Anda di halaman 1dari 8

MORFOLOGI AKAR

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Struktur dan Perkembangan Tumbuhan 1


yang dibina oleh Bapak Sulisetijono

Ditulis oleh:
Kelompok 4 Offering A
Anggun Risma Atika
Dea Aulia Larasati
Dewi Nur Arasy
Eka Imbia Agus Diartika

(140341600442)
(140341604082 )
(140341602754)
(140341601668)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Januari, 2015
MORFOLOGI AKAR

Definisi Akar (radix)


Akar merupakan bagian kormus yang berfungsi pokok untuk menyerap makanan dari
dalam tanah. Akar terdiri dari akar pokok (main root/ radix primaria) yang dapat bercabang
membentuk sistem perakaran. Akar merupakan suatu struktur sumbu tanpa organ lateral dan tidak
terbagi menjadi buku (nodus) dan ruas (internodus). Akar membangun bagian vegetatif pada
tumbuhan berpembuluh.

1.1. Fungsi dan Sifat Akar


Akar memiliki beberapa fungsi secara umum, antara lain:
a. melekatkan tumbuhan pada substrat serta menyerap air serta garam-garam tanah dari
substrat itu.
b. membantu menegakkan batang.
c. membantu pengangkutan air dan zat nutrisi.
d. menyimpan cadangan makanan, yang diiringi dengan perubahan bentuk sebagian atau
seluruh akar.
Sedangkan sifat akar, antara lain:
a. tidak menghasilkan daun, buku dan ruas, namun terkadang memiliki bentuk kuncup liar
pada akar. Contohnya pada jambu biji (Psidium guajava) dan dapat dimanfaatkan dalam
reproduksi vegetatif.
b. tidak mengandung klorofil.
c. bersifat geotropi positif (tumbuh ke arah bawah).
d. bentuk umumnya meruncing untuk memudahkan menembus tanah.
1.2. Susunan dan Bentuk Akar
1.2.1 Bagian Akar
a. Kaki atau Leher Akar (Collum Radicis) merupakan bagian akar sebagai tempat batang
melekat.
b. Akar Lateral (Radix Lateralis) yaitu cabang akar yang dihasilkan oleh akar utama
(pokok akar).
c. Serabut Akar (Radix Fibrila) merupakan cabang akar ramping seperti serabut.
d. Rambut Akar (Pilus Radicalis) adalah rambut di dekat ujung akar yang dapat
memperluas permukaan akar yang meyerap air dan garam tanah.
e. Tudung Akar (Calyptra) terdapat pada bagian paling ujung, menutupi meristem apeks
akar.

f. Seludang Akar (Coleorrhiza) terdapat pada embrio sejumlah tumbuhan monokotil.


1.2.2 Akar Utama dan Akar Tambahan
Akar utama atau pokok akar (radix primaria) merupakan akar yang tumbuh sebagai
kelanjutan akar embrio (radicula), sedangkan akar tambahan atau akar adventif (radix
adventitia) adalah akar yang tumbuh dari pangkal batang, apabila akar utama tumbuh lemah
berhenti tumbuh. Akar tambahan dapat mendampingi akar utama.
1.2.3 Bentuk akar
Macam bentuk akar utama, antara lain:
a. Bentuk tombak (fusiformis). Pangkal besarnya meruncing ke ujung dengan serabut akar
sebagai percabangan akarnya. Biasanya sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
Contohnya pada wortel (Daucus carota L.) dan lobak (Raphanussativus). Tanaman
berakar bentuk tombak memiliki daun yang tersusun dalam rozet akar.
b. Bentuk Gasing (napiformis). Pangkal besar akar membulat, cabang akar hanya sedikit di
bagian ujung. Contohnya pada bengkuang (Pachyrrhizuserosus).
c. Bentuk benang (filiformis). Akar tunggang kecil panjang seperti akar serabut dan sedikit
sekali percabangannya. Akar tambahan pada akar jenis ini hampir sama dengan akar
utama. Contoh: Kratok (Phaseolus lunatus L.).
d. Bentuk yang bercabang (ramosa) yaitu akar utamanya besar dan kuat serta bercabang
banyak. Seluruhnya berbentuk kerucut, biasanya terdapat pada pohon yang tumbuh dari
biji.
Macam bentuk akar tambahan, antara lain:
a. Bentuk serabut (fibrosa) yaitu dengan ciri halus dan akarnya berjumlah banyak.
Contohnya pada padi (Oryza sativa).
b. Bentuk benang (filiformis) yaitu dengan struktur lebih tebal dibanding serabut dan lebih
terpisah dari satu sama lain. Contohnya pada jagung (Zea mays).
c. Bentuk tongkat yaitu akarnya lebih besar dan tebal serta berfungsi sebagai penunjang
contohnya pandan (Pandanus candelabrum).
Selain bentuk di atas masih terdapat bentuk lainnya sesuai fungsinya baik untuk pengokoh,
pernapasan, dan lainnya.
1.3 Perkembangan akar
Pada perkecambahan biji, akar lembaga berkembang dari akar embrio atau radikula.
Akar tersebut tumbuh menjadi akar utama yang disebut akar primer (radix primaria) dan
bertambah panjang akibat pembelahan dan pemanjangan sel di belakang apeks akar. Apeks
akar dilindungi tudung akar, suatu penutup yang terdiri atas sel dewasa. Dekat di belakangnya

terdapat bulu-bulu akar (rambut-rambut akar), yang membantu dalam penyerapan air dan
garam mineral serta memperluas permukaan akar yang menyerap zat tersebut. Pada jarak
tertentu di belakang meristem apeks akar, akan dibentuk akar lateral (radix lateralis).
Tumbuhan pada dasarnya mempunyai dua kutub yaitu kutub akar dan kutub batang
yang mempunyai arah pertumbuhan yang berlawanan. Kutub akar membentuk akar tumbuh
ke arah bawah dan kutub batang membentuk batang dan daun. Tumbuhan berbiji mempunyai
sifat allorhizi sedangkan tumbuhan paku bersifat homorhizi.
Sistem akar
1. Sistem akar tunggang (sistem akar primer)
Radikula akan tumbuh menjadi akar primer disertai akar lateral. Letak akar lateral
mengikuti pola jaringan pembuluh pada akar induk. Akar lateral dapat berkembang dan
menghasilkan banyak cabang (serabut akar/ fibilla radicalis), namun akar primer tetap lebih
menyolok besarnya. Serabut akar membentuk rambut-rambut akar (pilus radicalis). Sistem
akar tunggang umumnya terdapat pada dikotil dan Gymnospermae yang batangnya dapat
membesar sehingga membutuhkan penambahan jaringan pengokoh dan jaringan angkut di
dasar batang, leher akar, dan akar induk.
Sistem perakaran tunggang dapat terbentuk apabila tumbuhan ditanam dari biji. Oleh
karena itu meskipun tumbuhan termasuk kelompok dikotil tetapi jika ditanam dengan stek
atau cangkok maka sistem perakarannya serabut karena akar tersebut bukan muncul dari
radikula akar lembaga tetapi merupakan akar liar/ akar adventif.
2. Sistem akar serabut
Akar primer tidak tumbuh terus dan terhenti setelah beberapa waktu atau mati. Akar
baru disebut akar tambahan atau akar adventif yang dibentuk di bagian pangkal dan
berasosiasi dengan buku-buku dekat permukaan tanah di daerah perbatasan akar dan
membentuk sistem akar serabut. Sistem akar serabut dimiliki oleh monokotil. Selain itu
sistem akar serabut dimiliki oleh dikotil yang memiliki geragih atau batang memanjat dan
tanaman yang dapat diperbanyak dengan setek.
1.4 Penampakan dan percabangan akar
a. Akar banir atau akar penyangga (butters roots)
Bagian akar tebal terletak dekat pangkal sumbu batang di permukaan tanah (yang dangkal)
mengalami pertumbuhan radial yang kurang teratur dan menimbulkan bagian akar tersebut
keatas tanah serta membangun struktur seperti bingkai atau papan yang berfungsi sebagai
stabilisasi mekanik batang. Contoh: pohon kenari (Canarium commue), pohon angsana
(Pterocarpus indicus).

Gambar Penampakan akar banir pada pohon kenari (Canarium sp)


b. Akar tiang

Akar ini tumbuh pada cabang datar jauh di atas tanah. Akar seperti itu tumbuh ke bawah
kemudian masuk ke tanah dan membentuk percabangan. Akar yang menghubungkan cabang
dengan tanah mengalami penebalan sekunder. Contoh: Ficus Bejamina
c. Akar cekik
Merupakan akar epifit di atas cabang yang tumbuh ke bawah dan membesar hingga mendesak
batang. Contoh: Ficus bengalensis.

d. Akar egrang atau akar tunjang


Akar jenis ini dimiliki oleh tumbuhan yang tumbuh ada dasar yang berlumpur (labil) yang
berkaitan dengan kurangnya oksigen di rawa berlumpur. Pada Rhizpora mangle akar adventif
dibentuk di tempat yang tinggi kemudian membentuk lengkungan ke bawah. Contoh; akar
tunjang pandan (Pandanus tectorius; Pandanaceae).

e. Akar pasak
Dari akar horizontal, tumbuh cabang-cabang ke arah vertikal ke atas (geotropi negatif) dan
muncul di permukaan tanah. Akar pasak yang muncul di atas permukaan karena kurangnya
oksigen dalam tanah disebut pnematofor. Tempat pertukaran gas diujung pnematofor (tempat
jarinag renggang) pnematoda. Pada jenis lain terutama palmae yang tumbuh di lingkungan
terendam air, terdapat cabang akar berbutir yang dinamakan pnemoriza. Contoh: Sonneratia
sp.

f. Akar lutut
Akar yang tumbuh menjauhi akar utama dan tumbuh vertikal ke permukaan tanah lalu
membengkok dan masuk lagi ke dalam tanah yang berlumpur. Kegiatan ini berlangsung
berulang kali hingga membentuk seperti deretan lengkungan. Pertumbuhan sekunder
berlangsung di bagian atas dan penampakan struktur seperti tombol di ujung lenkungan.
Bagian akar yang berada di atas permukaan tanah juga disebut pneumatofor Contoh:
Bruguiera parvifolia . Umumnya ada di daerah mangrove.

1.5 Akar Termodifikasi

a. Akar fotosintesis, merupakan akar udara yang mengandung klorofil. Contohnya pada
Taeniophyllum, suatu anggerik tak berdaun sehingga akar satu-satunya yang digunakan
sebagai fotosintesis. Pada Philodendron, akar adventif yang digunakan sebagai alat
pemanjat dan berklorofil.
b. Akar pembelit, berbentuk sulur dan membelit mengelilingi sandaran seperti pada
Dissochaeta (Melastomataceae), suatu liana.
c. Akar pelekat, akar yang melekat pada tanaman sandaran tanpa menyerap makanan
inangnya, misalnya sirih (Piper betle, Piperaceae). Pada Philodendron melanochrysum
(Aracae), akar berbentuk sulur melekat pada sandaran.
d. Akar penyimpan cadangan makanan (umbi akar), menyimpan cadangan makanan
biasanya berupa pati, misalnya pada ketela pohon (Manihotutilissima).
e. Akar kontraktil, akar pada tumbuhan berumbi yang berkontraksi seperti pada
Hymenocallislitteralis. Pengerutan seperti itu terutama terjadi dalam korteks dan dapat
mengakibatkan pemendekan akar hingga 30-40%, sehingga umbi tertarik ke tempat yang
lebih dalam di tanah.
f. Akar simbiotik
Bintil akar, ditemukan pada akar Leguminaceae yang memiliki bintil akar tempat bakteri
penambat nitrogen bebas dari udara seperti Rhizobium berasosiasi dengan akar yang
bersifat simbiotik mutualisme. Bakteri mengakibatkan jaringan inang membelah-belah
sehingga terbentuk bintil akar.
Mikoriza, merupakan asosiasi simbiotik yang bersifat mutualisme antara akar dan jamur.
Berdasarkan tempat jamur ditemukan dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu: ektomikoriza
dan endomikoriza. Ektomikoriza simbiosis antara jamur di bagian luar akar dan luar
korteks. Endomikoriza simiibiosis antara jamur di bagian dalam akar dan kurang jelas
tampak dari luar. Secara morfologi yang dapat diamati adalah ektomikoriza. Akar yang
berasosiasi dengan jamur becabang berkali-kali dan membentuk miselium. Misalnya
terdapat pada Piceaglauca (Pinaceae). Sedangkan endomikoriza pada Anggerik.
g. Akar penghisap (haustorium)
Parasit, akar yang masuk dalam tubuh inang yang ditempatinya. Biasanya terjadi pada
tumbuhan tinggi yang bersifat parasit, tidak berfotosintesis, dan untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi berasal dari inang. Misalnya Raflessia menembus bagian batang dan
akar tumbuhan liana berkayu, misalnya dari jenis Cissus dan Vitis. Menembus system
pengangkutan makanan dan air pada tanaman inang.
Hemiparasit, akar yang masuk dalam tubuh inang yang ditempatinya, namun memiliki
klorofil sehingga dapat mensintesis makanan sendiri. Misalnya pada beberapa jenis
Loranthaceae secara umum dikenal sebagai pasilan. Haustorium memasuki inang sampai
xilem untuk mendapatkan air dan garam mineral kemudian disintesis dalam tubuhnya
sendiri, sehingga tanaman inang dapat mati.
h. Akar yang bervelamen

Jaringan terluar pada akar beberapa anggerik epifit yang terdiri dari sel-sel mati seperti
pada vanda. Meskipun demikian sel velamen tidak rebah/ rusak karena diperkuat oleh
dinding yang tebal. Jika sel penuh udara velamennya tampak berwarna putih. Saat sel
menyerap air velamen tampak hijau karena adanya kloroplas pada bagian dalam, namun
air diabsorbsi oleh bagian distal yang bersentuhan dengan substrat. Sehingga velamen
berfungsi sebagai pelindung mekanik.
i. Duri akar
Akar yang termodifikasi menjadi duri dan ditemukan pada Mauritius armata (Palmae).