Anda di halaman 1dari 28

Low back pain

Konsep/pengertian kasus :
Nyeri yang terjadi disekitar L1 sampai Sakrum yang dapat meliputi seluruh tulang
beserta otot ototnya. Low Back Pain adalah nyeri kronik atau acut didalam lumbal
yang biasanya disebabkan trauma atau terdesaknya otot para vertebra atau
tekanan,herniasi dan degenerasi dari nuleus pulposus,kelemahan otot,osteoartritis
dilumbal sacral pada tulang belakang.
Klasifikasi :
1. Akut : kurang dari 4 minggu
2. Sub akut : 4 12 minggu
3. Kronik

: lebih dari 12 minggu

Etiologi dan factor yang mempengaruhi :


1. Gangguan otot dan ligamen ( jar penyokong ) pada meridian GV,BL
2. Penonjolan atau robeknya discus intervetebralis ( bantalan tulang belakang
)---HNP
3. Arthritis atau radang sendi-----OA
LBP yang karna RA (Rheumatoid Arthritis) disebabkan karna auto imun
(hati,ginjal,limpa)
4. Kelainan kelengkungan tulang belakang ( curve )---Scoliosis( kesamping )
5. Osteoporosis------kompresi
6. High heels ( sepatu tinggi ) ---- tulang pinggul semakin kebelakang dan
tjd gangguan biomekanik.
7. Penyakit ginjal----- infeksi dan batu ginjal.
Patofisiologi :
Patofisiologi Pada sensasi nyeri punggung bawah dalam hal ini kolumna
vertebralis dapat dianggap sebagai sebuah batang yang elastik yang tersusun atas
banyak unit vertebrae dan unit diskus intervertebrae yang diikat satu sama lain
oleh kompleks sendi faset, berbagai ligamen dan otot paravertebralis. Batang

tubuh membantu menstabilkan tulang belakang. Otot-otot abdominal dan toraks


sangat penting ada aktifitas mengangkat beban. Bila tidak pernah dipakai akan
melemahkan struktur pendukung ini. Obesitas, masalah postur, masalah struktur
dan peregangan berlebihan pendukung tulang belakang dapat berakibat nyeri
punggung. Diskus intervertebralis akan mengalami perubahan sifat ketika usia
bertambah tua. Pada lansia akan menjadi fibrokartilago yang padat dan tak teratur.
Degenerasi diskus intervertebra merupakan penyebab nyeri punggung
biasa.Diskus lumbal bawah, L4-L5 dan L5-S6, menderita stress paling berat dan
perubahan degenerasi terberat. Penonjolan diskus atau kerusakan sendi dapat
mengakibatkan penekanan pada akar saraf ketika keluar dari kanalis spinalis, yang
mengakibatkan nyeri yang menyebar sepanjang saraf tersebut
Tanda/gejala manifestasi :
Pasien biasanya Mengeluh nyeri punngung akut maupun nyeri punggung kronis
dan kelemahan. Selama wawancara awal kaji lokasi nyeri, sifatnya dan
penjalarannya sepanjang serabut saraf (sciatica), juga dievaluasi cara jalan pasien,
mobilitas tulang belakang, refleks, panjang tungkai, kekuatan motoris dan
persepsi sensoris bersama dengan derajat ketidaknyamanan yang dialaminya.
Cara untuk mengurangi keluhan :
Pasien harus tetap ditempat tidur dengan matras yang padat dan tidak membal
selama 2 sampai 3 hari. Posisi pasien dibuat sedemikian rupa sehingga fleksi
lumbal lebih besar yang dapat mengurangi tekanan pada serabut saraf lumbal.
Bagian kepala tempat tidur ditinggikan 30 derajat dan pasien sedikit menekuk
lututnya atau berbaring miring dengan lutut dan panggul ditekuk dan tungkai dan
sebuah bantal diletakkan dibawah kepala. Posisi tengkurap dihindari karena akan
memperberat lordosis.
Cara mencegah kekambuhan :

Mengangkat dengan benar. Ketika mengangkat dan membawa benda yang


berat, angkat dengan kekuatan kedua lutut dan kencangkan otot, jangan
dipaksakan. Pegang benda lebih dekat ke tubuh dan angkat di antara kedua
kaki. Atur posisi lengkungan belakang. Apabila benda terlalu berat minta
bantuan.

Posisi. Ketika duduk pilihlah kursi yang dapat menyokong tulang belakang
dan posisi yang baik dan saat menjangkau benda yang tinggi kedua kaki
harus berada rata dengan tanah dan kedua lutut sejajar. Jaga kedua bahu
belakang tetap tegap. Rubahlah posisi duduk dan berdiri saat berada di
kantor atau melakukan peregangan otot dengan perlahan untuk
menghilangkan tekanan.

Bahaya. Jatuh dapat menyebabkan cedera yang serius pada tulang


belakang. Untuk meminimalis risiko jatuh bersihkan area kerja dari
potensial bahaya dan gunakan alat pelindung diri yang benar. Gunakan
sepatu rendah dan sol sepatu yang tidak licin

Pengaturan diet :
Dalam mempersiapkan daftar makanan yang meringankan nyeri pinggang dan
membantu dalam menurunkan berat badan dan mencegah peradangan pada otototot yang bertanggung jawab untuk sakit punggung , berikut disarankan : ceri ,
biji seledri , jahe , kunyit , salmon , makarel , merring dan kenari .
Seledri: Studi penelitian mengungkapkan bahwa ada lebih dari 20 senyawa anti inflamasi dalam seledri dan seledri benih , termasuk zat yang memiliki tindakan
anti - inflamasi yang kuat .
Olahraga yang tepat :
Misalnya berjalan atau berenang, karena jenis olahraga ini tidak banyak member
tekanan pada tulang. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan dan peregangan.

Osthearthritis
Konsep/pengertian ;
-suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kelainan pada
tulang rawan ( kartilago ) sendi dan tulang didekatnya. Tulang rawan adalah
bagian dari sendi yang melapisi ujung dari tulang yang memudahkan pergerakan
dari sendi.
- kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi yang timbul karena gesekan
ujung ujung tulang penyusun sendi. Sering dikenal sebagai pengapuran sendi

Klasifikasi :
-

Osteoarthritis primer : adalah osteoarthritis yang disebabkan oleh penyakit


yang bersifat degeneratif ( kemunduran fisiologis )

Osteoarthritis sekunder :adalah osteoarthritis yang disebabkan trauma atau


cendera.

Etiologi :
1. Usia : semakin tua semakin beresiko, olehkarna degenerasi kartilago dan
faktor gesekan.
2. Obesitas : faktor kompresi
3. Hereditas : struktur kartilago tidak baik
4. Trauma : merusak struktur tulang
5. Kesegarisan tungkai : sudut femur dan tibia lebih 180 derajat

6. Pekerjaan atau aktivitas sehari hari


7. Hormonal : menopause , DM , gangguan fx ginjal dll
8. Arthritis yang lama
Pathogenesis : Adalah kegagalan atau gangguan Chondrocyte dalam memperbaiki
kartilago yang disebabkan cedera atau faktor degenerative.
OA dapat terjadi berdasarkan 2 mekanisme berikut, yaitu (1) Beban yang
berlebihan pada komponen material kartilago sendi dan tulang subkondral yang
normal, sehingga terjadi kerusakan/kegagalan jaringan, dan (2) kualitas komponen
material kartilago yang jelek sehingga dengan beban yang normal pun tetap terjadi
kerusakan
Tanda dan gejala :
-

Nyeri

Kaku sendi

Atrofi otot sekitar sendi ----- olehkarna immobilisasi, bukan karena deff
limfa dan hati

Terasa panas jika dipegang,kadang nyeri tekan,bengkak,merah

Krepitasi saat akan bergerak ( kreeek )

Cara untuk mengurangi keluhan :


Langkah yang paling tepat sebagai penatalaksanaan tahap awal (24-48 jam)
adalah prinsip RICE (rest, ice, compression, elevation), yaitu :
1. Rest (istirahat)
Kurangi aktifitas sehari-hari sebisa mungkin. Jangan menaruh beban pada
tempat yang cedera selama 48 jam. Dapat digunakan alat bantu seperti crutch
(penopang/penyangga tubuh yang terbuat dari kayu atau besi) untuk mengurangi
beban pada tempat yang cedera.
2. Ice (es)

Letakkan es yang sudah dihancurkan kedalam kantung plastik atau


semacamnya. Kemudian letakkan pada tempat yang cedera selama maksimal 2
menit guna menghindari cedera karena dingin.
3. Compression (penekanan)
Untuk mengurangi terjadinya pembengkakan lebih lanjut, dapat dilakukan
penekanan pada daerah yang cedera. Penekanan dapat dilakukan dengan perban
elastik. Balutan dilakukan dengan arah dari daerah yang paling jauh dari jantung
ke arah jantung.
4. Elevation (peninggian)
Jika memungkinkan, pertahankan agar daerah yang cedera berada lebih tinggi
daripada jantung. Sebagai contoh jika daerah pergelangan keki yang terkena,
dapat diletakkan bantal atau guling dibawahnya supaya pergelangan kaki lebih
tinggi daripada jantung.

Tujuan daripada tindakan ini adalah agar

pembengkakan yang terjadi dapat dikurangi.


cara mencegah kekambuhan :

1. Turunkan berat badan karna kelebihan berat badan akan lebih berisiko
mengalami radang sendi, khususnya pada bagian lutut.
2. Konsumsi makanan tertentu juga bisa memperkuat persendian. makanan
yang baik untuk mencegah osteoarthritis antara lain, wortel, bayam,
salmon, yang mengandung vitamin D seperti telur, susu, hingga kacangkacangan.
Pengaturan diet :

Diet karotenoid adalah bahan aktif lain yang memperlambat degradasi

bawah sendi pada pasien arthritis. Hal ini hadir dalam jumlah tinggi dalam
sayuran berdaun hijau, wortel, tomat dan jeruk.
Dalam sebuah studi klinis, ditemukan bahwa makan makanan kaya

vitamin E (antioksidan alami) menurunkan nyeri persendian lutut dari


osteoartritis. Beberapa bahan makanan yang diperbolehkan untuk penderita
osteoartritis adalah makanan kaya dengan vitamin E, diantaranya biji bunga
matahari, sereal, almond, hazelnut, kacang tanah, tomat, bayam, dll.
Vitamin C memainkan peran utama dalam pengembangan sendi tulang

rawan. Perlu dipertimbangkan, produk kaya vitamin C (misalnya buah jeruk,


kubis, brokoli, dll) harus dimasukkan dalam diet.
Menyertakan kenari dan biji rami dalam rencana diet rutin. Biji dan

kacang ini sarat dengan omega-3 asam lemak dan lemak sehat. Singkatnya,
mereka adalah makanan yang sangat baik untuk diet anti-inflamasi.
Sertakan banyak makanan kaya serat dalam diet. Mereka membantu dalam

pemeliharaan kesehatan dari sistem pencernaan dan juga, melawan efek


samping obat rematik (khususnya konstipasi).
Mengkonsumsi ikan berminyak, seperti mackerel, salmon dan sarden
secara teratur untuk mendapatkan omega-3 asam lemak esensial. Lemak
sehat ini dikenal untuk mengurangi kondisi peradangan secara signifikan.

Post Stroke
Konsep/pengertian :
Stroke adalah gangguan aliran darah ke jaringan otak atau gangguan pembuluh
darah otak yg terjadi secara tiba2 pd lokasi tertentu (menimbukkan kelainan
fungsi tubuh).
Klasifikasi :
a. Stroke hemoragik : Stroke hemoragik adalah disfungsi neurologi fokal yang
akut dan disebabkan oleh perdarah primer subtansi otak yang terjadi secara

spontan bukan oleh karena trauma kapitis, disebabkan oleh karena pecahnya
pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler.
b. Stroke non hemoragik (iskemik): Biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat,
baru bangun tidur atau dipagi hari. Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia
yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder.
Kesadaran umumnya baik.
Etiologi :

Kekurangan suplai oksigen yang menuju ke otak.

Pecahnya pembuluh darah otak karena kerapuhan pembuluh darah otak.

Adanya sumbatan bekuan darah otak.

Pathogenesis :
Gangguan pasokan aliran darah otak dapat terjadi dimana saja di dalam arteriarteri diantaranya arteri karotis interna dan sistem vertebrobasilar atau semua
cabang-cabangnya. Secara umum, apabila aliran darah ke jaringan otak terputus
selama 15 sampai 20 menit, akan terjadi infark atau kematian jaringan. Perlu
diingat bahwa okulasi di suatu arteri tidak selalu menyebabkan infark di daerah
otak yang diperdarahi oleh arteri tersebut. Alasannya adalah mungkin terdapat
sirkulasi kolateral yang memadai ke daerah tersebut.

Tanda/gejala manifestasi :
Bibir mecong, kesulitan umtuk berbicarang (dispasia), kesulitan menelan
(disfagia),kelemahan pada ekstrimitas, tingkah yang aneh2, gangguan BAB BAK.
Factor yang berhungan dengan kasus :

1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi.


Orang-orang yang terkena hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk
terkena serangan stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab
penyakit stroke yang utama. Pada orang yang terkena darah tinggi, aliran
darahnya menjadi tidak normal dan lambat akibat penyempitan yang terjadi
pada pembuluh darah. Suplai oksigen dan glukosa ke otak pun (yang di bawa
oleh aliran darah) juga akan mengalami penurunan.

2. Penyakit jantung.
Penyakit jantung juga merupakan faktor penting yang menyebabkan serangan
stroke. Gangguan atau kelainan jantung menyebabkan pemompaan darah ke
seluruh bagian tubuh lainnya, termasuk ke otak, menjadi tidak normal. Dari hal
ini bisa dipahami hubungan yang erat antara penyakit jantung dan stroke.
3. Kencing manis.
Penyakit kencing manis (diabetes mellitus) juga menjadi pemicu terjadinya
serangan stroke pada seseorang. Orang yang terkena kencing manis akan
mempunyai gangguan pada pembuluh darah yang juga mempengaruhi aliran
darah.
4. Kadar kolesterol darah yang tinggi.
Kandungan kolesterol dalam darah yang terlalu tinggi di atas ambang normal
(hiperkolesterolemia) juga akan menjadi faktor pemicu terjadinya stroke.
5. Merokok.
Kebiasaan merokok akan meningkatkan kadar fibrinogen di dalam darah.
Fibrinogen yang tinggi dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh
darah yang akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lentur,
serta bisa menimbulkan plak.
6. Obesitas atau kelebih berat badan.
7. Alkohol berlebihan.
Secara umum, meningkatnya konsumsi alkohol selalu disertai dengan
meningkatnya tekanan darah yang mengarah pada peningkatan risiko stroke
iskemik dan hemoragik. Konsumsi alkohol yang tidak berlebihan dapat
mengurangi daya penggumpalan platelet dalam darah, seperti halnya asnirin.
Pengaturan diet :
Selalu makan makanan yg sehat yg mengandung antioksidan tinggi seperti buah
apel,tomat,sayur kubiis,brokoli, paprika karna berfungsi menangkal radika bebas.
Olahraga :
Lakukan latihan fisik pada ekstrimitas atas maupun bawah , jalan kaki
menggunakan tongkat atau alat bantu, latihan di air.
Pencegahan biar ngg kambuh :
Jangan terlalu stress,menjaga pola makan jangan makan yg mengandung
kolesterol tinggi.

Vertigo
Konsep/pengertiannya :
Vertigo adalah suatu bentuk gangguan orientasi ruangan dimana perasaan dirinya
bergerak berputar ataupun bergelombang terhadap ruangan sekitarnya/vertigo subjektif
atau ruangan sekitarnya bergerak terhadap dirinya/vertigo obyektif (Sjahrir, 2008).
Klasifikasi :

1. Menurut kausal : sentral (saraf pusat), perifer (vestibuler) telinga.


Keluhannya hebat,mual,muntah,tinnitus
2. Menurut perjlanan penyakit : akut ( < 1 minggu ), kronis (>1 minggu)
Etiologi :
a. Vertigo perifer
Vertigo perifer dapat terjadi karena adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang
mengendalikan keseimbangan (organ labirin vestibular atau kanalis semisirkularis) atau
pada saraf vestibularis yang menghubungkan telinga dalam dengan batang otak. Sistem
vestibular berfungsi untuk mengintegrasikan rangsangan pada indra dan gerakan tubuh.
Selain itu, sistm vestibular juga bertugas menjaga agar suatu objek ada di fokus
penglihatan saat tubuh bergerak, sinyal ditransmisikan kelabirin yang terdapat ditelinga

bagian dalam. Labirin kemudian membawa informasi ke saraf vestibular yang kemudian
diteruskan kebatang otak dan otak kecil yang berfungsi mengendalikan keseimbangan,
postur dan koordinasi gerak. Salah satu gangguan vestibular yang sering ditemui adalah
Benigna Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), dan ada pula sindrom Cogan (akibat
adanya peradangan pada jaringan ikat kornea mata).

b. Vertigo Sentral
Vertigo sentral diakibatkan oleh penyakit yang berasal dari sistem saraf pusat. Secara
klinis, vertigo sentral dsebabkan karena adanya kerusakan akibat penyumbatan (infark)
pembuluh darah diotak kecil (serebelum) atau batang otak, atau disebabkan oleh hal lain
seperti tumor, infeksi, atau trauma.
Selain penyebab diatas, vertigo juga dapat disebabkan oleh kelainan psikis dan gangguan
penglihatan. Salah satu gangguan penglihatan dapat disebabkan oleh kelelahan mata yang
hebat. Kelelahan mata dapat terjadi ketika mata dipaksa terus bekerja, kurang tidur,
seharian menatap layar komputer, dan kebiasaan membaca atau menonton sambil tiduran.
Lapar atau makanan yag masuk tidak memadai, mengalami tekanan batin yang hebat,
berdiri terlalu lama atau mendadak berdiri dari posisi berbaring atau duduk, stres, tegang,
kurang tidur, anemia (kekurangan darah) dan penyakit jantung juga menjadi penyebab
munculnya vertigo.

Pathogenesis :
a. Vertigo Sentral
Gangguan dibatang otak atau di serebelum biasanya merupakan
penyebab vertigo jenis sentral. Untuk menentukan apakah gangguan
berada dibatang otak, kita selidiki apakah terdapat gejala lain yang
khas bagi gangguan di batang otak, misalnya dipoplia, parestsia,
perubahan sensibilitas dan fugsi motorik. Banyak penderita yang
mengeluhkan rasa lemah. Kita perlu membedakan antara kelemahan
umum dengan kelemahan yang disebabkan oleh gangguan dibatag
otak (Junaidi, 2008).
Gangguan atau disfungsi serebelum kadang-kadang sulit
ditentukan. Misalnya stroke serebelar gejalanya dapat menyerupai
gagguan vestibular perifer. Perlu dicari gejala gangguan serebelar

lainnya, seperti gangguan koordinasi. Penderita gangguan serebelar


mungkin mempunyai kesulitan dalam melaksankan gerak supinasi dan
pronasi tangannya secara berturut-turut (dydiadochokinesia).
Percobaan tunjuk hidung (penderita disuruh menunjuk jari
pemeriksa

dan

kemudian

setelah

itu

menunjuk

hidungnya)

dilakukanya dengan buruk dan terlhat ataksia. Penderita vertigo jenis


perifer dapat melakukan percobaan tunjuk hidung secara normal
(Junaidi, 2013).
Gangguan berjalan dapat dijumpai pada kelainan sentral dan
juga pada gangguan dapat dijumpai pada kelainan sentral dan juga
pada gangguan vestibular jenis perifer. Dengan demikian gangguan
berjalan tidak dapat digunakan sebagai pembeda antara vertigo sentral
dari vertigo perifer. Penyebab vascular lebih sering ditemukan dan
mencakup insufisiensi vascular berulang, TIA (Transient Ischemic
Attack) dan stoke (Junaidi, 2013).
b. Vertigo Perifer
Sistem vestibuler perifer terdiri atas endorgan vestibuler
(kanalis semisirkularis, urtikulus, sakulus dan sakusendolimpatikus),
ganglia vestibularis scarpey dan nervus vestibuler (Sjahrir,2008).
Lamanya vertigo berlangsung:
1. Episode (serangan) vertigo berlangsung beberapa detik
Vertigo perifer paling sering disebabkan oleh vertigo posisional
benigna. Srangan vertigo dapat dicetuskan oleh perubahan posisi
kepala. Bila kepala bergerak, misalnya berguling sewaktu tidur atau
menengadah. Vertigo berlangsung beberapa detik kemudian mereda.
Vertigo posisional benigna paling sering penyebabnya ialah
idiopatik, dapat juga diakibatkan oleh trauma dikepala, pembedahan
ditelinga atau oleh trauma dikepala, pembedahan ditelinga atau oleh
neuronitis

vestibular. Prognosis

umumnya

baik,

gejala akan

menghilang secara spontan.


2. Episode vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam
Vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam dapat dijumpai
pada penyakit meniere atau vestibulopati berulang. Penyakit meniere

mempunyai tiga gejala yaitu: ketajaman pendengaran menurun (tuli),


vertigo dan tinnitus (Junaidi,2013).

Tanda/gejala :
Gejala lain yang dapat menyertai vertigo adalah pandangan kabur, merasa lelah
dan kurang stamina, sakitt kepala, dada berdebar, sempoyongan (tidak seimbang),
tidak bisa konsentrasi, nyeri otot leher dan panggung, mual dan muntah,
berkeringat, sensitif pada cahaya dan suara berisik, serta menurunnya fungsi
kognitif (berpikir dan memori)
Factor yg nempengaruhi : gangguan pd telinga bagian dalam, penyakit system
saraf pusat,migraine,peradangan atau infeksi, gangguan penglihatan, penyakit
meniere.
Penyakit meniere terjadi akbiat peningkatan volume endolimfe yang juga
berhubungan dengan distensi seluruh sistem endolimfatik (hidrops
endolymphatic). Penyakit meniere yang mengakibatkan telinga bagian dalam
mempunyai banyak cairan yang pada akhirnya mempengaruhi keseimbangan
tubuh. Rasa pusing yang terjadi dapat berlangsung selama setengah jam atau lebih
lama lagi.
Pengaturan diet :
Banyak makan sayur, seperti bayam dan paprika yang mengandung vit B6
berguna untuk member nutrisi cukup baik. Banyak makan buah yg mengandung
B6 seperti pisang.
Cara mencegah kekambuhan :
Hindari berfikir yang terlalu berat, hindari kelelahan fisik, hindari melakukan
gerakan yng bersifat spontan, saat tidur duianjurkan untuk menjaga posisi tidur
kepala lebih rendah dari kaki agar aliran darah yg cukup dapat sampai ke otak.
Oolahraga :
Jalan kaki setiap pagi 30 menit,
Cara mengurangi keluhan :

-Tidurlah terlentang, jangan tidur tengkurap, dan beri bantal tambahan untuk
kepala Anda saat tidur.
-Jika Anda perlu mengambil sesuatu, lebih baik tekuk lutut Anda untuk
menurunkan tubuh Anda, dibandingkan menekuk tubuh Anda di bagian pinggang.
-Jangan lakukan olahraga yang mengharuskan tubuh Anda terbalik atau
membungkuk ke depan.

Fibromyalgia
Konsep/pengertian :
-

Adalah kondisi kronis yang menyebabkan nyeri, kekakuan dan kepekaan


dari otot-otot, tendon tendon dan sendi sendi.

Bukan rx inflamasi

Dahulu disebut Fibrositis---inflamasi jaringan fibros

Klasifikasi kasus:
Riwayat luasnya area nyeri . Nyeri dipertimbangkan ketikaluasnya telah
meliputi semua bagian ini :
a) Nyeri di sisi kiri tubuh
b) Nyeri di sisi kanan tubuh
c) Nyeri di pinggang atas
d) Nyeri di pinggang bawah
e) Nyeri di aksial skeletal (vertebra servical atau torakal, dada anterior
atau punggung bawah)
etiologi :
-

idiopatik------tidak diketahui

Sinyal kimia saraf dan faktor pertumbuhan saraf meninggi ( growth faktor)

Serotonin otak lebih rendah

Sistem saraf otak lebih sensitif dari normal

Pathogenesis :

Adalah penyakit paling umum yang mempengaruhi otot otot

Tidak ada proses peradangan pada jaringan yang terlibat

Tidak menimbulkan kerusakan atau kelainan bentuk tubuh

Tidak menyebabkan kerusakan organ dalam.

sinyal kimia saraf meninggi dan ujung saraf bebas lebih banyak di area
perih

Sistem saraf otak lebih sensitif dari normal.

Tanda/gejala :
1. nyeri-------minor sensory stimulity
2. Diperburuk : stress emosional, gaduh dan perubahan cuaca.
3. Tersebar luas dan meliputi kedua sisi.
4. Adanya titik titik nyeri tertentu ( area perih ).
5. Kelelahan------pola tidur abnormal
6. Gangguan mental : depresi, mudah marah, ketakutan, perubahan suasana
hati
7. Sakit kepala---migrain
8. Mati rasa dan kesemutan
9. Nyeri perut
10. Nyeri kencing dll--------unik dan tanpa tanda peradangan

Urticaria
Konsep/pengertian :
-Dikenal sebagai HIVES atau Biduran.
-Adalah kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskuler terhadap bermacam macam
sebab.
- Biasanya disebakan oleh reaksi alergik

Klasifikasi kasus :
Berdasarkan lamanya serangan berlangsung
-Urtikaria akut, bila serangan berlangsung kurang dari 6 minggu, atau berlangsung
selama 4 minggu tetapi timbul setiap hari.
- Urtikaria kronik, bila serangan lebih dari 6 minggu.

Berdasarkan morfologi klinis :


- Urtikaria papular bila berbentuk papul.
- Urtikaria gutata bila besarnya sebesar tetesan air.
- Urtikaria girata bila ukuran besar.
Berdasarkan luas dan dalamnya jaringan terkena : Urtikaria local, Urtikaria
generalisata, Angioedema

Etiologi dan factor yg mempengaruhi :


- Pada umum adanya reaksi alergi terhadap alergen tertentu, tapi ada penyebab
yang tak diketahui ( Idiopatik )
-Penyebab antara lain :
1. Obat
2. Makanan
3. gigitan serangga
4. Foto sensitizer
5. Inhalan
6. infeksi
7. genetik

8. Psikis, trauma, penyakit sistemik dll.


Pathogenesis :
-

Urticaria dihasilkan oleh pelepasan HISTAMIN dari jaringan sel sel Mast
dan dari sirkulasi Basofil

Faktor non imunologik dapat menyebabkan pelepasan Histamin.

Tanda/gejala :
-

Kulit kemerahan ( eritema )

Sedikit edema ( menonjol )

Kulit berbatas tegas yang timbul secara cepatsetelah dicetuskan dan hilang
secara perlahan lahan

Gatal mulai ringan sampai berat.

Akut : kurang 6 minggu

Kronis : lebih dari 1 minggu.

Stiff neck
Konsep/pengertian :
-

Adalah strains yang mengenai otot atau tendo dari otot trapezius yang
menyebabkan kekakuan dan nyeri pada leher

Strains adalah : robeknya ( terkoyak )atau cedera otot atau tendon . Jika
mengenai ligament maka disebut sprains. ->Hal tsb dapat bersifat sedang
atau parah.

Klasifikasi :
Menurut Spine-Health (2013) nyeri leher dapat dibedakan atas (8) :

2.2.1.1.

Akut.

Nyeri berlangsung kurang dari 3 sampai 6 bulan atau nyeri yang


secara langsung berkaitan dengan kerusakan jaringan.
2.2.1.2.
Kronik
Setidaknya ada dua jenis masalah nyeri kronis yaitu akibat
pembangkit nyeri yang dapat diidentifikasi (misalnya cedera, penyakit
diskus degeneratif, stenosis tulang, dan spondilosthesis) dan nyeri
kronis akibat pembangkit nyeri yang tidak dapat diidentifikasi
(misalnya cedera yang telah sembuh, fibromialgia).
2.2.1.3.

Neuropatik
Nyeri neuropatik telah diselidiki dan relatif baru. Saraf tertentu terus
mengirim pesan rasa sakit ke otak meskipun tidak ada kerusakan
jaringan yang sedang berlangsung. Nyeri neuropatik dirasakan berupa
rasa berat, tajam, pedih, menusuk, terbakar, dingin, dan atau mati rasa,
kesemutan atau kelemahan

Etiologi dan factor yg mempengaruhi :


1. Jatuh
2. Terpelintir
3. Tekanan yang menyebabkan tulang atau sendi bergeser------ ligament atau
tendo robek ( posisi tidur yang salah )
4. hentakan.
5. Peradangan.
Pathogenesis ;
Kekakuan leher disebabkan oleh spasme otot leher,terutama
m.sternocleidomastoideus dan m.trapezius, terkadang m.splenius capitis.
Spame otot tersebut umumnya disebabkan oleh posisi tidur yang salah dan
paparan angin dingin. Posisi tidur dimana kepala menoleh atau menghadap ke
salah satu sisi terus menerus dalam waktu lama, ataupun penggunaan bantal yang
tidak tepat (terlalu tinggi, terlalu rendah, ataupun terlalu keras) menyebabkan
leher mengalami fleksi atau ekstensi yang berlebihan. Hal ini akan menimbulkan
spasme pada otot di daerah leher. Demikian juga paparan angin dingin pada
daerah leher dalam waktu lama juga dapat menimbulkan kekakuan dan spasme
otot.

Tanda gejala :
1. Nyeri
2. Spasme otot------ kaku
3. Keterbatasan gerakan
4. Bengkak atau memar

Factor yg berhubungan dengan kasus :


a. Postur tubuh yang buruk saat duduk atau salah posisi saat tidur bisa

menyebabkan otot tegang menjadi kaku dan salah tempat yang


memicu terjadinya sakit serta nyeri.
b. Terlalu sering menggunakan otot-otot ini dalam bergerak
c.

Stres dan depresi, jika seseorang berada di bawah tekanan maka


otot akan menjadi tegang yang memicu terjadinya rasa sakit, nyeri
dan ketidaknyamanan lainnya.

d. Cidera atau trauma akibat jatuh, kecelakaan atau kegiatan olahraga.


e. Kejang otot yang terjadi ketika saraf mengirimkan pesan ke otot

yang bisa menyebabkan terjadinya kontraksi. Kejang otot yang


terjadinya bisa menyebabkan leher kaku dan sakit.
f.

Saraf terjepit, kondisi ini kemungkinan akibat radang sendi,


penyempitan kanal tulang belakang atau hernia pada lempengan
(disk) tulang. Saraf terjepit ini bisa menyebabkan leher kaku yang
kadang dapat menyebar hingga ke lengan atau kaki.

g.

Membawa beban berat sebelah pada salah satu bahu, beban yang
berat sebelah cenderung membuat kepala dan leher melawan beban

ini ke arah yang berlawanan sehingga menimbulkan kontraksi


berlebih sehingga memicu kaku dan nyeri dileher.

Cara untuk mengurangi keluhan dan mencegah kekambuhan :


a. Stretching (peregangan)
Meregangkan otot leher pada saat mulai merasakan ketegangan di
leher.Caranya dengan menggerakkan kepala ke segala arah dan tahan
selama

beberapa

detik

pada

posisi

tertentu.Setelah

itu,

menggerakkan lengan dan tahan selama beberapa detik.


b. Pemijatan
Pemijatan ringan pada otot leher dapat memperlancar sirkulasi darah.
Sirkulasi darah yang lancar akan mengurangi ketegangan otot leher.
c. Pengobatan
Dapat diberikan obat-obatan jenis muscle relaxan (pelemas otot)
untuk mengurangi ketegangan otot. Untuk hal ini disarankan agar
berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum dilakukan
pengobatan.
d. Kompres hangat
Leher kaku yang kumat-kumatan dapat berkurang dengan dikompres
handuk hangat selama 20 menit.
e. Injeksi

Apabila pengobatan dengan cara-cara diatas tidak segera mengurangi


kekakuan leher, dapat direkomendasikan penyuntikan kortison (anti
radang) ke dalam otot.
f. Kendalikan stress
Nyeri tengkuk adalah gejala umum pada orang yang mengalami
depresi. Hindari ketegangan emosi antara lain dengan cara
pembagian waktu yang cermat, menentukan prioritas aktivitas, selalu
berpikiran positif, dan selalu menyempatkan diri untuk melakukan
relaksasi.

Paraplegi
Konsep/pengertian :
-

Adalah kelumpuhan yang melanda bagian bawah tubuh ( muskulatur


anggota gerak ) yang dapat disebabkan oleh UMN atau LMN ( neurologi
klinik )

Adalah cindera pada medula spinalis pada thorakal, lumbal dan sakrum
yang mengakibatkan kelumpuhan atau disfungsi anggota gerak bawah.
( prico 1995 .

Adalah kondisi dimana bagian bawah tubuh ( ektremitas ) mengalami


lumpuh atau paralysis yang disebabkan oleh lesi transversal pada medula
spinalis---------(paralysis permanen )

Etiologi :
1. Ca
2. Infeksi ( myelitis transversal )
3. Konginental

4. Vascular
5. Degeneratif
6. Idiopathik
7. Trauma ( lesi tranversal yan merusak seluruh segmen medula spinalis----jarang tjd )
Klasifikasi :
Paraplegi terbagi menjadi tipe spastic (UMN) dan flaksid (LMN). Paraplegi
spastik adalah kekakuan otot dan kejang otot disebabkan oleh kondisi saraf
tertentu.Paraplegi spastik disebabkan oleh spondylitis TB , spinal cord injury,
genetic disorder(hereditary spastic paraplegia),autoimmune diseases,syrinx
(aspinal chord disorder)tumor medulla spinalis, mutiple sclerosis,
Paraplegi flaksid adalah kelemahan atau kurangnya otot yang tidak memiliki
penyebab yang jelas. Otot lemas sebagian karena kurangnya aktivitas dalam
otot,gerakan sukarela yang sebagian atau seluruhnya hilang. Paraplegi flaksid
termasuk polio, lesi pada neuron motorik yang lebih rendah, Guillain Barre
sydrome.

Pathogenesis : (traumatic)
Mekanisme cedera :
-

Cedera fleksi------ok jatuh terduduk dan bokong menjadi tumpuan.

Cedera hiperektensi

Keduanya menyebabkan -----KOMPRESI


Fraktur atau patah vertebrae :
-

Diperlukan pukulan yang langsung dan sangat kuat

Tulang belakang sudah mengalami osteoporosis atau neoplasma


( keganasanca )

Tanda gejala :
1. Gangguan fungsi motorik dan sensorik ektremitas bawah
2. Gangguan fungsi bladder dan bowel
3. Gangguan fungsi seksual
4. Gangguan peredaran darah bagian bawah

Influenza
Konsep/pengertian :
Influenza atau yang lebih dikenal dengan flu adalah suatu penyakit menular yang
ditandai terbentuknya lendir yang berlebihan akibat infeksi yang mengenai saluran
pernafasan atas yang meliputi hidung dan tenggorokan bagian atas (Mansjoer,
2000).
Klasifikasi :
Influenza virus A
Influenza virus B
Influenza virus C

Etiologi :
a. Virus tipe A
Virus Influenza Tipe A dapat menginfeksi manusia, kuda, babi, anjing
laut, ikan paus dan binatang lainnya. Virus tipe A ini dibagi dalam
beberapa sub-tipe berdasar dua (2) jenis protein pada permukaannya.
Protein ini disebut sebagai Hemaglutinin (HA) dan Neuroaminidase
(NA). (Aditama TY, 2004).
b. Virus tipe B

Virus influenza tipe B. Hampir sama dengan tipe A, virus influenza


untuk tipe B ini juga banyak ditemukan pada manusia. Yang berbeda
adalah pengklasifikasiannya tidak berdasarkan sub tipe. Virus tipe ini
dapat menyebabkan epidemik, namun tidak perlu khawatir karena
virus ini tidak menyebabkan pandemik. Virus tipe ini memiliki strain
(Kamps dkk, 2007).
c. Virus tipe C
Influenza tipe C dilaporkan jarang menyebabkan sakit pada manusia,
kemungkinan karena sebagian besar kasus bersifat subklinis dan tidak
menyebabkan epidemik (Fauci, 2008). Virus ini juga tidak diklasifikasi
berdasar sub-tipe. Biasanya influenza yang disebabkan oleh virus tipe C
ini menyerang anak- anak (Schachter, 2005).
Pathogenesis :
Transmisi virus influenza lewat partikel udara dan lokasisasinya di traktus
respiratorius. Penularan bergantung pada ukuran partikel (droplet) yang membawa
virus tersebut masuk ke dalam saluran nafas. Virus akan melekat pada epitel sel di
hidung dan bronkus. Setelah virus ini berhasil menerobos masuk ke dalam sel,
dalam beberapa jam setelah mengalami replikasi. Partikel- partikel virus baru ini
kemudian akan menggabungkan diri dekat permukaan sel, dan langsung dapat
meninggalkan sel untuk pindah ke sel lain. Virus influenza dapat mengakibatkan
demam tetapi tidak sehebat efek pirogen lipopoli-sakarida kuman gram negative
(Nelwan, 2002).

Tanda/gejala :

Gejala influenza akan nampak 24 - 48 jam setelah terinfeksi.


a. Merasa dingin, adalah gejala awal yang menandakan influenza.
b. Pada beberapa hari pertama sering terjadi demam, hingga suhu tubuh
mencapai 38,9 - 39,4 Celsius.
c. Banyak penderita yang merasakan tubuh sakit, hingga harus berbaring
di tempat tidur, terutama di punggung dan tungkai.
d. Sakit kepala disertai sakit di sekeliling dan belakang mata.
e. Gangguan saluran pernapasan ringan : rasa gatal pada tenggorokan,
rasa panas di dada, batuk kering dan hidung berair, kemudian diikuti
batuk berdahak.
f. Demam ringan dan kulit wajah kemerahan.
g. Kadang-kadang disertai mual dan muntah, terutama pada anak-anak.
h. Setelah 2-3 hari, sebagian besar gejala akan menghilang dan demam
mereda. Pada sebagian kasus, demam dapat bertahan hingga 5 hari.
i. Bronkhitis dan batuk bisa menetap hingga 10 hari atau lebih, dan
diperlukan waktu 6-8 minggu untuk pemulihan total.
Factor yang berhubungan dgn kasus :
Penyebaran virus influenza yang paling utama ada tiga cara, yakni:
a. Kontak pribadi secara langsung seperti berjabat-tangan.
b. Virus flu menyebar lewat udara ketika seseorang terinfeksi batuk,
bersin atau bicara. Anda dapat menghirup virus tersebut secara
langsung, atau melalui suatu benda seperti telepon atau keyboard
komputer, dan kemudian menghantarkannya ke mata, hidung atau
mulut anda.
Pencegahan kekambuhan :
Gunakan vaksinasi flu secara rutin tiap tahun. Waktu yang tepat untuk vaksinasi
adalah saat sebelum masa puncak dari musim flu. Perlu dua minggu bagi tubuh

untuk membangun sistem imun tubuh mulai dari pemberian vaksin. Tanyakan
pada dokter anda waktu yang tepat.
Cusi tangan. Mencuci tangan adalah cara terbaik dalam mencegah infeksi flu
biasa. Gosok telapak tangan anda sedikitnya 15 detik, sabuni dengan benar dan
tutup keran menggunakan tisu. Atau gunakan jel pembersih tangan berbahan dasar
alkohol paling sedikit berkadar alkohol 60 persen.
Cara untuk mengurangi keluhan :

1. Keluarkan Lendir dari Hidung


Ketika Anda flu maka biasanya hidung akan meler dan membuat kepala menjadi
lebih pusing. Cobalah untuk mengeluarkan lendir dari hidung sesering mungkin.
Caranya adalah dengan menekan satu hidung dengan satu jari secara bergantian
namun jangan terlalu keras. Jika Anda mencoba terlalu keras maka bisa saja virus
justru masuk ke tenggorokan dan flu Anda jadi lebih parah.
2. Istirahat dan Gunakan Pakaian Tebal
Anda juga bisa menghilangkan flu hanya dengan beristirahat di tempat tidur atau
sofa. Pakai pakaian yang hangat dan tebal untuk memerangi virus yang ada di
dalam tubuh. Sebaiknya Anda hanya istirahat saja, jadi jangan bermain gadget,
komputer atau melihat televisi. Biarkan tubuh Anda benar-benar memerangi virus
dengan baik.
3. Minum Air Hangat
Ketika Anda flu maka Anda mungkin akan merasa sangat haus, namun sebenarnya
air minum yang Anda butuhkan harus hangat. Air hangat akan membuat
tenggorokan menjadi lebih nyaman, lapisan lendir di dalam hidung bisa keluar
dan kepala Anda menjadi lebih ringan. Minuman hangat yang sangat disarankan
adalah teh atau air yang dicampur dengan madu.
4. Gunakan Minyak Kayu Putih

Untuk membuat rongga pernafasan menjadi lebih nyaman, maka Anda bisa
menggunakan minyak kayu putih. Minyak kayu putih mengandung bahan mentol
yang bisa membuat nafas menjadi lebih segar. Selain itu minyak kayu putih juga
akan membuat Anda merasa lebih ringan karena bisa menyembuhkan sakit kepala,
meriang dan juga badan yang terasa sangat lelah. Anda bisa mengoleskan minyak
kayu putih di sekitar hidung, leher dan bahu.
5. Tidur dengan Bantal Tinggi
Untuk membantu mengeluarkan lendir selama flu maka cobalah untuk tidur
dengan bantal yang tinggi. Anda mungkin kurang nyaman dengan posisi tidur ini,
tapi posisi ini bisa membuat Anda menjadi lebih nyaman. Posisi ini akan membuat
hidung Anda bisa mengeluarkan lendir dan nafas menjadi lebih baik. Jika Anda
harus bersin terus menerus maka gunakan tisu dan jangan terlalu sering turun dari
tempat tidur.

Pengaturan diet :
1. Makan makanan ringan, seperti telur, roti, sereal, sup, sorbet dan
pudding.
2. Minum 3-4 cangkir teh panas dan dingin setiap hari. Minumlah
segelas jus jeruk setiap hari.
3. Hindari makanan yang berkadar lemak tinggi, seperti makanan
yang digoreng, pizza, dan cemilan asin
Olahraga/latihan :
Berolahraga secara teratur. Melatih kardiovaskuler secara teratur berjalan,
bersepeda, aerobik meningkatkan sistem imun anda. Olahraga tidak dapat
mencegah infeksi, tetapi jika anda terkena flu, anda akan lebih sedikit

kemungkinannya terkena dampak yang parah dan sembuh lebih cepat daripada
orang yang tidak fit.