Anda di halaman 1dari 25

A.

Topik : Sistem Integuemn


B. Tujuan :
1. Mampu mendiskripsikan ciri-ciri struktur histologi kulit berambut mamalia, kulit tak
berambut mamalia, sisik pada ikan, bulu ayam, musang, ular, dan kura-kura.
2. Trampil menggunakan mikroskop cahaya untuk mengamati kulit berambut mamalia dan
kulit tak merambut mamalia.
3. Trampil menggunakan mikroskop stereo untuk mengamati bentuk sisik ikan dan bagianbagian bulu aves.

C. Teori Dasar :

Sistem integumen merupakan penutup pada luar tubuh. Meliputi kulit, tanduk, kuku, rambut, bulu,
cakar, sisik, dan lain sebagainya. Kulit merupakan organ yang paling luas permukaannya yang
membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya
bahan kimia. Cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet dan melindungi terhadap
mikroorganisme serta menjaga keseimbangan tubuh terhadap lingkungan. Kulit merupakan
indikator bagi seseorang untuk memperoleh kesan umum dengan melihat perubahan yang terjadi
pada kulit. Misalnya menjadi pucat, kekuning-kuningan, kemerah-merahan atau suhu kulit
meningkat, memperlihatkan adanya kelainan yang terjadi pada tubuh atau gangguan kulit karena
penyakit tertentu. Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Respons
terhadap rangsangan panas diperankan oleh dermis, peradaban diperankan oleh papila dermis dan
markel renvier, sedangkan tekanan diperankan oleh epidermis. Serabut saraf sensorik lebih banyak
jumlahnya di daerah yang erotic.

Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas yang berkontribusi terhadap total berat tubuh
sebanyak 7%. Keberadaan kulit memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kehilangan
cairan yang berlebihan, dan mencegah masuknya agen-agen yang ada di lingkungan seperti bakteri
kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit juga akan menahan bila terjadi kekuatan-kekuatan mekanik
seperti gesekan (friction), getaran (vibration) dan mendeteksi perubahan-perubahan fisik di
lingkungan luar sehingga memungkinkan seseorang untuk menghindari stimuli-stimuli yang tidak
nyaman. Kulit membangun sebuah barier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan
luar, dan turut berpartisipasi dalam berbagai fungsi tubuh vital. Kuku tumbuh dari akarnya yang
terletak di bawah lapisan tipis kulit yang dinamakan kutikula. Pertumbuhan kuku berlansung
sepanjang hidup dengan pertumbuhan rata-rata 0,1 mm. Pembaruan total kuku jaringan tangan

memerlukan waktu sekitar 170 hari. Sedangkan kaki sekitar 12 18 bulan. Pada kulit, terdapat
kelenjar kulit. Kelenjar kulit terdapat didalam dermis. Kelenjar terdiri dari tiga jenis yaitu, glandula
sudorifera (kelenjar keringat), glandula sebasea (kelenjar minyak), dan kelenjar seruminus.

Integumen membentuk lapisan terluar pada tubuh terdiri dari kulit dan beberapa derivat
terspesialisasi tertentu yaitu antara lain kuku, rambut, dan beberapa jenis kelenjar. Lapisan dermis
dibentuk oleh jaringan pengikat kolagen dan jaringan elastis. Sensori aparatus: sentuhan, tekanan,
temperatur, nyeri. Terdiri dari dua bagian yaitu pars papilare yaitu bagian yang menonjol ke
epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah. Pars retikulare yaitu banyak mengandung
jaringan ikat, folikel rambut, pembuluh darah, saraf, kolagen. Lapisan subkutis yaitu lapisan kulit
yang paling dalam. Pembentukan lemak dan penyimpanan lemak

D. Alat dan Bahan :


1. Mikroskop cahaya
2. Mikroskop stereo
3. Preparat jadi kulit berambut mamalia
4. Preparat jadi kulit tak berambut mamalia
5. Awetan kulit ular
6. Awetan kura-kura
7. Awetan musang
8. Cawan petri
9. Pipet tetes
10. Air
11. Sisik ikan
12. Bulu ayam
13. Amatan Trenggiling
14. Amatan Biawak

E. Prosedur :

Lakukan pengamatan preparat-preparat dengan mikroskop, kemudian buatlah gambar


pengamatan Anda sesuai dengan instruksi di bawah ini:

1.

Kulit berambut
Dicari dan diamati lapisan-lapisan penyusun pada epidermis, dermis dan hipodermis.
Diperhatikan struktur-struktur yang terdapat pada lapisan dermis: rambut (diamati bagianbagiannya), otot penegak rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah.

2.

Kulit tak berambut


Dicari dan diamati lapisan-lapisan penyusun pada epidermis, dermis dan hipodermis.
Diperhatikan struktur-struktur yang terdapat pada dermis

Mengamati bentuk sisik ikan, dengan memakai pinset ambil sisik pada bagian tubuh ikan. Sisik
ikan diamati dibawah mikroskop stereo.

Memerhatikan kulit ular, bulu pada trenggiling, karapaks kura-kura, tanduk, dan bulu pada
musang. Mendiskusikan keadaan permukaan tubuhnya dan bagaimana pula warnanya.

Memerhatikan bulu ayam, amati bagian-bagiaannya dengan menggunakan mikroskop stereo.

F. Hasil Pengamatan :
Hasil Pengamatan

Keterangan

Kulit tak Berambut


Kulit tak berambut terdiri dari Epidermis yang
terdiri dari stratum korneum, stratum lusidum,
stratum granulosum, dan stratum malpighi. Dan
dermis yang tersusun atas akar rambut, kelenjar
minyak, otot erektor pili, papila dermis, stratum
papilarae, sratum retikularae, kelenjar keringat
dan pembuluh darah.

Kulit Berambut
Kulit Berambut terdiri dari epidermis yang
terdiri dari empat lapisan yaitu, stratum
korneum, stratum lusidum, stratum granulosum
dan stratum malpighi. Dan dermis yang
tersusun atas papila dermis, kelenjar keringat,
pembuluh darah, stratum papilarae, stratum
retikularae dan saraf.

Sisik Ular

Sisik ular merupakan derivat dari epidermis


yang tersusun dari zat keratin

Bulu Aves
Bulu aves merupakan derivat dari epidermis
yang tersusun atas zat-zat keratin. Bagianbagiannya terdiri dari Filoplumae, Plumae
Barbae dan Barbulae.

Sisik Ikan

Urutan Gambar dari paling atas sampai bawah :


Ikan Mujair, Ikan Kakap, Ikan Nila
Ikan Mujair mempunyai tipe sisik cycloid , Ikan
Kakap mempunyai tipe sisik Ctenoid , Ikan Nila
mempunyai tipe sisik ctenoid. Sisik ikan
merupakan derivat dari dermis.

Tanduk

Tanduk merupakan derivat integumen yang


berasal dari epidermis. Terbuat dari bahan
tulang maupun zat tanduk.

Karapaks

Pada kura-kura terdapat karapaks dan plastron


yang

merupakan

derivat

dari

epidermis,

Karapaks dan plastron terbuat dari zat keratin.

Sisik Trenggiling

Sisik

merupakan

derivat

epidermis

yang

tersusun dari zat keratin, sisik pada trenggiling


berbentuk oval lancip, berwarna cokelat

Rambut Musang
Rambut

musang

merupakan

derivat

dari

epidermis yang tersusun atas bahan keratin,


rambut pada musang berbentuk seperti jarum
dan agak kasar berwarna kecoklatan

Kulit Biawak

Kulit biawak merupakan derivat dari epidermis


yang tersusun atas zat keratin, kulit biawak
bertekstur kasar berwarna hitam kecokaltan.

G. Diskusi 1
1. Stratum korneum terdiri dari sel-sel yang mengalami penandukan (keratinasi) dan mengelupas.
Bagaimanakah penggantian sel-sel yang mengelupas tersebut?
Jawab : keratinisasi merupakan proses pembentukan lapisan keratin dari sel-sel yang membelah.
Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengalami pembelahan, lalu sel basal akan berpindah ke atas
dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum, makin ke atas sel akan menjadi makin gepeng dan
bergranula menjadi sel granulosum. Makin lama inti menghilang, mengalami apoptosis dan menjadi
sel tanduk yang amorf. Sel-sel yang sudah mengalami keratinisasi akan meluruh dan digantikan
dengan sel yang berada dibawahnya yang baru saja mengalami keratinisasi untuk kemudian meluruh
kembali, begitu seterusnya. Proses ini memakan waktu empat minggu untuk epidermis dengan
ketebalan 0.1 mm. Apabila kulit di lapisan luar tergerus, seperti terbakar maka sel-sel basal akan
melakukan pembelahan lebh cepat. Mekanisme pertumbuhan ini terutama dipengaruhi oleh
hormone epidermal growth factor (EPF)
2. Bagaimana cara jaringan kulit pada bagian epidermis memperoleh makanan untuk
mempertahankan kehidupannya ?

Jawab : Epidermis ialah bagian luar kulit yang agak tipis, terdiri dari jaringan epitel berlapis pipih
yang megalami keratinisasi. Jaringan ini tidak memiliki pembuluh darah dan sel-selnya sangat rapat.
Oleh karenanya Nutrisi untuk sel-sel didapatkan dengan cara tidak langsung. Nutrisi dan O2 yang
berasal dari kapiler pada jaringan pengikat di bawah epitel harus melalui kapiler di lamina propria
yang berada di bawahnya. Nutrient tersebut lalu berdifusi melalui lamina basal dan diambil melalui
permukaan basolateral sel epitel, biasanya oleh suatu proses yang dependenenergi. Reseptor untuk
messenger kimiawi (misalnya, hormone, neurotransmitter) yang mempengaruhi aktivitas sel epitel
terletak di membran basolateral. Pada sel epitel absorbtif, membran apikal sel mengandung enzim (
sebagai protein integral membrane) seperti disakaridase dan peptidase, yang melengkapi
penceranaan molekul yang akan diserap.

3. Apakah kulit manusia dapat berfungsi sebagai organ respirasi ? Jelaskan jawaban anda !
Jawab : Tidak dapat, karena fungsi kulit manusia mempunyai susunan yang mendungkung fungsinya
sebagai organ ekskresi dan bukan untuk respirasi. Manusia memiliki organ respirasi sendiri yang
terdiri dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan akhirnya mengalami pertukaran
udara di alveolus. Kulit manusia terdiri atas lapisan epidermis yang mengalami keratinasai, tidak
berlendir sehingga bukan merupakan media yang cocok untuk pertukaran udara. Apabila susunan
kulit manusia belendir dan berongga barulah oksigen akan berdifusi ke dalam kulit dan diedarkan
oleh sistem peredaran darah melalui kapiler. Jadi kulit manusia hanya berfungsi sebagai organ
ekskresi dan pelindung.

Diskusi 2
1. Warna dari lima macam integument hewan yang diamati tersebut berbeda. Jelaskan factor
penyebabnya !
Jawab : faktor yang menyebabkan perbedaan warna kulit pada hewan yaitu adanya melanosit yang
menghasilkan pigmen melanin yang terletak pada bagian epidermis tepatnya pada stratum
germinativum.

2. Perhatikan kuku anda, mana bagian unguis dan sub unguisnya, gambar dan berilah keterangan !
Jawab :

3. Sisik merupakan ciri dari kelompok pisces. Jelaskan macam-macam sisik disertai gambar yang
dijumpai pada kelompok pisces !
Jawab :

Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung didalamnya, sisik ikan dapat dibedakan menjadi
lima jenis, yaitu cosmoid, placoid, ganoid, cycloid, dan stenoid.
Sisik cosmoid : Sisik cosmoid hanya terdapat pada ikan fosil dan ikan primitif. Sisik ini terdiri dari
beberapa lapisan, berturut-turut dari luar adalah vitrodentine yang dilapisi oleh semacam enamel,
kemudian cosmine yang merupakan lapisan yang kuat, dan noncellular, terakhir isopedine yang
materialnya terdiri dari substansi tulang. Pada lapisan isopedine terdapat pembuluh-pembuluh
kecil.Yang menarik perhatian dari sisik ini adalah pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah,
sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup permukaan.Ikan yang
memiliki sisik tipe cosmoid ini misalnya Latimeria chalumnae.

Sisik placoid : Sisik ini hanya terdapat pada ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). Bentuk sisik
tersebut hampir seperti duri bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar.Bagian yang
menonjol seperti duri keluar dari epidermis.Susunannya hampir seperti gigi manusia.Pulp (bagian
yang lunak) berisikan pembuluh darah dan saraf yang berasal dari dermis.Sisik placoid sering disebut
juga dermal denticle.

Sisik ganoid : Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan, lapisan terluar dinamakan ganoine yang
materialnya terdiri dari garam-garaman organik. Dibawahnya terdapat lapisan seperti cosmine, dan
lapisan paling dalam adalah isopedine.Berbeda dengan sisik cosmoid, sisik ganoid tumbuh dari atas
dan bawah.Ikan yang memiliki sisik tipe ganoid ini antara lain Polypterus, Lapisostidae,
Acipenceridae, dan Polyodontidae.

Sisik Cycloid dan Stenoid : Sisik ini terdapat pada golongan ikan Teleostei, dimana masing-masing
terdapat pada golongan ikan bejari-jari sirip lemah (Malacopterygii) dan golongan ikan berjari-jari
sirip keras (Acanthopterygii).Dibandingkan dengan ketiga sisik terdahulu, kedua sisik ini
kepipihannya sudah tereduksi menjadi sangat tipis, fleksibel, transparant, dan tidak mengandung
dentine maupun enamel.Pertumbuhan sisik ini terjadi pada bagian atas maupun bawah.

4. permukaan kulit katak, ikan dan kadal berlendir. Jelaskan mengapa demikian ?
Jawab : kulit katak, kadal dan ikan berlendir karena untuk mempermudah gerakan dalam air, juga
tektif terhadap bersifat protektif terhadap mikroorganisme.

5. Salah satu ciri khas mamalia adalah memiliki rambut. Gambar dan tulislah bagian-bagiannya yang
meliputi batang rambut, akar rambut, folikel rambut, bulbus rambut, matriks rambut, papila ramput,
muskulus arektor pilorum !
Jawab :

H. Pembahasan

1. KULIT TEBAL/KULIT TIDAK BERAMBUT

Kulit tebal ini terdapat pada vola manus dan planta pedis yang tidak memiliki folikel rambut. Pada
permukaan kulit tampak garis yang menonjol dinamakan crista cutis yang dipisahkan oleh alur alur

dinamakan sulcus cutis.

Pada mulanya cutis tadi mengikuti tonjolan corium di bawahnya tetapi kemudian dari epidermis
sendiri terjadi tonjolan ke bawah sehingga terbentuklah papilla corii yang dipisahkan oleh tonjolan
epidermis. Pada tonjolan epidermis antara dua papilla corii akan berjalan ductus excretorius
glandula sudorifera untuk menembus epidermis

Epidermis

Dalam epidermis terdapat dua sistem :


1. Sistem malpighi, bagian epidermis yang sel selnya akan mengalami keratinisasi.
2. Sistem pigmentasi, yang berasal dari crista neuralis dan akan memberikan melanosit untuk sintesa
melanin.
Disamping sel sel yang termasuk dua sistem tersebut terdapat sel lain, yaitu sel Langerhans dan sel
Markel yang belum jelas fungsinya.
Struktur histologis
Pada epidermis dapat dibedakan 5 stratum, yaitu:

1. Stratum basale
Lapisan ini disebut pula sebagai stratum pigmentosum atau strarum germinativum karena paling
banyak tampak adanya mitosis sel sel. Sel sel lapisan ini berbatasan dengan jaringan pengikat
corium dan berbentuk silindris atau kuboid. Di dalam sitoplasmanya terdapat butir butir pigmen.

2. Stratum spinosum
Lapisan ini bersama dengan stratum basale disebut pula stratum malpighi atau stratum
germinativum karena sel selnya menunjukkan adanya mitosis sel. Sel sel dari stratum basale akan
mendorong sel sel di atasnya dan berubah menjadi polihedral. Sratum spinosum ini terdiri atas
beberapa lapisan sel sel yang berbentuk polihedral dan pada pemeriksaan dengan mikroskop
cahaya pada tepi sel menunjukkan tonjolan tonjolan seperti duri duri. Semula tonjolan tonjolan
tersebut disangka sebagai jembatan interseluler dengan di dalamnya terdapat tonofibril yang
menghubungkan dari sel yang satu ke sel yang lain.

3. Stratum granulosum
Lapisan ini terdiri atas 2-4 sel yang tebalnya di atas stratum spinosum. Bentuk sel seperti belah
ketupat yang memanjang sejajar permukaan. Sel yang terdalam berbentuk seperti sel pada strarum
spinosum hanya didalamnya mengandung butir butir. Butir butir yang terdapat sitoplasma lebih
terwarna dengan hematoxylin (butir butir keratohialin) yang dapat dikelirukan dengan pigmen.
Adanya butir butir keratohyalin semula diduga berhubungan dengan proses keratinisasi, tetapi
tidak selalu dijumpai dalam proses tersebut, misalnya pada kuku. Makin ke arah permukaan butir
butir keratin makin bertambah disertai inti sel pecah atau larut sama sekali, sehingga sel sel pada
stratum granulosum sudah dalam keadaan mati.

4. Stratum lucidum
Tampak sebagai garis bergelombang yang jernih antara stratum granulosum dan stratum corneum.
Terdiri atas beberapa lapisan sel yang telah gepeng tersusun sangat padat. Bagian yang jernih ini
mengandung zat eleidin yang diduga merupakan hasil dari keratohialin.

5. Stratum Corneum
Pada vola manus dan planta pedis, lapisan ini sangat tebal yang terdiri atas banyak sekali lapisan sel
sel gepeng yang telah mengalami kornifikasi atau keratinisasi. Hubungan antara sel sebagai duri
duri pada stratum spinosum sudah tidak tampak lagi.Pada permukaan, lapisan tersebut akan

mengelupas

(desquamatio)

kadang

kadang

disebut

sebagai

stratum

disjunctivum

Dermis
Terdiri atas 2 lapisan, yaitu :

1. Stratum papilare
Merupakan lapisan tipis jaringan pengikat di bawah epidermis yang membentuk papilla corii.
Jaringan tersebut terdiri atas sel sel yang terdapat pada jaringan pengikat longgar dengan serabut
kolagen halus.

2. Stratum reticulare
Lapisan ini terdiri atas jaringan pengikat yang mengandung serabut serabut kolagen kasar yang
jalannya simpang siur tetapi selalu sejajar dengan permukaan. Di dalamnya selain terdapat sel sel
jaringan pengikat terdapat pula sel khromatofor yang di dalamnya mangandung butir butir
pigmen.

Di bawah stratum reticulare terdapat subcutis yang mengandung glandula sudorifera yang akan
bermuara pada epidermis.

2. KULIT TIPIS/ KULIT BERAMBUT


Menutupi seluruh bagian tubuh kecuali vola manus dan planta pedis yang merupakan kulit
tebal.Epidermisnya tipis,sedangkan ketebalan kulitnya tergantung dari daerah di tubuh.

Pada dasarnya memiliki susunan yang sama dengan kulit tebal,hanya terdapat beberapa perbedaan :
1. Epidermis sangat tipis,terutama stratum spinosum menipis.
2. Stratum granulosum tidak merupakan lapisan yang kontinyu.
3. Tidak terdapat stratum lucidium.
4. Stratum corneum sangat tipis.
5. Papila corii tidak teratur susunannya.
6. Lebih sedikit adanya glandula sudorifera.
7. Terdapat folikel rambut dan glandula sebacea.

Subcutis atau Hypodermis


Merupakan jaringan pengikat longgar sebagai lanjutan dari dermis. Demikian pula serabut-serabut
kolagen dan elastisnya melanjutkan ke dalam dermis.Pada daerah-daerah tertentu terdapat jaringan
lemak yang tebal sampai mencapai 3cm atau lebih,misalnya pada perut. Didalam subcutis terdapat
anyaman pembuluh dan syaraf.

Nutrisi Kulit
Epidermis tidak mengandung pembuluh darah,hingga nutrisinya diduga berasal dari jaringat
pengikat di bawahnya dengan jalan difusi melui cairan jaringan yang terdapat dalam celah-celah di
antara sel-sel stratum Malphigi.

Struktur halus sel-sel epidermis dan proses keratinisasi

Di dalam stratum spinosum lapisan teratas, terdapat butir-butir yang di sekresikan dan nembentuk
lapisan yang menyelubungi membran sel yang dikenal sebagai butir-butir selubung membran atau
keratinosum dan mengandung enzim fosfatase asam di duga terlibat dalam pengelupasan stratum
corneum.

Sel-sel yang menyusun stratum granulosum berbeda dalam selain dalam bentuknya juga karena
didalam sitoplasmanya terdapat butir-butir sebesar 1-5 mikron di antara berkas tonofilamen,yang
sesuai dengan butir-butir keratohialin dalam sediaan dasar.
Sel-sel dalam stratum lucidium tampak lebih panjang,inti dan organelanya sudah hilang, dan
keratohialin sudah tidak tampak lagi. Sel-sel epidermis yang terdorong ke atas akan kehilangan
bentuk tonjolan tetapi tetap memiliki desmosom.

3. Bulu Ayam
Bulu mempunyai banyak fungsi pada burung tapi yang paling penting adalah bulu berperan penting
dalam memungkinkan membantu burung untuk terbang. Selain membantu untuk memungkinkan
penerbangan, bulu juga memberikan perlindungan dari elemen. Bulu burung dengan memberikan
Waterproofing dan insulasi dan bahkan memblokir sinar UV yang berbahaya untuk mencapai kulit
burung. Bulu terbuat dari keratin, sebuah protein yang tidak larut yang juga ditemukan pada rambut
mamalia dan sisik reptil. Secara umum, bulu terdiri dari struktur berikut:

Calamus - poros berongga dari bulu yang menempel ke kulit burung

Malai - poros tengah dari bulu yang baling-baling yang terpasang

Vane - bagian pipih dari bulu yang melekat di kedua sisi dari malai (bulu masing-masing
memiliki dua baling-baling)

Barbs - banyak cabang dari malai yang membentuk baling-baling

Duri - duri kecil dari ekstensi yang diselenggarakan bersama oleh barbicels

Barbicels - kait kecil yang berpaut untuk memegang barbules

Burung memiliki beberapa jenis bulu dan masing-masing jenis adalah khusus untuk melayani fungsi
yang berbeda. Secara umum, jenis bulu meliputi:

Primer - panjang bulu yang terletak di ujung sayap

Sekunder - bulu pendek terletak di sepanjang trailing edge dari sayap batin

Ekor - bulu yang melekat pada pygostyle burung

Kontur (tubuh) - bulu yang tubuh garis burung dan memberikan pelurusan, isolasi, dan
waterproofing

Turun - bulu halus yang terletak di bawah bulu kontur yang berfungsi sebagai isolasi

Semiplume - bulu yang terletak di bawah bulu kontur yang berfungsi sebagai isolasi (sedikit
lebih besar dari bulu bawah)

Bulu - panjang, bulu kaku di sekitar mulut burung atau mata (fungsi bulu brislte tidak
diketahui)

Pada pengamatan yang kami lakukan terhadap bulu aves kami mengambil sampel dari bulu ayam.
Bulu ayam memiliki berbagai bagian seperti yang telah ditunjukkan pada gambar di atas. Selain itu
bulu ayam memiliki tekstur yang lembut dan licin. Hal tersebut dikarenakan pada bulu ayam
terdapat kelenjar yang mengeluarkan minyak agar bulu tersebut tidak mudah basah jika terkena air.

4. Kulit ular
Tubuh ular tertutupi seluruhnya oleh sisik-sisik, yang memiliki beraneka bentuk dan ukuran,
tersebut. Sisik-sisik itu berfungsi untuk melindungi tubuh, membantu pergerakan ular,
mempertahankan kelembaban, berguna dalam kamuflase dan mengubah penampilan, dan untuk
beberapa kasus juga membantu dalam menangkap mangsa. Sisik ular merupakan modifikasi dan
diferensiasi dari lapisan kulit terluar atau epidermis. Sisik-sisik ini terbuat dari keratin, bahan yang
sama yang menyusun kuku dan rambut. Tiap sisik memiliki permukaan luar dan dalam, sisik-sisik ini
saling menutupi pada pangkalnya, seperti susunan genting.
Beberapa variasi bentuk sisik itu, di antaranya:

membulat (sikloid), seperti sisik-sisik pada tubuh ular kawat dari suku Typhlopidae.

panjang meruncing dengan ujung lancip, misalnya pada ular gadung (Ahaetulla prasina).

lebar serupa bentuk daun, misalnya pada ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris).

sama lebar dan panjangnya, misalnya pada ular jali (Ptyas korros)

berlunas kuat, seperti pada ular picung (Rhabdophis subminiatus) dan kerabatnya.

dengan dua ujung, seperti pada beberapa spesies ular Natrix.

serupa duri, bersusun sejajar. Contohnya pada ular lempe (Lapemis)

seperti kenop yang besar dan tak saling tumpang-tindih, misalnya pada ular-lumpur Jawa
(Xenodermus javanicus).

Pada praktikum yang kami lakukan sisik ular yang kami amati memiliki struktur sebagai berikut :

Keterangan:
1. perisai frontal
2. perisai supraofrontal
3. perisai parietal
Kulit tubuh
1

Keterangan
1. perisai ventral
2. perisai vertebral

Sisik pada ular tersebut memiliki tekstur yang licin dan memiliki lekuk-lekuk. Saat terkena sinar
warnanya mengkilat. Sisik pada bagian perut (perisai ventral) ukurannya lebih besar dibandingkan
sisik punggung (perisai vertebral).

5. Tanduk

Tanduk merupakan salah satu turunan integumen. Tanduk adalah sepasang tonjolan yang mencuat
dari kepala. Terbuat dari bahan tulang maupun zat tanduk. Tidak semua tanduk terdapat zat tanduk,
tanduk dibagi atas tiga macam:
Jenis-jenis tanduk:

Tanduk Kosong

Dibangun oleh suatu sumbu tulang, merupakan tonjolan dari tulang frontal ppada kranium yang
ditutupi oleh suatu seludang tanduk yang tebal. Tidak pernah dilepaskan dan diganti. Tidak
bercabang. Terdapat bagian-bagian yang disebut epidermal horn, bagian tanduk yang paling panjang
dan runcing. Bony core, mengandung serabut-serabut keratin yang apabila tanduk dan taji tersebut
mati maka akan membentuk ruang di dalamnya. Tanduk jenis ini dapat ditemukan pada tanduk
kambing, domba, kerbau dan sapi.

Cula

Merupakan tanduk yang permanen, berasal dari sejumlah rambut yang menyatu dan bersifat tetap.
Contohnya pada Badak.

Rangga

Khusus untuk jenis tanduk lain yang bercabang (tanduk rusa), terdapat struktur yang menyerupai
tanduk kosong, bercabang dan dapat ditanggalkan setiap tahun untuk diganti, bagian ini disebut
prong. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler atau dalam bahasa Indonesia disebut rangga
(tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang frontal yang menonjol
keluar menembus kulit yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada
rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Seperti juga tanduk pada binatang lain, tanduk
rusa berguna untuk melindungi diri. Rusa yang bertanduk hanya rusa jantan. Tidak seperti pada
binatang lain, tanduk rusa akan tumbuh dan tanggal secara musiman. Tanduk ini berguna pada
musim kawin, saat rusa-rusa jantan memperebutkan betinanya. Rusa-rusa jantan berkelahi dengan

dengan menggunakan tanduknya yang tajam sebagai senjatanya. Rusa jantan yang menang dapat
mengawini betinanya.

6. Karapaks dan Plastron

Kura kura adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang
disebut Testudinata ini khas dan mudah dikenali dengan adanya rumah atau batok yang keras dan
kaku. Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut
Karapas dan bagian bawah Plastron. Pada bagian Plastron, disusun oleh struktur, yaitu Gular,
Humeral, Pektoral, Abdominal, Femoral dan Anal, sedangkan bagian Karapas tersusun atas Cervical,
Nukhal, Marginal, Pleural, vertebral dan supercaudal.

Karapas

Pada pengamatan ini yaitu pada pengamatan sisik tanduk kura-kura yaitu pada bagian carapace
(dorsal) terdiri atas nukhal yang merupakan suatu seri dari pelat-pelat tanduk yang letaknya di
tengah dari depan belakang berturut-turut yang terletak di bagian atas (antara marginal) berjumlah
satu buah. Marginal yang merupakan bagian-bagian yang menjadi pinggir perisai yang berbentuk
segi empat dan berjumlah 22. Kostal yang terletak diantara neural dan marginal dan bersatu dengan
rusuk. Pigal yang terletak dibagian belakang di antaraa marginal dan berjumlah dua buah serta
neural yang terletak di tengah dan diantara pelat-pelat konstrak, dibagian depan juga berbatasan
dengan pigal dan neural berjumlah lima.

b. Plastron
Pada pengamatan ini, Plastron (ventral) terdiri atas gular yang merupakan bagian luar yang paling
kecil dan letaknya paling depan dan berjumlah dua buah. Humeral yang merupakan bagian yang
terletak diantara gular dan pectoral yang berjumlah dua buah. Pectoral yang terletak diantara
humeral dan abdominal serta memiliki jumlah sepasang. Dimana abdominal terletak diantara

pectoral dan femoral yang merupakan bagian yang paling besar dari plastron dan berjumlah dua
buah serta anal yang terletak paling belakang (setelah femoral) dan berjumlah dua buah.

7. Sisik Ikan

Sisik Ikan Mujair termasuk tipe sisik cycloid.

Sisik Ikan kakap dan ikan Nila termasuk tipe sisik ctenoid

Sisik Cycloid dan Ctenoid

Gambar kiri cycloid dan kanan ctenoid

Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei, yang masing-masing terdapat pada golongan ikan
berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Perbedaan
antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut
ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan
bawah, tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih
tipis, fleksibel dan transparan. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di
dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga
dapat berenang lebih cepat. Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna
lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butir-butir
pigmen (chromatophore). Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak
berwarna. Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik
ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan
biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik.

8. Kulit Biawak

Kulit biawak merupakan derivat dari epidermis yang tersusun atas zat keratin, kulit biawak
bertekstur kasar berwarna hitam kecoklatan.

9. Sisik trenggiling

Sisik merupakan derivat epidermis yang tersusun dari zat keratin, sisik pada trenggiling berbentuk
oval lancip, berwarna cokelat

10. Bulu Musang

Bulu musang merupakan derivat dari epidermis yang tersusun atas bahan keratin, bulu pada musang
berbentuk seperti jarum dan agak kasar berwarna kecoklatan

I. Kesimpulan
Sistem integument pada Pisces
Sisik pada pisces merupakan derivate dermis. Sisik terdiri dari tulang atau zat yang mirip
tulangmisalnya dentin, ganoin, dan kosmin. Macam sisik berdasar anatomi dan penyusunnya adalah
sisik kosmoid, gaurid, plakoid, stenoid dan skleroid.

Sistem integument pada Reptil


Sisik tanduk pada reptilian merupakan derivate epidermis. Lempengan keratin pada permukaan luar
sisik yang datar disebut skutum. Pertumbuhan skutum terjadi akibat keratinasi yang meningkat.
Adanya pertumbuhan tersebut, ditunjukkan dengan banyaknya cincin-cincin konsentris. Pada
reptilian yang berkembang adalah sisik tanduk dan sisik duri.

Sistem integument pada Aves


Bulu pada aves merupakan derivate epidermis. Berdasarkan struktur anatomi bulu dikenal ada tiga
macam yaitu, plumae, plumalae, dan fitopluma. Pluma merupakan bulu yang menutupi tubuh dan
berfungsi sebagai alat gerak sehingga burung dapat terbang. Tangkai pluma disebut dengan kalamus.
Bagian distal kalamus adalah raktus yang merupakan tempat pelekatan bulu yang lebih tipis, disebut
vesikulum. Vesikulum dibentuk oleh rachis, rami, radii, dan radioli. Filoplumae merupakan bulu yang
sangat halus terdiri atas kalamus yang tipis dan panjang.

Sistem integument pada Mamalia


Integument mamalia memiliki ciri spesifik yaitu adanya rambut dan kelenjar mamae. Pada mamalia
terdiri dari epidermis dan dermis. Epidermis tersusun atas lima lapisan yaitu stratum korneum,
stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale. Macam-macam sel
yang terdapat di epidermis antara lain: keratinosit, melanosit, sel merkel, dan sel langerhans.
Proliferasi sel-sel ke arah dermis membentuk kelenjar antara lain: kelenjar keringat, kelenjar
sebasea, dan kelenjar minyak. Dermis tersusun atas dua lapisan dengan batas yang tidak nyata yaitu
lapisan papilaris dan lapisan retikuler. Rambut pada mamalia merupakan derivate epidermis.
Berdasarkan rambut ini, kulit ada yang berambut dan ada yang tidak berambut. Modifikasi rambut
adalah sisik tanduk pada yang menutupi tubuh Manis javanica (trenggiling).

J. Jawaban evaluasi
1. Pada bagian manakah dari kulit manusia terdapat kulit tak berambut ?
Jawab : Kulit tak berambut terdapat pada bagian telapak tangan dan telapak kaki, pada telapak
tangan dan kaki tidak terdapat rambut karena keduanya merupakan kulit tebal, dimana terdapat
stratum lusidum dan terdiri atas lapisan tipis translusen sel eosinofilik yang sangat pipih. Organel
dan inti telah menghilang dan sitoplasma hampir sepenuhnya terdiri atas filamen keratin padat yang
berhimpitan dalam matriks padat-elektron.

2. Jelaskan perbedaan struktur histologis antara kulit berambut dan kulit tidak berambut!
Jawab : Kedua struktur histologisnya hanya memiliki satu perbedaan yang terdapat pada epidermis
bagian stratum lusidum. Stratum tersebut hanya terdapat pada kulit tebal atau kulit tak berambut.

3. a. Gambarkan secara lengkap struktur histologis rambut manusia!


b. Bagian kulit yang manakah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan rambut? Jelaskan!
Jawab :

a.

b. Bagian yang berpengaruh pada pertumbuhan rambut adalah epidermis. Hal ini disebabkan karena
rambut merupakan derivate epidermis.

4. Jelaskan peran kulit sebagai indera peraba! Sebutkan macam indera peraba dan letaknya masingmasing pada kulit!
Jawab : Kulit dapat berperan sebagai indera peraba dikarenakan kulit memiliki bermacam-macam
ujung saraf yang merupakan reseptor dari berbagai jenis rangsang
Merkel: Terdapat pada epidermis, berfungsi sebagai reseptor sentuhan
Paccini: Terdapat pada dermis, berfungsi sebagai reseptor tekanan dan getaran frekuensi tinggi
Ruffini: Terdapat pada dermis, berfungsi sebagai reseptor tekanan yang berlangsung secara terus
menerus
Krausse: Terdapat dalam dermis, berfungsi sebagai reseptor tekanan dan getaran frekuensi rendah

DAFTAR PUSTAKA

Campbell and Reece. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta : Erlangga
Eroschenko, V. P. 2003. Di Fiores Atlas of Histology winth Functional Correlation. U.S.A.: Lippincot
Williams and Wilkins inc.
Mescher, A.L. 2011. Junqueiras Basic Histology: Text & Atlas. Edition 12. Jakarta: EGC.
Tenzer, A, dkk. 2001. Petunujuk Praktikum Struktur Hewan. Malang : Universitas Negeri Malang

PENGAMATAN SISTEM INTEGUMEN

LAPORAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I
yang dibina oleh Dr. Umie Lestari, M.Si.

Oleh Kelompok I
1. Isfatun Chasanah

(140342603465)

2. Laily Rahmawati

(140342600476)

3. Patricia Karin

(140342604104)

4. Siti Hartina Pratiwi

(140342603933)

5. Yanis Kurnia B.

(140342604027)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
FEBRUAI 2015