Anda di halaman 1dari 3

Hasil Pengamatan dan Analisis

1
2
3
4

8
9

5
6
7

1
2
3
4

8
9

5
6
7
Keterangan:

1. Bulbus olfaktorius (hilang)


2. Hemisphaerium cerebri
3. Chiasmata nervi optici (salah satu cabang hilang)
4. Nervus opticus
5. Lobus opticus
6. Hipophysis (hilang)
7. Medulla oblongata
8. Epiphysis (tidak dapat terlihat)
9. Cerebellum (agak rusak)

Pada pengamatan yang telah dilakukan, ada bagian otak amatan yang
terlihat jelas, ada pula bagian yang agak rusak, dan ada juga bagian yang hilang.
Bagian otak Aves, yang dalam hal ini adalah merpati (Columba domestica) yang
dapat terlihat adalah hemisphaerium cerebri kanan dan kiri, chiasmata nervi optici

yang hilang salah satu cabangnya, nervus opticus kanan dan kiri, lobus opticus
kanan dan kiri, medulla oblongata, dan cerebellum yang agak rusak karena
kesalahan ketika mengambil sampel otak tersebut. Bagian epiphysis tidak dapat
terlihat karena terletak agak ke dalam di antara hemisphaerium kanan dan kiri.
Sedangkan bagian yang hilang ialah hipophysis. Hilangnya bagian tersebut
kemungkinan besar terjadi karena kurangnya kehati-hatian ketika memisahkan
otak sampel dari kraniumnya.
Pembahasan
Sistem saraf pusat burung menunjukkan perkembangan lebih maju
daripada sistem saraf reptil. Cerebrum ukurannya sangat besar dan menutup
diencefalon dan lobus opticus. Lobus opticus pada burung secara proporsional
berukuran besar, hal ini merupakan pengecualian, nampaknya berkaitan dengan
ketajaman pandang yang dimiliki burung (Sukiya dan Wibowo, 2005: 82).
Otak merpati agak pendek dan melebar. Ukuran hemisphaerium dan
cerebellum cukup besar begitu jjuga ukuran lobus opticus, yang menunjukkan
bahwa burung memiliki sistem koordinasi dan indera yang berkembang cukup
baik. Namun di sisi yang lain, lobus olfactorius cukup kecil yang
mengindikasikan pertumbuhan organ olfaktori yang kurang baik (Hegner dan
Stiles, 1951: 534).
Menurut Sukiya dan Wibowo (2005: 83), cerebellum pada Aves lebih
besar daripada cerebellum Reptil, berlekuk dalam meskipun tidak sebesar/sedalam
pada mamalia. Hal ini menunjukkan permulaan terjadinya perkembangan pons.
Aves, juga seperti amniota lain, memiliki 12 saraf kranial.
Pada mamalia dan beberapa jenis Aves, bagian dasar mesensephalon yang
terletak di antara medulla oblongata dan otak tengah mengalami diferensiasi
menjadi pons. Struktur ini merupakan suatu jembatan yang gtersusun atas
berkas-berkas serabut saraf yang membawa impuls dari hemisphaer yang satu ke
hemisphaer yang lain dengan demikian, dapat mengkoordinasi otot pada kedua
sisi tubuh. Pons juga mengandung nuclei yang meneruskan impuls dari cerebrum
ke cerebellum (Tenzer, dkk, 2014: 207).

Daftar pustaka
Hegner, R.W., dan Stiles, K.A. 2001. College Zoology. Singapura: McGraw-Hill
Higher Education.
Sukiya, dan Wibowo, Y. 2005. Biologi Vertebrata. Malang: UM Press.
Tenzer, A., dkk. 2014. Struktur Perkembangan Hewan (SPH 1) Bagian 2.
Malang: Jurusan Biologi FMIPA UM.