Anda di halaman 1dari 10

PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU

No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

1. Pengertian

2. Tujuan

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama


program perbaikan gizi yang menitikberatkan pada upaya pencegahan
dan peningkatan gizi anak
Memantau status gizi balita dan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dengan mendukung perbaikan perilaku, keadaan gizi dan
kesehatan keluarga

3. Kebijakan
4. Referensi

5. Langkahlangkah

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Pokok Pokok


Kesehatan
2. Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayan
Terpadu
3. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak
4. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas
1

3
4

Persiapan Pelaksanaan Posyandu (H-1)


- Menyebarluaskan hari buka posyandu
- Mempersiapkan tempat pelaksanaan posyandu
- Mempersiapkan sarana posyandu
- Melakukan pembagian tugas antar kader
- Kader berkoordinasi dengan petugas kesehatan
Pelaksanaan Posyandu (Hari H)
Ada 5 Langkah dalam kegiatan posyandu:
- Pendaftaran Balita, Ibu Hamil, PUS
- Penimbangan dan Pengukuran LILA
- Pencatatan
- Penyuluhan dan Konseling
- Pelayanan Kesehatan
Evaluasi.Setelah selesai posyandu melakukan evaluasi/ menilai
hasil kegiatan antara lain jumlah kunjungan balita dan BGM
Kegiatan di Luar Jadwal Buka Posyandu
- Kunjungan rumah bagi balita yang tidak datang pada hari H, Gizi
kurang /
Gizi buruk

6.

PEMANTAUAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF


No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

1. Pengertian

Bayi yang hanya mendapat ASI saja tanpa makanan dan minuman lain sejak
lahir sampai usia 6 bulan

2. Tujuan

Meningkatkan pemberian ASI Eksklusif dan meneruskan pemberian ASI


sampai anak berusia 2 tahun secara baik dan benar

3. Kebijakan
4. Referensi

Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas

5. Langkah-langkah

1. Kegiatan pengumpulan data :


- Menghitung seluruh bayi 0 6 bulan di wilayah kerja
- Menghitung jumlah seluruh bayi usia 0 6 bulan yang hanya diberi
ASI saja
2. Kegiatan meningkatkan penyelenggaraan program :
- Sosialisasi ASI Eksklusif
- Penyuluhan

6. Hal yang perlu


diperhatikan

1.
2.
3.
4.

Bentuk dan jenis sediaan


Stabilitas (suhu, cahaya, kelembaban)
Mudah atau tidaknya meledak/terbakar
Narkotika dan psikotropika disimpan dalam lemari khusus.

PEMBERIAN VITAMIN A
No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

1. Pengertian

2. Tujuan

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

Memberikan kapsul Vitamin A pada bulan Februari dan Agustus. Anak umur
12-59 bulan diberi 1 kapsul Vitamin A takaran tinggi 200.000 SI, bayi berumur
6-11 bulan diberi 1 kapsul Vitamin A takaran 100.000 SI, bayi dan balita sakit
serta Ibu nifas ( 0-42 hari )
Mencegah terjadinya kekurangan Vitamin A, yang dapat menurunkan sistem
kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit seperti sakit batuk, diare,
campak, terganggunya pembentukan sel darah merah dan gangguan
kesuburan

3. Kebijakan
4. Referensi

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas


2. Pedoman Akselerasi Cakupan Kapsul Vitamin A
3. Pedoman pemberian Kapsul Vitamin A

4.

1. Persiapan alat dan bahan


2. Melakukan registrasi sasaran bayi berumur 6- 11 bulan untuk
pemberian Vitamin A biru, balita umur 12-59 bulan mendapatkan
Vitamin A merah
3. Memberikan penyuluhan tentang pentingnnya Vitamin A
4. Pendistribusian kapsul Vitamin A biru bayi berumur 6-11 bulan dan
Vitamin A merah balita umur 12-59 bulan
5. Sweeping pemberian Kapsul Vitamin A
6. Pencatan dan pelaporan

7.

PEMANTAUAN GARAM BERYODIUM


No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

1. Pengertian

Garam beryodium yang diproduksi melalui proses yodisasi yang memenuhi Standar Nasion

2. Tujuan

Terlaksananya pemantauan untuk memperoleh gambaran berkala tentang cakupan konsum

Pelayanan G

3. Kebijakan
4. Referensi

5. Langkah-langkah

Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas

1. Memilih 1 sekolah yg mewakili 1 desa yang ada di wilayah kerja


2. Memilih kelas 4,5 dan 6 dengan jumlah sampel 26 0rang, dari hasil pemeriksaa
beryodium baik
Cara mengetahui kadar yodium dalam garam dapat dilakukan oleh pengetesan den
- Ambil 1 sendok teh garam,lalu tetesi dengan cairan iodina test
- Tunggu beberapa menit sampai terjadi perubahan warna pada garam
- Bila garam berubah warna menjadi ungu tua, maka garam tersebut menga
- Bila garam berubah warna menjadi ungu muda atau keputih-putihan, maka
- Bila warna tidak berubah, garam tersebut tidak mengandung yodium
3. Menghitung jumlah desa yang beryodium
4. Menetapkan status desa
5. Menghitung jumlah desa yang beryodium baik

6. Dokumen
terkait

\\

PELACAKAN KASUS GIZI BURUK


No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

1. Pengertian

Menemukan kasus balita gizi buruk melalui pengukuran BB dan TB serta melihat
tanda-tanda klinis.

2. Tujuan

Untuk mengetahui kejadian dan jumlah balita gizi buruk

3. Kebijakan
4. Referensi

5. LangkahLangkah

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas


2. Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk
3. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak
1. Menggunakan data rutin hasil penimbangan,pengukuran tinggi badan, LILA
anak di posyandu
2. Melihat keadaan gizi anak yang ditandai dengan satu atau lebih tanda
berikut:
a. Sangat kurus
b. Edema, minimal pada kedua punggung kaki
c. BB/PB atau BB/TB <-3 SD
d. Lila <11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan)
3. Menilai status gizi balita dengan indeks BB/TB ( WHO-NCHS )
4. Mencatat nama balita yang menderita gizi buruk
5. Membuat laporan pelacakan gizi buruk dan atau KLB ke Dinas Kesehatan

6. Hal yang
perlu
diperhatikan

PENANGANAN ANAK GIZI BURUK


No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

1. Pengertian

2. Tujuan

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

Keadaan gizi anak yang ditandai dengan satu atau lebih tanda berikut:
a. Sangat kurus
b. Edema, minimal pada kedua punggung kaki
c. BB/PB atau BB/TB <-3 SD
d. Lila <11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan)
Meningkatkan status gizi dan menurunkan angka kematian anak gizi buruk

3. Kebijakan
4. Referensi

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas


2. Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk
3. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak

5. LangkahLangkah

1. Pendaftaran. Pengisian data anak di kartu (buku) status


2. Pengukuran Antropometri
- Penimbangan BB dilakukan setiap minggu
- Pengukuran PB/TB dilakukan setiap bulan
- Selanjutnya dilakukan ploting pada grafik dengan tiga
indikator pertumbuhan (TB/U atau PB/U, BB/U, BB/PB atau BB/TB)
3. Pemeriksaan klinis. Dokter melakukan anamnese untuk mencari riwayat
penyakit, pemeriksaan fisik daN mendiagnosa penyakit, serta menentukan
ada atau tidak penyakit penyerta, tanda klinis atau komplikasi
4. Pemberian konseling
- Menyiapkan informasi kepada ibu tentang hasil penilaian
pertumbuhan anak
- Mewawancarai ibu untuk mencari penyebab kurang gizi
- Memberi nasehat sesuai penyebab kurang gizi
- Memberikan anjuran pemberian makan sesuai umur dan
kondisi anak.
5. Kunjungan rumah
Kunjungan rumah bertujuan untuk menggali permasalahan yang dihadapi
keluarga, ini dilakukan minimal tiga kali dalam seminggu. Melakukan monitoring
asupan makanan untuk mengetahui apakah makanan anak disukai dan
dihabiskan setiap kali makan,dan kandungan nilai gizinya sesuai kebutuhan
anak

6.

PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU


(MP- ASI) PABRIKAN
No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

1. Pengertian

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

Makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau
anak usia 6 24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI dengan
makanan jadi hasil olahan pabrik dengan spesifikasi zat gizi yang telah
dibakukan

Mempertahankan dan memperbaiki status gizi bayi dan anak usia 6 24 bulan
dari keluarga miskin melalui pemberian MP-ASI Pabrikan

2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi

Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas

5. LangkahLangkah

1. Melakukan pendataan seluruh bayi dan anak usia 6-24 bulan dari keluarga
miskin selama 90 Hari Makan Anak. Pemberian MP-ASI kepada keluarga
miskinkarena pendapatan yang rendah menimbukan keterbatasan pangan di
rumah tangga yang berlanjut kepada rendahnya jumlah dan mutu MP-ASI
yang diberikan.
2. MP-ASI diterima di puskesmas dengan membuat tanda terima
3. MP- ASI Pabrikan didistribusikan kepada sasaran selama 90 Hari Makan
Anak dengan 30 bungkus per/bulan dan mencatat jumlah MP-ASI yang telah
didistribusikan
4. Sisa MP_ASI yang belum didistribusikan disimpan di dalam gudang yang
bersih, higienis, dan dilengkapi dengan rak yang tidak menempel di dinding.
MP-ASI pabrikan dinyatakan rusak apabila bungkus berlubang, pecah atau
biskuit tidak renyah

6. Hal yang
perlu
diperhatikan

PEMBERIAN PMT PEMULIHAN GIZI KURANG


No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

1. Pengertian

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

Makanan bergizi yang diperuntukkan bagi balita usia 6-59 bulan sebagai
makanan tambahan untuk pemulihan gizi berbasis bahan makanan lokal

Memperbaiki status gizi bayi dan anak usia 6 24 bulan melalui pemberian
PMT Pemulihan Gizi Kurang dan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan ibu dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang pada
akhirnya berdampak pada perbaikan gizi balita

2. Tujuan

3. Kebijakan
4. Referensi

Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas

5. Langkahlangkah

1. Penentuan sasaran gizi kurang yang akan diberikan PMT pemulihan


2. Petugas gizi membeli bahan makanan berbasis lokal yang disesuaikan
dengan kondisi balita gizi kurang dan jenis PMT
3. Kader mendistribusikan bahan makanan ke rumah sasaran disertai dengan
susunan menu dengan 90 hari makan anak
4. PMT Pemulihan sebaiknya diberikan pada pagi hari diantara makan pagi
(sekitar pukul 10.00- 11.00) dengan makan siang (sekitar pukul 14.00
16.00)
5. Pemantauan dilakukan setiap bulan selama pelaksanaan PMT Pemulihan
6. Pemantauan meliputi pelaksanaan PMT Pemulihan, pemantauan berat
badan, sedangkan pengukuran panjang/tinggi badan hanya pada awal dan
akhir pelaksanaan PMT Pemulihan
7. Pencatatan dan pelaporan mengenai perkembangan status gizi balita
(BB/PB atau BB/TB) dicatat pada awal dan akhir pelaksanaan PMT
Pemulihan yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

6. Hal yang
perlu
diperhatikan

PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH


No.Kode :
Terbitan :
No.Revisi:
Tanggal mulai berlaku :
Halaman :

SPO
PUSKESMAS BORONG
KOMPLEKS
PEMKAB
SINJAI

Hj. ST HUSNAH,S.ST
NIP.

1. Pengertian

Pemberian 90 tablet tambah darah kepada ibu hamil selama periode


kehamilannya di satu wilayah kerja puskesmas pada kurun waktu tertentu

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam melakukan pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil
dan anemia pada kehamilan untuk mengatasi anemia sebelum persalinan
berlangsung

3. Kebijakan
4. Referensi

5. Langkahlangkah

6. Hal yang
perlu
diperhatikan

Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas

1.
2.
3.
4.

Pendataan sasaran ibu hamil


Perencanaan kebutuhan tablet tambah darah
Pengadaan dan pendistribusian Tablet tambah darah
Pemantauan dan penilaian