Anda di halaman 1dari 21

Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu,

menunjukkan kualitas, dan berguna bagi


manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu
itu berharga atau berguna.
Etika (ethos) berasal dari bahasa Yunani yang
artinya adat kebiasaan. Etika digunakan untuk
menyebut ilmu dan prinsip dasar penilaian
baik-buruknya perilaku manusia atau berisi
tentang kajian ilmiah terhadap ajaran moral.
Norma merupakan kaidah atau aturan-aturan
yang berisi petunjuk tentang perilaku yang
harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia
dan bersifat mengikat.

Norma Agama
Berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Tujuan : terciptanya masyarakat yang
agamis, tertib, tentram, rukun, damai, dan
sejahtera, sahingga persatuan dan kesatuan
dalam masyarakat dapat terwujud.
Norma Masyarakat / Sosial
Bersumber dari masyarakat sendiri.
Pelanggaran atas norma sosial akan
berakibat pengucilan dari pergaulan
masyarakat.

Norma Kesusilaan
Berasal dari diri setiap manusia.
Pelanggaran atas norma ini akan
menimbulkan rasa penyesalan.
Norma Hukum
Berasal dari Negara.
Pelanggaran atas norma ini akan dikenai
hukuman sesuai dengan peraturan yang
berlaku.

Menurut Bambang Daroeso (1986), ciri-ciri


nilai adalah sebagai berikut :
Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat
diindra. Misalnya kejujuran.
Nilai yang memiliki sifat normative. Nilai
diwujudkan dalam bentuk norma sebagai
landasan manusia dalam bertindak. Misalnya
nilai keadilan.
Nilai berfungsi sebagai motivator dan
manusia adalah pendukung nilai. Misalnya
nilai ketakwaan.

Dalam filsafat, nilai dibedakan menjadi tiga


macam, yaitu :
Nilai logika, adalah nilai benar salah
Nilai estetika, adalah nilai indah dan tidak indah
Nilai etika / moral, adalah nilai baik buruk
Notonegoro (dalam Kaelan, 2000) menyebutkan
adanya tiga macam nilai, yaitu :
Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna
bagi kehidupan jasmani manusia.
Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna
bagi manusia untuk melakukan kegiatannya,
Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang
berguna bagi rohani manusia.

Prose terbentunya nilai, etika, moral,


norma, dan hukum berjalan melalui suatu
kebiasaan untuk berbuat baik, suatu
disposisi batin untuk berbuat baik yang
tertanam karena dilatihkan, suatu
kesiapsediaan untuk bertindak secara baik,
dan kualitas jiwa yang baik dalam
membantu kita untuk hidup secara benar.

Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi

Pendidikan
Religius
Ekonomi
Biologis
Sosialisasi

1.Dinamika penduduk : Jumlah, Pertumbuhan, Struktur


umur, dan mobilitas) dapat menyebabkan perubahan
terhadap lingkungan
2. Pertumbuhan populasi manusia di dunia terus meningkat dan
tidak sebanding dengan pertambahan bahan pangan
3. Penduduk yang terus bertambah dan luas lahan yang terbatas
menyebabkan kepadatan penduduk tinggi dan melampaui
daya dukung lingkungan mengakibatkan degradasi
lingkungan.
4.Perubahan pada lingkungan pada gilirannya akan
mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup manusia

1.

2.
3.

Angka kematian bayi relatif masih


tinggi sehingga umur harapan
hidup rendah, angka kematian ibu
juga tinggi
Tingkat Pendidikan Rata-rata
rendah
Tingkat kemiskinan tinggi

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

10.

MMR 228/100.000 kelahiran hidup


IMR : 32 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI
2012)
66,21 % Penduduk berpendidikan rendah
(BPS 2010)
HDI peringkat ke121 dari 187 negara ( UNDP)
Angka harapan hidup Indonesia 68/72 dari
total penduduk Indosesia) BPS 2010
Indikator Kesejahteraan sosial lainnya
Indeks pembangunan gender 66,38 (th 2008)
Indeks pemberdayaan Gender 62/27 (th
2008)
7. Angka pengangguran 7,4 % dari angkatan
kerja 116,5 juta (BPS Agustus 2010)

1.

2.
3.

4.

5.

Pernikahan Usia Dini adalah pernikahan dibawah


usia 19 tahun sekitar 16 juta (World Fertility
Polices, United Nations)
Pernikahan dini berkaitan erat dengan fekunditas
yang panjang dan tingkat kelahiran yang tinggi
Situasi penrnikahan dini di Indonesia berkaitan
erat dengan Undang-undang No 1 tahun 1974
tentang Perkawinan Bab 2 pasal 7 ayat 1
berbunyi : perkawinan hanya diizinkan bila lakilaki sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak
perempuan sudah mencapai umur 16 tahun
Indonesia termasuk negara dengan persentase
pernikahan usia muda didunia (ranging 17 dari
73 negara dengan pernikahan dini tertinggi)
Tertinggi ke dua di ASEAN setelah Kamboja

1. Organisasi kemanusiaan yang Fokus pada


perlindungan dan pemberdayaan anak,
manyampaikan hasil temuannya tentang
pernikahan di 8 Kabupaten di Indonesia pada
2011 mencatat 33,5 persen anak usia dini
13-18 tahun pernah menikah, dan rata-rata
mereka menikah pada usia 15-16 tahun.
2. Bappenas tahun 2008 menemukan 34,5
persen dari 2.049.000 perkawinan tahun
2008 adalah perkawinan anak.

1. Usia Perkawinan pertama di Bengkulu pada


perempuan kelompok umur 15-19 tahun
mencapai 45,9 persen lebih tinggi dari
angka rata-rata nasional (41,9) persen
(Riskesdas 2010)
2. Usia perkawinan pertama kelompok umur
10 -14 tahun tertinggi No 6 se-Indonesia
yaitu; 6,3 persen, rata-rata di Indonesia 4,8
%, Kalsel 9%, Jabar 7,5 %, Kaltim dan
Kalteng 7%, dan Banten 6,5% (Riskesdas
2010)

EMPAT TERLALU (INDIRECT FAKTORS

1.Terlalu Muda (melahirkan dibawah


umur 20 tahun)
2.Terlalu Tua (melahirkan diatas 35
tahun
3.Terlalu rapat ( Jarak melahirkan
kurang dari 2 tahun)
4.Terlalu banyak (melahirkan lebih
dari 4 kali)

1. Dari hasil SDKI 2007, Angka

Kematian Ibu (AKI) di Bengkulu


jauh lebih baik dibandingkan
dengan AKI di Indonesia, yaitu;
228 dibanding dengan
157/100.000/KH
2. Akan tetapi masih cukup tinggi
dibandingkan dengan terget
MDGs tahun 2015 yaitu
102/100.000 KH

Goal 1: Eradicating proverty and hunger


(penghapusan kemiskinan dan kelaparan
Goal 2 : Achieving universal primary
education (pencapaian pendidikan dasar)
Goal 3: Promoting gender equality
(kesetaraan gender)
Goal 4: Protecting children,slives
(perlindungan kehidupan anak)
Goal 5 dan 6: Improving Health
(Peningkatan derajat kesehatan)

1.
2.

3.

Revisi Undang-Undang Perkawinan No 1


tahun 1974
Harus dilakukan sosialisasi dan
Advokasi secara langsung dan intensif
di lapangan tentang resiko pernikahan
dini
Penguatan peran lembaga sekolah
khususnya tingkat SMP sebagai
antisipasi gejala Modernisasi dan
perubahan perilaku masyarakat

4. Penguatan peran tokoh adat dan tokoh


agama sebagai kontrol sosial
5. Peningkatan kapasitas orang tua
khususnya dalam meningkatkan minat
atas pendidikan dan mengurangi tekanan
ekonomi di tingkat keluarga
6. Pengutan peran pemerintah daerah dalam
hal pengendalian pernikahan dini melalui
perencanaan kebijakan dan koordinasi
lintas sektor secara intensif

Sekian dan terima kasih

Anda mungkin juga menyukai