Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut:


-

Dari analisa peta kontur struktur yang telah dibuat, didapatkan dua daerah
anomali, yaitu berupa sesar. Sehingga perhitungan sumberdaya batubara dibagi
menjadi tiga blok (A, B, dan C) yang dibatasi oleh garis sesar. Untuk
mempermudah perhitungan blok A dibagi menjadi delapan blok (A1, A2, A3, A4,
A5, A6, A7, A8), blok B dibagi menjadi empat blok (B1, B2, B3, B4), dan blok C
menjadi tujuh blok (C1, C2, C3, C4, C5, C6, C7). Dilihat dari kerapatan kontur
struktur terjadi pula perubahan sudut kemiringan lapisan (dip) batubara setiap
bloknya. Dimana dip pada blok A 10, blok B 12, dan blok C 13 dengan arah
kemiringan ke arah timur laut. Karena kemiringan yang relatif landai daerah
penelitian termasuk dalam kelompok geologi sederhana berdasarkan SNI 1998,
sedangkan struktur sesar dianggap sebagai struktur minor dalam regional Lati.

Analisa pola penyebaran ketebalan lapisan batubara dilakukan per blok. Dimana
pada blok A penipisan ketebalan lapisan batubara cenderung terjadi dari arah
tenggara menuju barat laut dan penebalan terjadi di daerah selatan, pada blok B
penipisan cenderung terjadi dari arah barat daya menuju timur laut dimana terjadi
penebalan di daerah barat dan selatan blok, dan pada blok C penipisan yang
cukup ekstrim terjadi di daerah barat daya yang diakibatkan adanya pelapukan
namun secara regional arahnya menuju timur laut, sedangkan penebalan terjadi di
daerah selatan, barat, dan barat laut. Rata-rata ketebalan pada blok A 2.03 meter,
blok B 1.79 meter, dan blok C 2.00 meter. Luas yang diperoleh pada blok A
1345395.00 m2, blok B 428093.75 m2, blok C 823309.37 m2. Sehingga

dhanny maskurwanto, laporan tugas akhir, V-1

didapatkan tonase sumberdaya batubara terukur (measured) sebesar 6735848.24


MT.
-

Nilai kalori batubara setiap bloknya adalah blok A 5892 cal/g, blok B 5857 cal/g
dan blok C 5810 cal/g pada basis ad. Menurut A.S.T.M. batubara seam E
termasuk dalam kelompok Sub-Bituminous A. Menurut U. S. G. S. 1982,
berdasarkan kandungan abu dari hasil analisa kualitas batubara pada basis ar,
batubara pada blok A, B, dan C termasuk dalam golongan Low-Ash Coal.
Sedangkan berdasarkan kandungan sulfur pada basis ar, batubara pada blok A, B,
dan C termasuk dalam golongan Medium-Sulphur Coal. Dengan kondisi fisik
berwarna hitam, gores hitam kecoklatan, pecahan flatty-subconcoidal, kekerasan
hard-semi hard, tingkat kecemerlangan (70-90) %, dengan kandungan mineral
lain berupa pyrite dan resin. Di beberapa tempat terjadi sisipan berupa
batulempung.

5.2

Saran

Dari hasil penelitian ini, penulis dapat memberikan saran sebagai bahan
pertimbangan, dipandang perlu dilakukan pengkajian lebih dalam mengenai kondisi
struktur pada daerah penelitian, karena terdapat struktur sesar dan perubahan
kemiringan lapisan (dip) karena akan berpengaruh pada perhitungan sumberdaya
batubara.

dhanny maskurwanto, laporan tugas akhir, V-2