Anda di halaman 1dari 23

WRAP UP

Peserta Asuransi Jiwa

Kelompok B-12
Ketua

: Putri Indah Fauzani

Sekretaris

: Nusicha Siti Andriana

Anggota

: Muhammad Fahmi Syahputra


Nunki Restika
Nurintan Assagaf
Octavina Nurul
Putri Pasya Permana

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2014/2015
1

DAFTAR PUSTAKA
Skenario

Brain Storming

Hipotesa

Sasaran Belajar

LI. 1. Memahami dan Menjelaskan General Medical Check Up


LO. 1. 1. Definisi General Medical Check Up

LO. 1. 2. Tujuan General Medical Check Up

LO. 1. 3. Jenis General Medical Check Up

LO. 1. 4. Prosedur General Medical Check Up

10

LO. 1. 5. Fungsi dan sasaran General Medical Check Up

11

LO. 1. 6. Keuntungan dan kerugian General Medical Check Up

12

LI. 2. Memahami dan Menjelaskan Transpor Lipid


LO. 2. 1. Struktur Lipid

13

LO. 2. 2. Fungsi Lipid

15

LO. 2. 3. Metabolisme Lipid

15

LO. 2. 4. Standar dalam tubuh

17

LO. 2. 5. Abnormalitas metabolisme Lipid

18

LO. 2. 6. Penyebab abnormalitas Lipid

18

LO. 2. 7. Penanganan terhadap abnormalitas Lipid

18

LI. 3. Memahami dan Menjelaskan Manfaat Olahraga untuk Kesehatan


LO. 3. 1. Kebutuhan oksigem terhadap aktivitas

19

LO. 3. 2. Komponen kebugaran jasmani terkait olahraga

19

LI. 4. Memahami dan Menjelaskan Makanan Halal dan Thoyyibah


LO. 4. 1. Definisi makanan halal dan thoyyibah

20

LO. 4. 2. Dalil mengenai makanan halal dan thoyyibah

21

Daftar pustaka

22
2

SKENARIO
Peserta Asuransi Jiwa
Bapak Fulan, 48 tahun berencana akan menjadi nasabah suatu perusahaan asuransi jiwa
multinasional. Perusahaan asuransi mewajibkannya untuk mengikuti General Medical Check Up.
Dari hasil pemeriksaan diketahui, secara umum kesehatan bapak Fulan baik kecuali nilai profil
lipid darah yang berada di atas. Dokter menyarankan agar bapak Fulan rajin berolahraga,
mengatur pola makan dan mengkonsumsi makanan halal dan thoyyibah.

BRAIN STORMING
Kata Sulit
1. General Medical Check Up
2. Lipid

3. Nilai profil lipid darah


4. Thoyyibah

: Pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui


status kesehatan, bukan untuk mendiagnosis gejala /
mengobati penyakit
: - Kelompok heterogen lemak dan substansi serupa lemak
termasuk asam lemak, lemak netral, lilin, dan steroid
yang tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut non
polar.
- Mudah di simpan dalam tubuh, merupakan sumber
energi, bahan penting dalam struktur sel, dan
mempunyai fungsi biologis lainnya.
: Tes darah yang mengukur kolesterol total, trigliserida, dan
kolesterol HDL.
: Bahasa : Perkataan yang baik.
Istilah : Setiap ucapan yang mengandung kebenaran dan
kebajikan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan
orang lain

Pertanyaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apa saja yang di periksa dalam General Medical Check Up?


Apa saja prosedur General Medical Check Up?
Apa tujuan melakukan General Medical Check Up?
Apa penyebab nilai profil lipid darah di atas normal?
Berapa nilai normal profil lipid darah?
Apakah hubungan olahraga dan makanan terhadap nilai profil lipid darah?
Apa saja jenis General Medical Check Up?
Penyakit apa saja yang bisa di deteksi dengan General Medical Check Up?
Apa saja makanan dan minuman yang termasuk halal dan thoyyibah?

Jawaban

1. - Pemeriksaan Laboratorium, darah, urine, ginjal, gula darah, lemak, feses


- Foto toraks
- USG, abdomen, ginekologi
- Gizi
- Mata
- THT
- Uroflometri
- Kebidanan, Pap Smear
- Sperometri
2. - Wawancara riwayat penyakit
- Pemeriksaan Fisik
- Pemeriksaan Laboratorium
- Pemeriksaan Penunjang (foto Rontgen, EKG, dll)
- Wawancara akhir
3. Mengetahui status kesehatan, bukan untuk mendiagnosis gejala / mengobati penyakit.
4. Olah raga tidak teratur, makan tidak teratur, faktor genetik
5. Dewasa : - TGL di bawah 200 mg/dL
-Kolesterol di bawah 200 mg/dL
-HDL 35 65 mg/dL
-LDL kurang dari 150 mg/dL

6.
7.
8.
9.

Anak

: Kolesterol 130 170 mg/dL

Bayi

: Kolesterol 90 130 mg/dL

Olah raga dapat menstabilkan seluruh metabolisme di dalam tubuh.


Pemeriksaan fisik, rontgen dada, USG, EKG.
Diabetes, hipertensi, penyakit pada cardiovaskular, ginjal, liver, dll.
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tecekik, yang dipukul, yang jatuh ditanduk, dan
yang diterkam binatang buas, kecuali kamu sempat menyembelihnya.
(QS. Al-Maidah: 3)

HIPOTESA
General Medical Check Up adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk
mengetahui status kesehatan. Salah satu pemeriksaan General Medical Check Up adalah
pemeriksaan nilai profil lipid darah. Nilai profil lipid darah yang di atas normal di sebabkan oleh
olah raga tidak teratur, makan tidak teratur, faktor genetik, dll. Untuk mengatasinya adalah
dengan olahraga yang teratur dan makan makanan yang halal dan thoyyibah.

SASARAN BELAJAR
LI. 1. Memahami dan Menjelaskan General Medical Check Up
LO. 1. 1. Definisi General Medical Check Up
LO. 1. 2. Tujuan General Medical Check Up
LO. 1. 3. Jenis General Medical Check Up
LO. 1. 4. Prosedur General Medical Check Up
LO. 1. 5. Fungsi dan sasaran General Medical Check Up
LO. 1. 6. Keuntungan dan kerugian General Medical Check Up
LI. 2. Memahami dan Menjelaskan Transpor Lipid
LO. 2. 1. Struktur Lipid
LO. 2. 2. Fungsi Lipid
LO. 2. 3. Metabolisme Lipid
LO. 2. 4. Standar dalam tubuh
LO. 2. 5. Abnormalitas metabolisme Lipid
LO. 2. 6. Penyebab abnormalitas Lipid
LO. 2. 7. Penanganan terhadap abnormalitas Lipid
LI. 3. Memahami dan Menjelaskan Manfaat Olahraga untuk Kesehatan
LO. 3. 1. Kebutuhan oksigem terhadap aktivitas
LO. 3. 2. Komponen kebugaran jasmani terkait olahraga
LI. 4. Memahami dan Menjelaskan Makanan Halal dan Thoyyibah
LO. 4. 1. Definisi makanan halal dan thoyyibah
LO. 4. 2. Dalil mengenai makanan halal dan thoyyibah

LI. 1. Memahami dan Menjelaskan General Medical Check Up


LO. 1. 1. Definisi General Medical Check Up
General Medical Check Up merupakan pemeriksaan minimal lengkap yang harus
dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau penyakit. Dengan melakukan Medical
Check Up dapat di ketahui hasil berbagai fungsi organ tubuh kita misalnya fungsi hati, fungsi
ginjal, dsb. Dengan mengetahui fungsi masing-masing organ tubuh, kita dapat mengambil
langkah pencegahan ke keadaan yang lebih buruk lagi atau bahkan dapat mengambil langkah
dini untuk memutus proses pada penyakit tertentu. General Medical Check Up adalah prevensi
yang dapat dilakukan secara rutin untuk menghindari kekecewaan dan kerugian yang disebabkan
oleh gangguan kesehatan yang mendadak.

LO. 1. 2. Tujuan General Medical Check Up


Mencegah berkembangnya penyakit
Melakukan pengobatan segera
Mencegah/menunda komplikasi
Memperpanjang usia produktif
Meningkatkan kualitas hidup
Memperpanjang usia harapan hidup
Menghemat biaya pengobatan
LO. 1. 3. Jenis General Medical Check Up

1) Medical Check Up Basic


a. Pemeriksaan fisik oleh dokter umum.
b. Foto rontgen thorax.
c. Pemeriksaan laboratorium:
Darah lengkap (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, hitung jenis,
lajuendap darah, trombosit).
Urine lengkap (warna Ph, BJ, protein, glukosa, keton, bilirubin, sendimen).
2) Medical Check Up Paket Deluxe
a. Pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis penyakit dalam.
b. Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi umum.
c. Foto rontgen thorax.
d. EKG.
e. Makan pagi.
f. Resume dan konsultasi hasil medical check up.
g. Pemeriksaan laboratorium:
Darah lengkap (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, hitung jenis,
lajuendap darah, trombosit).
Urine lengkap (warna Ph, BJ, protein, glukosa, keton, bilirubin, sendimen).
Fungsi hati (SGOT, SGPT).
8

Fungsi ginjal (ureum, keratin, asam urat).


Fungsi lemak (kolesterol, HDL, LDL, trigliserid).
Gula darah (puasa dan 2 jam setelah makan).

3) Medical Check Up Paket Executive


a. Pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam.
b. Pemeriksaan jantung oleh dokter spesialis jantung.
c. Pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata.
d. Pemeriksaan THT oleh dokter spesialis THT.
e. Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi umum.
f. EKG.
g. Treadmill.
h. Audimetri, spirometri (pemeriksaan fungsi paru).
i. USG abdomen (khusus pria).
j. Pemeriksaan kandungan oleh dokter spesialis kandungan (khusus wanita).
k. USG abdomen dan organ ginekologi (khusus wanita).
l. Pemeriksaan papsmear.
m. Foto rontgen thorax.
n. Makan pagi.
o. Resume dan konsultasi hasil medical check up.
p. Pemeriksaan laboratorium.
4) Medical Check Up Paket Uji Kesehatan Khusus Jantung
a. Pemeriksaan jantung oleh dokter spesialis jantung.
b. EKG.
c. Resume dan konsultasi hasil medical check up.
d. Pemeriksaan laboratorium:
Darah lengkap (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, hitung jenis,
lajuendap darah, trombosit).
Fungsi ginjal (ureum, keratin, asam urat).
Fungsi lemak (kolesterol, HDL, LDL, trigliserid).
Gula darah (puasa dan 2 jam setelah makan).
5) Medical Check Up Paket Pemeriksaan Paru
a. Pemeriksaan oleh dokter spesialis paru.
b. Foto rontgen thorax.
c. Spirometri.
d. Resume dan konsultasi hasil medical check up.
e. Pemeriksaan laboratorium.
6) Medical Check Up Paket Saluran Cerna dan Hati
a. Pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam.
b. USG hepatobilier.
c. Resume dan konsultasi hasil medical check up.
d. Pemeriksaan laboratorium.
9

7) Medical Check Up Paket Pra Nikah


a. Pemeriksaan fisik.
Fisik oleh dokter umum.
Foto rontgen thorax.
b. Laboratorium
Darah lengkap.
Golongan darah resus.
Gula darah sewaktu.
VDLR.
TPHA.
c. Resume dan konsultasi hasil medical check up.
8) Medical Check Up Paket Narkoba
a. Pemeriksaan fisik
Fisik oleh dokter umum.
b. Laboratorium
Morfin/opiate.
Amphetamin.
Mariyuana.
c. Resume dan konsultasi hasil medical check up.
9) Paket Ibadah Haji Pria/Wanita
a. Pemeriksaan dokter internis.
b. Thorax AP/PA/LAT.
c. EKG.
d. Hematologi lengkap.
e. Golongan darah/RH.
f. Glukosa darah puasa.
g. Glukosa 2 jam PP.
h. Kolesterol total.
i. HDL cho.
LO. 1. 4. Prosedur General Medical Check Up
General Medical Check Up meliputi beberapa tahapan yaitu:
1. Wawancara / anamnesa
Wawancara atau Anamnesa dilakukan untuk mengetahui riwayat penyakit
sekarang,riwayat penyakit yang pernah diderita sebelumnya dan riwayat penyakit dalam
keluarga.
Dokter akan menanyakan kondisi umum, penyakit danoperasi yang pernah Anda jalani
atau obat-obatan yang diambil. Dia juga menanyai gayahidup Anda, seperti apakah Anda
merokok, pola makan Anda, apakah Anda teratur berolahraga dan lainnya. Dia juga akan
menanyakan apakah ada penyakit tertentu yang menurun di keluarga Anda, seperti diabetes
melitus, serangan jantung atau kanker.
10

2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan mulai dari mengetahui vital sign (tensi, nadi, pernafasanserta
suhu tubuh), dilanjutkan dengan memeriksa tubuh yang dilakukan sesuai dengan prosedur fisik
diagnostik.
Secara menyeluruh dan diagnosis lebih lanjut untuk menentukan kesehatan umum,
misalnya: pengukuran tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, pemeriksaan pernapasan,
kulit, abdomen, leher, kelenjar getah bening dan refleks saraf. Dengan cara ini dokter dapat
menemukan, misalnya, bila ada tanda-tanda penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan
hipertensi. Dokter juga perlu mengukur tinggi dan berat badanuntuk menghitung indeks massa
tubuh. Indeks masa tubuh di atas normal meningkatkan risiko berbagai penyakit.
3. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan tujuan untuk menentukan prognosis atau
memprediksikan perjalanan penyakit. Beberapa penyakit yang dapat dideteksi dengan General
Medical Check Up antara lain Hipertensi, Diabetes, Dislipidemial (kolesterol), penyakit hati,
ginjal paru, dll. Pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan untuk General Medical Check
Up, hematologi rutin, urine rutin, fecesrutin, glukosa puasa, profil lemak, tes fungsi hati, tes
fungsi ginjal dan asam urat.
4. Pemeriksaan penunjang lain seperti foto Rontgen, EKG, dll
Pemeriksaaan penunjang berfungsi untuk menunjang hasil diagnosis dokter. Dokter akan
merujuk Anda untuk mendapatkan tes darah dan tes urin rutin di laboratorium. Pemeriksaan
darah dan urin terutama untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan metabolik (misalnya
diabetes melitus) atau penyakit ginjal. Untuk tujuan ini, dokter perlu mengetahui tingkat glukosa
darah dan lipid darah (misalnya trigliserida dan kolesterol). Untuk mengukur tingkat kebugaran
dan kesehatan jantung Anda, dokter bisa meminta Anda mengikuti pemeriksaan dengan
threadmill.
5. Wawancara akhir
Dalam wawancara akhir, dokter membahas hasil-hasil medical check up dengan
Anda dan langkah-langkah berikutnya. Dia akan menyusun profil risiko Anda untuk penyakit
kardiovaskular dan penyakit lainnya dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan tingkat
kesehatan dan kebugaran Anda. Pemeriksaan lebih lanjut (mungkinoleh dokter rujukan),
misalnya pemeriksaan EKG untuk penyakit jantung, hanya perludilakukan jika ada kecurigaan
penyakit. Bila tingkat kesehatan Anda secara umum baik,medical check up berikutnya bisa Anda
lakukan dua tahun kemudian.
LO. 1. 5. Fungsi dan sasaran General Medical Check Up

GMCU pada dasarnya bukanlah pemeriksaan yang baru dapat dilakukan ketika muncul
keluhan, melainkan sebuah pemeriksaan yang sebaiknya rutin dilakukan. GMCU dapat
dilakukan sesuai usia dan riwayat kesehatan. Ada juga yang memerlukan kontrol rutin,
seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan prostat.

11

Faktanya, insiden penyakit berisiko tinggi seperti jantung atau kanker kini sudah semakin
banyak menyerang mereka yang berusia lebih muda. Maka, MCU sebaiknya mulai rutin
dilakukan ketika telah menginjak usia 30 tahun.
Sementara ketika usia Anda di bawah 30 tahun pun, jangan sampai menunggu ada
keluhan. Periksakan tubuh secara menyeluruh agar hal-hal yang perlu diperbaiki dapat
segera diketahui. Hanya saja, meski dibolehkan, selama tak ada keluhan yang harus
ditindaklanjuti, Anda belum wajib melakukan MCU setahun sekali.
Pada usia di atas 30 tahun, untuk menjaga perkembangan kesehatan tetap terpantau,
idealnya Anda melakukan MCU secara berkala sekitar 1-2 tahun sekali.
Apabila orangtua diketahui memiliki penyakit yang dapat diturunkan secara genetik,
Anda bisa memilih paket MCU rutin sesuai dengan keluhan atau penyakit yang diderita.
Misalnya, Anda hanya ingin periksa untuk deteksi diabetes atau jantung koroner,
biasanya tempat MCU menyediakan paket-paket khusus untuk itu.
Pasangan yang hendak menikah sangat dianjurkan untuk melakukan MCU terlebih
dahulu. Tujuannya adalah agar keduanya mengetahui status kesehatan diri sendiri dan
pasangan, sehingga dapat mencegah dan mengobati penyakit yang ada. Ada beberapa
penyakit yang bisa diturunkan karena perkawinan, misalnya thalassemia . Ini dapat
dicegah apabila sebelumnya penyakit tersebut diketahui. MCU juga dapat mencegah
infeksi virus Toxoplasma, Rubella, Citomegalovirus dan Herpes yang bisa mengganggu
pertumbuhan janin.
Pemeriksaan Pap Smear untuk deteksi dini kanker leher rahim sebaiknya dilakukan satu
kali dalam satu tahun pada perempuan yang sudah melakukan hubungan intim.
Pemeriksaan yang juga perlu bagi perempuan adalah deteksi dini kanker payudara. Untuk
perempuan berusia 35 tahun ke atas, USG payudara dan mamografi harus mulai
dilakukan secara berkala.
USG dan mamografi merupakan pemeriksaan yang saling menunjang untuk mengetahui
diagnosis kanker payudara. Ketika usia Anda lebih dari 35 tahun, sebaiknya lakukan
kedua cara tersebut, karena masing-masing memiliki spesifikasi tersendiri. Sementara
untuk perempuan yang berusia di bawah 30 tahun, sebaiknya sudah mulai rutin
melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sejak usia 20 tahun.
Perempuan yang telah memasuki masa menopause sebaiknya juga menyertakan
pemeriksaan tulang pada daftar MCU yang akan diambil.
Pada pria berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan yang terhitung wajib adalah Prostate
Spesific Antigen (PSA) Screening sebagai deteksi dini kanker prostat melalui tes darah.
LO. 1. 6. Keuntungan dan kerugian General Medical Check Up

Keuntungan Melakukan GMC


Mengetahui penyakit secara dini dan dapat mengatasi dengan cepat
Mencegah penyakit yang telah terdeteksi tidak berlanjut
Meningkatkan kualitas hidup
Mencegah berkembangnya penyakit
Memperpanjang usia produktif
Menghemat biaya pengobatan
12

Mencegah atau menunda komplikasi penyakit


Melakukan pengobatan segera terhadap hasil temuan yang tidak normal
pada pemeriksaan tersebut
Apabila dilakukan secara rutin dapat mengetahui kondisi kesehatan saat ini lebih baik
atau buruk daripada sebelumnya
Bila hasilnya normal: hati senang, pikiran tenang, tubuh semakin bugar dan produktivitas
meningkat.
Bila ada kelainan dan diagnosis sudah ditegakkan, pengobatan dapat dilakukandengan
cepat dan tepat, sehingga penyakit dapat segera diatasi.
Bila ditemukan kelainan terapi diagnosis belum tegak, maka diperlukan
pemeriksaanlaboratorium tambahan untuk diagnosis yang lebih pasti.
Kerugian Bila Tidak Melakukan GMC
Kelainan yang ada tidak dapat diketahui secara dini
Saat muncul keluhan, penyakit telah mencapai tahap lanjut pengobatan sulit dan
biayalebih tinggi
Membutuhkan biaya yang besar
LI. 2. Memahami dan Menjelaskan Transpor Lipid
Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam
pelarut-pelarut organik.
LO. 2. 1. Struktur Lipid
Terdapat beberapa jenis lipid yaitu:
1. Asam lemak, terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh
2. Gliserida, terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida
3. Lipid kompleks, terdiri atas lipoprotein dan glikolipid
4. Non gliserida, terdiri atas sfingolipid, steroid dan malam
Asam lemak
Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Adapun rumus umum dari
asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH atau

CnH2n+1-COOH

Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Ada dua macam asam lemak
yaitu:
1. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) : Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap
2. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) : Asam lemak ini memiliki satu atau lebih
ikatan rangkap
Gliserida netral (lemak netral)

13

Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol. Fungsi dasar dari gliserida
netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin
berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1
asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan
jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan
energi penting dari sumber lipid.
Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya
merupakan trigliserida. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah:
1.
2.
-

Lemak
Umumnya diperoleh dari hewan
Berwujud padat pada suhu ruang
Tersusun dari asam lemak jenuh
Minyak
Umumnya diperoleh dari tumbuhan
Berwujud cair pada suhu ruang
Tersusun dari asam lemak tak jenuh

Fosfogliserida (fosfolipid)
Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah
satu rantai asam lemak.
Penggunaan fosfogliserida adalah:
1. Sebagai komponen penyusun membran sel
2. Sebagai agen emulsi
Lipid kompleks
Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contoh penting dari
lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid.
Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein. Ada 4 klas mayor dari
lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid, yaitu:
1. Kilomikron : Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan
lain, kecuali ginjal
2. VLDL (very low - density lypoproteins): VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan
mengangkutnya menuju jaringan lemak
3. LDL (low - density lypoproteins) : LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer
4. HDL (high - density lypoproteins) :HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut
kolesterol ke hati.

14

Lipid non gliserida


Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. Jadi asam lemak bergabung dengan molekulmolekul non gliserol. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid, steroid, kolesterol dan
malam.

Sfingolipid
Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. Penggunaan primer dari
sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. Pada manusia, 25% dari lipid
merupakan sfingolipid.
Kolesterol
Selain fosfolipid, kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma.
Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon. Kolesterol berhubungan dengan
pengerasan arteri. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri, yang mengakibatkan
peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit, penurunan kemampuan untuk meregang.
Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke.
Steroid
Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid, misalnya testosteron dan progesteron.
Steroid lainnya adalah kortison. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme
karbohidrat, penanganan penyakit arthritis rematoid, asthma, gangguan pencernaan dan
sebagainya.
Malam/lilin (waxes)

15

Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. Malam sering digunakan sebagai
lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain. Malam merupakan ester antara asam lemak
dengan alkohol rantai panjang.

LO. 2. 2. Fungsi Lipid

Sebagai penyusun struktur membrane sel : Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk
sel dan mengatur aliran material material.
Sebagai cadangan energy : Lipid disimpan mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin
membantu regulasi proses proses biologis.
Sebagai hormone dan vitamin : Hormon mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin
membantu regulasi proses proses biologis.
Sebagai penyekat panas di sekeliling organ tertentu.
Sebagai penyekat listrik, untuk perambatan cepat syaraf bermyelin.
LO. 2. 3. Metabolisme Lipid

Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu
trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid
adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena
larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai
pendek juga dapat melalui jalur ini.
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air, maka diangkut
oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus
(enterosit). Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida
(lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Selanjutnya kilomikron
ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava, sehingga bersatu
dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan
adiposa.
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam
lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali
menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi.
Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam lemak
dan gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses
pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh
albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty
acid/FFA).
Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan
gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak mengalami
esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi
jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam
lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida
jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.
16

Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA.
Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein, asetil KoA
dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain,
jika kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam
lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami
kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis
membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan
badan-badan keton (aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis.
Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan
asidosis metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.

Metabolisme lipid
Metabolisme gliserol
Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Gliserol
ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. Pada tahap awal,
gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat. Selanjutnya senyawa
ini masuk ke dalam rantai respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat, suatu produk antara
dalam jalur glikolisis.
Oksidasi asam lemak (oksidasi beta)
Untuk memperoleh energi, asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan
oksidasi beta. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta, asam lemak harus diaktifkan terlebih
17

dahulu menjadi asil-KoA. Dengan adanya ATP dan Koenzim A, asam lemak diaktifkan dengan
dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase).
Dalam oksidasi beta, asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan
proses dan pada setiap proses, diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA.
Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Dalam proses oksidasi ini, karbon
asam lemak dioksidasi menjadi keton.
LO. 2. 4. Standar dalam tubuh
Kolesterol LDL (Kolesterol jahat)
Kolesterol HDL (Kolesterol baik)
Kadar trigliserida

: Optimal: <100mg/dL
: Sehat/normal: kadar kolesterol <200 mg/dL
: Sehat/normal: <150 mg/dL

Kadar profil lipid darah normal

: Bayi
: 80-130 mg/dL
Anak-anak : 130-170 mg/dl
Dewasa
: 200-240 mg/dL
: Kolesterol total
: <200 mg/dL
Kolesterol LDL
: <100 mg/dL
Kolesterol HDL
: >40 - 60 mg/dL
Trigilserida
: <150 mg/dL

Kadar Lipid Serum Normal

LO. 2. 5. Abnormalitas metabolisme Lipid

Hiperkolesterolemia
Hipertrigliseridemia
Jantung koroner
Ateroskeloris

: dikarenakan kolesterol total tinggi dalam darah


: Kadar trigliseridemia tinggi dalam darah
: salah satu penyebabnya dikarenakan LDL <130 md/dL
: LDL terlalu tinggi di dalam darah dapat terjadi akumulasi
endapan lemak atau plak dalam arteri sehingga aliran darah
menyempit.
Pembesaran hati dan limfa : karena kadar trigliserida yang tinggi.
LO. 2. 6. Penyebab abnormalitas Lipid

Usia

: Kadar lipoprotein terutama kolesterol LDL, meningkat sejalan dengan


bertambahnya usia.
Jenis Kelamin
: Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang lebih tinggi, tetapi
setelah menopause kadarnya pada wanita lebih meningkat.
Riwayat keluarga dengan hyperlipidemia.
Obesitas / kegemukan.
Menu makanan yang mengandung asam lemak jenuh seperti mentega, margarine, whole
milk, es krim, keju, daging berlemak.
Kurang melakukan olahraga.
Penggunaan alkohol.
Merokok.
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik.
18

Gagal ginjal.
Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
Obat obatan tertentu yang dapat mengganggu metabolisme lemak seperti estrogen, pil kb,
kortikosteroid, diuretik tiazid (pada keadaan tertentu)
LO. 2. 7. Penanganan terhadap abnormalitas Lipid

1. Pengaturan diet
kolesterol < 200 mg/hari
karbohidrat 50-60% kalori total
protein hingga 15% kalori total
lemak jenuh < 7% kalori total
2. Latihan jasmani / olah raga
3. Penurunan berat badan bagi yang obesitas
4. Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol
5. Terapi dengan obat
Pada orang yang sudah menderita dislipidemia harus dilakukan pemantauan terhadap
kadar kolesterol setiap 6 minggu sampai tercapai target yang diharapkan. Disarankan untuk
melakukan kontrol secara rutin, mendapatkan penanganan yang optimal dan bekerjasama antara
penderita dengan dokter dengan cara memperbaiki pola hidup sehat.
LI. 3. Memahami dan Menjelaskan Manfaat Olahraga untuk Kesehatan
LO. 3. 1. Kebutuhan oksigem terhadap aktivitas
Pada saat berlatih dengan intensitas tinggi, pengambilan oksigen tidak sebanding dengan
kebutuhan untuk pembakaran. Maka, oksigen yang di ambil jauh lebih tinggi dari kalori yang
mampu di bakar saat itu, kondisi ini di kenal dengan sebutan EPOC (Excess Post exercise
Oxygen Consumption) sehingga, kelebihan oksigen ini digunakan untuk membantu memperbaiki
kembali kondisi tubuh pada saat istirahat untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan akibat dari
latihan berat, dimana proses ini memerlukan banyak energi. Komponen ini menjadi bagian awal
dari efek afterburn, dan memerlukan suplemen yang tepat.
Proses EPOC ini terjadi dengan cukup tinggi langsung setelah latihan, dan perlahan akan
turun. Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa efek EPOC ini terjadi sampai 38 jam
setelah olahraga. Proses EPOC ini memberikan efek yang cukup memuaskan yaitu pengurangan
lemak di tubuh walaupun olahraganya sendiri tercatat lebih sedikit membakar kalori ketika di
lakukan.
LO. 3. 2. Komponen kebugaran jasmani terkait olahraga

Daya Tahan Jantung Paru (Cardio Respiratory Endurance)

19

Daya tahan jantung paru adalah kemampuan seseorang untuk bekerja dalam jangka
waktu relative lama dengan kelelahan yang tidak berarti dan segera pulih dalam waktu yang
singkat.
Kekuatan Otot (Muscle Strength)
Kekuatan otot adalah kemampuan tubuh mengerahkan tenaga untuk menahan beban yang
diberikan.
Daya Tahan Otot (muscle endurance)
Daya tahan otot adalah kapasitas sekelompok otot untuk melakukan kontraksi yang
beruntun atau berulang ulang terhadap suatu beban submaksimal dalam jangka waktu
tertentu. Daya tahan otot bermanfaat untuk mengatasi kelelahan. Pengukuran daya tahan otot
dilakukan melalui push up test dan sit up test.
Kelenturan (flexibility)
Kelenturan adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerak melaluiruang gerak sendi
atau ruang gerak tubuh secara maksimal tanpa di pengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan.
Kelenturan gerak tubuh pada persendian tersebut, sangat di pengaruhi oleh: elastisitas otot,
jenis sendi, struktur tulang, jaringan sekitar sendi, tendon dan ligament di sekitar sendi serta
kualitas sendi itu sendiri.
Komposisi Tubuh (Body Compotition)
Komposisi tubuh merupakan perbandingan jumlah lemak yang dikandung di dalam tubuh
seseorang. Jika kita memiliki kandungan lemak dalam tubuh yang berlebihan, akan
mengganggu system kerja organ tubuh lainnya oleh karena itu, untuk mendapatkan kebugaran
tubuhm sebaiknya jaga asupan lemak yang kita makan.

LI. 4. Memahami dan Menjelaskan Makanan Halal dan Thoyyibah


LO. 4. 1. Definisi makanan halal dan thoyyibah
Halal berasal dari kata halla yang artinya lepas atau tidak terikat berarti hal-hal yang
boleh dan dapat dilakukan karena bebas dan tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang
melarangnya. Bebas dari duniawi dan akhirat.
Thoyib artinya baik, lezat, menentramkan, paling utama. Berarti makanan yang tidak
kotor dari segi zat yang terkandung di dalamnya sehingga tidak membahayakan kesehatan fisik
dan psikis, tidak kadaluarsa, dan tidak bercampur najis.
Kehalalan suatu zat makanan dan minuman ditentukan oleh zat, sifat, cara memperoleh,
dan akibat yang ditimbulkan jika mengkonsumsinya. Halal berdasarkan ketentuan syari menurut
Quraish Shihab makanan thoyib adalah makanan yang baik dan bergizi bisa dilihat dari segi
kebersihan, rasa, dan cara menyajikan.
Produk halal menurut LPPOM MUI adalah produk yang memenuhi syarat kehalalan
sesuai syariat Islam baik produksi (penyembelihan, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan,
penyajian) dan bahan (bahan baku, bahan penolong, bahan tambahan), secara rinci yaitu:
1) Tidak mengandung babi dan bahan yang berasal dari babi.
2) Tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan: bahan yang berasal dari organ manusia,
darah, kotoran-kotoran, dsb.
20

3) Semua hewan yang berasal dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syariat
islam.
4) Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengelolaan dan
transportasinya tidak boleh digunakan untuk babi. Jika telah digunakan untuk babi atau
barang yang tidak halal lainnya maka harus bersihkan dahulu dengan tata cara yang diatur
menurut syariat islam.
5) Semua makanan dan minuman yang tidak mengandung khamr.

LO. 4. 2. Dalil mengenai makanan halal dan thoyyibah

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagimu. (QS Al Baqarah: 168)

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu,
dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (QS Al Maidah: 88)

Oleh itu, makanlah (wahai orang-orang yang beriman) dari apa yang telah dikurniakan Allah
kepada kamu dari benda-benda yang halal lagi baik, dan bersyukurlah akan nikmat Allah, jika
benar kamu hanya menyembahNya semata-mata. (QS An Nahl: 114)
21

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2000, Petunjuk Praktikum Biokimia Untuk PSIK (B) Fakultas Kedokteran

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Lab. Biokimia FK UGM.


Djojodibroto, S. 2001. Selak beluk pemeriksaan kesehatan (Medical check up): Bagaimana

menyikapi hasilnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor


Murray, Robbert. Granner, Daryl. Mayes, Peter. Rodwell, Victor.(2001) Hapers

biochemistry. Ed. 25/E. EGC. Jakarta.


Lange Suroyo, A. W. et al. 2009. Ilmu Penyakit Dalam : jilid 3 edisi 5.
Grosvenor MB, Smaolin LA, 1997, Nutrition: Science and Applications, Saunders College

Publishing: 2nd Edition.


Guyton AC, Hall JE, 1996, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi IX, Penerjemah: Setiawan

I, Tengadi LMAKA, Santoso A, Jakarta: EGC


http://www.lef.org/protocols/heart-circulatory/cholesterol-management/page-01.

tanggal 16 Desember 2014)


http://www.medistra.com/index.php?
option=com_content&view=article&id=57%3AMedical+Check+Up&Itemid=80.

(Diakses

(Diakses

tanggal 16 Desember 2014)


http://www.alquran-indonesia.com (Diakses tanggal 16 Desember 2014)
http://www.anneahira.com/pengertian-pola-hidup-sehat-8691.htm (Diakses tanggal 16

Desember 2014)
http://www.belajarislam.com/makanan-halal-dan-haram/ (Diakses tanggal 16 Desember

2014)
http://kamuskesehatan.com/arti/profil-lipid/ (Diakses tanggal 16 Desember 2014)
22

http://prodia.meta-technology.net/populer_detail.php?id=75&pagenum=1&lang=ina (Diakses

tanggal 16 Desember 2014)


http://kesehatan.kompas.com (Diakses tanggal 16 Desember 2014)

23