Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DAMPAK GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN


BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA
PENGARUH HAMBATAN JENIS TERHADAP NILAI HAMB

Disusun oleh :
Kelompok 10
1. Asri Maharani
2. Endri Sutiyatmini

(14312241051)
(14312244015)

Kelas

: Pendidikan IPA I

PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang telah
memberikan beragam nikmat-Nya kepada kita semua sehingga Alhamdulillah kami diberikan
kelancaran dalam membuat makalah ini. Salawat dan salam semoga selamanya tercurah dan
terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya serta seluruh umatnya
termasuk kita yang akan melanjutkan perjuangan dakwahnya semoga kita akan mendapatkan
safaatnya nanti diakhirat, amin.
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh pihak yang
telah mendukung terselesaikanya makalah ini.
Saya menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena saya pun
masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini di kemudian hari. Semoga
Makalah ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua. Amin.

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN
Setiap bangsa di dunia dewasa ini tidak dapat terlepas satu dengan yang lain. Oleh
karena itu satu sama lain harus melakukan kerjasama guna mencapai tujuan bangsa tersebut.
Globalisasi merupakan salah satu hal yang harus dihadapi oleh berbagai macam bangsa yang
ada di dunia tidak terkecuali Indonesia. Kita tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi.
Ibaratnya, siap atau tidak siap, kita mesti berhadapan dengan globalisasi. Namun demikian,
arus globalisasi ternyata tidak selamanya berdampak positif. Ada pula dampak negatifnya.
Oleh karena itu, kita harus mempunyai penyaring (filter) untuk menghadapinya agar kita tidak
terlindas oleh jaman. Justru sebaliknya, kita harus tetap menjadi manusia yang berjiwa
manusiawi. Untuk kesuksesan dan kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia.
Menurut harper collens, kita sekarang hidup dalam dunia tanpa batas dimana negara
bangsa telah menjadi rekaan dan dimana para politikus telah kehilangan semua kekuatan
efektif mereka. Proses interaksi dan saling pengaruh - mempengaruhi, bahkan pergesekan
kepentingan antar-bangsa terjadi dengan cepat dan mencakup masalah yang semakin
kompleks. Batas batas territorial Negara tidak lagi menjadi pembatas bagi kepentingan
masing masing bangsa dan negara. Di bidangekonomi terjadi persaingan yang semakin
ketat, sehingga semakin mempersulit posisi negara-negara miskin. Sementara itu dalam
bidang politik, social budaya, dan pertahanan keamanan terjadi pula pergeseran nilai.
Pada makalah ini akan dikaji mengenai pengertian globalisasi, proses globalisasi, arti
penting globalisasi, dampak globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
negara, serta cara menyikapi globalisasi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Arti penting Globalisasi
1. Pengertian Globalisasi
Istilah globalisasi berasal dari kata globe (peta dunia yang berbentuk bola). Dari
kata globe selanjutnya lahir istilah global (yang artinya meliputi seluruh dunia).
Dari kata global lahirlah istilah globalisasi yang bermakna sebuah proses yang
mendunia. Globalisasi adalah suatu proses dibentuknya suatu tatanan, aturan, dan
sistem yang berlaku bagi bangsa bangsa di seluruh dunia (Sunarso. 2013: 233).
Globalisasi juga merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam
berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang
mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.

Sedangkan menurut para ahli, globalisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :


Immanuel Wallerstein : Globalisasi adalah representasi dari kemenangan
kapitalis terhadap ekonomi dunia yang diikat bersama oleh divisi kerja

secara global.
Arjun Apparudai : Globalisasi adalah sebuah titik kritis sehingga kedua sisi
koin proses budaya global (dunia) sekarang ini menghasilkan banyak hal
dan variatif yang dapat sama dan atau berbeda yang dikarakterisasi oleh
perbedaan disjunctures radikal antara aliran global dan ketidakjelasan batas

batas wilayah akibat gangguan tersebut


Menurut John Huckle : Globalisasi adalah suatu proses dengan mana
kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu
konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang
jauh. Sementara itu, Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah
keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan
(dimasukkan) ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global.
Karena proses ini bersifat majemuk, kita pun memandang globalisasi di

dalam kemajemukan.
Menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep globalisasi pada dasarnya
mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara (stateless). Konsep
ini merujuk pada pengertian bahwa suatu negara (state) tidak dapat
membendung sesuatu yang terjadi di negara lain. Pengertian sesuatu
tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan

kehidupan, dan sistem perdagangan.


Malcom waters : Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berdampak
terhadap kurang pentingnya pembatasan geografis pada keadaan sosial

budaya, yang terjelma di dalam kesadaran setiap individu.


2. Proses Globalisasi
Gagasan tentang globaisasi di bidang hak asasi manusia telah ada beberapa
abad sebelum masehi, yakni ketika nabi Musa membebaskan umatnya dari
perbudakan di mesir kuno yang kemudian diteruskanoleh orang orang generasi
berikutnya, hingga ajhirnya berhasil melahirkan apa yang disebut dengan
Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi Umum tentang hak hak Asasi
manusia sedunia) oleh PBB pada tanggal 10 desember 1948. Gagasan globlisasi
dalam bidang demokrasi juga telah ada sejak beberapa abad sebelum Masehi yakni
ketika para pemikir di Yunanai kuno seperti Aristoteles ataupun Polybius
memperkenalkan teorinya dan dilaksanakan dalam pemerintahan di polis-polis

(negara kota) Yunani. Dan setelah itu diperjuangkan terus menerus oleh umat
manusia hingga sekarang menjadi isu penting dunia (Sunarso.2013:233-234).
Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20
ini dapat dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi
antarbangsa di dunia telah ada selama ber abad-abad. Bila di telusuri benih-benih
globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antar negri
sekitar tahun 1000 dan 1500 SM. Saat itu, para pedagang dari cina dan india mulai
menelusuri negeri lain baik melalu jalan darat (jalan sutera) maupun jalan laut
untuk berdagang.
Fase selanjutnya di tandai dengan dominasi perdagangan kaum Muslim di
kawasan Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang
antara lain meliputi cina, jepang , vietnam, indonesia, malaka, india, persia, pantai
afrika timur, laut tengah, venesia, dan genoa. di samping membemtuk jaringan
dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, namanama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya arab ke warga dunia.
Fase selanjutnya di tandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh
bangsa eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor eksplorasieksplorasi ini. hal lain di dukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang
meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. berbagai teknologi mulai di temukan
dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti komputer dan internet.
Pada saat itu, berkmbang pula kolonialisasi yang membawa pengaruh besar
terhadap difusi (penyebaran) antar kebudayaan dunia.
Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar
juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indonesia
misalnya, sejak diberlakukanya politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan di
eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari
Amerika serikat, Unilever dari Belanda, British petroleum dari inggris adalah
beberapa contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon
globalisasi hingga saat ini.
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang
dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan
memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan
kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara-negara di dunia mulai menyediakan diri
sebagai pasar yang bebas. hal ini di dukung pula dengan perkembangan teknologi
komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat antar negara pun mulai kabur.

3. Arti penting Globalisasi


Abad 21 dikenal dengan era globalisasi. Di era globalisasi, bangsa bangsa
bersatu secara mengglobal, tetapi bersamaan dengan dengan itu muncul pula rasa
kebangsaan yang berlebih lebihan (chauvinisme) pada masing masing bangsa.
Keadaan demikian menurut Naisbitt sebagai global paradoks. Pada abad 21 ini,
suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, indonesia akan terkena arus liberalisasi
perdagangan barang dan jasa. Jika tidak mau, indonesia akan dikucilkan oleh
negara negara lain dan akan mendapatkan sanksi embargo ekonomi secara
internasional. Soedjatmoko (1997:97) menggambarkan sifat sifat dan kemampuan
yang harus dimiliki manusia indonesia di masa mendatang sebagai berikut.
a. Orang harus serba tahu (well informed) dan harus selalu menyadari bahwa
proses belajar tidak akan pernah selesai di dalam dunia yang berubah secara
cepat. Dia harus mampu mencerna informasi yang banyak tapi tuntas, itu
artinya harus mempunyai kemampuan analisis yang tajam, mampu berpikir
integratif serta dapat bereaksi cepat.
b. Orang harus kreatif dalam memberikan jawaban terhadap tantangan baru, serta
mempunyai kemampuan mengantisispasi perkembangan.
c. Mempunyai kepekaan terhadap keadialan sosial dan solidaritas. Peka terhadap
batas batas toleransi masyarakat serta terhadap perubahan sosial dan
ketidakadilan.
d. Memiliki harga diri dan kepercayaan diri sendiri berdasarkan iman yang kuat
e. Sanggup mengidentifikasi dimensi dimensi moral dan etis dalam perubahan
sosial dan pilihan teknologi. Selanjutnya juga sanggup menginterpretasikan
ketentuan ketentuan agama sehingga terungkaplah relevansinya dalam
pemecahan masalah dan perkembangan perkembangan baru.
B. Dampak Globalisasi
1. Pengaruh globalisasi dibidang ideologi dan politik
Pengaruh globalisasi terhadap ideologi dan politik adalah semakin menguatnya
pengaruh ideologi liberal dalam mewarnai perpolitikan negara negara berkembang
yang ditandai oleh menguatnya kapitalisme. Ciri khas kapitalisme abad 21 ini
adalah bersifat sangat pragmatis dan imperialis dalam arti ingin tetap menguasai
pihak lain. Implikasi global di bidang politik mau tidak mau harus membuka
komunikasi serta sistem politik baru yang terbuka. Tuntutan tuntutan dari proses
globalisasi yaitu adanya gerakan hak asasi manusia, gerakan lingkungan hidup dan
gerakan gerakan politik yang melemahkan paham nasionalisme. Sementara di sisi
lain ideologi komunis sebagai legitimasi kekuasaan telah runtuh, sehingga

permasyarakatan ideologi komunis dalam era globalisasi memudar


(Sunarso.2013:241).
Di bidang ideologi, globalisasi untuk sementara mampu meyakinkan
masyarakat Indonesia. Sebagian masyarakat indonesia yakin bahwa liberalisme
dapat membawa manusia ke arah kemajuan dan kemakmuran. Hal ini akan
mempengaruhi pikiran mereka, apalagi ketika mereka menghadapi kesulitan hidup
yang berkepanjangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka berpaling dari
ideologi Pancasila mencari alternatif ideologi yang lain seperti liberalisme.
Akibat berkembang pesatnya globalisasi didunia, masyarakat Indonesia sudah
mulai banyak yang mengikuti budaya-budaya barat yang tidak sesuai dengan nilainilai yang tercantum dalam ideologi kita. Hal ini merupakan contoh pengaruh
negatif globalisasi terhadap ideologi pancasila. Semestinya tidak perlu untuk
ditiru, karena pada dasarnya nenek moyang bangsa Indonesia memiliki sikap dan
etika yang baik dan santun dalam berpakaian dan tingkah laku. Sekarang, dapat
kita saksikan sendiri bagaimana masyarakat Indonesia dalam meniru gaya orang
Barat. Hal yang mestinya tidak baik untuk ditiru jelas sangat bertentangan dengan
ideologi bangsa kita.
Dampak negatif yang muncul akibat dari globalisasi untuk bidang ideologi
adalah sebagai berikut :
a. Menyebabkan keterpurukan bagi negara-negara lain yang tidak bisa
menyeimbangkan arus globalisasi dan justru negara-negara maju tersebut
melakukan eksploitasi untuk menyebarkan ajaran ideologi kapitalisme dan
liberalisme.
b. Adanya prinsip pasar bebas dalam ideologi yang represif.
c. Setiap negara akan terjadi akulturasi terhadap negara lain.
Dampak positif akibat globalisasi ideologi yaitu antara lain :
a. Dapat mencontoh tekad suatu negara lain dalam menentukan arah dan tujuan
cita-cita suatu bangsa.
b. Meningkatkan pembangunan negara.
c. Penduduknya bersifat supel dan memiliki integritas tinggi.
2. Pengaruh globalisasi dibidang ekonomi
Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi anatar lain dalam bentuk semakin
tumbuhnya perusahaan perusahaan transnasional yang beroperasi tanpa mengenal
batas batas negara. Selanjutnya juga semakin ketatnya persaingan dalam
menghasilkan barang dan jasa dalam pasar bebas.
a. Kapitalisme Global
Kapitalisme global adalah upaya meraih keuntungan dan mengakumulasi
modal tanpa batas atau sekat yang berupa negara. Kapitalime global juga

merubah cara pandang orang terhadap berbagai hal. Cara pandang tentang
uang misalnya,bukan hanya lagi sebagai alat tukar melainkan juga sebagai
barang dagangan seperti komoditas lainnya. Perkembangan kapitalisme yang
semakin mengglobal mendorong terjadinya berbagai kondisi baru sebagai
berikut.
Terciptanya berbagai inovasiyang memunculkan produk produk yang
ada. Kondisi ini menyebabkan melimpahnya produk dengan harga yang

relatif lebih murah, sehingga meningkatkan persaingan.


Terjadinya relokasi perusahaan multinasional untuk memanfaatkan
keunggulan komparatif suatu negara, agar dapat memenangkan

persaingan.
Terjadinya arus internasionalisasi dan perputaran modal sangat cepat

yang menembus batas waktu dan ruang.


Terbentuknya suatu tatanan dunia baru yang dimotori lembaga lemaga
internasional dan forum internasional seperti IMF, World bank, WTO

dan lain lain.


Pandangan yang bersifat negatif menyatakan bahwa investasi dalam
bentuk penanaman modal asing akan menguras sumber daya yang
dimiliki oleh suatu bangsa dengan manfaat paling besar justru

dinikmati oleh bangsa tersebut.


Pandangan yang bersifat positif menyatakan bahwa penanaman modal
asing dianggap dapat memungkinkan akses terhadap teknologi,
manajemen dan pemasaran. Arus modal juga memungkinkan untuk
menutup kesejangan antara tabungan dan investasi, sehingga

memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.


b. Kapitalisme di indonesia,
Di dalam pasal 33 UUD 1945, kata dikuasai dapat berarti dimiliki
atau dieksploitasi oleh negara sendiri. Pemahaman lain mengartikan bahwa
dikuasai dapat diartikan sebagai diatur. Maka dengan kata penguasaan
yang ditafsirkan secara operasional menjadi diatur setelah melalui
pengaturan oleh pemerintah, barang dan cabang cabang produksi yang
penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dan bumi, air
dan kekayaan alam yang terkandug di dalamnya boleh menjadi milik seorang
dengan perolehan laba buat orang perorang.
Paham kapitalisme yang kita harapkan hendaknya disertai persyaratan
bahwa semuanya harus berfugsi sosial. Di negara negara lain yang sangat dan

teramat kapitalis, kapital memang selalu dibuat berfungsi sosial melalui


perpajakan, instrumen instrumen distribusi kekayaan dan pendapatan, sistem
jaminan sosial, sistem perburuhan dan masih banyak lagi perangkat, peraturan,
lembaga dan sebagainya, yang membuat kapital berfungsi sosial. Fungsi sosial
tida mengurangi kenyataan bahwa ekonomi kita adalah atas dasar kapitalisme.
Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat. Sehingga pada akhirnya potensi, inisiatif, dan
daya kreasi setiap warga negara dapat berkembang sepenuhnya dalam batas
batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
Globalisasi dalam bidang ekonomi mempunyai dampak positif antara lain,
yaitu:
1. Makin terbukanya pasar Internasional bagi hasil produksi dalam negeri.
2. Dapat meningkatkan kesempatan kerja dan devisa negara
3. Mendorong kita untuk meningkatkan kualitas produk yang tinggi.
4. Mendorong para pengusaha untuk meningkatkan efisiensi.
Namun keberadaan globalisasi juga mempunyai dampak negatif bagi
perekonomian bangsa Indonesia, antara lain yaitu dengan keterbukaan
perdagangan barang-barang dari luar bebas masuk ke dalam Indonesia.
Membuka pintu perdagangan internasional telah melahirkan persaingan yang
ketat sehingga mempengaruhi pasar lokal. Standar hidup yang meningkat
membuat masyarakat memilih barang yang lebih mahal daripada barang yang
sama dengan harga yang lebih murah. Hal ini karena teknik pemasaran modern
seperti iklan dan branding. Sebagai akibatnya para pemain lokal mengalami
kerugian besar karena mereka tidak memiliki potensi untuk mengiklankan atau
mengekspor produk mereka dalam skala besar. Oleh karena itu pasar domestik
menyusut. Persaingan bebas mengakibatkan adanya kesenjangan antar pelaku
ekonomi. Antara kaya dan miskin kesenjangannya akan tajam, sehingga
melahirkan kelas-kelas ekonomi.
3. Pengaruh globalisasi dibidang sosial budaya
Globalisasi telah banyak mengubah kebiasaan, bahkan dapat mengubah budaya
suatu bangsa. Contoh kecil, misalnya, adanya perilaku yang menyimpang di dalam
masyarakat seperti pergaulan bebas, yang melanda tidak hanya di kota-kota besar
saja, teteapi juga sudah melingkupi seluruh pelosok desa, merebaknya gaya
berpakaian barat di negara-negara berkembang, menjamurnya produksi film dan
musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD
Dengan adanya globalisasi, dengan adanya globalisasi dapat pula melahirkan
pranata pranata (lembaga lembaga) sosial baru, seperti di bidang ekonomi, timbul

mall (supermarket), pasar uang (modal), dan lain lain. Di bidang sosial timbul
lembaga lembaga swadaya masyarakat, organisasi organisasi profesi, pesta berdiri
dan lain lain. Di bidang seni budaya, tumbuh pesat cabang cabang sei modern yang
dapat menggeser cabang cabang seni tradisional seperti band, fil, dan lain lain.
Tempat hiburan, seperti sanggar seni modern, diskotik, kafe, galeri. Di samping itu
berkembang pula model fashion show,kontes ratu kecantikan dan lain lain. Di
bidang iptek lahir penemuan penemuan baru yang dilempar di pasaran yang
akibatnya menggeser produk produk lama atau berpengaruh luas dalam kehidupan
sehari hari seperti alat alat rumah tangga dari bambu diganti dari plastik, dari tanah
liat diganti dengan alumunium atau stainles. Alat transportasi atau alat komunikasi
seperti gerobag, andong atau dokar diganti bus, pesawat terbang, kentongan
diganti handphone, dan lain lain.
Dampak positif antara lain kita dapat mengambil pola pikir yang baik dari ilmu
pengetahuan dan teknologi bangsa lain yang telah maju untuk kemajuan dan
kesejahteraan kita. Nilai nilai yang baik tersebut misalnya, etos kerja yang tiggi,
disiplin, bekerja lebih efektif dan efisien, menghargai waktu, memiliki jiwa
kemandirian yang kuat, suka membaca, meneliti dan menulis, rasional, sportif,
biasa bekerja secara terprogram, IPTEK dari bangsa lain yang sudah maju dapat
diterapkan untuk meningkatkan kemajuan bangsa dan sebagainya.
Dampak negatif:
Semakin ketatnya persaingan antar individu, yang dapat membuat orang

semakin individualis
Munculnya sifat henodisme, yakni ingin mnikmati sepuas puasnya

kenikmatan duniawi
Sifat individualisme yang erlebihan berdampak semakin menipisnya sifat

kekeluargaan.
Kesenjangan yang semakin tajam antara yang kaya dan yang miskin
4. Dampak globalisasi di bidang pertahanan keamanan
Dampak positif globalisasi bidang pertahanan, dan keamanan :
a. Semakin menguatnya supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan
terhadap dilaksanakannya hak-hak asasi manusia.
b. Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundangundangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak.
c. Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum yang
lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

d. Menguatnya supremasi sipil dengan mendudukkan tentara dan polisi


sebatas penjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara yang
profesional.
e. Adanya hubungan kerja sama antarbangsa , khususnya dalam bidang
pertahanan keamanan baik kerja sama bilateral , regional maupun

internasional.
Dampak negatif globalisasi bidang pertahanan, dan keamanan :
a. Peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban
negara semakin berkurang karena hal tersebut sudah menjadi tanggung
jawab pihak tentara dan polisi.
b. Perubahan dunia yang cepat, mampu mempengaruhi pola pikir masyarakat
secara global. Masyarakat sering kali mengajukan tuntutan kepada
pemerintah dan jika tidak dipenuhi, masyarakat cenderung bertindak
anarkis sehingga dapat mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional
bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
c. kemajuan teknologi juga dipergunakan oleh jaringan atau kelompok
penjahat internasional untuk beroprasi di berbagai negara untuk

mempermudah mencapai tujuannya.


5. Dampak Negatif Globalisasi
a. Masalah Kesehatan
Globalisasi telah meningkatkan risiko kesehatan, serta
memberikan ancaman dan tantangan baru terhadap epidemi.
Salah satu contohnya adalah HIV/AIDS. Asal-usulnya adalah
padang gurun Afrika, virus tersebut telah menyebar di seluruh
dunia dalam waktu yang sangat singkat.
b. Kehilangan Budaya
Dengan sejumlah besar orang bergerak masuk dan keluar dari
suatu negara, budaya lama yang sudah ada dapat berubah.
Mereka cenderung mengikuti budaya asing, dan melupakan
budaya lama mereka sendiri. Hal ini dapat menimbulkan
konflik budaya.
c. Distribusi Kekayaan yang Tidak Merata
Globalisasi telah menyebabkan akumulasi kekayaan dan
kekuasaan di tangan beberapa negara maju. Oleh karena itu
kesenjangan antara elit dan miskin tampaknya menjadi jalan
tidak berujung, yang akhirnya menimbulkan ketimpangan
ekonomi.
d. Degradasi Lingkungan

Revolusi industri telah mengubah pandangan ekonomi.


Industri mengambil sumber daya alam dengan pertambangan,
pengeboran, dll; yang membebani dan merusak lingkungan.
Sumber daya alam terus menipis dan berada di ambang
kepunahan. Deforestasi atau penggundulan hutan
dipraktekkan karena tidak tersedianya lahan, sehingga secara
drastis mengurangi wilayah hutan. Ini menciptakan
ketidakseimbangan dalam lingkungan yang mengarah ke
perubahan iklim dan terjadinya bencana alam.
e. Disparitas
Meskipun globalisasi telah membuka jalan baru seperti
lapangan pekerjaan dan pasar yang lebih luas, masih ada
perbedaan/disparitas dalam perkembangan ekonomi.
Pengangguran struktural diakibatkan oleh
perbedaan/disparitas yang terjadi. Negara-negara maju
memindahkan pabrik-pabrik mereka ke luar negeri di mana
tenaga kerja murah tersedia. Negara tuan rumah
menghasilkan pendapatan lebih sedikit, dan bagian terbesar
dari keuntungan jatuh ke tangan perusahaan asing. Mereka
membuat keuntungan besar sehingga menciptakan
kesenjangan pendapatan yang besar antara negara maju dan
negara berkembang.
6. Dampak globalisasi terhadap penyalahgunaan kebebasan pers
Dampak penyalahgunaan kebebasan media massa sangat berpengaruh dalam
kehidupan kita, karena media massa cetak maupun elektronik senantiasa hadir di
hadapan kita dan senantiasa dinantikan kehadirannya oleh pembaca atau pemirsa.
Kecenderungan perilau negatif mudah terbentuk daam diri kita. Misalnya,
dorongan menjadi konsumerisme (boros) akibat meniton atau membaca iklan di
media massa lebih kuat dibandigka dorongan untuk menjadi produktif. Hal ini
tampak pada pengakuan bahwa pers sering disebut sebagai pilar keempat
demokrasi, pembentuk opini publik, yang bisa menyuburkan gagasan beragam
untuk membentuk masyarakat yang plural dan bersikap toleran, tetapi juga bisa
menjadi sarana penyebar kebencian dan mempertajam perbedaan.
Dampak positif dari kebebasan media massa melalui jurnalisnya dapat
dirasakan perannya dalam proses demokratisasi melalui laporan laporannya. Media

massa yang tercermin dati para jurnalis, berani melawan, tekanan dan
sensor,meliput demonstrasi anti pemerintah dan mengekspos penyalahgunaan
kekuasaan. Hal ini sangat penting dalam menyebarluaskan prodemokrasi.
Dampak negatif pers, terutama bila film, pemberitaan/foto/cover dalam media
massa menjurus pada pornografi dan jurnalistik premanisme, karena hal tersebut
dapat berpengaruh negatif terhadap pembaca atau pemirsanya, khususnya bagi
mereka yang kurang dapat mengendalikan diri.
Penyalahgunaan kebebasan media massa dapat juga berupa pengadilan oleh
pers (trial by press). Misalnya dengan memberitakan bahwa terdakwa yang sedang
menjalani proses peradilan, benar benar orang jahat, biadab, sadis dan tidak
berkemanusiaan. Pemberitaan tersebut akan membentuk opini publik bahwa
terdakwa tersebut patut mendapat hukuman yang berat. Padahal pengadilan
sebagai lembaga yang memiliki kewenangan mengadili masih dalam proses
pencarian bukti tentang kebenaran dakwaan. Tetapi karena sudah menjadi opini
publik bahwa terdakwa adalah bersalah, maka hal ini dapat menggiring atau
mempengaruhi para hakim dalam mengambil keputusan. Kondisi yang demikian
akan mengganggu para hakim untuk mengambil keputusan yang indepeden,
karena berada di bawah tekanan opini publik.
C. Menyikapi Dampak Globalisasi
1. Menyikapi Derasnya arus informasi dari negara maju
Dalam era globalisasi terjadi pertemuan dan gesekan nilai nilai budaya dan
agama di seluruh dunia yang memanfaatkan jasa komunikasi, transportasi dan
informasi hasil modernisasi teknologi tersebut. Pertemuan dan gesekan ini akan
menghasilan kompetisi liar yang berarti saling dipengaruhi (dicaplok) dan
mempengaruhi (mencplok). Contoh,dengan antena parabola dan belangganan
indovision (TV berlangganan) maka kita bisa menghadirkan dunia kekamar kita
melalui TV.
Masa depan kita ditandai oleh banjir informasi dan perubahan yang amat cepat
dikarenakan masyarakat dunia terekspos oleh revolusi ilmu pengetahuan dan
teknologi serta arus globalisasi, sehingga menuntut kesiapan kita untuk
menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Kita harus mampu menghadapi
masyarakat yang dilandasi oleh banjir informasi.
2. Menyikapi globalisasi sebagai tantangan Indonesia di era globalisasi
Tantangan berupa tekanan-tekanan yang datang dari luar baik dalam wujud
ekonomi, politik maupun budaya. Ketergantungan atas kekuatan ekonomi
internasional menyebabkan bangsa Indonesia tidak dapat melepaskan dari

kekuatan-kekuatan tersebut, meski pada kenyataannya apa yang diperoleh bangsa


Indonesia dari ketergantungan tersebut tidaklah selalu manis. Ketergantungan
ekonomi akan merembet pada ketergantungan politik. Tekanan tekanan kultural
(budaya) dari luartidak kurang membahayakannya bagi keutuhan bangsa
dibandingkan tekanan-tekanan ekonomi dan politik. Kemajuan media massa
menjadikan debit arus informasi yang masuk ke dalam masyarakat Indonesia
sangat tinggi. Rayuan-rayuan kultural yang dibawa media massa tersebut sulit
untuk ditolak dan amat efektif dalam menghancurkan budaya dan nilai-nilai yang
telah dipegang oleh warga masyarakat.
Tantangan yang lain berupa munculnya kecenderungan menguatnya kelompok
kelompok berdasarkan etnis (suku) di masyarakat. Menguatnya kelompokkelompokberdasarkan kesukuan ini tidak mustahil akan menjadikan sumpah
pemuda satu nusa,satu bangsa dan satu bahasa tinggal menjadi dokumen sejarah
belaka. Ketidakpuasan kelompok-kelompok masyarakat atas kebijakan pemerintah
pusat akan dengan mudah dan segera bermuara pada ancaman tuntutan merdeka,
lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Sikap selektif terhadap pengaruh globalisasi bidang ekonomi
Kiat-kiat dalam menghadapi arus globalisasi ekonomi:
a. Industralisasi harus berdasarkan ketersediaan bahan baku setempat.
b. Pertanian dijadikan prioritas karena bangsa ini adalah bangsa agraris.
c. Jangan mengadopsi sistem p asar bebas secara penuh karena persiapan masih
d.
e.
f.
g.

minim.
Memilih sistem ekonomi yang mendahulukan sektor domestik.
Mengembanngkan ekonomi kerakyatan.
Tidak boleh terlalu tergantung pada hutang luar negeri.
Menjalin kerja sama dengan sesama negara berkembang dengan semangat

saling menguntungkan.
h. melaksanakan pasal 33 UUD 1945 dengan membangun kerja sama pelaku
ekonomi yang terdiri dari badan usaha koperasi, badan usaha milik negara dan
badan usaha milik swasta.
4. Di bidang politik Indonesia harus melakukan demokrasi yang ditunjukkan untuk
mewujudkan kedaulatan rakyat. Demokrasi di Indonesia hendaknya di arahkan
pada pemerintahan yang dibentuk oleh rakyat, dilaksanakan oleh rakyat dan
ditujukan untuk kepentingan rakyat.
5. Di bidang sosial bangsa Indonesia harus mampu mempertahankan nilai-nilai dasar
budaya bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam pancasila.
Beberapa sikap yang perlu dikembangkan untuk menghadapi globalisasi, antara lain :
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha esa.

2. Membekali diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan


3.
4.
5.
6.
7.
8.

perkembangan zaman.
Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Memegang teguh nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Bersikap bijaksana dengan membuka diri terhadap pengaruh positif globalisasi.
Bersikap waspada dan mengantisipasi dampak negatif globalisasi.
Bersikap selektif terhadap semua pengaruh dari luar.
Mempertebal semangat nasionalisme.
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
a. Globalisasi adalah suatu proses dibentuknya suatu tatanan, aturan, dan sistem yang
berlaku bagi bangsa bangsa di seluruh dunia
b. Dampak positif Globalisasi :
Makin terbukanya pasar Internasional bagi hasil produksi dalam negeri.
Dapat meningkatkan kesempatan kerja dan devisa negara
Meningkatkan pembangunan negara.
Dampak negatif Globalisasi

Munculnya sifat henodisme, yakni ingin mnikmati sepuas puasnya

kenikmatan duniawi
Persaingan bebas mengakibatkan adanya kesenjangan antar pelaku

ekonomi
c. Sikap yang perlu dikembangkan untuk menghadapi globalisasi, antara lain :
Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha esa.
Membekali diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan

perkembangan zaman.
Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Memegang teguh nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Bersikap bijaksana dengan membuka diri terhadap pengaruh positif globalisasi.
Bersikap waspada dan mengantisipasi dampak negatif globalisasi.
Bersikap selektif terhadap semua pengaruh dari luar.
Mempertebal semangat nasionalisme

2. Saran
Sebagai warga negara indonesia yang baik hendaknya kita bersikap selektif
terhadap adanya globalisasi, mengambil dari segi positif dan meninggalkan

segi negatifnya.
Untuk menghadapi globalisasi yang memiliki dampak positif dan negatif
hendaknya disertai dengan komitmen terhadap prinsip prinsip moral yang kuat.

DAFTAR PUSTAKA
Arfani, Riza Noer.2004.Globalisasi Karakteristik dan Implikasinya.Yogyakarta: Jurnal
Ekonomi Digital Al-Manar
Gidden, Anthony.2001.Runaway World Bagaimana Globalisasi Merombak Kehidupan Kita.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Khor, Martin. 2003.Globalisasi Perangkap Negara Negara Selatan. Yogyakarta: Cindelaras
Pustaka Rakyat cerdas.
Qodry, Azizy. 2003.Melawan Globalisasi.Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Sudarsono, Agus.2013.Globalisasi Ekonomi dan Implikasinya terhadap Negara
Berkembang.Yogyakarta: Makalah UNY
Sunarso.2013.Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi.Yogyakarta: UNY
Press.