Anda di halaman 1dari 16

PERANAN BIOTEKNOLOGI DAN KEMAJUANNYA BAGI

KESEJAHTRAAN MANUSIA

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Biologi Umum
Yang dibina oleh Prof.Dr.Herawati Susilo,Ph.D

oleh
Achmad Fauzi Mubarok
Della Azizatul Faraoidah

(140342601199)
(140342600578)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
November 2014

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala
berkat dan rahmat-Nya makalah ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan
waktu yang direncanakan.
Makalah berjudul Peranan Bioteknologi dan Kemajuannya bagi
Kesejahtraan Rakyat disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Biologi Umum.
Ucapan terima kasih kepada Ibu Prof.Dr.Herawati Susilo,Ph.D sebagai dosen
pembimbing mata kuliah Biologi Umum, serta para bapak dan ibu pembimbing
yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian
makalah ini, namun, masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata
bahasanya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca demi sempurnanya makalah ini.
D a l a m p e n yu s u n a n m a k a l a h i n i p e n u l i s b e r h a r a p s e mo g a
m a k a l a h i n i dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca
umumnya.

Malang, 27 November 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan

1.4 Manfaat 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bioteknologi

2.2 Pemanfaat Bioteknologi dalam Kehidupan Sehari-Hari


2.3 Pengertian Dan Peranan Enzim Dalam Bioteknologi
2.4 Cara Kerja Enzim

2.5 Sumber Enzim 8


2.6 Pemanfaatan Enzim Dalam Bioteknologi

10

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

11

11

DAFTAR RUJUKAN 12

ii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagai makhluk hidup yang memiliki akal dan hawa nafsu manusia selalu
membutuhkan apa yang mereka inginkan.manusia selalu berusaha untuk
mencukupi kebutuhannya agar bisa tetap bertahan hidup.misalnya.manusia
kebutuhan primer manusia yaitu manusia membutuhkan makanan agar tetap dapat
melangsungkan hidupnya karena makanan yang dimakan akan menghasilkan
energi untuk aktifitas sehari-hari.kebutuhan sekunder manusia yaitu hanya untuk
untuk pelengkap kebutuhan primer ini hanya dibutuhkan saat atau dalam kondisi
yang

memang

dibutuhkan

jadi

tidak

setiap

hari

dibutuhkan.

Misalnya.hanphone,televisi dan masih banyak lagi.kebutuhan tersier yaitu


kebutuhan yang berfungsi sebagai pelengkap saja seperti kalung,gelang,cincin dan
lain-lain.
Semakin tingginya jumlah manusia yang hidup di bumi maka akan
semakin banyak pula kebutuhan manusia yang harus terpenuhi,karena tingkat
kelahiran manusia tidak sebanding dengan kebutuhan mereka.untuk itu manusia
harus berpikir dua kali untuk menyeselesaikan masalah terebut yaitu dengan
menggunakan sumber daya alternatif yang dapat di kembangkan dengan metode
biologis yaitu dengan bioteknologi.
Bioteknologi merupakan salah satu cabang ilmu dibiologi yang
mempelajari tentang. Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai
bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme atau bagianbagiannya misalnya bakteri dan kapang. Selain itu bioteknologi juga
memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan yang dibiakkan sebagai bahan dasar
sebagia proses industri.
Dewasa

ini,

peneraan

bioteknologi

sangat

penting

diberbagai

bidang,misalanya di bidang pengolahan bahan pangan,farmasi,kedokteran


pengolahan limbah dan pertambangan.

1
1.2 Rumusan masalah

1) Apa perbedaan bioteknologi tradisional dan bioteknologi


modern?
2) Bagaimana pemanfaatan bioteknologi dalam kehidupan seharihari?
3) Bagaimana pemanfaatan enzim dalam biotekhnologi?
1.3 Tujuan makalah
1) Mengetahui

perbedaan

bioteknologi modern.
2) Mengetahui pemanfaatan

bioteknologi
bioteknologi

tradisional
dalam

dan

kehidupan

sehari-hari.
3) Mengetahui pemanfaatan enzim dalam bioteknologi.
1.4 Manfaat makalah

1) Agar dapat mengetahui perbedaan bioteknologi tradisional


dan bioteknologi modern.
2) Agar dapat mengetahui pemanfaatan bioteknologi dalam
kehidupan sehari-hari.
3) Agar dapat mengetahui pemanfaatan enzim dalam
bioteknologi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah

yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk


dan jasa guna kepentingan manusia. Ilmu-ilmu pendukung dalam
bioteknologi meliputi mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi sel,
teknik kimia, dan enzimologi. Dalam bioteknologi biasanya
digunakan

mikroorganisme

atau

bagian-bagiannya

untuk

meningkatkan nilai tambah suatu bahan.Bioteknologi dapat


digolongkan menjadi bioteknologi konvensional/ tradisional dan
modern.
1. Bioteknologi konvensional
Bioteknologi konvensional merupakan praktik bioteknologi
yang dilakukan dengan cara dan peralatan sederhana tanpa
rekayasa genetika. Bioteknologi tradisional ini memanfaatkan
mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula,
atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap.
Mikroorganisme dapat mengubah bahan pangan. Proses yang
dibantu mikroorganisme, misalnya dengan fermentasi, hasilnya
antara lain tempe, tape, kecap, dan sebagainya termasuk keju
dan yoghurt. Proses tersebut dianggap sebagai bioteknologi
masa lalu. Ciri khas yang tampak pada bioteknologi
konvensional, yaitu adanya penggunaan makhluk hidup secara
langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim. ciri-ciri dari
biokonvensinal ini seperti melakukan tanpa menggunakan
prinsip-prinsip ilmiah, dilakukan hanya berdasarkan pada
pengalaman yang di wariskan secara turun temurun, umumnya
belum dapat diproduksi secara masal. Contoh produk
bioteknologi konvensional antara lain :
a. Anggur dan bir, dari bahan mentah biji sereal ( semisal
gandum ) dengan agen hayati khamir dari jenis Aspergillus
oryzae.
b. Roti, dari bahan dasar biji sereal ( gandum ) dengan agen
hayati berupa khamir dari jenis Saccharomyces cerevisiae.

c. Keju, dari bahan dasar susu murni dengan agen hayati


kelompok bacteri asam laktat ( dari genus : Lactobacillus
dan Streptococcus ) yang memfermentasi laktosa menjadi
asam laktat.. Juga terkadang digunakan jamur Penicillium
camembert dan Penicillium requefort.
d. Yoghurt, dari bahan dasar susu segar dengan agen hayati
bacteri asam laktat dari jenis Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophylus.
3
e. Mentega, dari bahan dasar susu segar dengan agen hayati
bacteri dari jenis Streptococcus lactis dan Leuconostoc
cremoris.
f. Antibiotik pinisilin , memanfaatkan kemampuan jamur
Penicillium notatum dan Penicillium crysogenum untuk
mensintesis antibiotik ( ditemukan Alexander Fleming, 1926
).
g. Sauerkraut, dari bahan dasar sayuran menggunakan agen
hayati bacteri asam laktat.
h. Nata de coco, dari bahan dasar air kelapa menggunakan
jasa agen hayati Acetobacter xyllinum.
i. Tempe, dari bahan dasar kedelai menggunakan bantuan
jenis jamur Rhizopus stoloniferus.
j. Kecap, dari bahan dasar kedelai menggunakan agen hayati
jamur Aspergillus wentii.
k. Tapai, dari bahan dasar singkong atau sereal seperti beras
ketan
menggunakan
agen
hayati
Saccharomyces
cerevisiae.
2. Bioteknologi Modern
Seiring dengan perkembangan zaman, bioteknologi tidak
hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi telah
mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika,
penanganan polusi, penciptaan sumber energi, dan sebagainya.
Mulai mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan
prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian.
Dalam bioteknologi
modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara
efektif dan efisien. Dengan adanya berbagai penelitian serta
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka
bioteknologi makin besar manfaatnya untuk masa-masa yang
akan datang. Bioteknologi modern adalah praktik bioteknologi
yang diperkaya dengan teknik rekayasa genetika ( suatu teknik
manipulasi materi genetikal). Rekayasa genetika merupakan
suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan makhluk
hidup baru dengan sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika

disebut juga pencangkokan gen atau rekombinasi DNA. Dalam


rekayasa genetika digunakan DNA untuk menggabungkan sifat
makhluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap makhluk hidup
mempunyai
struktur
yang
sama,
sehingga
dapat
direkomendasikan. Selanjutnya DNA tersebut akan mengatur
sifatsifat makhluk hidup secara turun-temurun. Untuk mengubah
DNA sel dapat dilakukan melalui banyak cara, misalnya melalui
transplantasi inti, fusi sel, teknologi plasmid, dan rekombinasi
DNA. Beberapa contoh bioteknologi modern antara lain :
a. Bibit tanaman yg seragam, diperoleh dengan melalui
tehknik kultur jaringan. Melalui teknik ini dapat dihasilkan /
diproduksi bibit tanaman yang seragam dalam jumlah
besar, Beberapa contoh tanaman yang telah dihasilkan
melalui kultur jaringan antara lain : Papaver somniferum
( menghasilkan kodein , untuk penghilang rasa nyeri,
Jasminum sp ( menghasilkan jasmine, sebagai bahan
parfum aroma melati ).
4

b. Antibodi monoklonal, merupakan sejenis antibodi yang


diproduksi dengan cara penggabungan ( fusi ) dua jenis sel
yang sama atau berbeda . Dikenal dengan sebutan
teknologi hibridoma / DNA rekombinan.
c. Bayi tabung, hasil fertilisasi secara in vitro . Ovum dan
sperma dipertemukan dalam sebuah wadah sehingga
terjadi pembuahan.
d. Hormon insulin, yang diperoleh melalui teknologi plasmid
dalam rekayasa genetik.
e. Domba dolly hasil kloning yaitu transfer inti sel autosom
( diploid ) ke dalam ovum ( haploid ) yang telah diambil inti
telurnya.
f.
Tanaman kebal hama, yang telah disisipi gen penghasil
senyawa endotoksin dari Bacillus thuringiensis.
g. Tanaman yang mampu memfiksasi nitrogen melalui
penyisipan gen pengontrol fiksasi nitrogen ( gen nif ) dari
bacteri Rhizobium sp dengan perantara plasmid dari
Agrobacterium tumefaciens.
h. Hewan transgenik, hasil rekayasa genetika yang memiliki
sifat / kemampuan berbeda dengan hewan biasa. Misalnya
menghasilkan air susu yang mengandung faktor anti
hemofili.
i. Hormon BST ( Bovine Somatotrophin ), hormon
pertumbuhan untuk hewan dari hasil rekayasa genetik.
j. Vaksin
malaria,
hasil
rekayasa
genetik
dengan
memanfaatkan DNA virus cacar air yang kurang aktif.

k. Antibiotik
jenis
baru,
yang
dikembangkan
dari
mikroorganisme galur baru yang diperoleh dari rekayasa
genetik.
l. Interferon, sejenis protein hasil tekhnik DNA rekombinan
untuk menghambat replikasi virus.
m. Hormon pertumbuhan manusia yang dihasilkan dari tehknik
DNA rekombinan.
n. Terapi genetik, jasa layanan perbaikan kelainan genetik
dengan rekayasa genetik.
o. Pelestarian species langka, jasa layanan pelestarian
hewan / tumbuhan yang hampir punah menggunakan
tehknik rekayasa genetik.
2.2 Pemanfaat Bioteknologi dalam Kehidupan SehariHari
1. Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Pangan dan Pertanian.
Manfaat bioteknologi bagi kehidupan manusia di bidang
pangan dan pertanian sudah dikenal semenjak ribuan tahun
yang lalu. Berbagai teknologi kuno hingga terkini yang berbasis
bioteknologi dikembangkan dalam bidang ini. Berikut adalah
beberapa contoh pemanfaatan bioteknologi dalam bidang
pangan dan pertanian, yaitu:
a. Pembuatan berbagai pangan olahan yang bernilai jual tinggi
dan tahan lama, contohnya pembuatan bir, keju dan roti.
5

b. Berperan penting dalam merakit berbagai varietas unggul


baru. Seperti varietas unggul tahan hama, varietas unggul
tahan penyakit, varietas unggul tahan cekaman kekeringan
dan lain-lain.
c. Memroduksi bibit dalam jumlah besar dalam waktu cepat.
d. Mengatasi permasalahan keterbatasan lahan, misalnya
dengan menciptakan varietas umur genjah sehingga satu
lahan bisa panen beberapa kali dalam satu tahun.
e. Mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
f. Berbagai teknologi rekayasa baru yang terus berkembang
dalam upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki
produksi tanaman dari waktu ke waktu.
2. Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Medis
Dalam bidang medis atau kesehatan, peran bioteknologi
sangat penting. Prinsip bioteknologi digunakan dalam pembuatan
berbagai vaksin, antibiotik, hormon dan teknologi pengobatan.
Berikut adalah beberapa contoh produk bioteknologi yang
banyak digunakan dalam bidang medis:

a.
b.
c.
d.

Penemuan antibiotik penicillin.


Penemuan aneka vaksin .
Penemuan hormon insulin
Teknologi transfer gen, transflantasi organ dan lain-lain.

3. Manfaat Biteknologi dalam Mengatasi Problem Lingkungan


Problem lingkungan yang utama adalah masalah
pencemaran. Bioteknologi berperan penting dalam mencegah
dan mengatasi berbagai masalah pencemaran lingkungan, yaitu:
a. Untuk mencegah atau mengurangi pencemaran, prinsip
bioteknologi
digunakan
dalam
menemukan
dan
menghasilkan energi ramah lingkungan seperti bioetanol,
biodiesel dan biogas.
b. Untuk
mengatasi
pencemaran,
prinsip
biteknologi
menawarkan teknologi pengolahan berbagai limbah industri
melalui teknologi bioremediasi.
4. Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Sosial
Dalam bidang sosial bioteknologi modern diantaranya
dimanfaatkan untuk mengetahui identitas dan hubungan
kekerabatan manusia. Contohnya teknologi tes DNA, yang
banyak digunakan untuk mengidentifikasi korban kecelakaan
yang yang sudah tidak bisa diidentifikasi secara fisik,
mengetahui identitas pelaku kejahatan, memastikan hubungan
kekerabatan dan lain-lain. Sedangkan, rekayasa biokimia seperti
penggunaan tangki reaktor untuk pertumbuhan mikroorganisme
untuk proses biologis tertentu supaya tidak terkontaminasi
mikroorganisme lain.

6
2.3 Pengertian dan Peranan Enzim dalam bioteknologi
Enzim adalah protein yang berfungsi sebagai katalisator (protein katalitik)
untuk reaksi-reaksi kimia di dalam sistem biologi. Katalisator mempercepat reaksi
kimia. Walaupun katalisator ikut serta dalam reaksi, ia kembali ke keadaan semula
bila reaksi telah selesai. Suatu katalis adalah suatu agen kimiawi yang mengubah
laju reaksi tanpa harus dipergunakan oleh reaksi tersebut. Aktivitas enzim
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya konsentrasi substrat, pH, suhu, dan
inhibitor (penghambat). (Campbell, 1987: 98).

Berbeda dengan katalisator nonprotein (H+, OH-, atau ion-ion logam),


tiap-tiap enzim mengkatalisis sejumlah kecil reaksi, kerapkali hanya satu. Jadi
enzim adalah katalisator yang reaksi-spesifik karena semua reaksi biokimia perlu
dikatalis oleh enzim, sehingga terdapat banyak jenis enzim.
Menurut Smith (1981: 39), enzim merupakan komplek molekul organik
yang berada dalam sel hidup yang beraksi sebagai katalisdalam mempercepat laju
reaksi kimia. Tanpa enzim, tidak akan ada kehidupan. Meskipun enzim hanya
dibentuk dalam sel hidup, namun beberapa dapat dipisahkan dari selnya dan
melanjutkan fungsinya dalam kondisi in vitro.
Menurut Steve Prentis (1990: 12), enzim adalah katalisator biologis,
karena suatu katalisator merupakan suatu senyawa yang mempercepat laju reaksi
kimia. Hampir semua reaksi kimia yang penting bagi kehidupan akan berlangsung
sangat lambat tanpa adanya katalisator yang sesuai.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa enzim merupakan
senyawa organik bermolekul besar yang berfungsi untuk mempercepat jalannya
reaksi metabolisme di dalam tubuh tanpa memperngaruhi keseimbangan reaksi.
Dari beberapa pengertian tersebut jelaslah bahwa enzim sangat berperan dalam
sebagian besar reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup, tak terkecuali mikroba
yang banyak digunakan sebagai agen biologi dalam bioteknologi.

7
2.4 Cara Kerja Enzim
Mekanisme kerja enzim berlangsung dalam dua tahap. Banyak enzim
menggunakan lebih dari satu substrat tetapi untuk memahami prinsip dasar kerja
enzim dengan mudah dengan memperhatikan reaksi enzim dengan satu substrat
seperti berikut (Primrose, 1987: 40):
Enzim (E) + Substrat (S)

kompleks

enzim + produk (P)

Substrat (ES)
Segera setelah enzim bergabung dengan substratnya, akan bebas kembali.

Gambar 1. Reaksi Enzim dan Substrat


Kemampuan enzim yang unik, spesifik terhadap substrat meningkatkan
penggunaannya dalam proses industri secara kolektif yang dikenal dengan istilah
teknologi enzim. Teknologi enzim mencakup produksi, isolasi, purifikasi,
menggunakan bentuk yang dapat larutdan akhirnya sampai pada immobilisasi dan
penggunaan enzim dalam skala yang lebih luas melalui sistem reaktor.
2.5 Sumber enzim
Berbagai enzim yang digunakan secara komersial berasal dari jaringan
tumbuhan, hewan, dan dari mikroorganisme yang terseleksi. Enzim yang secara
tradisional diperoleh dari tumbuhan termasuk protease (papain, fisin, dan
bromelain), amilase, lipoksigenase, dan enzim khusus tertentu.
8
Dari jaringan hewan, enzim yang terutama adalah tripsin pankreas, lipase
dan enzim untuk pembuatan mentega. Dari jaringan hewan, enzim yang terutama
adalah tripsin pankreas, lipase, dan enzim untuk pembuatan mentega. Dari kedua
sumber tumbuhandan hewan tersebut mungkin timbul banyak persoalan, yakni:
untuk enzim yang berasal dari tumbuhan, persoalan yang timbulantara lain variasi
musim, konsentrasi rendah dan biaya proses yang tinggi. Sedangkan yang
diperoleh dari hasil samping industri daging, mungkin persediaan enzimnya
terbatas dan ada persaingan dengan pemanfaatan lain. Sekarang jelas bahwa
banyak dari sumber enzim yang tradisional ini tidak memenuhi syarat untuk

mencukupi kebutuhan enzim masa kini. Oleh karena itu, peningkatan sumber
enzim sedang dilakukan yaitu dari mikroba penghasil enzim yang sudah dikenal
atau penghasil enzim-enzim baru lainnya.
Program pemilihan produksi enzim sangat rumit, dan dalam hal tertentu
jenis kultivasi yang digunakan akan menentukan metode seleksi galur. Telah
ditunjukkan dahwa galur tertenttu hanya akan menghasilkan konsentrasi enzim
yang tinggi pada permukaan atau media padat, sedangkan galur yang lain
memberi respon pada teknik kultivasi terbenam (submerged), jadi teknik seleksi
harus sesuai dengan proses akhir produksi komersial.
Beberapa sumber enzim disajikan dalam tabel 1 berikut:
Enzim
-amilase
-glukonase
Glucoamylase
Glukosa isomerase
Lactase
Lipase
Pectinase
Penicilin acylase
Protease, asam
Protease, alkali
Protease, netral
Pullulanase

Sumber
Aspergillus oryzae
Bacillus amyloliquefaciens
Bacillus licheniformis
Aspergillus niger
Bacillus amyloliquefaciens
Aspergillus niger
Rhizopus sp
Arthobacter sp
Bacillus sp
Kluyveromyces sp
Candida lipolytica
Aspergillus sp
Eschericia coli
Aspergillus sp
Aspergillus oryzae
Bacillus sp
Bacillus amyloliquefaciens
Bacillus thermoproteolyticus
Klebsiela aerogenes
9

2.6 Pemanfaatan Enzim Dalam Bioteknologi


Enzim merupakan alat yang ideal untuk memanipulasi
bahan-bahan biologis.beberapa keuntungan penggunaan enzim
dalambioteknologi adalah aman terhadapa kesehatan karen
terbuat dari baha alami,mengkatalis reaksi yang sangat spesifik
tanpa efek samping,aktif pada konsenrasi yang rendah, dan
dapat
digunakan
sebagai
indikator
kesesuaian
proses
pengolahan. Berikut beberapa enzim yang digunakan dalam
bioteknologi

1. Enzim xilanae
Enzim xilanae digunakan dalam perbaikan kualitas roti
yang telah dilakukan.enzim ini dihasilkan oleh jamur aspergilus
sp.
2.enzim pektinase
Enzim pektinase digunakan dalam penjernihan sari buah
yang sudah di extraksi dari buah aslinya.buah yang diextrak
biasanya masih mengandung partikel padat sehinggat di
perlukan enzim pektinase untuk mendapatkan hasil yang lebih
jernih
3.enzim lipase
Enzim
lipase
digunakan
emulsifer,surfaktan dan mentega

untuk

menghasilkan

4.enzim selulase
Enzim selulase digunakan untuk melembutkan sayursayuran dengan mencernakan selulosa sayur itu,mengeluarkan
kulit dari biji-bijian seperti gandum,mengasingkan agar-agar
daripada rumput lautdengan menguraikan dinding sel daun
rumpt laut.
5.enzim pytase
Digunakan dalam produktivitas pakan ternak dankeracunan
pakan.enzim ini ditambahakan
pada bahan pakan yang
kecernaannya rendah sehingga dapat meningkatkan penggunaan
bahan pakan terebut.
6.enzim glukosa oksidase
Enzim glukosa oksidae digunakan dalam industri pangan
dan analis klinis untuk penentuan kadar glukosa darah.enzim ini
didapat dari jamur aspergilus niger.
7. enzim papain
Enzim papain pada umumnya digunakan pada daing yaitu
untuk melunakkan daging

10
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
1) Bioteknologi konvensional merupakan praktik
bioteknologi yang dilakukan dengan cara dan peralatan

sederhana tanpa rekayasa genetika. Sedangkan


bioteknologi modern adalah praktik bioteknologi yang
diperkaya dengan teknik rekayasa genetika.
2) Bioteknologi dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan
dan pertanian, dalam bidang medis, mengatasi problem
lingkungan, dalam bidang sosial.
3) Bioteknologi juga dapat dimanfaatkan melalui enzim yang
dibuat dengan mikroorganisme berupa jamur atau bacteri

3.2 Saran
Penggunaan bioteknologi digunakan secara bijaksana
dan semanfaat mungkin tanpa harus memberikan dampak
negative di lingungan sekitar. Agar lebih memahami materi ini,
mungkin dengan cara praktek membuat produk bioteknologi
sederhana dapat dilakukan. Untuk lebih mengenal produk dari
bioteknologi, bisa dilakukan dengan cara mendata beberapa
produk bioteknologi konvensional atau bioteknologi modern .

11
DAFTAR PUSTAKA
Pratiwi.D. A., Maryati,Sri., Srikini,Suharno, S. Bambang. 2007.
Biologi. Jakarta.Erlangga.
Muhammad, Amien. 1985. Pegangan Umum Bioteknologi .
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Harsono. 2006. Bioteknologi, Jakarta: Yudhistira

Purjiyanta, Eka. 2006. IPA Terpadu. Jakarta: Erlangga.

12