Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA DASAR II

Nama

Jurusan/Kelompok

Euis Septianti

(08111003066)

Jonra P Sitanggang

(08111003026)

Pujiati

(08111003052)

Riskiana

(08111003030)

Siti Hartatik

(08111003050)

KIMIA/IV

PERCOBAAN : PERBANDINGAN SENYAWA KOVALEN DAN IONIK

LABORATORIUM KIMIA DASAR


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011/2012
LAPORAN PENDAHULUAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR II
I.
II.
III.

IV.

NOMOR PERCOBAAN : III


NAMA PERCOBAAN
: Perbandingan Senyawa Kovalen dan Ionik
TUJUAN PERCOBAAN :
1. Mengenal perbedaan senyawa kovalen dan ionik
2. Mempelajari jenis ikatan dan struktur molekul yang mempengaruhi
senyawa secara langsung
DASAR TEORI
Perbedaan fisis yang paling mencolok antara senyawa kovalen dan ionik

terdapat pada titik leleh, kelarutan dan hantaran listriknya. Ketiga perbedaan ini
umumnya disebabkan oleh kekuatan ionik yang lebih besar dari ikatan kovalen.
Perbedaan titk leleh antara senyawa kovalen dan senyawa ionik disebabkan
oleh kekuatan ikatan diantara partikel-partikel atau molekul-molekutnya, gaya tarik
van der walls yang ada diantara senyawa kovalen lebih lemah dibandingkan ikatan
yang ada pada senyawa ionik. Akibatnya hanya sedikit energi yang dibutuhkan untuk
memisahkan partikel dalam senyawa kovalen.
Dengan demikian, senyawa kovalen mendidih pada suhu yang lebih rendah
dibandingkan dengan senyawa ionik.
Senyawa ionik sebagian besar larut dalam air karena molekul air yang polar
membentuk ikatan yang kuat dengan ion-ion. Bagian negatif dari oksigen pada
molekul air berkaitan dengan kation (M+ ) dan bagian dari hidrogen berkaitan dengan
kation (X-) sebagai tergambar di bawah ini.
HO=
H+
Sejalan dengan bertambahnya ikatan antar molekul air dengan ion, banyak
ikatan antar ion dengan ion tetangganyaaaaaaa didalam struktur kimia semakin

lemah, dan akhirnya ion hidrat terlepas kedalam larutannya. Senyawa kovalen terlarut
dalam senyawa non polar,tetapi tidak larut dalam air, kecuali molekulnya membentuk
ikatan hidrogen dengan air. Senyawa organik yang mengandung oksigen dengan 4
atom karbon atau kurang biasanya larut dengan air karena terbentuk ikatan hidrogen
seperti di bawah ini:
H
H
H

O
CH3 = O

HO

CH3 O H
Unsur karbon sangat unik karena ada rantainya yang berulang dengan
sesamanya membentuk senyawa berantai lurus atau melingkar yang stabil. N-heksan
dan Sikloheksan merupakan contoh dari molekul rantai lurus dan melingkar
beranggotakan 6 atom C.
CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH3
N-heksan
CH2
CH2

CH2
CH2

CH2
CH2
Rantai-rantai yang lebih panjang terdapat pada dekana dan minyak mineral
(campuran molekul hidrokarbon C20H42 dan yang lebih panjang).
(Tim Kimia Dasar. Penuntun Praktikum Kimia Dasar II. 2012.Hal:18-20)
Perbandingan Sifat Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen

1. Ikatan Kimia
Ikatan kimia adalah daya tarik-menarik antara atom yang menyebabkan suatu
senyawa kimia dapat bersatu. Macam-macam ikatan kimia yang dibentuk oleh atom

tergantung dari struktur elektron atom. Misalnya, energi ionisasi dan kontrol afinitas
elektron dimana atom menerima atau melepaskan elektron. Ikatan kimia dapat dibagi
menjadi dua kategori besar : ikatan ion dan ikatan kovalen. Ikatan ion terbentuk jika
terjadinya perpindahan elektron di antara atom untuk membentuk partikel yang
bermuatan listrik dan mempunyai daya tarik-menarik. Daya tarik menarik di antara
ion-ion yang bermuatan berlawanan merupakan suatu ikatan ion. Ikatan kovalen
terbentuk dari terbaginya (sharing) elektron di antara atom-atom. Dengan perkataan
lain, daya tarik-menarik inti atom pada elektron yang terbagi di antara elektron itu
merupakan suatu ikatan kovalen.
Ikatan ion adalah ikatan antara ion positif dan negatif. Atom yang melepaskan
elektron akan menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima akan menjadi ion
negatif. Senyawa ion yang terbentuk dari ion positif dan negatif tersusun selang
seling membentuk molekul raksasa.
2. Sifat Senyawa Ion
Beberapa sifat senyawa ion yang penting adalah sebagai berikut: larutan atau
leburannya dapat menghantarkan arus listrik, mempunyai titik leleh dan titik didih
yang tinggi, sangat keras dan getas, pada umumnya larut dalam pelarut polar dan
tidak larut dalam pelarut non polar.
3. Sifat Senyawa Kovalen
Sifat-sifat senyawa kovalen antara lain kebanyakan menunjukkan titik leleh
rendah, pada suhu kamar berbentuk cairan atau gas, larut dalam pelarut non polar dan
sedikit larut dalam air, sedikit menghantarkan listrik, mudah terbakar dan banyak
yang berbau .
(http://annisanfushie.wordpress.com/2008/10/24/perbandingan-sifat-senyawa-iondan-senyPerbedaan Antara Ikatan Kovalen dan Ikatan Ion )
Pembentukan Ikatan Ion
Pembentukan suatu pasangan ion, Na+ dan Cl- , dari atom-atom terisolasi yang
bebas. Untuk melepaskan elektron pada kulit terluar (3S 1) dari atom Na dibutuhkan
sejumlah energi ionisasi pertama , I ,= +5,1 eV. Sejumlah energi akan dilepaskan
apabila atom Cl menarik elektron kedalam kulit terluarnya yang diukur dengan
afinitas elektron , AE= -3,6 eV. Ion-ion terbentuk saling tarik menarik sehingga

berdekatan. Proses ini eksoterm, dengan perubahan energi sebesar -5,8 eV.
Keseluruhan proses berlangsung dengan mudah dan berenergi, perubahan energi
bersih yang terjadi adalah 5,1 3,5 5,8 = - 4,3 eV/atom = - 415 kJ/mol.
Pasangan elektron (Na+) (Cl-) menggunakan gaya tarik

dalam

mempertahankan pasangan elektronya yang digunakan oleh ion pasangannya.


Sebagai akibat adanya gaya tarik menarik tersebut, terbentuklah kelompok dari
sejumlah besar ion Na+ dan Cl- yang merupakan kristal padat. (Pertambahan
perubahan energi yang berhubungan dengan pengelompokan pasangan ion menjadi
kristal besarnya adalah -2,4 eV per pasangan ion atom -232 kJ/mol). Pembentukan
kristal ion merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembentukan ikatan
ion. Ciri-ciri ikatan ion adalah:
1. Ikatan ion terbentuk karena adanya perpindahan elektron antara sebuah atom
logam dan sebuah atom non logam. Dalam perpindahan ini atom logam
menjadi ion yang bermuatan positif (kation) dan atom non logam menjadi ion
yang bermuatan negatif (anion).
2. Atom bukan logam memperoleh sejumlah elektron yang cukup untuk
menghasilkan anion dengan konfigurasi elektron gas mulia.
3. Kecuali dalam keadaan gas, senyawa ion tidak tersusun dari pasangan ion
sederhana atau sekelompok kecil ion. Dalam keadaan padat setiap ion
dikelilingi oleh ion-ion yang muatannya berlawanan, membentuk suatu
susunan yang disebut kristal.
4. Yang dimaksud satuan rumus suatu senyawa ion ialah sekelompok terkecil
ion-ion yang bermuatan listrik netral. Satuan rumus diperoleh secara otomatis
bila struktur lewis dituliskan.
Pembentukan Ikatan Kovalen
Di dalam struktur lewis untuk NaCl dan HCl, atom Cl memperoleh
konfigurasi elektron gas mulia. Kecendrungan atom Cl untuk menerima sebuah
elektron dalam keadaan apapun selalu sama, tetapi jika dibandingkan antara atom Na
dan H, manakah yang lebih mudah memberikan elektron kepada atom Cl?
Baik atom Na maupun atom H tidak akan mudah melepaskan elektronya begitu saja.
Untuk melepaskan elektron valensi dari Na diperlukan energi (I 1) sebesar

-5,14

eV/atom yang lebih kecil dibandingkan energi yang diperlukan untuk melepaskan
elektron valensi dari H, yaitu sebesar 13,6 eV/atom. Natrium lebih bersifat logam
daripada hidrogen. Kenyataannya, hidrogen merupakan non logam pada keadaan
normal; hidrogen tidak memberikan elektronnya kepada atom non logam lainnya.
Pembentukan ikatan antara sebuah atom H dan sebuah atom Cl melibatkan
pemakaian bersama elektron yang menghasilkan ikatan kovalen.
(Petrucci.Ralph H.Kimia Dasar Jilid I.1987.Hal:271 275)
Ikatan Kovalen Polar
Atom dengan keelektronegatifan yang sama atau hampir sama membentuk
ikatan kovalen, dalam mana kedua atom menerapkan tarikan yang sama atau hampir
sama terhadap elektron ikatan. Jenis ikatan ini disebut ikatan kovalen nonpolar.
Dalam molekul organik, ikatan arbon-karbon dan ikatan karbon-hidrogen adalah jenis
ikatan nonpolar yang paling umum.
Dalam senyawa kovalen seperti H2O, HCl,CH3OH , satu atom mempunyai
keelektronegatifan yang substansial lebih besar daripada yang lain. Semakin
elektronegatif suatu atom, semakin besar tarikannya terhadap elektron ikatan
tarikannya tidak cukup bagi atom untuk memecahkan menjadi ion, tetapi cukup
sehingga atom ini mempunyai bagian rapat elektron yang lebih besar. Hasilnya adalah
ikatan kovalen polar. Suatu ikatan dengan distribusi rapat elektron yang tak merata.
Di samping keelektronegatifan, suatu faktor lain yang menentukan derajat
kepolaran suatu ikatan adalah polarizabilitas atom-atom, yakni kemampuan awan
elektron untuk didistorsi (diubah bentuknya) sehingga mengimbas kepolaran.
Elektron- elektron terluar dari atom-atom besar berada lebih jauh dari inti dan kurang
kuat terikat dibandingkan atom-atom kecil. Artinya, ikatan Cl, dapat bertindak
seolah-olah polar meskipun selisih keelektronegatifan antara C dan l dapat diabaikan.
Akibat perbedaan keelektonegatifan dan perbedaan polarizabilitas adalah
beraneka ragamnya jenis ikatan. Ikatan kimia dapat dianggap sebagai suatu rangkaian
kesatuan dari ikatan kovalen polar ke ikatan ion. Dalam rangkaian kesatuan ini
dikatakan mengenai bertambahnya karakter ion dari ikatan.
H H CH3 O CH3 H O H H Cl Na+ ClBertambahnya karakter ion dari ikatan

Distribusi elektron dalam molekul polar dapat dilambangkan oleh muatan


parsial: + ( positif parsial ) dan (negatif parsial). Cara lain untuk menyatakan
rapat elektron yang berbeda-beda dalam suatu molekul adalah dengan panah
bersilang yang mengarah dari ujung molekul yang parsial positif ke ujung yang
parsial negatif.
(Fessenden & Fessenden.Kimia Oranik Jilid I.1986.Hal:20 21)

V. ALAT DAN BAHAN:


Alat
Tabung kapiler
Thermometer
Penangas air
Tabung reaksi
Batang pengaduk
Bahan
Naftalena
Diklorobenzen
NaCl
KI
Mg SO4
(CH3)2 CHOH
Karbon triklorida
aquades

VI.

PROSEDUR PERCOBAAN
A. Perbandingan titik leleh
a. Senyawa Kovalen
Radas

disusun dan ditentukan

Titik leleh dari Naftalen dan


diklorobenzen
Cara pembuatan
titik leleh :
Tabung kapiler untuk penentuan titik
leleh
disiapkan dan dimasukan
Serbuk dari senyawa yang diamati
diketuk
Pipe kapiler secara perlahan hingga serbuk turun ke
dasar kapiler, diperlukak sekitar 2mm dalam tiap kapiler

diikatkan
Pada thermometer dengan karet gelang dan sejajrkan
ujung pipa kapiler dengan ujung air raksa thermometer

dipanaskan
Hingga Hg dalam termometer naik 10oC permenit,
dan selama pemanasan aduk airnya

Diamati dan dicatat Titik leleh untuk tiap senyawa


B. Senyawa ionik
Catat titik leleh dari senyawa berikut : NaCl, KI, dan MgSO4
b. Perbandingan Kelarutan
6 tabung masing-masing mengandung 1
dimasukan
6 senyawa diatas kira-kira 0,5 gr
diaduk dan diamati, lalu diulangi
Menggunakan karbon trikorida sebagai pelarut
c. Senyawa karbon rantai lurus dan lingkar (cincin)
Sifat fisis dari n-heksana dan sikloheksana
dibandingkan

Kekentalan n-heksan, n-dekana dan minyak bumi dengan


meneteskan masing-masing

VII. PERTANYAAN PRA PRAKTEK


1. Apa sebabnya air disebut molekul polar? Jelaskan dwi kutub air berdasarkan
bentuk molekulnya
2. Tuliskan beberapa perbedaan antara senyawa ionik dan kovalen?
3. Diantara senyawa-senyawa berikut : MgCL 2, C4H10, SO3, LiO, C3H8, PCL3,dan
HCL serta tentukan man senyawa ionik dan kovalen?
4. Gambarkan ikatan rantai lurus atau siklik dari C 4H8 (setiap ikatan
digambarkan dengan garis)
Jawab:
1. Air disebut sebagai molekul polar karena pada molekul terdapat dwi kutub.
Dwikutub terbentuk karena ikatan antar atom di molekul yang memiliki
perbedaan

keelektronegatifan. Berdasarkan bentuk molekul, air berbentuk

seperti huruf V dengan sudut ikatan 104,5 derajat. Atom O elektronegatif


daripada atom H. Akibatnya terbentuk dua kutub terpisah, dimana atom O
berkutub positif dan atom H berkutub negatif.
2. Senyawa ion: tittik lebur tinggi, penghantar listrik dalam keadaan lebur,
umumnya berwujud padat dan mempunyai bentuk kristal, dan larut dalam
pelarut polar.
Senyawa kovalen: titik didih dan titik lebur rendah, tidak dapat menghantarkan
listrik dalam keadaan cair,dan umumnya berwujud gas atau cair
3. Ikatan kovalen: C4H10, LiO, C3H8, PCl3, dan HCl
Ikatan Ion: MgCl2 dan SO3
4. H

C=CCCH
H

H H

H2C
H2C

CH2
CH2

Siklobutana

CH2 = CH CH2 CH3


1-butena

VIII. DATA HASIL PENGAMATAN


Pelarut isopropil alkohol
No

Senyawa

Keterangan

.
1.
2.

Tabung I
Tabung II

Larut (diklorobenzena)
Tidak larut (NaCl)

Pelarut H2O
No

Senyawa

Keterangan

.
1.
2.

Tabung I
Tabung II

Tidak larut
Larut

Perbandingan titik leleh


No

Senyawa

Keterangan

.
1.
2.

NaCl
Naftalen

86 o C
95 o C

Perbandingan sifat fisis


No

Senyawa

Keterangan

.
1.
2.

Sikloheksana
N heksan

Baunya menyengat (lebih)


Menyengat

IX.

REAKSI DAN PERHITUNGAN

Kelarutan dengan H2O


NaCl + H2O

Na+ + ClK + + I-

KI + H2O
Cl
+ H2O
Cl

Kelarutan isopropil alkohol

X.

PEMBAHASAN
Pada percobaan ini, kami membahas tentang perbandingan senyawa kovalen

dan senyawa ionik. Ikatan kimia adalah daya tarik-menarik antara atom yang
menyebabkan suatu senyawa kimia dapat bersatu. Macam-macam ikatan kimia yang
dibentuk oleh atom tergantung dari struktur elektron atom. Misalnya, energi ionisasi
dan kontrol afinitas elektron dimana atom menerima atau melepaskan elektron. Ikatan
kimia dapat dibagi menjadi dua kategori besar yaitu ikatan ion dan ikatan kovalen.
Ikatan ion terbentuk jika terjadinya perpindahan elektron di antara atom untuk
membentuk partikel yang bermuatan listrik dan mempunyai daya tarik-menarik. Daya
tarik menarik di antara ion-ion yang bermuatan berlawanan merupakan suatu ikatan
ion. Ikatan kovalen terbentuk dari terbaginya (sharing) elektron di antara atom-atom.
Dengan perkataan lain, daya tarik-menarik inti atom pada elektron yang terbagi di
antara elektron itu merupakan suatu ikatan kovalen. Macam-macam jenis ikatan
kovalen diantaranya ialah ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua, ikatan
kovalen rangkap tiga, ikatan kovalen polar, ikatan kovalen non polar, dan ikatan
kovalen koordinasi.
Sifat senyawa ion yaitu larutan atau leburannya dapat menghantarkan arus
listrik, mempunyai titik leleh dan titik didih yang relative tinggi, sangat keras dan
getas, pada umumnya larut dalam pelarut polar dan tidak larut dalam pelarut non
polar. Contoh dari senyawa ionik antara lain MgSO 4, NaCl, Li2O, dan MgCl2.
Sedangkan sifat senyawa kovalen yaitu antara lain kebanyakan menunjukkan titik
leleh rendah, pada suhu kamar berbentuk cairan atau gas, larut dalam pelarut non
polar dan sedikit larut dalam air, sedikit menghantarkan listrik, mudah terbakar dan
banyak yang berbau. Contoh dari senyawa kovalen antara lain HCl, PCl 3, SO3, C4H10,
dan C3H8. Ikatan ionik dapat dikatakan jauh lebih kuat dari pada ikatan kovalen
karena ikatan ionik terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulomb) sedangkan
ikatan kovalen terbentuk karena pemakaian elektron ikatan bersama.

Prinsip kerja like dissolve like merupakan prinsip kelarutan yang artinya zat
terlarut hanya dapat larut dalam pelarut yang memiliki sifat yang sama dengan
pelarutnya. Contohnya ialah senyawa polar hanya dapat larut pada pelarut polar
sedangkan senyawa non polar hanya dapat larut pada pelarut non polar pula. Sifat
pelarut polar antara lain mempunyai ikatan molekul dengan beda keelektronegatifan
yang besar, bentuk molekul asimetris. Contoh pelarut polar yaitu air dan metanol.
Sifat pelarut non polar diantaranya ialah mempunyai ikatan molekul dengan beda
keelektronegatifan sama dengan nol, bentuk molekul simetris dan tidak dapat larut
dalam air. Contoh pelarut non polar yaitu benzene dan kloroform.
Air termasuk senyawa polar karena air memiliki beda keelektronegatifan yang
besar sehingga cenderung menarik elektron lain yang menyebabkan adanya momen
dipol atau momen dwikutub. Air digunakan sebagai pelarut karena air merupakan
senyawa universal, tidak berbahaya, harganya murah, mudah didapat, bersifat netral,
bisa bersifat asam atau basa atau bersifat amfoter, zwitter ion, dan memiliki suhu
sekitar 0C - 100C.
Pada

percobaan

ini

digunakan

n-heksan

dan

sikloheksana

untuk

membandingkan yang mana yang baunya lebih menyengat. Didapat data hasil
pengamatan n-heksan memiliki bau yang lebih menyengat dari pada sikloheksana
karena n-heksan memiliki rantai lurus yang menyebabkan energi yang dibutuhkan
untuk memutuskan senyawa ini tidak begitu tinggi sedangkan sikloheksana
merupakan senyawa yang memiliki rantai cincin sehingga energi yang dibutuhkan
untuk memutuskan senyawa ini lebih tinggi.
Pada percobaan kali ini juga dilakukan perbandingan kelarutan dari kedua
sampel yang digunakan dalam pelarut air dan pelarut CHCl 3 . Kelarutan dinyatakan
sebagai jumlah maksimum zat terlarut (solute) yang dapat larut dalam pelarut
(solvent) tertentu. Faktor - faktor yang mempengaruhi kelarutan antara lain suhu,
tekanan, konsentrasi, luas permukaan zat terlarut, pengadukan, ion senama, ion asing,
jumlah zat terlarut dan jumlah zat terlarut. Kelarutan berbanding lurus dengan suhu.

Apabila suhu tinggi maka kelarutan akan besar. Semakin besar konsentrasi semakin
besar pula kelarutan. Tekanan diperbesar maka kelarutan akan kecil. Semakin luas
permukaan zat terlarut maka kelarutan akan kecil. Apabila jumlah zat terlarut lebih
banyak dari pada jumlah zat pelarut maka kelarutannya rendah. Adanya ion senama
menyebabkan kelarutan akan rendah,sedangkan adanya ion asing akan mempercepat
kelarutan. Selain faktor-faktor di atas suatu kelarutan juga dipengaruhi oleh ikatan
hidrogen dan rantai karbon. Semakin banyak ikatan hidrogen dalam suatu senyawa
maka akan semakin besar kelarutan suatu zat tersebut dan apabila semakin panjang
ikatan karbon dalam suatu senyawa,kelarutan akan semakin kecil.

XI.

KESIMPULAN
1. Ikatan ion terbentuk jika terjadinya perpindahan elektron di antara atom untuk
membentuk partikel yang bermuatan listrik dan mempunyai daya tarikmenarik.
2. Ikatan kovalen terbentuk karena adanya pemakaian elektron secara bersamasama.
3. Prinsip kerja like dissolve like merupakan prinsip kelarutan yang artinya zat
terlarut hanya dapat larut dalam pelarut yang memiliki sifat yang sama dengan
pelarutnya.
4. Senyawa berantai lurus memiliki bau yang lebih menyengat dibandingkan
dengan senyawa berantai cincin.
5. Kelarutan dinyatakan sebagai jumlah maksimum zat terlarut (solute) yang
dapat larut dalam pelarut (solvent) tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Annisa. 2008. Perbandingan Sifat Senyawa Ion dan Senyawa kovalen.


(http://annisanfushie.wordpress.com/2008/10/24/perbandingan-sifat-senyawaion-dan-senyPerbedaan Antara Ikatan Kovalen dan Ikatan Ion )
Diakses pada tanggal 1 Mei 2012 Pukul 19.30 WIB.
Fessenden & Fessenden.1986.Kimia Oranik Jilid I.Jakarta:Erlangga.
Petrucci.Ralph H. 1987. Kimia Dasar Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Tim Kimia Dasar. 2012. Penuntun Praktikum Kimia Dasar II. Indralaya :
Universitas Sriwijaya.

GAMBAR ALAT

Gelas Ukur

Stag Tabung Reaksi

Pipet Tetes

Gelas Beker

Tabung Reaksi

Sudip

Penangas air

Tabung kapiler

termometer

LITERATUR
PERBANDINGAN SIFAT SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN
1. Ikatan Kimia
Ikatan kimia adalah daya tarik-menarik antara atom yang menyebabkan
suatu senyawa kimia dapat bersatu. Macam-macam ikatan kimia yang dibentuk oleh
atom tergantung dari struktur elektron atom. Misalnya, energi ionisasi dan kontrol
afinitas elektron dimana atom menerima atau melepaskan elektron. Ikatan kimia
dapat dibagi menjadi dua kategori besar : ikatan ion dan ikatan kovalen. Ikatan ion
terbentuk jika terjadinya perpindahan elektron di antara atom untuk membentuk
partikel yang bermuatan listrik dan mempunyai daya tarik-menarik. Daya tarik
menarik di antara ion-ion yang bermuatan berlawanan merupakan suatu ikatan ion.
Ikatan kovalen terbentuk dari terbaginya (sharing) elektron di antara atom-atom.
Dengan perkataan lain, daya tarik-menarik inti atom pada elektron yang terbagi di
antara elektron itu merupakan suatu ikatan kovalen.
Ikatan ion adalah ikatan antara ion positif dan negatif. Atom yang
melepaskan elektron akan menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima akan
menjadi ion negatif. Senyawa ion yang terbentuk dari ion positif dan negatif tersusun
selang seling membentuk molekul raksasa.
2. Sifat Senyawa Ion
Beberapa sifat senyawa ion yang penting adalah sebagai berikut: larutan
atau leburannya dapat menghantarkan arus listrik, mempunyai titik leleh dan titik
didih yang tinggi, sangat keras dan getas, pada umumnya larut dalam pelarut polar
dan tidak larut dalam pelarut non polar.

3. Sifat Senyawa Kovalen


Sifat-sifat senyawa kovalen antara lain kebanyakan menunjukkan titik leleh
rendah, pada suhu kamar berbentuk cairan atau gas, larut dalam pelarut non polar dan
sedikit larut dalam air, sedikit menghantarkan listrik, mudah terbakar dan banyak
yang berbau.
http://annisanfushie.wordpress.com/2008/10/24/perbandingan-sifat-senyawa-ion-dansenyPerbedaan Antara Ikatan Kovalen dan Ikatan Ion

LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN


Natrium Klorida (NaCl)
Mata

Kacamata pengaman dengan perisai sisi harus dipakai setiap saat.

Kulit

Sarung tangan pelindung (neoprene atau setara) harus dipakai setiap saat.

Pernapasan

Bahan harus ditangani atau ditransfer dalam lemari asam disetujui atau
dengan ventilasi yang memadai.

Khusus Kewaspadaan
Penyimpanan:
1. Simpan wadah tertutup.
2. Simpan pada suhu kamar terkendali.
3.

Simpan di tempat yang kering berventilasi baik.

Penanganan:
1. Jangan menghirup debu.
2. Jangan sampai di mata.
3. Hindari kontak kulit berulang atau yang perpanjangan.
4. Cuci sampai bersih setelah menangani.
Ventilasi:
1. Bahan harus ditangani atau ditransfer dalam lemari asam disetujui atau
dengan ventilasi yang memadai.
Rekayasa Kontrol:
1.

Mata cuci dan peralatan keselamatan harus siap tersedia.

Data Toksisitas
ORL-RAT LD50: 3000 mg / kg
Kesehatan
Efek:
Kulit: menjengkelkan Kemungkinan untuk kulit.

Mata: Iritasi pada mata.


Tertelan: Menelan jumlah besar menyebabkan iritasi lambung.
Kondisi Medis Semakin oleh paparan: Kardio-vaskuler kondisi.
Pertolongan Pertama:
Inhalasi: Pindahkan ke udara segar; hidung pukulan untuk menghilangkan
debu.
Kulit: Cuci dengan sabun dan air secara menyeluruh.
Mata: Segera bilas bersih dengan air selama minimal 15 menit.
. Tertelan: Jauhkan individu hangat, tenang dan segera hubungi dokter segera.
* Dapatkan bantuan medis jika ada efek samping berkembang.
Kebakaran Bahaya data
Titik nyala: tidak mudah terbakar
Media Pemadam: Penggunaan media yang cocok untuk bahan sekitarnya.
Khusus Api-Fighting Prosedur: tidak diindikasikan.
NFPA: Informasi tidak diberikan oleh produsen

Lembar Data Keselamatan Bahan


Magnesium Sulfat Anhidrat
Bagian1- Identifikasi Bahaya
TINJAUAN DARURAT
Penampilan: transparan. Perhatian! Dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit. Dapat
menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan pencernaan.
Sasaran Organ: Tidak ada.
Potensi Efek Kesehatan
Mata: Dapat menyebabkan iritasi mata ringan.
Kulit: Dapat menyebabkan iritasi kulit.
Penelanan: Menyebabkan iritasi gastrointestinal dengan mual, muntah dan diare.
Inhalasi: Dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan.
Kronis: Tidak ada informasi ditemukan.
Bagian 2 - Tindakan Pertolongan Pertama
Mata: Siram dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit, sesekali mengangkat
kelopak mata atas dan bawah. Dapatkan bantuan medis.
Kulit: kulit Siram dengan banyak sabun dan air selama minimal 15 menit saat
mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Dapatkan bantuan medis jika
iritasi berkembang atau berlanjut. Hubungi dokter dan sepatu.
Jika tertelan: Jika korban sadar dan waspada, beri 2-4 cupfuls susu atau air. Jangan
pernah memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadar. Dapatkan
bantuan medis.
Inhalasi: Hapus dari paparan udara segar segera. Jika tidak bernapas, berikan
pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis.
Catatan untuk Dokter: Perlakukan berdasar gejala dan penuh dukungan.
Antidote: Penggunaan Kalsium glukonat untuk mengendapkan oksalat harus
ditentukan oleh tenaga medis hanya berkualitas.
Bagian 3 - Tindakan pencegahan kebakaran
Informasi Umum: Bahan tidak akan terbakar.
Media pemadam: Gunakan media pemadam yang paling tepat untuk kebakaran
sekitarnya.
Bagian 4 - Tindakan Pelepasan Kecelakaan
Informasi Umum: Gunakan peralatan perlindungan pribadi yang layak seperti yang
ditunjukkan dalam Bagian 6
Tumpahan / Kebocoran: Vacuum atau menyapu bahan dan tempat ke dalam wadah
pembuangan yang cocok. Hindari menghasilkan kondisi berdebu.

Bagian 5 - Penanganan dan Penyimpanan


Penanganan: Cuci sampai bersih setelah memegang. Hubungi dokter dan cuci
sebelum digunakan kembali. Gunakan dengan ventilasi yang memadai.
Penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat.
Bagian 6 - Pengontrolan Pemaparan, Perlindungan Pribadi
Kontrol Rekayasa: Gunakan ventilasi yang memadai untuk menjaga konsentrasi
udara rendah.
Batas

Lembar Data Keselamatan Bahan


Bahan / Informasi Identitas
1% air larutan kalium iodida (KI).
Fisik / Kimia Karakteristik
Penampilan: Transparan panas fusi cair disegel dalam sel kuarsa, 3ml.
Titik Didih: 100 C.
Berat Jenis: 1.0.
Tekanan Uap (mm Hg): n / a.
Melting Point: 0 C.
Kepadatan uap: n / a.
Tingkat Penguapan: n / a.
Kelarutan dalam air: larut.
Kebakaran dan bahaya ledakan
Titik nyala: n / a.
Batas mudah terbakar: tidak mudah terbakar.
Media Pemadam: n / a.
Khusus Pemadam Kebakaran Prosedur: n / a.
Tidak biasa Api dan Ledakan Prosedur: n / a.
Reaktivitas data
Stabilitas: stabil.
Kondisi yang harus dihindari: tidak ada.
Bahan Tidak Kompatibel: tidak ada.
Berbahaya Dekomposisi Produk: tidak ada
Kesehatan Bahaya data
Rute dari Entry - Inhalasi: tidak ada (sel disegel).
Rute dari Entry - Kulit: tidak ada (sel disegel).
Rute dari Entry - Tertelan: tidak ada (sel disegel).
Bahaya Kesehatan akut dan kronis: Karena ukuran kecil dan volume sel disegel dan
penyegelan lengkap dari bahan dalam sel kuarsa satu-satunya kontak yang dapat
dilakukan terhadap bahan kimia adalah melalui kerusakan sel. Pecahan-pecahan
kuarsa akan lebih berbahaya dan harus ditangani karena dengan kerusakan kaca.
Karsinogenisitas: tidak ada.
Tanda dan gejala terbuka: tidak ada.
Kondisi medis diperburuk oleh paparan: tidak ada.
Darurat dan Prosedur Pertolongan Pertama: Dalam hal terjadi kerusakan dari setiap
sel, bersihkan dengan air dan dengan aman membuang potongan kuarsa.
Pencegahan untuk Penanganan yang aman dan penggunaan
Langkah-langkah jika bahan Dirilis / Tumpahan: Dalam hal terjadi kerusakan dari
setiap sel, bersihkan dengan air dan dengan aman membuang potongan kuarsa.
Limbah metode sekali pakai: Sampah hanya dihasilkan oleh kerusakan tersebut akan
menjadi wadah kuarsa. Buang potongan kuarsa seperti yang Anda lakukan untuk
setiap gelas laboratorium rusak.

Tindakan pencegahan harus diambil dalam Penanganan dan Penyimpanan: tidak ada.
Kontrol Tindakan
Perlindungan untuk Pernapasan: tidak diperlukan.
Ventilasi: tidak diperlukan.
Perlindungan untuk Sarung tangan: sarung tangan tahan kimia.
Mata Perlindungan: Kimia kacamata resisten.
Peralatan pelindung lainnya: Memiliki ketersediaan segera cuci mata.

IDENTIFIKASI KIMIA
KIMIA NAMA: naftalen, 1-klorometil-:
* 1 - (Chlormethyl) naftalen
* Alfa-(klorometil) naftalena
* 1-klorometil naftalena
* 1-Menaphthyl klorida
* Naftalen, alfa-klorometil* Alfa-Naphthylmethyl klorida
* 1-Naphthylmethyl klorida
BAHAYA KESEHATAN *** DATA ***
TOKSISITAS AKUT ** DATA **
JENIS TES: LD50 - dosis mematikan, membunuh 50 persen
ROUTE DARI SAMBUNGAN: Oral
JENIS DITINJAU: Rodent - tikus
DOSIS / DURASI: 890 mg / kg
EFEK BERACUN:
Rincian efek racun tidak dilaporkan selain nilai dosis yang mematikan
JENIS TES: LD50 - dosis mematikan, membunuh 50 persen
ROUTE DARI SAMBUNGAN: Administrasi ke kulit
JENIS DITINJAU: Rodent - tikus
DOSIS / DURASI:> 5 gram / kg
EFEK BERACUN:
Rasa dan Organ Indera Khusus (Eye) - lakrimasi
Gastrointestinal - hipermotilitas, diare
Gizi dan Gross Metabolik - kenaikan suhu tubuh
REFERENSI:
KSRNAM Kiso untuk Rinsho. Laporan Klinis.(Yubunsha Co, Ltd, 1-5, Kanda
Suda-Cho, Chiyoda-ku, KS Building, Tokyo 101, Jepang) V.1-1960. Volume (masalah) / halaman / tahun: 24,2583,1990
JENIS TES: LD50 - dosis mematikan, membunuh 50 persen
ROUTE DARI SAMBUNGAN: Administrasi ke kulit
JENIS DITINJAU: Rodent - kelinci
DOSIS / DURASI: 2 gram / kg