Anda di halaman 1dari 49

LOGO

STRATEGI PEMBELAJARAN:
PENDEKATAN SAINTIFIK DAN
MODEL PEMBELAJARAN

Kisi Paparan
A
B
C
D

Pendekatan Saintifik
Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran Berbasis Projek
Pembelajaran Berbasis Penemuan

A. PENDEKATAN SAINTIFIK

www.themegallery.com

Company Logo

PENGERTIAN (1/2)
Pembelajaran adalah proses interaksi antar
peserta didik, antara peserta didik dengan
tenaga pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar.
Pendekatan pembelajaran merupakan cara
pandang pendidik yang digunakan untuk
menciptakan lingkungan pembelajaran yang
memungkinkan terjadinya proses
pembelajaran dan tercapainya kompetensi
yang ditentukan.

PENGERTIAN (2/2)
1. Strategi pembelajaran merupakan langkah-langkah
sistematik dan sistemik yang digunakan pendidik
untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang
memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan
tercapainya kompetensi yang ditentukan.
2. Model
pembelajaran
merupakan
kerangka
konseptual dan operasional pembelajaran yang
memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan
budaya.
3. Metode pembelajaran merupakan cara atau teknik
yang digunakan oleh pendidik untuk menangani
suatu kegiatan pembelajaran yang mencakup antara
lain ceramah, tanya-jawab, diskusi.

LINGKUP PEMBELAJARAN (1/3)


Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan:
pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis
proses keilmuan. Pendekatan saintifik dapat
menggunakan beberapa strategi seperti
pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran
merupakan suatu bentuk pembelajaran yang
memiliki nama, ciri, sintak, pengaturan, dan
budaya misalnya discovery learning, project-based
learning, problem-based learning, inquiry learning.
Kurikulum 2013 menggunakan modus
pembelajaran langsung (direct instructional) dan
tidak langsung (indirect instructional).

LINGKUP PEMBELAJARAN (2/3)


Pembelajaran langsung adalah:
pembelajaran yang mengembangkan
kemampuan
berpikir
dan
menggunakan pengetahuan peserta
interaksi langsung dengan sumber
dirancang dalam silabus dan RPP.

pengetahuan,
keterampilan
didik melalui
belajar yang

Dalam pembelajaran langsung peserta didik


melakukan
kegiatan
mengamati,
menanya,
mengumpulkan
informasi,
menalar,
dan
mengomunikasikan.
Pembelajaran
langsung
menghasilkan pengetahuan dan keterampilan
langsung,
yang
disebut
dengan
dampak
pembelajaran (instructional effect).

LINGKUP PEMBELAJARAN (3/3)


Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran
yang terjadi selama proses pembelajaran langsung
yang dikondisikan menghasilkan dampak pengiring
(nurturant effect).
Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan
pengembangan nilai dan sikap yang terkandung
dalam KI-1 dan KI-2. Hal ini berbeda dengan
pengetahuan tentang nilai dan sikap yang
dilakukan dalam proses pembelajaran langsung
oleh mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti serta Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan. Pengembangan nilai dan sikap
sebagai proses pengembangan moral dan perilaku,
dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam
setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan
masyarakat.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Pendekatan saintifik/pendekatan
berbasis proses keilmuan dilaksanakan
dengan menggunakan modus
pembelajaran langsung atau tidak
langsung sebagai landasan dalam
menerapkan berbagai strategi dan
model pembelajaran sesuai dengan
Kompetensi Dasar yang ingin dicapai.
Pembelajaran dilaksanakan dengan
menggunakan RPP.

KRITERIA
1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena
yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran
tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau
dongeng semata.
2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif gurusiswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran
subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur
berpikir logis.
3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis,
analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami,
memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi
pembelajaran.

KRITERIA (LANJUTAN)
4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir
hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan
satu sama lain dari materi pembelajaran.
5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami,
menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang
rasional dan objektif dalam merespon materi
pembelajaran.
6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat
dipertanggungjawabkan.
7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan
jelas, namun menarik sistem penyajiannya.

Langkah-Langkah Pembelajaran
Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu:
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap
(Tahu Mengapa)

Keterampilan
(Tahu Bagaimana)

Produktif
Inovatif
Kreatif
Afektif

Pengetahuan
(Tahu Apa)

Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif,


inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan
pengetahuan yang terintegrasi.

Langkah-Langkah Pembelajaran
(lanjuta
n)

Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis


proses keilmuan merupakan
pengorganisasian proses pengalaman belajar
secara logis pembelajaran, meliputi aktivitas:
mengamati;
menanya;
mengumpulkan informasi/mencoba;
menalar/mengasosiasi; dan
mengomunikasikan.

B. PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

www.themegallery.com

Company Logo

Model Problem Based Learning

DEFINISI
Problem Based Learning : model pembelajaran
yang dirancang agar peserta didik mendapat
pengetahuan yang membuat mereka mahir
dalam memecahkan masalah, dan memiliki
model belajar sendiri serta memiliki kecakapan
berpartisipasi dalam tim.
Proses pembelajarannya menggunakan
pendekatan sistemik untuk memecahkan
masalah/menghadapi tantangan yang diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari.

KONSEP
Problem based learning merupakan sebuah
model pembelajaran yang menyajikan
masalah kontekstual sehingga merangsang
peserta didik untuk belajar. Dalam
pembelajaran ini, peserta didik bekerja
dalam tim untuk memecahkan masalah
dunia nyata (real world).
Pembelajaran ini menantang peserta didik
untuk belajar bagaimana belajar, bekerja
secara berkelompok untuk mencari solusi
dari permasalahan dunia nyata. Masalah
yang diberikan mendorong peserta didik
memiliki rasa ingin tahu pada pembelajaran
itu.

5 STRATEGI PENERAPAN
MODEL PROBLEM BASED LEARNING

1. Permasalahan sebagai kajian.


2. Permasalahan sebagai penjajakan
pemahaman.
3. Permasalahan sebagai contoh.
4. Permasalahan sebagai bagian yang tak
terpisahkan dari proses.
5. Permasalahan sebagai stimulus aktivitas
autentik.

PERAN GURU, PESERTA DIDIK, MASALAH DALAM


PROBLEM BASED LEARNING
GURU SEBAGAI
PELATIH
Asking about
thinking (bertanya
tentang pemikiran)
memonitor
pembelajaran
probbing
( menantang peserta
didik untuk berfikir )
menjaga agar
peserta didik terlibat
mengatur dinamika
kelompok
menjaga
berlangsungnya
proses

PESERTA DIDIK
SEBAGAI PEMECAH
MASALAH
peserta yang aktif
terlibat langsung
dalam
Pembelajaran
membangun
pembelajaran

MASALAH SEBAGAI
AWAL TANTANGAN
DAN MOTIVASI
menarik untuk
dipecahkan
menyediakan
kebutuhan yang
ada
hubungannya
dengan pelajaran
yang dipelajari

TUJUAN & HASIL PROBLEM BASED LEARNING


1. Keterampilan berpikir & keterampilan memecahkan masalah
untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
2. Pemodelan peranan orang dewasa. Bentuk pembelajaran berbasis
masalah menjembatani gap antara pembelajaran sekolah formal
dengan aktivitas praksis yang dijumpai di luar sekolah.
Aktivitas-aktivitas mental di luar sekolah yang dapat dikembangkan :
(a) mendorong kerjasama dalam menyelesaikan tugas; (b)
memiliki elemen-elemen magang. Hal ini mendorong peserta didik
secara bertahap memiliki peran dari yang diamatinya; (c)
melibatkan peserta didik dalam penyelidikan pilihan sendiri, shg
dapat menjelaskan fenomena dunia nyata.
3. Belajar Pengarahan Sendiri (self directed learning).
Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus
dapat menentukan sendiri apa yang harus dipelajari, dan dari
mana informasi harus diperoleh di bawah bimbingan guru.

PROBLEM BASED LEARNING


MENGACU PADA HAL-HAL BERIKUT:
1.
2.
3.
4.

5.

6.

7.
8.

Menekankan pertanggungjawaban dari peserta didik.


Kegiatan peserta didik difokuskan pada situasi sebenarnya.
Menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik untuk menemukan
jawaban relevan, shg terjadi pembelajaran yang mandiri.
Mendorong kearah pembelajaran berdasarkan pengalaman
(diskusi, presentasi, dan evaluasi) peserta didik menghasilkan
umpan balik yang berharga.
Tidak hanya mengembangkan keterampilan dan pengetahuan
saja, tetapi juga berpengaruh pada pemecahan masalah, kerja
kelompok, dan self-management.
Difokuskan pada permasalahan yang memicu peserta didik
menyelesaikan permasalahan melalui konsep, prinsip, dan ilmu
pengetahuan yang sesuai.
Proyek disesuaikan pengetahuan peserta didik.
royek menjadikan aktifitas peserta didik sangat penting.

Langkah-langkah Pembelajaran

1. Konsep Dasar (Basic Concept)


Fasilitator memberikan konsep dasar,
petunjuk, referensi, atau link dan skill yang
diperlukan dalam pembelajaran tersebut.
Hal ini dimaksudkan agar peserta didik
lebih cepat masuk dalam atmosfer
pembelajaran dan mendapatkan peta
yang akurat tentang arah dan tujuan
pembelajaran

Langkah-langkah Pembelajaran(lanjuta

lanjuta
n)

2. Pendefinisian Masalah (Defining the


Problem)
Dalam langkah ini fasilitator menyampaikan
skenario atau permasalahan dan peserta
didik melakukan berbagai kegiatan
brainstorming dan semua anggota kelompok
mengungkapkan pendapat, ide, dan
tanggapan terhadap skenario secara bebas,
sehingga dimungkinkan muncul berbagai
macam alternatif pendapat

3. Pembelajaran Mandiri (Self Learning)


Peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat
memperjelas isu yang sedang diinvestigasi. Sumber yang
dimaksud dapat dalam bentuk artikel tertulis yang
tersimpan di perpustakaan, halaman web, atau bahkan
pakar dalam bidang yang relevan.
Tahap investigasi memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1)
agar peserta didik mencari informasi dan mengembangkan
pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah
didiskusikan di kelas, dan (2) informasi dikumpulkan
dengan satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan
informasi tersebut haruslah relevan dan dapat dipahami.

24

4. Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge)


Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan
pendalaman materi dalam langkah pembelajaran
mandiri, selanjutnya pada pertemuan berikutnya
peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya
untuk mengklarifikasi capaiannya dan
merumuskan solusi dari permasalahan kelompok.
Pertukaran pengetahuan ini dapat dilakukan
dengan cara peserta didik berkumpul sesuai
kelompok dan fasilitatornya.

25

Langkah-langkah Pembelajaran

(lanjuta
n)

5. Penilaian (Assessment)
Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga
aspek pengetahuan (knowledge), kecakapan
(skill), dan sikap (attitude). Penilaian terhadap
penguasaan pengetahuan yang mencakup
seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan
dengan ujian akhir semester (UAS), ujian tengah
semester (UTS), kuis, PR, dokumen, dan laporan.
Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari
penguasaan alat bantu pembelajaran, baik
software, hardware, maupun kemampuan
perancangan dan pengujian.

Pemilihan Bahan Pembelajaran


1.

Bahan pembelajaran memuat isu-isu yang


mengandung konflik (conflict issue).
2. Bahan pembelajaran yang dipilih harus bersifat
familiar dengan siswa dan berhubungan dengan
kepentingan orang banyak (universal), sehingga
terasa manfaatnya.
3. Bahan pembelajaran yang dipilih harus mendukung
pencapaian tujuan atau kompetensi yang harus
dikuasai oleh peserta didik.
4. Bahan pembelajaran yang dipilih harus sesuai minat
peserta didik, sehingga mereka merasa perlu
mempelajarinya.
www.themegallery.com

Company Logo

Tahapan-Tahapan Model Problem Based Learning

Contoh Penerapan
1. Sebelum memulai proses belajar-mengajar di
dalam kelas, peserta didik terlebih dahulu diminta
untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih
dahulu. Kemudian peserta didik diminta mencatat
masalah-masalah yang muncul.
2.

Setelah itu tugas guru adalah meransang


peserta didik untuk berpikir kritis dalam
memecahkan masalah yang ada. Tugas guru
adalah mengarahkan peserta didik untuk
bertanya, membuktikan asumsi, dan
mendengarkan pendapat yang berbeda dari
mereka.

Contoh Penerapan
3. Memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk
memperoleh pengalaman belajar. Guru memberikan
penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks
lingkungan peserta didik, antara lain di sekolah,
keluarga dan masyarakat.
4. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan
kesempatan bagi peserta didik untuk belajar diluar
kelas. Peserta didik diharapkan dapat memperoleh
pengalaman langsung tentang apa yang sedang
dipelajari. Pengalaman belajar merupakan aktivitas
belajar yang harus dilakukan peserta didik dalam
rangka mencapai penguasaan standar kompetensi,
kemampuan dasar dan materi pembelajaran.

C. PEMBELAJARAN BERBASIS
PROJEK/PENUGASAN

www.themegallery.com

Company Logo

Pengertian
Project Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran
yang melibatkan siswa dalam suatu kegiatan (proyek) yang
menghasilkan suatu produk. Keterlibatan siswa mulai dari
merencanakan, membuat rancangan, melaksanakan, dan
melaporkan hasil kegiatan berupa produk dan laporan
pelaksanaanya.
PBL menekankan pada proses pembelajaran jangka
panjang, siswa terlibat secara langsung dengan berbagai
isu dan persoalan kehidupan sehari-hari, belajar bagaimana
memahami dan menyelesaikan persoalan nyata, bersifat
interdisipliner, dan melibatkan siswa sebagai pelaku mulai
dari merancang, melaksanakan dan melaporkan hasil
kegiatan (student centered).

Project Based Learning


Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang dalam rangka:
Mendorong dan membiasakan siswa untuk menemukan sendiri
(inquiry), malakukan penelitian/pengkajian, menerapkan
keterampilan dalam merencanakan (planning skills), berfikir kritis
(critical thinking), dan menyelesaikan masalah (problem-solving
skills) dalam menuntaskan suatu kegiatan/proyek.
Mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan,
dan sikap tertentu ke dalam berbagai konteks (a variety of
contexts) dalam menuntaskan kegiatan/proyek yang dikerjakan.
Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar menerapkan
interpersonal skills dan berkolaborasi dalam suatu tim
sebagaimana orang bekerjasama dalam sebuah tim di lingkungan
kerja/kehidupan nyata.

Ciri Pembelajaran Berbasis Projek


1. Pembelajaran ini memperkenalkan siswa untuk bekerja
secara mandiri dalam mengkonstruksi hasil
pembelajarannya, dan mengkulminasikannya dalam
produk nyata.
2. Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa diberikan
tugas atau projek yang kompleks, cukup sulit, lengkap,
tetapi realistik dan kemudian diberikan bantuan
secukupnya agar mereka dapat menyelesaikan tugas
mereka.
3. Keuntungan yang dapat diperoleh melalui penerapan
strategi pembelajaran berbasis proyek/tugas ini adalah
berkembangnya kompetensi nurturant seperti
kreativitas, kemandirian, kepercayaan diri, dan daya
analisis.
www.themegallery.com

Company Logo

Tugas Guru Pembelajaran Berbasis Proyek

Memonitor kemajuan peserta didik


Menaruh perhatian pada tingkat kesulitan
Menganekaragamkan tugas-tugas
Membuat tugas bermakna, jelas, dan
menantang

www.themegallery.com

Company Logo

Langkah-Langkah Operasional

Beberapa contoh pemberian tugas:

Menggubah syair lagu dan bernyanyi


Bermain peran
Menggambar dan mengarang
Menulis prosa, puisi, pantun, gurindam
Mengisi teka-teki
Mengajukan pertanyaan penelitian
Membuat rangkuman/sinopsis
Mendemonstrasikan hasil temuan
Mencari pemecahan soal-soal Matematika
Membuat soal cerita
Mengukur panjang, berat, suhu
Merencanakan dan melakukan percobaan
Merencanakan dan melakukan penelitian
sederhana
Membuat buku harian
Membuat kamus
Melakukan simulasi dengan komputer
Mengelompokkan sambil mengenali ciri benda
Mengumpulkan dan mengoleksi benda dengan
karakteristiknya
Membuat komik
Membuat ramalan dan berekstrapolasi
Membuat grafik, diagram, chart atau grafik
Membuat jurnal
Menyiapkan dan melaksanakan pameran

www.themegallery.com

Menggunakan alat (alat ukur, alat potong, alat tulis)


Praktek menjadi khatib atau pendeta
Praktek berceramah
Membuat poster
Membuat model (seperti kotak, silinder, kubus,
segitiga, lingkaran)
Menata pajangan
Menata buku perpustakaan
Membuat daftarpertanyaan untuk wawancara
Melakukan wawancara
Membuat denah
Membuat catatan hasil penjelasan hasil pengamatan
Mencari informasi dari ensiklopedia
Melakukan musyawarah
Mengunjungi dan menemukan alamat web-site
Bernegosiasi
Mendiskusikan wacana dari media cetak/media
elektronik
Membuat cerita gambar
Membuat resensi buku
Mengkritisi suatu artikel
Mengkaji pola tulisan suatu artikel
Menulis artikel ilmiah popular
Membuat kamus
Membuat ensiklopedia

Company Logo

C. PEMBELAJARAN BERBASIS
PENEMUAN

www.themegallery.com

Company Logo

Discovery Learning
Belajar diskoveri memberi penekanan pada keakifan siswa, berpusat pada
siswa dimana siswa menemukan ide dan mendapatkan maknanya.
Belajar pemecahan masalah memberikan suatu struktur untuk diskoveri
yang membantu internalisasi belajar dan mengarah kepada pemahaman
yang lebih besar.
Learning by doing
guru berperan sebagai pembimbing
Peserta didik menjadi problem solver.
Peserta didik melakukan berbagai kegiatan: menghimpun informasi,
membandingkan, mengategorikan, menganalisis, mengintegrasikan,
mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan.
kegiatan berbentuk eksperimen inductive learning.
Perbandingan Fokus: Discovery , Problem-based, Inquiry-based learning

Langkah-Langkah Operasional
1. Langkah Persiapan
a. Menentukan tujuan pembelajaran.
b. Melakukan identifikasi karakteristik siswa
(kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan
sebagainya).
c. Memilih materi pelajaran.
d. Menentukan topik-topik yang akan didiskusikan (dari
contoh-contoh generalisasi).
e. Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa
contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya.
f. Mengatur topik-topik pembahasan dari yang
sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke
abstrak.

Langkah-Langkah Operasional
2.

Pelaksanaan

a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)


Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada
sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian
dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul
keinginan untuk menyelidiki sendiri. Disamping itu guru
dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan
pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar
lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan
masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk
menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat
mengembangkan dan membantu siswa dalam
mengeksplorasi bahan.

Langkah-Langkah Operasional
b. Problem statement (pernyataan/ identifikasi
masalah)
Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya
adalah guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
agenda-agenda masalah yang relevan dengan
bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih
dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban
sementara atas pertanyaan masalah)

Langkah-Langkah Operasional
c. Data collection (Pengumpulan Data)
Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi
kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan
informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis (Syah,
2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab
pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis,
dengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk
mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang
relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara
dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan
sebagainya.

Langkah-Langkah Operasional
d. Data Processing (Pengolahan Data)
Menurut Syah (2004:244) pengolahan data
merupakan kegiatan mengolah data dan informasi
yang telah diperoleh para siswa baik melalui
wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu
ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan,
wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya
diolah, diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan
bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta
ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu

Langkah-Langkah Operasional
e. Verification (Pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan
secara cermat untuk membuktikan benar atau
tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan
temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data
processing (Syah, 2004:244). Verification menurut
Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan
dengan baik dan kreatif jika guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu
konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui
contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.

Langkah-Langkah Operasional
f. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)
Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah
proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat
dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua
kejadian atau masalah yang sama, dengan
memperhatikan hasil verifikasi (Syah, 2004:244).
Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan
prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi

Tahapan Pembelajaran Discovery


1.

Sajikan situasi teka-teki (puzzling situation) yang sesuai dengan tahapan


perkembangan siswa.
2. Jelaskan prosedur discovery dan sajikan masalah.
3. Minta siswa mengumpulkan informasi melalui observasi atau berdasar
pengalaman masing-masing.
4. Minta siswa menganalisis dan menyajikan hasil dalam bentuk tulisan, gambar,
bagan, tabel, atau karya lain.
5. Minta siswa mengkomunikasikan dan menyajikan hasil karyanya, misalnya
dalam bentuk penyajian di kelas, menempelkan di majalah dinding, menulis di
koran, dsb.
6. Dalam penyajian di kelas, bangkitkan tanggapan dan penjelasan siswa lain.
7. Minta tanggapan balik (Counter-sugestions) dan selidiki tanggapan siswa.
8. Hadapkan mereka dengan demontrasi tambahan untuk mengeksplorasi lebih
jauh fenomena.
9. Ciptakan lingkungan yang dapat menerima jawaban salah tapi masuk akal.
10. Selalu minta siswa memberi alasan atas jawaban-jawaban mereka. Sajikan
tugas-tugas yang berkaitan kemudian cermati dan beri balikan atas
pemikiran-pemikiran yang diajukan siswa.
www.themegallery.com

Company Logo

Tugas Guru
Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan
sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru
harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa
sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan
belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented.
Dalam Discovery Learning, hendaknya guru harus memberikan
kesempatan muridnya untuk menjadi seorang problem solver,
seorang scientis, historin, atau ahli matematika. Bahan ajar tidak
disajikan dalam bentuk akhir, tetapi siswa dituntut untuk
melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi,
membandingkan, mengkategorikan, menganalisis,
mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat
kesimpulan-kesimpulan.

LOGO

www.themegallery.com