Anda di halaman 1dari 49

 Disusun oleh

 Stephanie Caroline
Link
 XII IPA 1

 31
Siklus sel
Sel mengalami suatu siklus kehidupan
terdiri atas tumbuh, membelah
(berkembang biak) dan mati

Sel dapat membelah sekali atau lebih


selama masa hidupnya

Ketika sel melakukan pembelahan, ia akan


melewati tahapan yang membentuk siklus sel
Waktu yang digunakan dalam tingkatan
siklus adalah beragam
Siklus sel terbagi dalam dua fase yaitu,
interfase dan mitosis (sekaligus sitokinesis)
sitokinesis adalah sitoplasma sel dan nukleus
tersekat menjadi sel-sel anak yang terpisah
interfase merupakan fase yang paling lama
karena melibatkan persiapan untuk pembelahan,
pertumbuhan dan penampilan fungsi normal
metabolisme (misalnya produksi protein)
 Fase-fase pembelahan mitosis dan interfase menjadi satu
kesatuan dan membentuk siklus sel.
Interfase terbagi menjadi 3 tahap, yaitu :

 fase G1 : tahap awal interfase. Dalam tahap ini terjadi


transkripsi RNA dan sintesis macam protein ( histon,
nonhiston, dan enzim) untuk membentuk protoplasma baru.
Organel-organel menduplikasi diri
 fase S (sintesis) : terjadi replikasi dan duplikasi DNA. Replikasi
adalah proses penggandaan molekul DNA sehingga sel anak
mempunyai jumlah DNA yang sama dengan induknya.
Duplikasi adalah proses penyalinan kromosom.
 fase G2 : terjadi penggandaan kromatin menjadi 2 tetapi
sentromer masih bergabung, protein tubulin beragregasi
membentuk mikrotubulus yang akan membentuk serat
gelendong atau benang spindel dan terjadi penggandaan
organel-organel sel.
 Fase G2 untuk mempersiapkan fase mitosis. Pada fase ini dibuat
protein mikrotubula dan perangkat spindel. Kromatin mulai
menggulung hingga akhir fase ini (juga akhir dari interfase).
Kromosom-kromosom menjadi mudah dilihat yang menjadi
pertanda bahwa mitosis akan dimulai

Setelah 3 tahap dalam interfase selesai sel memasuki fase
mitotik.
Fase mitotik dibedakan menjadi 4 fase yaitu:
profase ( tahap awal )
metafase ( tahap tengah )
anaphase ( tahap pembentukan )
telofase ( tahap akhir )
MITOSIS

 Tahap- Tahap Yang terjadi pada MITOSIS :

INTERFASE ANAFASE

PROFASE TELOFASE

METAFASE SITOKINESIS
1. INTERFASE
Pada tahap ini sel dianggap istirahat dari proses pembelahan.

Tapi sebenarnya tahap ii merupakan tahap yang sangat penting untuk


berlangsungnya pembelahan sel berikutnya, yaitu replika DNA


Interfase sendiri terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut :

1. Fase GCP – 1( G 1 )
 Sel belum mengadakan replikasi DNA
sehingga jumlahnya masih salinan & diploid (2n)
2. Fase Sintesis ( S )
 Sel megadakan replikasi DNA sehingga
menghasilkan 2 salinan DNA & diploid( 2n)
3. Fase GAP – 2 ( G 2 )
 Replikasi DNA telah selesai danbersiap untuk
mengadakan pembelahan


2. PROFASE
 Profase adalah tahap dimana sel akan bersiap untuk
membelah diri.
 Tanda- tandadari fase ini adalah :

 Benang – benang kromatin dinukleus yang semula


berbentuk seperti jala berubah semakin menebal dan
memendek menjadi kromosom. Tiap – tiap benang
kromosom menggandakan diri sehingga membentuk
struktur simetris yang disebut kromatid. Kromatid
tersebut saling berhubugan melalui suatu bentukan
yang bulat yang disebut sentromer.
 Membran nukleus melebur sehingga sel tidak memiliki
membran inti. Nuleus tidak tampak lag yang berarti
kegiatan transkripsi tak berlangsung lagi.
 Pada sel hewan terdapat sentriol yang membelah diri
keudian memisah, masing –masing menuju ke kutup
dan membentuk benang – benang spindel.
3. METAFASE

 Kromosom saling berpasangan : tiap


kromosom terdiri dari dua kromosom
( 2n )
 Masing – masing kromosom tersusun atas
sepasang kromatid ( 2c ) yang
menempatkan pada bidang pembelahan
agar pembagian jumlah informasi DNA
yang akan diberikan kepada sel anakan
baru benar 0 benar rata dan sama
jenisnya.
4. ANAFASE

 Kromatid mulai tampak bergerak ke arah kutup pembelahan


yang dibantu oleh benang mikrotubul yang berasal dari
sentriol
 Sejak profase awal benang mikrobul telah tersusun secara
paralel menghubungkan sentriol pada sentrosom dengan
sentriol melalui kinetokor.
 Pada sel hewan bidang pembelahan cenderung mengahadap
ke arah sentriol yang terletak pada tiap kutub sel.
 Pada sel tumbuhan tidak terdapat sentriol, namun
pembelahan tetap diarahkan menuju ke kutubpembelahan
oleh suatu sentrosom, namun tak mengandung sentriol.
 Pada kinektokor mikrotubul mengalami disosiasi yang cepat
 Hasil dari anafase adalah salinankromosom pertamatetapi
berpasangan ( 1c , 2n ) masing – masing jalinan bergerak
menujuu kutub pembelahan
5. TELOFASE

 Kromosom (1c, 2n ) telah selesai berada di


kutub pembelahan
 Mikrotubul hankinektor memperpanjang
sel.
 Inti yang telah kembar mulai terbungkus
dengan selubung membran inti
 Benang – benang kromatid mulai longgar

Tahap – tahap MITOSIS
SITOKENESIS
 Terjadi pembelahan di sitoplasma yang diikuti
pembentukan sekat sel yang baru. Sekat tersebut
memiahkan dua inti menjadi 2 sel anakan
 Pada sel hewan tahap sitokenesis dimulai saat telofase
berakhir, pada telofse akhir terjadi penguraian benang –
benang spindel, kemudian terbentuk cincin mikrofilamen
yang menyempit di daerah bekas bidang ekuator.
Kontraksi ke arah dalam, menyebabkan celah yang
mendalam pada permukaan seperti diikuti dengan
pembagian isi dua sel secara terpisah
 Pada sel tubuhan terdapat dinding sel yang keras, karena
itu cara sitokinesis sel tumbuhan berbeda dengan sel
hewan
 Sel tumbuhan yang telah mengalami
kariokinesis segera membentuk sekat
sel ( cell plato ) di sekitar bekas bidang
pembelahan pertama, sekat ini
terbentuk dari vesikel membran yang
berasal dari badan golgi. Vesikel
diarahkan di sepanjang mikrotubul, di
daerah ekuator. Vesikel – vesikel
tersebut kemudian mengalami fusi
(penyatuan ) membentuk membran
diikuti terbentuknya diding sel baru.
AMITOSIS
Pembelahan sel secara Amitosis berlangsung spontan tanpa
melalui tahap – tahap pembelahan sel. Satu sel induk
membelah secara langsung menjadi dua, dua menjadi
empat, empat menjadi delapan dst.
Setiap sel membelah menjadi dua sel yang sama

( pembelahan biner )
Pembelahan amitosis terjadi terutama karena sel bakteri

tidak mempunyai membran inti yang membatasi


nukleoplasma dengan sitoplasma
Misalnya : perkembang biakan bakteri dam amoeba

Proses : inti membelah menjadi dua kemudian pembelahan

sitoplasma menjadi sel tersebut terbagi menjadi dua sel


anak
ULANG SELESAI
MEIOSIS
PEMBELAHAN MEIOSIS
Mengapa disebut Meiosis :
Karena merupakan pembelahan reduksi,
di mana sel anak mempunyai jumlah
kromosome separuh dari induknya.
Apakah tujuannya?
Membentuk sel gamet /Agar set
kromosome keturunannya sama
dengan induknya
Di mana terjadinya?
Kepala sari dam ruang bakal biji (ovarium)
Di testes (spermatogonium) dan ovarium
(oogonium)(hewan/manusia)
Sporangium (paku dan lumut)
Hasilnya berupa ?
 4 sel gamet yang mempunyai
kromosome haploid (oogenesis : 1 sel
gamet dan 3 polosit)
Tahapan pembelahannya ?

 Tahapan I (Meiosis I): tahapan reduksi,


yaitu terjadi pengurangan jumlah
kromosome dari diploid ke haploid pada
anafase I (pemisahan kromosome
homolog)
 tahapan II (Meiosis II) : tahapan mitosis
(pemisahan kromatid bersaudara)
 Sebelum Meiosis I terdapat interfase dan
antara meisosi I dengan II tidak selalu ada
interkinesis (kebanyakan tidak ada)
PROFASE I
 Terbagi menjadi 5 subfase :
(LeZ(si)iPa(pa)DiDia)
1.Leptoten,
 a. Pertumbuhan kromosome pada plak
 b. Penggandaan kromosome menjadi
kromatid
2. Zigoten,

` a. Kromosome homolog melakukan


sinapsis
 b. Kromosome homolog membentuk tetrad
Gambar Leptoten dan Zigoten
 Leptoten Zigoten
lanjutan
3. Pakiten,
 a. terbentuk bintul rekombinasi yang
berakibat terbentuknya chiasma
 b. terjadi pindah silang/ crossing over
antar gen pada kromosom homolog
4. Diploten,

 a. Pergandengan/pengikatan kromosom
homolog yang merenggang
 b. terjadi peningkatan transkripsi untuk
sintesis RNA.
Gambar Pakiten dan Diploten


5. Diakenesis,
 a. perlekatan kromosome pada plank
lepas,
 b. terjadi penghentian transkripsi
 c. Chiasma masih terjadi

Gambar Profase I Teoritis
METAFASE I
Ciri-Ciri :

1.Kromosme bergerak
ke bidang equator
2.Chiasma tetap ada,
sehingga pindah
silang tetap
berlangsung
3.Kromosome tetap
bergandengan
Anafase I
Ciri-cirinya :


1.Chiasma hilang.
2.Pindang silang
selesai
3.Kromosome
homolog berpisah
4.Kromosme homolog
bergerak ke kutub
yang berseberangan
TELOFASE I
Ciri-cirinya :


1.Kromosome homolog
sampai di kutub
pembelahan.
2.Terjadi sitokinesis
sehingga terbentuk
2 sel dengan ½
kromosome
homolong
Meiosis II
Ciri-Ciri Meiosis II
1.Profase II :
 a. Pembelahan sentriol dan
pergerakannya menuju
kutub/mikrotubulus membentuk benang
spindel.
 b. membran inti dan nukleolus lenyap.
2. Metafase II :

 a. Sentromer kromatid terikat benang


spindel
 b. Kromatid bergerak ke bidang equator

3. Anafase II
 a. Kromatid berpisah membentuk
kromosome, sehingga terbentuk
kromosome rekombinasi.
 b. Kromosome bergerak ke kutub yang
berlawanan
4. Telofase II

 a. Kromosome sampai di kutub.


 b. kromosome mengalami dekondensasi
 c. terbentuknya nukleolus dan membran
inti
 d. terjadi sitokinesis sehingga terbentuk
4 sel anak baru.

Gambar Utuh Meiosis
Tabel Perbedaan Mitosis Vs Meiosis
Variabel Mitosis Meiosis
Tujuan Memperbanyak sel pada Mengurangi jumlah
proses, pertumb, kromosome agar
mengganti sel yang generasi berikutnya
rusak. dan reproduksi mempunyai jumlah
pada organisme unisel. kromosome tetap.
Tempat Sel somatik/tubuh pada Sel germinal pada
masa pertumbuhan gametangiogenesis
Sel yang 1Haploid ke 2 haploid, 1Diploid menghasilkan
membelah 1Dilpoid ke 2 dilpoid 4 sel haploid
Sifat sel anak Sama dengan induknya Tidak identik induk

Jumlah Satu kali Dua kali


Pembelahan
Spermatogenesis
OOGENESIS
TABEL PERBEDAAN
SPERMATOGENSIS VS OOGENESIS
Variabel Spermatogenesis Oogenesis
Tempat Testes/spermatogonium Ovarium/oogonium
Hasil 4 sperma fungsional 1 ovum fungsional
3 polosit degenerasi
Sitokinesis Equel, adil untuk semua Anequel, dimonopoli
sel anak oosit skunder
Waktu Sepanjang hidup Waktu tertentu
(puber-menopouse)
Pereodisasi Terus-menerus Ada pereode istirahat
Mikrosporogenesis
Makrosporogensis
Proses

Oogenesis berlangsung di ovarium. Pertama oogonium
megalami mitosis menghasilkan oosit primer. Oosit primer
membelah menjadi 2 sel (meiosis II) yaitu oosit sekunder dan
badan kutub pertama. Ukuran sel oosit sekunder lebih besar dari
pada kutub pertama. Selanjutnya oosit sekunder (n) akan
membelah jadi 2 sel (meiosis II). Ootid dan badan kutub kedua,
selain itu badan kutub pertama juga mengalami meiosis
menghasilkan 2 sel kecil badan kutub kedua. Ootid akan tumbuh
menjadi sementara itu 3 buah badan kutub kedua mengalami
degenerasi (penyusutan) dan tidak berfungsi jadi hanyalah ovum
yang berfungsi.
 Satu sel ovum mengandung nukleus, kuning telur,
sitoplasma, ribosom, dan organel sel lainnya. Biasanya individu
betina hanya menghasilkan satu ovum dalam setiap ovulasi.
BAGAN SPERMATOGONIUM (diploid)

S P E R M ATO
SPERMATOSIT PRIMER (diploid)
GENESIS
SPERMATOSIT
SEKUNDER (haploid)

SPERMATID (haploid)

SPERMA (haploid)
Pada Tumbuhan

Pada tumbuhan berbiji, proses


pembentukan gamet betina disebut

Megasporogenesis. Proses ini terjadi di

dalam kantong lembaga di dalam bakal

biji
Proses
 Megasporosit (2n) mengalami meosis menghasilkan
4
megaspora (n). Namun 3 sel megaspora berdegenerasi dan

mati,
tinggallah satu sel megaspora. Inti sel megaspora

kemudian
mengalami mitosis sebanyak 3 kali hingga terbentuk

megaspora
dengan 8 inti. Dimana 4 inti terdapat di mikrofil (lubang

kecil tempat
masuknya gamet jantan) dan 4 yang lain berada diarah

berlawanan.
Kemudian tiap satu inti dari keempat inti tersebut bergerak

ke tengah
sehingga terdapat dua inti di tengah. Tiga inti di sebrang

mikrofil
disebut antipoda. Dua inti dari tiga inti dekat mikrofil

disebut sinergid