Anda di halaman 1dari 52

Sosiologi

Nasrudin, S.KM, M.Kes

Pengertian Sosiologi
SOSIOLOGI adalah :
Socius (latin)
Logos (yunani)

kawan
berbicara

Roucek & Waren : ilmu yg mempelajari


hubungan antara manusia dalam
kelompoknya

Pitirim Sorokin : sosiologi adl suatu ilmu yg mempelajari :


hubungan dan pengaruh timbal balik ant aneka macam
gejala sosial
hub & pengaruh timbal balik ant gejala sosial dg gejala non
sosial
ciri-ciri umum semua jenis gejala-2 sosial

Ciri dan Sifat Sosiologi :


empiris

teoritis
kumulatif
non-etis

Hakekat Sosiologi :
sosiologi adl suatu ilmu sosial
sosiologi bukan mrp disiplin yg normatif tapi
kategoris
mrp ilmu pengetahuan yg murni (pure science)
bukan terapan
ilmu pengetahuan yg abstrak bukan yg kongkrit
bertujuan menghasilkan pengertian-2 dan pola-2
umum
ilmu pengetahuan yg empiris dan rasional
mrp ilmu pengetahuan yg umum bukan yg khusus

Manusia Sebagai Makhluk


Budaya
Makhluk tuhan ada 4 kategori
Alam bersifat wujud
Tumbuhan bersifat wujud dan hidup
Hewan bersifat wujud, hidup dan nafsu
Manusia bersifat wujud, hidup, nasfsu
dan

akal budi

Akal Budi
Bahasa sansekerta Budh berarti AKAL
bagian dari kata hati yang berupa
paduan akal dan perasaan yang

membedakan baik
dan buruk
dapat

Manusia dan Budaya


Kebudayaan berasal dari bahasa
sansekerta buddhayah merupakan
bentuk jamak dari buddhi (akal)

KEBUDAYAAN DAN
MASYARAKAT
Masyarakat adalah Orang yg hidup bersama yg menghasilkan kebudayaan
Kebudayaan (bhs sansekerta) buddhayah

buddhi

budi/akal

Culture (kt latin ) colere


mengolah/mengerjakan tanah
daya dan kegiatan manusia unt mengolah dan mengubah alam

segala

E.B Tylor (1871) : Kebudayaan adl kompleks yg mencakup pengetahuan,


kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan lain
kemampuan-2 serta kebiasaan-2 yg didapatkan oleh manusia sbg anggota
masyarakat

Unsur-unsur Kebudayaan (culturaal


Universals) :
1.

Peralatan & perlengkapan hidup manusia

2.

Mata pencaharian hidup & sistem-2 ekonomi

3.

Sistem kemasyarakatan

4.

Bahasa

5.

Kesenian

6.

Sistem pengetahuan

7.

religi

Fungsi Kebudayaan bagi masyarakat :


Mengatur agar manusia dpt mengerti bgm seharusnya
menentukan sikapnya kalau
mereka berhub dg orla

bertindak, berbuat,

Unsur-2 normatif yg merp bagian dr kebudayaan :


a.

Penilaian (Valuational elements)

b.

Seharusnya (precriptive elements)

c.

Kepercayaan (cognitive elements)

Sifat Hakekat Kebudayaan :

Keb terwujud & tersalurkan lewat perilaku manusia

Keb tlah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya generasi ttt & tdk akan
mati dg habisnya usia generasi yg bersangkutan

keb diperlukan oleh manusia & diwujudkan dlm tingkah laku

Keb mencakup aturan yg berisi kewajiban, tindk yg diterima&


ditolak

Essensi dr sifat hakekat kebudayaan :


1.

Keb bersifat universal

2.

Keb bersifat stabil, dinamis dan kontinu

3.

Keb mengisi dan menentukan jalannya kehidupan manusia

Kebudayaan
Adalah : Keseluruhan sistem
gagasan, tindakan dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan
masyarakat yg dijadikan milik diri
manusia dengan belajar. Hal
tersebut berarti hampir seluruh
tindakan
manusia
adalah
kebudayaan.
Contoh : cara makan, cara
berjalan dsb.

Peradaban :
Dipakai untuk menyebut bagian
dari unsur kebudayaan yg halus,
maju
dan
indah,
seperti
:
Kesenian, ilmu pengetahuan, adat
sopan santun, kepandaian menulis
dsb. Istilah peradaban sering
dipakai unt menyebut suatu
kebudayaan yg mempunyai sistem
tehnologi, ilmu pengetahuan, seni
bangunan , seni rupa, dan seni
kenegaraan.

Wujud Kebudayaan
1. Wujud kebudayaan sebagai suatu
kompleks dari ide-ide, gagasan,
nilai-nilai,
norma-norma
dan
peraturan. Wujudnya ideal dari
kebudayaan seperti adat istiadat.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu
kompleks aktivitas serta tindaka
berpola
dari
manusia
dan
masyarakat. Wujudnya berupa social
system,
yaitu
manusia
saling
berinteraksi , bergaul dari hari ke
hari, tahun ke tahun yg terjadi di
sekelilng kita.

3. Wujud kebudayaan sebagai


benda-benda hasil karya manusia.
Wujudnya disebut kebudayaan
fisik dan sifatnya kongkrit, seperti
komputer,
pesawat
terbang,
candi , kain batik sampai benda
yang kecil seperti kancing baju.

Ketiga wujud kebudayaan tersebut


dalam
kehidupan
masyarakat
tentu tak terpisah satu dengan yg
lain. Kebudayaan dan adat istiadat
mengatur dan memberi arah
kepada
tindakan
dan
karya
manusia. Baik pikiran atau ideide, maupun karya manusia,
menghasilkan
benda-benda
kebudayan
fisik.
Sebaliknya
kebudayaan
fisik
membentuk
suatu
lingkungan
hidup
dan
berpengaruh
kepada
cara
berpikirnya.

Sistem Nilai Budaya

Sistem nilai budaya merupakan


tingkat yang paling tinggi dan
paling abstrak dari adat istiadat.
Dalam tiap masyarakat, ada
sejumlah nilai budaya yang satu
dengan yang lain yang saling
berkaitan
hingga
merupakan
suatu sistem, dan sistem itu
sebagai pedoman
yang kuat
terhadap arah kehidupan warga
masyarakatnya.

5 Masalah dasar kehidupan manusia yang menjadi


landasan bagi variasi sistem budaya ( C. Kluckhohn)

1. Hakekat hidup dari manusia (MH)


2. Hakekat dari karya manusia (MK)
3. Hakekat dari kedudukan manusia
dalam alam sekitarnya (MA)
4. Hakekat dari kedudukan manusia
dalam ruang waktu (MW)
5. Hakekat dari hubungan manusia
dengan sesamanya (MM)

5 masalah dasar dalam hidup (Kluckhohn)

Masalah
dasar
Dalam hidup

Orientasi Nilai Budaya

Hakekat Hidup
(HK)

Hidup itu
buruk

Hidup itu
baik

Hidup itu buruk


tetapi manusia wajib
beriktiar supaya
hidup itu menjadi
baik

Hakekat Karya
(MK)

Karya itu
untuk
nafkah
hidup

Karya itu
untuk
kedudukan,
kehormatan

Karya itu untuk


menambah arya

Persepsi
manusia
tentang waktu
( MW)

Orientasi ke Orientasi ke
masa kini
masa lalu

Orientasi ke masa
depan

Masalah
dasar dalam
hidup

Orientasi Nilai Budaya

Pandangan
manusia
terhadap alam
(MA)

Manusia
tunduk pada
alam

Manusia
berusaha
menjaga
keselarasan
dengan alam

Manusia berhasrat
menguasai alam

Hakekat
hubungan
antara manusia
dengan
sesamanya
(MM)

Rasa
ketergantunga
n kepada
sesamanya

Rasa
ketergantunga
n pada tokohtokoh

Induvidualisme,
menilai tinggi usaha
atas kekuatan
sendiri

Keragaman Budaya
Keragaman merupakan fenomena
sosial yang tumbuh secara alami
yg harus disikapi secara arif dalam
kehidupan
bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.Hal ini
harus kita sadari karena Indonesia
terdiri dari beribu pulau dengan
beraneka ragam suku bangsa,
budaya, agama, kebiasaan, adat
istiadat
yang
hidup
saling
berdampingan

Gejala negatif dalam kehidupan masyarakat


kaitannya dengan keragaman budaya

1. Konflik, kekerasan, kebiadaban


muncul dimana-mana.
2. Lemahnya ketahanan budaya,
mudah
menerima
budaya
negatif,
sulit
mengadopsi
budaya positif.
3. Budaya KKN muncul dimanamana
4. Menurunnya rasa kebanggaan
dan kepercayaan diri sebagai
bangsa

5.
Menurunnya
ikatan
kekeluargaan dan kesetiakawanan
6. Ancaman disintegrasi
7. Nilai-nilai dalam masyarakat
seperti musyawarah, tenggang
rasa, menerima dalam perbedaan,
menghargai kurang.
8.
Krisis
kepemimpinan,
kepercayaan masyarakat kepada
pimpinan berkurang

Komponen-komponen Budaya
1. Bahasa
Bahasa adalah
kata-kata yang
terucapkan atau tertulis, dengan
demikian
merupakan
alat
komunikasi bagi manusia dalam
melakukan
interaksi
diantara
mereka.
2. Agama
Dominasi
religi
dalam
budaya
mempunyai pengaruh yang amat
besar dalam melakukan berbagai
kegiatan , sekalipun orang yg
terlibat dalam kegiatan itu bukan
penganut agama yang taat.

3. Kebiasaan dan sopan santun


Hal ini terlihat dari kejadian yg terus
menerus
terjadi seperti sapaan selamat
datang dll.
4. Pendidikan
Budaya menempatkan nilai yang
tinggi pada
pendidikan formal.
5. Humor
Membentuk masyarakat menjadi
periang.

Perbedan Antar Budaya


Meskipun di dunia terdapat ribuan
bentuk-bentuk
kebudayaan,
namun
didalamnya terdapat hal-hal yang
bersifat unversal. Artinya bahwa setiap
kebudayaan mengandung unsur-unsur :
1.Sistem kepercayaan
2.Sistem bahasa
3.Sistem sosial
4.Sistem
ilmu
pengetahuan
dan
tehnologi
5.Sistem perekonomian
6.Sistem kesenian
7.Sistem kesehatan

Perbedaan Utama Antar Kebudayaan


1. Bahasa
Bahasa merupakan komponen penting
dalam kebudayaan, bahasa dengan
strukturnya yg dipelajari orang sejak
kecil
akan
membentuk
jalan
pikirannya seumur hidup. Contoh
gerakan jarum jam. Orang Ingris
membahasakan it runs (ia berlari) ,
orang jawa menyebutnya ia berputar.
Implikasinya menimbulkan perbedaan
dalam perilaku hidup sehari-hari.

-Orang
Inggris,
kata
berlari
mengandung maksud kita tidak boleh
kehilangan ( waktu adalah uang)
-Orang
jawa,
kata
berputar,
mengandung maksud alon-alon waton
klakon, ia pasti kembali, masih ada hari
esok.

2. Sikap terhadap waktu


Bagi orang yg tinggal di lahir dan
besar di Desa, mereka terbiasa
dengan dg lingkungan dimana waktu
bergerak dengan lambat. Irama
hidup bergerak dari musim ke
musim, bukan dari waktu ke waktu.
Hal ini berbeda sikap hidup orang
perkotaan, irama hidup dari waktu
ke waktu.

3. Sikap Terhadap Perubahan


Ada kelompok etnis tertentu yg
berprinsip
bahwa
perubahan
adalah sesuatu yang baik dan
kemajuan adalah sesuatu yang
tidak dapat dihindari, tetapi ada
kelompok lain berprinsip bahwa
hari depan hanyalah kelanjutan
dari hari ini, belum teruji, penuh
ketidakpastian
dan
cenderung
berbahaya.

4. Sikap Terhadap Pekerjaan


Ada kelompok etnis tertentu yang
punya prinsip bahwa pekerjaan
terikat kepada sukses pribadi dan
harga diri menuju kebanggaan
menuju kebanggaan dirinya.
Namun kelompok lain berprinsip
bahwa pekerjaan terikat kepada
tuntutan mereka hidup.

5. Sikap terhadap nasib/ketawakalan


Ada kelompok yang sejak
kecil terdidik dengan nilai dan
norma
bahwa
apa
yang
terjadi pada dirinya adalah
kehendak
Yang
Diatas,
menerima
nasib
yang
dialaminya, mereka tenang
dalam hidupnya tanpa iri
terhadap kemajuan yg dicapai
orang lain.

6. Hubungan Dengan Kelompok lain


Sebagai makhluk sosial, kita
membutuhkan pertolongan orang
lain dengan mengadakan interaksi
sosial (pergaulan), pengetahuan
dan
pengalaman
kita
akan
bertambah. Lebih-lebih seorang
pimpinan yang bertanggungjawab
akan
tercapainya
tujuan
organisasi, maka ia harus memiliki
kemampuan
teknik
dalam
membina bawahannya.

7. Sikap Terhadap Organisasi-organisasi


resmi
Organisasi
disamping
sebagai
tempat
berkumpulnya
orangorang, juga merupakan proses
interaksi para anggota dalam
melaksanakan aktivitasnya sesuai
perannya.
Dalam
kondisi
ini
mereka dapat mengembangkan
dan
membina
karier
sesuai
dengan
kompetensi
masingmasing induvidu

Berdasarkan konsep tersebut,


Budaya
dapat
diartikan
sebagai keseluruhan sistem,
gagasan, tindakan dan hasil
karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang
dijadikan milik diri manusia
dengan cara belajar.

Wujud kebudayaan
1. Sebagai suatu kompleksitas dari ideide,gagasan,
nilai,
norma,
dan
peraturan.
Wujud ini sifatnya abstrak, tak dapat
diraba atau dilihat. Kebudayaan ini
berfungsi sebagai adat istiadat yang
mengatur, mengendalikan dan memberi
arah kepada perilaku dan perbuatan
manusia dalam masyarakat.( sistem
nilai budaya, norma dan sistem
hukum,peraturan)

2. Sebagai suatu kompleksitas

aktivitas kelakuan berpola dari


manusia dalam masyarakat.
Wujudnya disebut sistem sosial
yang terdiri dari aktifitas manusia
saling berinteraksi, berhubungan,
bergaul berdasarkan pola tatalaku
tertentu.

3. Sebagai benda-benda hasil


karya manusia.
Wujud ini disebut kebudayaan
fisik, dan merupakan wujud
kebudayaan
yang
paling
kongkrit, seperti pembuatan
candi,
pabrik-pabrik,
bangunan kantor, irigasi dsb.

Komunikasi Dalam keragaman


Budaya
Komunikasi
adalah
suatu
proses
dua
arah,
yang
menyangkut
ketrampilan,
penyaji pesan dan kebiasaan
mendengarkan penerima.

Untuk mengurangi kesalahpahaman dalam


komunikasi perlu dipahami :

1. Bahasa
Salah
satu
faktor
yang
menyebankan
komunikasi
tidak berjalan dengan baik,
karena tidak tahuan bahasa
apa yang dijadikan alat
komunikasi, bahasa adalah
alat
komunikasi
untuk
menyampaikan pesan.

2. Kesenjangan Komunikasi
Kesenjangan komunikasi
didasarkan
3
aspek,
linguistik, praktis dan budaya.

3. Penyesuaian Pola Pikir


(mind Setting).
Tidak ada yang tidak
berubah, kecuali perubahan.
Tidak ada yang abadi kecuali
perubahan.
Perubahan
merupakan
bagian
dari
kehidupan sehari-hari, baik
dirumah, masyarakat maupun
ditempat kerja.

Oleh karena itu kita semua harus mampu :


1. Menerima perubahan sebagai
suatu ciri kehidupan.
2. Memahami berbagai akibatnya
baik sebagai induvidu maupun
anggota masyarakat.
3. Mampu
mengidentifikasi
adanya perubahan
4. Mampu
merencanakan,
melaksanakan,
serta
mengevaluasi perubahan

Faktor yang berpengaruh dalam pola


pikir :

1. Lingkungan Internal.
Yaitu yang terdapat dalam
diri
seseorang
yang
menghambat/mendorong
perubahan
pola
pikir,
seperti blok persepsi, blok
ego, blok intelektual dan
blok emosi.

2. Lingkungan External
Yaitu lingkungan keluarga,
lingkungan kerja, lingkungan
masyarakat
dimana
seseorang tinggal.

Keragaman Budaya sebagai kekuatan


Keanekaragaman yang terdapat di
Indonesia, baik keragaman dalam
soal agama, etnis dan adat
kebiasaan lainnya yang tumbuh
dan berkembang sebagai nilainilai
yang
mengakar
dalam
kelompok-kelompok
adalah
merupakan kekuatan tersendiri
yang apabila dikelola dengan baik
dapat
menimbulkan
kekuatan
bangsa yang dapat menjadikan
bangsa yang besar.

Keragaman sebagai kelemahan

Kemajemukan
dapat
mendatangkan
perpecahan.
Perpecahan
dimulai
dari
pertentangan antar pemeluk
agama, antar etnis, antar
wilayah, antar rural dan
urban, antar orang kaya dan
miskin, pribumi dan non
pribumi yang pada intinya
dapat memicu pertentangan
atau konflik.

Keragaman budaya yang dapat menimbulkan konflik :

1. Keragaman Agama
Hal ini dipicu oleh pemahaman
dari masing-masing pengikut
yang sangat sempit, begitu
pula peran pimpinan kelompok
yang memberikan arahan yang
kurang menyejukkan terhadap
pengikutnya yang cenderung
mengarah kepada provokasi.

2. Keragaman Adat Istiadat


Dapat menimbulkan
pertentangan etnis tertentu,
sebagai
contoh
dalam
masyarakat
kita
sebagian
tidak mengkonsumsi daging
babi,
sementara
ada
kelompok
yang
mengkonsumsi. Hal ini sangat
rentan untuk menimbulkan
pertentangan
diantara

3. Perbedaan Suku/ras
Ada etnis yang sangat
menguasai
sektor-sektor
tertentu,
seperti
perdagangan,
ekonomi,
sementara kelompok lainnya
tidak mendapat keuntungan
apapun.

4. Perbedaan tingkat sosial


ekonomi, kecemburuan sosial
akan
muncul
apabila
terjadinya gap yang terlalu
jauh anatara penduduk asli
dengan pendatang, walaupun
kita
tahu
bahwa
kaum
pendatang umumnya lebih
ulet dalam bekerja.

Tipe keb khusus yg mempengaruhi kepribadian :


1.

Faktor kedaerahan

2.

Cara hidup dikota dan didesa yg berbeda

3.

Keb khusus kelas sosial

4.

Keb khusus atas dasar agama

5.

Keb berdasarkan profesi