423
6

X5

0,55081
8

0,61295
5

X1

X2

X3

X4

X5

1
0,82521
9

Persyaratan Korelasi
Korelasi antar variabel terikat dengan variabel
bebas cukup tinggi
Korelasi antar variabel bebas cukup rendah
tidak saling mempengaruhi.

Apabila terjadi korelasi antar variabel bebas


cukup tinggi, maka hanya salah satu dari variabel
bebas tersebut yang akan digunakan dalam
analisis regresi,
variabel bebas yang memiliki korelasi lebih tinggi
terhadap variabel terikatnya.

Korelasi dapat dikatakan sudah cukup tinggi bila


nilai r > 0.5.

Skenario

Variabel
Terikat

Variabel
Bebas

Skenario

Variabel
Terikat

Variabel
Bebas

IA

X1

IB

X1

II A

X2

II B

X2

III A

X3

III B

X3

IV B

X5

Y1

Y2

IV A

X5

VA

X1

X5

VB

X1

X5

VI A

X3

X5

VI B

X3

X5

Bulan

Data Angkutan Udara di


Bandara Tampa Padang Tahun
2003 Bagasi
Jenis
Pesawat
Penumpang
Barang
Pos
pesawat

dtg

brkt

dtg

brkt

Trst

bgkr

muat

bgk
r

Januari

BN-2A

16

16

68

78

465

524

Februar
i

BN-2A

18

18

51

60

120

288

Maret

BN-2A

18

18

62

78

374

388

April

BN-2A

18

18

64

60

282

273

Mei

BN-2A

18

18

76

75

353

314

Juni

BN-2A

16

16

69

92

258

340

Juli

BN-2A

17

17

83

107

492

407

47
3 550

234
4

2534

68

335

362

Total

121

121

Rata-rata

17

17

79

muat

bgkr

muat

Data Angkutan Udara di


Bandara Tampa Padang Tahun
1999
Pesawat

Penumpang

Bulan

pesawat

dtg

brkt

dtg

brkt

Trst

Januar
i

C-212

25

16

Febr.

C-212

Maret

C-212

Total

12

Rata-rata

Bagasi

Jenis
bgkr

mua
t

72

15

10

12

44

22

Barang

Pos

bgkr

mua
t

bgkr

muat

39

72

19.5

36

Data Angkutan Udara di


Bandara Tampa Padang Tahun
1998 Bagasi
Bulan
Jenis
Pesawat
Penumpang
Barang
Pos
pesawa
t

bgkr

mua
t

bgkr

mua
t

dtg

brkt

dtg

brkt

Trst

bgkr

muat

Januari

C-212

Februari

C-212

Maret

C-212

April

C-212

12

10

Mei

C-212

Juni

C-212

23

30

Juli

Agustus

C-212

26

26

36

40

100

75

60

60

Septemb
er

C-212

12

25

Oktober

C-212

12

12

25

31

114

800

Novembe
r

C-212

11

100

Desembe
r

C-212

13

18

68

68

150

173

100

75

299

860

Total

Data Angkutan Udara di


Bandara Tampa Padang Tahun
1997 Bagasi
Bulan
Jenis
Pesawat
Penumpang
Barang
Pos
pesawa
t

bgkr

mua
t

bgkr

mua
t

dtg

brkt

dtg

brkt

trst

bgkr

muat

April

C-212

20

Mei

C-212

20

33

20

50

Juni

C-212

11

20

Juli

C-212

16

20

20

Agustus

C-212

20

20

75

Septemb
er

C-212

16

13

Oktober

C-212

Novembe
r

C-212

Desembe
r

C-212

12

37

Total

33

33

86

119

77

110

75

Rata-rata

10

13

12

Rekapitulasi Hasil Olahan Data Angkutan


Udara di Bandara Tampa Padang
RATA2

Pesawat

Penumpang

Bagasi

Barang

Pos

Th

dtg

brkt

dtg

brkt

trst

bgkr

muat

bgkr

muat

bgkr

muat

2003

207

207

811

943

4018

4344

2002

2001

2000

1999

72

72

264

234

432

1998

74

74

164

189

109

82

326

938

1997

44

44

115

159

103

147

100

Penduduk Kabupaten Mamuju


Tahun 1994 -2000
Tahun

Jumlah Penduduk

1994

245.463

1995

256.648

1996

267.826

1997

278.194

1998

283.381

1999

285.087

2000

296.229

2001

307.174

Produk Domestik Regional


Bruto Kabupaten Mamuju
(1993 2000)

Tahun

PDRB Harga Kostan

PDRB Harga Berlaku

1993

131.558

131.558

1994

151.586

196.140

1995

165.735

195.546

1996

185.999

235.839

1997

204.450

285.861

1998

195.702

583.683

1999

209.378

649.558

2000

220.650

786.504

Jumlah Perusahaan dan Tenaga


Kerja pada Sektor Industri
Tahun 1994-1999
Tahun

Jumlah Perusahaan
pada Sektor Industri

Jumlah Tenaga Kerja


pada Sektor Industri

1994

3.448

15.920

1995

3.723

16.875

1996

4.155

17.514

1997

4.197

18.734

1998

2.943

13.114

1999

3.042

14.846

Komoditas Perkebunan
Kabupaten Mamuju Tahun
1998-2000
Tahun

Produksi Coklat

Produksi Kelapa
Sawit

Produksi Kelapa

1998

17.409

461.268

10.449

1999

34.948

10.871

2000

48.866

422.718

16.468

2001

39.131

506.963

16.944

Rekapitulasi Variabel Terikat dan


Variabel Bebas pada Tahun 1993-2003
Var

1993

1994

1995

1996

1997

1998

1999

2000

2001

2002

2003

Y1

28

39

56

80

115

164

176

258

378

553

811

Y2

79

94

112

133

159

189

156

245

384

601

943

283.38
1

285.0
8
7

294.39
4

307.
1
7
4

317.2
0
2

327.55
8

204.450

195.70
2

209.3
7
8

220.65
0

237.
9
2
2

256.5
4
8

276.63
1

649.5
5
8

786.50
4

947.
7
0
2

1.141.
9
7

1.375.
98
2

X1

237.70
3

245.46
3

256.64
8

267.82
6

278.194

X2

131.55
8

151.58
6

165.73
5

185.99
9

X3

131.55
8

196.14
0

195.54
6

235.83
9

285.861

583.68
3

X4

3.253

3.448

3.723

4.155

4.197

2.943

3.042

3.224

3.41
7

3.622

3.839

X5

14.811

15.920

16.875

17.514

18.734

13.114

14.84
6

15.958

17.1
5
3

18.43
8

19.819

Rekapitulasi Hasil Analisis


Regresi Kedatangan
Penumpang
Var.Terikat

Var.Bebas

Persamaan

R2

X1

Y1 =

-2122,9 + 0,0085 X1

0,87

X2

Y1 =

-855,32 + 0,0055 X2

0,87

X3

Y1 =

-85,414 + 0,0006 X3

0,97

X5

Y1 =

-945,56 + 0,0731 X5

0,30

X1, X5

Y1 =

-2225,9 + 0,0080 X1 +

0,014
X5
7

0,88

X3, X5

Y1 =

-429,46 + 0,0006 X3 +

0,022
X5
2

0,99

Y1

Var.
Terikat

Var.
Bebas

X1
X2

Y2

X3

X5

X1, X5

Persamaan

Y2
Y2

Y2

Y2

Y2

R2

20
08,
3 +

0,008
3

X1

0,77

-786,6 +

0,005
4

X2

0,78

36,
02
4 +

0,000
6

X3

0,89

11
13,
1 +

0,085
9

X5

0,39

22
47,
6 +

0,007
1

X1

0,034
2 X5

0,82

Rekapitulasi Hasil Proyeksi


Variabel-variabel Bebas

2006

2011

2016

2021

2026

2031

X1 = Juml
penduduk

360.698

423.548

497.350

584.012

685.774

805.267

X2 = PDRB
hrga
konstan

346.815

505.545

736.923

1.074.197

1.565.836

2.282.488

X3 = PDRB
hrga
berlaku

2.407.269

6.114.735

15.532.11
7

39.453.327

100.215.89
5

254.559.66
7

X4 = Juml
persh sekt
ind

4.571

6.113

8.176

10.936

14.627

19.563

X5 = Juml
naker sekt
ind

24.614

35.319

50.681

72.723

104.353

149.741

Prediksi Jumlah Kedatangan Penumpang


selama Tahun Tinjauan [orang/tahun]
Sken
ario

Variabel
Terikat-Bebas

IA

2026

2031

Tk.
Pertumbuhan
Rata-rata

2006

2011

2016

2021

Y1 / X1

940

1.474

2.101

2.837

3.701

4.716

6,674 %

II A

Y1 / X2

1.066

1.946

3.228

5.097

7.821

11.791

10,101 %

III A

Y1 / X3

1.360

3.586

9.241

23.60
4

60.090

152.766

20,787 %

IV A

Y1 / X5

853

1.635

2.757

4.367

6.678

9.994

10,366 %

VA

Y1 / X1, X5

1.018

1.678

2.493

3.510

4.789

6.412

7,652 %

VI A

Y1 / X3, X5

1.459

3.764

9.355

23.18
3

57.765

144.831

20,192 %

Prediksi Jumlah Keberangkatan


Penumpang selama Tahun Tinjauan
[orang/tahun]
Skenario

IB

II B
III B

IV B

VB
VI B

Variabel
Terikat/Bebas

Y2 / X1

Y2 / X2
Y2 / X3

Y2 / X5

Y2 / X1, X5
Y2 / X3, X5

2006

967

1.096
1.396

1.001

1.147
1.567

2011

1.486

1.958
3.602

1.920

1.958
3.909

2016

2.095

3.215
9.205

3.240

3.006
9.403

2021

2.810

5.046
23.437

5.133

4.374
22.707

2026

2031

Tk.
Pertumbuhan
Rata-rata

3.649

4.6
35

6,478 %

7.715

11.
606

9,907 %

59.587

151.41
3

20,617 %

7.850

11.
748

10,372 %

6.176

8.5
74

8,391 %

55.566

137.68
9

19,606 %

Pemodelan yang Dipilih


Skenario yang dipilih adalah kombinasi antara kondisi
optimis pada awal masa pengembangan, dengan
kondisi moderat untuk perkembangan selanjutnya.
Model proyeksi kedatangan penumpang dengan
kondisi optimis yang digunakan adalah skenario VIA,
dengan pertimbangan bahwa model ini memiliki nilai
R2 tertinggi. Model ini diterapkan sampai tahun 2010.
Pengkombinasian dengan kondisi moderat dilakukan
dengan cara menggunakan tingkat pertumbuhan
sebesar 10,10% (skenario IIA) untuk memproyeksikan
jumlah kedatangan penumpang pada tahun-tahun
selanjutnya.

Pertimbangan yang Digunakan


Adanya rencana pengembangan Kabupaten
Mamuju menjadi Propinsi Sulawesi Barat, akan
memicu peningkatan kebutuhan jasa transportasi,
baik untuk keperluan individual maupun
instansional (perjalanan-perjalanan dinas).
Kabupaten Mamuju memiliki potensi wisata yang
sangat indah, yaitu keberadaan pantainya yang
berpasir putih, yang masih cukup jauh bila
ditempuh dari Ujung Pandang
Harga tiket saat ini masih disubsidi, shg. Ada
kemungkinan penurunan pertumbuhan di masa
yad.

Total Prediksi Penumpang


Tahun

Pnp Pesawat
Eksisting
(orang/tahun)

Alihan Kapal

Total
Penumpang

Total Penumpang

(orang/tahun)

(orang/tahun)

(orang/minggu)

Datan
g

Berang
kat

Datang

Bera
ngka
t

2006

1459

1567

8463

8959

9922

10526

191

202

2007

1775

1895

8643

9109

10418

11004

200

212

2008

2150

2281

8827

9261

10977

11541

211

222

2009

2597

2735

9015

9415

11612

12151

223

234

2010

3129

3273

9206

9572

12335

12845

237

247

2011

3445

3597

9402

9732

12847

13329

247

256

2012

3793

3953

9602

9894

13395

13848

258

266

9806

1006
0

13983

14404

269

277

10015

1022
7

14613

15003

281

289

10228

1039
8

15290

15647

294

301

10445

1057
2

16019

16340

308

314

2013
2014
2015
2016

4176
4598
5063
5574

4345
4775
5248
5768

Datan
g

Berang
kat

Dat
ang

Berangkat

Pengembangan Rute
Penerbangan
Tahap

Fase

Tahun

Eksisting

Rute

Jarak (km)

Mamuju Makassar
Mamuju Balikpapan

281,6
278,4

2006

Mamuju Palu

226,9

2011

Mamuju Luwuk

481,2

2016

Mamuju Malili
Mamuju Tarakan

254,3
674,3

2021

Mamuju Surabaya
Mamuju Jakarta

I
3
II

851,3
1387,3

Prediksi Jumlah Penumpang Pesawat Udara


Total Setelah Pengembangan Rute
Jumlah Penumpang (orang/minggu)
Tujuan Penerbangan

Tahun
Makassar

Balikpa
pan

Tarakan

Suraba
ya

Palu

Luwuk

Malili

Jakarta

Total

2006

191

202

40

433

2007

200

212

42

454

2008

211

222

44

477

2009

223

234

47

504

2010

237

247

50

534

2011

247

256

52

40

595

2012

258

266

54

42

619

2013

269

277

56

43

646

2014

281

289

59

45

673

2015

294

301

62

47

704

2016

308

314

65

49

40

40

816

2017

323

329

68

51

42

42

855

2018

339

344

71

54

44

44

896

2019

357

361

75

56

46

46

941

2020

376

379

79

59

49

48

990

2021

397

399

83

62

51

51

80

80

1203

Tahun

2006

2010

2011

2020

Perhitungan Jumlah
Penumpang dan Pesawat pada
Jam Sibuk
Rute

Penumpa
ng

Penumpa
ng

PP

Harian PP

P Saja

M - 100

M - 50

M - 100

M - 50

MamujuMakassar

55

27

10

MamujuBalikpapan

58

29

Mamuju-Palu

11

MamujuMakassar

68

34

Frek per Minggu P


saja

5
1

MamujuBalikpapan

71

35

Mamuju-Palu

14

MamujuMakassar

71

35

MamujuBalikpapan

73

37

Mamuju-Palu

15

MamujuLuwuk

11

MamujuMakassar

107

Frek per Minggu


PP

10

0.81

0.80

10

0.95

1.00

12

0.82

12

0.85

0.52

0.80

54

16

0.94

Pergerak
an

Pergerakan

Perger
akan

Psw
Harian

Psw Jam Sibuk

Pnp
Jam
Sibuk

82

100

90

100

0.76

0.99

Ratarat
a

10

LF

Rekapitulasi Prediksi Jumlah


Penumpang dan Pesawat
Jumlah Penumpang (PP)
Tahun

Jumlah Pesawat (PP)

Jam Sibuk

Haria
n

Minggua
n

Tahunan

Jam Sibuk

Haria
n

Minggua
n

Tahunan

2006

82

124

866

45057

22

1144

2010

100

153

1068

55533

22

1144

2011

90

170

1190

61899

30

1560

2020

100

283

1980

102953

44

2288

2021

100

344

2405

125041

51

2673

2031

340

626

4379

227699

14

90

4680

Contoh Studi Kasus

ANALISIS KEBUTUHAN PENUMPANG


DAN KARGO
BANDAR UDARA BANYUWANGI

Metode Prediksi
Time Series
Berdasarkan Data Historis

Ekonometri
Berdasarkan faktor-faktor yang
mempengaruhi aktifitas penerbangan
Faktor Ekonomi.

Time Series
Karena Bandara Banyuwangi
merupakan bandara baru,
digunakan data historis bandar
terdekat.
Bandar Udara Juanda Surabaya
Bandar Udara Ngurah Rai
Bandar Udara Abdurrahman Saleh
Tidak dipakai karena fungsinya sebagai bandara
militer

Perkembangan Penumpang
Nasional

Perkembangan Penumpang
Nasional
Tahun

Pertumbuhan (%)

1997

-41

1999

-16

2000

18,80

2001

20

2002

33

2003*

44

* Proyeksi

Data Penumpang
dari/ke Juanda

Data Penumpang
dari/ke Juanda
Tahun

Kebutuhan Penumpang (%)

1998

-47

1999

-16

2000

28

2001

23

2002

55

2003*

50

*Proyeksi

Penumpang di Bandar Ngurai Rai


Bali

1996

1997

1998

1999

2000

Bandara Udara Ngurah Rai


Denpasar

Tahun

Jumlah Penumpang

Pertumbuhan (%)

1996

2.049.159

1997

2.034.227

-0,73

1998

1.417.656

-30,31

1999

1.163.966

-17,90

2000

1.382.576

18,78

Rata - rata

-7,54

Ekonometri
Parameter yang dipakai :

Jumlah Penduduk
Produk Domestik Regional Bruto
Wisatawan Bermalam di Banyuwangi
Wisatawan pada Objek Pariwisata

Penduduk Banyuwangi
Tahun

Jumlah Penduduk

1990

1454870

1991

1458362

1992

1461862

1993

1465370

1994

1468887

1995

1472412

1996

1475946

1997

1479489

1998

1483039

1999

1486599

2000

1490166

Produk Domestik Regional


Bruto
Tahun
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000

PDRB
1336830.53
1419756.79
1522940.81
1625766.09
1731236.25
1625393.12
1688419.21
1762160.89

2001

1844828.15

Proyeksi PDRB dan Penduduk


Banyuwangi
Y = 1394206 + 5.257 E - 02 * PDRB
PDRB

Penduduk

(juta Rp.)

(Y)

2002

1899963

1494087

2003

1956459

1497057

2004

2012955

1500027

2005

2069452

1502997

2006

2125948

1505967

2007

2182445

1508937

2008

2238941

1511907

2009

2295438

1514877

2010

2351934

1517847

Tahun

Proyeksi PDRB dan Penduduk Banyuwangi


(lanjutan)
Y = 1394206 + 5.257 E - 02 * PDRB
PDRB

Penduduk

(juta Rp.)

(Y)

2011

2408431

1520817

2012

2464927

1523787

2013

2521423

1526757

2014

2577920

1529727

2015

2634416

1532697

2016

2690913

1535667

2017

2747409

1538637

2018

2803906

1541607

2019

2860402

1544577

2020

2916899

1547547

Tahun

Produk Domestik Regional


Bruto

Produk Domestik Regional


Bruto
Tahun

PDRB

Pertumbuhan (%)

1993

1336831

1994

1419757

6,20

1995

1522941

7,27

1996

1625766

6,75

1997

1731236

6,49

1998

1625393

-6,11

1999

1688419

3,88

2000

1762161

4,37

2001

1844828

4,69

Rata - Rata

4,19

Data Wisatawan Yang Bermalam di Hotel


Wilayah Banyuwangi

Jumlah Wisatawan
Tahun
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001

Mancanegara

Nusantara

Jumlah Total
Wisatawan

10040
15765
13294
16438
10040
3381
3381
127276
140745

100833
74183
90985
105846
121154
88649
88649
10770
13663

110873
89948
104279
122284
131194
92030
92030
138046
154408

Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang


Bermalam di Hotel Pada Wilayah Banyuwangi

Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang Bermalam


di Hotel Pada Wilayah Banyuwangi
(1993 1998)

Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang Bermalam di Hotel Pada


Wilayah Banyuwangi (2000 2001)

Grafik Data Jumlah Wisatawan Mancanegara


Yang Bermalam di Hotel (2000 - 2001)

f(x) = 13469x - 26810724


R = 1

Jumlah Wisatawan Nusantara Yang Bermalam


di Hotel Pada Wilayah Banyuwangi

Jumlah Wisatawan Nusantara Yang Bermalam


di Hotel Pada Wilayah Banyuwangi
(1994 1997)

Grafik Data Jumlah Wisatawan Nusantara


Yang Bermalam di Hotel (1994 - 1997)

f(x) = - 373.5x^2 + 1506215.9x - 1518270756.12


R = 1

Jumlah Wisatawan Nusantara Yang Bermalam


di Hotel Pada Wilayah Banyuwangi
(1997 2001)

Summary dari Model

Alternati
f

Model

Pertumbuhan (%)

Penduduk dan PDRB

Y = 72,517x 108698

0,20

PDRB

Y = 1404,2X 3E+06

5,72

Wisatawan Mancanegara
yang bermalam di
Hotel

Y = 3256,1X 6E+06

10,58

Wisatawan Nusantara yang


bermalam di Hotel

Y = 7670,4X 2E+07

17,82

Parameter

Skenario Kebutuhan Penumpang


Prediksi Jumlah Penumpang Bandara Banyuwangi

f(x) = 7670.4x - 15329928.47


f(x) = 3256.07x - 6483827.24
f(x) = 1404.21x - 2774504.86
f(x) = 72.52x - 108698.43

i = 0,20%

Linear (i = 0,20%)

Pemilihan Skenario

Dari Hasil analisis, diputuskan untuk memilih skenario Moderate 2


(10,58%)

Alasan:
Pertumbuhan kawasan Jawa Timur:

1% Pertumbuhan Ekonomi = 10% Kebutuhan Angkutan Udara


Kebutuhan Angkutan Udara di Jawa Timur (2003 2008) diproyeksikan 18%
(Berdasarkan proyeksi di Juanda)
Masyarakat masih mempunyai alternatif mode transportasi yang lain (darat) yang
memadai.
Lokasi yang cukup berdekatan dengan pelabuhan udara Ngurah Rai.
Peningkatan Wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi sebagai alternatif
terhadap Bali
Sistem One Day Service dari Surabaya untuk wisatawan yang ingin surfing di
Pantai Plengkung
Pembangunan prasarana ke obyek-obyek wisata: Cagar Alam Kawah Ijen, Taman
Nasional Alas Purwo, Pantai Sukamandi yang nantinya dapat meningkatkan
frekuensi & volume kunjungan pariwisata
Potensi peningkatan industri perikanan dengan hasil tuna. Untuk tujuan ekspor
perlu sarana yang cepat.

Potensi Penumpang di Bandara


Banyuwangi

Tahun

Penumpa
ng
BWI -SBY

Penumpa
ng BWI Denpasar

2002

11.305

6.935

Pnp
brkt &
dtg
tahuna
n

Pnp harian
per rute
penerbangan
Datan
g

Brkt

36.48
51
51
0
Sumber: hasil Studi Kelayakan Bandar Udara Banyuwangi

PNP
Rute
Terbesar

PNP
Rute
Terkecil

31

19

Prediksi Jumlah Penumpang

Tahun

Pnp brkt

Pnp brkt

Pnp brkt

Pnp brkt

& dtg
tahunan

& dtg
tahunan

& dtg
tahunan

& dtg
tahunan

5,72%

10,58%

17,82%

Laju
pertumbuhan :

0,20%

Skenario :

II

III

IV

2002

36480

36480

36480

36480

2003

36553

38567

40340

42981

2004

36625

40773

44608

50640

2005

36698

40773

44608

50640

2006

36770

43105

49327

59664

2007

36843

43105

49327

59664

2008

36915

45570

54546

70296

2009

36988

45570

54546

70296

2010

37060

48177

60317

82823

Prediksi Jumlah Penumpang (lanjutan)

Tahun

Pnp brkt

Pnp brkt

Pnp brkt

Pnp brkt

& dtg
tahunan

& dtg
tahunan

& dtg
tahunan

& dtg
tahunan

5,72%

10,58%

17,82%

Laju
pertumbuhan :

0,20%

Skenario :

II

III

IV

2011

37133

48177

60317

82823

2012

37205

50933

66698

97582

2013

37278

50933

66698

97582

2014

37350

53846

73755

114971

2015

37423

53846

73755

114971

2016

37495

56926

81558

135459

2017

37568

56926

81558

135459

2018

37640

60182

90187

159597

2019

37713

60182

90187

159597

2020

37785

63625

99729

188038

Korelasi Penumpang dan Kargo


di Bandara Juanda
Tahun

Jumlah

Perbandingan

Kargo

Penumpang

1996

33106

3417941

0,9686

1997

40415

3405576

1,1867

1998

30048

1809608

1,6605

1999

24988

1560917

1,6009

2000

20547

2050128

1,0022

2001

23476

2474347

0,9488

Rata-rata perbandingan kargo dgn pnp

1,2279

Korelasi Penumpang dan Kargo


di Bandara Ngurah Rai
Tahun

Jumlah

Perbandingan

kargo

Penumpang

1996

13237

2049159

0,6460

1997

13081

2034227

0,6430

1998

12736

1417656

0,8984

1999

13873

1163966

1,1919

2000

17709

1382576

1,2809

Rata-rata perbandingan kargo dgn pnp

0,9320

Perkiraan Jumlah Kargo di


Banyuwangi
Korelasi antara jumlah
penumpang dan kargo di Bandar
udara Juanda dan Ngurah Rai
berkisar antara 0.9 sampai 1.2%.
Untuk Bandar Banyuwangi
diambil rata-rata dari kedua
bandar, yaitu: 1.1%.

Skenario Kebutuhan Kargo


Prediksi Jumlah Kargo (ton) Bandara Banyuwangi

f(x) = 84.37x - 168629.21

f(x) = 35.82x - 71322.1


f(x) = 15.45x - 30519.55
f(x) = 0.8x - 1195.68

i = 0,20%

Linear (i = 0,20%)

i = 5,72%

Linear (i = 10,58%)

i = 17,82%

Linear (i = 17,82%)

Linear (i = 5,72%)

i = 10,58%

Prediksi Kargo di Bandar Banyuwangi


(Ton)
Tahun

Kargo

Kargo

Kargo

Kargo

(ton)

(ton)

(ton)

(ton)

Laju
pertumbuhan :

0,20%

5,72%

10,58%

17,82%

Skenario :

II

III

IV

2002

401

401

401

401

2003

402

424

444

473

2004

403

448

491

557

2005

404

448

491

557

2006

404

474

543

656

2007

405

474

543

656

2008

406

501

600

773

2009

407

501

600

773

2010

408

530

663

911

Prediksi Kargo (Ton)


(lanjutan)
Tahun

Kargo

Kargo

Kargo

Kargo

(ton)

(ton)

(ton)

(ton)

Laju
pertumbuhan :

0,20%

5,72%

10,58%

17,82%

Skenario :

II

III

IV

2011

408

530

663

911

2012

409

560

734

1073

2013

410

560

734

1073

2014

411

592

811

1265

2015

412

592

811

1265

2016

412

626

897

1490

2017

413

626

897

1490

2018

414

662

992

1756

2019

415

662

992

1756

2020

416

700

1097

2068

Studi Kasus 2
Bandar Udara Tampa Padang
Mamuju

Latar Belakang
Pertumbuhan Kota Malang yang
cukup pesat membutuhkan
sarana prasarana pendukung,
termasuk parkir
Perparkiran memerlukan
penanganan yang lebih baik,
dari aspek teknis maupun
manajemen

Tujuan Studi
Mengidentifikasi lokasi parkir saat ini
dan potensi di masa yang akan
datang
Mengidentifikasi potensi pemasukan
dari kegiatan perparkiran
Mengembangkan rekomendasi pola
pengelolaan parkir

Metode pelaksanaan Studi

Metodologi
Start

Lapda

Sekunder:
RTRW,RDT
RK, BPS,,
Studi
terdahulu,
dll

Persiapan &
pemantapan
Metodologi

Analisis Kondisi
Eksisting jalan dan
Prediksi YAD

Survey
Pendahuluan

Diskusi dg
Bappeda

Diskusi dg
Bappeda
Pelaksanaan
Survey
Primer:
Cacah Lalin,
topografi,
geoteknik,
kondisi
struktur jalan,
sosek,
preferensi

Tahapan
Pengembangan
alternatif solusi

Lap
Fakta
Analisa

Draft
Laporan
Akhir
Semin
ar
Final
Report

96

End
Slide - 96

Jenis Survey yang Akan


dilaksanakan

TERIMA KASIH