Anda di halaman 1dari 26

2.

Berperan

dalam proses sekresi


testosteron
d:i_dalam testis
fetus.
didalam -pfusesirm'oholbgl
trDfoblast.
4.Dianggap be:x:peran dalam Il15l'pertahankan pe Iepasan ikatan kh::>lesterol dengan plasenta.

3. Diduga berperan

""_ ,c,;v,'_;c

"':~~~~~~H

H_Plasentolakt:cSen

~:rjqdi.nya

ovulasi

H'

fs_{JI\'

(hPL).

iOll(,j

pada ovarium; yang teiah


;)l\

tVkiJ-

hPL sudah dapat ditemukan didalam trofoblast


pada
kehamilan
minggu/J(e }\ s~telah ovulasi,
sedang didalam serum hPL sudah ditem..1kan pada -kehamilan 6 minggu atau 4 minggu sere ran fertilisasi
dan
kadarnya bertarrbah 'se.lema kehamilan trimester I dan trilrester II sesuai dengan b'-sarnya pLasent.a , ~
terutama masuk kedalam s.Izkul.asf,
dar'ah ibu dan praktis
tidak terdapat
didalam darah fetus,ur:tne
--ibu
a-tau-urine
neonatus .
Fungsi

112L.

i-

Ie il

hPL berperan
langsw1g maupun tidak
langsung pada rretab:>li.srre:
l.Berperan
sebagai Li.po lis is dan roenarobah asam larak bebas didal<:lm
s i.rkul as i+dareh ibu sehlli99a tersedia
sumber tenaga untuk m;taOOlisrre
ibu, makanan fetus dan rrencegah pemaka.ian glukose dan g111kon=ojeneeLc pada LLu,
_
2.hPL sebagai ant_!_:inuth!l sehingga dapat rrenyebabkan insulin
ibu .
bertambah, yang dapat trHTIpermudah sinthesis
protein
dan rrenjamin
surnber asam amino , y2L11gdapat ditransp::>rt kepada fetus.
Produksi

hPL.

hPL dihas.i.l.ken oleh:


1.TrofoClast.
Pada- neopl asma t.rr"1foblast bcbr
hPL L"t2.nudh dibanding
denqan kadar
hPL pada kehamilan norrnaL,
2.Bennac.am turrqr, mi.sainya kars irxma bronkhi,
hepatara,limfana
dan

feokhrarosi tana.
U6 t rcxren.
/i/'

-?

;'"~.I,,~-'

_ ._!.

-_ ',

. .'

;.' . i~,;~i:.(..... . ;id.... 'IcF

...... ' ""

-, -

MekaniSlre terbentuknya
ustrogen
pada kehamilan nomal ber:beda dengan pada waktu tidak hamil. Selama k(~hamilan terdapat
suatu keadaan l),iperustrogen,
yclI1g berkurang rrendadak setelah
konseptus lahlr.
Plasentat--ra3};
Lanqsunq m;nghasilkan ustrogen,
tetapi c1engan bantuan enzim pl aserrta rrerubah bahan Lnal rt.i.f. didalam badan rrenjadi ustrogen.
K9r:teks .~c4:_~Lietus",dan kort:eks adrena l ibu
rrerupakan
tanpat asa l bahen Lnakt.i.f tadi,
berupa de~df_o_!
~steron
~f..2b yang berubah m;njadi ustron dan llstradiol-17-!S.
.
, Produski
ustcroqen dapat bert.ambah dengan rrarberikan
AClli,
yang
dapat rrerangsang
sekresi
dehidroisoandrosteron
sulfat
oleh
adrenal
ibu, sebalikn~ra ust.roqen berkurang jil:a rrerberikan glukokortiJcosteroid, yang r.e:neka.n sekres L ACrn. Kad:cLl~ ustriol
didalam urine
dipe-ngaruhi integ-r:~tas biosinthesis
pj as.ant.a , adanya bahan inaktif
dan

51

dari pada rrel Lndunqa fetus: antilxxli yang Lerasal dad ibu,yang
roen- bahayakan fetus dan neonatus, misalnya pada rrorbus harolitikus
fetus yang disebabkan immunisasi Rho
.Thimus

Kuning telur

Limfosit kecil

....
(

..,

Limfe

Limfosit kecil
da 1 am

-,
j~ilrah
:

Li mf a t ikus

Bursa atau ekivalen

fetus

2(\~
i~
0

i r ku l a s i .~--- -

Nodus

~ He par

'~-.f.1-../.....
S

POk~

~':1"\

-'-."'~ I

i .::.;:,-\.

Sumsum tulang

Gb.9.Arus migrasi selluler didalam sistim limfoid. Sel pokok


berasal dari kuning telur embrio, hepar fetus atau sumsum
tu- lang post natal dan mengadakan migrasi ke organ limfoid
pri-. mer, fh irnrs 'dan bursa atau ok iva Iennva . S01 dari
thimus ber- gabung kembali didalam sirkulasi limfosit kecil
Jenis kelamin fetus.
Karena .spermatozoa
rnenqandunq
khrarosana X dan Y sarna
banyak,maka secara teoritis ratio kelamin lelaki dan wanita pada
waktu fertili- sasi, yang disebut.ratio
seks primer, adalah 1:1,
tetapi
ternyata bahwa ratio seks lelaki dan waru ta yang dapat
hidup, yang
disebut ratio seks sekunder, adalah 106:100; hal ini
mungkin sekali
karena fetus wanita lebih banyak
meninggal pada
kehami.Lan muda dibanding de- ngan fetus lelaki.
Atas dasar biO~~emik, differensiasi jenis kelamin dibedakan
men- jadi:
1.Jenis kelamin genetik (XX ata~XY).
Jenis kclamin genetik terbentuk pada saat fertilisasi.
2.Jenis kelamin gonade.
Jenis kelamin gonade diarahkan oleh ada/tida<nya testis. Setelah
migrasi sel-sel germinale primordial dari kantung kuning telur ke
lipatan genital selesai, maka antigen histokompatibilitas-y
(antiqen H-Yl
yang tc rdapat; pada autosoma, dipengaruhi pos i t i f
oleh loki yang terdapat pada ~~o~soma Y atau dipengaruhi negatif
oleh
I

72

faktor-faktor
lain yang t.Ldak diketahui.
Kadq.r ustriol
urine yang diperfksa berulang-ulang merupakan gambaran mengenai .keadaan fLtQP-Iasel}ta, tetapi tidal< setatu
nenbari
gan'haran yCL."t1egpat
tentang keadaan fetus. Sebaliknya meskipun
kea. daan fetoplasenta
baik,. kadar ustriol_ dapat rendah pada keadaan-keadaari'sepeiti pielonefritis
akuta, makan obat' atau lmtlbiotlka ter..i'
tentu dan pada plasenta yang kekurangan enzim sulfatase.
Kadar
ustriol yang tinggi terdapat pada hamil ganda, beberapa kehamilan dengan erithroblastosis
fetus dan fetus dengan hipetplasia
adrenalis
kongenita.
Progesterone

rnakin
32

minggu.

Kholesterol dalam bentuk ~mteip


roerupakan bahan, utana (sampai 90%) untuk rrembuat progesteron pada kehamilan. ~skiptm produks i progesteron selama kehamilan nonnal lebih banyak dari pada
ustrogen, tetapi relatif
Iehih sedik1t diketahui rrenqenaf, biosinthe sis progesterone
. ,
Sekresi progesteron rrnmgkin sangat bergantung pada jumlah reseptor IDL (low density lipoprotein) pada rrenbrana prasrm
trofObrast
dan TIdak bergantung pada aliran darah uteroplasenter.
~tabolisrre
LDL ~
ttofoblast
akan rrenghasilkari htdrol Isds protein IDL
dan
es~r kh:llesteril.
Denganhidrolisis protein IDL akan rrenghasilkan
bertambahnya asam amino, yang kebanyakan rrerupakan asam arnin:> essensf.al . Hidrolise ester l<OOlesterol menghasilkan bertarrbahnya kbolesterol,
yang berquna untuk biosinthesis progesterqn dan asam Ierrak. Se.baliknya progesteron akan rrencegah aktifitas
enzim,
yang
rrengkatalisasi
E:.tgri fiJ:sp.sikholeste,rol.
Pada akhir keharnilan produksi proqestieron Hap hari
Jdra-kira
250 Irq. Plasenta hanya sedtki.t, sekal I menghasUkan 17-hidroksiprogesteron karena kurangnya aktifitas enzim 17-hidroksilase.
(her)

dan Adrenokortikotropin

(ACI'H).

Belurn jelas bal:Ma hCTberperan di.dal.amkehamilan. Pada m:>la


hi- datidosa dan khoriokarsincrra terdapat sekresi sanacam hCT,
tetapi aktifitas
perangsang thiroid yang bertarnbah ini disebabkan
terut.arra oleh adanya substans1 perangsang thiroid yang terdapat
didalam hCX;.
ACI1i, lip::>tropin dan endorfin menqandunq bahan dasar yang
sarna
yang terdapat pada ekstrak plasenta.
LHRFdan TRF.
Plasenta rrengandungLHRFimnunoreaktif i llIRF ini terdapat
dida- lam sitotrofoblast.
In vitro plasenta dapat rrensinthese LHRF
dan TRF:""Afunya~n-homon
ini didalam plasenta diduga
rrerupakan pe- tunj.uk adanya suatu pengawasan secara bi er:wa~
tentang perobentu- kan substansi khoriotropik, seperti hCG, hCTdan
ACm.

fI"

..

:
J

_r------

Selama kehamilan nonnal kadar progesteron didalam serum


bertambah sehingga kadarnya tetap setelah kehamilan kira-kira

Khoriothirotropin

-,

52

'" .......

.-<

-0

400.000

-o..c

III

'c" . .~.m'hC~

-;; 2 ,

ii .~ 300.000.t-

'" c.

0...

~ -g

200.000

....c
c 0
bQ_

III

'"
PHo

.-4

eo

.... 0
II>

....

..o..

-a

11111111 Pregnanediol
=='Ustriol

c. ..1.00

.00 0

. ,

.... .
. , : .:
.c

ttl ......,

2 3

4 5

6 7 8

9 10

Umur kehamilan dalam bulan


Gb.3.Kadar ha;, Pregnar.cliOl,Ustriol,
dan Ustradiol
selama kehamilru1

Plasenta

sebagai

t.enpat

pertukaran

ustron

zat.

Zat-zat makanan dan oks i.qen dari darah ibu masuk keda1am
darah
fetus,
sebaliknya
hasil rretal:x:>lisrre dan kartondioksida
dari
darah
fetus masuk kedalam darah ibu. PertUkaran zeit ini rrela1ui villi
kboria lis yang rrasih utuh.
Mekanisme pertukaran
zat dapat terjadi dengan jalan sl:b.:
1.Transp?rt pas if
Sebagian besar zat-zat
dengan berat rrolekul kurang dari SOO,kecuali zat innum J:gG dengan berat rrolekul 160.000, dapat; tOOI"alui nanbrana p1asentae ~
Transport pasH. terjadi
dengan cara sbb.:
(a) .Diffusi.
@ diffusi
biasa,
misalnya oksigen dan kartondioksida.
@ diffusi
lambat dengan bantuan rrolekul pengangkut (karrler),
misa1ny.a g1ukose.
(b).Diaped~se,
misalhya ~rithrosit.

!~: ;

2. Transport aktif.
<:
: \''i' /e r'.<
MJle.kul pengangkut yang "irengandung cnz irn secara aktif
rrengangkut
zat-zat
kedalam darah fetul.
Enzim ini rrungkin t.e rdapat;
didalam
s~toplasrna sinsitium.
Zat-zat
yang di.anqkut; dengan t.ransport;
aJ.;..fiT in.i rni sa Inya asam amnino, asam Iemak , honron dan ion-ion an_rganik.
Kecuali dengan bantuan enzim, t.ransport; aktif dapat terjadi
denqaa suatu proses oinositosis;
mikrovilli
rrengepung rrole.kul-ITP1ekul dan membawanya ke kapiler
darah fot.us ,misal protein
dan ~lpid.

53

Plasenta

sebagai

barrier.

Membrana plasentae
bang, yang betbatasan
penghubung t.ransport,
ke ibu.

merupakan jaringan anbrio yang sedang


dengan jaringan
atau cairan ibu
dan
substansi
dad
ibu ke fetus atau dar!

Plasenta
sebagai barrier
.d:i.bedakan
l.Barrier
rrekanik-fisik.
j:
Misalnya heparin denqan berat IIlJl~r
meliwati rri6:ribrana plasentae,
sedang
kurang dari
1000 dapat meliwatinya.
kuman penyakit
tidal< dapat meliwati
meliwatinya.
2.Barrier
kimiawi.
Misalnya zat-zat
yang roasuk kedalam
Iu, seperti
Insut in ibu.

:.

~.

berkemsebagai
fetus

menjadi: ...
lebih dari 1000 tldak dapat
koumarin dengan berat. nolekul
Demik.ian juga bebera,pa
macam
barrier,
sedang virus
dapat

sinsitiun

dirubah

lebih dahu-

L:!:QUONR-lNII.
Ruang amnion berisi
liquor amnii _ Jurnlah liquor armii
rrencapai
rnaksirm.:m, kira-kira
1000 ml , pada kehamilan 36-38 minggu,
kemudi.an
jumlah liquor amnii berkurang lagi sehingga :;:~ kehamilan
sanpai
mencapai post t.erm, liquor amnii relatif
sedikit.
Liquor arnnii yang
jumlahnya melebihi
2 liter
dinamakan J??lihidramnion atau hidrprmion
dan jika jumla.lmya kurang dari 500 ml dinamkan oligohidramnion.
Liquor amnii bersifat
alkalis.
Sarrpai kehami Ian 20 minggu,
kernposisinya
sarna denqan plasma ibu, kecuali protein sangat
sedikit
dan hampir tidal<_mengandung ~ikel~ikel;
pada kehamilan
selanjutnya
liquor amnii mengandung fosfolipid,
sel-sel
fetus, lanugo,
rambut kepala dan verniks kaseosa.
Fungsi

liquor

amnii.

l.t-laregang peranan penting dalam menceqah infeksi karena liquor amnii mengandung beberapa substansi, seperti
lisosim,
Irlisin,
peroksidase,
transferrin,
asam larak,
kat ion peptida,
.innurxxjlobulin,
leukosit
polinorfonuklear
dan seng polipeptida
serta
faktol", yang
mernudahkan fagosit
merusak organisrre patogen.
2.t-lemllngkingkan fetus dapat bergerak bebas dan turrbuh kesegala arah
3.Helindungi
fetus ttirhadap trallm3. dari
luar dan melindungi
ibu terhadap gerakan fetus.
4.~laTpertahankan suhu fetus supaya tctap.
5.I'lerrJ::ri garnbaran tentang keadaan dan rraturi tas fetus.
6.Pada wak tu persalinan
tenaga hidrostatik
liquor armii penting
sekali untu~ membuka serviks
uteri.L
Asal liquor

amnii.

Liquor amnii terus rrenerus di.al i rkan dan dibuat. Kerrmnqkfnan liquor amnii berasal
dari:
l.Air kencing fetus.
Air kencing fetus rrenqandunq
sedikit
elektrolit dan banyak urea, kreatinin
dan asam urat dibanding
dengan

54

yang terdapat didalam plasma


2.Sekresi ~~l~put amnion.

ibu maupun plasma fetus.

Sebagian besar air ketuban diminum fetus,


diabsorbsi
usus, kernudian diangkut ke plasenta
dan akhimya keda.Iam darah ibu. Air ketuban juga keluar .ma.s'.lk traktus
zespt ratorfus
fetus,.
.
Jika produksi air ketupanberlebihan
atau fetus dengan poliuria
ataii fetus" dengan gang~n
minum, misalnya atresia usofagei,
maka
seringkali
mmyebabkan htdremnton, dan sebaliknya jika fetus
tidak
dapat kencing, misalnya agenesis
renis atau atresia
urethrae,
maka
akan terjadi
oligohidramnion.
c

FUNIKUWS

UMBILlKALIS.

Kira-kira
pada kehamilan pertengahan
bulan ke 3 armion
rrelekat
pada khor ion Laeve serta roerobunqkus diskus plasentae
yang rrenonjol
dan rranbungkus penrukaan lateral
tangkai badan, yang kemudian disebut funikulus umbilikalis.
Pada kehamilan a term panjang tali
pusat kira-kira
55 an, berkisar antara 30-100 an, antara pusat fetus dan per.nu.kaan p l aserrta .
PembulUh darah didalam tali
pusat lebih panjang dibanding denqan tali pusatnya sendi rf sehingga tali
pusat be rke Iok=keIok seperti
simpul, yang dinamakan siropul oal su ,
Ve..'1aumbilikalis
dekstra biasanya sudah hil~~g pada permulaan
kehamilan sehingga pada kehaltlilan a'term
didalam tali pusat terdapat
2 buah arteria
umbilikalis
dan sebuah vena umbilikalis.
Diantara
prnbuIUh--a:arantefdapat jaringan
sepertn agar-a9ar;-yang
disebut
sele! Wharton. Anamli yang sering dijumpai La l ah hanya terdapat
sebuah arteria
urnbilikalis.
Selai"Wharton
mengandung air sehingga setelah jabangbayi lahir tali
pusat mudah menjadi kering dan
lekas
terlepas
dari pusat, bayi. Pada pel1.3lTIt)a.ntagli
pusat, rnikroskopik
a- kan terlihat
epithel
amoion, 2 buah arteria
urnbilikalis,
sebuah
vena umbilikalis,
selei Wharton, sisa-sisa
ruang kuning telur dan allantois.
Berbeda dengan arteria
lainnya,
arteria
urnbilikalis
tnerrqJI.ll1yal
lipatan-lipatan
melintang,
yang disebut
valvulae Hobokenii, dan dilatasi,
yang disebut noduli Hobokenii atau gemulae Hobokenii.
I

Didalam segmeo
arteria

(l)

Konstriksi
Dilatasi
Noduli Hobokenii
(2)

Gb 4. (1) Penampang rrel Int.anq talipusat


dengan darah yang belum
kosongkan, (2) Penarrpang rrernarrjanq arteria
umbilikalis
e ,

di55

Insersi

tali

p11Srlt.

Insersi tali pusat pada plasenta d.ibedakanrrenjadi.:


1.Tnsertiu sel'ltralis, .insers i tali pusat, di.ccnqah plasenta,
2.Insprtin
pnrasentralis,
insersi tali pusat pada plasenta sedikit
kes~J'l1fl;ng. ,r:...;t:~" "' ',. - ''--';;'('~~ I' .-'-''":i
n_:l'L,_,",,~' -.-t;'l~,m.$~$il!t~.', ,..,~-t,. i:~;'.-i"A,,;, . ~~,~Jl
... r.::ji'-;:i'-;'t~-,.", ()., "
3.Insertio Lat.era Lis , Insers i tali pusat pada plasenta disamping,
4. Insertio nru:ginalis, insersi tali ~at
pada pinggir pfasenta ,
5.Insertio velarrentosai insersi tali pusat pada selaput ketaaban,
Jika Insert.Lo velarrentosa terdapat pada selaput ketuban
sebelah
depan, maka pernbuluhdarah pada selaput ketuban tadi disebut vasa
previa.
:l,.~;

PERIUMEUHAN

FETUS

Didalampraktek umur kehamilan dihitung dari had pertama


mens- t.ruasf, terClkhir (urrnrrkchamilan ITenurut haid) sehingga
urnrrnya lc- bih tua dibandfnq donqan t.rrnUsresungguhnya, yang
dihitung dari saat fertilisasi
(umur kehamilan menurut konsepsi)atau
saat ovulasi(umur keham:ilanITenurut ovulasi). Bulan didalam obstetri,
bulan luner,di- hitung 4 minggu at.au 28 had.
Karena lamanya kehamilan kira-kira 40 minggu (280 hari) dad hari pertam3. menstruasi terakhir, maka larranya kehamilan menurut ovulasi ialah 38 minggu (266 hari). Ovulasi terjadi kira-kira 14 hari
sebelurn menstruasi yang akan datang; pada siklus menstruasi 4 minggu dan teratur ovulasi terjadi kira-kira 2 minggu setelah menstruasi terakhir; pada siklus ITenstruasi 5 minggu ~jlasi
terjadi
kirakira 3 minggu setelah menstruasi terakhir sehingga keham:ilan akan
berlangsung 41 minggu; pada siklus rrenstruasi 3 minggu ovulasi terjadi kira-kira 1 minggu setelah menstruasi terakhir sehingga kehamilan akan berlangsung 39 minggu.
Saat persalinan pada kehamilan yang ClL'-.-UP bulan diperkirakan
--ditentukan dengan menggunakanhukurnNaegele sbb.:
@ hari pertama rrenstruasi terakhir di~TlxL~ dengan 7,
,-6.
@ bul an dikurangi dengan 3, dan
@ tahun di tambah dengan 1.
56

dan

fi

bergantung pada saat


ovul as i dan saat
ovurrenstruasi,
maka hukum Naegele - hanya
dapat digunakan jika m=nstruasi teratur
dengan siklus Ztrnari.
.
, msa,ln~r, Har~. pe~
roePStJ:u.asi terakhir tanggal 9 Agustus 1983. ,. ,-._.'
. . _-.
l.Jika s Ik lus rrenstruasi
28 hari
: (+7)
(-3)
(+1)
Tanggal persalinan
: 16 - ~i
- 1984
2.Jika
siklus ~truasi
35 hari
: (+14)
(-3)
(+1)
Tang gal parsaj man
: 23
- Mei
1984
3.Jika
siklus rrenstruasi
21 hari
: (-+{)
(-3)
(+1)
Tang gal persalinan
9 -, r--lei
1984
4.Jika
siklus rrenstruasi(28+x)
hari: (+7+x)
(-3)
(+1)
Tanggal persalinan
: 16+x - Mei
1984
Karena saat

Las i, di

persalinan

tentukan lamanya siklus

Umur kehamilan dan persalinan.


Hubungan antara umur kehamilan,
persalinan
dan berat badan jabang
bayi adalah kira-kira
sbb.:
22-27 minggu, partusnya
disebut pa...."i:us inTraturus
dengan berat badan
jabangbayi kira-kira
500-')<)\1 gran.
28-36 rni.nqqu , partusnya
diseb_'.1Lwrtus
prenatlir'.lS dengan berat; badan
jah:mgbayi kira-kira
1000-2499 gram.
37-42 minggu, partusnya
di.sebut partus maturus
dengan berat,
badari
jabangb---::;yibra-bra
2::'00 gram atau lebih.
Persalinan
lebih dari
42 minggu disebut
partus j:X?St tenn.
Kehami- Ian sebelum 37 minggu disebut kehamilan pretenn, kehamilan

antara

37-42 minggu disebut


kehamilan a'tem
dan kehamilan lebih dari
42
roinggu disebut
kehamilan EOst tem.Berat
badan jabangbayi
yang dilahirkan kurang dari 2500 gram disebut
berat badan lahir rendah.
Keadaan embrio-felus.
Has i l konsepsi
sampai berurmrr 2 minggu setelah
ovulasi
rrasih
ovum; blastokist
rrengadakan irnplantasi
dan rrengaJldung
villi khorialis
prirnitif.
Konseptus berumur antara 3-8 minggu setelah
0\1''<1- lasi
disebut
embrio atau rruidfcrah ,
Periode embrional
rrerupakan periode orqanoqenes i.s denqan
adanya
~bentukanalat-alat
badan dalam berrtuk dasar. D-iskus
embrionale
dan tang~Lbadan sudah diternukan. Seluruh pe~~i-ion
rardapat villi
kh::Jrialis dan sudah- ada sp?_ti_~ intervillosum.
Pada akhir
rninggu--ke 4 seteian
ovulasi
terbeI',tuk' s a], tLran , yailg akan
rrenjadi
jantung dan sudah be rdenyut.: tampak baka l )::aJ:c_:l, talnl ~
amnion
lTlJlaI rresnbunqkus tangkai badan, yang akan rrenjadi tali~.
Pada
akhlr minggu k~telah
ovulasi kep3.la reIafTf'besar sekali ~::
ding dengan .PalJ; sudah ada jari-jari
_~g~
dan kaki, serta tonjoIan tlinst_a.
Konsept.us berurrur lebih dari
8 minggu setelah
ovulasi
disebu-t fetus at.au ianin, dan sudah berbentuk rnanus i a , Periode fetal
rrerupakah
pe r i ode rtistc:x:renesis denqan adanya differensiasi
jaringall.

di- sebut

Follikel
Graaf
Gb.l.Diagrarn tent-ang s ik.lus ovarium,fertilisasi
fetus

Ku.una

dan perkembangan

Faktor

Inhibitor Tripsin(rlasmin)-Akrosin
Gb.2.Proses fertilisasi
IDENI'IFIKASI ITruS.
Un1ur 3 bulan.
Pada kehamilan akhir rninqquke 12 setelah rrenstruasi terakhir,pada fetus terdapat pusat penulangan. Jari-jari
tangan dan kaki rrengalami differensiasi
serta sudah berkuku. Tampa]<rambut-rarnbut keeil.
Genitalia eksterna sudah dapat dibedakan antara laki-laki dan perem-

puan.

Umur

<1

bulan.

Organa genitalia
58

eksterr~ su~, jelas.

Umur5 bulan.
Secara k1inik umur kehamilan 5 bulan sudah dapat ditentukan
sebagai berikut:
I.Fundus uteri setinggi pusat,
2 .~r~
t~~W3 s~
4t+as~
ibu,
.
..... .' .
.
3.Denyut jantung fetus dapat didengar dengan fetoskop rronoaurikuler.
KUlit kurang tzanaparan, lanugo terdapat pada seluruh badan dan
beberapa rambut pada kepafa.
Umur

6 bulan.
\

Kulit berkeriput dan Iemak tertimbun dibawah kulit. Kepa1a relatit lebih besar; sudah ada bulu nata dan aliso Jika jabangbayi 1ahir, jabangbayi sudah dapat bernapas.
Umur

8 bulan.

Kulit masih merah dan berkeriput.


Umur9 bulan.
Berat badan jabangbayi yang dilahirkan kira-kira 2500 gram~Sudah
ada lemak dibawah kulit dan muka t.i.dak berkeriput lagi.
Umur

10 bulan.

Kulit halus dan tidak ada lanugo,'kecuali kadang-kadang


terdapat
lanugo clisekitar pundak. Pada kulit mas ih terdapat vemiks kaseosa, .yanq mezupakan carnpuran sel-sel epithel kulit, lanugo
dan
kelenjar-kelenjar
sebasea. Kepala ditumbuhi rambut. Kuku
melebihi
jari. Penu1angan kepala sudah baik. Pada jabangbayi lelaki
testes
sudah ada didalarn skrotum dan pada jabangbayi pererrpJan
labia mayora menutupi labia minora.
Antara kehamilan 20-37 minggu berat badan fetus bertambah secara linier,
kE!11Udiabrei rat badan bertambah seclikit d6ni sedikit.
Karena panjang kaki neonatus bervariasi dan sukar dipertahankan
da1arnposisi ekstensi, maka rrengukur panjang duduk neonatus
lebih
akurat dibancling dengan mengukur panjang berdiri.
Ridalarn praktek panjenq neonatus rrenentukan umur kehamilan.Menurut'Haast!:
LPada keharnilan 5 bulan' pertarra panjang neonatus dalarn an
adalah
kwadrat umur keharrdIan dalarn bulan luner, dan
.
2.Setelah keharnilan bulan ke 5 panjang neonatus dalarn an ada Lah umur kehamilan dalam bulan luner dikalikan lima.

Panjang neonatus rrenurut Haase


2
Akhir bulan 1, panjang 12 an=1 an Akhir bulan 6, panjang
panjang
2
an=4 an
7,panjang
2,
2
8,panjang
3, panjang 32an=9 an
9, panjang
4, panjang 4prF16an
10,panjang
5, panjang 5 an=25an

5x6 an=30an
5x7 an=35cm
5x8 an=40an
5x9 an=4Scn
5xlOan=5Ocm

Ruang kuning
telur
.' ,1""

C"

Khorion

(B)

(A)

(c)

Gb.3.EInbrio; gambar keeil disebelah kanan nasing-rrasing erobrio


dengan besar sesungguhnya; A: umur 19 hari, B: umur 22
hari;
C : urmrr 23 ha ri
(Umur dihitung rrenurut OV\o.";'-:lSi)

~pala

fetus.

Kepala fetus rrerupakan bagian terpenting dalam persalinan karena


proses persalinan rrerupakan penyesuaian antara besamya kepala fetus dan luasnya panggul. Jika kepala dapat rrele.wati jalan lahir ,biasanya bagian-bagian lainnya dapat rrelaluinya dengan rrudah.
Kepala fetus dibedakan menjadi:
.
.
l.Bagian muka.
Bagian muka tidal< begitu penting dalam proses persalinan.
2.Bagian tengkorak.
Bagian tengkorak rrezupakan bagian terpenting dalam proses persalinan karena bagian ini rrerupakan bagian paling depan.
Bagian tengkorak.
Bagian tengkorak terdiri atas:
1.05 frontale (tulang dahi): 2 buah,
2. Os parietale
(tulang ubun-ubunle 2 buah,
3.0s temporale (tulang pelipis):
2 buah,
4.0s oksipitale
(tulang kepala belakang): sebuah
5.0s sfenoidale (tulang bajil:
2 buah,
6.05 ebroidale (tulang tapisanl: 2 buah, yang terdapat disebelah dalam dan tidak begitu penting dalam persalinan.
60

Antara tulang-tulang
tersebut
terdapat
sutura, yang rranungkinkan
pergeseran tulang yang satu dibawah tUlang lainnya
sehingga ukuran
kepala menjadf, lebih
kecil,
yang disebut
rroulage;
biasanya
os
pari- eta Ie bergeser satu saroa lain.
.
','
Sutura yang sangat penting ialah:
.',
;L.Sutl-lL'asagittalis
terletak
diantara
kedua os pariet.ale,
, .. , "
2.Sutura koronaria,
terletak
diantara
os frontale
dan os parieta1e,
3.Sutura lambdoidea, yan'J terletak
diantara os parietale
dan os oksipitale,

4.Sututra frontalis,
yang terletak
diantara os frontale kanan kiri.
Diantara sutura sagi ttalis,
sutura koronaria dan sutura
frontalis terdapat
ubun-ubun besar (fontikulus
mayor), yang berbentuk se
- giempat, sedang diantara
sut.ura lambdoidea dan sutura
sagittal
is terdapat
ubun-ubun kec i I (fontikulus
minor), yang !:>erbentuk
segiti- gao Ubun-ubun kecil dan ubun-ubun besar mudah diraba pada
persali- nan dan pent Inq untuk rrenentukan presentasi dan p?sisi.
Ubun-ubun dan sutura akan rrenutup jika anak telah berumur 1';-2
tahun.
Os oksipitale

Os

~~~qy~~~~~~~\~,\~,

Diameter
1biparietalis

bitemporalis

Bar
Os f r on
e

Sutura frontalis

al

Gb.4.Kepala

fetus

pada kehamilan a'tenn

UKURAN KEPAlA.
Ukuran kepala yang penting
1.Ukuran rruk.a be 1akanq,

ialah:

* Diarreter

suboksipitobreqnatikus
(9,5 an),
dari forarren
magnum
sarnpai per+enqahan ubun-ubun h< "Oar.
Ukuran kepala ini akan rrelew-ati jalan lahir pada presentasi
leepala be Iakanq denqan sikap hiperfleksi.
51

eter suboksipitofrontalis
(11 em), dari forarren rragnum saml.kJ.llgkdl hl.dunq,
an ini akan rrelalui jalan lahir pada presentasi
kepala .beng dengan sikap fleksi sedan'] I
eter fro~took~iI?itali~
Cl-1,5 cm)~ ~~
titik
qia~
pan<J,kal
D'J sempai. k-=t1t1k tlO'r]cmh os oks ip.i ta Ie .
an ini akan rrelalui jalan
pada presentasi
puncak kelahi r

. ..

eter suhrentobrepatikus
(9,5 em), dari os hioid sampai keengahan ubun-ubun besar.
an ini akan rrelalui jalan lahir pada presentasi
muka.
\
eter rrentooksipitalis
(13,5 em),
auh pada os oksipitale.
an ini akan rrelalui jalan lahir

dad

dagu sampai ke

pada presentasi

titik

dahl.

kepala rrelintang.
eter biparietal
a os parietale.

is

(9,5 em),

yaitu

ukuran terbesar

diantara

presentasi kepala belakang ukuran ini akan rrelalui


pintu pangguJ da l am keadaan muka belakang .
eter bitaup?:::-alis (8 em), yaitu ukuran terJ::.esar pada sutura

n'lriil.

sikap defleksi
ukuran ini
rn keadaan muka belakang.
, kepala

akan rrelalui

pintu

rrelingkar.

:umferentia suboksipitobregmatika
(32 em)
umierentia frontooksipitalis
(34,S em),
umicrcntia rrentooksipitali3
(38 em).

atas

panggul

Pada umumnya kepa1a jabanqbaya


Le l ak.i 1ebih besar dibanding
dengan kepa1a jabangOOyi pererrpuan dan kepa1a jabangbayi mu1tipara
1e- bib besar dibanding dengan kepa1a jabangOOyi nullipara.

,-,' ., . "_,,.

.' <.*' 'il;:i _.

F:,~I?~I F'ErU S
~

i "''''

_" _ ~

"",

c;., ,

..;.'~

Sirku1asi

fetus.

Darah fetus rre1a1ui 2~buah arteria


UI11l)ilikalis ke p1asenta,
rre- ngambil rnakanan dan oksigen dari darah ibu, kerrmdfan dari
plasenta rreialui vena .umbilikalis
ke fetus;
ketiga pembu1uh darah.
ini terda- pat dida1am tali
pusat. Darah didalam arteria
rrerupakan
darah
"ko- tor" (deoksigenisasi},
sedang darah dida1am vena
rrerupakan
darah
"bersih"
(banyak oksigen) .Pembu Iuh darah tni _Percabang-cabang
dibawah amnion dan villi -rrsnbentuk jaringan
kapil1er.
Vena urnbilikalis
masuk kedindinc; perut fetus rrelalui anulus
urnbilikalis,
berja1an keatas sepanjang dinding prut, kanudian bercabang menjadi dua:
1.Cabang ke vena P?rtati.
Cabang yang masuk ke vena fOrtae rrerupakan cabang yang keeil
dan
setelah rocnqadakan sirku1asi
dida1am hepar, darah keluar dari hepar rrelalui
vpna hepat Lka masuk kedalam vena kava Inf'e r Lor ,
2.Duktus venosus Arantii.
Duktus venosus Arantii
rrcer.Jpakan cabang yanq beaar dan m::L"lUK
keda Larn vena kava inferior.
l1arah dida1am vena kava inferiuL,
yang masuk keoa l arn atrium dekstrum, rrerupakan campuran darah "bersih"dari
duktus venosus Arantii
dan darah "kotor",
yang berasal dari sebagian besar darah
dibawah
diafragrna.
Sebagian besar darah dari vena kava inferior,
yang rnasuk
kedalarn atrium dekstrum, dibelokkan oleh Krista dividens
rrelalui
tg~_0'l3$
keda1am atrium sinistrum,
kemudian keda1arn ventrikuitis sfuister.
Vena kava superior
rrengangkut darah dari kepa Ia dan anggota
00dan atas rnasuk kedalarn atrium dekst.rurn,
kemudian kedalarn ventrikuIus dekster.
Darah dar i, ventrikulus
dekster akan rrelalui dua cabang
arteria,
yaitu:
l.Arteria
pulrrDnalis.
Arteria
pulrrona I Ls rrerupakan cabang kecil,yang
rrasuk kedalam paru-paru.
2.5uktus arteriosus
Botal1i.
Duktus arteriosus
ppta1li rrerupakan cabanq bcsar (2/3), yang masuk kedalam aorta.
Darah dari paru-paru rrelalui vena pulrronalis rrasuk kedalam atrium sinistrum,
kemudian kedalam ventrikulus
sinister.
Daral) ,yang keparu-paru
bukan untuk part.ukaren gas, tetapi
untukf~lparu-raru yang sedang turnbuh =_
s-

Darah dari aorta disebarkan kedalam alat-alat


badan, tetapi
darah banyak rrengalir
kedalarn arteria
h.ipoqas t r ika , yang kcmud.i.ankedalam arteria
lm1bilikalis.
"
Sebelum fetus
1ahir kedua verrt r i.ku Lus bekerja paralel.

63

aru-parll kiri

Paru-par.u kanan

I.Duktus arteriosus
2.Foramen ovale
3.Duktus venosus Aranti
4.Vena umbilikalis
5.Art~ria umbilikalis

sinister
dekster

kava inferior

Plasenta
""1"

Gb.6.Sirkulasi

Sirkulasi

darah fetus

darah jabangbayi.

Setelah fetus
peru-

lahir

hem:::x:linan}iskiarkulasi

darah rrengalami

bahan sbb.:
l.Karena jabanqbayf

bernapas, rraka paru-paru rrengembangsehingga tekanan didalarn ventrikulus dekster dan arteria p.llrronalis
rrenurunj
akibatnya banyak darah akan rrengalir kedalarn paru-paru ,
2.Setelah tali pusat d.ipotonq darah didalam vena kava inferior berkurang sehingga tekanan didalam atrium dekstrum berkurang, tetapi
sebaliknya tekanan didalarn atrium sinistrum bertaIrbah karena bertambahnya darah yang datang dad paru-paru; aldbatnya ialah secara teoritis
forarren ovale akan rrenutup. Fungsional foramen ovale
akan rrenutup $larn beberapa menit setelah jabangbayi
lahir, tetapi
. anat:cr.Uk kedua septa foramen ovale belum rrenutup S!rpurna
sanpai
anak bemnur 1 tahun.
3.Faal arteria umbilikalis berhenti dan mengala7~ atrofi dan Obliterasi dalam 3-4 had setelah jabangbayi lahir ,menjadi ligamentum

_.:;;

64

hipogastdkum;
vena Urilbilikalis rrenjad.i
ligarrentum teres hepatis,
duktus venosus Arantii rr:enjadi ligarrentum venosum Arantii dan duktus
arteriosus
Botalli
menjadi ligamentum arteriosum Botalli.

Ligamentum arteriosum
Botalli
Ligamentum vcnosum
Arantii
'

foramen ovale
(tertutup)

Vena kava inferior

teres

Gb.7.Sirkulasi

darah neonatus

Darah fetus.

.'

Hematopoiesis mula-mula terjadi


didalam zuanq kuning telur,
karudian terutama terjadi
didalam hepar dan akhirnya didalarn SUrriSUm tulang.
Antara dar ah anbrio-fetus
dan darah orang dewasa terdapat
perbedan, antara lain ialah:
l.Erithrosit
berinti.
l>l:ula-mulaerith..rosit
berinti,
kerrard.i.an dengan
tunbuhnya fetus,rnaka
erithrosit
yang berinti
mak.in sedikit.
Unur erithrosit
fetus matnrus lebih pendek dibanding dengan urrur erithrosit
orang dewasa.
Pada keadaan anaEmia berat
.f etus
rrerrpu
rrembuat erithropoietin
da- lam jumlah banyak yang dapat diekskresi
kedalam air ketuban.
2.Retikulosit
sangat banyak.
Mula-mula jumlah retikulosit
sangat banyak, kemudian rnakin berlcurang; pada kehamilan a'tem
juml ah retikulosit
fetus kira-kira 5%.
3. volurre darah dan )c..adar Hb fetus t i.nqq.i.
Pada kehami.Lan
a'term
kada r Hb fetus
lebih
t':""'lggi diba.Jding
dengan
kadar Hb ibu.
65

Pada embrio-fetus
t.e rdapat;
5 rracarn Hb, yaitu:
* Go,.ier 1 dan Gower 2, rrerupakan bentuk lb yanq primitif,
* HbF, suatu bentuk Hb f'et.us ,
* HbA., suatu bentuk Hb orang dewasa yangsudah diternukan pada
berumur 11 rninggu,
* HhA2.

fetus

Molekul Hb terdiri
atas
Fe, hene dan rantai globulin.
Tiap rrolekul
Hb terdap3.t 4 rantai
globulin,
yang fierdiri
atas
2 pasang rantai 0(
(141 asam amino) dan rantai /3 (146 asam amino) atau rantai
0(146
asam amino) atau rantai f (146 asam arrdno);
Pada akhir keharnilan kadar HbF sedikit
rrenurun
dan kadar Hl:::A bertambah;Pada
keharni.Lan a'term kadar HbF kira-kira
3/4 jumlah
hae rroglobin. Affinitas
HbF terr.adap oksigen lebih besar dibanding dengan affinitas
HbA terhadap oksigen;
karena itu,
transport oksigen
dari
ibu ke fetUS- lebih rmrIah,
Jumlah HbA2 bertambah setelah
jabangbayi Iahi.r , Setelah an.ak beru-

rrur

4 bulan HbF hampir seluruhnya


dewasa yang normal te rdapat; 3,5%
sisanya HbAl (d- (i 2)
2
100
Rantai 0(

til

-(~-

-rl

<=l

dengan Hl::A. Pada


0'2)'
1-2% HbF(~2

diganti

~(OS

~
.-<
;J.-<
-0 :::l
0.0

t.~S
0()

Hb-A
')

\Rantai

E.

Rantaiv
~~nt~_

orang

6-2Jdan

az \ ' .....
-,
...

"

'

.....

"-

Hb-A1

..

Hb-f

:-

a Z--Oz

SAZ

.?('

{3

/----

rF-j

3
6
Lahir
Umur(bulan)
Gb.8.PropJrsi
relatif
rantai ct., (l,
7f ,dari~ yang disinthese
fetus
dan
neonatus

~,

..

rC

0:

A.

'A

Bz_

F-----_-~

Gb.8a.lDki strukb.lral
dan campurannya rrerobentuk tiga
rracam
heroglobin yan:j normal

4.Macam dan jumlah leukosit


sanqat variabel.
Macam dan jumlah leukosit
fetus berqantunq
pada drajat
matnrf.tas
fetus dan dampek persalinan
pada fetus.
SFaktor koagulasi
sedikit.
Pada persalinan beberapa faktor koagulasi fetus lebih sedik.it di.banding dengan faktor
koagulasi
pada bayi beberapa minggu sete1ah
lahir.
Faktor koagulasi
yang terikat
vitamin K biasanya
rrenurun
selarra beberapa hari
set.elah bayi lahir sehiJ1gga keadaan in! roenpelJ11l.ldahterjadinya
perdarahan pada jabangbayi.
6 . Irrm.l.ncxJ lobu 1in.
:C_I ~
Pada kehamilan a' term kadar 19G'didalam darah tali
pusat, kira-kira sarna kadamya didalarn serum ibu, sedang 19A dan 19M 1ebih rendah didalam darah tali
pusat dibandirig dengan kadarnya didalam serum ibu. IgG ibu rrela1ui p1asenta ke fetus dengan jalan
diffusi
dan
transport
aktif
dengan bantuan enzim. 19A dan 19M,yang berasal dari
ibu,dicegah
rnasuk keda l am darah fetus.

66

{SiSEi;ma:Jif'ihadusl
PE'?!1~~!".9dsan rresonefros merupakan sistema urinarius
yan
rnasih
_Qrimitif
sebe lum rretariefros berkernbang. Ancrnali akan terjadi
jika
terdapat kegagalari embriologik pada pronefros
atau pada rresonefros
.Meskipun fungsional
ren masih imnatur selama. kehidUpan fetus,
teta- pi
pada akhir kehami.lan triJrester
I nefron sudah dapat nl"..ngekskresi
urine melalui filtrasi
gl~ruler.
~
sendiri
belum perlu
untuk
kehidupan fetus intrauterin,
tetapi
ren penting untuk mengatur kernposisi dan volume air ketuban serta sangat terbatas
dalam rrengatur
kamposisi dan pH urine.
Fetus telah menghasilkan urine sebanyak 10 ml per 'jam pada keha., milan 30 minggu, yang t.ertambah sampai 27 ml per jam atau 650
ml
per hari pada kehami lew. a tenn. Pembeiian diuretika
kepada ibu akan
rrenarnbah pembentukan urine fetus.
Urine fetus mengandung elektrolit
dengan Kadar rendah dan menyebabkan h.i.potonf
dibanding dengan plasma fetus.
Kelainan yang menyebabkan anuria khron.ik biasanya
disertai dengan oligohidramnion.
I

Sistema

respiratorius.

Pada pereriksaan
ultrasonografi
gerakan dada sucah kelihatah
pada kehamilan 9 minggu. Mulai kehamilan bulan ke 4
gerakan-gerakan pe
rnapasan sudah cukup intensif
untuk mengalirkan keluar masuknya a- ir
ketuban kedalam traktus
respiratorius.
Gerakan pernapasan intra~terin yang periodik. dan tidak teratur
dengan fr~~ensi
30-70 per
rnen i.t; pent.ing unt.uk ~rtumbul1an
s~~
didalam paru-paru.
Setelah kehamilan trimester
II bronkhioli
dan alveoli,
vaskulatur, otot-otot
respirasi
dan k=rdinasinya
melalui sistema ne:rvosa
sentralis
sudah terbentuk
sehingga pada jabangbayi yang 1ahir hidup,
sistara
resplratorius
sudah ll\'3lTIPl mencukupi oksigen dan
xrarbuang
kazbondi.oks.i.da dalam t.eberapa menit setelah
lahir.
Vaoitus

uteri.

Intrautcrin
fetus jarang kedenqazan
tapi l ob i h so r i.nq diketE'ITUlkan"~el!"

menangis

('{a_gJ~s uteri)

,te-

Siste:-., cligestivus.

_'

Pack"!;';,--h-1.'l1i I an 11 minggu terlihat


peristaltik
usus halus,yang sudah IT.3.r.pU ~ngangkut
g.lukose. Pada keharru l.an bulan ke 4 traktus
gast ro.i.nt.es t i aa l i s sudah sanqqup mengisap air ketuban, mengabsorbsi
air dan l'1'i3:'bua.'!<1 bahan-bahan yang tidal< diabsorbsi,
yang t.ercarrpur
de- ngan sckrcs 1, ckskr'es i dan desquarrasi t rak tus gastrointestinalis,rrembent.uk trrckoniurr1 berwarna hitam kehljau-hijauan
yang disebabkan pi-gmen, terut,l.."'1.3biliverdin.
Pam akhir -KeFiamiTan-volurre air ketuban diatur
oleh banyaknya air
ketuban yaJ)q diminum fetus;
fetus r.aturus mengisap air ketuban kirakira 42Q_ml per 24 jam; air ketuban yanq diisap
hanya mengandung sediki t ka'lo r i ,tetapi
rrengandung mak=nan-rnakanan yang p2l1ting.

67

sistara
GeraJr.an rrengisap roenamoah p:;rtumbuhan dan pe rkembanqan
gast:rointestini.llis.
OlX,!.lt)sk:.i pada usus akan rrenyebabkan vanitus
int.raut.cr , :1. Fetus yang rrenderita dfarrr.ea
konqeni.ta dapat, rnenderita
diarrhea
intrauterin,
yang memudahkan terjadinya
hidrarnnion
dan
partus f:.>L81(laturus.
i"

r'

Hepar.
09

Hepar rrengandung enz im dengan jumlah yang lebih sedikit


dibanding dengan jumlah enzim yang terdapat
pada orang dewasa. Kerrampuan
hepar rrerubah bilirubin
bebas rrenjadi bilirubin
diglukuronosid
terbatas karena enzim dehidrogenase
uridin difosfog1ukose
dan
eQZim
transferase
g1ukuroni1 kurang dktif.
t-1akin muda fetus makin kurang kemampuannya rrengikat bilirubin.RelatH
lebih banyak bilirubin
karena umur erithrosit
fetus lebih pen, dek dibanding umur crithrosit
orang dewasa dan hanya sebagian keeil
bilirubin
yang diikat hepar fetus. Bilirubin yang tidak terikat segera diJ::::,ersihkan oleh plasenta
dari sirkulasi
fetus dan diikat
hepar ibu; karena itu,
jarang ditemukan hiperbilirub~9nia
fetal is ,
!l'sk.ipun bilirubin
betas banyak t.c rdapat, didalam plasma ibu.
Selarra kehamilan trL-rester
II didalam hepar fetus terdapat
sedikit glikogen,
yang pada kehamilan a'term glikcxien I:rtanlbah sarrpai,
2-3 kali
1ebih tinggi
dibanding dengan glikogen
didalam hepar
0l-,tng dcwasa , kemud.i.un 'jl.ikcqen b~:rkllrrlTl9 1.:19i sctc Iah per sa Li.nan,
Pankreas.
Pada kehamilan 9 minggu insulin
sudah ditanukan didalarn pankreas
fetus,dan
pada keharn. Ian 12 minggu insulin
terdapat
didalarn plasma.
Pada hiperglikemia
insulin
plasma bertarnbah.
Insulin
serum sangat banyak pada jabanglxlyi dari ibu dengan diabetes mellitus
dan pada jabangbayi yang besar rrenurut; kehamilan,sebaliknya
insulin
sedikit
pada jabangbayi yang keeil rrenurut kehamiIan. TidaJ: je l as bahwa insulin
fetus r.erbantu keperluan ibu
dengan
d iabe t.cs r.c l Li tus a'0.'1 insulin.
.
.
..
Pacta keharru l an 8 minggu dida1am pankreas
fetus sudah
ditem..Jkan
9 1 ukaqon .
Glandula ;;ituitaria.

s:,:.~1'_~

:;ch.J.:::iIan akh i r t.r iroest.er I hi.pof i se fetus dapat


hcrrron-horr-on q Landul a pi t.ui t.ar i.a. Pada
kehamilan
10 rrunqqu d i da Larn h.ipof i se fetus sudah d i t.emukan
scrratrrrerrrrot.roptrr.Kor> t i.kot rop i.n (i\Cl1i), pro l akt in , L.lJ dan FSH..
Sejak pennulaan kehamilan h.i pof i se f o t.us sudah tanc;gap terlLadap
horrron hipofisiotropik
dan rnarnpu!TC:1C;h.:llksian hoaron-homon
t.ad.i .
Pada kcharni Lan 12 minggu ACTIlkadamya tinggi didalam pl asrra fetus s~xli
keharru Lan lanjut,
kemudian kadarnya !:erkurang lagi.
De- nqan mak in tuanya keharru l an , prolaktin
di.da Larn plasma fetus
bertam- bah sarrr-c i k i.r a+k i r'a 6 ka l i lebih besar pada keh2r.tilan 35-40
minggu dibcmd~g dengan kadamya pada keharrriLan 16-19 minggu..

IT'I2ITIbua.t dan

68

:;-C:lYi.~:;.\.'L'1

di.da ram darah


::;anatcmarrm:..)tropin agak banyak terdapat
rn<?skip\ln peranan horrmn sore+oremrot ropin t i.dak je las .
Glandula

tali

pusa

t ,

thiroidea.

Pada kehamilan akhir trimester


I sistim
hiJ=Ofise-thiroid
sudan
berfungsi. Sampai kehami Lan . 20 minggu, sekresi
horrron thiroid
dan TSH (=Thyroid Stinrulating >1Honrone)rnasih rendah,
kemudian
kadarriya bertarnbah banyak.
Honron thiroid
ibu dapat meliwati
plasenta
ke fetus da Iam jumlah
keeil;
triyodothironin
meliwati plasenta
lebih bany~ dibanding denqan thiroksin.
Fetus bergantung pada hormon yang dihasilkan
sendiri
sehingga
meskipun Lbu dalam keadaan euthiroid,
sekresi
hormon dari Lbu t.i.dak dapat mengatasi kekurangan hormon yang dihasilkan
fetus.
Udara dingin dapat menyebabkan sekresi
th.i rot.ropi.n
jabarigbayi
roendadak bertarnbah;
kadar
th i roks iri serum rnaks irrurn pada 24-36
jem setelah
lahir.
Glandula

parathiroidca.

Pacta ak h i r kohamtl an trirrestcc.:r I s.ud.ih am par-'lthonmn.


Glandu- la parathiroidea
f'et.uc cudah tanggap tf'rh.'l.dap rangsanga.n
jntraute- rin.
Kalsium (ca) dan fosforus (P) dari
ibu rreliwati plasenta
ke fetus,
yang diperlukan
unt.uk penulangan skelet.
Ka.rena itu,
kadar
ca
dan P eenderung tinggi
didalarn darah fetus dan akibatnya
rrenekan
.parathonron
(PH) sehingga ca dan P terkumpul didalam tulang
fetus;
hiwwrathl_rpidisrre
fetalis
akan jelas
terlihat
pada waktu
jabangh?yi lahirdengan
kecenderungan kearah hipokarsema,
Hipoparat:hiroidisrre bersifat
selintas
dan eepat pulih kefllbaB: 'rrenjadf nonnal pada jabangbayi,
kecuali pada jabangbayi
pretenn,
gawat janin dan pacia jillJaI1,]bayi dari iLu dE:.ll,]aldi iaLeles rrl211itus, hi[:()I_:>al-aUumidislTe
lebih berat dengan akibat hiwkalsemia
akan lebih nyata.
Jabangbayi dari ibu yang menderita
hiperparathiroidisrre
mungki.'1
akan rrenderita
tetania
hi.poka l serruk ,
----

----.

r su
Ca
Ca++
/"-19

rendah
norrnal-rendah
rendah
P
r'endah
PH
tinggi
KT
?
25-0HD
variabel
1,25- (3H) 2D3 tinggi

Pt

-t-L I
A

N
I

I'";"

FETUS
tinggi
tinggi
norrral-tinggi
tinggl ...

-4-?

T
A ~

NEONATUS
-...

"

rrenurun
.

rrenurun
bertambah
bertambah

.
,...

tinggi ..... ...


variabel
'
rendah -. . . ..

Skema horreostasis
kalsium pada ibu hamil,fetus
PH=parathonron;
KT=kalsitonin
(Pitkin,Rt-l,1985)

"lTC'nurun

rronurun

variabel
rendah

dan neonat.us ,
69

Glandula adrenalis

(suprarenaj Is) .

Glandula adrenalis menghasilkan beberapa macamzat sbb.:


1.Kortisol.
Pada keharnilan 22-24 minggu adrenal fetus rnerobu.itkortisol
dari asetat atau progesteron.
2.Dehidroisoandrosteron dan senyawa sulfatnya.
Adrenal membuat dehidroisoandrosteron dan senyawa sulfatnya
dar!
pregnenolon.
..
3.AlOOsteron.
Pada kehamilan harnpir a'terrn kadar aldosteron didalam darah tali
pusat rnelebihi kadarnya didalam pl asma ibu, demikian juga
renin
dan substrat renin.
4.Katekholamin.
Katekholamin tcrdapat didalam rredulla adrenal dari permrl.aan kehidupan fetus.
Testis.
Pada kehamilan 10 minggu testis fetus sudah dapat rrembuat testesteron dari progesteron dan pregnenolon.
Ovarium.
Steroidogenesis terbatas sebelum perkembangan follikel prirrord.i_al dan folliJ<el de Graaf pada kehamilan setelah 20 minggu.
Sistema nervosa.
Pada kehamilan bulan ke 4 fetus sudah dapat rrenelan dan bernapas,
sedang kemampuanrnengisap belum ada sampai kehamilan 6 bulan.
Pada kehamilan 7 }:::ulanm ata fetus sudah sensitif
terhadap sinar,
tetapi persepsi terhadap bentuk dan warm belum senpurn.a sampai
setelah ja- bangbayi lahir. Fetus sudah dapat rrendengar pada
keharnilan antara kehamilan 24-2.6 minggu.
Pada kehami.lan trmester
III integrasi fungsi syaraf dan fungsi
otot berkembang cepat sehingga jabangbayi yang lehir setelah
kehamilan 32 minggu biasanya dapat hidup, bahkan jabangbayi yang hhir
pada kehamilan 10 minggu sudah dapat bergerak spontan dan
sudah
tanggap terhadap stimuli lokal.
Makanan fetus.

Pada perrrul aan keharnilan ernbrio sebagian besar terdiri atas air.
Didalam ovumhanya sedikit kuning telur sehingga perturnl:cllan fetus
bergantung pada makanan yang diarrbil dari Lbu , Selama beberapa har L
setelah irlplantasi, makanan fetus berasal dar! cairan interstitial
endaretrium dan jaringan ibu sek.itamya, yang ~alami
proteolisis
karena serbuan trofoblast,
kenudian rrakanan diarnbil dari darah ibu
dan akhirnya makanan
ibu rnerupakan surnber makanan yang
disediakan
bagi fetus.
70

Meskipun fetus -sangat bergantung pada ibu,


tetapi
fetus bukan merupakan parasit
yang pasif karena fetus secara ak_tif turut
serta dalam rrencukupi rnakanannya sendiri
melalui
interaksi
hunora l dan rreta-

~l~.

. -

Jumlah asam amino yang meliwati plasenta


bergantung
akan kemampuan plasenta
menimbun asam amino tersebut.
Besarnya fetus tidak
rrcnentukan umurnya. Pertumbuhan dan pemberian energi
kepada fetus bergantung pada faktor-faktor,
yang rrernpengaruhi pemberian makanan primer (glukose} kepada fetus;~hiperglikemia
pada ibu akan menyebabkan
tr~sport
glukose melewati plasenta
ke fetus bertambah sehingga
hiperglikemia
dan hiperinsulinemia
pada fetus akan mempercepat pertumbuhan fetus.
Sebaliknya
terdapat
banyak
faktor
yang memperlambat pertumbuhan fetus,
misalnya:
LKadar roakanan d.ida.lam plasma arterial
ibu yang t.i.dak rrencukup i ,
2.Aliran
darah uterus dan perfusi
prasent.a yang kurang,
3.Permukaan villi
khorialis
yang kurang fungsinya,
.4 .Gangguar. didalam roekaru.srre t.ranspor t; makanan meliwati
plasenta.
5.Vaskularisasi
villi
khorialis
yang tidal< mencukupi,
6.Aliran
darah didalam umbilikus untuk mengangkut rnakanan dari
plasenta ke fetus yang tidak mencukupi.
.
Irrrmino Ioq

i .

IlTrmmitas dibedakan menjadi:


1.Immunitas
selluler.
Thirnus adalah organ pertama fetus yang berkernbang rrerrjad i
matur
dan mernbentuk sistim
rrrn:fOs:ll:-(limfosit
T atau sel
T) secara
intens if , yang tidal< bergantung pada adanya antigen.
Limfosit
thirnus
mengadakan migrasi dan beredar kedalam daerah parakorteks
jaringan
limfoid,
yang sekarang mampu-bereaksi
terhadap
antigen dan berubah
bentuk menjadi sel pironinofil
yang- besar,
yang dapat menghasilkan
lebih banyak limfosit
kecil;
keadaan ini disebut
imnunitas
sc l l uler.
Sel T tidak menghasilkan
immunoglobulin konvensional,
tbtapi
sel T
(baik sebagai sel T penolong at.au sel T penekan) dapat
mcngatur
se): B dalam perubahannya menjadi se l plasma yang rrcngekskresi
immunoglobulin.
- .
2.Imrlllnitas
hurroral.
Tonsil dan arkus orofaring,
yang berfungsi
sarra dengan bursa, rnembentuk sistim
limfosit
(se1 B), yang dapat membuat; antilxxli
hlllTOral setelah
mendapat stimulasi
ant i.qen . Selama kehamilan aktifitas
sel B atau Irrrnorri t.as hurroral meningkat, yang bertanggung ja\vab unt.uk rrcnghasilkan
i.rm1unoglobulin (IgG, 10/1, Ig1l., IgD dan IgE} .Imnunitas
hurroral terdapat
didalarn serum.
Apabila fetus tidak rrcndapat rangsangan antigen
secara
langsung,
misalnya
infeksi,
maka imnunoglobulin
didalam fetus hampir
se luruhnya terdiri
.atas spes i.e s+spesLes IgG yanq dibuat
ibu meliwati
p l asenta ke fetus sccar'a diffusi
atau transport
aktif;
karcna itu,
antii::odi didalam fetus dan neonatus seringkali
merupakan qambar'an Irnmunolcgi ibu.
berbahaya
Beberapa ant.i.bod.i. IgG dari
ibu ke fetus- lebih bersifat

71