Anda di halaman 1dari 6

Tugas Sejarah Teori dan Kritik

Arsitektur

Nama : Rifani Rizki Noviani


Kelas : Gabungan G-H
Nim : 1603144069

Menganalisis Bangunan dalam Film Marie Antoinette

Dalam gambar di atas terlihat sebuah ruangan yang memiliki gaya Renaissance.
Dikatakan Renaissance karena terlihat dari dinding, warna, dan furniturenya. Treatment
pada dinding Renaissance umumnya berupa ukiran ( kayu atau plesteran) atau lukisan
tentang mahluk hidup. Terlihat dari lukisan yang di dinding berupa lukisan flora dan
manusia. Warna yang digunakan dominan warna hangat (merah) terlihat dari
furniturenya. Tempat tidur bergaya Renaissance selalu menggunakan tiang (cradle) dan
umumnya dipasangkan tirai/kelambu. Bentuk sandaran kursi berbentuk oval dan
ukurannya sudah mulai mengikuti ergonomi serta terdapat sandaran tangan dan
bentuknya melengkung. Lapisan kain yang digunakan sudah mulai menggunakan
beludru. Terdapat meja konsol di sebelah kiri gambar yang merupakan ciri khas lain
dalam gaya Renaissance.

Gambar dibawah merupakan gambar interior dari Istana Versailles.

Istana Versailles merupakan bangunan bergaya French Baroque terbesar dan


termegah dalam sejarah. Aslinya, istana Versailles adalah bekas pondok berburu yang
dibangun oleh Raja Louis XIII di wilayah barat Kota Versailles. Louis XIII kerap mampir
ke pondok berburu itu disela kesibukannya mengurus pemerintahan. Ia kemudian
memperluas pondok tersebut dengan membangun benteng sederhana di sekitarnya.
Setelah Raja Louis XIII wafat, putranya Louis XIV bertekad untuk membangun istana di
lokasi tersebut untuk mengenang ayahnya. Pekerjaan pembangunan itu dimulai pada
1661 di bawah arahan arsitek Perancis terkenal di masanya, Louis Le Vau. Tujuh belas
tahun kemudian, arsitek Jules Hardouin-Mansart turut membantu desain arsitektur
istana tersebut. Dalam pembangunan istana ini menghabiskan dana yang tidak sedikit.
Tidak heran jika baangunannya sangat megah dan menarik perhatian.
Dilihat dari gambar di atas, ceillingnya sudah tidak setinggi gaya interior yang
sebelumnya (low ceilling). Dalam gaya Barok ini, seni yang digunakan sudah tidak
simetris seperti gaya sebelumnya namun sudah digantikan menjadi garis yang
lengkung seperti ceilling dari gambar di atas yang berbentuk kubah. Dan juga terlihat
dari pola ukiran pada dinding yang melengkung. Penerapan cermin yang besar dan
teknik pencahayaan juga merupakan ciri khas dari gaya Barok sehingga menimbulkan

kesan yang dramatis sesuai dengan zaman pada saat itu yang menyukai kesenian
teater yang penuh drama. Ukiran dan lukisan dalam gaya ini juga lebih ramai dibanding
gaya yang sebelumnya.

Tempat tidur hanya menggunakan 2 tiang tetapi masih menggunakan penutup


atau tirai. Ukiran pada dinding sudah mulai abstrak (tidak berbentuk flora seutuhnya).
Ukiran dan motif dalam ruangan tersebut terlihat sangat berlebihan, inilah ciri khas
interior ada gaya Barok. Terlihat cermin yang cukup besar dan pencahayaan yang
berasal dari jendela membuat kesan ruangan ini menjadi terlihat megah dan mewah.
Bisa dikatakan gaya ruangan pada gambar diatas adalah akulturasi dari Renaissance
dan Barok karena penerapan warnanya sama seperti gaya Renaissance yang
cenderung monochrome.

Ruangan di atas sangat jelas memperlihatkan gaya Barok-nya. Dengan dinding


marmer dan ukirannya serta jendela yang sangat besar sehingga menimbulkan efek
cahaya yang sangat megah saat menyinari lampu-lampu kristal, ditambah patung emas
yang berjejer di sepanjang jendela. Bentuk patung yang dramatis dan sangat
memperlihatkan detail seperti detail kain dan bentuknya yang melengkung-lengkung
merupakan ciri khas seni Barok. Konsep interior dalam gambar di atas ingin
menunjukan kekuasaan sang Raja yang sangat terobsesi dengan kemewahan. Tetapi
karena biaya pembangunan istana tersebut menguras banyak dana serta pajak rakyat,
maka terjadi Revolusi Perancis (1789 1799) akibat kemarahan rakyat terhadap
kebijakan monarki Perancis yang tidak menyejahterakan rakyat. Dipicu oleh rencana
kenaikan pajak, kekecewaan rakyat yang sudah menumpuk sekian lama akhirnya
membuncah dalam bentuk kekerasan bersenjata. Dan akhirnya istana tersebut berhasil
ditembus oleh rakyat. Sekarang Istana Versailles ditetapkan menjadi Museum Nasional
Perancis oleh pemerintah Perancis