Anda di halaman 1dari 190

MATERI PELATIHAN GURU

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


TAHUN AJARAN 2015

PEMINATAN SMK

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN


PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK

INSTALASI MOTOR LISTRIK

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


2015

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Diterbitkan oleh:
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan
dan Penjaminan Mutu Pendidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2015

Copyright 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa
izintertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Instalasi Motor Listrik/ PK Agribisnis Produksi Tanaman

ii

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Anies Basweden
Instalasi Motor Listrik/ PK Agribisnis Produksi Tanaman

iii

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

KATA PENGANTAR

Jakarta, Mei 2015


Kepala Badan PSDMPK-PMP

SYAWAL GULTOM
NIP 196202031987031002

Instalasi Motor Listrik/ PK Agribisnis Produksi Tanaman

iv

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Instalasi Motor Listrik/ PK Agribisnis Produksi Tanaman

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

DAFTAR ISI

SAMBUTAN

iii

KATA PENGANTAR

iv

DAFTAR ISI

STRUKTUR MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

vi

A.

MATERI PELATIHAN 1: KONSEP KURIKULUM 2013

1.

Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013

2.

Pendekatan Saintifik dan Penilaian Autentik

16

3.

Permendikbud Perangkat Kurikulum2013

26

4.

SKL, KI, KD , dalam Perancangan Pembelajaran Pada Mata Pelajaran


Instalasi Motor Listrik.

29

5.

Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan


Materi Pembelajaran dalam Perancangan Pembelajaran Pada Mata
Pelajaran Instalasi Motor Listrik.

43

C.

MATERI PELATIHAN 2:PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN

59

1.

Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran pada Mata


Pelajaran Instalasi Motor Listrik.

62

2.

Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran pada Mata Pelajaran


Instalasi Motor Listrik

79

3.

Penyusunan RPPPada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik

93

4.

Pelaporan Penilaian Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Instalasi Motor


Listrik.

118

5.

Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester Pada Mata


Pelajaran Instalasi Motor Listrik

130

MATERI PELATIHAN 3: PENGGUNAAN BUKU

152

1.

154

Penggunaan Buku Siswa Pada Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan.

Instalasi Motor Listrik/ PK Agribisnis Produksi Tanaman

vi

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

D.

MATERI PELATIHAN 4: PRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERBIMBING.

165

1.

Analisis Video Pembelajaran.

166

2.

Praktik Pelaksanaan Pembelajaran Pada Program Keahlian Teknik


Ketenagalistrikan.

172

DAFTAR PUSTAKA

Instalasi Motor Listrik/ PK Agribisnis Produksi Tanaman

vii

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

GAMBARAN STRUKTUR MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


A.

Materi Pelatihan 1: KonsepKurikulum 2013


1. Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum
2. Pendekatan Saintifik
3. Penilaian Otentik
4. Permendikbud Perangkat Kurikulum2013
5. SKL, KI, KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi dalam Perancangan
Pembelajaran Pembelajaran Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik
6. Contoh Analisis SKL, KI, KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi dalam
Perancangan Pembelajaran Instalasi Motor Listrik
7. LK Analisis SKL, KI, KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi dalam
Perancangan Pembelajaran Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik
8. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran
Khusus dan Materi Pembelajaran Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik
9. Contoh Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan
Pembelajaran Khusus dan Materi Pembelajaran Mata Pelajaran Instalasi
Motor Listrik
10. LK Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran
Khusus dan Materi Pembelajaran

B.

MateriPelatihan 2 : Perancangan Pembelajaran dan Penilaian


1. PenerapanPendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Mata Pelajaran
Instalasi Motor Listrik.
2. Contoh PenerapanPendekatan Saintifik dalam Pembelajaran.
3. LK PenerapanPendekatan Saintifik dalam Pembelajaran.
4. Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Pada Mata
Pelajaran Instalasi Motor Listrik
5. Contoh LK Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran.
6. LK Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran.
7. Penyusunan RPP Pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik.
8. Contoh Penyusunan RPP Instalasi Motor Listrik
9. Telaah dan LK Penyusunan RPP Instalasi Motor Listrik
10. Pelaporan Penilaian Hasil Belajar Pada Mata PelajaranInstalasi Motor
Listrik
11. LK Pelaporan Penilaian Hasil Belajar .
12. Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester Pada Mata
Pelajaran Instalasi Motor Listrik.
13. Contoh Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester
14. LK Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester

C.

Materi Pelatihan 3: Penggunaan Buku


1. Panduan Buku Siswa Pada Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan.
2. Contoh Penggunaan Buku Siswa
3. LK Penggunaan Buku Siswa

D.

Materi Pelatihan 4: PraktikPelaksanaan PembelajaranTerbimbing


1. Analisis Video Pembelajaran
2. LKAnalisis Video Pembelajaran
3. Praktik Pelaksanaan Pembelajaran Pada Program Keahlian Teknik
Ketenagalistrikan
4. LK Praktik Pelaksanaan Pembelajaran

MATERI
PELATIHAN

Instalasi Motor Listrik/ PK Agribisnis Produksi Tanaman

viii

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

A. MATERI PELATIHAN 1
KONSEP KURIKULUM 2013
1.
2.
3.
4.
5.

Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum


Pendekatan Saintifik
Penilaian Otentik
Permendikbud Perangkat Kurikulum2013
SKL, KI, KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi dalam
Perancangan Pembelajaran Pada Mata Pelajaran
Instalasi Motor Listrik
6. Contoh Analisis SKL, KI, KD dalam Perancangan
Pembelajaran
7. LK Analisis SKL, KI, KD dalam Perancangan
Pembelajaran
8. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan
Pembelajaran dan Materi Pembelajaran Pada Mata
Pelajaran Instalasi Motor Listrik
9. Contoh Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi,
Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran
10. LK Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan
Pembelajaran dan Materi Pembelajaran

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

A. MATERI PELATIHAN 1: KONSEP KURIKULUM 2013

Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan proses
berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut. Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis
pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi:
(1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah;
(2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis, bertanggung jawab.
Materi pelatihan konsep Kurikulum 2013 meliputi; rasional dan elemen perubahan kurikulum,
peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait penerapan Kurikulum 2013, pendekatan
saintifik, penilaian autentik, SKL, KI, KD, dan indikator pencapaian kompetensi dalam perancangan
pembelajaran.
Kompetensi yang dicapai
1. Memahami secara utuh rasional dan elemen perubahan Kurikulum 2013.
2. Memahami konsep pendekatan saintifik dan penilaian autentik
3. Memahami Permendikbud perangkat Kurikulum 2013
4. Menganalisis keterkaitan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan
Kompetensi Dasar (KD) dalam perancangan pembelajaran
5. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi (IPK), tujuan pembelajaran dan materi
pembelajaran dalam perancangan pembelajaran
Indikator pencapaian kompetensi
1.1. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan
masa depan
1.2. Menjelaskan empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL, SI, Standar
Proses, dan Standar Penilaian.
2.1. Menjelaskan konsep dan penerapan pendekatan saintifik
2.2. Menjelaskan konsep dan penerapan penilaian otentik
3.1. Menjelaskan ketentuan Permendikbud terkait perangkat Kurikulum 2013
4.1. Menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD serta rekomendasinya.
5.1. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi dari KD dalam perancangan pembelajaran
5.2. Merumuskan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran dalam perancangan pembelajaran
Langkah Kegiatan
1. Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013; Permendikbud Perangkat Kurikulum 2013

Menyimak
paparan tentang
rasional dan
elemen perubahan
Kurikulum 2013

Tanya jawab
tentang rasional
dan dan elemen
perubahan
Kurikulum 2013

Menyimak paparan
Permendikbud
Perangkat
Kurikulum 2013

Tanya jawab
tentang
Permendikbud
Perangkat
Kurikulum 2013

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
2. Pendekatan Saintifik dan Penilaian Autentik
Mengkaji konsep
pendekatan
saintifik dan
penilaian autentik
yang terdapat di
dalam modul dan
permendikbud
terkait secara
individual

Diskusi
kelompok
membahas
konsep
pendekatan
saintifik pada
Kurikulum 2013

Diskusi kelompok
membahas konsep
penilaian autentik
pada Kurikulum
2013

Menyamakan
persepsi tentang
pendekatan
saintifik dan
penilaian
autentik pada
Kurikulum 2013

3. SKL, KI, KD, dan IPK, Tujuan Pembelajaran, Materi pembelajarandalam Perancangan
Pembelajaran
Mengkaji bahan
bacaan tentang
SKL, KI, KD yang
terdapat
didalam modul
pelatihan dan
permendikbud
terkait secara
berkelompok.

Diskusi
kelompok
menganalisis
keterkaitan SKL,
KI dan KD
menggunakan
lembar kergiatan
yang tersedia

Diskusi kelompok
untuk menjabarkan
KD ke dalam IPK
dan Tujuan
Pembelajaran serta
mengidentifikasi
topik/materi yang
sesuai dengan KD
dan IPK-Tujuan
Pembelajaran.

Mempresenta
sikan hasil kerja
dan penyamaan
persepsi tentang
keterkaitan SKL,
KI, dan KD serta
perumusan IPK,
Tujuan dan
Materi
Pembelajaran

Diskusi kelompok menggunakan Lembar Kerja Analisis Keterkaitan KI dan KD dengan IPK dan Materi
Pembelajarannya.

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
LK-A0

KONSEP KURIKULUM 2013

Tujuan: Mendiskusikan tentang:


1. Rasional dan elemen perubahan kurikulum 2013
2. Permendikbud
3. SKL, KI dan KD
4. Pendekatan saintifik dan model pembelajaran
5. Penilaian autentik.
Langkah Kerja:
1. Cermati hand-outkonsep Kurikulum 2013 serta Permendikbud yang terkait dengan
Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian
2. Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, tuliskan
jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia
3. Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu jawaban pertanyaan
hasil diskusi
4. Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
No
1.

Pertanyaan
Mengapa perlu adanya pengembangan
Kurikulum?

2.

Apa saja elemen perubahan dalam


Kurikulum 2013

3.

Apa yang dimaksud SKL, KI, dan KD dalam


Kurikulum 2013 ?

4.

Bagaimana keterkaitan SKL,KI, KD, dan


Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
dalam perancangan pembelajaran

5.

Bagaimana pendekatan saintifik dan model


pembelajaran dalam Kurikulum 2013

6.

Bagaimana penilaian autentik dalam


Kurikulum 2013?

Jawaban

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

1. Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013


a.

HO-A1

PengertianKurikulum
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan
bahwakurikulum adalahseperangkat rencana danpengaturan mengenaitujuan,isi,danbahan
pelajaransertacara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkanpengertian tersebut, adadua dimensi
kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,dan
bahanpelajaran,sedangkanyangkeduaadalahcarayang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Kurikulum2013yangdiberlakukanmulaitahunajaran 2013/2014 memenuhikedua dimensi
tersebut.

b.

RasionalPengembanganKurikulum2013
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:
1. Tantangan Internal
Tantanganinternalantara lain terkaitdengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan
pendidikan yangmengacukepada8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang
meliputistandar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar saranadan prasarana,standar pengelolaan,standar
pembiayaan, dan standarpenilaian pendidikan.
Tantanganinternallainnya terkaitdengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari
pertumbuhan pendudukusia produktif.SaatinijumlahpendudukIndonesiausiaproduktif(1564 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahundan orang
tua berusia 65 tahun keatas). Jumlah pendudukusia produktif iniakan mencapai puncaknya
pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itutantangan besar
yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agarsumberdaya manusiausia produktif
yang melimpah
ini
dapat
ditransformasikan
menjadi
sumberdaya
manusiayangmemilikikompetensi danketerampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi
beban.
2. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternalantara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagaiisuyang
terkaitdengan masalahlingkunganhidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan
industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkatinternasional. Arus
globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan
tradisional
menjadi
masyarakat
industri
danperdaganganmodernsepertidapatterlihatdiWorld
Trade
Organization(WTO),AssociationofSoutheast AsianNations(ASEAN) Community,Asia-Pacific
Economic
Cooperation(APEC),
dan
ASEAN
Free
TradeArea(AFTA).Tantanganeksternaljugaterkaitdengan pergeseran kekuatan ekonomi
dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang
pendidikan.KeikutsertaanIndonesiadi dalamstudiInternational Trends inInternational
Mathematicsand Science Study(TIMSS)dan ProgramforInternationalStudentAssessment
(PISA)sejaktahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak
5

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
menggembirakandalambeberapakali laporanyangdikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini
disebabkan antara lain banyaknya materi ujiyangditanyakandiTIMSSdan PISAtidak terdapat
dalam kurikulum Indonesia.
c.

Penyempurnaan Pola Pikir


Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:
1. Penguatanpolapembelajaranyangberpusatpadapesertadidik. Peserta didik harus memiliki
pilihan-pilihanterhadapmateri yang dipelajari dan gaya belajarnya (learning style) untuk
memiliki kompetensi yang sama ;
2. Penguatanpolapembelajaraninteraktif(interaktifguru-peserta didik-masyarakat-lingkungan
alam, sumber/media lainnya);
3. Penguatan
pola
pembelajaran
secara
jejaring
(peserta
didik
dapatmenimbailmudarisiapasajadandarimanasajayang dapat dihubungi serta diperoleh
melalui internet);
4. Penguatan pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktifmencari semakin
diperkuat dengan pendekatan pembelajaran saintifik);
5. Penguatan pola belajar sendiri dan kelompok (berbasis tim);
6. Penguatan pembelajaran berbasis multimedia;
7. Penguatanpolapembelajaranberbasisklasikal-massaldengan
tetap
memperhatikan
pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik;
8. Penguatan pola pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan
9. Penguatan pola pembelajaran kritis.

d.

Penguatan Tata Kelola Kurikulum


Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut.
1. Penguatan tata kerja guru lebih bersifat kolaboratif;
2. Penguatan manajeman sekolah melaluipenguatan kemampuan manajemen kepala sekolah
sebagai pimpinan kependidikan (educational leader);dan
3. Penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.

e. Penguatan Materi
Penguatan materi dilakukan dengan carapengurangan materi yang tidakrelevanserta
pendalamandanperluasanmateriyang relevan bagi peserta didik.
f.

KarakteristikKurikulum2013
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut.
1.
Mengembangkan
keseimbangan
antara
sikap
spiritual
dan
sosial,
pengetahuan,danketerampilan,sertamenerapkannyadalamberbagai situasi di sekolah dan
masyarakat;
2. Menempatkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman
belajar agar peserta didik mampu menerapkan apa yang dipelajari disekolah ke masyarakat
dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
3. Memberiwaktuyangcukupleluasauntukmengembangkanberbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;
4. Mengembangkan kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk KompetensiInti
kelasyangdirincilebihlanjutdalamkompetensidasar mata pelajaran;
5.
MengembangkanKompetensiIntikelasmenjadiunsurpengorganisasi
(organizing
6

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
elements)Kompetensi Dasar. SemuaKompetensi Dasardan proses pembelajaran
dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalamKompetensi Inti;
6.
MengembangkanKompetensiDasarberdasarpadaprinsipakumulatif,
salingmemperkuat(reinforced)dan memperkaya(enriched)antar-mata pelajaran dan jenjang
pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

g.

Elemen Perubahan Kurikulum 2013


Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh
wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar nasional pendidikan terdiri atas
standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar kependidikan, standar sarana
dan prasarana, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan (UU No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Di dalam kerangka pengembangan kurikulum 2013, dari 8 satandar nasional pendidikan seperti
yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, hanya 4 standar yang
mengalami perubahan yang signifikan, seperti yang tertuang di dalam matriks berikut ini.

E le m e n Pe r ub a ha n

S ta nd a r
K om pe te n si Lulu s an

S ta nd ar P ros e s

E le m e n Pe rub ah an

S ta nd a r I si

S ta nda r Pe n ila ian

Gambar A1.1. Elemen Perubahan Kurikulum

1) Standar Kompetens Lulusan (SKL)


Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. SKL digunakan sebagai acuan utama
pengembangan standarisi,standarproses,standarpenilaian pendidikan, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar
pembiayaan.
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didikyang
diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya disatuan pendidikan pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah.Rumusan standar kompetensi lulusan yang tercantum
pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 untuk tingkat
SMK/MAK adalah sebagai berikut.

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Tabel A1.1. Standar Kompetensi Lulusan SMK


Dimensi

Kualifikasi Kemampuan

Sikap

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak


mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung-jawab dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

Pengetahuan

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan


metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian.

Keterampilan

Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam
ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari
di sekolah secara mandiri.

2) Standar Isi (SI)


Standar Isi adalah kriteria mengenai Ruang Lingkup Materi dan Tingkat Kompetensi untuk
mencapai Kompetensi Lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Tingkat kompetensi merupakan batas minimal pencapaian kompetensi sikap,pengetahuan, dan
keterampilan. Pencapaian kompetensisikap dinyatakandalam deskripsikualitas tertentu,
sedangkan
pencapaian
kompetensipengetahuan
dinyatakan
dalam
skortertentuuntukkemampuanberpikirdan
dimensi
pengetahuannya,
sedangkan
untukkompetensiketerampilan dinyatakandalam deskripsikemahirandan/atauskortertentu.
Pencapaian tingkatkompetensi dinyatakan dalam bentukdeskripsi kemampuan dan/atau skor
yang dipersyaratkan pada tingkat tertentu. Tingkat pencapaian KI dan KD berbeda untuk
setiap satuantingkatpendidikanmulaidariSD/MIkelas awal(I III) dan kelasatas(IV
VI),SMP/MTskelasVII-IX,danSMA/SMK/MA kelas X -XII. Tingkat pencapaian kompetensi
ditentukan sebagai berikut.
Tabel A1.2. Tingkat Pencapaian Kompetensi
No.
Tingkat Kompetensi
Tingkat Kelas
1.

Tingkat 0

2.

Tingkat 1

3.

Tingkat 2

4.

Tingkat 3

5.

Tingkat 4

6.

Tingkat 4A

TK/RA
Kelas ISD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas IISD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas IIISD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas IV SD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas V SD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas VISD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas VIISMP/MTs/SMPLB/PAKETB
Kelas VIIISMP/MTs/SMPLB/PAKETB
Kelas IX SMP/MTs/SMPLB/PAKETB
8

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

7.

Tingkat 5

8.

Tingkat 6

Kelas XSMA/MA/SMALB/SMK/MAK/
PAKETC/PAKETCKEJURUAN
Kelas XI SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/
PAKETC/PAKETCKEJURUAN
Kelas XII SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/
PAKETC/PAKETCKEJURUAN

3) Standar Proses (SP)


Proses
pembelajaran
pada
satuan
pendidikan
diselenggarakan
secara
interaktif,inspiratif,menyenangkan,
menantang,memotivasipesertadidik
untukberpartisipasiaktif,sertamemberikanruangyangcukup bagi prakarsa, kreativitas,dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat,dan perkembangan fisikserta psikologis peserta didik.
Untuk itusetiap satuan pendidikanmelakukanperencanaan pembelajaran,pelaksanaan proses
pembelajaran sertapenilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitasketercapaian kompetensi lulusan.
Sesuai dengan StandarKompetensi Lulusandan StandarIsimaka prinsip pembelajaran yang
digunakan:

Dari peserta didikdiberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;

Darigurusebagaisatu-satunyasumberbelajar menjadibelajar berbasis aneka sumber belajar;

Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan


ilmiah;

Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;

Dari pembelajaran parsial menujupembelajaran terpadu;

Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan


jawaban yang kebenarannya multi dimensi;

Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;

Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan


mental (softskills);

pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan danpemberdayaan pesertadidik


sebagai pembelajar sepanjang hayat;

Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan(ing ngarso


sungtulodo), membangun kemauan(ingmadyo mangun karso),danmengembangkan
kreativitaspesertadidikdalam proses pembelajaran (tutwurihandayani);

Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;

Pembelajaranyangmenerapkanprinsipbahwasiapasajaadalahguru, siapa saja adalah siswa,


dan di mana saja adalah kelas.

Pemanfaatanteknologiinformasidankomunikasiuntukmeningkatkan
efisiensi
dan
efektivitas pembelajaran;dan

Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.
Terkaitdenganprinsip di atas,dikembangkan standar proses yang mencakup perencanaan
proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan
pengawasan proses pembelajaran.
Karakteristik pembelajaran pada setiapsatuan pendidikanterkaiterat pada Standar Kompetensi
Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual
tentang
sasaran
pembelajaran
yang
harus
dicapai.StandarIsi
memberikankerangkakonseptualtentangkegiatanbelajar danpembelajaranyangditurunkandari
9

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
tingkatkompetensi danruanglingkup materi.
Sesuaidengan
StandarKompetensiLulusan,sasaranpembelajaranmencakup
pengembanganranahsikap,pengetahuan,danketerampilan yangdielaborasi untuk setiap satuan
pendidikan.
Ketiga ranah kompetensitersebutmemilikilintasanperolehan (proses psikologis) yang
berbeda.Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati,
dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami,
menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta.Keterampilandiperoleh melalui aktivitas
mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.Karaktersitik kompetensi
beserta
perbedaan
lintasan
perolehan
turutsertamempengaruhikarakteristikstandarproses.Untuk memperkuat pendekatan ilmiah
(scientific), tematikterpadu(tematik antar mata pelajaran), dan tematik(dalam suatu mata
pelajaran)
perluditerapkan
pembelajaran
berbasispenyingkapan/penelitian
(discovery/inquirylearning).Untuk
mendorong
kemampuanpesertadidikuntuk
menghasilkankaryakontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan
menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karyaberbasis pemecahan
masalah (projectbased learning).
Tabel A1.3.Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Sikap

Pengetahuan

Keterampilan

Menerima

Mengingat

Mengamati

Menjalankan

Memahami

Menanya

Menghargai

Menerapkan

Mencoba

Menghayati,

Menganalisis

Menalar

Mengamalkan

Mengevaluasi

Menyaji

Mencipta

Karakteristik proses pembelajaran diSMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C


Kejuruansecara keseluruhan berbasis mata pelajaran, meskipun pendekatan tematik masih
dipertahankan.
Secara umum pendekatan belajar yangdipilih berbasis padateori tentang taksonomi tujuan
pendidikan yang dalam lima dasawarsa terakhir yang secara umum sudah dikenal luas.
Berdasarkan teori taksonomi tersebut capaian pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga
ranah
yakni:
ranah
kognitif,
affektifdanpsikomotor.Penerapanteoritaksonomidalamtujuanpendidikan
diberbagainegara
dilakukansecara adaptifsesuaidengankebutuhannya masing-masing. Undang-Undang Nomor
20Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengadopsitaksonomi dalambentuk
rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah
tersebutsecarautuh/holistik, artinyapengembangan ranahyangsatutidak bisa dipisahkan
dengan ranahlainnya.Dengan demikian prosespembelajaran secara utuh melahirkan kualitas
pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
4) Standar Penilaian
10

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan
pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen
penilaian hasil belajar Peserta Didik.
Penilaian Hasil Belajar olehPendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. dalam
proses pendidikan merupakankomponen yang tidak dapat dipisahkan dari komponen
lainnyakhususnya
pembelajaran.Penilaianmerupakanproses
pengumpulandanpengolahaninformasiuntukmengukurpencapaianhasilbelajarpesertadidik.Pen
ilaianhasilbelajarolehpendidikdilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan
perbaikan hasilbelajar peserta didik secara berkesinambungan. Penegasan tersebuttermaktub
dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Penilaianhasil
belajaroleh pendidikmemilikiperanantara lain untuk membantu peserta didikmengetahui
capaian
pembelajaran(learning
outcomes).Berdasarkanpenilaian
hasilbelajaroleh
pendidik,pendidik dan peserta didik dapat memperoleh informasi tentang kelemahan
dan kekuatan pembelajaran dan belajar.
Dengan mengetahui kelemahandan kekuatannya, pendidik danpeserta didikmemilikiarah
yangjelasmengenaiapayangharus diperbaikidan dapat melakukan refleksi mengenai apa yang
dilakukannyadalam pembelajarandan belajar.Selainitu
bagipesertadidik memungkinkan
melakukan proses transfer cara belajar tadi untuk mengatasi kelemahannya (transfer
oflearning). Sedangkanbagi guru,hasil penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan alat
untuk mewujudkan akuntabilitas profesionalnya, dan dapat juga digunakan sebagaidasar dan
arah pengembanganpembelajaran remedialatau program pengayaanbagi pesertadidikyang
membutuhkan,sertamemperbaikirencanapelaksanaan pembelajaran (RPP) dan proses
pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Pelaksanaan penilaian hasil belajaroleh pendidik merupakan wujud pelaksanaan tugas
profesional pendidiksebagaimana termaktubdalam Undang-Undang Nomor 14tahun 2005
tentang Guru dan Dosen. Penilaian hasil belajaroleh pendidiktidak terlepas dari
prosespembelajaran.Oleh karena itu, penilaian hasilbelajar olehpendidikmenunjukkan
kemampuan guru sebagai pendidikprofesional.
Dalam konteks pendidikan berdasarkan standar (standard-based education), kurikulum
berdasarkankompetensi(competency-based curriculum),danpendekatanbelajartuntas(mastery
learning)penilaian proses dan hasil belajar merupakan parameter tingkatpencapaian
kompetensi
minimal.
Untuk
itu,
berbagai
pendekatan,
strategi,metode,
teknik,danmodelpembelajaranperludikembangkan untukmemfasilitasi peserta didik agar
mudah dalam belajar dan mencapai keberhasilan belajar secara optimal.
Kurikulum
2013mempersyaratkanpenggunaanpenilaianautentik
(authenticassesment).Secaraparadigmatik
penilaianautentikmemerlukan
perwujudan
pembelajaranautentik (authenticinstruction)dan belajar autentik(authentic learning). Hal ini
diyakini
bahwa
penilaianautentiklebih
mampumemberikaninformasikemampuanpesertadidiksecaraholistik dan valid.
LingkupPenilaianHasilBelajarolehPendidikmencakupkompetensi sikap (spiritual dan sosial),
pengetahuan, dan keterampilan.
11

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

a)

Sikap (Spiritual dan Sosial)


Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidikpadaranahsikap spiritual dan sikap sosial
adalah sebagai berikut.

Tabel A1.4.Sasaran Penilaian Ranah Sikap


Tingkatan Sikap
Menerima nilai
Menanggapi nilai

Deskripsi
Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan
perhatian terhadap nilai tersebut
Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas
dalam membicarakan nilai tersebut

Menghargai nilai

Menganggap nilai tersebut baik; menyukai nilai tersebut;


dan komitmen terhadap nilai tersebut

Menghayati nilai

Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem


nilai dirinya

Mengamalkan nilai

Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya


dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak
(karakter)

(sumber: Olahan Krathwohl dkk.,1964)


b)

Pengetahuan
Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada kemampuan berpikir adalah sebagai
berikut.
Tabel A1.5.Sasaran Penilaian Ranah/Dimensi Proses Kognitif
Kemampuan
Berpikir
Mengingat:
mengemukakan kembali
apa yang sudah
dipelajari dari guru,
buku, sumber lainnya
sebagaimana aslinya,
tanpa melakukan
perubahan

Deskripsi
Pengetahuan hafalan: ketepatan, kecepatan, kebenaran
pengetahuan yang diingat dan digunakan ketika menjawab
pertanyaan tentang fakta, definisi konsep, prosedur,
hukum, teori dari apa yang sudah dipelajari di kelas tanpa
diubah/berubah.

12

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Memahami:
Sudah ada proses
pengolahan dari bentuk
aslinya tetapi arti dari
kata, istilah, tulisan,
grafik, tabel, gambar, foto
tidak berubah.

Menerapkan:
Menggunakan informasi,
konsep, prosedur, prinsip,
hukum, teori yang sudah
dipelajari untuk sesuatu
yang baru/belum
dipelajari

Menganalisis:
Menggunakan
keterampilan yang telah
dipelajarinya terhadap
suatu informasi yang belum
diketahuinya dalam
mengelompokkan
informasi, menentukan
keterhubungan antara satu
kelompok/ informasi
dengan kelompok/
informasi lainnya, antara
fakta dengan konsep,
antara argumentasi
dengan kesimpulan,
benang merah pemikiran
antara satu karya dengan
karya lainnya

Kemampuan mengolah pengetahuan yang dipelajari


menjadi sesuatu yang baru seperti menggantikansuatu
kata/istilah dengan kata/istilah lain yang sama
maknanya;menuliskembalisuatu kalimat/paragraf/tulisan
dengan kalimat/ paragraf/tulisan sendiri dengan tanpa
mengubah artinya informasiaslinya; mengubah bentuk
komunikasidari bentuk kalimat ke bentuk grafik/tabel/visual
atau sebaliknya;memberitafsirsuatu
kalimat/paragraf/tulisan/data sesuai dengan kemampuan
peserta didik; memperkirakankemungkinan yang terjadi dari
suatu informasi yang terkandung dalam suatu
kalimat/paragraf/tulisan/data.
Kemampuan menggunakan pengetahuan seperti konsep
massa, cahaya,suara, listrik, hukum penawaran dan
permintaan, hukum Boyle, hukum Archimedes, membagi/
mengali/menambah/mengurangi/menjum- lah,menghitung
modal dan harga, hukum persamaan kuadrat, menentukan
arah kiblat, menggunakan jangka, menghitung jarak tempat
di peta, menerapkan prinsip kronologi dalam menentukan
waktu suatu benda/peristiwa, dan sebagainya dalam
mempelajari sesuatu yang belum pernah dipelajari
sebelumnya.
Kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan
persamaan dan perbedaan ciri- cirinya, memberi nama bagi
kelompok tersebut, menentukan apakah satu
kelompok sejajar/lebih tinggi/lebih luas dari yang lain,
menentukan mana yang lebih dulu dan mana yang
belakangan muncul, menentukan mana yang memberikan
pengaruh dan mana yang menerima pengaruh,
menemukan keterkaitan antara fakta dengan kesimpulan,
menentukan konsistensi antara apa yang dikemukakan di
bagian awal dengan bagian berikutnya, menemukan pikiran
pokok penulis/pembicara/nara sumber, menemukan
kesamaan dalam alur berpikir antara satu karya dengan
karya lainnya, dan sebagainya

13

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Mengevaluasi:
Menentukan nilai suatu
benda atau informasi
berdasarkan suatu kriteria

Kemampuan menilai apakah informasi yang


diberikan berguna, apakah suatu informasi/benda
menarik/menyenangkan bagi dirinya, adakah
penyimpangan dari kriteria suatu pekerjaan/keputusan/
peraturan, memberikan pertimbangan alternatif mana
yang harus dipilih berdasarkan kriteria, menilai
benar/salah/bagus/jelek dan sebagainya suatu hasil
kerja berdasarkan kriteria.

Mencipta:
Membuat sesuatu yang
baru dari apa yang sudah
ada sehingga hasil
tersebut merupakan satu
kesatuan utuh dan
berbeda dari komponen
yang digunakan untuk
membentuknya

Kemampuan membuat suatu cerita/tulisan


dari berbagai sumber yang dibacanya, membuat suatu
benda dari bahan yang tersedia, mengembangkan fungsi
baru dari suatu benda, mengembangkan berbagai bentuk
kreativitas lainnya.

(sumber: Olahan Anderson, dkk. 2001).


Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada dimensi pengetahuan adalah
sebagai berikut.
Tabel A1.6.Sasaran Penilaian Dimensi Pengetahuan
Dimensi
Pengetahuan
Faktual

Deskripsi
Pengetahuan tentang istilah, nama orang, nama benda, angka, tahun,
dan hal-hal yang terkait secara khusus dengan suatu mata pelajaran.

Konseptual

Pengetahuan tentang kategori, klasifikasi, keterkaitan antara satu


kategori dengan lainnya, hukum kausalita, definisi, teori.

Prosedural

Pengetahuan tentang prosedur dan proses khusus dari suatu mata


pelajaran seperti algoritma, teknik, metoda, dan kriteria untuk
menentukan ketepatan penggunaan suatu prosedur.

Metakognitif

Pengetahuan tentang cara mempelajari pengetahuan, menentukan


pengetahuan yang penting dan tidak penting (strategic knowledge),
pengetahuan yang sesuai dengan konteks tertentu, dan pengetahuan
diri (self-knowledge).

(Sumber: Olahan dari Andersen, dkk., 2001)


c)

Keterampilan
SasaranPenilaianHasilBelajarolehPendidikpadaketerampilan abstrak berupa kemampuan
belajar adalah sebagai berikut.
Tabel A1.7. Sasaran Penilaian Ranah Ketrampilan Abstrak

14

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Kemampuan
Belajar

Deskripsi

Mengamati

Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca


suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan,catatan yang
dibuat tentang yang diamati,kesabaran, waktu (on task)
yang digunakan untuk mengamati

Menanya

Jenis,kualitas,dan
jumlahpertanyaanyang
diajukan
peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, prosedural,
dan hipotetik)

Mengumpulkan
informasi/mencoba

Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan,


kelengkapan
informasi,
validitasinformasiyang
dikumpulkan,dan instrumen/alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data.

Menalar/mengasosiasi

Mengembangkan
interpretasi,
argumentasi
dan
kesimpulan mengenai keterkaitan informasidari dua
fakta/konsep, interpretasiargumentasi dan kesimpulan
mengenai keterkaitan lebihdaridua fakta/konsep/teori,
mensintesis
dan
argumentasiserta
kesimpulanketerkaitan
antarberbagai
jenis
fakta/konsep/teori/
pendapat;
mengembangkan
interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan
yang menunjukkan hubungan fakta/ konsep/teoridari
duasumberatau lebih yang tidak bertentangan;
mengembangkan
interpretasi,
struktur
baru,
argumentasidan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat
yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai
menalar)dalambentuk tulisan, grafis, media elektronik,
multi media dan lain-lain.

Mengomunikasikan

(Sumber: Olahan Dyers)


SasaranPenilaianHasilBelajarolehPendidikpadaketerampilan kongkret adalah sebagai
berikut.
Tabel A1. 8.Sasaran Penilaian Ranah Ketrampilan Kongkrit
Keterampilan kongkret

Deskripsi

Persepsi (perception)

Menunjukan perhatian untuk melakukan suatu


gerakan

Kesiapan (set)

Menunjukan kesiapan mental dan fisik


untuk melakukan suatu gerakan

Meniru (guided response)

Meniru gerakan secara terbimbing

15

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Membiasakan gerakan
(mechanism)

Melakukan gerakan mekanistik

Mahir (complex or
overtresponse)

Melakukan gerakan kompleks dan


termodifikasi

Menjadi gerakan alami


(adaptation)

Menjadi gerakan alami yang diciptakan


sendiri atas dasar gerakan yang sudah
dikuasai sebelumnya

Menjadi tindakan
orisinal (origination)

Menjadi gerakan baru yang orisinal dan


sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya

(Sumber: Olahan dari kategori Simpson)


Sasaranpenilaian digunakansesuaidengankarakteristikmuatan pelajaran.

2. Pendekatan Seintifik Dan Penilaian Autentik

HO-A2.a

2.1.Pendekatan Saintifik.
a. Esensi Pendekatan Saintifik/ Pendekatan Ilmiah
Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karena itu Kurikulum
2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini
sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih
mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif
(deductivereasoning).
Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang
spesifik.Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian
menarik simpulan secara keseluruhan.Sejatinya, penalaran induktif menempatkan bukti-bukti
spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik
dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. Metode ilmiah
merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh
pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. Untuk dapat
disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek
yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik.Karena
itu, metode ilmiah umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi
atau ekperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji
hipotesis.
b. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah
Proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu:

mengamati;
menanya;
mengumpulkan informasi;
mengasosiasi; dan
16

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

mengkomunikasikan.

Kelima pembelajaran pokok tersebut dapat dirinci dalam berbagai kegiatan belajar sebagaimana
tercantum dalam tabel berikut:
Tabel A2.1: Keterkaitan antara Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar dan Maknanya
Langkah
Pembelajaran
Mengamati
Menanya

Mengumpulkan
informasi/
eksperimen

Mengasosiasikan/
mengolah informasi

Mengkomunikasikan

Kegiatan Belajar

Kompetensi Yang Dikembangkan

Membaca, mendengar, menyimak,


melihat (tanpa atau dengan alat)

Melatih kesungguhan, ketelitian,


mencari informasi

Mengajukan pertanyaan tentang


informasi yang tidak dipahami dari
apa yang diamati atau pertanyaan
untuk mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan faktual
sampai ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik)
- melakukan eksperimen
- membaca sumber lain selain buku
teks
- mengamati objek/ kejadian/
- aktivitas
- wawancara dengan narasumber

Mengembangkan kreativitas, rasa


ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang perlu
untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat

- mengolah informasi yang sudah


dikumpulkan baik terbatas dari hasil
kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau
pun hasil dari kegiatan mengamati
dan kegiatan mengumpulkan
informasi.
- Pengolahan informasi yang
dikumpulkan dari yang bersifat
menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang bersifat
mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang
berbeda sampai kepada yang
bertentangan.
Menyampaikan hasil pengamatan,
kesimpulan berdasarkan hasil analisis

Mengembangkan sikap teliti,


jujur,sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan
informasi melalui berbagai cara
yang dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.
Mengembangkan sikap jujur, teliti,
disiplin, taat aturan, kerja keras,
kemampuan menerapkan prosedur
dan kemampuan berpikir induktif
serta deduktif dalam menyimpulkan
.

Mengembangkan sikap jujur, teliti,


toleransi, kemampuan berpikir
17

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Langkah
Pembelajaran

Kegiatan Belajar
secara lisan, tertulis, atau media
lainnya

Kompetensi Yang Dikembangkan


sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan
singkat dan jelas, dan
mengembangkan kemampuan
berbahasa yang baik dan benar.

1). Mengamati
Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull
learning). Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta
didik, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode
observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis
dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru.Kegiatan mengamati dalam
pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut.
Menentukan objek apa yang akan diobservasi
Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi
Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun
sekunder
Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi
Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data
agar berjalan mudah dan lancar
Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi , seperti menggunakan
buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya.
Secara lebih luas, alat atau instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi, dapat
berupa daftar cek (checklist), skala rentang (rating scale), catatan anekdotal (anecdotal record),
catatan berkala, dan alat mekanikal (mechanical device). Daftar cek dapat berupa suatu daftar
yang berisikan nama-nama subjek, objek, atau faktor- faktor yang akan diobservasi. Skala
rentang , berupa alat untuk mencatat gejala atau fenomena menurut tingkatannya.
2). Menanya
Pada kurikulum 2013 kegiatan menanya diharapkan muncul dari siswa. Kegiatan belajar
menanya dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak
dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan
tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik). Menanya dapat juga tidak diungkapkan, tetapi dapat saja ada di dalam pikiran
peserta didik. Untuk memancing peserta didik mengungkapkannya guru harus member
kesempatan mereka untuk mengungkapkan pertanyaan. Kegiatan bertanya oleh guru dalam
pembelajaran juga sangat penting, sehingga tetap harus dilakukan.
a) Fungsi bertanya
(1) Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik tentang suatu tema
atau topik pembelajaran.

18

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
(2) Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar, serta mengembangkan
pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri.
(3) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan untuk
mencari solusinya.
(4) Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas substansi pembelajaran yang
diberikan.
(5) Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan
memberi jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
(6) Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan
kemampuan berpikir, dan menarik simpulan.
(7) Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau
gagasan, memperkaya kosa kata, serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup
berkelompok.
(8) Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap dalam merespon
persoalan yang tiba-tiba muncul.
(9) Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu
sama lain.
b) Kriteria pertanyaan yang baik
Kriteria pertanyaan yang baik adalah: singkat dan jelas, menginspirasi jawaban, memiliki fokus,
bersifat probing atau divergen, bersifat validatif atau penguatan, memberi kesempatan peserta
didik untuk berpikir ulang, merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif, merangsang
proses interaksi
c) Tingkatan Pertanyaan
Pertanyaan guru yang baik dan benar menginspirasi peserta didik untuk memberikan jawaban
yang baik dan benar pula. Guru harus memahami kualitas pertanyaan, sehingga menggambarkan
tingkatan kognitif mulai dari yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi. Bobot pertanyaan yang
menggambarkan tingkatan kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi disajikan berikut
ini.
Tabel A2.2. Kata Kunci Pertanyaan
Tingkatan

Subtingkatan

Kognitif
Pengetahuan
yang lebih (knowledge)
rendah

Pemahaman
(comprehension)

Kata-kata kunci pertanyaan













Apa...
Siapa...
Kapan...
Di mana...
Sebutkan...
Jodohkan...
Terangkahlah...
Bedakanlah...
Terjemahkanlah...
Simpulkan...







pasangkan...
Persamaan kata...
Golongkan...
Berilah nama...
Dll.

 Bandingkan...
 Ubahlah...
 Berikanlah interpretasi...

19

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Tingkatan

Subtingkatan
Penerapan
(application

Kognitif
Analisis (analysis)
yang lebih
tinggi
Sintesis
(synthesis)

Evaluasi
(evaluation)




















Kata-kata kunci pertanyaan


Gunakanlah...
 Carilah hubungan...
Tunjukkanlah...
 Tulislah contoh...
Buatlah...
 Siapkanlah...
Demonstrasikanlah...
 Klasifikasikanlah...
Analisislah...
 Tunjukkanlah sebabnya
Kemukakan
bukti-  Berilah alasan-alasan
bukti
Mengapa
Identifikasikan
Ramalkanlah
 Bagaimana kita dapat
Bentuk
memecahkan
Ciptakanlah
 Apa yang terjadi
Susunlah
seaindainya
Rancanglah...
 Bagaimana kita dapat
Tulislah
memperbaiki
 Kembangkan
Berilah pendapat
 Berilah alasan
Alternatif mana yang
 Nilailah
lebih baik
 Bandingkan
Setujukah anda
 Bedakanlah...
Kritiklah

3). Mengumpulkan informasi/ Eksperimen (Mencoba)


Mengumpulkan informasi/ eksperimen kegiatan pembelajarannya antara lain:
- melakukan eksperimen;
- membaca sumber lain selain buku teks;
- mengamati objek/ kejadian/aktivitas; dan
- wawancara dengan narasumber.
Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau autentik, peserta didik harus mencoba atau
melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Peserta didik pun harus
memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta
mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah
yang dihadapinya sehari-hari.
Agar pelaksanaan percobaan dapat berjalan lancar (1) Guru hendaknya merumuskan tujuan
eksperimen yanga akan dilaksanakan murid, (2) Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan
yang dipergunakan, (3) Perlu memperhitungkan tempat dan waktu, (4) Guru menyediakan kertas
kerja untuk pengarahan kegiatan murid, (5) Guru membicarakan masalah yanga akan yang akan
dijadikan eksperimen, (6) Membagi kertas kerja kepada murid, (7) Murid melaksanakan eksperimen
dengan bimbingan guru, dan (8) Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya, bila
dianggap perlu didiskusikan secara klasikal.
4). Mengasosiasi/ Mengolah informasi
Dalam kegiatan mengasosiasi/ mengolah informasi terdapat kegiatan menalar. Istilah menalar
dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013
untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Penalaran adalah
20

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk
memperoleh simpulan berupa pengetahuan.
Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penakaran nonilmiah tidak selalu tidak
bermanfaat.Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating; bukan merupakan
terjemanan dari reasonsing, meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran.Karena itu,
istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan
ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif.Istilah asosiasi dalam
pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan
beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori.
Bagaimana aplikasinya dalam proses pembelajaran? Aplikasi pengembangan aktivitas pembelajaran
untuk meningkatkan daya menalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
a) Guru menyusun bahan pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap sesuai dengan tuntutan
kurikulum.
b) Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah. Tugas utama guru adalah
memberi instruksi singkat tapi jelas dengan disertai contoh-contoh, baik dilakukan sendiri
maupun dengan cara simulasi.
c) Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hierarkis, dimulai dari yang sederhana
(persyaratan rendah) sampai pada yang kompleks (persyaratan tinggi).
d) Kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati
e) Seriap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki
f) Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan
atau pelaziman.
g) Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata atau otentik.
h) Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan
pembelajaran perbaikan.
5). Mengomunikasikan
Dalam kegiatan mengomunikasikan dapat dilakukan pembelajaran kolaboratif.Pembelajaran
kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas
sekolah. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang
menempatkan dan memaknai kerja sama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan
disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif untuk mencapai tujuan bersama.
Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru dan fungsi guru
lebih bersifat direktif atau manajer belajar.Sebaliknya, peserta
didiklah yang harus lebih aktif. Peserta didik berinteraksi dengan
empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau
kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh
rasa aman sehingga memungkin peserta didik menghadapi aneka
perubahan dan tntutan belajar secara bersama-sama.
Ada empat sifat kelas atau pembelajaran kolaboratif.Dua sifat berkenaan dengan perubahan
hubungan antara guru dan peserta didik. Sifat ketiga berkaitan dengan pendekatan baru dari
penyampaian guru selama proses pembelajaran. Sifat keempat menyatakan isi kelas atau
21

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
pembelajaran kolaboratif. Dengan pembelajaran kolaboratif, peserta didik memiliki ruang gerak
untuk menilai dan membina ilmu pengetahuan, pengalaman personal, bahasa komunikasi, strategi
dan konsep pembelajaran sesuai dengan teori, serta menautkan kondisi sosiobudaya dengan situasi
pembelajaran. Di sini, peran guru lebih banyak sebagai pembimbing dan manajer belajar ketimbang
memberi instruksi dan mengawasi secara rijid.Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif, guru
berbagi tugas dan kewenangan dengan peserta didik, khususnya untuk hal-hal tertentu. Cara ini
memungkinan peserta didik menimba pengalaman mereka sendiri, berbagi strategi dan informasi,
menghormati antarsesa, mendorong tumbuhnya ide-ide cerdas, terlibat dalam pemikiran kreatif dan
kritis serta memupuk dan menggalakkan mereka mengambil peran secara terbuka dan bermakna.
Contoh Pembelajaran Kolaboratif
Guru ingin mengajarkan tentang konsep, penggolongan sifat, fakta, atau mengulangi informasi
tentang objek. Untuk keperluan pembelajaran ini dia menggunakan media sortir kartu (card
sort). Prosedurnya dapat dilakukan seperti berikut ini.

Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh yang cocok
dengan satu atau lebih katagori.

Peserta didik diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang memiliki kartu
dengan katagori yang sama.

Berikan kepada peserta didik yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri kepada rekanhya.

Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh peserta didik, buatlah catatan dengan kata
kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan penting.
Pemanfaatan Internet Pada Pembelajaran Kolaboratif

Pemanfaatan internet sangat dianjurkan dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif.


Karena memang, internet merupakan salah satu jejaring pembelajaran dengan akses dan
ketersediaan informasi yang luas dan mudah.Saat ini internet telah menyediakan diri sebagai
referensi yang murah dan mudah bagi peserta didik atau siapa saja yang hendak mengubah wajah
dunia.
Penggunaan internet disarakan makin mendesak sejalan denan perkembangan pengetahuan terjadi
secara eksponensial. Masa depan adalah milik peserta didik yang memiliki akses hampir ke seluruh
informasi tanpa batas dan mereka yang mampu memanfaatkan informasi diterima secepat mungkin.

22

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

HO-A2.b

2.2.Penilaian Autentik
Penilaian (assesment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik. Pada Standar Nasional Pendidikan, penilaian pendidikan
merupakan salah satu standar yang
yang bertujuan untuk menjamin: perencanaan penilaian
peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian;
pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif,efektif, efisien, dan sesuai
dengan konteks sosial budaya; dan pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel,
dan informatif.
a. Jenis-jenis Penilaian pada Kurikulum 2013
Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen
penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian peserta didik yang dilakukan pada kurikulum 2013
mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat
kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah, yang diuraikan sebagai berikut.
1) Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai
mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran.
2) Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif
untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
3) Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai
keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau
kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan.
4) Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta
didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan
perbaikan hasil belajar peserta didik.

23

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
5) Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodic untuk menilai kompetensi
peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
6) Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 9 minggu kegiatan
pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
7) Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh
indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
8) Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang
dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan
UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada
tingkat kompetensi tersebut.
9) Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan kegiatan
pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat
kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan
Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
10) Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi
tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional
Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.
11) Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar
kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan.
b.

Pengertian Penilaian dan Penilaian Autentik


Penilaian (assesment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan
secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output)
pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik
menilai kesiapan peserta didik, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan
penilaian ketiga komponen (input proses output) tersebut akan menggambarkan kapasitas,
gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional
(instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.
Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach)
dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena penilaian semacam ini
mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka
mengobservasi, menanya, menalar, mencoba, dan membangun jejaring. Penilaian autentik
cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik
untuk menunjukkan kompetensi mereka yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran
di SMA.
Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen penilaian yang memberikan
kesempatan luas kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan
sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas-tugas: membaca dan meringkasnya,
24

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
eksperimen, mengamati, survei, projek, makalah, membuat multi media, membuat karangan,
dan diskusi kelas. Kata lain dari penilaian autentik adalah penilaian kinerja, termasuk di
dalamnya penilaian portofolio dan penilaian projek.
Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program
perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil
penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran
yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.
c. Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan
pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
1. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas
penilai.
2. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana,
3. menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
4. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pelaporannya.
5. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan
dapat diakses oleh semua pihak.
6. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah
maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
7. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK).PAK merupakan
penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM).
KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan
dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung,
dan karakteristik peserta didik.
d.

Karakteristik Penilaian Pada Kurikulum 2013


1. Belajar Tuntas
Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), peserta didik
tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan
pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik.Asumsi yang digunakan dalam
belajar tuntas adalah peserta didik dapat belajar apapun, hanya waktu yang dibutuhkan yang
berbeda. Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama,
dibandingkan peserta didik pada umumnya.
2. Otentik
Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu. Penilaian otentik harus
mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan
kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap).
Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih
menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
25

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
3. Berkesinambungan
Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil
belajar peserta didik, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam
bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).
4. Berdasarkan acuan kriteria
Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan
terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan
pendidikan masing-masing.
5. Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi
Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, projek,
pengamatan, dan penilaian diri.

3. Permendikbud Perangkat Kurikulum 2013.

HO-A3

Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh
wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar nasional pendidikan terdiri atas
standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar kependidikan, standar sarana
dan prasarana, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan (UU No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Dalam kerangka pengembangan Kurikulum 2013, dari 8 satandar nasional pendidikan seperti
yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, hanya 4 standar yang
mengalami perubahan yang signifikan, yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar
Proses, dan Standar Penilaian.
Perubahan pada keempat standar tersebut berakibat pada perubahan pada peraturan
perundang-undangannya. Dengan berlakunya Kurikulum 2013 maka diterbitkanlah Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai pelengkap dari
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 selain Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan juga dikeluarkan beberapa
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai acuan dalam melaksanakan Kurikulum
2013. Berikut daftar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berkaiatan dengan
Kurikulum 2013.
Permendikbud No. 34 Tahun 2014 tentang Pembelian Buku Kurikulum 2013 oleh Sekolah

26

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Permendikbud No. 53 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pembelian Buku Kurikulum 2013 oleh
Sekolah
Permendikbud No. 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
Permendikbud No. 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Permendikbud No. 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah
Permendikbud No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Permendikbud No. 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah
Permendikbud No. 65 Tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru
Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Pendidikan Menengah yang Memenuhi Syarat
Kelayakan untuk Digunakan dalam Pembelajaran
Permendikbud No. 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi
dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum
2013
Permendikbud No. 78 Tahun 2014 tentang Tatacara Pembayaran Buku Kurikulum 2013 Oleh
Sekolah yang Dibiayai Dana Bantuan Operasional Sekolah dan Bantuan Sosial Buku
Permendikbud No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
Permendikbud No. 100 Tahun 2014 tentang Penyediaan Buku Kurikulum 2013 Semester II
Tahun Ajaran 2014/2015
Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Dikdasmen
Permendikbud No. 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Permendikbud No. 105 Tahun 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Permendikbud No. 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan pada Dikdasmen
Permendikbud No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan
Kurikulum 2013
Dari sekian banyak Peraturan Menteri yang dikeluarkan paling tidak guru sebagai ujung tombak
pelaksana Kurikulum 2013 harus menguasai beberapa Permen yang terkait langsung dengan
pelaksanaan Kurikulum 2013. Permen tersebut adalah:
Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Permendikbud No. 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.
Keputusan Direktur Jenderal pendidikan Menengah kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 1464/D3.3/KEP/KP/2014 tentang Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar
Kelompo Dasar Program Keahlian (C2) dan Paket Keahlian (C3) Sekolah Mnengah Kejuruan
(SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Keputusan Direktur Jenderal pendidikan Menengah kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 1769/D3.3/KEP/KP/2014 tentang Siabus Mata Pelajaran dan Kompetensi
27

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Dasar Kelompo Dasar Program Keahlian (C2) dan Paket Keahlian (C3) Sekolah Mnengah
Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan
Menengah
Permendikbud No. 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil belajar oleh Pendidik pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Keterkaitan antara Perubahan Kurrikulum 2013 dengan Peraturan Menteri yang terkait dengan
pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat dilihat pada Gambar 3.1 di bawah ini.
STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN

STANDAR PROSES

Permendikbud No.65 Tahun 2013


Permendikbud No.103 Tahun 2014

Permendikbud No. 54
Tahun 2013

ELEMEN PERUBAHAN

Permendikbud
Permendikbud
Permendikbud
Permendikbud
STANDAR ISI

No. 57 Tahun 2014


No. 58 Tahun 2014
No. 59 Tahun 2014
No. 60 Tahun 2014

Permendikbud No. 66 Tahun 2013


Permendikbud No. 104 Tahun 2014

STANDAR PENILAIAN

Gambar A3.1. Legalitas Elemen Perubahan Kurikulum.

28

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

4. SKL,KI,KD dalam Perancangan Pembelajaran

HO-A4

a. Konsep
1) Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada pendidikan SMK adalah kriteria mengenai kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan
dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar. SKL merupakan acuan
utama dalam pengembangan Kompetensi Inti (KI), selanjutnya Kompetensi Inti dijabarkan ke
dalam Kompetensi Dasar (KD).
2) Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki
seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi dasar
pengembangan KD. KI mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan
keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran
atau program dalam mencapai SKL.
3) Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk menguasai Kompetensi
Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui proses pembelajaran. Kompetensi Dasar
merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran serta perkembangan
belajar yang mengacu pada Kompetensi Inti.
4) Taksonomi dimaknai sebagai seperangkat prinsip klasifikasi atau struktur dan kategori
ranahranah kemampuan tentang perilaku peserta didik yang terbagi ke dalam ranah sikap,
pengetahuan dan keterampilan. Pembagian ranah perilaku belajar dilakukan untuk
mengukur perubahan perilaku seseorang selama proses pembelajaran sampai pada
pencapaian hasil belajar, dirumuskan dalam perilaku (behaviour) dan terdapat pada
indikator pencapaian kompetensi.

b. Deskripsi
1) Hasil belajar dirumuskan dalam tiga kelompok ranah taksonomi meliputi ranah sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Pembagian taksonomi hasil belajar ini dilakukan untuk
mengukur perubahan perilaku peserta didik selama proses belajar sampai pada pencapaian
hasil belajar yang dirumuskan dalam aspek perilaku (behaviour) tujuan pembelajaran. Kita
mengenal klasifikasi perilaku hasil belajar berdasarkan taksonomi Bloom yang pada
Kurikulum 2013 yang yang telah disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl.
Sikap (affective ) merupakan perilaku, emosi dan perasaan dalam bersikap dan merasa.
29

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Pengetahuan (cognitive ) merupakan kapabilitas intelektual dalam bentuk pengetahuan
atau berpikir.
Keterampilan (psychomotor ) merupakan keterampilan manual atau motoric dalam
bentuk melakukan
a) Ranah sikap dalam Kurikulum 2013 merupakan urutan pertama dalam perumusan
kompetensi lulusan, selanjutnya diikuti dengan rumusan ranah pengetahuan dan
keterampilan. Ranah sikap dalam Kurikulum 2013 menggunakan olahan
Krathwohl,dimana pembentukan sikap peserta didik ditata secara hirarkhis mulai dari
menerima (accepting), menjalankan (responding), menghargai (valuing), menghayati
(organizing/ internalizing), dan mengamalkan (characterizing/ actualizing).
b) Ranah pengetahuan pada Kurikulum 2013 menggunakan taksonomi Bloom olahan
Anderson. Perkembangan kemampuan mental (intelektual) peserta didik dimulai dari C1
yakni mengingat (remember) dimana peserta didik mengingat kembali pengetahuan dari
memorinya. Tahapan perkembangan selanjutnya C2 yakni memahami (understand) yang
merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara
lisan, tulisan maupun grafik. Lebih lanjut tahap C3 yakni menerapkan (apply) yang
merupakan penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru. Tahap
lebih lanjut C4 yakni menganalisis (analyse), merupakan penguraian materi kedalam
bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama
lainnya dalam keseluruhan struktur. Tingkatan taksonomi pengetahuan selanjutnya C5
yakni mengevaluasi (evaluate), merupakan kemampuan membuat keputusan
berdasarkan kriteria dan standar. Kemampuan tertinggi adalah C6 yakni mengkreasi
(create), merupakan kemampuan menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke
dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasi elemen-elemen ke dalam pola baru
(struktur baru).
c) Ranah keterampilan pada Kurikulum 2013 yang mengarah pada pembentukan
keterampilan abstrak menggunakan gradasi dari Dyers yang ditata sebagai berikut:
mengamati (observing), menanya (questioning), mencoba (experimenting), menalar
(associating), menyaji (communicating), dan mencipta (creating). Adapun keterampilan
kongkret menggunakan gradasi olahan Simpson dengan tingkatan: presepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan gerakan, mahir, menjadi gerakan alami, dan menjadi gerakan
orisinal.
Tabel A4.1. Perkembangan Keterampilan Simpson dan Dave

NO

Tingkat
Taksonomi
Simpson
Persepsi

Kesiapan

Uraian

Menunjukan
perhatian untuk
melakukan suatu
gerakan
Menunjukan
kesiapan mental

Tingkatan
Taksonomi
Dave
Imitasi

Uraian

Mengulangi
kegiatan yang
telah
didemonstrasik
an atau
dijelaskan,

Tingkat
Kompetensi
Minimal/Kel
as
V/ Kls X

30

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

NO

Tingkat
Taksonomi
Simpson

Uraian

Tingkatan
Taksonomi
Dave

dan fisik untuk


melakukan suatu
gerakan

Uraian

Tingkat
Kompetensi
Minimal/Kel
as

meliputi tahap
coba-coba
hingga
mencapai
respon yang
tepat

Meniru

Meniru gerakan
secara
terbimbing

Membiasakan
gerakan
(mechanism)

Melakukan
gerakan
mekanistik

Mahir (complex
or overt
response)

Melakukan
gerakan kompleks
dan
termodifikasi

Presisi

Menjadi
gerakan alami
(adaptation)

Menjadi gerakan
alami yang
diciptakan sendiri
atas dasar
gerakan yang
sudah dikuasai
sebelumnya

Artikulasi

Manipulasi

melakukan
suatu
pekerjaan
dengan sedikit
percaya dan
kemampuan
melalui
perintah dan
berlatih
melakukan
suatu tugas
atau aktivitas
dengan
keahlian dan
kualitas yang
tinggi dengan
unjuk kerja
yang cepat,
halus, dan
akurat serta
efisien tanpa
bantuan atau
instruksi

V/Kls XI

VI/ Kls XII)

Keterampilan
berkembang
dengan baik
sehingga
seseorang
dapat
mengubah pola
gerakan sesuai
31

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Tingkat
Taksonomi
Simpson

NO

Uraian

Tingkatan
Taksonomi
Dave

Uraian

Tingkat
Kompetensi
Minimal/Kel
as

dengan
persyaratan
khusus untuk
dapat
digunakan
mengatasi
situasi problem
yang tidak
sesuai SOP
5
Menjadi
Menjadi gerakan
Naturalisasi
melakukan
tindakan orisinal baru yang orisinal
unjuk kerja
(origination)
dan sukar ditiru
level tinggi
oleh orang lain
secara alamiah,
dan menjadi ciri
tanpa perlu
khasnya
berpikir lama
dengan
mengkreasi
langkah kerja
baru
Catatan: dalam lampiran Permendikbud No. 104 th. 2014 taksonomi olahan Dave tidak
dicantumkan, tetapi dapat digunakan sebagai pengayaan, mengingat olahan
Dave cukup familier digunakan di lingkungan pendidikan kejuruan
2) SKL merupakan profil lulusan yang akan dicapai oleh semua mata pelajaran pada jenjang
tertentu yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3) Kompetensi Inti merupakan tangga pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran
pada tingkat kompetensi tertentu. Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran
dirinci dalam rumusan Kompetensi Dasar. Kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan
kompetensi dasar dicapai melalui proses pembelajaran dan penilaian yang dapat
diilustrasikan dengan skema berikut.
Materi
Pembelajaran

S
K
L

Beh
avio
urK

Penilaian

KD

I
RL = Ruang lingkup materi

PEMBELAJARAN

Penilaian

HASIL
BELAJAR

Penilaian

32

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Gambar A4.1: Skema Hubungan SKL, K-I, KD, Penilaian dan Hasil Belajar

Rumusan standar kompetensi lulusan yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 untuk tingkat SMK/MAK adalah sebagai berikut.
Tabel A4.2. Standar Kompetensi Lulusan SMK/MAK
Dimensi

Kualifikasi Kemampuan

Sikap

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak


mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung-jawab dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

Pengetahuan

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan


metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian.

Keterampilan

Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam
ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari
di sekolah secara mandiri.

4) Kompetensi Inti SMK/MAK sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60
Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK sebagai berikut.
Tabel A4.3. Kompetensi Inti SMK/MAK
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI INTI
KELAS X
KELAS XI
1. Menghayati dan
1. Menghayati dan
1.
mengamalkan ajaran
mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya.
agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan
2. Menghayati dan
2.
mengamalkan perilaku
mengamalkan perilaku
jujur, disiplin,
jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli
tanggungjawab, peduli
(gotong royong,
(gotong royong,
kerjasama, toleran,
kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif
damai), santun, responsif
dan proaktif dan
dan proaktif dan
menunjukan sikap sebagai
menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas
bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan
berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara
dalam berinteraksi secara

KOMPETENSI INTI
KELAS XII
Menghayati dan
mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya.
Menghayati dan
mengamalkan perilaku
jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli
(gotong royong,
kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif
dan proaktif dan
menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara
33

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
KOMPETENSI INTI
KELAS X
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

KOMPETENSI INTI
KELAS XI
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

KOMPETENSI INTI
KELAS XII
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan 3. Memahami, menerapkan, 3. Memahami, menerapkan,


dan
dan menganalisis
menganalisis, dan
menganalisispengetahuan
pengetahuan faktual,
mengevaluasi
faktual, konseptual, dan
konseptual, prosedural,
pengetahuan faktual,
prosedural berdasarkan
dan metakognitif
konseptual, prosedural,
rasa ingin tahunya tentang
berdasarkan rasa ingin
dan metakognitif dalam
ilmu pengetahuan,
tahunya tentang ilmu
ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya,
pengetahuan, teknologi,
teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dalam
seni, budaya, dan
dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan,
humaniora dalam
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan,
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait
kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan
dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan
kejadian dalam bidang
penyebab fenomena dan
kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk
kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan 4. Mengolah, menalar, dan 4. Mengolah, menalar,
menyaji dalam ranah
menyaji dalam ranah
menyaji, dan mencipta
konkret dan ranah abstrak
konkret dan ranah abstrak
dalam ranah konkret dan
terkait dengan
terkait dengan
ranah abstrak terkait
pengembangan dari yang
pengembangan dari yang
dengan pengembangan
dipelajarinya di sekolah
dipelajarinya di sekolah
dari yang dipelajarinya di
secara mandiri, dan
secara mandiri, bertindak
sekolah secara mandiri,
mampu melaksanakan
secara efektif dan kreatif,
dan mampu
tugas spesifik di bawah
dan mampu
melaksanakan tugas
pengawasan langsung.
melaksanakan tugas
spesifik di bawah
spesifik di bawah
pengawasan langsung.
pengawasan langsung.

5) Kompetensi Inti pada ranah sikap (KI-1 dan KI-2) merupakan kombinasi reaksi afektif,
kognitif, dan konatif (perilaku). Gradasi kompetensi sikap meliputi menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, dan mengamalkan.
6) Kompetensi Inti pada ranah pengetahuan (KI-3) memiliki dua dimensi dengan batasanbatasan yang telah ditentukan pada setiap tingkatnya.

34

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
a. Dimensi pertama adalah dimensi perkembangan kognitif peserta didik :

untuk kelas X dan kelas XI dimulai dari memahami (C2), menerapkan (C3) dan
kemampuan menganalisis (C4),

untuk kelas XII ditambah hingga kemampuan evaluasi (C5).

b. Dimensi kedua adalah dimensi pengetahuan (knowledge);

untuk kelas X berupa pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural,

sedangkan untuk kelas XI dan XII dilanjutkan sampai metakognitif.

Gambar A4.2. Dimensi pada Kompetensi Inti Pengetahuan

Pengetahuan faktual yakni pengetahuan terminologi atau pengetahuan detail yang


spesifik dan elemen.Contoh fakta bisa berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat,
didengar, dibaca, atau diraba,. Seperti motor listrik berputar, bagian-bagian dari motor
listrik, dst.

Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan yang lebih kompleks berbentuk


klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi. Contohnya prinsip kerja motor listrik, fungsi
kontaktor magnet, fungsi Miniature Circuit Breaker ( MCB ), Fungsi pengaman, dll.

Pengetahuan prosedural merupakanpengetahuan bagaimana melakukan sesuatu


termasuk pengetahuan keterampilan, algoritma (urutan langkah-langkah logis pada
penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis), teknik, dan metoda seperti
sistem pengontrolan dengan kontaktor magnet, langkah-langkah mencari gangguan
listrik pada instalasi motor, langkah-langkah mengganti pengaman motor listrik.

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi (mengetahui dan


memahami) yang merupakan tindakan atas dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran
dan pengendalian berpikir, serta penetapan keputusan tentang sesuatu. Sebagai contoh

35

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
memperbaiki gangguan instalasi motor listrik, memperbaiki gangguan hubungsingkat
instalasi motor listrik. Memperbaiki instalasi kontrol motorlistrik saat terjadi Over Load.

7) Kompetensi Inti pada ranah keterampilan mengandung keterampilan abstrak dan


keterampilan kongkret. Keterampilan abstrak lebih bersifat mental skill, yang cenderung
merujuk pada keterampilan menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta dengan dominan
pada kemampuan mental/keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan kongkret lebih
bersifat fisik motorik yang cenderung merujuk pada kemampuan menggunakan alat, dimulai
dari Persepsi, Kesiapan, meniru, menjadi gerakan alami (adaptation), menjadi tindakan
orisinil (origination).

Kelas X
minimal
Kelas XI
minimal
Kelas XII
minimal

Gambar A4.3. Rumusan Kompetensi Keterampilan


8) Kompetensi Inti sikap religius dan sosial (KI-1 dan KI-2) memberi arah tentang tingkat
kompetensi sikap yang harus dimiliki oleh peserta didik, dibentuk melalui pembelajaran KI-3
dan KI-4.
9) Kompetensi Inti pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4) memberi arah tentang
tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dicapai peserta
didik.
10) Kompetensi Dasar dari KI-3 merupakan dasar pengembangan materi pembelajaran
pengetahuan, sedangkan Kompetensi Dasar dari KI-4 berisi keterampilan dan pengalaman
belajar yang perlu dilakukan peserta didik. Berdasarkan KD dari KI-3 dan KI-4 tersebut,
pendidik dapat mengembangkan proses pembelajaran dan cara penilaian yang diperlukan
36

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
untuk mencapai tujuan pembelajaran langsung, sekaligus memberikan dampak pengiring
(nurturant effect) terhadap pencapaian tujuan pembelajaran tidak langsung yaitu KI-1 dan
KI-2.
Melalui proses dan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik, peserta didik akan
memperoleh pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) berupa pengembangan sikap
spiritual dan sosial yang relevan dengan Kompetensi Dasar dari KI-1 dan KI-2.
11) Agar menjamin terjadinya keterkaitan antara SKL, KI, KD, materi pembelajaran, proses
pembelajaran, serta penilaian perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Melakukan linierisasi KD dari KI-3 dan KD dari KI-4;
b. Mengembangkan materi pembelajaran yang tertuang pada buku teks sesuai KD dari KI3;
c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai rumusan KD dari KI-4;
d. Mengembangkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan materi pembelajaran dan
keterampilan yang harus dicapai;
e. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam kegiatan yang dilakukan
mengacu pada rumusan KD dari KI-1 dan KI- 2, dan
f. Menentukan cara penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang relevan.

37

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

4.1.

Contoh Analisis SKL,KI,KD dalam Perancangan Pembelajaran Mata


Pelajaran Instalasi Motor Listrik

Fokus pertama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada
ketiga standar kompetensi yaitu SKL, KI, KD. Dari analisis itu akan diperoleh penjabaran tentang
taksonomi dan gradasi hasil belajar yang berhubungan dengan materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran dan penilaian yang diperlukan.
Contohnya adalah sebagai berikut.

Tabel A4.4: Keterkaitan SKL, KI, dan KD. Untuk Mapel Instalasi Motor Listrik
Standar Kompetensi Lulusan
Kompetensi Inti
(SKL)
(KI)
Kelas XI
Dimensi
Kualifikasi
Kemampuan
1. Sikap
Memiliki
1. Menghayati
perilaku yang
dan
mencerminkan
mengamalkan
sikap orang
ajaran agama
beriman,
yang ianutnya.
berakhlak
mulia, berilmu,
percaya diri,
dan
bertanggung
jawab dalam
berinteraksi
secara efektif
dengan
lingkungan
sosial dan alam
serta dalam
menempatkan
diri sebagai
cerminan
bangsa dalam
pergaulan
dunia
2. Menghayati
dan
mengamalkan
perilaku jujur,
disiplin,
tanggungjawa
b, peduli
(gotong
royong,

Kompetensi Dasar (KD)

1.1. Menyadari sempurnanya


konsep Tuhan tentang
benda-benda dengan
fenomenanya untuk
dipergunakan sebagai
aturan dalam
perancangan Instalasi
Motor

1.2 Mengamalkan nilai-nilai


ajaran agama sebagai
tuntunan dalam
perancangan Instalasi
Motor Listrik

Analisis dan
Rekomendasi*)

KD 1.1 Menyadari
setingkat gradasi
A4 (menghayati),
belum utuh terkait
KI-1 yaitu sampai
A5
(mengamalkan).
Rekomendasi: diperbaiki
pada perumusan
Tujuan
Pembelajaran di
RPP hingga tingkat
mengamalkan
KD 1.2 Mengamalkan
nilai tingkat
gradasinya A5
memenuhi tingkat
KI-1 yaitu
menghayati (A4)
dan mengamalkan
(A5)

2.1. Mengamalkan perilaku


KD 2.1
jujur, disiplin, teliti, kritis, Mengamalkanperilaku
rasa ingin tahu, inovatif
merupakan gradasi
dan tanggungjawab
tingkat A5, terkait KI-1
yaitu menghayati (A4)
dalam melaksanakan
dan mengamalkan (A5).
pekerjaan di bidang
Instalasi Motor Listrik.
KD 2.2 Menghargai
2.2. Menghargai kerjasama,
kerja sama
toleransi, damai, santun,
merupakan

38

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Standar Kompetensi Lulusan
(SKL)
Dimensi
Kualifikasi
Kemampuan

Pengetahuan

Kompetensi Inti
(KI)
Kelas XI

Kompetensi Dasar (KD)

kerjasama,
toleran,
damai),
santun,
responsif dan
pro-aktif dan
menunjukkan
sikap sebagai
bagian dari
solusi atas
berbagai
permasalahan
dalam
berinteraksi
secara efektif
dengan
lingkungan
sosial dan
alam serta
dalam
menempatkan
diri sebagai
cerminan
bangsa dalam
pergaulan
dunia.

demokratis, dalam
menyelesaikan masalah
perbedaan konsep
berpikirdalam melakukan
tugas di bidang Instalasi
Motor Listrik.
2.3. Menunjukkan sikap
responsif, proaktif,
konsisten, dan
berinteraksi secara
efektif dengan
lingkungan sosial sebagai
bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan
dalam melakukan
pekerjaan di bidang
Instalasi Motor Listrik.

Memiliki
3. Memahami,
pengetahuan
menerapkan,
faktual,
dan
konseptual,
menganalisis
prosedural,
pengetahuan
dan
faktual,
metakognitif
konseptual,
dalamilmu
prosedural,
pengetahuan,
dan
teknologi, seni,
metakognitif
dan budaya
berdasarkan
dengan
rasa ingin
wawasan
tahunya
kemanusiaan,
tentang ilmu
kebangsaan,
pengetahuan,
kenegaraan,
teknologi,
dan peradaban
seni, budaya,
terkait
dan
penyebab serta
humaniora
dampak
dalam
fenomena dan
wawasan
kejadian
kemanusiaan,
.
kebangsaan,
kenegaraan,
dan peradaban

3.1. Menentukan sistem dan


komponen instalasi
kontrol motor non
programmable logic
control (Non PLC).

Analisis dan
Rekomendasi*)

gradasi tingkat A3,


belum terkait KI-1
yaitu sampai
menghayati (A4)
dan mengamalkan
(A5).
Rekomendasi:
diperbaiki pada
perumusan Tujuan
Pembelajaran di RPP
hingga tingkat
mengamalkan
KD 2.3 Menunjukan
sikap merupakan
gradasi mengamalkan
tingkat A5, jadi terkait
KI-1 yaitu sampai
menghayati A4 dan
mengamalkan A5.

3.1. Menentukan
merupakan gradasi
Analisis ( C4 )
yang mengarah
pada penguasaan
konseptual dan
proses faktual.
3.2. Proses penguasaan
prosedural
memasang dan
faktual.

3.2. Menentukan
pemasangan instalasi
kontrol motor non
programmable logic
3.3. Penguasaan
control (Non PLC)
konseptual dan
berbasis elektromekanik.
Proses faktual.
3.3. Menentukan sistem dan
komponen instalasi
kontrol motor non
programmable logic
control (Non PLC)
berbasis elektronik
3.4. Menentukan
pemasangan instalasi
kontrol motor non

3.4. Proses pada


penguasaan
konsep prosedural.
3.5. Mengarah pada
penguasaan
faktadan prosedur.

39

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Standar Kompetensi Lulusan
(SKL)
Dimensi
Kualifikasi
Kemampuan

Kompetensi Inti
(KI)
Kelas XI
terkait
penyebab
fenomena dan
kejadian
dalam
bidangkerja
yang spesifik
untuk
memecahkan
masalah.

Keterampilan

Memiliki
4. Mengolah,
kemampuan
menyaji, dan
pikir dan tindak
menalar dalam
yang efektif
ranah konkret
dan kreatif
dan ranah
dalam ranah
abstrak terkait
abstrak dan
dengan
konkret
pengembanga
sebagai
n dari yang
pengembangan
dipelajarinya
dari yang
di sekolah
dipelajari di
secara
sekolah secara
mandiri,
Mandiri.
bertindak
secara efektif
dan kreatif,
dan mampu
melaksanakan
tugas spesifik
di bawah
pengawasan
langsung.

Kompetensi Dasar (KD)

Analisis dan
Rekomendasi*)

programmable logic
control (Non PLC)
3.6. Mengarah pada
berbasis elektronik.
penguasaan
evaluasi/analisis
3.5. Menafsirkan gambar
Dari analisis
kerja pemasangan
komponen dan sirkit
keterkaitan,
motor kontrol non
menunjukkan bahwa
seluruh KD, sudah
programmable logic
mengarah kepada
control (Non
ketercapaian KI.
PLC).berbasis
elektromekanik.
3.6. Menafsirkan gambar
kerja instalasi kontrol
non programmable logic
control (Non PLC)
Berbasis elektronik.
4.1. Memeriksa sistem dan
komponen instalasi
kontrol motor non
programmable logic
control (Non
PLC)berbasis
elektromekanik
4.2. Memeriksa sistem dan
komponen instalai
control motornon
programmable logic
control (Non PLC).
4.3. Memeriksa sistem dan
komponen instalasi
kontrol motor non
programmable logic
control (Non PLC)
berbasis elektronik.
4.4. Memasang instalasi
kontrol motor non
programmable logic
control (Non
PLC)berbasis elektronik
4.5. Menyajikan gambar kerja
pemasangan komponen
dan sirkit motor kontrol
non programmable logic
control (Non
PLC).berbasis
elektromekanik
4.6. Menyajikan gambar kerja
instalasi kontrol motor
non programmable logic
control berbasis
elektronik.

4.1.Mengarah pada
mengolah pada ranah
konkrit melalui
ketrampilan memasang
dan memeriksa.
4.2.Merujuk pada
pelaksanaan tugas
spsifik.
4.3.Merujuk pada
kemampuan
melaksanakan tugas
spesifik

4.4.Melaksanakan
tugas, dengan
prosedur.

4.5.Menyajikan dan
menalar pada ranah
konkrit.
4.6.Menyajikan dan
menalar pada ranah
konkrit.
Dari analisis
keterkaitan,
menunjukkan bahwa
seluruh KD gradasi
Manipulasi ( Dave ),
sudah mengarah
kepada ketercapaian
KI.

40

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Standar Kompetensi Lulusan
(SKL)
Dimensi
Kualifikasi
Kemampuan

Kompetensi Inti
(KI)
Kelas XI

Kompetensi Dasar (KD)

Analisis dan
Rekomendasi*)

*) Diisi dengan taksonomi dan gradisi hasil belajar, jika KD tidak terkait dengan KI maka
dikembangkan melalui tujuan pembelajaran dan atau indikator pencapaian kompetensi
*) Hasil analisis digunakan untuk mengerjakan pemaduan antara model pembelajaran dan
pendekatan saintifik
Keterangan:
1. SKL diambil dari Permendikbud nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar diambil dari Permendikbud nomor 60 Tahun 2014
tentang Kurikulum SMK/MAK dan lampirannya.
3. Analisis diisi dengan hasil analisis taksonomi dan gradasi hasil belajar. Jika KD tidak terkait
dengan KI maka dikembangkan melalui tujuan pembelajaran dan atau indikator pencapaian
kompetensi.
4. Selanjutnya analisis Linearitas pasangan dan tingkatan Kompetensi KD-3 dengan KD-4 seperti
pada Tabel berikut.
Tabel A4.5.
Analisis Linearitas pasangan dan tingkatan Kompetensi KD-3 dengan KD-4
Mata Pelajaran : Instalasi Motor Listrik(kelas XI)
Analisis Pasangan KD-3 dengan KD-4 berdasarkan linearitas
materi

3.1 Menentukan sistem dan 4.1 Memeriksa sistem dan


komponen instalasi
komponen instalasi
control motornon
kontrol motor non
programmable logic
programmable logic
control (Non PLC).
control (Non PLC).
3.2. Menentukan
4.2 Memasang instalasi
pemasangan instalasi
kontrol motor non
kontrol motor non
programmable logic
control (Non
programmable logic
PLC)berbasis
control (Non PLC)
berbasis
elektromekanik
elektromekanik.
3.3. Menentukan sistem dan 4.3 Memeriksa sistem dan
komponen instalasi
komponen instalasi
kontrol motor non
kontrol motor non
programmable logic
programmable logic
control (Non PLC)
control (Non PLC) berbasis
berbasis elektronik
elektronik
3.4. Menentukan
4.4 Memasang instalas kontrol
pemasangan instalasi
motor non programmable

Analisis Linearitas Tingkatan Kompetensi


(taksonomi) KD-3 terhadap KD-4 dan
Rekomendasi
Pasangan KD-3.1 (C4), KD-4.1 (P2 konkrit);
jadi KD-3.1 memenuhi linearitas tingkatan
KD-4.1.
Rekomendasi dapat dibuat pada IPK dan
Tujuan Pembelajaran pada RPP.
Pasangan KD-3.2 (C4), KD-4.2 (P2 konkrit);
jadi KD-3.2 memenuhi linearitas tingkatan
KD-4.2.
Rekomendasi dapat dibuat pada IPK dan
Tujuan Pembelajaran pada RPP

Pasangan KD-3.3 (C3), KD-4.3 (P2 konkrit);


jadi KD-3.3 memenuhi linearitas tingkatan
KD-4.3.

Pasangan KD-3.4 (C4), KD-4.4 (P2 konkrit);


jadi KD-3..4 memenuhi linearitas tingkatan

41

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Analisis Pasangan KD-3 dengan KD-4 berdasarkan linearitas


materi

logic control (Non


PLC)berbasis elektronik

kontrol motor non


programmable logic
control (Non PLC)
berbasis elektronik

4.2.

Analisis Linearitas Tingkatan Kompetensi


(taksonomi) KD-3 terhadap KD-4 dan
Rekomendasi
KD-4.4.

LK Analisis SKL,KI, KD dalam Perancangan Pembelajaran Mata


Pelajaran Instalasi Motor Listrik

Tujuan:
1.
2.
3.

a.

Melakukan analisis keterkaitan antara Standar Kompetensi Lulusan (SKL, Kompetensi Inti (KI),
dan Kompetensi Dasar (KD) untuk mata pelajaran yang saudara ampu.
Melakukan analisis linearitas pasangan dan tingkatan taksonomi KD-3 dengan KD-4
Menjabarkan KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Materi
Pembelajaran
Analisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD
Langkah Kerja:
1). Gunakan format analisis keterkaitan antara SKL,KI, dan KD yang telah disediakan di bawah
ini
2). Cermati uraian tentang SKL, KI, dan KD pada butir 5 di atas, serta Permendikbud nomor
54 Tahun 2013 tentang SKL, dan Permendikbud nomor 60 Tahun 2014 tentang KI, dan
Permendikbud nomor 57 Tahun 2014 tentang KD.
3). Isilah kolom 2 dengan mengutip pernyataan kualifikasi kemampuan dalam SKL yang
tercantum pada Permendikbud nomor 54 Tahun 2013
4). Isilah kolom 3 dengan mengutip pernyataan KI-1, KI-2, KI-3, KI-4 yang tercantum pada
Permendikbud nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum SMK/MAK pada lampiran 1.a
5). Isilah kolom 4 dengan mengutip rumusan KD pada ..............................

LK-A4.1
Analisis Keterkaitan Ranah Antara SKL, KI, dan KD untuk
Mapel ................................
Standar Kompetensi
Lulusan (SKL)
Kualifikasi
Ranah
Kemampuan
Sikap

Kompetensi Inti (KI)


Kelas ...
1.

Kompetensi Dasar
(KD)

Analisis dan
Rekomendasi KD

1.1
1.2
42

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Standar Kompetensi
Lulusan (SKL)
Kualifikasi
Ranah
Kemampuan

Kompetensi Inti (KI)


Kelas ...

Kompetensi Dasar
(KD)

2.

2.1
2.2
2.3

Pengetahu
an

3.

Keterampi
lan

4.

3.1
3.2
3.3
4.1
4.2
4.3

Analisis dan
Rekomendasi KD

b. Analisis linieritas pasangan dan tingkatan kompetensi (taksonomi) KD -3 terhadap KD-4


Langkah Kerja:
1). Gunakan Format Analisis Linearitas Pasangan dan Tingkatan Kompetensi (Taksonomi) KD-3
terhadap KD-4 yang telah disediakan di bawah ini
2). Cermati kolom 1 dan 2 pernyataan pasangan KD-3 dengan pernyataan KD-4 berdasarkan
linieritas materi
3). Isilah kolom 1 dan 2 mengutip pernyataan KD-3 dan KD-4 pada format sebelumnya
4). Isilah kolom 3 dengan melakukan analisis dengan cara mempertimbangkan kedudukan
gradasi taksonomi ranah pengetahuan (KD-3) terhadap kedudukan gradasi taksonomi
ranah keterampilan (KD-4). Dinyatakan linier jika kedudukan gradasi taksonomi setara
atau selisih satu tingkat di bawah atau di atas.

LK-A4.2
Format Analisis Linearitas Pasangan dan Tingkatan Kompetensi KD-3 terhadap KD-4
Mata Pelajaran ...................... (kelas ...)
Analisis Pasangan KD-3 dengan KD-4 berdasarkan linearitas
materi
KD-3
3.1
3.2
3.3
3.4

KD-4

Analisis Linearitas Tingkatan Kompetensi


(taksonomi) KD-3 terhadap KD-4 dan
Rekomendasi

4.1
4.3
4.2
4.4

43

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

R-A4.1
RUBRIK PENILAIAN ANALISIS KETERKAITAN KI, KD,
Rubrik penilaian analisis keterkaitan KI, KD, digunakan oleh fasilitator untuk menilai hasil analisis
peserta pelatihan terhadap analisis keterkaitan KI, KD, sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

Langkah-langkah Penilaian Hasil Analisis Keterkaitan KI, KD,


1. Cermati format penilaian analisis analisis keterkaitan KI, KD, serta hasil analisis peserta yang akan
dinilai;
2. Berikan nilai pada setiap komponen sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis peserta
dengan menggunakan rentang nilai sebagai berikut ;

PERINGKAT

NILAI

KRITERIA

Amat Baik ( AB)

3,51 < AB 4,00

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan


benar, rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada
tunutan KI, rumusan IPK sudah memenuhi tuntutan KI,
rumusan tujuan meliputi aspek pengetahuan dan
keterampilan yang dikaitkan dengan pembentukan sikap.
Tata bahasa sangat komunikatif dan efektif.

Baik (B)

2,85 < B 3,50

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan


benar, rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada
tunutan KI, rumusan IPK masih sudah memenuhi tuntutan
KI tetapi tata bahasanya belum efektif, rumusan tujuan
meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan yang
dikaitkan dengan pembentukan sikap. Tata bahasa
komunikatif dan efektif.

44

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
Cukup (C)

1,85 < C 2,84

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan


benar, rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada
tunutan KI, tetapi rumusan IPK belum memenuhi tuntutan
KI.

Kurang (K)

1,84

Hasil analisis keterkaitan KI-KD tidak dideskripsikan dengan


benar, rekomendasi yang ditawarkan tidak mengacu
kepada tunutan KI, rumusan IPK belum memenuhi
tuntutan KI.

45

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SMK

HO-A5

5. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, dan


Materi Pembelajaran
a.

Konsep
Materi pembelajaran adalah bagian dari isi rumusan Kompetensi Dasar (KD), merupakan
muatan dari pengalaman belajar yang diinteraksikan di antara peserta didik dengan
lingkungannya untuk mencapai kemampuan dasar berupa perubahan perilaku sebagai hasil
belajar dari mata pelajaran.

b. Deskripsi
1). Mengembangkan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran dikembangkan dari Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) sesuai
dengan tuntutan KD dari KI-3 (Pengetahuan) dan KD dari KI-4 (Keterampilan), dimana IPK
adalah jabaran dari KD teranalisis, dan materi pembelajaran disesuaikan dengan silabus atau
buku teks
Untuk melakukan pengembangan materi pembelajaran mempertimbangkan hal-hal berikut:
Potensi peserta didik
Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan
Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, social dan spiritual peserta didik
Kebermanfaatan bagi peserta didik
Struktur keilmuan
Alokasi waktu
Materi mata pelajaran Instalasi Motor Listrik ini disusun dengan tujuan memberi pengalaman
kongkret dan abstrak kepada peserta didik. Pembelajaran Instalasi Motor Listrik akan
membentuk kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan kongkret
dan abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak yang terkait, dan berlatih berfikir rasional,
kritis dan kreatif.
Ruang linkup materi mata pelajaran Instalasi Motor listrik pada SMK Program Teknik Ketenaga
lisrtrikan meliputi :
a)

Menentukan sistem dan komponen instalasi kontrol motor non programmable logic

control (Non PLC), mencakup karakteristik motor induksi, pengaman dan pengasutan
motor induksi, kordinasi gawai pengaman, mendiskripsikan sistem kendali
elektromekanik, dan memasang rangkaian pengendali motor listrik.
b)

Menentukan pemasangan instalasi kontrol motor non programmable logic control (Non

PLC) berbasis elektromekanik sesuai dengan Standar Internasional ( Standar IEC ) dan
PUIL 2000, mencakup : perangkat PHB, komponen sirkit kontrol motor, analisa satuan
kerja, pengaman bahaya tegangan bocor, pengaruh gangguan luar, kordinasi persiapan
46

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

pemasangan sistem kontrol, dan teknik dan prosedur pemasangan kontrol motor listrik
non PLC.
c) Menentukan sistem dan komponen instalasi kontrol motor non programmable logic
control (Non PLC) berbasis elektronik, mencakup komponen elektronika daya ( seperti
Transistor, Thyristor, dan IGBT ) yang digunakan dalam rangkaian kontrol dengan
Transistor dan Thyristor.
d) Menentukan pemasangan instalasi kontrol motor non programmable logic control (Non

PLC) berbasis elektronik, yang mencakup pemasangan komponen elektronika daya (


Transistor, Thyristor, IGBT ) pada rangkaian kontrol motor listrik dengan berbasis
Transistor dan Thyristor,
e) Menafsirkan gambar kerja pemasangan komponen dan sirkit motor kontrol non

programmable logic control (Non PLC).berbasis elektromekanik, yang mencakup Simbol


komponen listrik ( Motor listrik, Rele, Kontaktor Magnet, Starter magnetik, Saklar
otomatis dan Piranti Pengaman ) yang digunakan pada gambar rangkaian kontrol motor
listrik, Rangkaian pengasutan motor listrik, dan Rangkaian kontrol motor lainnya non PLC.
f) Menafsirkan gambar kerja instalasi kontrol non programmable logic control (Non PLC)

Berbasis elektronik, yang mencakup simbol komponen kontrol motor berbasis elektronik (
Transistor, Thyristor, IGBT ) pada rankaian kontorl motor listrik dengan Transistor dan
Thyristor.
Materi Instalasi Motor Listrik dikembangkan dengan pendekatan konsep dan konteks sebagai
dasarnya sehingga perlu dijabarkan secara rinci. Misalnya, Menentukan sistem dan
komponen instalasi kontrol motor non programmable logic control (Non PLC),pada KD 3.1
perlu pemahaman konsep dan konteks terhadap Sistem dan komponen instalasi kontrol
motor listrik , dimana materinya adalah ; Karakteristik motor induksi, Struktur pengasutan
motor induksi, Pengaman motor induksi, Koordinasi gawai pengaman, Sistem kendali
elektromekanik untuk mula jalan motor (motor starting), Pengasutan motor induksi, sifat
mekanikal motor induksi, Panel kontrol motor.
2). Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Untuk merumuskan IPK dapat digunakan rambu-rambu sebagai berikut:
a) Indikator merupakan penanda perilaku pengetahuan (KD dari KI-3) dan perilaku
keterampilan (KD dari KI-4) yang dapat diukur dan atau diobservasi.
b) Indikator perilaku sikap spiritual (KD dari KI-1) dan sikap sosial (KD dari KI-2) dapat tidak
dirumuskan sebagai indikator pencapaian kompetensi pada RPP, tetapi perilaku sikap
spiritual dan sikap sosial harus dikaitkan pada perumusan tujuan pembelajaran.
47

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

c)

d)

Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) menggunakan dimensi proses kognitif


(dari memahami sampai dengan mengevaluasi) dan dimensi pengetahuan (fakta,
konsep, prosedur, dan meta kognitif) yang sesuai dengan KD, namun tidak menutup
kemungkinan perumusan indikator dimulai dari serendah-rendahnya C2 sampai setara
dengan KD hasil analisis dan rekomendasi.
IPK dirumuskan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

Tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan gradasinya dan
tuntutan KI.

Tentukan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, metakognitif).

Tentukan bentuk keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau keterampilan


konkret.

Untuk keterampilan kongkret pada kelas X menggunakan kata kerja operasional


sampai tingkat membiasakan/manipulasi. Sedangkan untuk kelas XI sampai
minimal pada tingkat mahir/presisi. Selanjutnya untuk kelas XII sampai minimal
pada tingkat menjadi gerakan alami/artikulasi pada taksonomi psikomotor
Simpson atau Dave.

Rumusan IPK pada setiap KD dari KI-3 dan pada KD dari KI-4 minimal memiliki 2
(dua) indikator.

48

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

5.1.

Contoh Penjabaran Indikator Pencapaian


Pembelajaran dan Materi Pembelajaran.

Kompetensi,

Tujuan

a. Contoh Penjabaran Indikator Pencapaian Kompetensi


Tabel A5.1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Materi
Pembelajaran (diambil dari Permendikbud Nomor 60 tahun 2014)
Mata Pelajaran: Instalasi Motor Listrik

Kompetensi Inti Kelas XI


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku


jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong-royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

Kompetensi Inti
Kelas XI
3. Memahami,
menerapkan dan
menganalisis
pengetahuan
faktual,
konseptual, dan
prosedural
berdasarkan rasa
ingin tahunya
tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan
humaniora dalam
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
penyebab
fenomena dan
kejadian dalam
bidang kerja yang

Kompetensi Dasar
3.1 Menentukan
sistem dan
komponen
instalasi kontrol
motor non

programmable
logic control (Non
PLC).
........

3.2 Menentukan
pemasangan
instalasi kontrol
motor non

programmable
logic control (Non
PLC) berbasis
elektromekanik.
3.3 Menentukan

Kompetensi Dasar
1.1. Menyadari sempurnanya konsep Tuhan tentang bendabenda dengan fenomenanya untuk dipergunakan sebagai
aturan dalam melaksanakan pekerjaan di bidang Instalasi
Motor Listrik
1.2. Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai tuntunan
dalam melaksanakan pekerjaan di bidang Instalasi Motor
Listrik
2.1. Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, teliti, kritis, rasa ingin
tahu, inovatif dan tanggung jawab dalam melaksanakan
pekerjaan di bidang Instalasi Motor Listrik.
2.2. Menghargai kerjasama, toleransi, damai, santun,
demokratis, dalam menyelesaikan masalah perbedaan
konsep berpikirdalam melaksanakan pekerjaan di bidang
Instalasi Motor Listrik.
2.3. Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten, dan
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam melaksanakan pekerjaan di bidang Instalasi Motor
Listrik.
Analisis dan
Rekomendasi
KD
Pasangan KD3.1 (C4), KD4.1 (P2
konkrit); jadi
KD-3.1
memenuhi
linearitas
tingkatan KD4.1.
Rekomendasi
dapat dibuat
pada IPK dan
Tujuan
Pembelajaran
pada RPP.

IPK
3.1.1.Menjelaskan
Karakteristik motor
induksi.

3.1.2.Membedakan
Struktur pengasutan
motor induksi.

3.1.3.Menentukan jenis
pengaman motor
induksi.

3.1.4.Menkoordinasi
gawai pengaman.

Materi
Pembelajaran
1. Konstruksi dan
prinsip kerja motor
induksi
- Konstruksi
- Prinsip Kerja
- Name plat
- Sifat Mekanikal
motor Induksi
2. Struktur Pengasutan Motor
Induksi
- Pengasutan
Stator
- Pengasutan Rotor
3. Pengaman
Motor Induksi.
- MCB
-TOR
4. Kordinasi Gawai
pengaman.
5. Sistem Kendali
Elektromekanik.

49

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Kompetensi Inti
Kelas XI
spesifik untuk
memecahkan
masalah.

Kompetensi Dasar

Analisis dan
Rekomendasi
KD

sistem dan
komponen
instalasi kontrol
motor non
programmable
logic control (Non
PLC) berbasis
elektronik
3.4 Menentukan
pemasangan
instalasi kontrol
motor non

IPK
3.1.5.Menerapkan
sistem kendali
elektromekanik untuk
mula jalan motor
(motor starting).

programmable
logic control (Non
PLC) berbasis
elektronik.
3.5 Menafsirkan
gambar kerja
pemasangan
komponen dan
sirkit motor
kontrol non

3.1.6.Menggunakan
panel kontrol motor
induksi.

Materi
Pembelajaran
a. Kontrol motor
dengan saklar
TPDT, TPST dll
b. Kontrol Motor
Dengan Kontaktor
Magnet.
- Komponen
Pengontroan
-Rangkaian Kontrol
-Rangkaian Utama
c Kontrol
pengasutan motor
induksi.
-Pengasutan
stator.
-Pengasutan rotot
6. Panel Kontrol
Motor.
- Ukuran Panel
- Lay Out Panel
- Bahan Pelengkap
Panel.

programmable
logic control (Non
PLC).berbasis
elektromekanik.
3.6 Menafsirkan
gambar kerja
instalasi kontrol

non
programmable
logic control (Non
PLC) Berbasis
elektronik.
4. Mengolah,
menyaji, dan
menalar dalam
ranah konkret dan
ranah abstrak
terkait dengan
pengembangan
dari yang
dipelajarinya di
sekolah secara
mandiri, bertindak
secara efektif dan
kreatif, dan
mampu
melaksanakan
tugas spesifik di
bawah
pengawasan
langsung.

4.1. Memeriksa
Sistem dan
konponen
Instalasi Kontrol
Motor Non
Programmable
Logic Control
( Non PLC )
......

4.2. Memasang
instalaikontrol
motornon

programmable
logic control (Non
PLC)Berbasis
Elektronik
4.3. Memeriksa sistem
dan komponen
instalasi kontrol
motor non
programmable
logic control (Non

KD4.1
Memeriksa
sistem Instalasi
yang
merupakan
ketrampilan
konkrit, yaitu
mengolah,
menalar dan
menyaji ( P3P5 abstrak
Dyers),
Padanannya
sampai
artikulasi (P4
konkrit Dave ).
Jadi
ditingkatkan
pada IPK dan
tujuan
pembelajaran
untuk RPP.

4.1.1.Memeriksa Sistem
dan Komponen Instalasi
kontrol Motor .
4.1.2.Mendemostrasikan
rangkaian pengontrolan
motor induksi.
4.1.3.Menyajikan
laporan proses
pengontrolan motor
listrik berdasarkan
demonstrasi dan
asosiasi referensi
rujukan.

1. Pemilihan
Sistem dan
Komponen/alat
kontol motor
elektromekanik.
2. Pengontrolan
motor listrik.
3. Pelaporan
Telaah
demonstasi
pengontrolan
motor listrik.

.....

50

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SMK

Kompetensi Inti
Kelas XI

Kompetensi Dasar
PLC) berbasis
elektronik.
4.4. Memasang
instalasi kontrol
motor non

programmable
logic control (Non
PLC)berbasis
elektronik
4.5. Menyajikan
gambar kerja
pemasangan
komponen dan
sirkit motor
kontrol non

programmable
logic control (Non
PLC).berbasis
elektromekanik

Analisis dan
Rekomendasi
KD

IPK

Materi
Pembelajaran

Pasangan KD3.2 (C4), KD4.2 (P2


konkrit); jadi
KD-3.2
memenuhi
linearitas
tingkatan KD4.2.
Rekomendasi
dapat dibuat
pada IPK dan
Tujuan
Pembelajaran
pada RPP

4.6. Menyajikan
gambar kerja
instalasi kontrol
motor non

programmable
logic control
berbasis
elektronik.
5.

4.7.

4.1.

*) Diambil dari Tabel 4.4 dan Tabel 4.5


3) Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar (KD-3 dan KD-4) dengan
mengaitkan KD dari KI-1 dan KI-2. Perumusan tujuan pembelajaran menggunakan kata kerja
operasional yang dapat diamati dan atau diukur, mencakup ranah sikap, ranah pengetahuan, dan
ranah keterampilan, yang diturunkan dari indikator atau merupakan jabaran lebih rinci dari
indikator.
Perumusan tujuan pembelajaran mengandung rumusan Audience, Behavior, Condition dan

Degree (ABCD), yaitu


1. Audience adalah peserta didik;
2. Behaviour merupakan perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan dicapai setelah
mengikuti pembelajaran;
3. Condition adalah prasyarat dan kondisi yang harus disediakan agar tujuan pembelajaran
tercapai; dan
4. Degree adalah ukuran tingkat atau level kemampuan yang harus dicapai peserta didik.
Contoh perumusan Tujuan Pembelajaran dengan unsur ABCD yang terkait dengan IPK untuk Mata
Pelajaran Instalasi Motor Listrik.
51

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SMK

Indikator PK
3.1.1. Menjelaskan
karakteristik
motor induksi

Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi peserta didik menjelaskan prinsip kerja motor
induksi secara santun dan menghargai pendapat pihak lain.
2. Melalui observasi peserta didik memilih komponen/alat
kontrol secara mekanik sesuai gambar rangkaian pengontrolan
motor dengan melakukannya secara teliti dan bertanggung
jawab..
3. Dst

Rumusan tujuan pembelajaran tersebut akan menggambarkan


Condition

Audience

Behaviour

Melalui observasi peserta didik memiih


komponen/alat kontrol elektromekanik sesuai
gambar rangkaian pengontrolan motor dengan
melakukannya secara teliti dan bertanggung
degree Pengikat KI-1 dan KI-2

degree criteria

b. ContohPenjabaran Tujuan Pembelajaran dari KI-KD, IPK terkait dan Materi Pembelajaran
Tabel A5.2. Penjabaran Tujuan Pembelajaran dari KI-KD, IPK terkait dan Materi Pembelajaran
Mata Pelajaran : Instalasi Motor Listrik
Kompetensi Inti (KI) Kelas XI
1.

Menghayati dan mengamalkan ajaran


agama yang dianutnya

2.

Menghayati dan mengamalkan perilaku


jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

Kompetensi Dasar (KD)


1.1. Menyadari sempurnanya ciptaan Tuhan tentang alam dan
fenomenanya dalam mengaplikasikan teknik pemesinan bubut
pada kehidupan sehari-hari
1.2. Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai tuntunan dalam
mengaplikasikan Instalasi Motor Listrik pada kehidupan seharihari
2.1. Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, teliti, kritis, rasa ingin
tahu, inovatif dan tanggung jawab dalam mengaplikasikan
teknik pemesinan bubut pada kehidupan sehari-hari.
2.2. Menghargai kerjasama, toleransi, damai, santun, demokratis,
dalam menyelesaikan masalah perbedaan konsep berpikirdalam
mengaplikasikan teknik pemesinan bubut pada kehidupan
sehari-hari.
2.3. Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten, dan
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam melakukan
tugas mengaplikasikan Instalasi Motor Listrik.

52

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Kompetensi Inti (KI)


Kelas XI

Kompetensi
Dasar (KD)

3. Memahami,
menerapkan dan
menganalisis
pengetahuan
faktual, konseptual,
prosedural dan
metakognnitif
berdasarkan rasa
ingin tahunya
tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan
humaniora dalam
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
penyebab
fenomena dan
kejadian dalam
bidang kerja yang
spesifik untuk
memecahkan
masalah

3.1. Menentukan
sistem dan
komponen
instalasi kontrol
motor non

IPK
3.1.1.Menjelaskan
Karakteristik motor
induksi.

Programmable
Logic Control
(Non PLC).
3.1.2.Membedakan
Struktur pengasutan
motor induksi.

3.1.3.Menentukan
jenis pengaman
motor induksi.

3.1.4.Menkoordinasi
gawai pengaman.
3.1.5.Menerapkan
sistem kendali
elektromekanik
untuk mula
jalan motor
(motor
starting).

3.1.6.Merancang lay
out panel
kontrol motor
induksi.

Tujuan
Pembelajaran
1. Melalui diskusi
peserta didik
menjelaskan
karakteristik motor
induksi secara
santun dan
menghargai
pendapat pihak
lain.
2. Melalui observasi
peserta didik
membandingkan
jenis-jenis
pengasutan motor
induksi sesuai jenis
motor secara teliti
dan bertanggung
jawab.
3. Melalui diskusi
peserta didik
menentukan jenis
pengaman motor
induksi sesuai
dengan besar daya
motor secara
santun dan
menghargai
pendapat pihak
lain.
4. Melalui diskusi dan
telaah buku teks
peserta didik
mengkordinasi
gawai pengaman
berdasarkan
parameter secara
teliti dan kritis.
5. Melalui diskusi
peserta didik
menerapkan sistem
kendali motor listrik
dengan saklar (
TPST, TPDT )
secara santun dan
menghargai
pendapat pihak
lain.
6. Melalui diskusi
peserta didik
menerapkan sistem
kendali motor listrik
dengan kontaktor
magnet secara
santun dan
menghargai
pendapat pihak
lain.
7. Melalui observasi
peserta didik
merancang lay out

Materi
Pembelajaran
1. Konstruksi dan
prinsip kerja motor
induksi
- Konstruksi
- Prinsip Kerja
- Name plat
- Sifat Mekanikal
motor Induksi.
2. Struktur Pengasutan Motor
Induksi
- Pengasutan Stator
- Pengasutan Rotor.

3. Pengaman Motor
Induksi.
- MCB
-TOR

4. Kordinasi Gawai
pengaman.

5. Sistem Kendali
Elektromekanik.
a. Kontrol motor
dengan saklar
TPDT, TPST dll
b. Kontrol Motor
Dengan Kontaktor
Magnet.
- Komponen
Pengontroan
-Rangkaian Kontrol
-Rangkaian Utama
c Kontrol
pengasutan motor
induksi.
-Pengasutan stator.
-Pengasutan rotot.

6. Panel kontrol
motor.
- Ukuran Panel
- Lay Out Panel

53

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Kompetensi Inti (KI)


Kelas XI

4. Mengolah, menalar,
dan menyaji dalam
ranah konkret dan
ranah abstrak
terkait dengan
pengembangan
dari yang
dipelajarinya di
sekolah secara
mandiri, bertindak
secara efektif dan
kreatif, dan
mampu
melaksanakan
tugas spesifik di
bawah
pengawasan
langsung.

Kompetensi
Dasar (KD)

4.1. Memeriksa
sistem dan
komponen
instalai control
motor non

programmable
logic control
(Non PLC).

Tujuan
Pembelajaran

IPK

4.1.1.Memilih
komponen/alat
kontrol secara
mekanik.
4.1.2.Mendemostrasik
an rangkaian
pengontrolan motor
induksi.
4.1.3.Memasang
instalasi kontrol
motor induksi pada
panel listrik

4.1.4.Menyajikan
laporan proses
pengontrolan motor
listrik berdasarkan
demonstrasi dan
asosiasi.

Materi
Pembelajaran

panel kontrol motor


induksi secara teliti
dan bertanggung
jawab.
1. Melalui demonstrasi
peserta didik
memilih
komponen/alat
kontrol motor
secara mekanik
dan melakukan
secara konsisten.
2. Melalui praktik
peserta didik
membuat rangkaian
pengontrolan motor
listrik sesuai fungsi
papan kerja dengan
kerjasama secara
tertib.
3. Melalui praktik
peserta didik
membuat rangkaian
pengontrolan
motor listrik pada
panel kontrol
sesuai SOP dengan
melakukan secara
teliti dan disiplin

- Bahan pelengkap
panel.

4. Melalui diskusi
peserta didik
menyusun laporan
perakitan kontrol
motor pada panel
kontrol
berdasarkan telaah
dan asosiasi
referensi rujukan
secara proaktif dan
kritis.

4. Pelaporan Telaah
demonstasi
pengontrolan
motor listrik

1. Komponen/alat
kontol motor
secara mekanik .

2. Pengontrolan
motor listrik.

3. Panel kontrol
motor induksi.

c. Merumuskan Integrasi Materi Muatan Lokal dan Kepramukaan


Integrasi muatan lokal dalam materi Instalasi Motor Listrik dimaknai dengan materi yang
kontekstual sesuai lingkungan sekitar atau topik kekinian.
Tabel A5.3. Pengintegrasian Muatan Lokal (Nilai Kontekstual) ke dalam
Mata Pelajaran : Instalasi Motor Listrik
Kompetensi Dasar
3.1. Menentukan sistem dan komponen
instalasi kontrol motor non
programmable logic control (Non PLC).

Integrasi Muatan Lokal ke dalam materi Mata


Pelajaran
Memilih dan menggunakan motor listrik dalam
pembuatan mesin pompa air di
daerah/perkebunan rakyat.

54

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

4.1.Memasang instalasi kontrol motor non


programmable logic control (Non PLC)
berbasis elektromekanik.

Integrasi

ekstrakurikuler

Memilih dan memasang instalasi motor listrik


untuk industri rumah tangga.

Kepramukaan

dimaknai

dengan

pemanfaatankegiatan

Kepramukaan sebagai aktualisasi materi pembelajaran diawali dengan menganalisis Kompetensi


Dasar dari KD yang akan dipelajari apakah dapat di praktekan pada kegiatan ekstrakurikuler
Pramuka. Atas dasar analisis tersebut jika KD yang dipelajari dimungkinkan dapat diintegrasikan
pada kegiatan Kepramukaan, tentukan bentuk kegiatannya dan lakukan komunikasi dengan
pembina Pramuka pada rapat dewan guru untuk dijadikan materi program aktualisasi pembinaan
ektrakurikuler Pramuka yang dilakukan 2 jam/minggu.

Tabel A5.4. Pengintegrasian Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik,


pada Kegiatan Aktualisasi Kepramukaan
Kompetensi Dasar

2.3. Menunjukkan sikap responsif, proaktif,


konsisten, dan berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam melakukan tugas
mengaplikasikan Instalasi Motor Listrik.

Integrasi materi mata pelajaran pada


Aktualisasi Ekstrakurikuler Kepramukaan

Memilih dan Memasang instalasi motor


listrik yang digunakan untuk
menggerakkan pompa air di Perkemahan
Pramuka.

4.1.Memasang instalasi kontrol motor non


programmable logic control (Non PLC) berbasis
elektromekanik.

5.2. Lembar Kerja (LK) Perumusan IPK, Tujuan Pembelajaran, Materi


Pembelajaran, dan Pengintegrasian Muatan Lokal dan Kepramukaan.
a. Perumusan IPK, Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembeajaran
Langkah Kerja:
1). Gunakan Format Penjabaran KD kedalam IPK dan Materi Pmbelajaran yang telah
disediakan di bawah ini
55

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

2). Isilah kolom 1 dan 2 dengan cara mengutip pernyataan KI-1, KI-2, KI-3, KI-4 dan KD-1, KD2, KD-3, KD-4
3). Isilah kolom 3 dengan mengutip hasil analisis dan rekomendasi pada format analaisis
SKL,KI, dan KD sebelumnya
4). Isilah kolom 4 dengan rumusan IPK dari ranah pengetahuan dan keterampilan yang dapat
diobservasi dengan cara sebagai berikut:
Tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan gradasinya dan tuntutan
KI.
Tentukan dimensi pengetahuan, apakah pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
metakognitif (perhatikan hasil rekomendasi analisis SKL,KI,KD) .
Tentukan dimensi keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau keterampilan
konkret.
Untuk keterampilan konkret pada kelas X menggunakan kata kerja operasional minimal
tingkat imitasi
(K1/P1). Sedangkan untuk kelas XI minimal pada tingkat
manipulasi/membiasakan (K2/P2). Selanjutnya untuk kelas XII minimal pada tingkat
presisi/mahir (K3/P3) pada taksonomi psikomotor Dave atau Simpson.
Setiap KD minimal memiliki 2 (dua) indikator.

5). Isilah kolom 5 dengan materi pembelajaran berdasarkan muatan yang ada pada IPK
Format Penjabaran KD ke dalam IPK dan Materi Pmbelajaran
Mata Pelajaran ...........................................
Kompetensi Inti Kelas XI

Kompetensi Dasar

1.
2.

1.1. .
2.1.

Kelas XI

Dasar

Analisis dan
Rekomendasi KD
*)

Kompetensi Inti

Kompetensi

Materi
IPK
4

Pembelajaran
5

3.
4.

R-A5.1
Rubrik Penilaian Analisis Keterkaitan KI, KD, Materi, Indikator
PencapaianKompetensi dan Tujuan Pembelajaran
Rubrik penilaian analisis keterkaitan KI, KD, Materi, Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan
Pembelajaran digunakan oleh fasilitator untuk menilai hasil analisis peserta pelatihan terhadap
56

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SMK

analisis keterkaitan KI, KD, Materi, Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran
sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Langkah-langkah Penilaian Hasil Analisis Keterkaitan KI, KD, Materi, Indikator Pencapaian
Kompetensi Dan Tujuan Pembelajaran
1. Cermati format penilaian analisis analisis keterkaitan KI, KD, Materi, Indikator Pencapaian
Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran serta hasil analisis peserta yang akan dinilai;
2. Berikan nilai pada setiap komponen sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis peserta
dengan menggunakan rentang nilai sebagai berikut ;

b.

PERINGKAT

NILAI

KRITERIA

Amat Baik ( AB)

3,51 < AB 4,00

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan


benar, rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada
tunutan KI, rumusan IPK sudah memenuhi tuntutan
KI,rumusan tujuan meliputi aspek pengetahuan dan
keterampilanyang dikaitkan dengan pembentukan
sikap. Tata bahasa sangat komunikatif dan efektif.

Baik (B)

2,85 < B 3,50

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan


benar, rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada
tunutan KI, rumusan IPK masih sudah memenuhi
tuntutan KI tetapi tata bahasanya belum efektif,
rumusan tujuan meliputi aspek pengetahuan dan
keterampilan yang dikaitkan dengan pembentukan
sikap.Tata bahasa komunikatif dan efektif.

Cukup (C)

1,85 < C 2,84

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan


benar, rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada
tunutan KI, tetapi rumusan IPK belum memenuhi
tuntutan KI.

Kurang (K)

1,84

Hasil analisis keterkaitan KI-KD tidak dideskripsikan


dengan benar, rekomendasi yang ditawarkan tidak
mengacu kepada tunutan KI, rumusan IPK belum
memenuhi tuntutan KI.

PengintegrasianMuatan Lokal ke dalam Mata Pelajaran


Langkah Kerja:
1). Gunakan Format Pengintegrasian Muatan Lokal ke dalam Mata Pelajaran yang telah
disediakan di bawah ini

57

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

2). Analisislah pasangan KD-KD dari suatu Mata Pelajaran yang memungkinkan dilakukan
Pengintegrasian Muatan Lokal ke dalam Mata Pelajaran dan Format Pengintegrasian Mata
Pelajaran pada Kegiatan Aktualisasi Kepramukaan sebagaimana contoh di atas.

LK-A5.2
Format Pengintegrasian Muatan Lokal (Nilai Kontekstual) ke dalam
Mata Pelajaran ...........................
Kompetensi Dasar
3.1

Integrasi Muatan Lokal ke dalam materi Mata


Pelajaran

4.1

c. PengintegrasianMata Pelajaran pada Kegiatan AktualisasiKepramukaan


Langkah Kerja:
1). Gunakan Format Pengintegrasian Mata Pelajaran pada Kegiatan Aktualisasi Kepramukaan
yang telah disediakan di bawah ini
2). Analisislah pasangan KD sikap sosial (KD-2) dan KD-4 dari suatu Mata Pelajaran yang
memungkinkan dilakukan untuk Kegiatan Aktualisasi Kepramukaan sebagaimana contoh di
atas.

Format Pengintegrasian Mata Pelajaran ....................

LK-A5.3

pada Kegiatan Aktualisasi Kepramukaan


Integrasi materi mata pelajaran pada
Aktualisasi Ekstrakurikuler Kepramukaan

Kompetensi Dasar
2.3.

4.1

58

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

B. MATERIPELATIHAN 2 :
C. PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
1. Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Pada
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik


Contoh PenerapanPendekatan Saintifik dalam Pembelajaran.
LK PenerapanPendekatan Saintifik dalam Pembelajaran
Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Pada Mata
PelajaranInstalasi Motor Listrik.
Contoh Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran
LK Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran
Penyusunan RPP Pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik.
Contoh RPP Instalasi Motor Listrik
Telaah dan LK Penyusunan RPP
Pelaporan Penilaian Hasil Belajar Pada Mata pelajaranInstalasi
Motor Listrik
LKPelaporan Penilaian Hasil Belajar
Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester Pada
Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik.
Contoh Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester
LK Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester

59

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 2
PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
Perancangan pembelajaran untuk satu tahun pelajaran diawali dengan penyusunan program yang
meliputi Program Tahunan dan Program Semester. Penyusunan program tersebut dilakukan
berdasarkan analisis alokasi waktu yang diperlukan untuk suatu topik pembelajaran dalam setiap KD
dan disesuaikan dengan waktu atau jam pelajaran efektif dalam satu semester.
Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis
proses keilmuan. Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa strategi seperti pembelajaran
kontekstual. Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri,
sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based
learning, inquiry learning.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan
perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar mencakup
seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran
remedial untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan. Perubahan pada
penilaian mencakup: penilaian berbasis tes dan nontes (portofolio), cara menilai proses dan output
dengan menggunakan penilaian autentik, dan rapor memuat penilaian kuantitatif tentang
pengetahuan dan deskripsi kualitatif tentang sikap dan keterampilan.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip
pengembangan RPP yang tertera pada Permendikbud yang berlaku dan pelaksanaannya
menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik.
Pada materi pelatihan ini Anda mempelajari penyusunan program tahunan dan program semester,
penerapan pendekatan saintifik, model-model pembelajaran, perancangan penilaian
dan
pengembangakan instrumen penilaian, penyusunan RPP dan pengolahan nilai untuk rapor.
Kompetensi yang ingin dicapai:
1. Memahami penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran.
2. Memahami model Project Based Learning, Problem Based Learning, dan Discovery
Learningpadapembelajaran.
3. Merancang instrumen penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan.
4. Menyusun RPP yang menerapkan pendekatan saintifik sesuai model belajar yang relevan dengan
mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,
emosional, maupun intelektual.
5. Memahami pengolahan dan pelaporan penilaian hasil belajar.
6. Mampu merancang Program Tahunan dan Program Semester.
Indikator:
1. Merancang contoh penerapan pendekatan saintifikpada pembelajaran.
2. Membuat contoh penerapan model model pembelajaranpada pembelajaran.
3. Menanalisis pendekatan saintifik pada model pembelajaran.
4. Mengidentifikasi kaidah-kaidah perancangan penilaian.
5. Merancang instrumen penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada pembelajaran mata
pelajaran.
6. Mengidentifikasi rambu-rambu penyusunan RPP.
7. Menyusun RPP yang menerapkan pendekatan saintifik sesuai model belajar yang relevan.
8. Mengolah hasil penilaian proses dan hasil belajar ke dalam laporan hasil belajar.
60

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

9. Membuat Program Tahunan dan Program Semester.


Langkah Kegiatan :
1. Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran
Kerja Kelompok
mengkaji bahan
bacaan contoh
penerapan
pendekatan
saintifik
dan
model
pembelajaran

Kerja kelompok
menyusun contoh
penerapan
pendekatan
saintifik, analisis
model dananalisis
pendekatan
saintifik
padamodel
pembelajaran.

Mempresentasi
kan hasil kerja
kelompok

Menyimpulkan
hasil
diskusi
kelompok dan
rangkuman
hasil.

2. Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran


Diskusi
kelompok
tentang kaidah
perancangan
penilaian
autentik (sikap,
pengetahuan,
keterampilan)

Kerja
kelompok
menyusun contoh
instrumen
penilaian.

Mempresentasikan
hasil
kerja
kelompok.

Menyimpulkan
hasil
diskusi
kelompok dan
rangkuman
hasil.

Kerja Kelompok
menyusun
RPP
untuk satu KD

Menelaah RPP hasil


kerja kelompok lain
dan merevisi RPP
berdasarkan hasil
telaah.

Mempresentasi
kan RPP yang
telah
direvisi
dan
menyimpulkan
hasil diskusi.

3. Penyusunan RPP
Mendiskusikan
rambu-rambu
penyusunan
RPP yang sesuai
permendikbud
yang berlaku.

4. Pelaporan Hasil Penilaian


Menyimak dan
melakukan
tanya
jawab
tentang
pedoman
pengisian
laporan
hasil
belajar.

Kerja Kelompok
menyusun contoh
laporan
hasil
penilaian

Mempresentasikan
hasil
kerja
kelompok.

Menyimpulkan
hasil
diskusi
kelompok dan
rangkuman
hasil.

61

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

5. Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester


Kerja kelompok
mengkaji format
program
tahunan,
semester, topik
pembelajaran,
dan
kalender
pendidikan.

Kerja kelompok
menyusun
Program Tahunan
dan
Program
Semester.

Mempresentasi
kan hasil kerja
kelompok.

Menyimpulkan
hasil
diskusi
kelompok dan
rangkuman
hasil.

Diskusi kelompok menggunakan:


LK-3.2a Perancangan Penerapan Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran
LK-3.2b Analisis Model Pembelajaran
LK-3.2c Analisis Pendekatan Saintifik pada Model Pembelajaran
LK-3.3 Perancangan Penilaian dalam Pembelajaran
LK-3.4 Penyusunan dan Penelaahan RPP
LK-3.5 Penyusunan Laporan Hasil Belajar
LK-3.1 Penyusunan Program Tahunan dan Program Semester

62

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SMK

HO-B1

1. Penerapan Pembelajaran Saintifik Pada Mata Pelajaran Instalasi


Motor Listrik
a.

Konsep
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian kegiatan mulai
dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian.
Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik dan antara peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif,
agar peserta didik dapat membangun sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.

b. Prinsip Pembelajaran
Proses pembelajaran mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber
belajar;
Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan
jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan
mental (softskills);
Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai
pembelajar sepanjang hayat;
Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung
tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas
peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);
Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah
siswa, dan di mana saja adalah kelas.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pembelajaran; dan

Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

63

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SMK

c.

Deskripsi
1) Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus yang disusun serta ditetapkan
secara nasional. Rancangan tersebut perlu dirancang/dijabarkan lebih lanjut oleh guru ke
dalam rencana pembelajaran dalam bentuk program tahunan/semesteran. Adapun
perencanaan pembelajaran secara mikro dikenal sebagai Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru mata pelajarandengan mengacu pada silabus.
RPP dikembangkan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya
memenuhi tuntutan KD, disusun secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran
berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif, konstektual dan kolaboratif, serta memberikan
ruang yang cukup dalam melakukan prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan
bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP dibuat berdasar
pasangan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4, dengan ketentuan sebagai berikut,

Satu pasangan KD dibuat dalam satu RPP

Satu RPP dapat dibuat untuk satu kali pertemuan atau lebih

a) Perumusan indikator
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dirumuskan dalam pernyataan perilaku yang
dapat diukur dan/atau diobservasi untuk kompetensi dasar (KD) pada kompetensi inti
(KI)-3 dan KI-4.
b) Perumusan tujuan
Tujuan pembelajaran mengandung unsur peserta didik (audience), perilaku (behavior),
kondisi (condition), dan kriteria (degree). Rumusan tujuan pembelajaran harus
mencerminkan keterikatan antara sikap-sikap yang terkandung dalam KD dari KI-1 dan
KD dari KI-2 yang dapat di pilih dan di bentuk melalui porses pembelajaran KD-3 dan KD4. Perumusan tujuan juga harus mencerminkan aspek penilaian otentik berupa proses
dan produk.
Rumusan kriteria dalam tujuan pembelajaran berupa kriteria kompetensi sikap,
kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan. Kriteria dapat berupa perilaku,
proses atau produk yang dapat diamati dan atau diukur.
c) Langkah pembelajaran
Langkah-langkah pembelajaran berisikan pendekatan pembelajaran saintifik dan model
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik KD yang akan diajarkan.
2) Pelaksanaan Pembelajaran
Langkah-langkah pembelajaran berpendekatan saintifik harus dapat dipadukan secara
sinkron dengan langkah-langkah kerja (syntax) model pembelajaran. Model pembelajaran
merupakan kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan
64

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

pembelajaran yang disusun secara sistimatis untuk mencapai tujuan belajar yang
menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells).
Tujuan penggunaan model pembelajaran sebagai strategi bagaimana belajar yang
membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan,
ketrampilan nilai dan cara-cara berfikir dalam meningkatkan kapasitas berfikir secara jernih,
bijaksana dan membangun ketrampilan sosial serta komitmen (Joice & Wells).
Pada Kurikulum 2013 dikembangkan 3 (tiga) model pembelajaran utama yang diharapkan
dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa
keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah
(Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning),
dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning).
Tidak semua model pembelajaran tepat digunakan untuk semua KD/materi pembelajaran.
Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu
pula. Demikian sebaliknya mungkin materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil
maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu. Untuk itu guru harus
menganalisis rumusan pernyataan setiap KD, apakah cenderung pada pembelajaran
penyingkapan (Discovery/Inquiry Learning) atau pada pembelajaran hasil karya (Problem
Based Learning dan Project Based Learning).
Rambu-rambu penentuan model penyingkapan/penemuan:
a) Pernyataan KD-3 dan KD-4 mengarah ke pencarian atau penemuan;
b) Pernyataan KD-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual,
konseptual, dan procedural; dan
c) Pernyataan KD-4 pada taksonomi mengolah dan menalar.
Rambu-rambu penemuan model hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based
Learning) dengan kriteria:
a) Pernyataan KD-3 dan KD-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau produk;
b) Pernyataan KD-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
c) Pernyataan KD-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
d) Pernyataan KD-3 dan KD-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan
konseptual dan prosedural.
Masing-masing model pembelajaran tersebut memiliki urutan langkah kerja (syntax)
tersendiri, yang dapat diuraikan sebagai berikut.
a) Model Pembelajaran Penyingkapan (Penemuan dan pencarian/penelitian).
Model Discovery Learning adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses
intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43).
Discovery terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya
untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.

Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan


inferi. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah

65

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

the mental process of assimilatig conceps and principles in the mind (Robert B. Sund
dalam Malik, 2001:219).

1) Sintaksis model Discovery Learning


a) Pemberian rangsangan (Stimulation);
b) Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);
c) Pengumpulan data (Data Collection);
d) Pembuktian (Verification), dan
e) Menarik kesimpulan/generalisasi (Generalization).
2) Sintaksis model Inquiry Learning Terbimbing.
Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik dalam proses
penelitian melalui penyelidikan dan penjelasan dalam setting waktu yang singkat
(Joice & Wells, 2003).
Merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh
kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis
dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya.
Sintak /tahap model inkuiri meliputi:
a) Orientasi masalah;
b) Pengumpulan data dan verifikasi;
c) Pengumpulan data melalui eksperimen;
d) Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan
e) Analisis proses inkuiri.
b) Model Pembelajaran Hasil karya Problem Based Learning.
Merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berfikir dari peserta
didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi
permasalahan sehingga bermakna, relevan dan konstektual (Tan Onn Seng, 2000)
Tujuan PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep
pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep High Order Thinking Skills
(HOTS), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan
(Norman and Schmitdt).
1) Sintaksis model Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie
Kirkley, 2003:3) terdiri atas:
a) Mengidentifikasi masalah;
b) Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menseleksi
informasi-informasi yang relevan;
c) Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukarpikiran dan mengecek perbedaan pandang;
d) Melakukan tindakan strategis, dan
e) Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.
2) Sintaksis model Problem Based Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen,
2011:93) terdiri atas:
a) Merumuskan uraian masalah;
66

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

b) Mengembangkan kemungkinan penyebab;


c) Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan
d) Mengevaluasi.
c) Model pembelajaran Project Based Learning (PJBL).
Pembelajaran otentik menggunakan proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan
pada motivasi yang tinggi, pertanyaan yang menantang, tugas-tugas atau permasalahan
untuk membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerjasama dalam
upaya memecahkan masalah, (Barel, 2000 and Baron 2011)
Tujuan PJBL adalah meningkatkan motivasi belajar, team work, keterampilan kolaborasi
dalam pencapaian kemampuan akademik level tinggi/taksonomi tingkat kreativitas yang
dibutuhkan pada abad 21 (Cole & Wasburn Moses, 2010).
Sintaksis/Tahapan Model Pembelajaran Project Based Learning, meliputi:
1) Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
2) Mendesain perencanaan proyek;
3) Menyusun jadwal (Create a Schedule);
4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the
Progress of the Project);
5) Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
6) Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
Proses pembelajaran sesuai dengan pendekatan pembelajaran saintifik, meliputi lima
langkah sebagai berikut:
a) Mengamati, yaitu kegiatan siswa untuk mengidentifikasi melalui indera penglihat
(membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu
mengamati suatu obyek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan
mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik
data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan
internet maupun sumber lain. Bentuk hasil belajar dari kegitan mengamati adalah siswa
dapat mengidentifikasi masalah.
b) Menanya, yaitu kegiatan siswa untuk mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik
yang berkenaan dengan suatu obyek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan
menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang
belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru, nara sumber,
Siswa lainnya dan atau kepada diri sendiri dengan bimbingan guru sampai dengan siswa
mandiri sehingga menjadi suatu kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan
tulisan serta dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan menyenangkan.
Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Bentuk hasil belajar
dari kegitan menanyai adalah siswa dapat merumuskan masalah dan menentukan
hipotesis.
c) Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa untuk mencari informasi sebagai bahan yang
dapat dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan dapat dilakukan dengan cara
membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba
67

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

(eksperimen), wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Bentuk hasil belajar


dari kegitan mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
d) Mengasosiasi, yaitu kegiatan Siswa dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran
dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain
melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data
dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih
bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan,
peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk
membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya
dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik kesimpulan dan atau ditemukannya prinsip
dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan
pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Bentuk hasil belajar dari kegitan
menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis.
e) Mengomunikasikan yaitu kegiatan Siswa dalam mendeskripsikan dan menyampaikan
hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah
data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun
tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan
perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi. Bentuk
hasil belajar dari kegitan mengkomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan
dan mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis.

68

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SMK

1.1. Contoh Perancangan Pembelajaran Saintifik Pada Mata Pelajaran


Instalasi Motor Listrik.
Agar memudahkan langkah pemaduan/pensinkronan pendekatan dengan model pembelajaran
yang dipilih atas dasar hasil analisis, dapat menggunakan matrik perancah sebagai pertolongan
sebelum dituliskan menjadi kegiatan inti pada RPP. Pemaduan atau pensinkronan antara
langkah-langkah pendekatan saintifik dan sintaksis (langkah kerja) model pembelajaran tersebut,
dilakukan sebagai berikut:
a. Pilih pasangan KD-KD dari mata pelajaran yang diampu sesuai dengan silabus dan buku teks
siswa terkait.
b. Rumuskan IPK dari KD3 dan dari KD4 sesuai dengan dimensi proses atau level pengetahuan
dan dimensi kategori pengetahuan yang terkandung di masing-masing KD. Setiap KD
minimal memiliki 2 (dua) indikator.
c. Petakan pemilihan model pembelajaran sesuai KD dengan mempertimbangkan ramburambu pemilihan model pembelajaran.
d.

Pilih model pembelajaran sesuai KD dengan mempertimbangkan rambu-rambu pemilihan


model pembelajaran.

e.

Tentukan kegiatan peserta didik dan kegiatan guru sesuai dengan langkah-langkah (sintaksis)
model pembelajaran yang dipilih, kemudian sinkronkan dengan langkah pendekatan saintifik
(5M) sampai mencapai IPK.

Tabel B1.1. Penentuan Model Pembelajaran


Mata Pelajaran : Instalasi Motor Listrik; Kelas XI
N
o
1

Kompetensi
3.1. Menentukan
sistem dan
komponen instalasi
kontrol motor non

programmable logic
control (Non PLC).
4.1.Memasang
instalasi kontrol
motor non

programmable logic
control (Non PLC)
berbasis
elektromekanik.

Analisis dan Rekomendasi


KD 3.1 Menentukan merupakan gradasi C4
sudah terkait dengan KI-3 yaitu C3
(mengaplikasikan) sampai C4 (menganalisis),
sedangkan tingkat pengetahuan Sistem dan
komponen instalasi kontrol motor listrik
merupakan pengetahuan faktual.
Rekomendasi: Kemampuan KD-3.1 dan 3.2 dapat
dipakai pada perumusan IPK dan Tujuan
pembelajaran dalam RPP.
KD 4.1 Memasang instalasi kontrol motor listrik
... merupakan keterampilan konkrit gradasi
manipulasi (P2 Dave), belum terkait dengan
tuntutan KI-4 yaitu mengolah, menalar, dan
menyaji (P3-P5 abstrak Dyers), padanannya
sampai artikulasi (P4 konkrit Dave)

Kriteria dan Model


Pembelajaran
Berdasarkan analisis dan
rekomendasi maka:
a. KD-3.1. menentukan
merupakan (C4),
danmateri pengetahuan
pada tingkat konseptual
dan atau prosedural
b. KD 4.1 ditingkatkan
gradasi keterampilan
konkritnya pada
taksonomi presisi,
sehingga setara dengan
mengolah dan atau
menalar
c. Pernyataan KD-3.1 dan
KD 4.1 mengarah pada

69

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

SMK

Rekomendasi: Belum ada KD-4 abstrak sampai


gradasi menyaji (P5) dan belum ada KD-4
konkrit sampai tingkat artikulasi (P4). Jadi di
tingkatkan pada IPK dan Tujuan
pembelajaran untuk RPP.
Pasangan KD-3.1 (C1), KD-4.1 (P2 konkrit); jadi
KD-3.1 sudah memenuhi linearitas tingkatan KD4.1.
Rekomendasi perlu ditingkatkan pada IPK dan
Tujuan Pembelajaran pada RPP
2

pencarian atau
membuktikan teori

Jadi untuk pembelajaran


dipilih Model
PembelajaranInquiri
Terbimbing

KD.3.2 Menentukan
pemasangan
instalasi kontrol
motor non

programmable logic
control (Non PLC)
berbasis
elektromekanik
KD.4.2 Memasang
instalasi kontrol
motor non

programmable logic
control (Non PLC)
berbasis
elektromekanik.
Dst

70

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Tabel B1.2. Matrik Perancah Pemaduan Sintaksis Model Pembelajaran Inquiri Terbimbingdengan Pendekatan Saintifik pada
Mata Pelajaran: Instalasi Motor Listrik (kelas XI)
Kompetensi Dasar:
3.1. Menentukan sistem dan komponen instalasi control motor non programmable logic control (Non PLC).
4.1 Memeriksa sistem dan komponen instalai control motor non programmable logic control (Non PLC).
Indikator Pencapaian
Kompetensi

Tujuan Pembelajaran

3.1.1 .Karakteristik
motor induksi

Melalui diskusi peserta


didik menjelaskan
karakteristik motor
induksi secara santun
dan menghargai
pendapat pihak lain.

3.1.2 .Struktur
pengasutan motor
induksi.

Melalui observasi
peserta didik
membandingkan jenis
dan fungsi pengasutan
motor induksi sesuai
konstruksi motor
induksi secara teliti
dan bertanggung
jawab.

Sintak Model
Pembelajaran

Orientasi masalah

Orientasi masalah

Mengamati

Menanya

Perserta didik
mengamati fisik
motor induksi,
dan membaca
materi ajar
tentang motor
induksi, seperti :
konstruksi, prinsip
kerja, name plat
motor dan lainnya
yang
berhubungan
dengan motor
induksi.

Mengkondisikan
situasi belajar
untuk
membiasakan
mengajukan
pertanyaan secara
aktif dan mandiri
tentang motor
induksi seperti ;
konstruksi, prinsip
kerja, name plat
motor dan lainnya
yang
berhubungan
dengan motor
induksi.

Peserta didik
memperhatikan
permasalahan
yang diberikan
guru tentang
jenis dan fungsi
pengasutan
motor induksi

Peserta didik
bertanya kepada
dirinya atau
teman kelompok
berkaitan apa
jenis dan fungsi
dari pengasutan
motor induksi,
dan tentukan alat
bantu pengasutan

Pendekatan saintifik
Mengumpulkan
Informasi
Guru menyuruh
mengumpulkan
data yang
dipertanyakan
dan menentukan
sumber (melalui
benda konkrit,
dokumen, buku,
eksperimen)
untuk menjawab
pertanyaan yang
diajukan tentang
motor induksi
seperti ;
konstruksi, prinsip
kerja, name plat
motor dan lainnya
yang
berhubungan
dengan motor
induksi.

Menalar

Mengomunikasikan

Mengkatagorikan
data dan
menentukan
hubungannya,
selanjutnyanya
disimpulkan
dengan urutan
dari yang
sederhana sampai
pada yang lebih
kompleks terkait
dengan : motor
induksi seperti ;
konstruksi, prinsip
kerja, name plat
motor dan lainnya
yang
berhubungan
dengan motor
induksi.

Guru mendorong
peserta didik
mengumpulkan
berbagai jenis
informasi tentang
struktur
pengasutan
motor induksi dari
berbagai media

71

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
motor serta
rumuskan
permasalannya.
3.1.3 .Pengaman
motor induksi.

3.1.4 .Koordinasi
gawai pengaman

3.1.5.Sistem kendali
elektromekanik untuk
jalan mula motor
listrik.
(motor starting).

Melalui diskusi peserta


didik menentukan jenis
pengaman motor
induksi sesuai dengan
besar daya motor
secara santun dan
menghargai pendapat
pihak lain.

Melalui diskusi dan


telaah buku teks
peserta didik dapat
menentukan
mengkordinasi gawai
pengaman
berdasarkan parameter
secara teliti dan kritis.

a. Melalui diskusi
peserta didik
menerapkan sistem
kendali motor listrik
dengan saklar
( TPST, TPDT )

Orientasi masalah

Orientasi masalah

Orientasi masalah

Perserta didik
mengamati fisik
pengaman motor
induksi , dan
membaca materi
ajar tentang
pengaman motor
induksi, seperti :
prinsip kerja,
besar nominal
dan lainnya yang
berhubungan
dengan
pengaman motor
induksi.

Perserta didik
mengamati
melalui telaah
buku teks tentang
mengkordinasi
gawai pengaman
motor listrik.

Perserta didik
mengamati fisik
alat bantu
kendali/kontrol
motor listrik
seperti; Saklar,

Mengkondisikan
situasi belajar
untuk
membiasakan
mengajukan
pertanyaan secara
aktif dan mandiri
tentang
pengaman motor
induksi, seperti :
prinsip kerja,
besar nominal
pengaman dan
lainnya yang
berhubungan
dengan
pengaman motor
induksi.

Mengkondisikan
situasi belajar
untuk
membiasakan
mengajukan
pertanyaan secara
aktif dan mandiri
tentang kordinasi
gawai penganman
motor listrik.

Peserta didik
bertanya kepada
dirinya atau
teman kelompok
berkaitan tentang
perbedaan sistem
kendali motor

Guru mendorong
peserta didik
mengumpulkan
berbagai jenis
informasi tentang
jenis dan fungsi
pengaman motor
induksi dan besar
nominal
penganam yang
digunakan pada
motor induksi dari
berbagai media

Guru mendorong
peserta didik
mengumpulkan
berbagai jenis
informasi tentang
mengkordinasi
gawai pengaman
pada rangkaian
instalasi kontrol
motor induksi dari
berbagai media

Guru menyuruh
mengumpulkan
data yang
dipertanyakan
dan menentukan
sumber (melalui
benda konkrit,

Mengkatagorikan
data dan
menentukan
hubungannya,
selanjutnya
disimpulkan
dengan urutan

Menyampaikan
hasil
konseptualisasi
tentang: Sistem
dan komponen
instalasi kontrol
motor induksi

72

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
secara santun dan
menghargai
pendapat pihak lain.

kontaktor magnet
dll. Melalui telaah
buku atau sumber
lain, peserta didik
mempelajari
tentang; Sistem
kendali motor
listrik dengan
saklar ( TPST,
TPDT ) dan
Sistem kendali
motor listrik
dengan kontaktor
magnet.

b.
Melalui
diskusi peserta didik
menerapkan sistem
kendali motor listrik
dengan kontaktor
magnet secara
santun dan
menghargai
pendapat pihak lain.

3.1.6 .Panel kontrol


motor induksi.

4.1.1.Memilih
komponen/alat
kontrol secara
mekanik.

Melalui observasi
peserta didik
merancang lay out
panel kontrol motor
induksi secara teliti
dan bertanggung
jawab.

Melalui demonstrasi
peserta didik memilih
komponen/alat kontrol
motor secara mekanik
dan melakukan secara

Orientasi masalah

Pengumpulan data
melalui eksperimen/
mencoba.

Perserta didik
mengamati fisik
panel kontrol
motor induksi,
dan membaca
materi ajar
tentang panel
kontol motor
mencakup;
ukuran panel, lay
out panel, dan
bahan
perlengkapan
panel kontrol
motor listrik.

listrik dengan
saklar dan sistem
kendali motor
listrik dengan
kontaktor magnet,
serta apa jenis
dan fungsi dari
kendali/kontrol
motor induksi,
dan tentukan alat
bantu
kendali/kontrol
motor serta
rumuskan
permasalannya.

dokumen, buku,
eksperimen)
untuk menjawab
pertanyaan yang
diajukan, dan
membuat gambar
rangkaian
kendali/kontrol
motor induksi
dengan saklar
dan kontrol motor
induksi dengan
kontaktor
magnet.

Mengkondisikan
situasi belajar
untuk
membiasakan
mengajukan
pertanyaan secara
aktif dan mandiri
tentang; ukuran
panel, lay out
panel, dan bahan
perlengkapan
panel kontrol
motor listrik.

Guru menugaskan
peserta didik
memilih
komponen/alat
bantu kontrol

dari yang
sederhana sampai
pada yang lebih
kompleks terkait
dengan : Sistem
dan komponen
instalasi kontrol
motor non
programmable
logic control (Non
PLC).

Mengkatagorikan
data dan
menentukan
hubungannya,
selanjutnya
disimpulkan
dengan urutan
dari yang
sederhana sampai
pada yang lebih
kompleks terkait
dengan : Sistem
dan komponen
instalasi kontrol
motor non
programmable
logic control (Non
PLC), yang dirakit
pada panel
kontrol.
Pesert didik
menilai jenis
komponen/alat
bantu kontrol
motor induksi

secara mekanik
non programmable
logic control (Non
PLC) secara lisan
dan tulisan.

Menyampaikan
hasil
konseptualisasi
tentang: Sistem
dan komponen
instalasi kontrol
motor non
programmable
logic control (Non
PLC), yang dirakit
pada panel kontrol
secara lisan dan
tulisan

73

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
konsisten.

motor induksi
yang digunakan
untuk membuat
rangkaian
kendali/kontrol
motor induksi.

yang digunakan ,
apakan sudah
sesuai dengan
yang dibutuhkan
untuk rangkaian
pengontrolan
motor induksi.

Guru melakukan
tutorial kelompok

4.1.2.Mendemostrasikan rangkaian
pengontrolan motor
induksi.

4.1.3.Memasang
instalasi kontrol motor
induksi pada panel
listrik

Melalui praktik peserta


didik membuat
rangkaian
pengontrolan motor
listrik sesuai fungsi
papan kerja dengan
kerjasama secara
tertib.

Melalui praktik peserta


didik membuat
rangkaian
pengontrolan motor
listrik pada panel
kontrol sesuai SOP
dengan melakukan

Guru menugaskan
peserta didik
melakukan praktik
pengontrolan
motor induksi
secara mekanik
sesuai dengan
gambar rangkaian
pengontrolan
motor induksi
yang diberikan/
digambarkan.
Pesert didik
menilai rangkaian
dan fungsi
pengontrolan
motor induksi
yang dibuat,
apakah sudah
sesuai dengan
kaidah atau
prinsip kerja yang
diharapkan.
Guru menugaskan
peserta didik
melakukan praktik
pengontrolan
motor induksi
secara mekanik
sesuai dengan
gambar rangkaian

74

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
secara teliti dan
disiplin.

pengontrolan
motor induksi
yang diberikan/
digambarkan.
Pesert didik
menilai rangkaian
dan fungsi
pengontrolan
motor induksi
yang dibuat,
apakah sudah
sesuai dengan
kaidah atau
prinsip kerja yang
diharapkan

4.1.4.Menyajikan
laporan proses
pengontrolan motor
listrik berdasarkan
demonstrasi dan
asosiasi.

Melalui diskusi peserta


didik menyusun
laporan perakitan
kontrol motor pada
panel kontrol
berdasarkan telaah
dan asosiasi referensi
rujukan secara proaktif
dan kritis.

Peserta didik
mempresentasikan
/memaparkan hasil
praktik
pengontrolan
motor induksi
secara
elektromekanik
pada kelompok lain
Peserta didik
memberikan
tanggapan
terhadap
pertanyaan yang
muncul pada saat
presentasi.
Peserta didik
memberikan
masukan
Peserta didik
menerima
masukan
Guru menugaskan
peserta didik untuk
menyempurnakan

75

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015
praktik
pengontrolan
motor listrik secara
magnetik secara
lisan.

Hasil pemaduan model pembelajaraan dan pendekatan saintifik dipergunakan dalam penyusunan RPP khususnya pada perumusan kegiatan inti
pembelajaran.

76

SMK

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

1.2.

Lembar Kerja Pembelajaran Saintifik Pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik

LK-B1.1

1) Tentukanlah Model Pembelajaran berdasarkan analisis menggunakan format matrik seperti tabel 3.1 pada mata pelajaran yang Saudara ampu
Penentuan Model Pembelajaran
Mata Pelajaran .......................(Kelas ...)
No.
1.

Kompetensi

Analisis dan Rekomendasi

Kriteria dan Model Pembelajaran

KD 3...

KD 4...

77

SMK
Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

2) Buat pemaduan pendekatan saintifik dengan model belajar yang Saudara pilih berdasarkan analisis menggunakan format matrik seperti tabel 3.2
pada mata pelajaran yang Saudara ampu.
Matrik Perancah Pemaduan Sintaks Model Pembelajaran ........................
dengan Pendekatan Saintifik pada Mapel ....................................
KD-3.... .....................................................
KD-4.... .......................................................
Indikator
Pencapaian
Kompetensi

Tujuan
pembelajaran

Sintaks
Model
Pembelajar
an

Pendekatan Saintifik
Mengamati

Menanya

Mengumpulkan
Informasi

Menalar

Mengomunikasi
kan

78

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

R-B1.1
RUBRIK PENILAIAN ANALISIS PENENTUAN MODEL PEMBELAJARAN DAN MATRIK PERANCAH
PEMADUAN SINTAK PEMBELAJARAN
Rubrik penilaian analisis penentuan model pembelajaran dan matrik perancah pemaduan sintak
pembelajaran digunakan oleh fasilitator untuk menilai hasil analisis peserta pelatihan terhadap
analisis penentuan model pembelajaran dan matrik perancah pemaduan sintak pembelajaran sesuai
dengan mata pelajaran yang diampu.

Langkah-langkah Penilaian Analisis Penentuan Model Pembelajaran Dan Matrik Perancah Pemaduan
Sintak Pembelajaran.
1. Cermati format penilaian penentuan model pembelajaran dan matrik perancah pemaduan sintak
pembelajaran serta hasil analisis peserta yang akan dinilai;
2. Berikan nilai pada setiap komponen sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis peserta
dengan menggunakan rentang nilai sebagai berikut ;

PERINGKAT

NILAI

KRITERIA

3,85- 4,00

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan benar,


rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada tunutan KI,
rumusan IPK sudah memenuhi tuntutan KI,rumusan tujuan
dituliskan secara lengkap meliputi aspek pengetahuan dan
keterampilanyang dikaitkan dengan pembentukan sikap. Tata
bahasa sangat komunikatif dan efektif.

3,51 - 3,84

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan benar,


rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada tuntutan KI,
rumusan IPK sudah memenuhi tuntutan KI, rumusan tujuan
dituliskan secara lengkap meliputi aspek pengetahuan dan
keterampilan yang dikaitkan dengan pembentukan sikap. Tata
bahasa komunikatif dan efektif.

3,18- 3,50

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan benar,


rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada tuntutan KI,
rumusan IPK sudah memenuhi tuntutan KI tetapi tata bahasanya
belum komunikatif dan efektif, rumusan tujuan dituliskan secara
lengkap meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan yang
dikaitkan dengan pembentukan sikap.

2,85 3,17

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan benar,


rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada tuntutan KI,
rumusan IPK sudah memenuhi tuntutan KI tetapi tata bahasanya

Amat Baik ( AB)

Baik (B)

79

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


belum komunikatif dan efektif, rumusan tujuanmeliputi aspek
pengetahuan dan keterampilan yang dikaitkan dengan
pembentukan sikap tetapi tidak dituliskan secara lengkap.
Cukup (C)

1,85 - 2,84

Hasil analisis keterkaitan KI-KD dideskripsikan dengan benar,


rekomendasi yang ditawarkan mengacu kepada tunutan KI, tetapi
rumusan IPK belum memenuhi tuntutan KI.

Kurang (K)

1,84

Hasil analisis keterkaitan KI-KD tidak dideskripsikan dengan benar,


rekomendasi yang ditawarkan tidak mengacu kepada tunutan KI,
rumusan IPK belum memenuhi tuntutan KI.

80

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

HO-B2

2. Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Instalasi


Motor Listrik
a.

Konsep
1) Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik dalam kompetensi sikap (spiritual dan sosial),
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana
dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran suatu kompetensi muatan
pembelajaran untuk kurun tertentu.
2) Penilaian hasil belajar berperan membantu peserta didik mengetahui capaian pembelajaran
(learning outcomes), memperoleh informasi tentang kelemahan dan kekuatan pembelajaran
dan belajar. Dalam pendidikan berdasarkan standar (standard-based education), kurikulum
berdasarkan kompetensi (competency-based curriculum), dan pendekatan belajar tuntas
(mastery learning) penilaian proses dan hasil belajar merupakan parameter tingkat
pencapaian kompetensi minimal yang menjadi batas ketuntasan belajar.
3) Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah.
4) Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau
proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian pendidik digunakan
untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik; bahan penyusunan laporan kemajuan
hasil belajar; dan memperbaiki proses pembelajaran.
5) Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar
kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah
bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran
tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam
bentuk ujian nasional.

b. Deskripsi
1) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan
kompetensi; menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi; menetapkan program
perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi; dan memperbaiki
proses pembelajaran.
2) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dilaksanakan dalam bentuk penilaian 0tentik. Penilaian
otentik merupakan pendekatan utama dalam Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik. Penilaian
0tentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap,
menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam
melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya.
3) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik menggunakan acuan kriteria. Acuan kriteria merupakan
penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan dengan kriteria capaian kompetensi yang

81

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


ditetapkan. Bagi yang belum berhasil mencapai kriteria, diberi kesempatan mengikuti
pembelajaran remedial yang dilakukan setelah suatu kegiatan penilaian baik secara
individual, kelompok, maupun kelas. Bagi mereka yang berhasil dapat diberi program
pengayaan sesuai dengan waktu yang tersedia baik secara individual maupun kelompok.
Program pengayaan merupakan pendalaman atau perluasan dari kompetensi yang dipelajari.
Acuan Kriteria menggunakan modus untuk sikap, rerata untuk pengetahuan, dan capaian
optimum untuk keterampilan.
4) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik untuk kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan
kompetensi keterampilan menggunakan skala penilaian. Skala penilaian untuk kompetensi
sikap menggunakan rentang predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K).
Sedangkan skala penilaian untuk kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan
menggunakan rentang angka dan huruf 4,00 (A) - 1,00 (D) dengan rincian sebagai berikut:
a.
3,85 - 4,00 dengan huruf A;
b.
3,51 - 3,84 dengan huruf A-;
c.
3,18 - 3,50 dengan huruf B+;
d.
2,85 - 3,17 dengan huruf B;
e.
2,51 - 2,84 dengan huruf B-;
f.
2,18 - 2,50 dengan huruf C+;
g.
1,85 - 2,17 dengan huruf C;
h.
1,51 - 1,84 dengan huruf C-;
i.
1,18 - 1,50 dengan huruf D+; dan
j.
1,00 - 1,17 dengan huruf D.
5) Lingkup Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik mencakup kompetensi sikap (spiritual dan
sosial), pengetahuan, dan keterampilan.
6) Penerapan Pendekatan Seintifik dalam Pembelajaran pada Mata Pelajaran Instalasi Motor
Listrik.
7) Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada pengetahuan (kemampuan berpikir) mulai
dari mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta dari
dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif.
8) Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada keterampilan abstrak berupa kemampuan
mengamati, menanya, mengumulkan informasi/mencoba, menalar dan mengkomunikasikan.
Sedangkan Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada keterampilan kongkret adalah
persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerakan, mahir, menjadi gerakan alami, menjadi
tindakan orisinal.
9) Teknik Penilaian Kompetensi Sikap
Penilaian komptensi sikap bertujuan pembentukan sikap dan karakter peserta didik yang
dilaksanakan selama kegiatan proses pembelajaran berlangsung. Penilaian kompetensi sikap
dilakukan melalui pengamatan, menggunakan lembar pengamatan atau ceklis pengamatan
yang memuat aspek sikap yang diamati. Rincian aspek sikap yang diamati merujuk pada
kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2. Penilaian sikap dilakukan sebagai upaya
mengembangkan sikap sosial dan sikap spiritual dalam rangka pengembangan nilai karakter
bangsa.

82

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Oleh karena itu, pengembangan rubrik penilaian sikap pada seluruh mata pelajaran di satuan
pendidikan berfokus pada bagian dari upaya pencapaian kedua aspek kompetensi sikap
(spiritual dan sosial). Satuan pendidikan menyepakati rubrik penilaian sikap dan
dipergunakan dala penilaian sikap. Setiap pendidik memetakan sikap yang dikembangkan
pada satuan pendidikan sesuai dengan relevansi dan karakteristik baik yang tersurat maupun
yang tersirat pada rumusan KI-3 dan KI-4.
Dalam mengimplementasi formulir observasi, kegiatan penilaian diimulai dengan
memperhatikan sikap yang dituntut berdasarkan KD dari KI 1 dan K I2.
Untuk peserta didik yang bermasalah (belum menunjukan sikap yang diinginkan) terlebih
dahulu dilakukan pembinaan selama proses belajar mengajar oleh guru mata pelajaran yang
bersangkutan. Jumlah perubahan sikap yang ditunjukan oleh peserta didik selama kurun
waktu inilah yang disebut dengan modus.
Tabel B2.1.Teknik dan Instrumen Penilaian Sikap
Teknik Penilaian

Bentuk Instrumen

Observasi

Keterangan

Daftar cek
Skala penilaian sikap
Daftar cek
Skala penilaian sikap
Daftar cek
Skala penilaian sikap

Penilaian diri
Penilaian antar
peserta didik
Jurnal

Dilakukan selama proses


pembelajaran.
Dilakukan pada akhir semester

Catatan pendidik tentang


sikap dan perilaku positif
atau negatif, selama dan di
luar proses pembelajaran
mata pelajaran

Dilakukan pada akhir semester, setiap


peserta didik dinilai oleh 3 peserta
didik lainnya.
Berupa catatan guru tentang sikap dan
perilaku positif atau negatif peserta
didik yang tidak berkaitan dengan
mata pelajaran.

10) Teknik Penilaian Kompetensi Pengetahuan


Kompetensi siswa pada kompetensi pengetahuan dapat diukur melalui tes tertulis, observasi
dan penugasan. Bentuk tes tertulis yang digunakan, observasi, penugasan dikembangkan
berdasarkan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Pendidik dapat memilih salah
satu teknik dan bentuk penilaian kompetensi pengetahuan yang paling sesuai dengan
karakteristik kompetensi dasar yang dinilai.
Tabel B2.2. Teknik dan Instrumen Penilaian Pengetahuan
Teknik
Penilaian
Tes tertulis

Bentuk Instrumen

Memilih jawaban (pilihan ganda, dua pilihan (benar-salah, ya-tidak),


menjodohkan, sebab-akibat
Mensuplai jawaban (isian atau melengkapi, jawaban singkat atau
pendek , uraian

83

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Observasi

Penugasan

Daftar cek observasi guru terhadap diskusi, tanya jawab dan


percakapan
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau proyek
yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan
karakteristik tugas.

Nilai akhir yang diperoleh untuk kompetensi sikap diambil dari nilai modus (nilai yang
terbanyak muncul). Nilai akhir untuk kompetensi pengetahuan diambil dari nilai rerata
kompetensi pengetahuan. Nilai akhir untuk kompetensi keterampilan diambil dari rerata nilai
optimal kompetensi keterampilan (nilai tertinggi yang dicapai).

11) Teknik Penilaian Kompetensi Keterampilan


Penilaian kompetensi keterampilan meliputi keterampilan abstrak dan keterampilan konkret.
Keterampilan abstrak cenderung pada keterampilan seperti mengamati, menanya,
mengolah, menalar, dan mengkomunikasikan yang lebih dominan pada kemampuan mental
(berpikir). Sedangkan untuk keterampilan kongkret cenderung pada kemampuan fisik seperti
menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi, dan mencipta dengan bantuan alat.
Tabel B2.3. Teknik dan Instrumen Penilaian Keterampilan
Teknik
Penilaian
Unjuk
kerja/kinerja/pr
aktek

Bentuk Instrumen

Proyek

Keterangan

Daftar cek, dengan menggunakan


daftar cek, peserta didik
mendapat nilai bila kriteria
penguasaan kompetensi tertentu
dapat diamati oleh penilai.
Skala Penilaian (Rating Scale).
Penilaian kinerja yang
menggunakan skala penilaian
memungkinkan penilai memberi
nilai tengah terhadap penguasaan
kompetensi tertentu, karena
pemberian nilai secara kontinum
di mana pilihan kategori nilai
lebih dari dua.

Penilaian unjuk
kerja/kinerja/praktik disebut
juga penilaian tugas yang
dilakukan dengan cara
mengamati kegiatan peserta
didik dalam melakukan sesuatu.

Penilaian proyek dilakukan mulai


dari perencanaan, pelaksanaan,
sampai pelaporan. Untuk menilai
setiap tahap perlu disiapkan
kriteria penilaian atau rubrik.

Penilaian proyek dapat


digunakan untuk mengetahui
pemahaman, mengaplikasi,
menyelidiki dan
menginformasikan suatu hal
secara jelas.
Penilaian projek dilakukan mulai

Penilaian ini cocok digunakan


untuk menilai ketercapaian
kompetensi yang menuntut
peserta didik melakukan tugas
tertentu
Penilaian Tugas adalah penilaian
atas proses dan hasil pengerjaan
tugas yang dilakukan langsung
secara individu atau kelompok.

84

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Teknik
Penilaian

Bentuk Instrumen

Produk

Daftar cek atau skala penilaian


(rubrik)

Portofolio

Daftar cek atau skala penilaian


(rubrik)

Tertulis

Tes tertulis, Daftar cek atau skala


penilaian (rubrik)

Keterangan
dari perencanaan, pelaksanaan,
sampai pelaporan.
Penilaian produk menilai
kemampuan peserta didik
membuat produk-produk,
teknologi, dan seni.
Penilaian portofolio pada
dasarnya menilai karya-karya
peserta didik secara individu
pada satu periode untuk suatu
mata pelajaran
Penilaian tertulis juga digunakan
untuk menilai kompetensi
keterampilan, seperti menulis
karangan, menulis laporan, dan
menulis surat,laporan keuangan
dsb.

Hasil penilaian setiap KD keterampilan dilaporkan dalam bentuk nilai optimum (nilai
tertinggi) dari indikator pencapaian kompetensi (IPK) dengan catatan tidak ada IPK yang
mendapat nilai di bawah batas ketuntasan (2,67) atau kurang dari 3 bila mengggunakan
rentang 1-4.
12) Ketuntasan
Masing-masing ranah (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) digunakan penyekoran dan
pemberian predikat yang berbeda. Nilai ketuntasan kompetensi sikap dituangkan dalam
bentuk predikat, yakni predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K)
sebagaimana tertera pada tabel berikut.
Tabel B2.4. Nilai Ketuntassan Sikap
Nilai Ketuntasan Sikap (Predikat)
Sangat Baik (SB)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)
Nilai ketuntasan kompetensi pengetahuan dan keterampilan dituangkan dalam bentuk
angka dan huruf, yakni 4,00 1,00 untuk angka yang ekuivalen dengan huruf A sampai
dengan D sebagaimana tertera pada tabel berikut.

Tabel B2.5. Nilai Ketuntasan Pengetahuan dan Keteraampilan

85

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

Nilai Ketuntasan
Pengetahuan dan Keterampilan
Rentang Angka
Huruf
3,85
4,00
A
3,51
3,84
A3,18
3,50
B+
2,85
3,17
B
2,51
2,84
B2,18
2,50
C+
1,85
2,17
C
1,51
1,84
C1,18
1,50
D+
1,00
1,17
D
Nilai ketuntasan kompetensi sikap dengan skala Baik. Sedangkan untuk kompetensi
pengetahuan dan keterampilan nilai ketuntasan pada skala 2,67 ( B- ).
13) Remedial dan Pengayaan
Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar (2,67) wajib mengikuti kegiatan
remedial pada semester berjalan hingga mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan bagi
peserta didik yang telah mencapai ketuntasan belajar dan kecepatan belajar diatas rata-rata
yang telah ditetapkan dapat diberikan pengayaan dan pendalaman materi.
14) Pelaporan Pencapaian Kompetensi
a) Skor dan Nilai
Kurikulum 2013 menggunakan skala skor penilaian 4,00 1,00 dalam menyekor
pekerjaan peserta didik untuk setiap kegiatan penilaian (ulangan harian, ujian tengah
semester, ujian akhir semester, tugas-tugas, ujian sekolah).
Untuk masing-masing kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) digunakan
penyekoran dan pemberian predikat yang berbeda sebagaimana tercantum dalam tabel
berikut.

86

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Tabel B2.6. Konversi skor dan predikat hasil belajar untuk setiap kompetensi
Sikap
Modus
4,00
3,00

Pengetahuan

Keterampilan

Predikat

Skor Rerata

Huruf

SB
(Sangat Baik)
B
(Baik)

3,85 4,00
3,51 3,84
3,18 3,50
2,85 3,17
2,51 2,84
2,18 2,50
1,85 2,17
1,51 1,84
1,18 1,50
1,00 1,17

A
AB+
B
BC+
C
CD+
D

2,00

C
(Cukup)

1,00

K
(Kurang)

Capaian
Optimum
3,85 4,00
3,51 3,84
3,18 3,50
2,85 3,17
2,51 2,84
2,18 2,50
1,85 2,17
1,51 1,84
1,18 1,50
1,00 1,17

Huruf
A
AB+
B
BC+
C
CD+
D

b) Bentuk Laporan
Pelaporan hasil belajar dilakukan oleh pendidik. Pelaporan hasil belajar oleh pendidik
diberikan dalam bentuk laporan hasil semua bentuk penilaian. Pelaporan hasil belajar
merupakan hasil pengolahan oleh pendidik dengan menggunakan kriteria. Pelaporan
hasil belajar oleh pendidik dipergunakan oleh satuan pendidikan untuk mengisi rapor
dan menentukan promosi peserta didik.
Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga)
mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap belum
tuntas.
c) Nilai Untuk Rapor
Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor berupa:
1) untuk kompetensi sikap menggunakan skor modus 1,00 - 4,00 dengan predikat
Kurang (K), Cukup (C), Baik (B), dan Sangat Baik (SB);
2) untuk kompetensi pengetahuan menggunakan skor rerata 1,00 - 4,00 dengan
predikat D - A.
3) untuk kompetensi keterampilan menggunakan skor optimum 1,00 - 4,00 dengan
predikat D - A.

87

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

2.1. Contoh Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Instalasi


Motor Listrik
a. Penentuan Teknik dan Bentuk Penilaian
Tabel B2.7. Penentuan Teknik dan Bentuk Penilaian
Mata Pelajaran: Instalasi Motor Listrik
Kelas/Semester: XI/3
No.
1.
2.

3.

Kompetensi
Sikap
Pengetahuan
KD.3.1. .
Menentukan
sistem dan
komponen
instalasi control
motor non
programmable
logic control (Non
PLC).
Keterampilan
KD.4.1Memeriksa
sistem dan
komponen instalai
control motor non
programmable
logic control (Non
PLC).

Teknik Penilaian
Observasi

Bentuk Penilaian
Daftar Skala Penilaian

Tes Tertulis

Mensuplai
singkat)

Unjuk Kerja

Daftar skala 1-4

jawaban

(jawaban

b. Penilaian Ranah Sikap


1) Penilaian Sikap melalui Observasi
Pada awal tahun pembelajaran seluruh guru mata pelajaran dalam satuan pendidikan
mengembangkan dan menyepakati rubrik observasi penilaian sikap yang akan dipergunakan
di tingkat satuan pendidikan berdasarkan Kompetensi dasar dari KI 1 dan KI2.
Berdasarkan kesepakatan rubrik observasi penilaian sikap tersebut, pendidik menyusun
instrumen penilaian sikap dengan relevansi dan karakteristik baik yang tersurat maupun yang
tersirat pada rumusan KI-3 dan KI-4.
Tabel B2.8. Contoh Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap (Sosial)
No

Nama Siswa/
Kelompok

Disiplin

Jujur

Tanggung
Jawab

Santun

1.
2.
3.

88

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Keterangan:
4 = jika empat indikator terlihat.
3 = jika tiga indikator terlihat.
2 = jika dua indikator terlihat
1 = jika satu indikator terlihat

INDIKATOR PENILAIAN SIKAP


Disiplin
a. Tertib mengikuti instruksi
b. Mengerjakan tugas tepat waktu
c. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
d. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
Jujur
a. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
b. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
c. Tidak menyontek atau melihat data/pekerjaan orang lain
d. Mencantumkan sumber belajar dari yang dikutip/dipelajari

Tanggung Jawab
a Pelaksanaan tugas piket secara teratur
b Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
c Mengajukan usul pemecahan masalah
d Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
Santun
a. Berinteraksi dengan teman secara ramah
b. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan
c. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
d. Berperilaku sopan
Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek
sikap di atas.
Kategori nilai sikap:
Sangat baik
: apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik
: apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup
: apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang
: apabila memperoleh nilai akhir 1

89

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

c. Penilaian Ranah Pengetahuan


Tabel B2.9. Contoh Kisi-Kisi dan Soal Pengetahuan
Mata Pelajaran: Instalasi Motor Listrik.
Kompetensi Dasar

Indikator

3.1. Menentukan 3.1.1.Menjelaskan


sistem dan
Karakteristik motor
komponen instalasi induksi.
control motor non 3.1.2.Membedakan
Struktur pengasutan
programmable
logic control (Non motor induksi.
PLC).
3.1.3.Menentukan
jenis pengaman
motor induksi.
3.1.4.Menkoordinasi
gawai pengaman.
3.1.5.Menerapkan
sistem kendali
elektromekanik
untuk mula jalan
motor (motor
starting).
3.1.6.Merancang lay
out panel kontrol
motor induksi.

Jenis
Soal
Soal
Siswa dapat
Tester 1. Jumlah putaran motor
menjelaskan
tu-lis
induksi 3 fasa rotor
sangkar tergantung dari
karakteristik motor
induksi.
...
Siswa dapat
2. Motor induksi 3 fasa
membedakan
rotor sangkar dapat
struktur pengasutan
dilakukan pengasutan
motor induksi.
dengan ...
3. Motor induksi rotor
Siswa dapat
belitan dapat dilakukan
menentukan jenis
pengasutan dengan ....
4. Pengaman motor
pengaman motor
induksi akibat dari
induksi.
beban lebih digunakan
Siswa dapat
...
menkoordinasi gawai
5. Fungsi kontak interlock
pengaman
Siswa dapat
pada pengontrolan
menerapkan sistem
motor listrik 3 fasa dua
kendali
arah putaran
elektromekanik
menggunakan
untuk mula jalan
kontaktor magnet
motor
adalah ....
Siswa dapat
6. Alat bantu
merancang lay out
pengontrolan motor
panel kontrol motor
induksi dengan
induksi.
kontaktor magnet
digunakan ....
7. Fungsi rel Omega paga
panel kontrol motor
induksi 3 fasa adalah
....
8. Tujuan pengasutan
starting bintang
running delta pada
motor induksi 3 fasa
adalah .....
9. Besar daya input
motor listrik 3 fasa bila
effisiensi 0,8 dan poros
motor digunakan
untuk memutar pompa
sebesar 1 kW adalah....
10.Bahan tabahan yang
digunakan pada panel
Indikator Soal

1.

2.

3.

4.

5.

6.

90

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


kontrol motor listrik
adalah....

Kunci Jawaban soal :


1. Jumlah kutub lilitan stator dan frekuensi tegangan listriknya
2. Memberikan tahan tambahan pada lilitan stator.
3. Memberikan tahanan tambahan pada lilitan rotor
4. Thermal Over load Relay ( TOR )
5. Untuk menghindari terjadi hubung singkat bila kedua kontaktor magnet bekerja bersamaan.
6. Tombol tekan, Time relay, lampu indikator.
7. Tempat dudukan kontaktor magnet, Time rellay, dan MCB.
8. Mengurangi arus mula motor induksi.
9. Besar daya input 1250 Watt.
10. Kabel Duct, Rel Omega, Terminal.

Rumus pengolahan Nilai adalah : Nilai =

Jumlah skor yang diperoleh


x 4 = ____
jumlah skor maksimal

Pada contoh soal di atas skor maksimal adalah 100.

d. Penilaian Ranah Keterampilan


Tabel B2.10. Instrumen Penilaian keterampilan
Mata Pelajaran: Instalasi Motor Listrik.
KD 4.1. Memeriksa sistem dan komponen instalai control motor non programmable logic
control (Non PLC).

No.

Nama Siswa/Kelompok

Perolehan skor
1
2
3

1
2
3
4
5
6
7

91

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Indikator Penilaian Ketrampilan :
1. Memasang MCB 1 fasa dan 3 fasa dengan benar

:4

2. Memasang kontaktor magnet dengan benar

:4

3. Memasang lampu indikator dengan benar

:4

4. Memasang tombol tekan dengan benar

:4

5. Rangkaian kontrol berfungsi dengan benar

:4

6. Memeriksa instalasi motor litrik

:4

6. dst.
Tabel 2.11. Pengolahan Nilai KD- Keterampilan
Aspek/Indikator
Memasang MCB 1 fasa dan 3 fasa
dengan benar
Memasang kontaktor magnet dengan
benar
Memasang lampu indikator dengan
benar
Memasang tombol tekan dengan benar
Rangkaian kontrol berfungsi dengan
benar
Memeriksa instalasi motor listrik
Nilai Akhir

Nilai =

Perolehan skor
x4
Jumlah skor

Tes ke

Skor

Keterangan
tuntas

4
4

belum tuntas

4
4
4
4

= ......

e. Laporan Pencapaian Kompetensi


1) Ranah Sikap

Mata Pelajaran
Kelas/Semester

Tabel B2.12. Pengolahan Penilaian Skap


: Instalasi Motor Listrik
: XI/3

1.

Siswa A

Tanggung
Jawab
3

2.

Siswa B

3.

Siswa C

3 (perlu
pembinaan
berkelanjutan
untuk sikap)

No

Nama Siswa

Disiplin

Jujur

Nilai Mata
Pelajaran

Santun
4

92

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


2) Ranah Pengetahuan
Tabel B2.13. Pengolahan Penilaian Pengetahuan
Mata Pelajaran
: Instalasi Motor Listrik
Kelas/Semester
: XI/3
Nama Peserta Didik
: ......................................
Nilai

Capaian Kompetensi

Nilai
Akhir **)

KD 3.1
3,30
KD 3.2
4,00
KD 3.3
2.90
Rerata KD
3.40
B+
Ulangan tengah semester
3,50
Ulangan akhir semester
2,90
Nilai Pengetahuan *)
3.27
Keterangan:
*) Nilai pengetahuan diperoleh dari rerata nilai KD, UTS, UAS yang bobotnya diserahkan
kepada satuan pendidikan berdasarkan kompleksitasnya.
3) Ranah Keterampilan
Tabel B2.14. Pengolahan Penilaian keterampilan
Nama Peserta Didik: ...............................
Nilai Optimum
Capaian
Nilai Akhir **)
KD 4.1
3,00
KD 4.2
4,00
B+
KD 4.3
3.00
Rerata optimum Keterampilan *)
3.33
Keterangan:
*) Nilai keterampilan diperoleh dari rerata nilai optimum (capaian tertinggi) dari setiap KD
keterampilan yang dipelajari dalam satu semester.

93

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

LK-B2.1

2.2. Lembar Kerja Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran


Instalasi Motor Listrik
Buatlah instrumen untuk melakukan pengukuran pada ranah kompetensi dengan menggunakan
rubrik penilaian skala 4.
a.

Ranah Sikap,
Instrumen dengan aspeknya
Rubrik/Kriteria
Indikator
Kategori Nilai

b. Ranah Pengetahuan
Kisi-kisi soal
Soal
Kunci jawaban
Rubrik/kriteria
Indikator
Pengolahan Nilai
c. Ranah Keterampilan
Kisi-kisi soal
Soal
Rubrik/kriteria
Indikator/Kunci Jawaban
Pengolahan Nilai

94

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

HO-B3

3. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


a. Konsep Pengembangan RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perencanaan tatap muka untuk satu
atau beberapa pertemuan yang memuat prinsip-prinsip pedagogis secara tertulis untuk
direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik memperoleh pengalaman
belajar yang efektif dalam mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Mengacu pada Standar Proses Permendikbud Nomor 65 tahun 2013, komponen RPP
merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi
pembelajaran atau tema tertentu sesuai dengan silabus.
Komponen RPP mencakup: (1) identitas sekolah/nama satuan pendidikan, mata pelajaran,
dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (5) tujuan pembelajaran; (6); materi pembelajaran (7) pendekatan, model dan
metode; (8) media/alat, bahan, dan sumber belajar. (9) langkah-langkah pembelajaran; dan
(10) penilaian hasil pembelajaran.
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsipsebagai berikut.
1) Perbedaan individual peserta didikantara lain kemampuan awal, tingkat intelektual,
bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar,
kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
2) Partisipasi aktif peserta didik.
3) Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat,
kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
4) Pengembangan budaya membaca dan menulisyang dirancang untuk mengembangkan
kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai
bentuk tulisan.
5) Pemberian umpan balik dan tindak lanjutRPP memuat rancangan program pemberian
umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduanantara KD, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam
satu keutuhan pengalaman belajar.
7) Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasisecara terintegrasi, sistematis, dan efektif
sesuai dengan situasi dan kondisi.

b. Deskripsi Pengembangan RPP


Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun atau mengembangkan RPP
untuk kelas di mana guru tersebut mengajar. Pengembangan RPP dilakukan sebelum awal

95

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


semester atau awal tahun pelajaran dimulai, namun perlu diperbaharui sebelum
pembelajaran dilaksanakan.
RPP disusun agar proses pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh masing-masing guru atau kelompok gurumata
pelajaran tertentu yang difasilitasi dan disupervisi oleh kepala sekolah atau guru senior yang
ditunjuk oleh kepala sekolah, atau melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah yang
dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan.
Dalam mengembangkan atau menyusun RPP, guru harus memperhatikan silabus dan buku
teks peserta didikdalam menyiapkan materi pembelajaran dan buku guru dalam
merencanakan kegiatan pembelajaran.
Komponen RPP secara operasional diwujudkan dalam bentuk format berikut ini..
Tabel ... Format RPP
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Alokasi Waktu

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


:
:
:
: ...

A. Kompetensi Inti
1. _______________
2. _______________
3. _______________
4. _______________
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
1. _____________ (KD pada KI-1)
Indikator: __________________ *)
2. _____________ (KD pada KI-2)
Indikator: __________________ *)
3. _____________ (KD pada KI-3)
Indikator: __________________
4. _____________ (KD pada KI-4)
Indikator: __________________
C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran
(rincian dari Materi Pokok)
E. Model, Pendekatan, dan Metode
F. Alat, Bahan, Media, dan Sumber Belajar
G. Langkah-langkah Pembelajaran/Rancangan Pertemuan
1. Pertemuan Kesatu:
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)
b. Kegiatan Inti (...menit)
c. Penutup (menit)
2. Pertemuan Kedua:

96

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)
b. Kegiatan Inti (...menit)
c. Penutup (menit),
dan pertemuan seterusnya.
H. Penilaian
1. Jenis/teknik penilaian
2. Bentuk penilaian dan instrumen
3. Pedoman penskoran

Mengetahui
Kepala ..........................

______________, _________
Guru Mata Pelajaran,

NIP
NIP
*) Indikator KD dari KI-1 dan KI-2 tidak harus dirumuskan.

c.Langkah-Langkah Pengembangan RPP


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Analisis KI-KD untuk Indikator Pencapaian Kompetensi


Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi.
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Mengembangkan Materi Pembelajaran
Menetapkan Model, Pendekatan, dan Metoda
Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan
Berupa orientasi, motivasi dan apersepsi. Pendahuluan yang dilakukan oleh guru dan
peserta didik harus terwujud dalam bentuk kegiatan.
b. Kegiatan Inti
Merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, antara peserta
didik dan guru,lingkungan, dan sumber belajar.
Kegiatan Inti merupakan pemaduan model belajar danpendekatan saintifik melalui kegiatan
mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengumpulkan informasi/mencoba, mengasosiasi,
dan mengomunikasikan (5M) disesuaikan dengan karakteristik pernyataan KD dari mata
pelajaran masing-masing. Kegiatan 5M tersebut tidak harus terjadi sekaligus pada satu kali
pertemuan, tetapi disesuaikan dengan karakteristik materiyang sedang dibahas.
c. Kegiatan Penutup
Berisi kegiatan antara lain membuat rangkuman/simpulan pelajaran, refleksi terhadap
kegiatan yang sudah dilaksanakan, serta merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk tugas kelompokdan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.

7. Menentukan Alokasi Waktu

97

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


8. Menentukan Alat/Bahan/Media dan Sumber Belajar
9. Mengembangkan Perangkat Penilaian
a. Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator;
b. Penilaian menggunakan penilaian otentik berbentuk testulis dan atau tes lisan, pengamatan
kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, projek dan/atau produk,
penggunaan portofolio, dan penilaian diri;
c. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi yaitu KD-KD dari KI-1, KI-2, KI3, dan KI-4;
d. Tindak lanjut hasil penilaian berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya; program
remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan
program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan; dan
e. Sistem penilaian disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses
pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi
lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses misalnya teknik wawancara
maupun produk berupa hasil melakukan observasi lapangan.

98

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

3.1. Contoh Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
SATUAN PENDIDIKAN
: SMK NEGERI 25
KELAS / SEMESTER
: XI/ GANJIL
: TEKNIK KETENAGALISTRIKAN
MATA PELAJARAN
MATERI POKOK/PEMBELAJARAN
: SISTEM DAN KOMPONEN INSTALASI MOTOR LISTRIK
NON PLC
ALOKASI WAKTU
: 6 X 4 X 45 MENIT
A. Kompetensi Inti
KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI-2:

KI-3:

KI-4:

Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong


royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan

B. Kompetensi Dasar
1.1 Menyadari sempurnanya konsep Tuhan tentang benda-benda dengan fenomenanya untuk
dipergunakan sebagai aturan dalam melaksanakan pekerjaan di bidang Instalasi Motor Listrik.
1.2 Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai tuntunan dalam melaksanakan pekerjaan di
bidang Instalasi Motor Listrik
2.1 Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, teliti, kritis, rasa ingin tahu, inovatif dan tanggung jawab
dalam melaksanakan pekerjaan di bidang Instalasi Motor Listrik.
2.2 Menghargai kerjasama, toleransi, damai, santun, demokratis, dalam menyelesaikan masalah
perbedaan konsep berpikirdalam melaksanakan pekerjaan di bidang Instalasi Motor Listrik.
2.3 Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten, dan berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam melaksanakan
pekerjaan di bidang Instalasi Motor Listrik.
3.1 Menentukan sistem dan komponen instalasi kontrol motor non Programmable Logic Control
(Non PLC).
IndikatorPencapaian Kompetensi:
3.1.1.Menjelaskan Karakteristik motor induksi.
3.1.2.Membedakan Struktur pengasutan motor induksi.
3.1.3.Menentukan jenis pengaman motor induksi.

99

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


3.1.4.Menkoordinasi gawai pengaman.
3.1.5.Menerapkan sistem kendali elektromekanik untuk mula jalan motor (motor starting).
3.1.6.Merancang lay out panel kontrol motor induksi.
4.1. Memasang instalasi kontrol motor non programmable logic control (Non PLC) berbasis
elektromekanik.
4.1.1.Memilih komponen/alat kontrol secara mekanik.
4.1.2.Mendemostrasikan rangkaian pengontrolan motor induksi.
4.1.3.Memasang instalasi kontrol motor induksi pada panel listrik
4.1.4.Menyajikan laporan proses pengontrolan motor listrik berdasarkan demonstrasi dan
asosiasi.
C.

Tujuan Pembelajaran
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Melalui diskusi peserta didik menjelaskan karakteristik motor induksi secara santun dan
menghargai pendapat pihak lain.
Melalui observasi peserta didik membandingkan jenis-jenis pengasutan motor induksi sesuai
jenis motor secara teliti dan bertanggung jawab.
Melalui diskusi peserta didik menentukan jenis pengaman motor induksi sesuai dengan
besar daya motor secara santun dan menghargai pendapat pihak lain.
Melalui diskusi dan telaah buku teks peserta didik mengkordinasi gawai pengaman
berdasarkan parameter secara teliti dan kritis.
Melalui diskusi peserta didik menerapkan sistem kendali motor listrik dengan saklar ( TPST,
TPDT ) secara santun dan menghargai pendapat pihak lain.
Melalui diskusi peserta didik menerapkan sistem kendali motor listrik dengan kontaktor
magnet secara santun dan menghargai pendapat pihak lain.
Melalui observasi peserta didik merancang lay out panel kontrol motor induksi secara teliti
dan bertanggung jawab.
Melalui demonstrasi peserta didik memilih komponen/alat kontrol motor secara mekanik
dan melakukan secara konsisten.
Melalui praktik peserta didik membuat rangkaian pengontrolan motor listrik sesuai fungsi
papan kerja dengan kerjasama secara tertib.

10. Melalui praktik peserta didik membuat rangkaian pengontrolan motor listrik pada panel
kontrol sesuai SOP dengan melakukan secara teliti dan disiplin
11. Melalui diskusi peserta didik menyusun laporan perakitan kontrol motor pada panel kontrol
berdasarkan telaah dan asosiasi referensi rujukan secara proaktif dan kritis.

D. Materi Pembelajaran
1. Konstruksi dan prinsip kerja motor induksi
- Konstruksi Motor Listrik Induksi
- Prinsip Kerja Motor Listrik Induksi
- Name plat Motor Listrik Induksi
- Sifat Mekanikalmotor listrik Induksi
2. Struktur Peng- asutan Motor Induksi
- Pengasutan Stator
- Pengasutan Rotor
3. Pengaman Motor Induksi.

100

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


- MCB
-TOR
4. Kordinasi Gawai pengaman.
5. Sistem Kendali Elektromekanik.
a. Kontrol motor dengan saklar TPDT, TPST dll
b. Kontrol Motor Dengan Kontaktor Magnet.
- Komponen Pengontroan
-Rangkaian Kontrol
-Rangkaian Utama
c. Kontrol pengasutan motor induksi.
-Pengasutan stator.
-Pengasutan rotot
6. Panel kontrol motor.
- Ukuran Panel
- Lay Out Panel
- Bahan pelengkap panel.
7. Komponen/alat kontol motor secara mekanik .
8. Pengontrolan motor listrik.
9. Panel kontrol motor induksi.
10.Pelaporan Telaah demonstasi pengontrolan motor listrik.
E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan
: Saintifik
2. Model
: Inquiry learning
3. Metode Pembelajaran:tanya jawab, ceramah, diskusi, penugasan, tutorial, demonstrasi.
4. Media Pembelajaran : LCD, Laptop, Bahan Tayang (PPT), Alat ukur listrik, Alat/komponen
pengontrolan motor listrik
F. Sumber Belajar
: Buku Siswa,, jurnal, Internet
G. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan
Pendahu
luan

Kegiatan
Inti

Deskripsi Kegiatan
Orientasi, motivasi dan apersepsi
Ketua kelas memimpin doa pada saat pembelajaran akan dimulai
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta
didik baik berbentuk kemampuan proses maupun kemampuan
produk
Guru menjelaskan manfaat penguasan kompetensi dasar ini sebagai
modal awal untuk menguasai pasangan kompetensi dasar lainnya
yang tercakup dalam mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut
Menjelaskan pendekatan dan model pembelajaran yang
digunakan.serta metodanya.
3. ORIENTASI MASALAH (Mengamati, Menanya)
Guru menanyakan kepada siswa tentang konstruksi dan prinsip kerja
motor induksi 3 fasa, jelaskan arti Nameplat yang ada pada motor
induksi, pemilihan komponen/alat kontrol motor induksi secara

Alokasi
Waktu
10 menit

935
menit

101

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

mekanik, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor sangkar, pengasutan


motor induksi 3 fasa rotor belitan.
Peserta didik memperhatikan permasalahan yang diberikan guru
tentang konstruksi dan prinsip kerja motor induksi 3 fasa, arti
Nameplat yang ada pada motor induksi, pemilihan komponen/alat
kontrol motor induksi secara mekanik, Pengasutan motor induks 3
fasa rotor sangkar, Pengasutan motor induksi 3 fasa rotor belitan.
Pesertadidik secara berkelompok berdiskusi membahas permasalahan
berdasarkan hasil pengamatan konstruksi dan prinsip kerja motor
induksi 3 fasa, arti Nameplat yang ada pada motor induksi, pemilihan
komponen/alat kontrol motor induksi secara mekanik ,pengasutan
motor induksi 3 fasa rotor sangkar, pengasutan motor induksi 3 fasa
rotor belitan yang disajikan.
Pesertadidik mempertanyakan secara mandiri atau pada sumber
belajar berkaitan dengan konstruksi dan prinsip kerja motor induksi 3
fasa, arti Nameplat yang ada pada motor induksi, pemilihan
komponen/ alat kontrol motor induksi secara mekanik, pengasutan
motor induksi 3 fasa rotor sangkar, pengasutan motor induksi 3 fasa
rotor belitan, dan merumuskan permasalahannya
4. PENGUMPULAN DATA DAN VERIFIKASI (Menanya,
Mengumpulkan Informasi)
Berbasis pengalaman peserta didik terkait dengan sistem dan
komponen instalasi kontrol motor listrik induksi.
Guru mendorong peserta didik mengumpulkan berbagai jenis
informasi tentang konstruksi dan prinsip kerja motor induksi 3 fasa,
arti Nameplat yang ada pada motor induksi, pemilihan komponen/alat
kontrol motor induksi secara mekanik, Pengasutan motor induksi 3
fasa rotor sangkar, Pengasutan motor induksi 3 fasa rotor belitan dari
berbagai media.
Pesertadidik secara individu menggali berbagai informasi yang
berkaitan dengan konstruksi dan prinsip kerja motor induksi 3 fasa,
arti Nameplat yang ada pada motor induksi, pemilihan komponen/alat
kontrol motor induksi secara mekanik, Pengasutan motor induksi 3
fasa rotor sangkar, Pengasutan motor induksi 3 fasa rotor belitan dari
berbagai sumber.
Peserta didik berdiskusi memverifikasi tentang konstruksi dan prinsip
kerja motor induksi 3 fasa, arti Nameplat yang ada pada motor
induksi, pemilihan komponen/alat kontrol motor induksi secara
mekanik, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor sangkar, Pengasutan
motor induksi 3 fasa rotor belitan.

Peserta didik memberikan pendapat berkaitan dengan materi diskusi


dan menentukan konstruksi dan prinsip kerja motor induksi 3 fasa, arti

102

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

Nameplat yang ada pada motor induksi, komponen/alat kontrol


motor induksi secara mekanik, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor
sangkar, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor belitan.
5. PENGUMPULAN DATA MELALUI EKSPERIMEN (Mengumpukan
Informasi, Menalar)
Berbasis pengalaman belajar peserta didik terkait dengan
pengetahuan konseptual tentang sistem dan koponen instalasi kontrol
motor induksi,
Guru menugaskan peserta didik memilih komponen/alat pengontrolan
motor listrik induksi 3 fasa, dan mencoba membuat instalasi kontrol
motor induksi 3 fasa, mulai dari yang sederhana sampai pada kontrol
pengasutan.
Pesertadidik memilih komponen/alat pengontrolan motor listrik
induksi 3 fasa, dan mencoba membuat instalasi kontrol motor induksi
3 fasa, mulai dari yang sederhana sampai pada kontrol pengasutan.
Guru melakukan tutorial kelompok.
Pesertadidik menilai konstruksi dan prinsip kerja motor induksi 3 fasa,
arti Nameplat yang ada pada motor induksi, komponen/alat kontrol
motor induksi secara mekanik, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor
sangkar, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor belitan apakah telah
memenuhi sistem dan komponen instalasi pengontrolan motor induksi
non PLC.
6. PENGORGANISASIAN DAN FORMULASIPENJELASAN (Menalar,
Mengkomunikasikan)
Guru menugaskan revisi konstruksi dan prinsip kerja motor induksi 3
fasa, arti Nameplat yang ada pada motor induksi, komponen/alat
kontrol motor induksi secara mekanik, pengasutan motor induksi 3
fasa rotor sangkar, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor belitan
apakah telah memenuhi sistem dan komponen instalasi pengontrolan
motor induksi non PLC.
Pesertadidik melakukan revisi konstruksi dan prinsip kerja motor
induksi 3 fasa, arti Nameplat yang ada pada motor induksi,
komponen/alat kontrol motor induksi secara mekanik, pengasutan
motor induksi 3 fasa rotor sangkar, pengasutan motor induksi 3 fasa
rotor belitan, berdasarkan masukan pada saat presentasi berkaitan
dengan hal-hal yang dianggap belum tepat/benar
Peserta didik mempresentasikan/memaparkan konstruksi dan prinsip
kerja motor induksi 3 fasa, arti Nameplat yang ada pada motor
induksi, komponen/alat kontrol motor induksi secara mekanik,
pengasutan motor induksi 3 fasa rotor sangkar, pengasutan motor
induksi 3 fasa rotor belitan yang telah memenuhi sistem dan
komponen instalasi pengontrolan motor induksi non PLC.

103

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

Peserta didik memberikan tanggapan terhadap pertanyaan yang


muncul pada saat presentasi.
Peserta didik memberikan masukan dan menerima masukan
7. MENGANALISIS PROSES INKUIRI (Mengomunikasikan, Menalar)
Guru menugaskan peserta didik untuk menyempurnakan konstruksi
dan prinsip kerja motor induksi 3 fasa, arti Nameplat yang ada pada
motor induksi, komponen/alat kontrol motor induksi secara mekanik,
pengasutan motor induksi 3 fasa rotor sangkar, pengasutan motor
induksi 3 fasa rotor belitan, yang telah memenuhi sistem dan
komponen instalasi pengontrolan motor induksi non PLC secara lisan.
Peserta didik mensimulasikan pemilihankomponen/alat kontrol motor
induksi secara mekanik, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor
sangkar, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor belitan, yang telah
memenuhi sistem dan komponen instalasi pengontrolan motor induksi
non PLC yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok
Peserta didik mengamati dan memberikan tanggapan terhadap setiap
kelompok penyaji
Pesertadidik membuat simpulan tentang pemilihankomponen/alat
kontrol motor induksi secara mekanik, pengasutan motor induksi 3
fasa rotor sangkar, pengasutan motor induksi 3 fasa rotor belitan,
yang telah memenuhi sistem dan komponen instalasi pengontrolan
motor induksi non PLC.
Penutup

Rangkuman, refleksi, tes, dan tindak lanjut


1. Peserta didik menanyakan hal-hal yang masih ragu dan
melaksanakan evaluasi
2. Guru membantu peserta didik untuk menjelaskan hal-hal yang
diragukan sehingga informasi menjadi benar dan tidak terjadi
kesalah pahaman terhadap materi.
3. Peserta didik menyimpulkan materi di bawah bimbingan guru
4. Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis
dengan waktu maksimal 60 menit, dan seluruh peserta didik
mengerjakan tes tertulis.
5. Guru memberi tugas tindak lanjut untuk pertemuan selanjutnya
6. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk
tetap belajar.

135
Menit

H. PENILAIAN
1) Penilaian Sikap melalui Observasi
Pada awal tahun pembelajaran seluruh guru mata pelajaran dalam satuan pendidikan
mengembangkan dan menyepakati rubrik observasi penilaian sikap yang akan dipergunakan
di tingkat satuan pendidikan berdasarkan Kompetensi dasar dari KI 1 dan KI2.

104

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Berdasarkan kesepakatan rubrik observasi penilaian sikap tersebut, pendidik menyusun
instrumen penilaian sikap dengan relevansi dan karakteristik baik yang tersurat maupun yang
tersirat pada rumusan KI-3 dan KI-4.

Tabel 1. Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap (Sosial)


No

Nama Siswa/
Kelompok

Disiplin

Jujur

Tanggung
Jawab

Santun

1.
2.
3.
Keterangan:
4 = jika empat indikator terlihat.
3 = jika tiga indikator terlihat.
2 = jika dua indikator terlihat
1 = jika satu indikator terlihat
INDIKATOR PENILAIAN SIKAP
Disiplin
a. Tertib mengikuti instruksi
b. Mengerjakan tugas tepat waktu
c. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
d. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
Jujur
a. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
b. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
c. Tidak menyontek atau melihat data/pekerjaan orang lain
d. Mencantumkan sumber belajar dari yang dikutip/dipelajari
Tanggung Jawab
a Pelaksanaan tugas piket secara teratur
b Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
c Mengajukan usul pemecahan masalah
d Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
Santun
a Berinteraksi dengan teman secara ramah
b Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan
c Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
d Berperilaku sopan
Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek
sikap di atas.
Kategori nilai sikap:
Sangat baik
: apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik
: apabila memperoleh nilai akhir 3

105

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


Cukup
Kurang

: apabila memperoleh nilai akhir 2


: apabila memperoleh nilai akhir 1

2. Penilaian Pengetahuan
Tabel 2. Kisi-Kisi dan Soal Pengetahuan
Mata Pelajaran: Instalasi Motor Listrik.
Kompetensi Dasar

Indikator

3.1. Menentukan 3.1.1.Menjelaskan


sistem dan
Karakteristik motor
komponen instalasi induksi.
control motor non 3.1.2.Membedakan
Struktur pengasutan
programmable
logic control (Non motor induksi.
3.1.3.Menentukan
PLC).
jenis pengaman
motor induksi.
3.1.4.Menkoordinasi
gawai pengaman.
3.1.5.Menerapkan
sistem kendali
elektromekanik
untuk mula jalan
motor (motor
starting).
3.1.6.Merancang lay
out panel kontrol
motor induksi.

Jenis
Soal
Soal
Siswa dapat
Tes 11.Jumlah putaran motor
menjelaskan
tertuli
induksi 3 fasa rotor
karakteristik motor
s
sangkar tergantung dari
induksi.
...
Siswa dapat
12.Motor induksi 3 fasa
membedakan
rotor sangkar dapat
struktur pengasutan
dilakukan pengasutan
motor induksi.
dengan ...
13.Motor induksi rotor
Siswa dapat
belitan dapat dilakukan
menentukan jenis
pengasutan dengan ....
pengaman motor
14.Pengaman motor
induksi.
induksi akibat dari
Siswa dapat
beban lebih digunakan
menkoordinasi gawai
...
pengaman
15.Fungsi kontak interlock
Siswa dapat
pada pengontrolan
menerapkan sistem
motor listrik 3 fasa dua
kendali
arah putaran
elektromekanik
menggunakan
untuk mula jalan
kontaktor magnet
motor
adalah ....
Siswa dapat
16.Alat bantu
merancang lay out
pengontrolan motor
panel kontrol motor
induksi dengan
induksi.
kontaktor magnet
digunakan ....
17.Fungsi rel Omega paga
panel kontrol motor
induksi 3 fasa adalah
....
18.Tujuan pengasutan
starting bintang
running delta pada
motor induksi 3 fasa
adalah .....
19.Besar daya input
motor listrik 3 fasa bila
effisiensi 0,8 dan poros
Indikator Soal

4.

5.

6.

7.

8.

9.

106

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


motor digunakan
untuk memutar pompa
sebesar 1 kW adalah....
20.Bahan tabahan yang
digunakan pada panel
kontrol motor listrik
adalah....

Kunci Jawaban soal :


1. Jumlah kutub lilitan stator dan frekuensi tegangan listriknya
2. Memberikan tahan tambahan pada lilitan stator.
3. Memberikan tahanan tambahan pada lilitan rotor
4. Thermal Over load Relay ( TOR )
5. Untuk menghindari terjadi hubung singkat bila kedua kontaktor magnet bekerja bersamaan.
6. Tombol tekan, Time relay, lampu indikator.
7. Tempat dudukan kontaktor magnet, Time rellay, dan MCB.
8. Mengurangi arus mula motor induksi.
9. Besar daya input 1250 Watt.
10. Kabel Duct, Rel Omega, Terminal.

Rumus pengolahan Nilai adalah : Nilai =

Jumlah skor yang diperoleh


x 4 = ____
jumlah skor maksimal

Pada contoh soal di atas skor maksimal adalah 100.

3. Penilaian Keterampilan
Tabel 3. Instrumen Penilaian keterampilan
Mata Pelajaran: Instalasi Motor Listrik.
KD 4.1. Memeriksa sistem dan komponen instalai control motor non programmable logic
control (Non PLC).
No.

Nama Siswa/Kelompok

Perolehan skor
1
2
3

1
2
3
4
5
Indikator Penilaian Ketrampilan :
1. Memasang MCB 1 fasa dan 3 fasa dengan benar

:4

2. Memasang kontaktor magnet dengan benar

:4

3. Memasang lampu indikator dengan benar

:4

4. Memasang tombol tekan dengan benar

:4

107

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


5. Rangkaian kontrol berfungsi dengan benar

:4

6. dst.

Tabel 4. Pengolahan Nilai KD- Keterampilan


Aspek/Indikator
Memasang MCB 1 fasa dan 3 fasa
dengan benar
Memasang kontaktor magnet dengan
benar
Memasang lampu indikator dengan
benar
Memasang tombol tekan dengan benar
Rangkaian kontrol berfungsi dengan
benar
Nilai Akhir

Nilai =

Perolehan skor
x4
Jumlah skor

Tes ke

Skor

Keterangan
tuntas

4
4

belum tuntas

4
4
4

= ......

4. Laporan Pencapaian Kompetensi

Mata Pelajaran
Kelas/Semester : XI/3

Tabel 4.12. Pengolahan Penilaian Skap


: Instalasi Motor Listrik

1.

Siswa A

Tanggung
Jawab
3

2.

Siswa B

3.

Siswa C

3 (perlu
pembinaan
berkelanjutan
untuk sikap)

No

Nama Siswa

Disiplin

Jujur

Nilai Mata
Pelajaran

Santun
4

108

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

3.2.

Telaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


a. Telaah RPP
Kompetensi:
Mampumengembangkan RencanaPelaksanaan Pembelajaransesuai dengan Standar Proses.
Tujuan :
MelaluikegiatantelaahRPP,pesertamampumengembangkanRPPyangsesuai dengan SKL, KI,
dan KD; Standar Proses, menerapkanpendekatan saintifik danmodel pembelajaran yang
relevan serta sesuai denganprinsip-prinsippengembanganRPP.
Petunjuk Kerja:
1. Kerjakantugasinisecarakelompok.KelompokpadatugasinisamadengankelompokpenyusunR
PP.
2. Siapkan RPPdarikelompoklainyangakanditelaah.
Langkah Kerja:
1. PelajariformattelaahRPP.Cermatimaksuddarisetiapaspek dalamformat.
2. Cermati RPP hasil kelompok lain yang akan ditelaah.
3. Isilah format sesuai dengan petunjuk pada format telaah RPP.
4. Berikan catatan khusus atau alasan Anda memberi skor pada suatu aspek pada RPP.
5. Berikanmasukanatau rekomendasi secaraumumsebagai saranperbaikan RPPpada
kolomyang tersedia.

FormatTelaahRPP
Berilah tanda cek(V)pada kolomskor(1,2,3)sesuai dengankriteria yangtertera pada kolomtersebut.
Berikan catatanatausaranuntuk perbaikanRPPsesuaipenilaianAnda
IsilahIdentitas RPPyangditelaah.

LK-B3.1
Nama Guru
Mata pelajaran
Topik/Subtopik

:.....................................................
:.....................................................
:......................................................
HasilPenelaahandan Skor

No

KomponenRencanaPelaksanaanPembelajaran

IdentitasMataPelajaran

1.

Terdapat:
satuanpendidikan,kelas,semester,matapelajara
Kompetensi Inti danKompetensiDasar
Kompetensi Inti
KompetensiDasar

B
1
2

Catatan
revisi

Tidakad KurangLe SudahLeng


a
ngkap
kap

109

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


HasilPenelaahandan Skor
No

KomponenRencanaPelaksanaanPembelajaran

C.

PerumusanIndikator

1.

Kesesuaiandengan KompetensiDasar

2.

Kesesuaianpenggunaankatakerjaoperasional
dengankompetensiyang diukur
Kesesuaian
rumusandenganaspekpengetahuan.
Kesesuaian

D.

rumusandenganaspekketerampilan
PerumusanTujuanPembelajaran

3.

1
2
3

Kesesuaiandengan KD
KesesuaiandenganIndikator
KesesuaianperumusandenganaspekAudience,
Behaviour, Condition, danDegree

E.

PemilihanMateriAjar

1.
2.
3
4
F.
1.
2.
3
4.
G.
1.
2.
3
4.
H.
1.
2.
I.
1
2
3
J.
1.

Catatan
revisi

TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu


suai
bagian
ruhnya

TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu


suai
bagian
ruhnya

TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu


suai
bagian
ruhnya

Kesesuaiandengan KD
Kesesuaiandengantujuanpembelajaran
Kesesuaiandengankarakteristikpesertadidik
Keruntutanuraianmateri ajar
Pemilihan Sumber Belajar

TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu


suai
bagian
ruhnya

Kesesuaiandengan Tujuanpembelajaran
Kesesuaiandenganmateripembelajaran
Kesesuaiandengan pendekatansaintifik
Kesesuaiandengankarakteristikpesertadidik
PemilihanMediaBelajar

TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu


suai
bagian
ruhnya

Kesesuaiandengantujuanpembelajaran
Kesesuaiandenganmateripembelajaran
Kesesuaiandengan pendekatansaintifik
Kesesuaiandengankarakteristikpesertadidik
ModelPembelajaran

TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu


suai
bagian
ruhnya

Kesesuaiandengantujuanpembelajaran
Kesesuaiandengankarakteristikmateri
MetodePembelajaran

TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu


suai
bagian
ruhnya

Kesesuaiandengantujuanpembelajaran
Kesesuaiandengankarakteristikmateri
Kesesuaiandengankarakteristikpesertadidik
SkenarioPembelajaran

TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu


suai
bagian
ruhnya

Menampilkan kegiatan pendahuluan,


inti,danpenutupdenganjelas

110

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015


HasilPenelaahandan Skor
No

KomponenRencanaPelaksanaanPembelajaran

2.

Kesesuaiankegiatan
denganpendekatansaintifik(mengamati,menan
ya, mengumpulkaninformasi,mengasosiasikan
informasi,mengkomunikasikan)
Kesesuaiandengan
metodepembelajaran
Kesesuaiankegiatandengansistematika/kerunt
utanmateri
Kesesuaianalokasi
waktukegiatanpendahuluan, kegiatan inti
dankegiatan penutupdengancakupanmateri
RancanganPenilaianPembelajaran
TidakSe SesuaiSe SesuaiSelu
suai
bagian
ruhnya
Kesesuaianbentuk,teknikdaninstrumendengan
indikator pencapaiankompetensi
Kesesuaianantara bentuk,teknik
daninstrumenPenilaianSikap
Kesesuaianantara bentuk,teknik
daninstrumenPenilaian Pengetahuan
Kesesuaianantara bentuk,teknik dan
instrumenPenilaian Keterampilan

3
4.
5.

K.
1
2.
3.
4.

Catatan
revisi

Jumlah Skor
Masukan terhadapRPPsecaraumum
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
...............................

111

Materi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SMK 2015

R-B3.1
RUBRIK PENILAIAN TELAAH RPP
RubrikPenilaianRPPinidigunakanpesertapadasaatpenelaahanRPPpesertalaindandigunakan
fasilitatoruntukmenilai RPPyang disusunolehmasing-masingpeserta.Selanjutnyanilai RPP dimasukan
kedalamnilai portofoliopeserta.
Langkah-langkahpenilaianRPPsebagaiberikut:
1. Cermati formatpenilaianRPPdanRPPyangakandinilai;
2. Berikannilai padasetiapkomponen RPPdengancaramembubuhkantanda cek ()pada kolom
pilihan(skor=1),(skor=2),atau(skor= 3)sesuai denganpenilaianAndaterhadapRPP
yangditelaahataudinilai;
3. Berikancatatankhususatausaranperbaikan perencanaan pembelajaran;
4. Setelahselesai penilaian, hitungjumlahskoryangdiperoleh; dan
5. TentukanNilai menggunakanrumus di bawah ini.

Nilai =

Skor yang diperoleh


x4 = ______
36 X 3

PERINGKAT
AmatBaik(AB)

NILAI
3,51<AB4,00

Baik(B)

2,85<B3,50

Cukup(C)

1,85<C2,84

Kurang(K)

1,8

112

LK-B3.2

3.3.

Lembar Kerja Penyusunan RPP

Buatlah RPP seperti yang telah dipelajari sesuai ketentuan


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
SatuanPendidikan
Kelas/Semester
Mata Pelajaran
AlokasiWaktu
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

:
:
:
:

Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Indikator
Tujuan Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran
Alat, Bahan, Media, dan Sumber Belajar
Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan

Alokasi
Waktu

DeskripsiKegiatan

Pendahuluan
Kegiatan Inti

Penutup

H. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Sikap
Instrumen dan Rubrik Penilaian, IndikatorPenilaianSikap.
2. Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi dan Soal, Opsi Jawaban, Instrumen dan Rubrik Penilaian
3. Penilaian Keterampilan
Instrumen dan Rubrik Penilaian Eksperimen di Laboratorium ........
Mengetahui,
Kepala SMK ....

..............................

...................., .... ................... 2015


Guru Mapel,

..............................
117

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

HO-B4

4.

Pelaporan Penilaian Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran


Instalasi Motor Listrik
a.

Pengertian

Administrasi dan pelaporan hasil belajar adalah aktivitas mengadministrasikan seluruh data
hasil belajar peserta didik dengan cara-cara yang dapat memudahkan penyimpanan,
memeriksa, dan melaporkan data tersebut sesuai dengan tujuan masing-masing aktivitas.
Ada tiga pihak utama yang menjadi pengguna laporan hasil belajar. Yang pertama adalah
peserta didik, berikutnya adalah orang tua, dan yang terakhir adalah masyarakat luas.
DU/DI yang ingin mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh lulusan SMK yang ingin bekerja
diperusahaannya, pemberi bea siswa yang menyeleksi para peserta didik terbaik,
masyarakat dan pemangku kebijakan yang ingin mengetahui kualitas suatu satuan
pendidikan, dapat memanfaatkan pelaporan hasil belajar.

b.

Tujuan

Pelaporan hasil pembelajaran peserta didik dimaksudkan untuk:


1) mencatat, menyimpan, dan memelihara data hasil belajar peserta didik secara cermat,
akurat, aman, dan mudah digunakan;
2) menyediakan informasi tentang kemajuan dan prestasi hasil belajar bagi kepentingan
pembinanan dan pengembangan peserta didik dalam bentuk/format yang sesuai
dengan kepentingannya;
3) menginformasikan kemajuan dan prestasi hasil belajar peserta didik kepada pihak-pihak
yang berkepentingan, sebagai bagian pertanggungjawaban sekolah dalam rangka
akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.

c. Diskripsi
1) Penilaian setiap kompetensi hasil pembelajaranmencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan dilakukan secara terpisah, karena karakternya berbeda.
Hasil pekerjaan peserta didik harus segera dianalisis untuk menentukan tingkat
pencapaian kompetensi yang diukur oleh instrumen tersebut sehingga diketahui apakah
seorang peserta didik memerlukan atau tidak memerlukan pembelajaran remedial atau
program pengayaan.
2) Pelaporan penilaian hasil pembelajaran dalam Kurikulum 2013 menggunakan skala skor
penilaian 4,00 - 1,00 dalam menyekor pekerjaan peserta didik untuk setiap kegiatan
penilaian (ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, tugas-tugas,
ujian sekolah).
3) Penilaian kompetensi hasil belajar mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang dilakukan dapat secara terpisah tetapi dapat juga melalui suatu
kegiatan atau peristiwa penilaian dengan instrumen penilaian yang sama.

118

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


4) Untuk masing-masing ranah (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) digunakan
penyekoran dan pemberian predikat yang berbeda.
Tabel B4.1.Tabel Skor dan Predikat Hasil Belajar Untuk Setiap Ranah
Sikap

Pengetahuan

Modus

Predikat

Skor Rerata

Huruf

4,00

SB
(Sangat Baik)

3,00

B (Baik)

2,00

C (Cukup)

1,00

K (Kurang)

3,85 4,00
3,51 3,84
3,18 3,50
2,85 3,17
2,51 2,84
2,18 2,50
1,85 2,17
1,51 1,84
1,18 1,50
1,00 1,17

A
AB+
B
BC+
C
CD+
D

Keterampilan
Capaian
Optimum
3,85 4,00
3,51 3,84
3,18 3,50
2,85 3,17
2,51 2,84
2,18 2,50
1,85 2,17
1,51 1,84
1,18 1,50
1,00 1,17

Huruf
A
AB+
B
BC+
C
CD+
D

5) Hasil penilaian didokumentasikan dalam berbagai bentuk, yaitu daftar nilai mata pelajaran,
laporan capaian kompetensi (rapor), leger, buku induk, ijazah.
a) Daftar Nilai Mata Pelajaran
Daftar nilai mata pelajaran digunakan untuk menghimpun nilai peserta didik per mata
pelajaran berdasarkan penilaian hasil pembelajaran yang telah dicapai oleh peserta
didik dari ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. Nilai hasil belajar
mencerminkan capaian kompetensi setiap peserta didik dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran dalam kurun waktu tertentu (semester) dan yang dapat peserta didik
tunjukkan setelah mengikuti proses pembelajaran.
Daftar nilaia mata pelajaran memuat penilaian hasil belajara yang telah dilakukan dan
dapat berupa nilai harian, nilai ulangan tengah semester dan nilai ulangan akhir
semester. Nilai akhir yang diperoleh untuk ranah sikap diambil dari nilai modus (nilai
yang terbanyak muncul). Nilai akhir untuk ranah pengetahuan diambil dari nilai rerata.
Nilai akhir untuk ranah keterampilan diambil dari rerata nilai optimal (nilai tertinggi
yang dicapai).
b) Leger
Leger merupakan buku yang berisi informasi pencapaian hasil belajar seluruh mata
pelejaran dari setiap peserta didik dalam satu rombogan belajar yang sama kelas, yang
memberi gambaran secara rinci tentang penguasaan kompetensi dan catatan pribadi
dalam satu tahun. Leger ini dimaksudkan untuk merekam perkembangan kemajuan
belajar peserta didik dalam satu kelas.

119

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


c) Laporan Capaian Kompetensi (Rapor)
Laporan Capaian Kompetensi (rapor) berisi informasi hasil belajar peserta didik yang
memberi gambaran secara rinci tentang pencapaian kompetensi pada tahap waktu
pembelajaran tertentu.
d) Ijazah
Ijazah merupakan keterangan pengakuan penyelesaian suatu jenjang pendidikan dan
sekaligus tanda kelulusan yang diberikan setelah peserta didik menyelesaikan seluruh
program pendidikan jenjang SMK dan lulus ujian yang diselenggarakan pada akhir
pendidikan. Ijazah dimaksudkan untuk memberikan pengakuan bahwa yang
bersangkutan telah menyelesaikan program dan lulus jenjang pendidikan SMK.
e) Buku Induk
Buku induk merupakan kumpulan daftar nama peserta didik sepanjang masa
pendidikan pada satuan pendidikan yang diurutkan sesuai dengan nomor induknya.
Catatan dalam buku induk harus lengkap meliputi data dan identitas siswa lengkap
dengan photonya, dan dalam buku induk juga ditampilkan data pelaporan penilaian
hasil belajar peserta didik (daftar nilai raport) dari tahun ketahun selama peserta didik
tersebut belajar di satuan pendidikan.

d. Bentuk Pelaporan Penilaian Hasil Belajar


1) Daftar Nilai Mata Pelajaran
Daftar nilai mata pelajaran memuat nilai setiap mata pelajaran yang dibuat oleh
pendidik yang mengampu mata pelajaran tersebut. Daftar nilai mata pelajaran memuat
seluruh hasil penilaian yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Nilai akhir
merupakan simpulan pengolahan dari seluruh penilaian hasil belajar setiap ranah.
Pembobotan Nilai ulangan harian, tengah semester dan akhir semester ditetapkan
masing-masing satuan pendidikan.

120

Contoh: Daftar nilai mata pelajaran


DAFTAR NILAI MATA PELAJARAN
Sekolah
: SMK .......................
Mata Pelajaran : ..............................
Kelas/Semester : ..............................

Nama Guru
: ...................
Tahun Pelajaran
: ...................

Nilai Pengetahuan
Bobot

3 dst

UAS

Nilai Raport
UTS

Nilai Ulangan
Harian

Rerata UH

No

Nama
Peserta
Didik

Keterampilan

NA
(Rerata)

Pred

Nilai Proses

Nilai Raport

NA
3 dst (Rerata Pred 1
Optimum)

Nilai Sikap
Observasi

Ket.

Nilai Raport

dst

NA
Pred
(Modus)

121

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


2) Contoh Buku Leger
Buku leger memuat nilai akhir setiap mata pelajaran , dikelola oleh wali kelas. Berikut contoh fotmat buku leger
Sekolah
Kelas
Nama Wali Kelas

: SMK ..........
: .................
:
Mapel Kelompok A

P. Agama

Tahun Pelajaran : ........


Semester
: ........

PPKn

Dst.

Mapel Kelompok B

Mapel Kelompok C

Seni Budaya

Dasar Bidang
Kejuruan (C1)

Dst

No Nama
P

NA Pred NA Pred Pred NA Pred NA Pred Pred

NA Pred NA Pred Pred

P
NA

Pred NA

Kehadiran

Dst.
S
S

%
A hadir

Pengembangan
diri
PD
1

Predikat

Catatan
Prestasi
yang
Dicapai

Dst

Pred Pred

122

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


3) Rapor
Rapor merupakan bentuk pelaporan satuan pendidikan yang memuat hasil pencapaian kompetensi
dan/atau tingkat kompetensi kepada orangtua/wali peserta didik. Nilai capaian kompetensi dalam
rapor dituliskan ddalam bentuk kualitatif dan diskriptif.
Contoh Rapor :
LAPORAN CAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK
TAHUN PELAJARAN .................
Nama Sekolah
Alamat
Nama Siswa
Nomor Induk/NISN

No

:
:
:
:

Mata Pelajaran

Kelas
Semester
Tahun Pelajaran
Paket Keahlian
Pengetahuan
Nilai
Huruf

Keterampilan
Nilai
Huruf

:
:
:
: T.Ktlis
Sikap Sosial dan Spiritual
Dalam Mapel Antar Mapel

Kelompok A (Umum)
1
Pendidikan Agama
dan Budi Pekerti
(Nama guru)
2
Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan
(Nama guru)
3
Bahasa Indonesia
(Nama guru)
4
Matematika
(Nama guru)
5
Sejarah Indonesia
(Nama guru)
6
Bahasa Inggris
(Nama guru)
Kelompok B (Umum)
1
Seni Budaya
(Nama guru)
2
Prakarya dan
Kewirausahaan (Nama
guru
3
Pendidikan Jasmani,
Olahraga, dan
Kesehatan
(Nama guru)
Kelompok C (Peminatan)
I. Dasar Bidang Keahlian ( C1)

123

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

No
1
2
3

Mata Pelajaran

Pengetahuan
Nilai
Huruf

Keterampilan
Nilai
Huruf

Sikap Sosial dan Spiritual


Dalam Mapel Antar Mapel

Fisika
(Nama guru)
Kimia
(Nama guru)
Gambar Teknik
(Nama guru)

II. Dasar Program Keahlian ( C2 )


1
Simulasi Digital
(Nama guru)
2
Dasar Dan Pengukuran
Listrik
(Nama guru)
3
Pekerjaan Dasar Dan
Elektromekanik
III. Paket Keahlian ( C3 )
Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
1
Penggerak Mula
2
Generator
3
Instrumen Dan
Kontrol
Pembangkit
Teknik Jaringan Tenaga Listrik
1
Jaringan
Transmissi
Tenaga Listrik
2
Jaringan
Distribusi Tenaga
Listrik
3
Gardu Induk
4
Proteksi Jaringan
Tenaga Listrik
Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik
1
Instalasi Penerangan
Listrik
2
Instalasi Tenaga Listrik
3

Instalasi Motor Listrik


Otomasi Industri
1
Piranti Sensor &
Aktuator
2
Sistem Kontrol
Elektromekanik &

124

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

No

Mata Pelajaran

Pengetahuan
Nilai
Huruf

Keterampilan
Nilai
Huruf

Sikap Sosial dan Spiritual


Dalam Mapel Antar Mapel

Elektronik
3

Sistem Kontrol
Elektropnumatik

Sistem Kontrol
Terprogram
Teknik Pendingin Dan Tata Udara
1
Sistem dan Instalasi
Refrigerasi
2
Sistem dan Instalasi Tata
Udara
3
Kontrol Refrigerasi dan
Tata Udara
Orang Tua/Wali,

Wali Kelas,

--------------------------------

--------------------------------------------

125

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

Diskripsi
No.
Mata Pelajaran
Kelompok A (Umum)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
(Nama guru)
2

Pendidikan Pancasila dan


Kewarganegaraan
(Nama guru)

Bahasa Indonesia (Nama guru)

Matematika (Nama guru)

Sejarah Indonesia (Nama guru)

Bahasa Inggris (Nama guru)

Kelompok B (Umum)
1
Seni Budaya (Nama guru)

Prakarya dan Kewirausahaan (Nama


guru)

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan


Kesehatan
(Nama guru )

Kelompok C (Peminatan)
I. Dasar Bidang Keahlian
1
Fisika (Nama guru)

Kimia (Nama guru)

Kompetensi

Catatan

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan

126

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


No.
3

Mata Pelajaran
Gambar Teknik (Nama guru)

Kompetensi
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampian

Catatan

II. Dasar Program Keahlian


1

Simulasi Digital

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Dasar Dan Pengukuran Listrik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Pekerjaan Dasar Elektromekanik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

III. Paket Keahlian


Pembangkit Tenaga Listrik
1

Penggerak Mula

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Generator

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Instrumentasi dan Kontrol


Pembangkitan

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Teknik Jaringan Tenaga Listrik


1

Jaringan Transmisi Tenaga Listrik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Jaringan Distribusi Tenaga Listrik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Gardu Induk

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Proteksi Jaringan Tenaga Listrik

Sikap sosial dan spiritual

127

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


No.

Mata Pelajaran

Kompetensi

Catatan

Pengetahuan
Keterampian
Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
1

Instalasi Penerangan Listrik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Instalasi Tenaga Listrik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Instalasi Motor Listrik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Teknik Otomasi Listrik


1

Piranti Sensor & Aktuator

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Sistem Kontrol Elektromekanik &


Elektronik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Sistem Kontrol
Elektropnumatik

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Sistem Kontrol Terprogram

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Teknik Pendingin Dan Tata Udara


1

Sistem dan Instalasi Refrigerasi

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Sistem dan Instalasi Tata Udara

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

Kontrol Refrigerasi dan Tata Udara

Sikap sosial dan spiritual


Pengetahuan
Keterampian

128

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

Orang Tua/Wali,

--------------------------------

Wali Kelas,

--------------------------------------------

4) Buku Induk
Nilai rapor dijadikan lampiran pada buku induk sekolah, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat
seluruh peserta didik yang pernah dan yang sedang mengikuti pelajaran di satuan pendidikan.
Catatan dalam buku induk meliputi: nomor induk/NISN, jenis kelamin, nama, alamat orang tua,
agama, pekerjaan orang tua, dan keterangan lain-lainnya yang diperlukan sebagai data-base dalam
administrasi peserta didik.
5) Ijazah
Ketika lulus dari satuan pendidikan peserta didik akan menerima ijazah, yaitu pengakuan dari satuan
pendidikan bahwa peserta didik tersebut telah mengikuti pembelajaran selama 3 tahun dan memiliki
nilai rapor dari semester 1 (satu) sampai dengan 6 (enam) dengan kompetensi yang diakui oleh
DU/DI. Nilai yang tercantum pada ijazah merupakan hasil pengolahan nilai rapor dan nilai ujian
sekolah.
Setiap ijazah yang diterbitkan harus disimpan dengan aman copynya sebagai arsip oleh satuan
pendidikan yang menerbitkannya. Jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti ijazah hilang,
terkena bencana alam (banjir, kebakaran, dll) pada alumni maka satuan pendidikan menerbitkan
surat keterangan berdasarkan arsip yang dimiliki.

129

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

LK-B4.1

4.1.

Lembar Kerja Pelaporan Penilaian Hasil Pembelajaran

a. Tujuan:
1) Mengolah hasil penilaian secara kualitatif dan deskriptif
2) Melaporkan penilaian hasil belajar.
b. Langkah Kerja:
1) Cermati Permendikbud Nomor 104 tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik
2) Cermati data penilaian hasil pembelajaran
3) Lakukan pengolahan data secara kuantitatif dan tentukan Nilai Akhir. Nilai akhir
pengetahuan merupakan rerata nilai ranah pengetahuan, nilai akhir keterampilan merupakan
rerata nilai optimum ranah ketrampilan, nilai sikap merupakan modul dari aspek ranah sikap.
4) Data Penilaian Hasil Pembelajaran.
Mata Pelajaran
: Instalasi Motor Listrik
Kelas/Semester
: XI/3
Nama Siswa
:

No.

Kompetensi Pengetahuan

Nilai

No.

Kompetensi Keterampilan

1.

UH-KD 3.1.Menentukan Sistem dan


Komponen Instalasi Kontrol Motor
Non Programmable Logic Control

3,30

1.

2.

UH-KD 3.2.Menentukan
Pemasangan Instalasi Kontrol
Motor Non Programmable Logic
Control ( Non PLC )
Ulangan Tengah Semester
UH-KD 3.3.Menentukan Sistem Dan
Komponen Kontrol Motor Non PLC
Berbasis Elektronik.

4,00

2.

3,50
2,90

3.

2,90

Rerata Nilai Optimum


Deskripsi

3.
4.

5.
Ulangan Akhir Semester
Rerata Nilai
Deskripsi

KD-4.1. Memeriksa Sistem Dan


Komponen Instalasi Kontrol
Motor Non Programmable Logic
Control.
KD-4.2.Memasang Instalasi
Kontrol Motor Non Programmable
Logic Control ( Non PLC ) Berbasis
Elektronik
KD-4.3.Memeriksa sistem dan
komponen instalasi kontrol motor
non programmable logic control
(Non PLC) berbasis elektronik

Nilai
Optimum
3,00

4,00

3,00

5) Tentukan Nilai Akhir ranah pengetahuan dan keterampilan tersebut dan deskripsikan.

130

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

DAFTAR NILAI MATA PELAJARAN


Sekolah
: SMK Bisa
Mata Pelajaran : Instalasi Motor Listrik.
Kelas/Semester : XI/3

Nama Guru
: Jat
Tahun Pelajaran: 2014/2015

1
1

3 dst

Keterampilan

Nilai Raport

Nilai Proses

Nilai Raport

Nilai Sikap

Observasi

Nilai Raport
Ket.

UAS

Nilai Ulangan
Harian

UTS

No

Nama
Peserta
Didik

Rerata UH

Nilai Pengetahuan
Bobot

NA
Pred 1
(Rerata)

3 dst

NA
(Rerata Pred 1
Optimum)

dst

NA
Pred
(Modus)

Badarudin

Keterangan :
*) Dalam kasus ini nilai ulangan harian, tengah semester dan akhir semester diberikan bobot yang sama,
satuan pendidikan dapat menentukan sistem pembobotan.

131

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

5. Penyusunan Program Tahunan Dan Program Semester

HO-B5

a. Pengertian
Program tahunan merupakan rancangan garis besar pembelajaran selama satu tahun disusun
berdasarkan kalender pendidikan yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan setempat. Sedangkan
program Semester merupakan rencana pelaksanaan program belajar mengajar selama satu
semester yang disusun oleh guru sebelum menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Program semester menggambarkan urutan pembelajaran, materi pembelajaran dan alokasi waktu
untuk setiap materi pembelajaran selama 1 semester. Penyusunan Program semester mengacu
pada kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Kalender pendidikan
sangat diperlukan oleh guru terutama untuk menghitung minggu efektif.
Permulaan tahun ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun ajaran
pada setiap satuan pendidikan.
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun ajaran pada
setiap satuan pendidikan.
Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu yang meliputi jumlah
jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk
kegiatan lain yang dianggap penting oleh satuan pendidikan, yang pengaturannya disesuaikan
dengan keadaan dan kondisi daerah.
b.

Fungsi Program Tahunan dan Program Semester


1) Program Tahunan berfungsi untuk :
a) Menghitung jumlah minggu efektif ;
b) Sebagai dasar dalam membuat program semester;
c) Memetakan materi pembelajaran yang akan dipelajarai dalam 1 tahun berdasarkan
rumusan KD;
d) Menginformasikan kepada peserta didik pokok materi yang akan dibahas per tahunan;
e) Sebagai acuan dalam pelaksanaan supervisi pencapaian target pembelajaran bagi kepala
sekolah;
f) Sinkronisasi antara KD dan alokasi waktu yang tertuang pada kalender pendidikan.
g) Menata urutan belajar yang akan dilakukan sesuai dengan hirarkhi belajar dalam 1 tahun
pembelajaran.
2) Program semester berfungsi untuk:
a) Memetakan materi pembelajaran yang akan dipelajarai dalam 1 semester berdasarkan
rumusan KD.
b) Sinkronisasi antara KD dan alokasi waktu yang tertuang pada kalender pendidikan.
c) Bahan acuan guru yang perlu disampaikan kepada peserta didik di awal pembelajaran
(sebagai grand desain pembelajaran).
d) Menata urutan belajar yang akan dilakukan sesuai dengan hirarkhi belajar .
e) Mengetahui jumlah RPP per semester yang harus disusun oleh guru.

132

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


f) Menginformasikan kepada peserta didik pokok materi yang akan dibahas per
semester/tahunan.
g) Menginformasikan kepada proses penilaian yang akan dilakukan untuk setiap materi
pembelajaran / KD/ semester/tahunan.
h) Supervisi pencapaian target pembelajaran bagi kepala sekolah.
i) Menentukan tindakan perbaikan dari hasil temuan supervisi.
c. Perhitungan Minggu Efektif/Semester
Perhitungan minggu efektif pembelajaran per semester atau per tahun mengikuti kalender
pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Kalender pendidikan merupakan
pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang
mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari
libur.
1. PengaturanWaktuBelajarEfektif

a)

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun
ajaranpadasetiapsatuanpendidikan,

b) Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap Minggu yang meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah
jumlah jam untuk kegiatan lain yang dianggap penting oleh satuan pendidikan, yang
pengaturannya disesuaikan dengan keadaan dan kondisi daerah.
2.

Pengaturan Waktu Libur


Penetapan waktu libur dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku tentang
hari
libur,
baik
nasional
maupundaerah.
Waktuliburdapatberbentukjedatengahsemester,jedaantarsemester,liburakhirtahunajaran,h
ariliburkeagamaan,hariliburumumtermasukhari-haribesarnasional,danhariliburkhusus.
Alokasiwaktu minggu efektif belajar, waktu libur, dankegiatanlainnya terkait kalender
pendidikan terterapada Tabel 1 berikut.
Tabel B5.1:Alokasi Waktu padaKalender Pendidikan
NO
1.

KEGIATAN
ALOKASI WAKTU
Mingguefektifbelajar Minimal36minggu
regulersetiaptahun
(X-XI)

2.

Mingguefektifsemes Minimal18minggu
terganjiltahunterakh
irsetiapsatuan
pendidikan(XII)

KETERANGAN
Digunakan
untukkegiatanpembelajaranefek
tifpadasetiapsatuan pendidikan

133

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

NO
3.

KEGIATAN
ALOKASI WAKTU
Mingguefektifsemes Minimal14minggu
tergenap
tahunterakhirsetiaps
atuan
pendidikan(XII)

4.

Jeda
tengahsemester
Jedaantarsemester

5.

KETERANGAN

Maksimal2minggu

Satuminggusetiap semester

Maksimal2minggu

Antara semester I dan II

6.

Liburakhirtahunajara Maksimal3minggu
n

Digunakan
untukpenyiapankegiatandanad
ministrasiakhir
danawaltahunajaran
Daerah
khusus yang
memerlukan libur keagamaan
lebih panjang dapat
mengaturnya sendiri tanpa
mengurangi jumlah Minggu
efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif

7.

Hariliburkeagamaan

Maksimal4minggu

8.

Hariliburumum/nasi
onal

Maksimal2minggu

Disesuaikan
denganPeraturanPemerintah

9.

Hariliburkhusus

Maksimal1minggu

10.

Kegiatankhusus
stuanpendidikan

Maksimal3minggu

Untuksatuan pendidikan
sesuaidengancirikekhususanmas
ing-masing
Digunakan untuk kegiatan yang
diprogramkan secara khusus
oleh satuan pendidikan tanpa
mengurangi
jumlahMingguefektifbelajardan
waktupembelajaranefektif

Berdasarkan kalender pendidikan yang diperoleh dari Dinas Pendidikan setempat, guru menghitung
jumlah minggu efektif di setiap semester, sehingga dapat diketahui jumlah minggu efektif dan
minggu libur di setiap bulan, Contoh perhitungannya dapat dilihat pada Table 2 berikut.

134

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015


UNTUK TA/RA/BA/TKLB, SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK DAN YANG SEDERAJAT
JULI 2014

M
S
S
R
K
J
S

1
2
3
4
5

AGUSTUS 2014

13

20

27

10

17

24

14

21

28

11

18

25

15

22

29

12

19

26

16

23

30

13

20

27

10

17

24

31

14

21

11

18

25

15

12

19

26

16

JANUARI 2015

M
S
S
R
K
J
S

1
2
3

SEPTEMBER 2014
31

OKTOBER 2014

NOVEMBER 2014

14

21

29

12

19

26

16

23

15

22

29

13

20

27

10

17

24

16

23

30

14

21

28

11

18

25

10

17

24

15

22

29

12

19

26

28

11

18

25

16

23

30

13

20

27

22

29

12

19

26

10

17

24

31

14

21

28

23

30

13

20

27

11

18

25

15

22

29

PEBRUARI 2015

MARET 2015

APRIL 2015

M E I 2015

11

18

25

15

22

15

22

29

12

19

26

10

17

24

12

19

26

16

23

16

23

30

13

20

27

11

18

25

13

20

27

10

17

24

10

17

24

31

14

21

28

12

19

26

14

21

28

11

18

25

11

18

25

15

22

29

13

20

27

15

22

29

12

19

26

12

19

26

16

23

30

14

21

28

16

23

30

13

20

27

13

20

27

10

17

24

15

22

29

10

17

24

31

14

21

28

14

21

28

11

18

25

16

23

30

19

26

JULI 2015

12

S
S
R
K
J
S

Libur Semester I

: 10 hari ( 22 Desember 2014 s.d 2 Januari 2015)

Hari Efektif Sekolah :

13

20

27

Libur Semester II

: 18 hari (22 Juni s.d. 12 Juli 2013)

Semester I

14

21

28

Libur Hari Besar

Semester II

1
2

15

22

29

Kegiatan Hari Belajar Efektif Fakultatif

Hari belajar Ef

16

23

30

Libur Permulaan Puasa/Puasa dan sekitar Hari Raya

10

17

24

31

11

18

25

135

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

Libur Hari Besar


28-29 Juli 2014
17 Agustus 2014
5 Oktober 2014
25 Oktober 2014
25 Desember 2014

:
:
:
:
:

Hari Raya Idul Fitri 1435 H


Proklamasi Kemerdekaan RI
Hari Raya Idhul Adha 1435 H
Tahun Baru Hijriah 1436 H
Hari Raya Natal

1 Januari 2015
3 Januari 2015
31 Januari 2015
21 Maret 2015
3 April 2015

: Tahun Baru Masehi


: Maulid Nabi Muhammad SAW
: Tahun Baru Imlek 2566
: Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1937
: Wafat Isa Al-Masih

3 Mei 2015
14 Mei 2015
15 Mei 2015

CATATAN :
1. Hari Libur PILKADA menyesuaikan jadwal PILKADA di Kabupaten/Kota

136

:
:
:

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


d. Contoh Penyusunan Program Tahunan dan Program Semesteran
1) Program Tahunan
Program tahunan dibuat berdasarkan mata pelajaran, kelas, jumlah jam per minggu, dan hari
dimana mata pelajaran tersebut diajarkan selama satu tahun.
Program tahunan memuat bulan, jumlah minggu dalam satu tahun, total libur, dan jumlah
minggu efektif.
Program tahunan dibuat berdasarkan mata pelajaran, kelas, jumlah jam per minggu, dan hari
dimana mata pelajaran tersebut diajarkan selama satu tahun.
Program tahunan memuat bulan, jumlah minggu dalam satu tahun, total libur, dan jumlah
minggu efektif.
Tabel B5.2 Perhitungan Jumlah Minggu Efektif per tahun dan per semester
(contoh tahun 2014/2015)
Misal :
Mata Pelajaran
: Instalasi Motor Listrik
Kelas
: XI
Jumlah jam
: 4 JP per minggu
Hari belajar
: Senin
Program Satu Tahun
Bulan

Jumlah Minggu Dalam Satu Tahun


Total

Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
Januari
Pebruari
Maret
April
Mei
Juni
Jumlah

Libur

Efektif

4
5
4
4
5
4
4
4
5
4
4
5

3
2
0
0
0
2
0
0
1
2
2
3

1
3
4
3
5
2
4
4
4
2
2
2

52

15

37

Dari Program satu tahun kemudian ditutunkan menjadi program setiap semester, yaitu
semester ganjil dan semester genap.

137

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

2) Program Semester
Program semster dibuat berdasarkan mata pelajaran, kelas, jumlah jam per minggu, dan hari
dimana mata pelajaran tersebut diajarkan selama satu semester, yang terdiri dari semester
ganjil dan semester genap.
Program semester memuat bulan, jumlah minggu dalam satu tahun, total libur, dan jumlah
minggu efektif.
Tabel B5. 3. Perhitungan Jumlah Minggu Efektif per semester (contoh tahun 2014/2015)
Bulan

JUMLAH MINGGU /SEMESTER 1


Total
Libur
Efektif

Bulan

JUMLAH MINGGU /SEMESTER 2


Total Libur
Efektif

Juli

Januari

Agustus

Pebruari

September
Oktober

4
4

0
0

4
4

5
4

1
2

4
2

Nopember

Maret
April
Mei

Desember
Jumlah

Juni
Jumlah

5
26

2
18

2
26

2
7

19

Berdasarkan hasil perhitungan minggu efektif yang tertera pada Tabel 2, jumlah minggu efektif
semester ganjil adalah 19 minggu, dan semester genap adalah 18 minggu. Jumlah minggu efektif
hasil perhitungan selanjutnya akan digunakan untuk menyusun program semester termasuk
didalamnya ulangan tengah semester (UTS) dan ulangan akhir semester (UAS). Setelah perhitungan
minggu efektif, guru perlu mengetahui beban belajar yang ada di setiap semester/tahun.
3) Perhitungan Beban Belajar
Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu,
satu semester, dan satu tahun pembelajaran. Pengaturan beban belajar di SMK diatur sebagai
berikut:
1. Beban belajar di SMK/MAK dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu. Beban belajar satu
minggu adalah minimal 48 jam pelajaran, @ 45 menit.
2. Beban belajar di Kelas X dan XI dalam satu semester minimal 18 minggu.
3. Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil minimal 18 minggu
4. Beban belajar di kelas XII pada semester genap minimal 14 minggu.
Untuk menghitung beban belajar per KD akan dijelaskan pada langkah-langkah penyusunan
program semester berikut.

138

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


4) Langkah-langkah penyusunan program Tahunan dan Program Semester
a. Menghitung jumlah minggu efektif berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh
dinas setempat. Lihat cara perhitungan minggu efektif yang telah diuraikan diatas.
b. Melakukan analisis program Tahunan dan semester dengan menggunakan format yang
tertuang pada Table 3 berikut. Pengisian komponen-komponan yang tertuang pada Tabel 3,
perlu memperhatikan silabus dari masing-masing mata pelajaran.
Tabel B5.4. Format Analisis Program Tahunan.
KI-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah
KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif
dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

No

Kompetensi Dasar
3.1.
Menentukan
sistem dan komponen
instalasi control motor
non programmable
logic control (Non PLC).

Jam/
Pertemuan

Jumlah
Pertemuan

Total
Kebutuhan
Jam (Jp)

4 jp

7 kali
pertemuan

28 jp

3.3.
Menentukan
4 jp
pemasangan instalasi
kontrol motor non
programmable
logic
control
(Non
PLC)
berbasis
elektromekanik

6 kali
pertemuan

24 jp

Tempat Pembelajaran
(industri, sekolah)

4.1
Memeriksa
sistem dan komponen
instalai control motor
non programmable
logic control (Non PLC).

4.2.
Memasang
instalasi kontrol motor

139

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


non
programmable
logic
control
(Non
PLC)berbasis
elektromekanik
3.5.
Menentukan
sistem dan komponen
instalasi kontrol motor
non programmable
logic control (Non PLC)
berbasis elektronik

4 jp

6 kali
pertemuan

4 jp

6 kali
pertemuan

4 jp

6 kali
pertemuan

24 jp

4.3.
Memeriksa
sistem dan komponen
instalasi kontrol motor
non programmable
logic control (Non PLC)
berbasis elektronik
3.6.
Menentukan
pemasangan instalasi
kontrol motor non
programmable
logic
control
(Non
PLC)
berbasis elektronik
4.4. Memasang instalas
kontrol motor non
programmable
logic
control
(Non
PLC)
berbasis elektronik
3.5. Menafsirkan
gambar kerja
pemasangan
komponen dan sirkit
motor kontrol non
programmable logic
control (Non
PLC).berbasis
elektromekanik

24 jp

24 jp

3.5. Menyajikan gambar


kerja pemasangan
komponen dan sirkit
motor kontrol non
programmable logic
control (Non
PLC).berbasis

140

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


elektromekanik
3.6. Menafsirkan
gambar kerja instalasi
kontrol non
programmable logic
control (Non PLC)
Berbasis elektronik

4 jp

6 kali
pertemuan

24 jp

4.6. Menyajikan gambar


kerja instalai kontrol
motor
non
programmable
logic
control
berbasis
elektronik
Dari hasil analisis Program tahunan kemudian dibuat menjadi program semester, seperti pada
tabel berikut.
TabelB5.5. Format Analisis Program Semester.
a. Semester ganjil :
Berdasarkan analisis program tahunan jumlah pertemuan yang diperlukan sampai KD ke 3
sebanyak 20 kali, sedangkan dalam 1 semester minggu efektif yang tersedia hanya 19 minggu,
maka harus dianalisis kembali KD dan atau materi yang bisa disesuaikan dengan jumlah jam
pembelajaran yang tersedia.

No

Kompetensi Dasar

Materi

JP

Jumlah
Pertemuan

3.1. Menentukan
sistem dan
komponen instalasi
control motor non
programmable
logic control (Non
PLC).

g)Karakteristik
motor induksi.
h)
Struktur
pengasutan
motor induksi.
i) Pengaman
motor induksi
j) Koordinasi
gawai
pengaman.
k) Sistem kendali
elektromekani
k untuk mula
jalan motor
(motor

4
JP

7 kali
pertemuan

4.1 Memeriksa sistem


dan komponen
instalai control
motor non
programmable
logic control (Non
PLC).

Total
Jam (Jp)

Tempat
Pembelajaran
(industri,
sekolah)

28 jp
(disesuaikan
dengan
pembelaja
ran pilihan
jenis buah
yang
diolah)

141

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


starting).
l) Pengasutan
motor induksi.
m)
Sifat
mekanikal
motor induksi.
n)
Panel
kontrol motor
(diambil dari
analisis KI-KD)
3.2. Menentukan
pemasangan
instalasi
kontrol
motor
non
programmable
logic control (Non
PLC)
berbasis
elektromekanik

4 jp

6 kali
pertemuan

24 jp

4.2. Memasang
instalasi kontrol
motor
non
programmable
logic control (Non
PLC)berbasis
elektromekanik
3.3. Menentukan
sistem dan
komponen instalasi
kontrol motor non
programmable
logic control (Non
PLC) berbasis
elektronik

4 jp

6 kali
pertemuan

24 jp

4.3. Memeriksa sistem


dan komponen
instalasi kontrol
motor non
programmable
logic control (Non
PLC) berbasis
elektronik
Jumlah

19 kali
pertemuan

142

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

b. Program semester genap :


No

Kompetensi Dasar

3.4.
Menentukan
pemasangan instalasi
kontrol motor non
programmable
logic
control
(Non
PLC)
berbasis elektronik
4.4. Memasang instalas
kontrol motor non
programmable
logic
control
(Non
PLC)
berbasis elektronik
3.5. Menafsirkan
gambar kerja
pemasangan
komponen dan sirkit
motor kontrol non
programmable logic
control (Non
PLC).berbasis
elektromekanik

Materi

JP

Jumlah
Pertemuan

Total
Jam (Jp)

4 jp

6 kali
pertemuan

24 jp

4 jp

6 kali
pertemuan

24 jp

4 jp

5 kali
pertemuan

20 jp

Tempat
Pembelajaran
(industri,
sekolah)

4.5. Menyajikan gambar


kerja pemasangan
komponen dan sirkit
motor kontrol non
programmable logic
control (Non
PLC).berbasis
elektromekanik
3.6. Menafsirkan
gambar kerja instalasi
kontrol non
programmable logic
control (Non PLC)
Berbasis elektronik
4.6. Menyajikan gambar
kerja instalai kontrol

143

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


motor
non
programmable
logic
control
berbasis
elektronik
Jumlah

17 kali
pertemuan

144

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


Setelah dilakukan hasil analisis program tahunan, selanjutnya dimasukkan pada format program tahunan seperti tertera berikut.
Tabel B5.6. Program Tahunan
No
1

KD
3.1.
Menentukan
sistem dan komponen
instalasi control motor
non programmable logic
control (Non PLC).

Juli

Agust

FebMaret

Keterangan

4.1
Memeriksa sistem
dan komponen instalai
control motor non
programmable logic
control (Non PLC).
2

3.2.
Menentukan
pemasangan
instalasi
kontrol
motor
non
programmable
logic
control (Non PLC) berbasis
elektromekanik
4.2.
Memasang
instalasi kontrol motor
non programmable logic
control (Non PLC)berbasis
elektromekanik

3.3.
Menentukan
sistem dan komponen
instalasi kontrol motor
non programmable logic

145

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


control (Non PLC) berbasis
elektronik
4.3.
Memeriksa sistem
dan komponen instalasi
kontrol motor non
programmable logic
control (Non PLC) berbasis
elektronik
4

3.4.
Menentukan
pemasangan
instalasi
kontrol
motor
non
programmable
logic
control (Non PLC) berbasis
elektronik
4.4. Memasang instalas
kontrol
motor
non
programmable
logic
control (Non PLC) berbasis
elektronik
3.5. Menafsirkan gambar
kerja pemasangan
komponen dan sirkit
motor kontrol non
programmable logic
control (Non PLC).berbasis
elektromekanik
4.5. Menyajikan gambar
kerja pemasangan
komponen dan sirkit
motor kontrol non

146

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


programmable logic
control (Non PLC).berbasis
elektromekanik

3.6. Menafsirkan gambar


kerja instalasi kontrol non
programmable logic
control (Non PLC) Berbasis
elektronik
4.6. Menyajikan gambar
kerja
instalai
kontrol
motor non programmable
logic control berbasis
elektronik

Tabel B5.7. Program Semester Ganjil.


Minggu ke-

Hari, tanggal

Senin, 4 Agustus 2014

Senin, 11 Agustus 2014

Senin, 18 Agustus 2014

Senin, 27 Agustus 2014

Senin, September 2014

Senin, September 2014

Senin, September 2014

KD
3.1. Menentukan sistem dan komponen
instalasi control motor non
programmable logic control (Non
PLC).
4.1 Memeriksa sistem dan komponen
instalai control motor non
programmable logic control (Non
PLC).

Materi Pembelajaran
1.
2.
3.
4.
5.

Karakteristik motor induksi.


Struktur pengasutan motor induksi.
Pengaman motor induksi
Koordinasi gawai pengaman.
Sistem kendali elektromekanik untuk
mula jalan motor (motor starting).
6. Pengasutan motor induksi.
7. Sifat mekanikal motor induksi.
8. Panel kontrol motor
(diambil dari analisis KI-KD.3dan KD.4)

147

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


8

Senin, September 2014

Senin, Oktober 2014

10

Senin, Oktober 2014

11

Senin, Oktober 2014

12

Senin, Oktober 2014

14

Senin, Nopember 2014

15

Senin, Nopember 2014

16

Senin, Nopember 2014

17

Senin, Nopember 2014

18

Senin, Desember 2014

19

Senin, Desember 2014

148

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

LK-B5.1

5.2. Lembar Kerja Penyusunan Program Tahunan dan Program semester


Lakukan penyusunan program kerja tahuan dan semester seperti pada langkah-langkah berikut.
1. Perhitungan Jumlah Minggu Efektif per tahun dan per semester (contoh tahun 2014/2015)
Mata Pelajaran
: ..............................
Kelas
: ...............................
Jumlah jam
: ............................... per minggu
Hari belajar
: ................................
a. Program Satu Tahun
Bulan
Jumlah Minggu Dalam Satu Tahun
Total
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
Januari
Pebruari
Maret
April
Mei
Juni
Jumlah

Libur

Efektif

52

Dari Program satu tahun kemudian ditutunkan menjadi program setiap semester, yaitu semester
ganjil dan semester genap.
LK-B5.2
b. Program Semester
Bulan
JUMLAH MINGGU /SEMESTER 1
Bulan
JUMLAH MINGGU /SEMESTER 2
Total
Libur
Efektif
Total Libur
Efektif
Juli
Januari
Agustus
Pebruari
Maret
September
Oktober
April
Nopember
Mei
Juni
Desember
Jumlah
26
Jumlah
26

149

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015


2. Langkah-langkah penyusunan program Tahunan dan Program Semester
a. Format Analisis Program Tahunan.
KI-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan masalah
KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
No

Kompetensi Dasar

Jam/
Pertemuan

Jumlah
Pertemuan

b. Analisis Program Semester ganjil :


No
Kompetensi
Materi
JP
Dasar

Total
Kebutuhan
Jam (Jp)

Tempat Pembelajaran
(industri, sekolah)

Jumlah
Pertemuan

Total Jam
(Jp)

Tempat
Pembelajaran
(industri, sekolah)

Jumlah
Pertemuan

Total Jam
(Jp)

Tempat
Pembelajaran
(industri, sekolah)

c. Analisis Program semester genap :


No

Kompetensi
Dasar

Materi

JP

150

Materi Pelatihan Implementasi K-13 Bagi Guru SMK Tahun 2015

LK-B5.3

3. Program Tahunan
No
1
2
3
4
5
6

KD

Agust

Maret

Keterangan

151

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

LK-B5.4
4. Program Semester Ganjil.
Minggu keHari, tanggal
1

KD

Materi Pembelajaran

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
14
15
16
17
18
19
20

152

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

C. Materi Pelatihan 3: Penggunaan Buku


1. Panduan Analisis Penggunaan Buku

Siswa dan Buku Guru


2. Contoh Hasil Analisis Buku Siswa dan

Buku Guru
3. LK Analisis Penggunaan Buku Siswa

dan Buku Guru

153

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 3: PENGGUNAAN BUKU


Buku guru dan buku siswa merupakan salah satu sarana implementasi Kurikulum Tahun 2013 dalam
pembelajaran. Buku guru dan buku siswa telah disiapkan Pemerintah sesuai dengan Permendikbud
Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran (Buku Siswa) dan Buku Panduan Guru (Buku
Guru). Buku Guru merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang meliputi
persiapan, pelaksanaan, dan penilaian serta pedoman penggunaan buku siswa. Buku guru terdiri
dari dua bagian, yaitu petunjuk umum pembelajaran dan petunjuk khusus pelaksanaan pembelajaran
pada setiap bab sesuai dengan buku siswa.
Buku siswa merupakan buku sumber belajar bagi siswa/peserta didik yang memuat: Judul bab,
informasi kompetensi dasar yang sesuai dengan topik pada setiap bab. Pada setiap bab dilengkapi
dengan peta konsep, pengantar, bagian kegiatan siswa baik ekperimen maupun non eksperimen atau
diskusi, latihan soal, rangkuman, evaluasi, dan tugas bagi peserta didik. Pada materi pelatihan ini
Anda melakukan analisis penggunaan buku siswa dan buku guru.

Kompetensi yangingin dicapai:


1. Memahami isi materi, struktur, dan sistematika keilmuan materi pelajaran dan penilaian pada
buku siswa dan buku guru.
2. Menganalisis kesesuaian isi buku siswa dan buku guru dengan tuntutan SKL, KI, dan KD.
3. Menganalisis isi buku agar sesuai dengan KD (kedalaman dan keluasan) yang ada pada
Permendikbud.
4. Menganalisisibukusesuaidengankonteks lokal.
5. Mendeskripsikan kesesuaian isi buku siswa dan buku guru dengan pendekatan saintifik
danpenilaian autentik.
6. Memahami strategi penggunaan buku guru dan buku siswa pada perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaran.

Indikator
1. Menjelaskan isi materi, struktur, dan sistematika keilmuan materi pelajaran dan penilaian yang
terdapat dalam buku siswa
2. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku siswa dan buku guru dengan tuntutan SKL, KI, dan KD.
3. Menjelaskan kecukupan dan kedalaman materi pada buku guru dan buku siswa sesuai dengan
pasangan KD.
4. Mengidentifikasi konteks lokal yang dapat dimasukkan kedalam bahan ajar.
5. Menjelaskan kesesuaian isi buku guru dengan pendekatan saintifik dan penilaian autentik.
6. Menggunakan buku didalam pembelajaran.

154

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Langkah Kegiatan

Mengkaji isi materi


struktur, dan
sistematika keilmuan
dan penilaian dalam
buku siswa dan guru
secara berkelompok.

Menganalisis isi
buku siswa dan
buku guru.

Merevieu hasil
kegiatan analisis
buku guru dan buku
siswa

Mendiskusikan hasil
analisis untuk
membuat
rekomendasi
tentang penggunaan
buku guru dan buku
siswa

Mempresentasikan
hasil analisis buku
guru dan buku siswa
oleh masing-masing
kelompok

Diskusi kelompok menggunakan Lembar Kerja Analisis Buku Siswa

155

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

HO-C1

1. Panduan Analisis Penggunaan Buku Siswa


a. Konsep
Salah satu perubahan mendasar pada Kurikulum 2013 adalah buku, adapun konsep umum buku
kurikulum 2013 adalah sebagai berikut.
1. Mengacu pada kompetensi inti yang telah dirumuskan untuk kelas (dan kompetensi generik
untuk kelompok peminatan dimana buku tersebut ditulis).
2. Menjelaskan pengetahuan sebagai input kepada siswa untuk menghasilkan output berupa
keterampilan siswa dan bermuara pada pembentukan sikap siswa sebagai outcome
pembelajaran.
3. Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan
menyaji, termasuk pengumpulan dan pengolahan data hasil pengamatan/percobaan.
4. Mengajak siswa untuk menemukan konsep yang sedang dipelajari melalui deduksi [discovery
learning]. Siswa sebisa mungkin diajak untuk mencari tahu, bukan langsung diberi tahu.
5. Penilaian capaian pembelajaran dilakukan secara bertahap mulai review[ulasan],
exercise[latihan], problem solving[pemecahan masalah], challenge[tantangan yang
membutuhkan pemikiran mendalam], dan project[kegiatan bersama dalam memecahkan
permasalahan yang membutuhkan dukungan sumber lainnya].
6. Perlunya didahului dengan menuliskan rumusan masalahnya dengan jelas sebelum mencari cara
dan penyelesaiannya. Menekankan pada high order thinking (melalui rekonstruksi
permasalahan), dibiasakan membuat asumsi (terkait dengan permasalahan dengan informasi
yang tidak lengkap
7. Menekankan pentingnya proses bukan hasil melalui perumusan prosedur dalam pemecahan
masalah. Untuk matematika, sampai menekankan pentingnya algoritma pemecahan masalah.
8. Keterampilan tidak selalu dalam ranah abstrak, tetapi juga harus karya konkret dan dalam
bentuk tindakan nyata.

b. Deskripsi
Buku guru dan buku siswa merupakan salah satu sarana iImplementasi Kurikulum Tahun
2013 dalam pembelajaran. Buku Guru merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan
pembelajaran yang meliputi persiapan, pelaksanaan dan penilaian serta pedoman penggunaan
buku siswa. Buku guru terdiri dari dua bagian, yaitu petunjuk umum pembelajaran dan petunjuk
khusus pelaksanaan pembelajaran pada setiap bab sesuai dengan buku siswa. Buku siswa
merupakan buku sumber belajar bagi siswa/peserta didik yang memuat: Judul bab, informasi
kompetensi dasar yang sesuai dengan topik pada setiap bab. Pada setiap bab dilengkapi dengan
peta konsep, pengantar, bagian kegiatan siswa baik ekperimen maupun non eksperimen atau
diskusi, latihan soal, rangkuman, evaluasi, dan tugas bagi peserta didik.
Buku guru dan buku siswa telah disiapkan Pemerintah sesuai dengan Permendikbud no 71 Tahun
2013 tentang Buku Teks Pelajaran (Buku Siswa) dan Buku Panduan Guru (Buku Guru). Buku siswa
dan buku guru untuk mata pelajaran peminatan Paket Keahlian Kejuruan belum semuanya selesai.
Untuk itu guru sekolah kejuruan yang mengampu mata pelajaran pada suatu paket keahlian
dituntut untuk mampu mengupayakan agar buku siswa tersebut dapat digunakan secara optimal
sesuai konsep umum buku kurikulum 2013. Tabel 2.1 berikut memperlihatkan contoh analisis
buku
siswa.
156

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

2. Contoh Analisis dan Penggunaan Buku Siswa


Tabel C1.1 Analisis dan Penggunaan Buku Siswa
: Instalasi Motor Listrik
: XI/3
: SMK
: II/Pengasutan Motor Induksi 3 Fasa.
Pemahaman
Guru
Komponen Buku
Alasan
Solusi Yang disarankan Oleh Guru untuk Mengoptimalkan Buku Siswa
Ya
Tidak
1.Uraian Materi dan Aktivitas Belajar Siswa
Judul BAB/Topik telah
Isi BAB II belum memenuhi
1. Kata kerja Mendeskripsikan merupakan gradasi C2 terkait dengan tuntutan KI-3
mengacu pada pasangan
tuntutan KD 3.1 dan KD 4.1, karena
yaitu C2 (memahami) sampai C4 (menganalisis), sedangkan tingkat pengetahuan
KD ( yaitu KD pada KI-3
hanya mencakup sebagian kecil
sensor dan transducer sebagai sistem pengendali merupakan pengetahuan
dan KD pada KI-4) yang
saja yang tersedia.
konseptual.
harus dicapai oleh
Untuk mengatasi masalah kemampuan KD tersebut, dilakukan dengan
peserta didik.
meningkatkan taksonomi rumusan IPK dan tujuan pembelajaran hingga mencapai
C4 (analisis) Demikian juga gradasi pengetahuan ditingkatkan sampai prosedural
tidak
dan metakognitif di RPP.
2.Kata kerja Menggunakan merupakan keterampilan konkrit gradasi manipulasi (P2
Dave), belum terkait dengan tuntutan KI-4 yaitu mengolah, menalar, dan menyaji
(P3-P5 abstrak Dyers), padanannya sampai artikulasi (P4 konkrit Dave).
Untuk mengatasi masalah kemampuan KD tersebut, dilakukan
denganmenambahkan KD-4 abstrak sampai gradasi menyaji (P5) dan KD-4 konkrit
sampai tingkat artikulasi (P4) pada IPK dan Tujuan pembelajaran untuk RPP.
3.
Harus dicari lagi dari Buku lain untuk melengkapi tuntutan dari KD 3.1/KD 4.1.
Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada buku
Tujuan Pembelajaran pada BAB 3 pada ramah pengetahuan diubah sebagai berikut:
pada BAB/Topiktersebut
siswa adalah:
1. Melalui diskusi peserta didik menguraikan alat kontrol/komponen kontrol sesuai
telah sesuai tuntutan KI1.
Mengidentifikasi
lingkup
materi
fungsinya pada suatu sistem kendali secara santun dan menghargai pendapat
Tidak
KD atau telah sesuai
Sensor dan transduser
pihak lain.
dengan hasil Penjabaran
2. Menerapkan prinsip Sensor dan
2. Melalui observasi peserta didik membandingkan alat kontrol/komponen sesuai
Tujuan Pembelajaran dari
transduser
fungsi pada suatu sistem kendali secara teliti dan bertanggungjawab.
JudulBuku
Kelas/Semester
Jenjang
BAB/Topik

157

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Komponen Buku

Pemahaman
Guru
Ya
Tidak

KI-KD, IPK dan Materi


pembelajaran, meliputi
tujuan pada ranah
pengetahuan,
keterampilan dan sikap.

Cakupan Materi pada


BAB/Topik atau Sub
BAB/Topik telah
memenuhi kebutuhan
pencapaian KI-KD,
meliputi: kelengkapan,
keluasan, dan kedalaman
materi pada dimensi
pegetahuan, dan cakupan
dimensi keterampilan
abstrak dan konkrit.

Pendukung penyajian

Alasan

Uraian tujuan pembelajaran


tersebut tidak lengkap, hanya
mengungkapkan ranah pengtahuan
pada level Low order thinking, dan
tidak mengungkapkan ranah
keterampilan dan ranah sikap.
Tujuan pembelajaran tersebut
tidak sesuai dengan hasil Analisis
Penjabaran Tujuan Pembelajaran
dari KI-KD, IPK dan Materi
pembelajaran. (Tabel 2.1)

Tidak

1.Materi pembelajaran pada ranah


pengetahuan hanya menyajikan
pengetahuan prosedural.
Kelengkapan, keluasan
dankedalaman materi masih
kurang.
2.Tidak ada materi yang merujuk
ke ranah keterampilan abstrak
dan atau konkrit.

2.

Pendukung penyajian

Solusi Yang disarankan Oleh Guru untuk Mengoptimalkan Buku Siswa


3. Melalui kajian referensi peserta didik menggali konfigurasi berbagai jenis alat
kontrol sesuai fungsidan cara pengkondisian secara teliti dan kritis.
4. Melalui diskusi peserta didik menentukan performansi alat kontrol pada aplikasi
sistem kendali secara teliti dan kritis.
Tujuan pembelajaran pada ranah keterampilan sebagai berikut:
1. Melalui demonstrasi peserta didik memilah jenis alat kontrol/komponen sesuai
fungsi pada suatu sistem kontrol.
2. Melalui praktek peserta didik memasang instalasi motor pada suatu sistem
kendali.
3. Melalui eksperimen peserta didik memeriksa performansi sensor/transducer pada
suatu sistem kendali.
4. Melalui diskusi peserta didik menyajikan laporan pemeriksaan fungsi dan
performansi sensor/transducer berdasarkan eksperimen yang dilakukannya
1. Materi pembelajaran perlu diperkaya pada ranah pengetahuan dan keterampilan.
Pada ranah pengetahuan meliputi :
1. Menentukan sistem dan komponen instalasi kontrol motor non programmable logic
control (Non PLC).
2. Menentukan pemasangan instalasi kontrol motor non programmable logic control (Non
PLC) berbasis elektromekanik.
3. Menentukan sistem dan komponen instalasi kontrol motor non programmable logic
control (Non PLC) berbasis elektronik

Pada ranah keterampilan meliputi:


1. Memeriksa sistem dan komponen instalasi kontrol motor non programmable logic control
(Non PLC) berbasis elektromekanik.
2. Memeriksa sistem dan komponen instalai control motor non programmable logic control
(Non PLC).
3. Memeriksa sistem dan komponen instalasi kontrol motor non programmable logic control
(Non PLC) berbasis elektronik.

Pendukung penyajian materi dilengkapi, meliputi pembangkit motivasi belajar, peta


158

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Komponen Buku

Pemahaman
Guru
Ya
Tidak

materi telah dberikan


secara lengkap, meliputi
pembangkit motivasi
belajar, peta konsep,
contoh-contoh soal
latihan, dan soal latihan
pada akhir bab.
Penyajian materi pada
BAB/Topik telah
memfasilitasi
pembelajaran dengan
pendekatan saintifik (5M)
dan menerapkan model
pembelajaran berbasis
kreatifitas, yaitu: Inquiry/
discovery/problem
/project based learning.
Dan pada setiap tahapan
belajar telah dituangkan
melalui Lembar Kerja
Siswa (LKS).
Penilaian Proses dan Hasil belajar
Penilaian sikap dilakukan
sebagai upaya
mengembangkan sikap
sosial dan sikap spiritual
dalam rangka
pengembangan nilai
karakter bangsa.

Tidak

Tidak

Tidak

Alasan
materi tidak disajikan secara
lengkap, meliputi pembangkit
motivasi belajar, peta konsep,
contoh-contoh soal latihan, dan
soal latihan pada akhir bab.

3.Penyajian materi hanya


merupakan lembar informasi dan
belum memfasilitasi
pembelajaran dengan
pendekatan saintifik dan
penerapan model pembelajaran
berbasis kreatifitas.
4.Belum dilengkapi dengan Lembar
Kerja Siswa.

Belum terlihat kegiatan penilaian


sikap sebagai upaya
mengembangkan sikap sosial dan
sikap spiritual dalam rangka
pengembangan nilai karakter
bangsa

Solusi Yang disarankan Oleh Guru untuk Mengoptimalkan Buku Siswa


konsep, contoh-contoh soal latihan, dan soal latihan pada akhir bab.

5.Penyajian materi pembelajaran harus berbasis aktivitas dengan menerapkan


pendekatan saintifik dan model pembelajaran berbasis kreatifitas.
6.Karena rumusan KD dan tujuan pembelajaran mengarah pada pencarian dan
pembuktian teori maka model pembelajaran yang dipilih untuk menyajikan materi
pembalajaran ini adalah inquiry.
7.Pada setiap tahapan belajar siswa dilengkapi dengan LKS yang dibuat oleh guru.

1. Penilaian kompetensi sikap dilakukan melalui pengamatan, menggunakan lembar


pengamatan atau ceklis pengamatan yang memuat aspek sikap yang diamati.
2. Rincian aspek sikap yang diamati merujuk pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2.
3. Perangkat penilaian sikap meliputi.
1. Instrumen dengan aspeknya
2. Rubrik/Kriteria
3. Indikator
4. Kategori Nilai
159

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Komponen Buku

Pemahaman
Guru
Ya
Tidak

Penilaian Pengetahuan
pengetahuan dilakukan
melalui tes tertulis, dan
penugasan

Alasan
Belum terlihat aktivitas penilaian
pengetahuan

Tidak

Penilaian kompetensi
keterampilan meliputi
keterampilan abstrak dan
keterampilan konkret

Belum terlihat aktivitas penilaian


keterampilan

Tidak

Solusi Yang disarankan Oleh Guru untuk Mengoptimalkan Buku Siswa


1. Penilaian kompetensi pengetahuan diukur melalui tes tertulis, observasi dan
penugasan.
2. Bentuk tes tertulis dan penugasan dikembangkan berdasarkan kompetensi yang
harus dicapai oleh peserta didik.
3. Perangkat penilaian, meliputi:
1. Kisi-kisi soal
2. Soal
3. Kunci jawaban
4. Rubrik/kriteria
5. Indikator
6. Pengolahan Nilai
1. Penilaian kompetensi keterampilan meliputi keterampilan abstrak dan keterampilan
konkret.
2. Keterampilan abstrak cenderung pada keterampilan seperti mengamati, menanya,
mengolah, menalar, dan mengkomunikasikan yang lebih dominan pada kemampuan
mental (berpikir).
3. Keterampilan kongkret cenderung pada kemampuan fisik seperti menggunakan alat,
mencoba, membuat, memodifikasi, dan mencipta dengan bantuan alat.
4. Perangkat penilaian meliputi:
1. Kisi-kisi soal
2. Soal
3. Rubrik/kriteria
4. Indikator/Kunci Jawaban
5. Pengolahan Nilai

Peserta Diklat,
..........................................................
160

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

3. Lembar Kerja Analisis dan Penggunaan Buku Siswa


A.

c.

Tujuan:Melaluikegiatananalisisbuku siswapesertadapat:
Mendeskripsikanisi bukusiswadikaitkan dengan tuntutan KI-KD;
Mendeskripsikanisi bukusiswadikaitkan dengan tuntutan aktivitas pembelajaran berbasis kreatifitas;
Mendeskripsikan isibuku siswa yangsesuai denganpenilaianhasil belajar;
Membuat solusi agar buku siswa dapat digunakan secara maksimal untuk pembelajaran berbasis aktivitas.
Langkah Kerja:
1. Kerjakanlahsecaraberkelompok!
2. PelajariformatAnalisis BukuSiswa!
3. Cermatilahbuku siswayangberisi teksmateri pembelajarandaninformasilainnya seperti kegiatansiswadanevaluasi!
4. Pilih satu bab atau topik pada buku siswa atau buku lain yang relevan yang mengacu kepada pencapaian salah satu pasangan KD pada yang telah dideskripsikan
gradasi taksonominya pada Materi Pelatihan 1, yaitu hasil analisis keterkaitan SKL, KI, KD!
5. Lakukanlahanalisisterhadapmateri pembelajaran yang telah dipilihdantuliskanhasil analisis pada kolom yangtersediapada formatTabel 2.1 dengancara:
menjawab pernyataan yang dikaitkan dengan isi buku dengan jawaban Ya atau Tidak;
memberikanalasan logis terhadap jawaban Ya atau Tidak;
memberikan solusi agar buku siswa dapat digunakan secara maksimal dengan mengacu kepada hasil analisis yang telah dilakukan pada materi
sebelumnya, yaitu:
 Gunakan hasil Penjabaran Tujuan Pembelajaran dari KI-KD, IPK terkait dan Materi Pembelajaran sebagai acuan melakukan analisis materi pembelajaran
pada buku siswa;
 Gunakan hasil analisis Model Pembelajaran sebagai dasar membuat solusi terhadap tuntutan aktivitas pembelajaran berbasis kreatifitas;
 Gunakan analisis Hasil Penentuan Teknik dan Bentuk penilaian sebagai dasar membuat solusi terhadap tuntutan penilaian hasil dan proses belajar
siswa.

161

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Format Analisis dan Penggunaan Buku Siswa


JudulBuku
Kelas/Semester
Jenjang
BAB/topik

Komponen Buku

LK-C1.1

: ...
: ...
: ...
: ...
Pemahaman
Guru
Ya
Tidak

Uraian Materi dan Aktivitas Belajar Siswa


Judul BAB/Topik telah
mengacu pada pasangan
KD ( yaitu KD pada KI-3
dan KD pada KI-4) yang
harus dicapai oleh
peserta didik.
Tujuan pembelajaran
pada BAB/Topik tersebut
telah sesuai tuntutan KIKD atau telah sesuai
dengan hasil Penjabaran
Tujuan Pembelajaran dari
KI-KD, IPK dan Materi
pembelajaran, meliputi
tujuan pada ranah
pengetahuan,
keterampilan dan sikap.
Cakupan Materi pada
BAB/Topik atau Sub
BAB/Topik telah

Alasan

Solusi Yang disarankan Oleh Guru untuk Mengoptimalkan Buku Siswa

162

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Komponen Buku
memenuhi kebutuhan
pencapaian KI-KD,
meliputi: kelengkapan,
keluasan, dan kedalaman
materi pada dimensi
pegetahuan, dan cakupan
dimensi keterampilan
abstrak dan konkrit.
Pendukung penyajian
materi telah dberikan
secara lengkap, meliputi
pembangkit motivasi
belajar, peta konsep,
contoh-contoh soal
latihan, dan soal latihan
pada akhir bab.
Penyajian materi pada
BAB/Topik telah
memfasilitasi
pembelajaran dengan
pendekatan saintifik (5M)
dan menerapkan model
pembelajaran berbasis
kreatifitas, yaitu: Inquiry/
discovery/problem
/project based learning.
Dan pada setiap tahapan
belajar telah dituangkan
melalui Lembar Kerja

Pemahaman
Guru
Ya
Tidak

Alasan

Solusi Yang disarankan Oleh Guru untuk Mengoptimalkan Buku Siswa

163

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Komponen Buku

Pemahaman
Guru
Ya
Tidak

Siswa (LKS).
Penilaian Proses dan Hasil belajar
Penilaian sikap dilakukan
sebagai upaya
mengembangkan sikap
sosial dan sikap spiritual
dalam rangka
pengembangan nilai
karakter bangsa.
Penilaian Pengetahuan
pengetahuan dilakukan
melalui tes tertulis, dan
penugasan
Penilaian kompetensi
keterampilan meliputi
keterampilan abstrak dan
keterampilan konkret

Alasan

Solusi Yang disarankan Oleh Guru untuk Mengoptimalkan Buku Siswa

Kelompok/Peserta Diklat,

..........................................................

164

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

R-C1.1
RUBRIK PENILAIAN ANALISIS BUKU SISWA
Rubrik penilaian analisis dan penggunaan buku siswadigunakan oleh fasilitator untuk menilai hasil
analisis peserta pelatihan terhadap buku siswa sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Langkah-langkah Penilaian Hasil Analisis Buku Siswa
1. Cermati format penilaian analisis buku siswa serta hasil analisis peserta yang akan dinilai;
2. Berikan nilai pada setiap komponen sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis
menggunakan rentang nilai sebagai berikut ;
PERINGKA
T

Amat Baik (
AB)

NILAI

KRITERIA

3,85-4,00

Hasil analisis tepat, alasan yang disampaikan guru sesuai dengan


kenyataan, tindak lanjut dan solusi yang ditawarkan logis, dan
telah mengacu kepada tuntutan buku berbasis aktivitas dan bisa
dilaksanakan oleh guru. Tata bahasa sangat komunikatif dan
efektif.
Hasil analisis tepat, alasan yang disampaikan guru sesuai dengan
kenyataan, tindak lanjut dan solusi yang ditawarkan logis, dan
telah mengacu kepada tuntutan buku berbasis aktivitas dan bisa
dilaksanakan oleh guru. Tata bahasa komunikatif dan efektif
Hasil analisis tepat, alasan yang disampaikan guru sesuai dengan
kenyataan, tindak lanjut dan solusi yang ditawarkan logis, dan
telah mengacu kepada tuntutan buku berbasis aktivitas dan bisa
dilaksanakan oleh guru. Tetapi tata bahasanya kurang efektif.
Hasil analisis tepat, alasan yang disampaikan guru sesuai dengan
kenyataan, tindak lanjut dan solusi yang ditawarkan logis, dan
telah mengacu kepada tuntutan buku berbasis aktivitas dan bisa
dilaksanakan oleh guru. Tata bahasa kurang komunikatif dan
efektif.
Hasil analisis tepat, alasan yang disampaikan guru tidak sesuai
dengan kenyataan, tindak lanjut dan solusi yang ditawarkan logis,
tetapi tidak mengacu kepada tuntutan buku berbasis aktivitas. Tata
bahasa kurang komunikatif dan efektif.
Hasil analisis kurang tepat, tindak lanjut tidak logis.

351-3,84

3,18-3,50

Baik (B)

2,85-3,17

Cukup (C)

1,85-2,84

Kurang (K)

1,84

165

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

D. Materi Pelatihan 4: PraktikPelaksanaan


PembelajaranTerbimbing.
1. Pengantar Analisis Video Pembelajaran
2. LKAnalisis Video Pembelajaran
3. Panduan Praktik Pelaksanaan Pembelajaran
4. LK Praktik Pelaksanaan Pembelajaran

166

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 4
PRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERBIMBING
Proses pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013 mengacu pada pendekatan dan model yang
sesuai dengan standar proses, penilaian dan standar implementasi pada pembelajaran. Untuk
memenuhi hal tersebut guru harus berlatih mulai dari perencanaan pembelajaran sampai
pelaksanaannya. Pada pelatihan ini disajikan materi Praktik Pembelajaran Terbimbing dengan tujuan
agar guru dapat berlatih menyajikan pembelajaran di kelas yang sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan melalui pengamatan video, penyusunan RPP, dan praktik pelaksanaan pembelajaran (peer
teaching).
Kompetensi yang ingin dicapai:
1. Mengkritisi pelaksanaan pembelajaran yang membangun karakter, menerapkan pendekatan
saintifik,dan penilaian autentik.
2. Mempraktikkan pelaksanaan pembelajaran yang membangun karakter, menerapkan pendekatan
saintifik, dan penilaian.
Indikator
1) Menanggapi secara kritis pembelajaran melalui tayangan video pembelajaran.
2) Melaksanakan pembelajaran yang membangun karakter, menerapkan pendekatan saintifik dan
penilaian autentik menggunakan RPP yang telah disusun.
3) Menilai pelaksanaan pembelajaran peserta lain.
Langkah Kegiatan
1. Analisis Video Pembelajaran

Mengamati
tayangan video
pembelajaran.

Kerja
kelompok
mengidentifika
si aspek aspek
kegiatan
pembelajaran
dalam
tayangan video

Mempresentasi
kan hasil diskusi
kelompok.

Menyimpulkan
hasil diskusi
kelompok dan
rangkuman
hasil.

Mempraktikkan
pembelajaran
berdasarkan RPP
yang telah disusun
melalui peer
teaching.

Melakukan
refleksi terhadap
pelaksanaan
peer teaching.

2. Praktik Pelaksanaan Pembelajaran


Diskusi tentang
instrumen
penilaian
pelaksanaan
pembelajaran.

Mempersiapkan
pelaksanaan
praktik
pelaksanaan
pembelajaran.

Kegiatan pada materi ini menggunakan Lembar Kerja Analisis Video Pembelajaran dan Lembar Kerja
Praktik Pelaksanaan Pembelajaran

167

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

1. Analisis Video Pembelajaran

HO-D1

a. Tujuan Kegiatan:
Melalui pengamatan video pembelajaran, peserta mampu menganalisis pelaksanaan
pembelajaran yang menerapkan pendekatan dan model pembelajaran sesuai Kurikulum 2013.
b. Langkah Kegiatan:
1. Cermati format analisis video pembelajaran, siapkan kertas kosong untuk catatan
pengamatan
2. Amatilah secara seksama pelaksanaan pembelajaran yang ditampilkan oleh guru model
dalam video
3. Catat proses pembelajaran mulai dari pembukaan sampai penutup
4. Isi format pengamatan pembelajaran pada video berdasarkan catatan pengamatan Anda
dengan cara berikan tanda centang () pada kolom pilihan Ya atau Tidak
5. Pada kolom catatan, berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan
pembelajaran
6. Diskusikan dalam kelompok hasil analisis terhadap pembelajaran yang disajikan pada video
7. Presentasikan hasil diskusi kelompok
8. Lakukan penyamaan persepsi bedasarkan analisis video terhadap proses pembelajaran
dengan menerapkan pendekatan dan model pembelajaran yang sesuai materi ajar
9. Gunakan hasil diskusi untuk bahan pertimbangan dalam penyusunan RPP dan Peer-teaching

168

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

LK-D1.1

1.1. Lembar Kerja Analisis Video Pembelajaran.


Format Pengamatan Video Pembelajaran
Mata Pelajaran
Kelas
Topik/Sub Topik
No

Aspek yang diamati: Pelaksanaan Pembelajaran

A.
1.

: ................................................................................
: ................................................................................
: ................................................................................
Ya

Tidak

Catatan/Deskripsi

KegiatanPendahuluan
Orientasi
1. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik
dengan menyapa dan memberi salam.
2. Menyampaikan rencana kegiatan baik,
individual, kerja kelompok, dan melakukan
observasi.

2.

Motivasi
1. Mengajukan pertanyaan yang menantang
untuk memotivasi.
2. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran

3.

Apersepsi
1. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
peserta didik
2. Mengaitkan materi dengan materi
pembelajaran sebelumnya
3. Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait
dengan materi pembelajaran

B.
1.

KegiatanInti
Penguasaanmateripembelajaran
1. Menyesuaikan materi dengan tujuan
pembelajaran.
2. Mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain
yang relevan, perkembangan iptek , dan
kehidupan nyata
3. Menyajikan pembahasan materi pembelajaran
dengan tepat.
4. Menyajikan materi secara sistematis (mudah
kesulit, dari konkrit ke abstrak)

2.

Penerapanstrategipembelajaranyangmendidik

169

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

No

3.

4.

Aspek yang diamati: Pelaksanaan Pembelajaran

Ya

Tidak

Catatan/Deskripsi

1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan


kompetensi yang akan dicapai.
2. Melaksanakan pembelajaran yang
menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
dalam mengajukan pertanyaan
3. Melaksanakan pembelajaran yang
menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
dalam mengemukakan pendapat
4. Melaksanakan pembelajaran yang
mengembangkan keterampilan peserta didik
sesuai dengan materi ajar
5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual
6. Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan dan
sikap positif (nurturanteffect)
7. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
alokasi waktu yang direncanakan
Pelaksanaan pembelajaran secara runtut sesuai
sintak model pendekatan saintifik
1. Memfasilitasi kegiatan peserta didik untuk
mengamati (untuk mengidentifikasi masalah).
2. Memfasilitasi peserta didik untuk bertanya apa,
mengapa dan bagaimana, (untuk merumuskan
masalah, menentukan hipotesis)
3. Menfasilitasi kegiatan peserta didik untuk
mengumpulkan informasi, (eksperimen untuk
menguji/membuktikan hipotesis)
4. Memfasilitasi kegiatan peserta didik untuk
mengasosiasikan data dan informasi yang
dikumpulkan, (untuk menganalisis
pembuktikan hipotesis)
5. Menfasilitasi kegiatan peserta didik untuk
mengkomunikasikan pengetahuan dan
keterampilan yang diperolehnya, (untuk
memformulasikan dan mempertanggung
jawabkan pembuktian hipotesis)
Pemanfaatansumberbelajar/mediapembelajaran
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
sumber belajar yang bervariasi.

170

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

No

Aspek yang diamati: Pelaksanaan Pembelajaran

Ya

Tidak

Catatan/Deskripsi

2. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan


media pembelajaran
3. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
sumber belajar
4. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
media pembelajaran
5. Menghasilkan pesan yang menarik
5.

Pengelolaan kelas dan pelibatan peaerta didik


1. Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
melalui interaksi guru, peserta didik. sumber
belajar.
2. Merespon positif dengan sikap terbuka
terhadap partisipasi peserta didik
3. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang
kondusif
4. Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme
peserta didik dalam belajar

6.

Penggunaanbahasayangbenardantepatdalampe
mbelajaran
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan
lancar
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

C.
1.

Kegiatan Penutup
Proses rangkuman, refleksi, dan tindak lanjut
1. Memfasilitasi dan membimbing peserta didik
merangkum materi pelajaran.
2. Memfasilitasi dan membimbing peserta didik
untuk merefleksi proses dan materi pelajaran
3. Melaksanakan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya dan
tugas perbaikan atau pengayaan secara
individu atau kelompok

2.

PelaksanaanPenilaian Hasil Belajar


1. Melaksanakan Penilaian Sikap melalui
observasi
2. Melaksanakan Penilaian Pengetahuan melalui
tes lisan, tulisan

171

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

No

Aspek yang diamati: Pelaksanaan Pembelajaran

Ya

Tidak

Catatan/Deskripsi

3. Melaksanakan Penilaian Keterampilan melalui


penyajian, praktik, laporan, portofolio
Kesimpulan Hasil Analisis Video
...................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................

172

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

173

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

R-D1.1

Penilaian Hasil Analisis Tayangan Video Pembelajaran


Rubrik penilaian analisis video pembelajaran digunakan fasilitator untuk menilai hasil analisis
peserta terhadap tayangan video pembelajaran
Langkah-langkah penilaian hasil analisis
1. Cermati format penilaian analisis tayangan video serta hasil analisis peserta yang akan dinilai.
2. Berikan nilai pada setiap komponen pada kegiatan analisis sesuai dengan penilaian Anda
terhadap hasil analisis menggunakan kriteria dan rentang nilai sebagai berikut
PERINGKAT

NILAI

Amat Baik ( AB)


Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

3,51 < AB 4,00


2,85< B 3,50
1,85 < C 2,84
1,84

KRITERIA
Hasil analisis tepat, catatan logis
Hasil analisis tepat, catatan kurang logis
Hasil analisis kurang tepat, catatan logis
Hasil analisis kurang tepat, catatan tidak logis

3. Setelahselesai penilaian komponen, jumlahkan nilai dari setiap komponen dan tentukanNilai
Akhir menggunakanrumussebagai berikut:

Nilai =

Jumlah Nilai Komponen


x 4 = ______
40

PERINGKAT
AmatBaik(AB)

NILAI
3,51<AB4,00

Baik(B)

2,85<B3,50

Cukup(C)

1,85<C2,84

Kurang(K)

1,84

174

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

HO-D2

2. Praktik Pelaksanaan Pembelajaran (Peer-Teaching)


a. Prinsip Pelaksanaan Pembelajaran
Prinsip pelaksanaan pembelajaran adalah berdasarkanPermendikbud nomor 65 tahun 2013
tentangstandar proses.Pelaksanaanpembelajaranmerupakan implementasi dariRPP,meliputi
kegiatan pendahuluan, inti danpenutup.
b. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru
1. menyiapkan pesertadidik secara psikisdanfisik untukmengikuti prosespembelajaran;
2. memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar
dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal,
nasional dan internasional;
3. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan
materi yang akan dipelajari;
4. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
5. menyampaikan cakupanmateri danpenjelasanuraiankegiatansesuai silabus.
c. Kegiatan Inti
Kegiataninti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran,media pembelajaran,
dansumberbelajar
yangdisesuaikandengankarakteristikpesertadidikdan
matapelajaran.
Pemilihan pendekatantematikdan/atau tematikterpadu dan/atau saintifikdan/atauinkuiridan
penyingkapan(discovery)dan/ataupembelajaran yangmenghasilkankaryaberbasispemecahan
masalah
(projectbasedlearning)disesuaikan
dengankarakteristikkompetensi
dan
jenjangpendidikan.
1. Sikap
Sesuaidengankarakteristiksikap,makasalah satualternatif yangdipilihadalahprosesafeksi
mulaidarimenerima,
menjalankan,
menghargai,menghayati,hinggamengamalkan.
Seluruhaktivitaspembelajaranberorientasipadatahapankompetensiyangmendorongsiswa
untuk melakukanaktivitas tersebut.
2. Pengetahuan
Pengetahuandimilikimelaluiaktivitasmengetahui,
memahami,menerapkan,menganalisis,
mengevaluasi, hinggamencipta.Karakteristikaktivititasbelajar dalamdomainpengetahuanini
memiliki perbedaan dan kesamaan dengan aktivitas belajardalam domain keterampilan.
Untuk memperkuatpendekatansaintifik, tematik terpadu,dantematik sangatdisarankan
untukmenerapkanbelajar
berbasispenyingkapan/penelitian(discovery/inquirylearning).Untuk
mendorongpesertadidikmenghasilkankaryakreatifdankontekstual,baikindividualmaupun
kelompok,disarankanmenggunakanpendekatanpembelajaran yang menghasilkankarya
berbasis pemecahanmasalah(problem based learning, projectbased learning).
3. Keterampilan
175

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Keterampilandiperoleh melaluikegiatanmengamati,menanya,mencoba, menalar,menyaji,


danmencipta.Seluruhisimateri(topik
dansubtopik)matapelajaranyangditurunkandariketerampilanharus mendorong peserta didik untuk
melakukanprosespengamatanhinggapenciptaan.
Untukmewujudkanketerampilantersebutperlumelakukanpembelajaran yang menerapkan
modus
belajarberbasispenyingkapan/penelitian(discovery/inquirylearning)danpembelajaran yang
menghasilkan karya berbasis pemecahanmasalah(problem based learning,projectbased
learning).
d. Kegiatan Penutup
Dalam
kegiatan
penutup,
gurubersama
peserta
didik
baiksecara
individualmaupunkelompokmelakukan refleksiuntukmengevaluasi:
1. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yangdiperoleh untuk selanjutnya
secarabersama menemukanmanfaatlangsungmaupuntidaklangsungdarihasil pembelajaran
yangtelahberlangsung;
2. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
3. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual
maupun kelompok; dan
4. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaranuntuk pertemuanberikutnya.
Prinsip-prinsippembelajaran yangdiuraikan diatasmerupakan prinsipsecara umum,berlaku
untuksemua matapelajaran.

176

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

2.1.

Lembar Kerja (LK) PraktikPelaksanaanPembelajaran(Peer teaching)

Petunjuk
a. Kompetensi: Mampumelaksanakan pembelajarandenganmenerapkan pendekatan saintifik
b. Tujuan :
1. Melaluikegiatanpeer-teaching,pesertapelatihanmampumelaksanakanpembelajarandengan
pendekatansaintifik danmodel pembelajaranyangsesuai; dan
2. Melalui
kegiatan
peer-teaching,
peserta
pelatihanmampu
menilai
pelaksanaanpembelajaran denganpendekatansaintifik dan model pembelajaranyangsesuai.
c. Petunjuk Kerja:
1. AndaperlumenyiapkanformatPenilaianPelaksanaanPembelajarandalambentukcetak(hard
copy) atau file(softcopy)sebanyaktampilan peer-teaching;
2. Bilaformatyangakandigunakanberbentukcetak,penyiapanformatdikoordinasikandenganNar
asumber/Fasilitator/Panitia; dan
3. FormatPenialainPelaksanaanPembelajaranyangtelahdiisidikumpulkankepadaNarasumber/F
asilitator.
d. Langkah Kerja:
1. Pelajari formatPenilaianPelaksanaanPembelajaran.Cermatimaksuddarisetiapaspek dalam
format;
2. Pelajari RPP yang akan ditampilkan oleh guru model;
3. Amatilah secara seksama proses pelakasanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru
model;
4. Berikan tanda centang () pada kolom pilihan Ya atau Tidak sesuai penilaian Anda
terhadap penyajian pembelajaran; dan
5. Pada kolom catatan, berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan
pembelajaran.
6. Berikan nilai menggunakan rumus yang tersedia

LK-D2.1
e. FormatPengamatan Praktik PelaksanaanPembelajaran
Nama Peserta : ...............................................................................
AsalSekolah
:...............................................................................
MataPelajaran :...............................................................................
Kelas
: ................................................................................
Topik/Subtopik :...............................................................................

No

Aspek yang diamati: Pelaksanaan Pembelajaran

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

Ya

Tidak

Catatan/Deskripsi

177

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

No

Aspek yang diamati: Pelaksanaan Pembelajaran

A.

KegiatanPendahuluan

1.

Ya

Tidak

Catatan/Deskripsi

Orientasi
1. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik
dengan menyapa dan memberi salam.
2. Menyampaikan rencana kegiatan baik,
individual, kerja kelompok, dan melakukan
observasi.

2.

Motivasi
1. Mengajukan pertanyaan yang menantang
untuk memotivasi.
2. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran

3.

Apersepsi
1. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
peserta didik
2. Mengaitkan materi dengan materi
pembelajaran sebelumnya
3. Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait
dengan materi pembelajaran

B.
1.

KegiatanInti
Penguasaanmateripembelajaran
1. Menyesuaikan materi dengan tujuan
pembelajaran.
2. Mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain
yang relevan, perkembangan iptek , dan
kehidupan nyata
3. Menyajikan pembahasan materi pembelajaran
dengan tepat.
4. Menyajikan materi secara sistematis (mudah
kesulit, dari konkrit ke abstrak)

2.

Penerapanstrategipembelajaranyangmendidik
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai.
2. Melaksanakan pembelajaran yang
menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
dalam mengajukan pertanyaan
3. Melaksanakan pembelajaran yang
menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
dalam mengemukakan pendapat

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

178

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

No

3.

4.

Aspek yang diamati: Pelaksanaan Pembelajaran

Ya

Tidak

Catatan/Deskripsi

4. Melaksanakan pembelajaran yang


mengembangkan keterampilan peserta didik
sesuai dengan materi ajar
5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual
6. Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan dan
sikap positif (nurturanteffect)
7. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
alokasi waktu yang direncanakan
Pelaksanaan pembelajaran secara runtut sesuai
sintak model pendekatan saintifik
1. Memfasilitasi kegiatan peserta didik untuk
mengamati (untuk mengidentifikasi masalah).
2. Memfasilitasi peserta didik untuk bertanya
apa, mengapa dan bagaimana, (untuk
merumuskan masalah, menentukan hipotesis)
3. Menfasilitasi kegiatan peserta didik untuk
mengumpulkan informasi, (eksperimen untuk
menguji/membuktikan hipotesis)
4. Memfasilitasi kegiatan peserta didik untuk
mengasosiasikan data dan informasi yang
dikumpulkan, (untuk menganalisis
pembuktikan hipotesis)
5. Menfasilitasi kegiatan peserta didik untuk
mengkomunikasikan pengetahuan dan
keterampilan yang diperolehnya, (untuk
memformulasikan dan mempertanggung
jawabkan pembuktian hipotesis)
Pemanfaatansumberbelajar/mediapembelajaran
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
sumber belajar yang bervariasi.
2. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media pembelajaran
3. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
sumber belajar
4. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
media pembelajaran
5. Menghasilkan pesan yang menarik

5.

Pengelolaan kelas dan pelibatan peaerta didik

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

179

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

No

Aspek yang diamati: Pelaksanaan Pembelajaran

Ya

Tidak

Catatan/Deskripsi

1. Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik


melalui interaksi guru, peserta didik. sumber
belajar.
2. Merespon positif dengan sikap terbuka
terhadap partisipasi peserta didik
3. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang
kondusif
4. Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme
peserta didik dalam belajar
6.

Penggunaanbahasayangbenardantepatdalampe
mbelajaran
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan
lancar
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

C.
1.

Kegiatan Penutup
Proses rangkuman, refleksi, dan tindak lanjut
1. Memfasilitasi dan membimbing peserta didik
merangkum materi pelajaran.
2. Memfasilitasi dan membimbing peserta didik
untuk merefleksi proses dan materi pelajaran
3. Melaksanakan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya dan
tugas perbaikan atau pengayaan secara
individu atau kelompok

2.

PelaksanaanPenilaian Hasil Belajar


1. Melaksanakan Penilaian Sikap melalui
observasi
2. Melaksanakan Penilaian Pengetahuan melalui
tes lisan, tulisan
3. Melaksanakan Penilaian Keterampilan melalui
penyajian, praktik, laporan, portofolio
Masukkan terhadap Proses Pembelajaran secara umum:
.............................................................................................................................................................
.............................................................................................................................................................
.............................................................................................................................................................
.............................................................................................................................................................

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

180

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran

R-D2.1

RubrikPenilaianPelaksanaanPembelajaraninidigunakanolehpengamatuntukmenilaikompetensi
gurudalammelaksanakanpembelajaranpada saat peer-teaching.
LangkahKegiatan:
1. Berikantanda cek()padakolom pilihanYAatauTIDAKsesuai denganpenilaian
terhadappenyajiangurupadasaatpelaksanaanpembelajaran
2. Berikancatatankhususatausaranperbaikan pelaksanaanpembelajaran
3. Setelah selesai penilaian, hitung jumlah nilai YA danTIDAK
4. Tentukan Nilai menggunakanrumussebagai berikut:

Nilai =

Anda

Jumlah Ya diperoleh
x 4 = ______
40

PERINGKAT
AmatBaik(AB)

NILAI
3,51<AB4,00

Baik(B)

2,85<B3,50

Cukup(C)

1,85<C2,84

Kurang(K)

1,8

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

181

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

MATERI KEGIATAN TINDAK LANJUT PELATIHAN


Tugas utama guru dalam pembelajaran dimulai dari membuat perangkat perencanaan pembelajaran
atau RPP yang lengkap, melaksanakan pembelajaran di kelas sesuai dengan RPPnya dan
melaksanakan penilaian mulai dari menyusun instrumen, melaksanakan penilaian dan mengolah
hasil penilaian.
Pada kegiatan pelatihan peserta telah berlatih melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian
pembelajaran sesuai silabus dan skenario pelatihan menggunakan modul pelatihan yang memuat
HO dan LK, dokumen-dokumen Permendikbud dan sumber lainnya
Tujuan :
peserta pelatihan atau guru sasaran dapat mengimplementasikan materi diklat di dalam
pembelajaran mulai dari persiapan, pelaksanaan dan penilaian.
Langkah kegiatan
1. Pelajari kembali modul pelatihan dan produk/hasil kegiatan pelatihan
2. Lakukan kembali kegiatan analisis SKL, KI dan KD, analisis buku, analisis pendekatan saintifik dan
model pembelajaran serta perancangan instrumen penilaian untuk membuat RPP
3. Buatlah RPP untuk satu semester, jika tersedia Anda dapat menyempurnakan RPP yang telah
dibuat pada saat mengikuti pelatihan. Kaji kembali RPP tersebut dan perbaiki sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang telah didiskusikan pada pelatihan
4. Lakukan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian menggunakan RPP yang telah dibuat sesuai
dengan jadwal yang ada di Program semester
5. Buatlah Jurnal yang memuat penilaian diri terhadap penerapan
materi diklat pada
implementasinya di sekolah, diskusikan permasalah yang dialami dengan Tim Pendampingan
Rincian Kegiatan
1. Kegiatan Perencanaan Pembelajaran
Tugas
Analisis
SKL,KI, KD

Kegiatan
Menganalis kompetensi dasar menggunakan
langkah-langkah seperti pada LK A4.1; A4.2;
dan LK A5.1; untuk merumuskan indikator
pencapaian kompetensi, mengidentifikasi
materi atau tujuan pembelajaran

1.
2.
3.

Menganalisis
Buku

Menganalisis buku siswa untuk menentukan 1.


kedalaman dan keluasan materi pembelajaran
dan rekomendasi hasil analisis buku. Gunakan
2.
LK C1.1 untuk membantu kegiatan analisis
dan bagaimana cara menggunakan buku 3.
sebagai tindak lanjut analisis

Penerapan
Pendekatan
saintifik dan
model

Merancang kegiatan pendekatan saintifik


pada pembelajaran dan menentukan model
pembelajaran yang dapat digunakan untuk
menghasilkan langkah-langkah pembelajaran

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

Produk untuk RPP


Indikator pencapaian kompetensi
Hasil
identifikasi
materi
pembelajaran
Tujuan pembelajaran bagi yang
pada
RPPnya
mencantumkan
tujuan
Hasil analisis buku atau rekomendasi
untuk penggunaan buku pada suatu
bab
Rincian materi pembelajaran untuk
RPP
Contoh lembar kerja siswa

Kegiatan pembelajaran pada kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti dan penutup
sesuai dengan pendekatan dan model

182

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

pembelajaran

pada RPP. Contoh rancangan


menggunakan LK B1.1 dan LK B1.2

Perancangan
Penilaian

Menentukan teknik penilaian dan membuat


instrumen penilaian untuk kompetensi sikap,
pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi pada RPP.
Anda dapat menggunakan contoh rancangan
penilaian pada LK B2.1
Menyusun RPP yang berisikan komponen RPP
hasil perumusan menggunakan format LK
B3.2.
Melakukan
penelaahan
RPP
menggunakan format pada LK B3.1 untuk
menyempurnakan RPP yang Anda buat.
Kegiatan ini dapat dilakukan bersama rekan
guru di sekolah Anda atau di KKG/MGMP

Penyusunan
dan
Penelaahan
RPP

dapat

pembelajaran yang digunakan

Instrumen penilaian kompetensi sikap,


pengetahuan dan keterampilan beserta
rubriknya untuk RPP

RPP yang ditelaah dan RPP revisi untuk


persiapan pelaksanaan pembelajaran

2. Kegiatan Pelaksanaan Pembelajaran


Tugas
Pelaksanaan
Pembelajaran

Kegiatan
Melaksanakan
pembelajaran
dengan
pendekatan
saintifik
dan
model
pembelajaran yang sesuai seperti yang telah
Anda peroleh dan pelajari pada kegiatan
Diklat/tatap muka. Gunakan RPP yang telah
dirancang.

1.
2.

Produk
Hasil Pengamatan Praktik
Pelaksanaan Pembelajaran
Hasil Refleksi pelaksanaan
pembelajaran berdasarkan
pengamatan observer

Untuk memperbaiki proses pembelajaran


mintalah rekan guru yang serumpun untuk
melakukan observasi pembelajaran
Gunakan format pengamatan pembelajaran
LK D2.1 Selanjutnya lakukan
refleksi
berdasarkan hasil hasil pengamatan observer

3. Kegiatan Penilaian Pembelajaran


Tugas
Menindak
lanjuti
hasil
penilaian
pembelajaran

Kegiatan
Menerapkan
teknikpenilaian
dan
menggunakan instrumen penilaian yang ada
di RPP untuk menilai kompetensi sikap,
pengetahuan dan keterampilan Menindak
lanjuti penilaian hasil belajar untuk program
pengayaan dan remedial Gunakan contoh
analisis pada HO Pengolahan niai hasil
belajar

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

Produk
1. Analisis
penilaian
pekerjaan peserta didik
2. Program
remedial
pengayaan

hasil
dan

183

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

4. Membuat Jurnal
Nama Tugas: ...................
Perode waktu: .................
No
Aspek
1.
Pengalaman berharga atau hal-hal
yang dipelajari
2.

Hal-hal yang sudah dipahami

3.

Hal-hal yang belum dipahami

4.

Permasalahan

5.

Solusi permasalahan

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

Deskripsi

184

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

DAFTAR PUSTAKA
Allen, L. (1973). An Examination of the Ability of Third Grade Children from the Science Curriculum
Improvement Study to Identify Experimental Variables and to Recognize Change.Science
Education, 57, 123-151.
Dahar, RW., 1991. Teori-Teori Belajar. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kemdikbud. 2013. Permendikbud 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan
Dasar Dan Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Kemdikbud. 2013. Permendikbud 64tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Kemdikbud. 2013. Permendikbud 65tahun 2013 tentang Standar ProsesPendidikan Dasar dan
Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Kemdikbud. 2013. Permendikbud 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemdikbud. 2013. Permendikbud 71 tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan
Guru Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai
Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan
Menengah
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 65 Tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku
Panduan Guru Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Pendidikan Menengah yang Memenuhi
Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Pembelajaran
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Dikdasmen
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 105 Tahun 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan
Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan pada Dikdasmen
Kemdikbud. 2014. Permendikbud No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun
2006 dan Kurikulum 2013
Kemdikbud. 2014. Keputusan Direktur Jenderal pendidikan Menengah kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 1464/D3.3/KEP/KP/2014 tentang Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar
Kelompo Dasar Program Keahlian (C2) dan Paket Keahlian (C3) Sekolah Mnengah Kejuruan
(SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

185

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMK Tahun 2015

Kemdikbud. 2014. Keputusan Direktur Jenderal pendidikan Menengah kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 1769/D3.3/KEP/KP/2014 tentang Siabus Mata Pelajaran dan Kompetensi
Dasar Kelompo Dasar Program Keahlian (C2) dan Paket Keahlian (C3) Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
Mc Colum . 2009. A scientific approach to
teaching.http://kamccollum.wordpress.com/2009/08/01/a-scientific-approach-to-teaching/last
update Januari 2013
Padilla, M., Cronin, L., & Twiest, M. (1985).The Development and Validation of the Test of Basic
Process Skills. Paper Presented at the Annual meeting of the National Association for Research
in Science Teaching, French Lick, IN.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Problem Based Learning Cases for High School Sciences; http://msid.ca/umedia/ AgBioPBLCases.pdf
Problem
Based
Learning
and
Examples
of
Science
Lesson
Ideas;
http://stem.browardschools.com/science/science_general/pbl/
Sudarwan. 2013. Pendekatan-pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran. Pusbangprodik
Sudarwan. 2103. Penilaian otentik . Pusbangprodik
Syah, M., 1996. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Instalasi Motor Listrik/PK.T.Ketenagalistrikan

186