Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktek Kerja Profesi Rumah Sakit di RSU Dr.

Soetomo
Pendidikan Program Profesi Apoteker Periode April Juni 2013

BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI
RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
2.1.

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo


Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya merupakan

rumah sakit milik Pemerintah Daerah Jawa Timur yang diklasifikasikan sebagai
rumah sakit Umum tipe A. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo
juga merupakan rumah sakit pendidikan yang memberikan pendidikan dibidang
Kedokteran, Farmasi dan keperawatan. Berdasarkan Undang-Undang No. 44
Tahun 2009 tentang Rumah Sakit mengenai jenis dan klasifikasi Rumah Sakit
maka Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo merupakan Rumah sakit
Umum (berdasarkan jenis pelayanan) dan Rumah sakit publik (berdasarkan
pengelolaan).
Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan
kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Berdasarkan Permenkes No.
340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit, Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo termasuk Rumah sakit tipe A, klasifikasi ini
didasarkan atas pelayanan, Sumber daya Manusia (SDM), peralatan, Sarana dan
Prasarana, serta administrasi dan manejemen. Ketentuan untuk Rumah Sakit Tipe
A, yaitu:
1.

Rumah Sakit Umum Kelas A harus mempunyai

fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan


Medik Spesialis Dasar, 5 (lima) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 12
(dua belas) Pelayanan Medik Spesialis Lain dan 13 (tiga belas) Pelayanan
Medik Sub Spesialis.
2.

Kriteria, fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit


Umum Kelas A meliputi Pelayanan Medik Umum, Pelayanan Gawat Darurat,
Pelayanan Medik Spesialis Dasar, Pelayanan Spesialis Penunjang Medik,
Pelayanan Medik Spesialis Lain, Pelayanan Medik Spesialis Gigi Mulut,
Pelayanan Medik Subspesialis, Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan,

Pelayanan Penunjang Klinik, dan Pelayanan Penunjang Non Klinik.


3.
Ketersediaan tenaga kesehatan disesuaikan dengan
jenis dan tingkat pelayanan.

Laporan Praktek Kerja Profesi Rumah Sakit di RSU Dr. Soetomo


Pendidikan Program Profesi Apoteker Periode April Juni 2013

4.

Sarana prasarana Rumah Sakit harus memenuhi


standar yang ditetapkan oleh Menteri. Peralatan yang dimiliki Rumah Sakit
harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Menteri. Peralatan radiologi dan
kedokteran nuklir harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan. Jumlah tempat tidur minimal 400 (empat ratus) buah.


5.
Administrasi dan manajemen terdiri dari struktur
organisasi dan tata laksana. Struktur organisasi paling sedikit terdiri atas
Kepala Rumah Sakit atau Direktur Rumah Sakit, unsur pelayanan medis,
unsur keperawatan,

unsur penunjang

medis,

komite

medis,

satuan

pemeriksaan internal, serta administrasi umum dan keuangan. Tata laksana


sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tatalaksana organisasi, standar
pelayanan, standar operasional prosedur (SPO), Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit.
Sebagai Rumah sakit publik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.
Soetomo dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakann
berdasarkan pengelolaan Badan Layanan Umum dan Badan Layanan Umum
Daerah.
Kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, antara lain
melaksanakan pelayanan kesehatan, penyembuhan penderita, dan pemulihan
keadaan (cacat badan dan jiwa) sesuai dengan peraturan perundangan. RSUD Dr.
Soetomo juga berfungsi dalam melaksanakan usaha pelayanan medis, melakukan
usaha rehabilitasi medis, melaksanakan sistem rujukan, usaha pendidikan dan
pelatihan (diklat) bagi tenaga medis dan paramedis, serta sebagai tempat
penelitian untuk pengembangan, serta penyelenggaraan umum pelayanan rumah
sakit yang pada tahun 2011 telah lulus akreditasi Rumah Sakit Pendidikan ISO
9001:2008 untuk Manajemen Strukural RSUD Dr. Soetomo. Pelaksanaan semua
fungsi rumah sakit tersebut secara keseluruhan dimaksudkan untuk memberikan
pelayanan kesehatan secara paripurna.
RSUD Dr. Soetomo dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa
berpegang pada visi dan misi. Berdasarkan Keputusan Direktur Rumah Sakit
Umum Daerah Dokter Soetomo Nomor: 188.4 / 8223 / 301 / 2012 tentang Buku
Profil & Panduan Informasi Rumah Sakit Pendidikan Rumah Sakit Umum Daerah

Laporan Praktek Kerja Profesi Rumah Sakit di RSU Dr. Soetomo


Pendidikan Program Profesi Apoteker Periode April Juni 2013

Dokter Soetomo Surabaya, visi dari RSUD Dr. Soetomo adalah menjadi rumah
sakit yang terkemuka dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian di kawasan
Asia Tenggara (ASEAN), sedangkan misi dari RSUD Dr. Soetomo adalah:
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang prima, aman, informatif, efektif,
efisien, dan manusiawi dengan tetap memperhatikan aspek sosial.
2. Menyelenggarakan pelayanan rujukan yang berfungsi sebagai pusat rujukan
tertinggi dengan menggunakan teknologi modern
3. Membangun SDM rumah sakit yang profesional, akuntabel, yang berorientasi
pada customer serta mempunyai integritas tinggi dalam memberikan
pelayanan.
4. Melaksanakan proses pendidikan yang menunjang pelayanan kesehatan prima
berdasarkan standar nasional dan internasional.
5. Melaksanakan penelitian yang mengarah pada pengembangan ilmu dan
teknologi di bidang kedokteran dan pelayanan perumahsakitan.
RSUD Dr. Soetomo juga memiliki nilai dasar yang dianut yaitu:
1. Etika
2. Profesionalisme
3. Integritas
4. Kemitraan
5. Keadilan
6. Kemandirian
Fasilitas pelayanan kesehatan yang dimiliki oleh RSUD Dr. Soetomo
secara umum antara lain pelayanan rawat darurat (IRD), pelayanan rawat jalan
(IRJ), pelayanan rawat inap (IRNA), pelayanan bedah terpadu (GBPT), pelayanan
penunjang (laboratorium, radiologi, gizi, farmasi, patologi, anatomi) dan
Pendidikan Pelatihan Penelitian Pengembangan (Diklat-Litbang). Struktur
organisasi RSUD Dr. Soetomo diatur dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa
Timur Nomor 11 Tahun 2008, yang selanjutnya menjadi landasan dalam
pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing bagian.
2.2.

Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo


Pada dasarnya pelayanan farmasi rumah sakit merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang utuh dan
berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk

Laporan Praktek Kerja Profesi Rumah Sakit di RSU Dr. Soetomo


Pendidikan Program Profesi Apoteker Periode April Juni 2013

pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat


(Kep Menkes no. 1197/Menkes/SK/X/2004).
Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) bukan saja memerlukan berbagai
kompetensi, tetapi bertanggung jawab membuat pelayanannya tersedia bagi
penderita rawat inap dan rawat jalan, dan juga untuk meningkatkan penggunaan
yang rasional dari obat oleh profesional kesehatan. IFRS harus berpartisipasi
dalam semua program dan fungsi rumah sakit yang memerlukan keahlian farmasi.
Staf profesional IFRS wajib mempunyai kemampuan melaksanakan berbagai
fungsi pelayanan secara kolektif.
Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo merupakan salah satu instalasi
RSUD Dr. Soetomo yang melaksanakan pengelolaan dan penggunaan perbekalan
farmasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
068/Menkes/Per/I/2010 tentang Kewajiban Menggunakan Obat Generik di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah Pasal 1 ayat 6, Instalasi Farmasi
Rumah Sakit (IFRS) adalah Instalasi Rumah Sakit yang mempunyai tugas
menyediakan, mengelola, mendistribusikan, informasi dan evaluasi tentang obat.
Jumlah SDM di IFRS sebanyak 428 orang, yang terdiri dari 32 orang apoteker,
246 orang tenaga teknis kefarmasian, 64 orang tenaga medis, dan 84 orang
pekarya. Pembagian apoteker untuk melaksanakan kegiatan farmasi klinik yaitu
terdapat pada Pusat Informasi Obat (PIO) dan Konseling, produksi, laboratorium
farmasi, IRNA, IRD, Pusat Diagnostik Terpadu (PDT), Instalasi Paliatif, Graha
Amerta, GBPT, dan IRJ.
2.3.

Tugas dan Kewajiban Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo


Pelayanan farmasi rumah sakit dalam Keputusan Menteri Kesehatan

Republik Indonesia Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang standar pelayanan


farmasi di rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem
pelayanan kesehatan rumah sakit yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan
pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik yang
terjangkau bagi semua lapisan masyarakat (Depkes RI, 2004).
Tugas Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo sesuai Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar
Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit, antara lain:

Laporan Praktek Kerja Profesi Rumah Sakit di RSU Dr. Soetomo


Pendidikan Program Profesi Apoteker Periode April Juni 2013

1. Melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal.


2. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan farmasi profesional berdasarkan
prosedur kefarmasian dan etika profesi.
3. Melaksanakan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).
4. Memberikan pelayanan bermutu melalui analisa dan evaluasi untuk
5.
6.
7.
8.

meningkatkan mutu pelayanan farmasi.


Melakukan pengawasan berdasarkan aturan-aturan yang berlaku.
Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang farmasi.
Mengadakan penelitian dan pengembangan di bidang farmasi.
Memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengobatan
Formularium Nasional.
Ketentuan
Instalasi

sesuai

Permenkes

RI

dan

Nomor

1045/MENKES/PER/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit di


Lingkungan Departemen Kesehatan Pasal20 menyatakan:
1. Instalasi adalah unit pelayanan non-struktural yang menyediakan fasilitas dan
menyelenggarakan kegiatan pelayanan, pendidikan dan penelitian rumah sakit
2. Pembentukan instalasi ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit sesuai
kebutuhan rumah sakit
3. Instalasi dipimpn oleh seorang kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh
pimpinan rumah sakit
4. Kepala instalasi dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh tenaga-tenaga
fungsional dan atau non medis
5. Pembentukan dan perubahan jumlah dan jenis instalasi dilaporkan ecara
tertulis kepada Direktur Jendral Bina Pelayanan Medik
Pengelolaan perbekalan farmasi memiliki dasar pemilihan, yaitu
berdasarkan Pedoman Diagnosa dan Terapi (PDT), formularium rumah sakit,
formularium Jamkesmas, Formularium Jamsostek, Daftar Plafon Harga Obat
(DPHO), dan ketentuan lain yang berlaku. Pelayanan farmasi klinik terdiri dari
Ward Pharmacist, pelayanan informasi obat, dan konseling.
2.5.

Fungsi Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo


Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo berfungsi memberikan pelayanan

kefarmasian yang meliputi:


1. Pengelolaan Perbekalan Farmasi, antara lain:
a. Memilih perbekalan farmasi sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit.
b. Merencanakan kebutuhan perbekalan farmasi secara optimal.
c. Mengadakan perbekalan farmasi berpedoman pada perencanaan yang telah
dibuat sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan Praktek Kerja Profesi Rumah Sakit di RSU Dr. Soetomo


Pendidikan Program Profesi Apoteker Periode April Juni 2013

d. Memproduksi perbekalan farmasi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan


kesehatan di rumah sakit.
e. Menerima perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan
yang berlaku.
f. Menyimpan perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan
kefarmasian.
g. Mendistribusikan perbekalan farmasi ke unit pelayanan di rumah sakit.
2. Pelayanan kefarmasian dalam penggunaan obat dan alat kesehatan, antara lain:
a. Mengkaji instruksi pengobatan/resep pasien.
b. Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat dan
alat kesehatan.
c. Mencegah dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan obat dan alat
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
2.6

kesehatan.
Memantau efektivitas dan keamanan penggunaan obat dan alat kesehatan.
Memberikan informasi kepada petugas kesehatan, pasien/keluarga pasien.
Memberi konseling kepada pasien/keluarga pasien.
Melakukan pencampuran obat suntik.
Melakukan penyiapan nutrisi parenteral.
Melakukan penanganan obat sitostatika.
Melakukan penentuan kadar obat dalam darah.
Melakukan pencatatan.
Melaporkan setiap kegiatan.
Struktur Organisasi IFRS RSUD Dr. Soetomo
Dalam struktur organisasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Rumah Sakit

(IFRS) berkedudukan di bawah wakil direktur penunjang medik. Dalam


menjalankan tugasnya, Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo dibantu oleh
beberapa bagian, yaitu Tata Usaha, Koordinatorat Perencanaan Monitoring dan
Evaluasi, Koordinatorat Farmasi Klinik, Koordinatorat Pendidikan Pelatihan dan
Penelitian Pengembangan, dan beberapa unit pelayanan. Struktur organisasi
Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo dibentuk untuk mempertegas pembagian
tugas dan tanggung jawab dari setiap bagian, sehingga mampu melaksanakan
peran dan fungsinya masing-masing secara optimal, lebih jelasnya dapat dilihat di
gambar 2.1.
Dalam rangka mewujudkan pelayanan kefarmasian sebagaimana yang
tercermin dalam 10 kegiatan Pengelolaan dan Penggunaan Obat (PPO), yaitu

Laporan Praktek Kerja Profesi Rumah Sakit di RSU Dr. Soetomo


Pendidikan Program Profesi Apoteker Periode April Juni 2013

pemilihan obat, perencanaan pengadaan, pengadaan obat, penyimpanan obat,


penyaluran obat (distribusi), peresepan obat dan informasi, peracikan obat dan
informasi, pemberian obat dan informasi, penggunaan obat dan informasi dan
pemantauan manfaat dan keamanan obat, maka Instalasi Farmasi RSUD Dr.
Soetomo menempatkan apoteker sebagai tenaga profesional yang merupakan
perwujudan pelayanan keprofesian yang nyata.