Anda di halaman 1dari 5

Definisi

Dermatitis adalah suatu peradangan pada dermis dan epidermis yang dalam
perkembangannya memberikan gambaran klinik berupa efloresensi polimorf dan pada
umumnya memberikan gejala subjektif gatal. (Mulyono :1986)
Dermatitis Perioral. Suatu penyakit kulit yang ditandai adanya beruntus-beruntus merah
disekitar mulut. Penyebabnya tidak diketahui dan bisa muncul pemakaian salep
kortikosteroid diwajah untuk mengobati suatu penyakit.
etiologi
Hingga saat ini penyebab dari perioral dermatitis masih belum diketahui.3,4,8 namun
timbulnya perioral dermatitis dapat dipicu oleh beberapa faktor antara lain alergi
mengeluh perih apabila terkena panas, sinar matahari, parfum, angin,kosmetik dan sabun.
Penyakit ini dapat berkembang menjadi kronis, namun umumnya dapat sembuh sendiri
Obat: Banyak pasien penyalahgunaan steroid topikal. Tidak ada korelasiyang
jelas antara risiko perioral dermatitis dan kekuatan steroid atau lamanya penggunaan.
Kosmetik: Fluorine pasta gigi,krim dan salep perawatan kulit, terutama yang
memiliki bahan dasar petrolatum atau parafin, dan isopropil myristate
dicurigai menjadi faktor penyebab. Dalam sebuah penelitian di Australia,
didapatkan hasil bahwa selain pelembab dan krim malam menghasilkan 13-kali lipat
peningkatan

risiko

untuk

perioral

dermatitis.

dan foundation secara signifikan meningkatkan risiko

Kombinasi

pelembab

perioral dermatitis,

sedangkan pelembab saja tidak. Baru-baru ini, tabir surya telah diidentifikasi sebagai
penyebab dermatitis perioral pada anak-anak.
Faktor fisik: sinar UV, panas dapat memperburuk dermatitis.
Faktor Microbiologic: spirilla Fusiformis bakteri,Candida, spesies, dan lainnya
Kehadiran mereka tidak memiliki relevansi klinis yang jelas.selain itu
kandidiasis di duga memicu perioral dermatitis.

Patogenesis
Terjadi

keradangan

pada

kulit

di

papilla

dermis

berupa

udem

dan

vasodilatasi disertai timbulnya selsel radang infiltrat, tidak jarang timb


u l j u g a vasculitis.1 Sedangkan untuk timbulnya dermatitis perioral yang dipicu
oleh pasta gigi berflouride tinggi karena senyawa flourine dalam flouride adalah unsur
halogen yang bersifat korosif dan mudah terkombinasi atau menyatu dengan
elemen lain kecuali gas inert. Flouride dipastikan mempunyai kemampuan untuk
memacu dan menyebabkan inflamasi. Stone dan willis mendemonstrasikan respon
meningkatnya inflamasi jika flouride diberikan di bagian tubuh yang meradang sedangkan
Douglas menyelidiki bahwa stomatitis sekunder dapat timbul karena flouride.
Gejala Klinis
Gejala dari dermatitis perioral berupa timbulnya erupsi berbatas tegas
yang persisten dan eritematosa yang ukurannya 1-2 mm berbentuk papul dan
pustula didaerah perioral, lipatan nasolabial, dan daerah periorbital 2 umumnya terdistribusi
dan diawali pada daerah dagu atau pada bibir atas dan menyebar disekitar
mulut,membentuk daerah kecil berbatas kemerahan dan diantara batas bibir
dengan ruam .
kulit biasan ya dipisahkan oleh daerah kulit yang masih normal,ak
h i r n y a d a p a t menyebar di alis, glabella atau keduanya sekaligus, penderita
mengeluh gatal dan rasa seolah terbakar.4
Gejala-gejala ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu dan
bisa saja tiba-tiba sembuh, hal ini bisa terjadi selama beberapa bulan dan bahkanbertahuntahun. Karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkan dalam waktu yang ingkat maka
banyak wanita berusaha untuk menutupi ruam merah dengan memakai krim, padahal saat
ini banyak krim yang mengandung bahan kimia sintetik yang justru akan memperparah
ruam.6

Diagnosa
Diagnosa dapat ditegakkan dari anamnesis, gambaran klinis dan distribusi lesi,
Diagnosis kunci adalah lokasi pada bibir dan daerah lipatan nasolabial dan ada
pemicu seperti alergi terhadap sinar matahari, acne, rosasea, infeksi der
m o d e x , kandidiasis, jamur, pityrosporum, penggunaan pasta gigi yang mengandung flouride
tinggi, penggunaan kortikosteroid (elocon, lotrisene, lidex, termovate sering
puladipicu oleh kortikosteroid untuk tetes hidung dan pemakaian cream moisturizer.4
Penegakan diagnosa didasarkan pada anamnesa dan pemeriksaan fisik saja, tidak ada
pemeriksaan penunjang yang specifik.

Diagnosa banding

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan ada 2 macam secara medikamentosa dan nonmedikamentosa yaitu :
a) M edikamentosa

untuk terapi sistemik dapat diberikan antibiotik seperti tetrasiklin 250-500mg


2x1 hari selama 2-3 bulan jika penderita alergi terhadap tetrasiklin bisa
diberikan minoc yclin 50-100 mg 2X 1. Untuk anak-anak kurang dari 10
tahun berikan erithromycin, zithromax atau biaxin.4

pada

anak-anak

dan

ibu

hamil

s ebaikn ya

berikan

obat

topikal

saj a

untuk menghindari kotraindikasi.3,4


b) Non Medikamentosa

Nol-terapi yaitu menghentikan penggunaan semua obat-obatan topikal dan


kosmetik yang menjadi faktor penyebab dermatitis perioral. Hal ini efektif untuk
kasus-kasus yang berhubungan dengan penyalahgunaan steroid atau terhadap
kosmetik yang dicurigai. Dalam setiap kasus, keadaan yangsemakin buruk dapat terjadi
pada awal pengobatan, terutama jika steroid topikal dihentikan, pasien harus
diberi penjelasan

tentang komplikasi ini.

Pada

kondisi

penyalahgunaan

topikal steroid dalam jangka yang panjang maka, steroid disapih dengan dosis rendah
0,1-0,5% berupa krim hidrokortison.3

Berikan informasi pada penderita bahwa sewaktu-waktu penyakit ini dapat


kambuh lagi. Disarankan untuk menggunakan sabun yang lembut dan lukatidak
boleh

digosok

dengan

kasar.

menggunakan moisturizer dan cream.

Selama

menjalani

terapi

pasien

dilarang