Anda di halaman 1dari 26

MENGENAL

GERHANA MATAHARI TOTAL


oleh: Ronny Syamara

Photo by: Ian Hitchcock

JENIS

GERHANA

MATAHARI

Gerak Revolusi Bulan Mengedari Bumi


Bidang orbit Bulan miring 5,20 terhadap bidang ekliptika (orbit Bumi mengedari Matahari)

Periode Saros dalam Fenomena Gerhana


Siklus Saros merupakan periode terjadinya gerhana Bulan ataupun
gerhana Matahari yang memiliki geometri yang relatif sama dan
terjadi dalam rentang waktu 18 tahun 11 hari 8 jam (sekitar
6.585,3 hari). Ketika dua gerhana yang terjadi dalam satu periode
Saros, mereka akan memiliki geometri yang sangat mirip. Terjadi
pada titik simpul yang sama dengan Bulan berada pada jarak yang
hampir sama dari Bumi dan di waktu yang hampir sama di tahun
tersebut. Dalam satu seri saros terdapat lebih dari 70 gerhana
dimana satu seri Saros akan berakhir dalam rentang 12 13 abad.

Saros
Series

Count

Length
(years)

First
eclipse

Last
eclipse

130

73

1298.1

1096
Aug 20

2394
Oct 25

Sumber: http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEsaros/SEsaros0-180.html

Counts by type
Partial

Total

Annular

Hybrid

30

43

The series is of particular interest because it is currently producing the longest total solar eclipses of the 20th and 21st centuries. Nine
solar eclipses from Saros 136 are plotted above for the years 1937 through 2081. The westward ~120 shift of each eclipse path is a
consequence of the extra 8 hours in the length of the Saros period. The northward shift of each path is due to the progressive motion of
the Moon with respect to its descending node at each eclipse.

Map illustration by Michael Zeiler


Paths of totality from eclipse calculator by Xavier Jubier
Eclipse predictions by Fred Espenak, NASA Goddard Space Flight Center

Gerhana Matahari Total (GMT)


20 Maret 2015 Svalbard, Norwegia.

Daerah Jalur Gerhana Matahari Total


Mukomuko Prov. Bengkulu

(Durasi total: 1m 45d )

Palembang

(Durasi total: 1m 52d )

Bangka Belitung

(Durasi total: 2m 10d )

Palangkaraya

(Durasi total: 2m 29d )

Tanahgrogot KalTim.

(Durasi total: 2m 37d )

Palu

(Durasi total: 2m 07d )

Poso SulTeng.

(Durasi total: 2m 40d )

Luwuk SulTeng.

(Durasi total: 2m 48d )

Ternate Tidore

(Durasi total: 2m 45d )

Maba Halmahera

(Durasi total: 3m 17d)

Daerah Jalur Gerhana Matahari Sebagian (Parsial)

> 90%
Bengkulu, Jambi, Samarinda,
Banjarmasin, Manado, Padang, Sorong,
Pontianak, Lampung.

80% - 90%
Pekanbaru, Jakarta, Makasar, Ambon,
Bandung, Semarang, Surabaya,
Surakarta, Yogyakarta, Malang.

70% - 80%
Medan, Denpasar, Jayapura, Banda
Aceh.

60% - 70%
Kupang

Daerah Jalur Gerhana Matahari Sebagian (Parsial)

> 90%
Bengkulu, Jambi, Samarinda,
Banjarmasin (97,97%), Manado,
Padang, Sorong, Pontianak, Lampung.

80% - 90%
Pekanbaru, Jakarta, Makasar, Ambon,
Bandung, Semarang, Surabaya,
Surakarta, Yogyakarta, Malang.

70% - 80%
Medan, Denpasar, Jayapura, Banda
Aceh.

60% - 70%
Kupang

Daerah Jalur Gerhana Matahari Sebagian (Parsial)

> 90%
Bengkulu, Jambi, Samarinda,
Banjarmasin, Manado, Padang, Sorong,
Pontianak, Lampung.

80% - 90%
Pekanbaru, Jakarta (89,21%), Makasar,
Ambon, Bandung, Semarang, Surabaya,
Surakarta, Yogyakarta, Malang.

70% - 80%
Medan, Denpasar, Jayapura, Banda
Aceh.

60% - 70%
Kupang

Daerah Jalur Gerhana Matahari Sebagian (Parsial)

> 90%
Bengkulu, Jambi, Samarinda,
Banjarmasin, Manado, Padang, Sorong,
Pontianak, Lampung.

80% - 90%
Pekanbaru, Jakarta, Makasar, Ambon,
Bandung, Semarang, Surabaya,
Surakarta, Yogyakarta, Malang.

70% - 80%
Medan, Denpasar (76,75%), Jayapura,
Banda Aceh.

60% - 70%
Kupang

Daerah Jalur Gerhana Matahari Sebagian (Parsial)

> 90%
Bengkulu, Jambi, Samarinda,
Banjarmasin, Manado, Padang, Sorong,
Pontianak, Lampung.

80% - 90%
Pekanbaru, Jakarta, Makasar, Ambon,
Bandung, Semarang, Surabaya,
Surakarta, Yogyakarta, Malang.

70% - 80%
Medan, Denpasar, Jayapura, Banda
Aceh.

60% - 70%
Kupang (65,48%)

Yang dapat diamati saat terjadi

Gerhana

MATAHARI

MATAHARI
FILTER KHUSUS

Cahaya yang diterima LENSA melalui PUPIL akan diteruskan ke


RETINA, sehingga menatap MATAHARI secara langsung akan
merusak MATA.
Retina

Gerhana

MATAHARI

Ketika piringan MATAHARI masih tampak (belum tertutup


Bulan sepenuhnya - parsial), filter Matahari WAJIB digunakan
untuk melihat secara langsung ataupun saat memotret.

Ketika Totalitas
(Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari)
Tidak perlu menggunakan filter.

Gerhana

Kacamata Las nomor 14 atau lebih

MATAHARI

Film roll negatif hitam-putih Kodak Tri-X atau Pan-X.


Film positif atau film hitam-putih kromogenik TIDAK
direkomendasikan.

TIDAK DIREKOMENDASIKAN
2 layers of photographic film
Black colour transparency (slide)
film
Ilford FP4
Kodak Plus X
Kodak TMAX 100

Lithographic film
Compact disk (CD-ROM)
Floppy disk media
Smoked glass

Gerhana

MATAHARI

Gerhana

MATAHARI

Informasi tentang Gerhana

http://eclipse.gsfc.nasa.gov/solar.html
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEsaros/SEsaros0-180.html
http://xjubier.free.fr/en/index_en.html
http://eclipsechasers.blogspot.co.id/
http://www.mreclipse.com/
https://www.eclipse-chasers.com/

Informasi tentang Tips Fotografi Gerhana

http://xjubier.free.fr/en/site_pages/SolarEclipseExposure.html
http://www.zam.fme.vutbr.cz/~druck/Eclipse/index.htm
https://www.eclipse-chasers.com/

Unduh Materi Presentasi GMT


https://id.scribd.com/doc/299136070/Mengenal-Gerhana-Matahari-Total

TERIMA KASIH

Photo by: Ian Hitchcock