Anda di halaman 1dari 6

Sistem Anggaran

Line Item Budgeting


Performance budgeting
- mission driven budgetin
Planning programming budgeting system
Zero based budgeting
Medium term budgeting framework

Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara


sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit
moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka
waktu ( periode) tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena
rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter,
maka anggaran seringkali disebut juga dengan rencana
keuangan. Dalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan uang
menempati posisi penting dalam arti segala kegiatan akan
dikuantifikasikan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur
pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan.
Penganggaran merupakan komitmen resmi manajemen yang
terkait dengan harapan manajemen tentang pendapatan, biaya
dan beragam transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu di
masa yang akan datang.
https://sites.google.com/site/penganggaranperusahaan/pengertia
n-definisi-manfaat-tujuan-anggaran
Tujuan Anggaran
Adapun tujuan penyusunan anggaran adalah :
1 Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas
dan formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan
memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.

2 Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihakpihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung, dan
dilaksanakan.
3 Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan
maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan
yang jelas bagi individu dan kelompok dalam upaya mencapai
tujuan perusahaan.
4 Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh
dalam rangka memaksimalkan sumber daya.
5 Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja
individu dan kelompok, serta menyediakan informasi yang
mendasari perlu-tidaknya tindakan koreksi.
Anggaran disusun dengan berbagai sistem-sistem yang
dipengaruhi oleh pikiran-pikiran yang melandasi pendekatan
tersebut. Adapun sistem-sistem dalam penyusunan anggaran
yang sering digunakan adalah:

SISTEM ANGGARAN TRADISIONAL (LINE ITEM BUDGETING)


Sistem anggaran tradisional (Traditional budgeting system) adalah suatu cara
menyusun anggaran yang tidak didasarkan atas pemikiran dan analisa rangkaian
kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Penyusunannya lebih didasarkan pada kebutuhan untuk belanja/pengeluaran.
Dalam sistem ini, perhatian lebih banyak ditekankan pada pertanggungjawaban
pelaksanaan anggaran secara akuntansi yang meliputi pelaksanaan anggaran,
pengawasan anggaran dan penyusunan pembukuannya. Pengelompokan pos-pos
anggaran didasarkan atas obyek-obyek pengeluaran, sedangkan distribusi anggaran
didasarkan atas jatah tiap-tiap departemen/lembaga. Dasar pemikirannya adalah
setiap pengeluaran negara harus didasarkan pada perhitungan dan penelitian yang
ketat agar tidak terjadi pemborosan dan penyimpangan atas dana yang terbatas.
Adapun ciri-ciri dari sistem anggaran tradisional:
1.

Cara penyusunan anggaran berdasarkan pendekatanincrementalism, yakni:

1.

Penekanan & tujuan utama pendekatan tradisional adalah pada


pengawasan dan pertanggungjawaban yg terpusat.
2.
Bersifat incrementalism, yaitu hanya menambah atau mengurangi jumlah
rupiah pada item-item anggaran yg sudah ada sblmnya dg data tahun
sblmnya sebagai dasar menyesuaikan besarnya penambahan/pengurangan
tanpa kajian yg mendalam/kebutuhan yg wajar.
3.
Masalah utama anggaran tradisional adalah tdk memperhatikan konsep
value for money (ekonomi, efisiensi dan efektivitas).
4.
Kinerja dinilai berdasarkan habis tidaknya anggaran yg diajukan, bukan
pada pertimbangan output yang dihasilkan dari aktivitas yg dilakukan
dibandingkan dengan target kinerja yang dikehendaki (outcome).
1. Keunggulan Anggaran Tradisional
1. Sederhana dan mudah dioperasikan karena tidak memerlukan analisis yang
rumit.
2. Backward oriented dapat menjamin kepastian dibandingkan dengan forward
oriented karena keadaan di masa depan sulit untuk diprediksi.
3. Lebih mudah dalam melakukan pengawasan.
4. 2. Kelemahan Anggaran Tradisional
1.
Hubungan yg tak rnemadai (terputus) antara anggaran tahunan dengan
rencana pembangunan jangka panjang.
2.
Pendekatan incremental menyebabkan sejumlah besar pengeluaran tak
pernah diteliti secara menyeluruh efektivitasnya.
3.
Lebih berorientasi pada input daripada output, sehingga tidak dapat
sebagai alat utk membuat kebijakan dan pilihan sumber daya, atau
memonitor kinerja. Kinerja dievaluasi dlm bentuk apakah dana telah habis
dibelanjakan, bukan apakah tujuan tercapai.
4.
Sekat antar departemen yg kaku membuat tujuan nasional secara
keseluruhan sulit dicapai dan berpeluang menimbulkan
konflik, overlapping, kesenjangan, & persaingan antar departemen
5. https://hpweblog.wordpress.com/tag/sistem-anggaran/

Planning Programming and Budgeting System (PPBS)


adalah teknik penganggaran yang berorientaasi pada output dan tujuan penekanan,
utamanya alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi. Sistem anggaran PPBS
tidak mendasarkan pada struktur organisasi tradisional yang terdiri dari divisi-divisi,
namun berdasarkan program, yaitu pengelompokkan aktivitas untuk mencapai tujuan
tertentu. PPBS adalah salah satu program penganggaran yang ditujukan untuk
membantu manajemen pemerintahan didalam membuat keputusan alokasi sumberdaya
secara lebih
baik. Hal tersebut disebabkan oleh
sumberdaya
yang
dimiliki pemerintah yang terbatas jumlahnya, sementara tuntutan masyarakat sangat
banyak bahkan tidak terbatas jumlahnya. Dalam keadaan seperti itu, pemerintah
dihadapkan pada pilihan alternatif keputusan yang memberikan manfaat paling besar

dalam pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. PPBS memberikan kerangka


untuk membuat pilihan tersebut. |accounting-media.blogspot.com|

Karakteristik dari Planning Programming and Budgeting System (PPBS)


Berfokus pada tujuan dan aktivitas (program) untuk mencapai tujuan.
Secara eksplisit menjelaskan implikasi terhadap tahun anggaran yang akan datang,
karena PPBS berorientasi pada masa depan.
Mempertimbangkan semua biaya yang terjadi.
Dilakukan analisis secara sistematis atas berbagai alternatif program, yang meliputi:
a)
identifikasi tujuan
b)
identifikasi secara sistematik alternatif program untuk mencapai tujuan
c)
estimasi biaya total dari masing-masing alternatif program
d) estimasi manfaat (hasil) yang ingin diperoleh dari masing-masing alternatif program.
Langkah langkah Implementasi Planning Progrmming and Budgeting System (PPBS)
terdiri dari :
Menentukan tujuan umum organisasi dan tujuan unit organisasi dengan jelas.
Mengididentifikasi program program dan kegiatan untuk mencapai yang telah
ditetapkan.
Mengevaluasi berbagai alternatif program dengan menghitung cost benefit dari masing
masing program.
Pemilihan program yang memiliki manfaat besar dengan biaya yang kecil.
Alokasi sumber daya ke masing masing program yang disetujui.
Kelemahan dan Keunggulan dari Perencanaan Anggaran dengan Pendekatan PPBS

Kelemahan dari Planning Programming and Budgeting System (PPBS) antara lain:
PPBS membutuhkan sistem informasi yang canggih, ketersediaan data, adanya sistem
pengukuran dan staf yang memiliki kapabilitas tinggi.
Implementasi PPBS membutuhkan biaya yang besar, karena PPBS membutuhkan
teknologi yang canggih.
PPBS hanya bagus secara teori, namun peng implementasian nya cukup sulit.
PPBS mengabaikan realitas politik dan realitas organisasi sebagai kumpulan manusia
yang kompleks.
Memerlukan pengelola yang ahli dan memiliki kualitas tinggi.
Pengaplikasian PPBS menghadapi masalah teknis. Hal ini terkait dengan sifat program
atau kegiatan yang lintas departemen, sehingga menyulitkan didalam mengalokasikan
biaya. Sementara itu, sistem akuntansi dibuat berdasarkan departemen, bukan
program.
Keunggulan dari Planning Programming and Budgeting System (PPBS) antara lain:

Menggambarkan tujuan organisasi yang lebih nyata dan membantu pimpinan didalam
membuat keputusan yang menyangkut usaha pencapaian tujuan.
Menghindarkan
adanya
pertentangan
dan overlaping program
dan
mewujudkansinkronisasi dan integrasi antar
aparat
organisasi
dalam
proses
perencanaan.
Alokasi sumberdaya yang lebih efisien dan efektif berdasarkan analisis manfaat dan
biaya untuk mencapai tujuan, karena PPBS menggunakan teori marginal utility.
Dalam jangka panjang dapat mengurangi beban kerja.
Lintas departemen, sehingga dapat meningkatkan komunikasi, koordinasi dan tentunya
adalah kerja sama yang baik antara departemen.

Zero Based Budgeting adalah sistem anggaran yang didasarkan pada

perkiraan kegiatan, bukan pada yang telah dilakukan dimasa lalu. Setiap kegiatan
akan dievaluasi secara terpisah. Ini berarti berbagai program dikembangkan
dalam visi pada tahun yang bersangkutan. Konsep Zero Based Budgeting
dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada sistem anggaran
tradisional. Sebagian kelemahan sistem anggaran tradisional itu sendiri antara lain:
Hubungan yang tidak memadai antara anggaran tahunan dengan rencana
pembangunan jangka panjang.
Pendekatan incremental menyebabkan sejumlah besar pengeluaran tidak diteliti
secara menyeluruh efektivitasnya.
Proses anggaran terpisah untuk pengeluaran rutin dan
pengeluaran modal/investasi.
Anggaran tradisional bersifat tahunan. Anggaran tahunan tersebut sebenarnya
terlalu pendek, terutama untuk proyek modal dan hal tersebut dapat mendorong
praktik-praktik yang tidak diinginkan.
Dan sebagainya.
Penyusunan anggaran dengan menggunakan konsep Zero Based Budgeting disini
dapat menghilangkanincrementalism dan line-item, karena anggaran diasumsikan
dimulai dari nol. Penyusunan anggaran yang bersifat incremental mendasarkan
besarnya realisasi anggaran tahun ini untuk menetapkan anggaran ditahun depan,
yaitu dengan menyesuaikannya dengan tingkat inflasi atau jumlah penduduk.
Sedangkan pada sistem ZBB tidak berpatokan pada anggaran tahun lalu untuk
menyusun anggaran tahun ini, namun penentuan anggaran didasarkan pada
kebutuhan saat ini juga. Dengan ZBB, seolah-olah proses anggaran dimulai dari
hal yang baru sama sekali (dimulai dari nol lagi). Item anggaran yang sudah tidak
relevan dan tidak mendukung pencapaian tujuan dapat dihilangkan dari struktur
anggaran, atau mungkin mucul item yang baru.

Keunggulan ZBB
Proses pembuatan paket keputusan dapat menjamin tersedianya informasi yang
lebih bermanfaat bagi manajemen.
Dana dapat dialokasi dengan lebih efisien, karena terdapat beberapa alternatif
keputusan dan alternatif pelaksanaan keputusan tersebut.
Setiap program dan kegiatan selalu ditinjau ulang.
Pengambil keputusan dapat memperoleh informasi mengenai kegiatan yang ada
dalam kondisi kritis dan mendesak.
Kelemahan ZBB
Sulit untuk diterapkan. Karena memakan waktu yang lama, terlalu teoritis dan
tidak praktis, memakan biaya yang besar serta menghasilkan kertas kerja yang
menumpuk karena pembuatan paket keputusan.
Implementasi ZBB menimbulkan masalah keperilakuan dalam organisasi.
Memungkinkan munculnya kesan yang keliru, bahwa semua paket keputusan
harus masuk kedalam anggaran.
ZBB cenderung menekankan manfaat yang bersifat jangka pendek.
Memerlukan keahlian khusus di dalam penentuan prioritas.
Memerlukan data yang lebih lengkap dan dukungan analisis yang cukup kuat.

http://luqman-za.blogspot.co.id/2012/11/zero-based-budgetinganggaran-berbasis.html
Medium
Term
Budgeting
Framework
(MTBF)
Medium Term Budgeting Framework (MTBF) adalah suatu
kerangka startegis kebijakan pemerintah tentang anggaran
belanja untuk departemen dan lembaga pemerintah non
departemen. Kerangka ini memberikan tanggung jawab yang
lebih besar kepada departemen untuk menetapkan alokasi dan
penggunaan sumber dana pembangunan. Keberhasila MTBF
tergantung pada mekanisme pengambilan keputusan anggaran
secara agregat yang didasarkan pada skala prioritas.
https://books.google.co.id/books?
id=HKarXQgrf_oC&pg=PA175&lpg=PA175&dq=pengertian+Medium+term+
budgeting+framework&source=bl&ots=FIgNQCPzr5&sig=IkCth24rxl5HzRhi
3-nRxaStOTs&hl=id&sa=X&ved=0CDUQ6AEwA2oVChMIO3yhbDcxwIVJSumCh1BPgzP#v=onepage&q=pengertian%20Medium
%20term%20budgeting%20framework&f=false