Anda di halaman 1dari 1

Pada penelitian ini kami menggunakan oven microwave sebagai

pemanasnya dengan temperaturnya dijaga 70oC untuk menjaga agar tidak terjadi
kerusakan dari bahan baku berupa lemak limbah ikan Patin Jambal. Berdasarkan
jurnal, pengaruh pemanasan dengan menggunakan oven micromave memberikan
yield yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yield sabun pada metode
konvensional. Yield yang lebih tinggi pada metode dengan menggunakan pemanas
oven micromave diduga karena tidak adanya kerusakan bahan baku. Jika lemak
ikan mengalami kerusakan, maka tidak akan terbentuk sabun.
Pemanasan dengan menggunakan metode ini memerlukan waktu yang
lebih cepat. Waktu yang lebih cepat ini memungkinkan untuk dapat
meminimalkan kerusakan pada lemak ikan Patin Jambal sehingga akan didapatkan
yield yang lebih tinggi daripada mengguunakan metode konvensional. Pemanasan
konvensional yang memerlukan waktu sekitar dua kali daripada waktu yang
dibutuhkan dengan menggunakan metode micromave menyebabkan yield pada
metode konvensional lebih sedikit.
Selain itu, dapat diamati bahwa penggunaan oven micromave yang
dimodifikasi dapat menurunkan waktu yang diperlukan untuk mereaksikan lemak
dengan NaOH dan memiliki konversi yang lebih tinggi. Hal ini membuktikan
bahwa penggunaan oven micromave dapat mengakselerasi laju reaksi antara
lemak limbah ikan Patin Jambal dengan NaOH. Waktu yang dibutuhkan untuk
mereaksikannya adalah berkisar 15 menit.