Anda di halaman 1dari 46

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

BAB IV
TUGAS KHUSUS
PERANCANGAN PRESSURE VESSEL HIGH PRESSURE (HP) PACKAGE
VERTICAL 2 (TWO) FHASE Di PT. CITRA TUBINDO ENGINEERING
4.1

Latar Belakang Tugas Khusus


Didalam pembuatan laporan ini penulis ingin menjelaskan proses desain

Pressure Vertical 2 (Two) Fhase yang di fabrikasikan oleh PT. Citra Tubindo
Engineering (CTE).
Pressure Vessel merupakan salah satu peralatan utama yang mempunyai
peranan penting dalam operasi pengolahan minyak bumi dan gas alam., Pressure
Vessel yang di produksi pada PT. Citra Tubindo Engineering, merupakan Pressure
Vessel Vertical 2 (Two) fhase. Berdasarkan perencanaanya fungsinya Pressure
Vessel adalah salah satu penerapan instrumentasi kendali di industri minyak
dan gas. Pressure Vessel yang akan dirancang oleh PT Citra Tubindo Engineering
adalah untuk memisahkan 2 fhase fluida yaitu minyak, gas atau liquid, proses
pemisahan ini memanfaatkan proses alami prinsip beda berat jenis dari
kedua fluida tersebut. Pada Pressure Vessel umumnya instrumentasi kendali
digunakan untuk mengendalikan variabel - variabel

berikut: ketinggian,

tekanan, aliran dan suhu dan salah satu metode kendalinya adalah dengan
menjaga level interface antara kedua fluida tersebut sehingga kedua fluida
tersebut terpisah secara sempurna.

4.2

Batas Masalah
Sehubungan dengan pembahasan Pressure Vessel yang terlalu luas

Riki Rikardo
1210017211036

16

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


cakupan ilmiahnya, maka penulis dalam kesempatan ini hanya membahas
tentang bagaimana Proses Desain ataupun Paket Pressure Vessel beserta
komponen komponen pendukungnya yang dilakukan di PT. Citra
Tubindo Engineering. Batam - Indonesia.
Adapun batasan masalah pada laporan kerja praktek ini diantaranya yaitu :

Proses desain

Pressure Vessel High Presures (HP) Package

Vertical 2 (Two) Fhase.


4.3

Tujuan
Agar Mahasiswa yang melakukan praktek kerja lapangan mengetahui
bagaimana proses proses dalam merancang alat Pressure Vessel
Vertical 2 Fhase di PT. Citra Tubindo Engineering. Batam - Indonesia

4.4

Tinjauan Pustaka

Riki Rikardo
1210017211036

17

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


4.4.1

Pressure Vessel
Pressure Vessel adalah alat pemisah minyak dan gas bumi yang

menggunakan prinsip pemisah pada tekanan dan temperatur tetap. Biasanya


produksi dari sumur minyak menggunakan Pressure Vessel vertical sedangkan
produksi dari sumur gas diproses menggunakan Pressure Vessel horizontal. Hal
ini dikarenakan pada Pressure Vessel horizontal memiliki daerah pemisahan yang
lebih luas dan panjang dibandingkan Pressure Vessel vertical. Pressure Vessel
digunakan dalam sejumlah industri ; misalnya industri pembangkit listrik untuk
fosil dan tenaga nuklir, industri petrokimia untuk penyimpanan dan pengolahan
minyak mentah serta menyimpan bensin di stasiun layanan, dan industri kimia
(dalam reactor kimia) untuk nama tapi beberapa. Penggunaanya telah diperluas di
Dunia. Pressure Vessel pada kenyataanya sangat penting untuk penggunaaanya,
untuk kimia, minyak bumi, petrokimia dan industri nuklir. Secara umum, Pressure
Vessel dirancang dengan ukuran dan geometris yang bervariasi.
Pada ASME Boiler and Pressure Vessel Code, Section VIII, Division 1
menetapkan berbagai tekanan. Pressure Vessel sebagai komponen yang dirancang
untuk memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan oleh desainer dan analisis
bertanggung jawab untuk keseluruhan desain. Langkah pertama dalam prosedur
desain adalah untuk memilih informasi yang relevan yang diperlukan,
membangun dengan cara ini untuk persyaratan desain. Setelah desain persyaratan
telah ditetapkan, bahan yang cocok dipilih dan Kode desain ditentukan akan
memberikan desain yang diijinkan atau stres nominal yang digunakan untuk
dimensi ketebalan Pressure Vessel utama. kode tambahan aturan menutupi desain

Riki Rikardo
1210017211036

18

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


berbagai komponen seperti nozel, flange, dan sebagainya. Setelah itu pengaturan
dari berbagai komponen diselesaikan dan dianalisis untuk kegagalan.
Jenis jenis Pressure Vessel berdasarkan posisinya
Pressure Vessel vertical / Tegak
Pressure Vessel vertical cocok digunakan untuk sumur yang mempunyai
Gas Oil Ratio rendah. Untuk masalah penempatannya, Pressure Vessel
vertical sangat efisien karena tidak membutuhkan tempat yang luas
sehingga sangat cocok digunakan pada offshore.

Gambar 4.1 Pressure Vessel Vertical


Pressure Vessel Horizontal / Datar
Pressure Vessel Horizontal lebih murah dibandingkan separator vertical
untuk suatu kapasitas gas tertentu. Pressure Vessel ini juga ekonomis untuk
pemrosesan fluida yang mempunyai Gas Oil Ratio tinggi. Untuk
penempatannya Pressure Vessel horizontal tidak memerlukan pondasi
yang khusus.

Gambar 4.2 Pressure Vessel Horizontal


-

Pressure Vessel Spherical / Bulat

Riki Rikardo
1210017211036

19

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Pressure Vessel spherical sangat baik untuk fluida yang mengandung pasir
dan lumpur. Namun Pressure Vessel jenis ini mempunyai kapasitas yang
lebih kecil dibandingkan dengan Pressure Vessel datar maupun Pressure
Vessel tegak. Pressure Vessel spherical sangat cocok digunakan pada
pressure yang tinggi.

Gambar 4.3 Pressure Vessel Spherical

Fungsi utama dari Pressure Vessel


*
Memisahkan fasa pertama cairan hidrokarbon dan air bebasnya dari gas
*

atau liquid.
Melakukan usaha lanjutan dari pemisahan fasa pertama dengan
mengendapkan sebagian besar dari butiran butiran cairan yang ikut di

dalam aliran gas


Mengeluarkan gas maupun cairan yang telah dipisahkan dari Pressure
Vessel secara terpisah.

Riki Rikardo
1210017211036

20

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

Gambar 4.4 Prinsip Pemisahan Pada Pressure Vessel


Faktor faktor lain yang dapat mempengaruhi pemisahan fluida antara lain :
a.
Viskositas fluida
b.
Densitas minyak dan Liquid
c.
Tipe peralatan dalam separator
d.
Kecepatan aliran fluida
e.
Diameter dari titik titik Liquid
Klasifikasi Pressure Vessel
Klasifikasi Pressure Vessel tergantung dari pembagian jenis ruang
lingkupnya, secara umum diklasifikasikan sebagai berikut :
*
Menurut tekanan kerja
a.
High Pressure (HP) 650-1500 Psi
b.
Medium Pressure (MP) 225-650 Psi
c.
Low pressure (LP) 10-225 Psi
*
Berdasarkan hasil pemisahan
Pressure Vessel dua fasa : memisahkan fluida formasi menjadi fasa
liquid dan fasa gas.

Gambar 4.5 Pressure Vessel Dua Fasa

Riki Rikardo
1210017211036

21

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


-

Pressure Vessel tiga fasa : memisahkan formasi menjadi fasa


minyak, liquid dan gas

Gambar 4.6 Pressure Vessel Tiga Fasa


4.5 Komponen Utama Bejana Tekan (Pressure Vessels)
Komponen utama bejana tekan (Pressure Vessels) merupakan komponen
yang paling dominan dan selalu pada bejana tekan. Komponen komponen
tersebut antara lain ;shell, head, flange, bolts and nut, nozzle, support, dan skirt
support.
4.5.1 Shell
Shell adalah komponen yang paling utama yang berisi fluida yang
bertekanan. Pada umumnya ada dua tipe shell yang ada yaitu shell silindris dan
spherical shell. Tetapi hanya shell silindris sering digunakan dalam design bejana
tekan. Ketebalan shell dipengaruhi

oleh tekanan

design.

Tekanan

design

dibedakan menjadi dua yaitu tekanan design internal dan tekanan design
eksternal. Untuk menentukan ketebalan shell harus memperhatikan beban yang
terjadi pada shell. Arah penyambungan shell juga akan mempengaruhi
perhitungan ketebalan shell.
A. Ketebalan shell berdasarkan internalpressure design
Riki Rikardo
1210017211036

22

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Berdasarkan standar ASME, ketebalan shell berdasarkan internal pressure
bisa ditentukan dengan persamaan berikut:
1. Sambungan memanjang (longitudinal joint)
Untuk sambungan jenis ini ketebalan shell harus bisa menahan tegangan
yang terjadi. Tegangan yang dominan pada sambungan memanjang adalah
tegangan arah melingkar atau circumferential stress. Besarnya ketebalan shell
ditentukan dengan persamaan berikut:
t

PR
SE 0,6 P

ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 27

(4.1)

SEt
R 0,6t

ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 27

(4.2)

Dimana :
t = Ketebalan mimimum shell yang diperlukan, mm
P = Tekanan design internal, Psi (kPa)
R = Jari jari dalam shell, mm
S = Tegangan izin maksimum, Psi (kPa)
E = Efisiensi sambungan las
2. Sambungan Melingkar ( Circumferential joint )
Sambungan melingkar harus bisa menahan tegangan arah longitudinal
atau longitudinal stress. Untuk memenuhi kriteria tersebut maka ketebalan
shelldapat ditentukan dari persamaan berikut:
t
P

PR
2 SE 0,4 P
2 SEt
R 0,4t

ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 27

(4.3)

ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 27

(4.4)

B. Ketebalan shell berdasarkan tekan dari luar ( external Pressure Design )


Riki Rikardo
1210017211036

23

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Ketebalan shelluntuk beberapa tipe sambungan berdasarkan external
pressuredapat ditentukan dari persamaan di bawah ini.
1. Untuk silinder dengan Do/t 10

Pa

4B
ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 28
3( Do / t )

(4.5)

Atau dengan persamaan


Pa

2 AE
ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 28
3( Do / t )

(4.6)

2. Silinder dengan harga Do/t < 10


Tentukan harga faktor A dan faktorB dari grafik UGO-28.0 dan UCS-28.2.
Jika Do/t kurang dari 4 maka faktor A dapat ditentukan dengan persamaan
berikut:
A

1,1
( Do / t )2

ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 28

(4.7)

4.5.2 Head
Seluruh bejana tekan harus ditutup dengan head. Head lebih banyak
berbentuk kurva dari pada pelat datar. Bentuk kurva lebih banyak memiliki
keuntungan antara lain kuat sehingga ketebalan head bisa lebih tipis, lebih
ringan walaupun agak mahal.
Berikut tipe head dan persamaan unuk menetukan ketebalannya.
A. Ketebalan head berdasarkan tekanan internal
a. Sphere dan hemispherical head

Riki Rikardo
1210017211036

24

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


PR
ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 32
2 SE 0,8 P

t
P

2 SEt
L 0,2t

ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 32

(4.8)
(4.9)

b. Ellipsoidal head
PD
ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 32
2 SE 1,8 P

t
P

2 SEt
D 0,2t

ASME VIII. Div 1.Edition 2010 UG 32

(4.10)
(4.11)

c. Cone dan conical head

PD
2 cos a SE 0,4 P

2 SEt cos
D 1,2t cos

ASME VIII. Div 1.Edit 2010

(4.12)

ASME VIII. Div 1.Edit 2010

(4.13)

d. ASME flanged and dished head


Jika perbandingan L/r = 50/3
t

0,885 PL
SE 0,8 P

PV Handbook Eugene F.Megyesy

(4.14)

Jika perbandingan L/r kurang 50/3


t

PLM
2 SE P M 0,2

PV Handbook Eugene F.Megyesy (4.15)

e. Circular flat head

t d

0.13 P / SE

PV Handbook Eugene F.Megyesy

(4.16)

B. Ketebalan Head Berdasarkan Tekanan Eksternal


a) Sphere dan hemispherical head

Riki Rikardo
1210017211036

25

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Prosedur untuk menentukan ketebalan head.

Asumsikan ketebalan head dan hitung harga A

Masukan harga A pada grafik material Fig G ASME

Dari grafik tersebut akan ditemukan harga B kemudian


subtitusikan ke persamaan berikut.

Pa

PV Handbook Eugene F.Megyesy

Ro / t

(4.17)

Jika Pa perhitungan di atas lebih besar dari tekanan design maka


ketebalan yang diasumsikan aman digunakan, tetapi jika Pa lebih kecil dari
tekanan design maka ketebalan yang diasumsikan harus diperbesar dan
prosedur diulangi lagi.
b) Ellipsoidal head
Penentuan ketebalan ellipsoidal head sama dengan prosedur diatas
tetapi R0= k1xDo, dimana k1= 0.9 (Tabel UG-37 ASME)
Tabel 4.1 UG-37 ASME VIII Division 1

c) ASME flanged and dished head

Riki Rikardo
1210017211036

26

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Prosedur untuk menentukan ketebalan head sama hanya harga Ro
adalah sama dengan Do.
d) Cone and conical section
Prosedur untuk menentukan ketebalan head pada prinsipnya sama
tetapi untuk head tipe ini menggunakan tabel UG-31 ASME
dengan harga Pa dibawah ini.
Tabel 4.2. UG 31 ASME VIII Division1

Pa

4B
3 Dl / Te

PV Handbook Eugene F.Megyesy

(4.18)

Gambar 4.7 Jenis Jenis Head Bejana Tekan (Pressure Vessels)


Riki Rikardo
1210017211036

27

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


( Sumber :

https://www.google.com/searchJenis+tutup+bejana+tekan)

4.5.3 Nozzle
Nozzle adalah komponen silinder yang berupa lubang yang menembus
shell atau head dari bejana tekan. Ujung nozzle biasanya berbentuk flange untuk
memungkinkan koneksi dengan part lain dan mudah untuk pemeliharaan
atau akses Nozzle memiliki beberapa fungsi antara lain:
Merekatkan pipa yang berfungsi untuk mengalirkan fluida dari atau
ke bejana tekan.
Sebagai tempat untuk sambungan instrumen, seperti level gauges,
thermowells atau pressure gauges.
Sebagai tempat masuk orang untuk mempermudah perawatan.
Ketebalan dinding shell yang dibutuhkan (Tr)
Trn1

PRn
PV Handbook Eugene F.Megyesy
SE 0.6 P

(5.19)

Ketebalan dinding Nozzle yang dibutuhkan (Trn)


Trn

PRn
PV Handbook Eugene F.Megyesy
SE 0.6 P

(5.20)

Dimana :
P = tekanan design, Psi
R = diameter dalam bejana tekan, in
Rn = diameter dalam nozzle, in
Riki Rikardo
1210017211036

28

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


S = tegangan izin maksimum, psi
E = efisiensi sambungan las

4.5.4 Support
Komponen ini berfungsi untuk menahan bejana tekan agar tidak
berpindah atau bergeser. Penyangga ini harus bisa menahan beban baik
berupa beban berat bejana ataupun beban dari luar seperti angin dan gempa
bumi. Perancangan penyangga tidak seperti desain bejana tekan karena
penyangga tidak mempunyai tekanan.
Jenis support yang digunakan tergantung pada ukuran dan orientasi dari
Bejana tekan (pressure vessel). Dalam semua kasus, support untuk bejana
tekan(pressure vessel) harus kuat untuk menerima beban selfweight, angin, dan
beban gempa.
Basic load dihitung untuk merancang anchorage dan pondasi untuk bejana
tekan (pressure vessel). Jenis support yang umum digunakan adalah sebagai
berikut:

Skirt

Adalah steel plate berbentuk silinder dan dilas pada bagian bawah shell
dari bejana tekan (pressure vessel) atau pada head bagian bawah.

Riki Rikardo
1210017211036

29

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Skirt untuk vessel jenis bola dilas ke bagian vessel di dekat mid-plane dari
shell. Skirt biasanya menyediakan cukup fleksibilitas sehingga ekspansi termal
dari shell tidak menyebabkan tekanan panas yang tinggi di titik temu dengan skirt.

Legs

Rasio maksimum panjang legs support terhadap diameter drum biasanya


2:1. Jumlah legs yang dibutuhkan tergantung pada ukuran bejana tekan (pressure
vessel) dan beban yang diterima.

Gambar 4.8 Skirt Support


( Sumber : www.whatispiping.com Skirt Support)
Support legs biasanya digunakan pada bejana tekan (pressure vessel)
spherical. Support legs untuk bejana tekan (pressure vessel) vertikal kecil dan
spherical pressure vessel dibuat dari profil baja struktur atau profil pipa dan
Riki Rikardo
1210017211036

30

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


menyediakan design yang paling optimal. Cross bracing apabila diperlukan
menguatkan antar legs, digunakan untuk menyerap beban angin atau gempa.

Saddle

Saddle support berfungsi mendistribusikan beban berat di seluruh


permukaan dari shell untuk mencegah Terjadinya local stress yang berlebihan
dalam shell di titik-titik support. Lebar saddle, antara lain detail design,
ditentukan dari desain kondisi bejana tekan (pressure vessel). Salah satu saddle
biasanya dipasang sebagai fix anchor dan lainnya sebagai fleksibel anchor yang
mengakomodasi thermal expansion ke arah longitudinal.

Gambar 4.9 Legs Support


Riki Rikardo
1210017211036

31

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


( Sumber : www.whatispiping.com LegsSupport)

Gambar 4.10 Saddle Support


( Sumber : www.pipingtech.com saddle support)
4.5.5 Anchor Bolts dan Base Ring
Anchor bolts dan Base ring
Anchor bolts berfungsi untuk mengunci bejana agar tetap pada pondasinya.
Beban yang bekerja pada anchor bolts adalah beban momen akibat angin maupun
gempa bumi. Ukuran anchor bolts ditentukan dengan menggunakan luas total
yang dibutuhkan untuk melawan momen yang bekerja pada dasar bejana. Luas
total anchor bolt yang dibutuhkan dirumuskan sebagaiberikut.
Ab 2

12M Wzd
CtSajd

PV Handbook Eugene F.Megyesy

(5.21)

Dimana :
Ab

= luas total Anchor Bolt

= Momen total pada sambungan skirt

Riki Rikardo
1210017211036

32

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


W

= total berat bejana pada posisi tegak

Sa

= tegangan ijin maksimum material bolt

= diameter keliling bolts

Variabel Ct, z, Cc dan j ditentukan dari tabel D Values of Constants as


Function ofK, sedangkan harga K ditentukan dari persamaan berikut.
1
Sa
1
nfcb

PV Handbook Eugene F.Megyesy

(5.22)

Dimana
Fcb

= tegangan tekan di beton/cor pada lingkaran bolt,

= perbandingan rasio modulus elastisitas baja dan beton

(tabel F Properties of Concrete Four MixtureHandbook Eugene


F.Megyesy)
Besarnya beban tarik pada anchor bolts dirumuskan sebagai berikut.
M Wzd
jd

Ft

PV Handbook Eugene F.Megyesy

(5.23)

Tegangan tarik pada anchor bolt dirumuskan sebagai berikut.


Sa

Ft
tsrCt

PV Handbook Eugene F.Megyesy

(5.24)

PV Handbook Eugene F.Megyesy

(5.25)

Dimana ts,
ts

Ab
D

4.5.6 Desain Opening


Opening di bejana tekan terdapat di daerah shell atau head yang
diperlukan untuk melayani tujuan-tujuan berikut:
Riki Rikardo
1210017211036

33

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Manway karena membiarkan personil masuk dan keluar dari bejana untuk
melakukan pemeliharaan rutin dan perbaikan.
Lubang (drain) untuk menguras atau membersihkan bejana tekan.
Handhole bukaan untuk memeriksa bejana dari luar
Nozzle yang melekat pada pipa untuk meneruskan fluida kerja di dalam
dan diluar bejana tekan.
Untuk semua bukaan, walupun nozzle mungkin tidak memerlukan. Dalam
beberapa kasus, nozzle dan pipa yang melekat pada bukaan, sementara dalam
kasus lain mungkin ada penutup manway atau pelat penutup handhole yang dilas
atau disambungkan dengan baut ke daerah bukaan. Nozzle atau lubang mungkin
mengalami tekanan internal atau eksternal, bersama beban yang berasal dari
peralatan dan perpipaan karena ekspansi perbedaan temperatur dan sumber
lainnya.
Desain opening dan nozzle didasarkan pada dua pertimbangan:
Membran stres utama dalam bejana harus berada dalam batas yang
ditetapkanoleh tegangan tarik yang diijinkan.
Tegangan puncak harus dijaga dalam batas yang dapat diterima
untukmemastikan memuaskan kelelahan hidup.
Karena penghilangan bahan pada lokasi opening, ada bagian yang
melemah pada shell. Jumlah penurunan kekuatan tentu saja tergantung pada
diameter, jumlah, dan sejauh mana lubang diberi jarak satu sama lain.

Riki Rikardo
1210017211036

34

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

Gambar 4.11 Opening pada Bejana tekan


(Sumber : https://www.google.com/opening pressure vessel )
Untuk menentukan suatu opening, pada dasarnya luas penampang yang
diambil, harus dapat diganti dengan luas penampang bagian yang ditambah
ketebalannya. Hal tersebut, dapat dilihat pada Gambar 2.7 di atas, dimana A
merupakan luas penampang yang hilang, sehingga harus dapat diganti dengan
penjumlahan A1, A2, A21, A3, dan A42 yang merupakan luas penampang yang
dibuat sebagai pengganti luas tersebut. Berikut merupakan persamaan yang
digunakan untuk menentukan besarnya dimensi besarnya reinforcement yang akan
digunakan pada opening.
Tr

4.6

PR
PV Handbook Eugene F.Megyesy
SE 0.6 P

(5.26)

Standar yang digunakan pada perancangan pada Separator ASME

Boiler and Pressure Vessel Code, Section VIII, Division 1


Di dalam Asme Boiler and Pressure Vessel Code, Section VIII, Division 1.
Divisi ini berisi tentang persyaratan wajib atau larangan spesifik dan
pemeriksaan , inspeksi, pengujian, sertifikasi, dan pendukung tekanan. Didalam

Riki Rikardo
1210017211036

35

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


teknik penilaian harus konsisten dengan filosofi divisi ini, didalam divisi ini
dibagi menjadi tiga sub bagian.
- Pada bagian A menjelaskan beberapa persyaratan umum yang berlaku
-

untuk semua jenis separator.


Pada bagian B menjelaskan beberapa persyaratan tertentu yang berlaku
untuk berbagai metode yang digunakan dalam pembuatan separator, yang

terdiri dari bagian metode pengelasan, ditempa, dan brazing.


Pada bagian C menjelaskan beberapa persyaratan tertentu yang berlaku
untuk beberapa kelas bahan yang digunakan dalam kontruksi separator.

4.7

Kondisi Operasi Bejana Tekanan


Data dibawah ini adalah data pada saat bejana tekanan (pressure vessel)

tipe seperator untuk fluida gas beroperasi.


Fluida

:Crude oil (gas)

Tekanan Operating

:1300 psi

Temperatur Operating

:1500 C

Faktor Lingkungan

:Wind Load

: Asce 7.2010

Faktor gempa : diasumsikan

4.7.1 Penentuan Tipe Bejana Tekan


Penentuan tipe bejana tekan (pressure vessel) berdasarkan bentuk head
yang dipakai oleh bejana tersebut. Dibawah ini ada beberapa tipe head :
Ellipsoidal head
Thorispherical head
Hemispherical head
Riki Rikardo
1210017211036

36

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Conical head
Toriconical head
Berdasarkan beberapa tipe diatas pada perencanaan bejana tekan (pressure
vessel) tipe seperator untuk fluida gas dipakai tipe head ellipsoidal.
4.7.2 Menentukan Dimensi Bejana Tekan
Dimensi yang digunakan pada perencanaan bejana tekan (pressure vessel)
tipe seperator untuk fluida gas adalah sebagai berikut:
Panjang bejana tekan keseluruhan

: 152 (ellipsoidal head)

Diameter bejana tekan

: 36 in

4.7.3 Desain Bejana tekan dan Pemilihan material


Shell
Desain shell berdasarkan standar ASME UG-27 dan UG-28. Shellberupa
slinder. U27 menyatakan bahwa ketebalan shell di bawah tekanan dalam harus
tidak boleh kurang dari ketebalan hasil perhitungan dengan formula yang telah
ditentukan. Sedangkan UG-28 menyatakan bahwa aturan untuk mendesain shell
atau tabung pada ASME section

VIII hanya untuk shell tipe silindris dan

spherical. Dan material yang digunakan untuk merancang Shell ini adalah SA 516
Gr 70.
Tabel 4.1 Chemical Requiremets SA 516

Riki Rikardo
1210017211036

37

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

Tabel 4.2 Tensile Requirements SA 516

Riki Rikardo
1210017211036

38

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

Gambar 4.12 Shell


Keterangan Gambar :
Do = Diameter Luar Bejana Tekan ( pressure vessels)
Di = Diameter Dalam Bejana Tekan ( pressure vessels)
H = Panjang shell

Head
Desain head berdasarkan standar ASME UG-32 yang menyatakan bahwa
ketebalan head yang dibutuhkan pada titik paling tipis setelah proses
pembentukan harus dihitung berdasarkan persamaan yang telah ditentukan.
Riki Rikardo
1210017211036

39

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Desain head yang dipakai adalah ellipsoidal headseperti pada ASME UG_32
(d).Perbandingan antara major axis dan minor axis adalah 2:1. Material yang
digunakan untuk merancang Head adalah SA516 Gr 70.
Tabel 4.3 Chemichal Requiremets SA 516

Tabel 4.4 Tensile Requirements SA 516

Riki Rikardo
1210017211036

40

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

Gambar 4.13 Head


Keterangan Gambar:
Do = Diameter Luar Head
Ro = jari-jari ellipsoidal
T = Tebal Head
h = Tinggi Head

Desain Nozzle
Nozzle adalah komponen silinder yang menembus shell atau head dari
pressure vessel. Ujung nozzle biasanya berbentuk flange untuk memungkinkan
koneksi dengan part lain dan mudah untuk pemeliharaan atau akses.
Nozzle digunakan untuk aplikasi berikut :
Pasang pipa untuk aliran masuk atau keluar dari vessel.

Riki Rikardo
1210017211036

41

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Pasang koneksi instrument, (misalnya, level gauge, thermowells,atau alat
pengukur tekanan).
Menyediakan akses ke internal vessel melalui manhole.
Menyediakan attachament langsung dari peralatan lainnya,( misalnya,
penukar panas atau mixer).
Tabel 4.5 Chemical Requirement SA 106

Tabel 4.6 Tensile RequirementSa 106

Riki Rikardo
1210017211036

42

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Skirt Support
Desain penyangga mengacu pada ASME UG-54. Jenis penyangga yang
digunakan adalah skirt support.UG-54 menyatakan bahwa semua Pressure vessel
harus ditopang dan penyangga tersebut harus di susun dan atau disambung ke
dinding Pressure vessel sedemikian sehingga bisa menopang beban maksimum
(Lihat UG 22 dan UG 82).
Tabel 4.7 Appurtenant Material Spesification SA 36

Tabel 4.8 Chemical Requirement SA 36

Riki Rikardo
1210017211036

43

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Tabel 4.9 Tensile Requirement SA 36

Gambar 4.14 Skirt Support


Keterangan Gambar :
D = Tebal LuarSkirt Support
Ts = Tebal Skirt Support
Anchor Bolt dan Base Ring
Desain Anchor Bolt dan Base Ring berdasarkan pressure handbook
Eugene F. Megyesy yang menyatakan bentuk Anchor Bolt dan Base Ring harus
Riki Rikardo
1210017211036

44

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


mampu menahan beban yang bekerja seperti beban angin dan beban gen\mpa.
Material yang digunakan untuk perencanaan Anchor Bolt

adalah SA 193 B

sedangkan untuk base ring adalah SA 283 Gr C.


Tabel 4.10 Chemical Requirement SA 193 B

Tabel 4.11 MechanicanRequirement SA 193 B

Riki Rikardo
1210017211036

45

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Tabel 4.12 Chemical Requirement SA 283 C

Tabel 4.13 Tensile Requirement SA 283 C

Reinforcemet Pad
Desain reinforcemet pad berdasarkan Pressure handbook Eugene F.
Megyesy yang menyatakan bentuk dan luas reinforcemet pad harus mampu
menahan tekanan dari dalam bejana tekan akibat dan shell yang dilubangi untuk
pemasangan nozzle. Material yang digunakan untuk perancangan reinforcemet
pad adalah SA 516 Gr 70.
Flange
Desain flanges berdasarkan ASME UG-44 yang menyatakan bahwa
bentuk flanges harus mengacu pada rating tekanan-temperatur, ketebalan serta
dimensi yang lain harus memenuhi standar, salah satunya adalah ASME/ANSI
B16.5

Riki Rikardo
1210017211036

46

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Tabel 4.14 Chamical Requirement SA 105

Tabel 4.15 Permissible Variations in Product Analysis SA 105

Riki Rikardo
1210017211036

47

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Tabel 4.16 Mechanical Requirement SA 105

Tabel 4.17 Computed Minimum Values SA 105

Riki Rikardo
1210017211036

48

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


4.8

Perancangan / Analisis dan Pembahasan

Spesifikasi Hasil Perencanaan


Fluida
Position Pressure Vessel
Location
Panjang Pressure Vessel Keseluruhan
Design Pressure
Operating Pressure
Design Temperature
OperatingTemperature
Wind Load
Earthquake Factor
Weld Joint Efficiency
Diameter Pressure Vessel
Jari-jari Shell
Jumlah Nozzle
Jumlah Flange
Skirt Support
Corrosion Allowance
Design Life
Construction Material

: Oil and gas


:Vertical
: PT. Citra Tubindo Engineering
: 116 in ( Ellipsoidal Head )
: 1200 psi
: 1000 psi
: 200 0 F
: 1500 F
: Asce 7.2010
: diasumsikan
:1
: 36 in
: 18 in
: 5 Nozzle (8, 6, 6, 2, 2)
: 5 buah
: 4 buah
: 0,125 mm/year
: 25 year
: Shell = SA 516 Gr 70
Head = SA 516 Gr 70
Nozzle = SA 106 Gr B
Flange = SA 105
Skirt Support = SA 36
Anchor Bolt = SA 193 B
Base ring = SA 283 Gr C

Shell
Perhitungan ketebalan shell
Material shelladalah baja karbon SA 516 Gr 70 dengan tegangan ijin
maksimun adalah 71000 psi.

dimana,
t = Ketebalan minimum shell yang diperlukan, mm
P = Tekanan design internal, Psi (kPa)
D = Diameter Luar shell, mm
S = Tegangan izin maksimum, Psi (kPa)
E = Efisiensi sambungan las
Riki Rikardo
1210017211036

49

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


CA = 0,125 mm/year

= 0.307 in = 7,79 mm
Ketebalan Shell yang di dapat menggunakan UG 27 dijumlahkan dengan
corosion Allowance (CA) selama 25 tahun. Berarti 7.79 mm + 4,5 mm = 12.9 mm
maka tebal material Shell yang digunakan untuk pressure vessel adalah 13 mm (
0.511811 in )
material Shell yang digunakan untuk pressure vessel adalah 13 mm (
0.511811 in )
Head
Menentukan ketebalan head adalah
Material shell adalah baja karbon SA 516 Gr 70 dengan tegangan ijin
maksimum
adalah 71000 psi.
Dimana,
t = Ketebalan minimum shellyang diperlukan, mm
P = Tekanan design internal, Psi (kPa)
D = Diameter Luar shell, mm
S = Tegangan izin maksimum, Psi (kPa)
E = Efisiensi sambungan las
CA = 0,125 mm/year

= 0.305 in = 7.74 mm
Ketebalan Head yang di dapat menggunakan UG 32 dijumlahkan dengan corosion
Allowance (CA) selama 25 tahun. Berarti 7.74 mm + 4,5 mm = 12.24 mm maka
tebal material head yang digunakan pressure vesseladalah 12.5 mm ( 0.4921 in ).

Riki Rikardo
1210017211036

50

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Nozzle
data Sheet :

Diameter dalam bejana (Do)


Operating Pressure (Po)
Design Pressure (Pd)
Operating Temperatur (To)
Design Temperatur (Td)
Teg. Ijin Material Shell (s)
Shell
Material Shell
Teg. Ijin Maximum
Tebal Shell
Nozzle
Material Nozzle
Tipe
Teg. Ijin Maximum
Jumlah Nozzle
Diameter Nozzle

= 36 in
= 1000 psi
= 1200 psi
= 1500C = 3020F
= 2000C = 3920F
= 71000 psi
= SA 516 Gr 70
= 71.000 psi
= 1,25 in
= SA 106 Gr B
= Slip on Flange
= 60000 psi
= 5 buah
= Nozzle 1 = 8 in
Nozzle 2 = 6 in
Nozzle 3 = 6in
Nozzle 4 = 2 in
Nozzle 5 = 2 in

(tabel 3.2)

(tabel 3.2)

(tabel 3.6)
(ditentukan)
(ditentukan)
(ditentukan)
(ditentukan)
(ditentukan)

Material Nozzle adalah SA 106 Gr 70 dengan tegangan ijin maksimum adalah


60000 psi. Tebal dinding leher nozlle yang dibutuhkan (trn) dapat ditentukan dari
persamaan berikut :

Dimana :

P
Rn
S
E

Riki Rikardo
1210017211036

= Tekanan desain internal, Psi


= Diameter nozlle, in
= Teg. Ijin maksimum, Psi
= Efisiensi sambungan las

51

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

Riki Rikardo
1210017211036

52

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

dari data diatas maka tebal leher nozzle dapat ditentukan :


1.
2.
3.
4.
5.

Nozzle 1 = 0,16 in = 4.06 mm


Nozzle 2 = 0,12 in = 3.04 mm
Nozzle 3 = 0,12 in = 3.04 mm
Nozzle 4 = 0,04 in = 1.01 mm
Nozzle 5 = 0,04 in = 1.01 mm

Skirt Support
Material Skirt Support adalah SA 36 dengan tegangan ijin maksimum adalah
14800 psi.
Data desain.

Material skirt
Teg. Ijin maksimum (S)
Diameter luar skirt (D)
Kecepatan angin (Vw)
Tinggi skirt (hT)
Tinggi vessel + skirt (H)

: SA 36
: 14800 psi
(tabel 3.9)
: 36 in
: 56 mph (Sumber BMG)
: 32 in
: 152 in

dimana :
t : tebal skirt yang dibutuhkan
MT : Momen pada sambungan antara skirt dengan head = 638220 lb.ft
E : Efisiensi sambungan = 1
D : Diameter laur skirt = 36 in
S : Tegangan ijin maksimum material skirt = 14800 psi
W : Berat vessel dan skirt dengan head pada kondisi operasi = 16199 lb
Riki Rikardo
1210017211036

53

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


sehingga tebal skirt adalah :

= 0.473 in
Ketentuan skirt adalah 0,5473 in, diambil ketebalan plat 14 mm.
Anchor Bolt
data spesifikasi :

Material anchor bolts


Teg. Ijin maks. (Sa)
Material base ring
Teg. Ijin maks. (Sab)
Ratio of madulus elastisitas (n)
Diam. lingk. bolts (d)
Momen total (Mt)
Berat total bejana (Wb)
Fc (maks)
Diameter lingkaran anchor bolts (D)

: SA 193 B
: 18000 psi
(tabel 3.12)
: SA 283 grade C
: 55114
(tabel 3.13)
: 10 (table E page 80)
:18 in + 2
: 638220 lb.ft
: 16199 lb
: 1200 psi
: 10 ft

k = 0.4
Dari tabel D Pressure Vessel Handbook maka didapatkan harga-harga
sebagai berikut :
Tabel 4.18 Values constanta as function of K
TABLE D
Values of Constants
as Functions of K
Riki Rikardo
1210017211036

54

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


k
0.00
0,05
0,10
0,15
0,20
0,25
0,30
0,35
0,40
0,45
0,50
0,55
0,60
0,65
0,70
0,75
0,80
0,85
0,90
0,95
1,00

Cc
0,000
0,600
0,852
0,049
1,218
1,370
1,510
1,640
1,765
1,884
2,000
2,113
2,224
2,333
2,442
2,551
2,661
2,772
2,887
3,008
3,142

Riki Rikardo
1210017211036

Ct
3,142
3,008
2,887
2,772
2,661
2,551
2,442
2,333
2,224
2,113
2,000
1,884
1,765
1,640
1,510
1,370
1,218
0,049
0,852
0,600
0,000

j
0,750
0,760
0,766
0,771
0,776
0,779
0,781
0,783
0,784
0,785
0,785
0,785
0,784
0,783
0,781
0,779
0,776
0,771
0,766
0,760
0,750

z
0,500
0,490
0,480
0,469
0,459
0,448
0,438
0,427
0,416
0,404
0,393
0,381
0,369
0,357
0,344
0,331
0,316
0,302
0,286
0,270
0,250

55

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

Tabel 4.19 Properties of concrete four mixtures


TABLE E
Properties of Concrete Four Mixtures
Ultimate 28 day
Strength psi
Allowable compr.
Strength fc psi
Safe bearing load
fb psi
Factor n

2000

2500

3000

3750

800

1000

1200

1500

500

625

750

938

15

12

10

luas anchor bolts yang diperlukan

dimana :
Bt

= Luas total Anchor Bolts

= Momen total pada sambungan skirt

= Total berat bejana pada posisi tegak

Sa

= Tegangan ijin maksimum metrial bolt

= Diameter keliling bolt

in2

Riki Rikardo
1210017211036

56

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


Karena jumlah bolts yang diperlukan adalah 12 maka luas yang diperlukan
per bolt adalah 83,82/12 = 6,98 in2.
Dari tabel A Pressure Vessel Headbook luas 6,98 in2 maka ukuran boltyang
digunakan 3 in aman, tetapi harus ditambah 1/8 in untuk korosi ijin sehingga
ukuranbolt yang harus digunakan adalah 3,125 in. Beban tarik pada anchor bolts

lb
tegangan tarik pada anchor bolts

Sa = 2774,48 psi
beban tekan pada beton adalah

dimana :
lb

Beban tekan pada beton dapat ditentukan


Riki Rikardo
1210017211036

57

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

psi
dapat ditentukan dengan persamaan dibawah ini :

beban tarik :

lb
tegangan tarik pada achor bolts

beban tekan pada beton

tegangan tekan beton pada keliling lingkaran bolts

Riki Rikardo
1210017211036

58

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin

Psi
tegangan tekan pada achor bolts

Psi
tebal base ring yang dibutuhkan

menggunakan Pelat dengan ketebalan 1 in untuk base ring.


Reinforcement pad
Luas reinforcement yang dibutuhkan
dimana,
dn = diameter dalam nozel = 8 in
tr = tebal shell = 0,307in
tn = tebal leher nozle = 0,16 in
F = faktor koreksi = 1
Sn/Sv = 60000/71000 = 0,845
sehingga didapat luas reinforcements yang dibutuhkan,

Riki Rikardo
1210017211036

59

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


)

)
dimana,
dn = diameter dalam nozel = 6 in
tr = tebal shell = 0,307 in
tn = tebal leher nozle = 0,12 in
F = faktor koreksi = 1
Sn/Sv = 60000/71000 = 0,845
sehingga didapat luas reinforcements yang dibutuhkan,
)

)
dimana,
dn = diameter dalam nozel = 6 in
tr = tebal shell = 0,307 in
tn = tebal leher nozle = 0,12 in
F = faktor koreksi = 1
Sn/Sv = 60000/71000 = 0,845
sehingga didapat luas reinforcements yang dibutuhkan,
)
2

)
dimana,
dn = diameter dalam nozel = 2 in
tr = tebal shell = 0,307 in
tn = tebal leher nozle = 0,04 in
F = faktor koreksi = 1
Sn/Sv = 60000/71000 = 0,845
sehingga didapat luas reinforcements yang dibutuhkan,

Riki Rikardo
1210017211036

60

Laporan Kerja Praketk Jurusan Teknik Mesin


)
2

)
dimana,
dn = diameter dalam nozel = 2 in
tr = tebal shell = 0,333 in
tn = tebal leher nozle = 0,04 in
F = faktor koreksi = 1
Sn/Sv = 60000/71000 = 0,845
sehingga didapat luas reinforcements yang dibutuhkan,
)
2

Riki Rikardo
1210017211036

61