Anda di halaman 1dari 19

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN


4.1.Analisis Pengaruh Faktor Kinerja Keuangan (ROI, CR, DER dan EPS)
terhadap Return Saham
Sesuai dengan penjelasan pada bab sebelumnya bahwa return saham
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ROI, CR, DER dan EPS. Berdasarkan data
yang diperoleh dari 19 perusahaan manufaktur akan diselidiki hubungan masingmasing variabel prediktor terhadap respon, return saham. Adapun penjelasan lebih
lanjut akan dibahas pada sub bab berikut.
4.1.1

Analisis Deskriptif Variabel Penelitian


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan (CR,

DER, EPS dan ROI) terhadap return saham. Data yang diperoleh dari dokumentasi
selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi. Analisis deskriptif
dimaksudkan untuk mengetahui gambaran secara jelas dari masing-masing variabel
yang diteliti. Pada tabel berikut merupakan data dari return saham dan variabel
respon dari penelitian.
Tabel 4.1 Return Saham, ROI, CR, DER, dan EPS perusahaan
N
o

Nama Perusahaan

PT. Aqua Golden Mississippi Tbk

2
3

PT. HM Sampoerna Tbk


PT. Indocement Tunggal Prakarsa
Tbk

PT. Fast Food Indonesia Tbk

PT. Mayora Indah Tbk

Return
Saham

PT. Multi Bintang Indonesia Tbk

-0.06114
0.03673
8
0.04097
5
0.02710
4
0.00989
1
0.00133
8

PT. Mustika Ratu Tbk

PT. Lion Metal Works Tbk

PT.Trias Sentosa Tbk

ROI

CR

DER

EPS

7.39

7.09

0.74

5.008

0.14

1.78

0.18

149.8

0.01

2.42

0.56

0.12

1.18

0.66

1.84
290.5
7

7.48

1.88

0.73

185

13.57

0.59

2.14

4.005

-0.00227

0.02

9.43

0.1

17.43

0.00257
0.02583
8

0.05

5.33

0.28

8.24

0.01

1.14

1.13

7.35

15

10

PT. Tunas Baru Lampung Tbk

11

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

12

PT. Unilever Indonesia Tbk

13

PT. Delta Djakarta Tbk

14

PT. Astra Internasional Tbk

15

PT.Kageo Igar Jaya Tbk

16

PT.Kalbe Farma Tbk

17

0.09754
2
0.05969
6
0.00431
3

3.96

1.81

1.62

2.15

12.26
107.2
3

1.72

1.29

344

1.55

0.68

78.8

7.99

4.17

0.29

0.07

0.86

1.22

2.956
237.9
5

0.02

2.1

0.8

64.3

0.04

4.65

0.39

1.68

PT.Kimia Farma Tbk

-0.0229
0.05250
9
0.14500
9
0.00701
3
0.07085
4

0.02

2.46

0.37

6.13

18

PT.Merck Tbk

0.02429

0.1

5.39

20.28

6.23

19

PT.Sumi Indo Kabel Tbk

0.05429

1.18

2.47

-78.98

Berdasarkan informasi dari tabel, peneliti mampu menganalisis statistika


deskriptif dari masing masing variabel penelitian. Return saham merupakan tingkat
keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi yang dilakukanya. Rata
rata return saham pada tahun 2007 pada 19 perusahaan tersebut menghasilkan nilai
rata rata 0.0302 dimana nilai return saham kurang dari 1 dan positif yang berarti
return surat berharga berfluktuasi lebih kecil dari pasar.
ROI adalah pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan dalam
menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia di dalam
perusahaan. Nilai rata rata dari ROI mencapai 3.3231579 dimana nilai dari ROI
tersebut cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar ROI semakin
baik, karena tingkat kembalian semakin besar, demikian pula sebaliknya, apabila ROI
rendah maka tingkat kembalian semakin kecil. Sedangkan nilai CR (current
ratio)adalah rasio yang berfungsi untuk mengukur kemampuansuatu perusahaan
untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancarnya. Nilai rata
rata CR disini mencapai 2.986 dengan begitu kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban besar nilainya.

16

Pada variabel DER dan EPS menghasilkan nilai rata rata 1.89 dan 70.2.
Telah diketahui sebelumnya bahwa DER merupakan rasio yang digunakan untuk
melihat struktur keuangan perusahaan dengan mengaitkan jumlah kewajiban dengan
jumlah ekuitas pemilik. Sedangkan EPS laba per lembar saham yang diperoleh dari
total earning after tax dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar (outstanding
Share).
Tabel 4.2 Rata-rata variabel penelitian
Variabel
Return Saham
ROI
CR
DER
EPS

Rata-rata
0.0302
3.32
2.986
1.89
70.2

Hubungan dari masing-masing variabel prediktor ROI, CR, DER, dan EPS
terhadap variabel respon, Return saham dapat diketahui dari koefisien korelasi dan pvalue masing-masing variabel prediktor tersebut dengan variabel respon. Koefisien
korelasi output dari program Minitab 16.0 ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 4.3 Korelasi Return Saham, ROI, CR, DER, dan EPS
Correlations: Return SAHAM, CR, DER, EPS, ROI
CR

Return SAHAM
0.902
0.000

CR

DER

DER

0.116
0.637

-0.053
0.829

EPS

-0.103
0.674

-0.031
0.901

-0.176
0.472

ROI

0.299
0.214

0.329
0.169

0.247
0.308

EPS

-0.282
0.243

Cell Contents: Pearson correlation


P-Value

Ada tidaknya hubungan linear antara variabel respon dan variabel prediktor
dilihat dari Pearson correlation dan p-value. Dari output Minitab 16.0 dapat
diketahui bahwa p-value yang signifikan adalah p-value untuk hubungan antara
17

Return Saham dengan Current Ratio, sehingga variabel Return Saham memiliki
hubungan secara linear dengan variabel Current Ratio. Besarnya hubungan antara
Return Saham dengan Current Ratio tersebut ditunjukkan oleh koefisien Pearson
Correlation, yaitu sebesar 0.902. Untuk hubungan variabel prediktor lainnya, yaitu
variabel DER, EPS, dan ROI dengan variabel respon Return Saham menghasilkan pvalue yang tidak signifikan (p-value>0.05), sehingga masing-masing variabel DER,
EPS, dan ROI dengan Return Saham tidak memiliki hubungan.
Hubungan antara variabel respon dengan prediktor juga dapat diketahui
melalui diagram pencar, ayitu diagram pencar untuk respon Return Saham dengan
masing-masing predikor CR, DER, EPS, dan ROI.
Scatterplot of Return SAHAM vs CR, DER, EPS, ROI
CR

DER

0.8
0.6

Return SAHAM

0.4
0.2
0.0
0

4
EPS

-100

100

0.8

0.0

0.6

1.2
ROI

1.8

2.4

0.6
0.4
0.2
0.0
200

300 0

10

15

Gambar 4.1 Scatterplot Return Saham dengan CR, DER, EPS, dan ROI

Gambar 4.1 di atas menunjukkan diagram pencar untuk variabel respon


Return Saham dengan masing-masing variabel prediktor CR, DER, EPS, dan ROI.
4.1.2

Analisa Regresi Linear Sederhana


Dari data-data variabel prediktor (Current Ratio, Debt to Equity Ratio,

Earning Per Share, dan Return On Investment) dan variabel independen (return
saham) pada perusahaan manufaktur pada tahun 2007 yang menjadi sampel dalam
penelitian ini, dilakukan analisis statistik dengan menggunakan program Minitab
16.0.

Dari

analisis

tersebut,

diperoleh

persamaan

regresi

linier
18

Return Saham 0.0096 0.0732 CR 0.0428 DER 0.000120 EPS 0.00236 ROI

Tabel 4.4 Output Minitab 16.0 Hasil Regresi Return Saham dengan
CR, DER, EPS, dan ROI
Predictor
Constant
CR
DER
EPS
ROI

Coef
0.00959
0.073162
0.04280
-0.0001198
-0.002363

SE Coef
0.03328
0.008795
0.02750
0.0002057
0.004156

T
0.29
8.32
1.56
-0.58
-0.57

P
0.778
0.000
0.142
0.570
0.579

S = 0.0740384 R-Sq = 84.7% R-Sq(adj) = 80.3%


Durbin-Watson statistic = 2.23322

4.1.3

Uji Multikolinearitas

Berdasarkan data yang diperoleh, sebelum diuji lebih lanjut, peneliti menguji
adanya multikolinearitas dari variabel variabel penelitian. Uji multikolinearitas
dibantu dengan program Minitab 16.0 dimana saah satu cara mengidentifikasikannya
adalah jika nilai R-square pada model tinggi namun variabel pada model ada yang
tidak signifikan. Hasil olahan dari Minitab 16.0 dapat disajikan sebagai berikut.
Tabel 4.5 Koefisien regresi variabel CR, DER, EPS, dan ROI

Predikor
Konstan
CR
DER
EPS
ROI
R-Sq

Koefisien
0.0096
0.0732
0.0428
-0.000120
-0.00236
0.847

Hasil olahan Minitab 16.0 diatas menunjukkan model regresi dari return
saham dengan pengaruh variebl prediktor (CR, DER, EPS dan ROI). Dari persamaan
model regresi tersebut nilai koefisien determinasinya cukup tinggi, yaitu mencapai
84.7%. Untuk analisis lebih lanjutnya speneliti melakukan uji signifikansi dari
19

variabel- variabel tersebut dengan memperhitungkan nilai P-value dan uji-t, dapat
ditampilkan pada tabel berikut.

Tabel 4.6 t, P-value, dan Kesimpulan masing-masing prediktor


Predikor

P-value

Konstan

0.29

0.778

CR
DER

8.32
1.56

0.000
0.142

EPS

-0.58

0.570

ROI

-0.57

0.579

Kesimpula
n
Tidak
Signifikan
Signifikan
Tidak
Signifikan
Tidak
Signifikan
Tidak
Signifikan

Sebelumnya telah didapatkan nilai R-Sq tinggi, yaitu mencapai 84.7%, namun
nilai koefisien dari variabel prediktor ada yang tidak signifikan. Oleh karena itu dari
model regresi tersebut diduga terjadi multikolinearitas.
4.1.4

Uji Heteroskedastisitas
Langkah selanjutnya adalah mencari adanya kasus heterokesdastisitas pada

variabel penelitian.Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model


regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan
yang lain. Adapun histogram dari uji heteroskedastisitas pada variabel penelitian
sebagai berikut.

20

(a)

(b)

Gambar 4.2 (a). Scatterplot Residual dengan Fitted Return Saham, (b) Normality Plot dari
Residual

Berdasarkan plot histogram dependen variabel ternyata didapatkan grafik


bahwa variabel prediktor tidak tersebar secara merata, dapat diduga bahwa model
terjadi heterokedastisitas.Pada grafik normal probility titik-titik menyebar berhimpit
di sekitar diagonal, maka mengindikasikan terjadi heteroskedastisitas. Data ini
mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang
mewakili berbagai ukuran. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan
mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan terdistribusi
secara normal, maka model regresi layak dipakai untuk memprediksi return saham
berdasarkan variabel independen CR, DER, EPS, dan ROI.
4.1.5

Uji Otokorelasi

Untuk mengetahui adanya otokorelasi pada model, uji yang digunakan adalah
Uji Durbin Watson. Statistik uji Durbin Watson, d, didapatkan dari pegolahan
program Minitab 16.0.
Tabel 4.7 Perbandingan d hitung dengan d tabel
d Durbin-Watson
2.23322

d tabel
d bawah
0.859

d atas
1.648

Kesimpulan
Tidak terjadi korelasi

Dari Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nilai d Durbin-Watson hasil dari Minitab
adalah 2.23222, sedangkan nilai dbawah dan d atas untuk n=19 dan prediktor (k)=4
untuk =0.05 berturut-turut adalah 0.859 dan 1.648. Nilai d Durbin-Watson > d atas,
21

sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi antara variabel respon
Return Saham dengan variabel prediktor (CR, DER, EPS, dan ROI).
4.2 Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Total Assets
Turnover Ratio Terhadap Return on Investment Perusahaan Manufaktur
Sesuai dengan penjelasan pada bab sebelumnya bahwa return on investment
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu CR, DER dan TATO. Berdasarkan data yang
diperoleh dari 19 perusahaan manufaktur akan diselidiki hubungan masing masing
variabel prediktor terhadap respon ROI. Adapun penjelasan lebih lanjut akan dibahas
pada sub bab berikut.

4.2.1

Analisis Deskriptif Variabel Penelitian


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CR, DER dan TATO

terhadap ROI. Data yang diperoleh dari dokumentasi selanjutnya dianalisis secara
deskriptif dan analisis regresi. Analisis deskriptif dimaksudkan untuk mengetahui
gambaran secara jelas dari masing-masing variabel yang diteliti. Pada tabel berikut
diberikan data variabel respon dan variabel prediktor dari penelitian.
Tabel 4.8 Variabel TATO, CR, DER dan ROI sebagai variabel penelitian
Nama Perusahaan
TATO
CR
DER
PT. Aqua Golden Mississippi Tbk
1.34
7.09
0.74
PT. HM Sampoerna Tbk
0.35
1.78
0.18
PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
0.14
2.42
0.56
PT. Fast Food Indonesia Tbk
0.2
1.18
0.66
PT. Mayora Indah Tbk
1.49
1.88
0.73
PT. Multi Bintang Indonesia Tbk
2.12
0.59
2.14
PT. Mustika Ratu Tbk
0.15
9.43
0.1
PT. Lion Metal Works Tbk
0.19
5.33
0.28
PT.Trias Sentosa Tbk
0.14
1.14
1.13
PT. Tunas Baru Lampung Tbk
0.83
1.81
1.62
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
2
1.72
1.29
PT. Unilever Indonesia Tbk
0.18
1.55
0.68
PT. Delta Djakarta Tbk
1.27
4.17
0.29

ROI
7.39
0.14
0.01
0.12
7.48
13.57
0.02
0.05
0.01
3.96
12.26
0.11
7.99

22

PT. Astra Internasional Tbk


PT.Kageo Igar Jaya Tbk
PT.Kalbe Farma Tbk
PT.Kimia Farma Tbk
PT.Merck Tbk
PT.Sumi Indo Kabel Tbk

0.18
0.13
0.16
0.13
1.53
0.008

0.86
2.1
4.65
2.46
5.39
1.18

1.22
0.8
0.39
0.37
20.28
2.47

0.07
0.02
0.04
0.02
9.88
0

Berdasarkan data pada tabel diatas terdapat informasi dari nilai CR, DER, dan
TATO sebagai variabel prediktor dan ROI dimana sebagai variabel respon. Dari datadata tersebut dapat diidentifikasikan statistika deskriptif sebelum dilakukan uji
selanjutnya. Nilai rata-rata dari ROI pada 19 perusahaan manufaktur sebesar 3.32
Return on Investment (ROI) yaitu rasio yang menunjukan seberapa banyak laba bersih
yang diperoleh perusahaan dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan.
Berdasarkan nilai rata rata dari ROI menunjukkan kebaikan perusahaan dimana
perusahaan mendapatkan laba bersih dalam jumlah banyak. Pada nilai rata-rata untuk
variabel prediktor CR, DER dan TATO didapatkan nilai 2.985789, 1.891053 dan

Correlations: TATO, CR, DER, ROI

0.660

TATO
CR

CR

Tabel 4.9 Rata-rata variabel penelitian

DER

0.005

Variabel
ROI
CR
DER
TATO

0.983

DER

0.332

0.164

0.165

0.501

Rata-rata
3.32
2.986
1.89
0.660

Hubungan dari masing-masing variabel prediktor CR, DER, dan TATO


ROI

0.993

0.010

0.376
terhadap
variabel respon, ROI dapat diketahui dari koefisien korelasi dan p-value

0.000

0.966

0.113
masing-masing
variabel prediktor tersebut dengan variabel respon. Koefisien korelasi

output dari program Minitab 16.0 ditunjukkan pada tabel berikut.


Tabel 4.10 Korelasi ROI, CR, DER, dan TATO
Cell Contents: Pearson correlation
P-Value

Correlations: ROI, CR, DER, TATO


ROI
0.010
0.966

CR

DER

0.376
0.113

0.164
0.501

TATO

0.993
0.000

0.005
0.983

CR

DER

0.332
0.165

Cell Contents: Pearson correlation


P-Value

23

Ada tidaknya hubungan linear antara variabel respon dan variabel prediktor
dilihat dari Pearson correlation dan p-value. Dari output Minitab 16.0 dapat
diketahui bahwa p-value yang signifikan adalah p-value untuk hubungan antara ROI
dengan TATO, sehingga variabel ROI memiliki hubungan secara linear dengan
variabel TATO. Besarnya hubungan antara ROI dengan TATO tersebut ditunjukkan
oleh koefisien Pearson Correlation, yaitu sebesar 0.993. Untuk hubungan variabel
prediktor lainnya, yaitu variabel CR dan DER dengan variabel respon ROI
menghasilkan p-value yang tidak signifikan

(p-value>0.05), sehingga masing-

masing variabel CR dan DER dengan ROI tidak memiliki hubungan.


Hubungan antara variabel respon dengan prediktor juga dapat diketahui
melalui diagram pencar, yaitu diagram pencar untuk respon ROI dengan masingmasing predikor CR, DER, dan TATO.
Scatterplot of ROI vs CR, DER, TATO
CR

DER

15
10
5

ROI

0
0

10

15

20

TATO

15
10
5
0
0.0

0.5

1.0

1.5

2.0

Gambar 4.3 Scatter plot ROI dengan CR, DER, dan TATO

24

Gambar 4.1 di atas menunjukkan diagram pencar untuk variabel respon ROI
dengan masing-masing variabel prediktor CR, DER, dan TATO.
4.2.2

Analisa Regresi Linier Klasik


Dari data-data variabel bebas (CR, DER, dan TATO) dan variabel terikat (ROI)

pada perusahaan manufaktur selama pada tahun 2007 yang menjadi sampel dalam
penelitian ini dilakukan analisis statistik dengan menggunakan program minitab versi
16.0

maka

diperoleh

persamaan

regresi

linier

ROI 1.06 0.0069CR 0.0561DER 6.51TATO

Tabel 4.11 Output Minitab 16.0 Hasil Regresi ROI dengan CR, DER, dan TATO
Predictor
Constant
CR
DER
TATO

4.2.3

Coef
-1.0557
-0.00692
0.05609
6.5063

S = 0.579512

SE Coef
0.2499
0.05794
0.03267
0.2021

R-Sq = 98.8%

T
-4.23
-0.12
1.72
32.19

P
0.001
0.907
0.107
0.000

R-Sq(adj) = 98.5%

Uji Multikolinearitas
Durbin
Watson-Statistics
2.18038
Selanjutnya,
peneliti
menguji adanya=multikolinearitas
dari variabel variabel

penelitian. Multikolineritas diidentifikasi menggunakan R-Square dan t-test dimana


cara mengidentifikasikannya jika nilai R-square pada model tinggi namun variabel
pada model ada yang tidak signifikan.
Tabel 4.12 Koefisien regresi variabel CR, DER, dan TATO
Predikor
Konstan
CR
DER
TATO
R-Sq

Koefisien
-1.0557
-0.00692
0.05609
6.5063
0.988

Dari persamaan model regresi tersebut nilai koefisien determinasinya tinggi,


yaitu mencapai 98.8 %. Untuk analisis lebih lanjutnya peneliti melakukan uji
signifikansi dari variabel-variabel tersebut dengan memperhitungkan nilai P-value
dan uji-t, dapat ditampilkan pada tabel berikut.
Tabel 4.13 t, P-value, dan Kesimpulan masing-masing prediktor
Predikor

P-value

Kesimpula

25

Konstan
CR

-4.23
-0.12

0.001
0.901

DER

1.72

0.107

EPS

32.19

0.000

n
Signifikan
Tidak
Signifikan
Tidak
Signifikan
Signifikan

Sebelumnya telah didapatkan nilai R-Sq tinggi, yaitu 98.8%, namun nilai
koefisien dari variabel prediktor ada yang tidak signifikan, yaitu variabel CR dan
DER. Oleh karena itu, dari model regresi tersebut diduga terjadi multikolinearitas.
4.2.4

Uji Heterokedastisitas
Langkah selanjutnya adalah mencari adanya kasus heterokesdastis pada

variable penelitian. Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model


regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan
yang lain. Adapun histogram dari uji heteroskedastisitas pada variable penelitian
sebagai berikut.

(a)
(b)
Gambar 4.4 (a). Scatterplot Residual dengan Fitted ROI, (b) Normality Plot dari Residual

Berdasarkan plot histogram dependen variable ternyata didapatkan grafik


bahwa variable predictor tidak tersebar secara merata, dapat diduga bahwa model
terjadi heterokedastisitas. Pada grafik normal probility titik-titik menyebar

26

berhimpit

di

sekitar

diagonal,

maka

mengindikasikan

telah

terjadi

heteroskedastisitas. Data ini mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini


menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran. Jika data menyebar disekitar
garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya
menunjukkan terdistribusi secara normal, maka model regresi layak dipakai untuk
memprediksi ROI berdasarkan variabel independen CR, DER, dan TATO.
4.2.5

Uji Autokorelasi
Untuk mengetahui adanya autokorelasi pada model, uji yang digunakan

adalah Uji Durbin Watson. Statistik uji Durbin Watson, d, didapatkan dari pegolahan
program Minitab 16.0.
Tabel 4.14 Perbandingan d hitung dengan d tabel
d Durbin-Watson
2.18038

d tabel
d bawah
0.967

d atas
1.685

Kesimpulan
Tidak terjadi korelasi

Dari Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nilai d Durbin-Watson hasil dari Minitab
adalah 2.18038, sedangkan nilai dbawah dan d atas untuk n=19 dan prediktor (k)=3
untuk =0.05 berturut-turut adalah 0.967 dan 1.685. Nilai d Durbin-Watson > d atas,
sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi autokorelasi.
4.3

Persamaan Simultan
Telah dijelaskan pada subab sebelumnya

pada penelitian terdapat dua

variabel yang berbeda, namun satu sama lain terdapat hubungan yang cukup erat atau
biasa disebut sebagai persamaan simultan. Pada persamaan pertama , yaitu hubungan
antara nalisis Pengaruh Faktor Kinerja Keuangan (ROI,CR,DER dan EPS) Terhadap
ReturnSaham dapat dibuat model regresinya,
ReturnSaham= 10 + 11 CR+ 12 DER + 13 EPS+ 14 ROI
Sedangkan persamaan kedua yaitu,

27

ROI= 20+ 21 CR+ 22 DER + 23 TATO


Pada kedua persamaan tersebut ternyata terdapat hubungan satu sama lain,
dapat diketahui pada persamaan satu variabel return saham sebagai variabel
independen/ dapat berdiri sendiri. Sedangkan pada persamaan kedua ROI sebagai
variabelindependen , namun ROI pada persamaan satu menjadi variabel dependen.
Sesuai dengan penjelasan pada bab bab sebelumnya variabel yang dapat berdiri
sendiri dinamakan sebagai variabel endogen, jadi variabel endogen pada persamaan
satu dan dua adalah return saham dan ROI. Sedangkan variabel sebagai penjelas dari
masing masing variabel endogen,namun tidak termasuk sebagai anggota variabel
endogen disebut variabel eksogen. Maka dari kedua persamaan tersebut variabel
eksogennya adalah CR,DER,EPS dan TATO.
Dengan kedua persamaan diatas peneliti mampu melanjutkan langkah untuk
meguji kesimultanan. Namun sebelum menguji dengan metode kesimultanan harus
mengidentifikasi secara tepat metode yang seperti apa untuk menyelesaikan persoalan
tersebut. Identifikasi pertama adalah mengenai kondisi ordernya yaitu dengan order
rank

dan

rank

conditio

mengenai

jumlah

variabel

endogenusnya

serta

variabelpredetermined.Untuk memperjelas perhitungan, koefisien dan variabel


penjelas dari keempat persamaan dipisahkan seperi tabel berikut.
Tabel 4.15 Koefisien variabel pada sistem persamaan simultan

Saham

10

Saham
1

CR
11

DER
13

ROI

20

21

22

EPS
13

ROI
14

TATO
0
23

Tabel diatas merupakan tabel untuk mempermudah perhitungan nilai matriks


dimana menunnjukkan bahwa masing-masing persamaan teridentifikasi nilai
ordernya. Langkah selanjutnya menghapus baris koefisien dari persamaan yang
dipertimbangkan identifikasinya dan juga hapus kolom yang dipertimbangkan
identifikasinya juga. Karena peneliti mempunya dua persamaan, maka identikikasi
pertama dilakukan pada persamaan return saham terlebih dahulu , kemudian akan
didapatkan ranknya. Langkah yang sama juga dilakukan pada persamaan kedua yaitu
28

persamaan ROI, sehingga didapatkan nilai informasi order condition masing-masing


persamaan sebagai berikut.

Tabel 4.16 Identifikasi Kondisi Order

Persamaan
Return Saham
ROI

K-k

Jumlah Variabel
g-1
G-1

4-1

1-1

2-1

3-1

1-1

2-1

Rank

Identifikasi
Over
Identified
Over
Identified

Dari informasi diatas kemudian identifikasi terhadap konsisi order dan kondisi
rank dapat menyimpulkan bahwa kedua persamaan termasuk dalam teridentifikasi
secara berlebihan. Kesimpulan tersebut didasarkan informasi pada tabel diatas
dimana nilai K-k > g-1 dan rank matriks persamaan return saham adalah G-1. Begitu
juga dengan matriks persamaan ROI bahwa nilai K-k > g-1 dan rank matriks
persamaannya adalah G-1. Maka karena kedua persamaan termasuk dalam
overcondition langkah pengerjaan selanjutnya dengan menggunakan metode 2SLS.
Langkah selanjutnya adalah mennyelesaikan kedua persamaan tersebut
dengan metode 2SLS, untuk lebih mempermudah pengerjaan digunakan software
SPSS. Adapun langkah metodenya yaitu, inputkan data yaitu variabel-variabel
penelitian pada kedua persamaan di tabelworksheet spss. Lakukan langkah pertama
untuk penyelesaian persamaan return saham yaitu pilih analyze dan pilih regression
kemudian pilih lagi 2-stage least regression. Pada kolom dependen isikan respon
yaitu return saham. Pada explanatory isikan variabel-variabel penjelas pada
persamaan return saham yaitu CR, DER, ROI dan EPS. Kolom instrumental isikan
seluruh variabel gabungan yang tidak menjadi variabel endogen pada kedua

29

persamaan. Pada option centang prediktor dan klik oke, sehingga akan muncul
informasi sebagai berikut pada program SPSS untuk persamaan return saham.

Tabel 4.17 Nilai R-Square Sistem Persamaan Simultan


Model Summary
Equation 1

Multiple R

.920

R Square

.847

Adjusted R Square

.803

Std. Error of the Estimate

.074

Nilai Multiple R atau biasa disebut multiple correlation coefficient adalah


0.920, menunjukkan bahwa tingkat korelasi (kesesuaian) data prediksi terhadap data
actual mencapai 92%. Sedangkan nilai R-Square atau disebut sebagai coefficient of
determination merupakan nilai kuadrat dari multiple R, menunjukkan 0.847, berarti
variabel independen dalam persamaan ini mampu menjelaskan variabel dependen
dalam persamaannya sebesar 84.7%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel di
luar persamaan.
Tabel 4.18 ANOVA Sistem Persamaan Simultan
ANOVA
Sum of
Squares
Equation 1 Regression

df

Mean Square

.425

.106

Residual

.077

14

.005

Total

.502

18

Sig.
19.374

.000

Nilai signifikansinya yaitu 0.000, ini menunjukkan bahwa tingkat


kesalahannya adalah 0% atau sangat kecil, sehingga persamaan dinyatakan signifikan.
Tabel 4.19 Koefisien Regresi Persamaan Simultan

30

Coefficients
Unstandardized Coefficients
B
Equation 1

Std. Error

(Constant)

.009

.033

CR

.073

.009

DER

.042

EPS
ROI

Beta

Sig.
.278

.785

.930

8.293

.000

.028

.169

1.544

.145

.000

.000

-.063

-.570

.578

-.002

.004

-.062

-.517

.613

Nilai signifikansi pada variabel CR menunjukkan nilai 0.000 atau kurang dari
5%, sehingga menunjukkan bahwa variabel CR memiliki pengaruh yang nyata
terhadap variabel respon model. Sedangkan variabel DER, EPS dan ROI masingmasing memiliki nilai signifikansi sebesar 0.145, 0.578, dan 0.613 yang berarti lebih
dari 5%, sehingga variabel DER, EPS dan ROI tidak memiliki pengaruh nyata
terhadap nilai variabel dependen.
Persamaan matematis yang didapatkan untuk variabel prediktor CR, DER,
EPS, dan ROI dengan Return Saham sebagai respon adalah:
ReturnSaham t =0.009+0.073 CR t +0.042 DERt + 0.000 EPS t0.002 ROI t =
Berdasarkan informasi diatas merupakan output dari SPSS untuk persamaan
return saham.Untuk langkah yang sama dilakukan analisis persamaan kedua yaitu
ROI dengan bantuan SPSS. Pada kolom predictor isikan data ROI dan explanatory
isikan CR, DER dan TATO sehingga muncul informasi sebagai berikut.
Tabel 4.20 Nilai R-Square Sistem Persamaan Simultan
Model Summary
Equation 1

Multiple R

.993

R Square

.987

Adjusted R Square

.984

Std. Error of the Estimate

.600

Nilai Multiple R atau biasa disebut multiple correlation coefficient adalah


0.993, menunjukkan bahwa tingkat korelasi (kesesuaian) data prediksi terhadap data
actual mencapai 99.3%. Sedangkan nilai R-Square atau disebut sebagai coefficient of
31

determination merupakan nilai kuadrat dari multiple R, menunjukkan 0.987, berarti


variabel independen dalam persamaan ini mampu menjelaskan variabel dependen
dalam persamaannya sebesar 98.7%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel di
luar persamaan.
Tabel 4.21 ANOVA Sistem Persamaan Simultan

ANOVA
Sum of
Squares
Equation 1 Regression
Residual
Total

df

Mean Square

406.980

135.660

5.404

15

.360

412.383

18

Sig.

376.565

.000

Nilai signifikansinya yaitu 0.000, ini menunjukkan bahwa tingkat


kesalahannya adalah 0% atau sangat kecil, sehingga persamaan dinyatakan signifikan.
Tabel 4.19 Koefisien Regresi Persamaan Simultan
Coefficients
Unstandardized Coefficients
B
Equation 1

(Constant)

Std. Error
-1.205

.250

-.037

.072

DER

.250

TATO

6.612

CR

Beta

Sig.
-4.822

.000

-.016

-.516

.614

.220

.035

1.139

.273

.217

.991

30.427

.000

Nilai signifikansi pada variabel CR menunjukkan nilai 0.000 atau kurang dari
5%, sehingga menunjukkan bahwa variabel CR memiliki pengaruh yang nyata
terhadap variabel respon model. Sedangkan variabel CR,DER dan TATO masingmasing memiliki nilai signifikansi sebesar 0.614, 0.273, dan 0.000 yang berarti lebih
dari 5% untuk CR dan DER, sedangkan nilai TATO signifikannya 0.00 ternyata
mempunyai nilai taraf nyata tinggi.Sehingga variabel CR dan DER tidak memiliki

32

pengaruh nyata terhadap nilai variabel dependen sedangkan TATO mempunyai nilai
yang pengaruh nyata terhadap variable respon.
Persamaan matematis yang didapatkan untuk variabel prediktor CR,DER dan
TATO dengan ROI sebagai respon adalah:
ROI t=1.2050.037 CR t +0.250 DERt + 6.612TATO t

33