Anda di halaman 1dari 16

PARKINSON

FAUSTINA GOANTRYANI
1408010063
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA

DEFENISI
Parkinson adalah suatu sindrom kelainan
gerakan neurologis idiopatik yang
dikarakteristikan dengan bradikinesia,
tremor dalam keadaan istirahat, rigiditas,
serta bentuk tubuh yang tidak stabil
Obat antiparkinson adalah obat yang
bekerja pada SSP untuk menjaga
keseimbangan dopamin

PENGGOLONGAN
1. Obat Dopaminergik Sentral (Agonis-DA)
Terdiri dari :
Levodopa
Dopamine tidak dapat melewati sawar darah otak
sehingga tidak dapat masuk ke dalam jaringan otak.
Oleh karena itu, dopamine diberikan dalam bentuk
prekusornya, yaitu Levodopa (L-dopa).
Bromokriptin
suatu derivat ergotamin, mempunyai sifat
vasokontriktor, merupakan agonis reseptor dopamin
(atau dapat berikatan dengan reseptor dopamin)

Pergolid mesilat
Obat ini berkhasiat untuk pasien yang tidak responsive
terhadap bromokriptin, dan sebaliknya.
Lisurid
Obat ini cocok untuk pemberian infus karena sifatnya
yang larut air.
Apomorfin
Obat ini efektif terhadap Parkinson yang tidak mempan
terhadap obat-obat lain atau fluktuasi on-off.
Ropinrol
Obat ini diindikasikan pada penyakit Parkinson awal
ataupun lanjut.

2. Antikolinergik
Terdiri dari :
Triheksifenidil , Senyawa Kongeneriknya,
dan Benzotropin
Obat obat ini menghambat reseptor muskarinik di
dalam otak dan efektif mengurangi tremor pada
parkisonisme, tetapi efeknya tidak kuat pada bradikinesia
parkinsonisme.
Senyawa Antihistamin
antihistamin yang dapat dimanfaatkan efek antikolinergiknya
untuk terapi penyakit Parkinson yaitu difenhidramin,
fenindamin, orfenadrin, dan klorfenoksamin

Turunan Fenotiazin

yaitu etopropazin, prometazin, dan dietazin.


Obat ini dapat mengurangi rigiditas dan
tremor akibat penyakit Parkinson.
3. Obat Dopamino-Antikolinergik
Terdiri dari :
Amantadin
meningkatkan aktivitas dopaminergik serta
menghambat aktivitas kolinergik di korpus
striatum

Antidepresi Siklik
Imipramin atau amitriptilin yang digunakan tersendiri efek
antiparkinsonnya kecil sekali

4. Penghambat Enzim Pemecah Dopamin

Penghambat Monoamin Oksidase


dua bentuk penghambat MAO yaitu
tipe A berhubungan dengan deaminasi oksidatif noreppinefrin dan
serotonin;
tipe B yang memperlihatkan aktivitas terutama pada dopamine.
Penghambat Katekoloksimetil Transferase (COMTINHIBITOR)
Entakapon dan tolkapon merupakan inhibitor COMT yang bersifat
reversible.

MEKANISME KERJA
1. Obat Dopaminergik Sentral
(Agonis-DA)
Meningkatkan sintesa/ kadar SA di
SSP
Stimulasi reseptor DA secara
langsung dan selektif
Menghentikan penguraian DA
Stimulasi pelepasan DA di ujung
saraf dan menghambat penarikan
kembalinya di ujung saraf

2. Antikolinergik
mengurangi aktivitas kolinergik yang
berlebihan di ganglian basal.
3. Obat Dopamino-Antikolinergik
Amantandin diduga meningkatkan
aktivitas dopaminergik serta
menghambat aktivitas kolinergik di
korpus striatum

4. Penghambat Enzim Pemecah Dopamin


Penghambat Monoamin Oksidase
Selegilin menghambat deaminasi
mencegah pembentukan neurotoksin
endogen yang membutuhkan aktivasi oleh
MAO-B.
Penghambat Katekoloksimetil Transferase
(COMT-INHIBITOR)

Memperpanjang kerja levodopa dengan


mengurangi metablisme di jaringan perifer