Anda di halaman 1dari 30

PT.

Samudera Indonesia Tbk adalah perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang


pelayaran,transportasi dan logistik. Perusahaan ini merupakan perusahaan publik
yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1999 dan Bursa Efek Singapura
pada tahun 1997. Perusahaan yang didirikan oleh Soedarpo Sastrosatomo pada
tahun 1964 ini awalnya merupakan perusahaan keagenan pengiriman untuk yang
memelopori pengiriman barang antar pulau di Indonesia, kargo spesial, proyek
kargo berat, bongkar muat, galangan kapal, logistik pihak ketiga, industri dan
pengiriman minyak & gas, serta investasi infrastruktur pelabuhan.

Soedarpo Sastrosatomo, pendiri perusahaan, merupakan seorang tokoh revolusi di


Indonesia yang pernah menjadi partisan politik dan bekerja di departemen luar
negeri. Karena tidak cocok dengan dunia birokrasi, Sodarpo mengundurkan diri dan
kemudian menggeluti dunia bisnis. Berbagai ancaman dan tantangan datang dari
kondisi Indonesia yang saat itu masih berumur jagung. Namun, Soedarpo tidak
lantas menyerah dari kekecewaan dan kesedihan ketika perusahaan mengalami
kebangkrutan saat pemerintahan Orde Baru. Perusahaan tetap bertahan dan
membuktikan kekuatan Maritime Asia Hall of Fame dari Soedarpo.

Perusahaan ini memiliki visi untuk menjadi perusahaan transportasi kargo terpadu
terdepan dan terkemuka di pasar yang kami layani. Sedangkan misinya adalah
untuk menyediakan transportasi kargo berkualitas tinggi untuk pelanggan mereka
dengan menjunjung nilai - nilai perusahaan.
PT. Samudera Indonesia Tbk (IDX: SMDR) merupakan perusahaan publik yang
bergerak dalam bidang pelayaran,transportasi dan logistik, bermarkas di Jakarta,
Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1964 oleh Soedarpo Sastrosatomo
dan pada mulanya merupakan perusahaan keagenan.
Saat ini Samudera Indonesia Group merupakan perusahaan transportasi terpadu,
yang memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang operator kapal niaga baik
regional maupun domestik, terminal operator, pergudangan, logistik, transportasi
darat, keagenan, dan sebagainya.
PT Perusahaan Pelayaran Samudera Samudera Indonesia berdiri pada 13 November 1964. Sejak awal berdirinya
perusahaan menjalankan bisnis pelayaran samudera (ocean going) dengan trayek Indonesia Eropa dan
Indonesia Jepang. Armada kapal pertama perusahaan bernama MV Eka Daya Samudera dan MV Pantjaran Sinar.
Bisnis pelayaran ocean going breakbulk saat ini dijalankan oleh PT Samudera Indonesia Tbk - Divisi Breakbulk dan
Foremost Maritime.

Nama besar PT Samudera Indonesia Tbk sepertinya sulit dipisahkan dari almarhum
Soedarpo Sastrosatomo. Sejak didirikan pada 1950-an, pionir perusahaan pelayaran
yang menggarap rute internasional itu kini menjelma menjadi perusahaan
transportasi terpadu.

Untuk mengetahui kondisi perseroan dan sepak terjangnya di luar negeri, Bisnis
mewawancarai Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto, Komisaris Utama PT Samudera
Indonesia Tbk yang juga generasi kedua Soedarpo.

Lulusan Technical University, Munich, Jerman itu membeberkan pula kondisi


pelayaran nasional dan perlunya perbaikan pola kerja di pelabuhan. Berikut
petikannya:

Apa fokus bisnis yang menjadi kontribusi terbesar perusahaan saat ini?

Paling besar logistik dan pengelolaan pelabuhan, baru menyusul kemudian sektor
pelayaran. Sebetulnya seluruh sektor bisnis kami jalan, tetapi kontribusi terbesar itu
logistik dan pengelolaan pelabuhan.

Kami punya pelabuhan di Kalimantan, di Samarinda, pelabuhan peti kemas itu


sudah beroperasi selama 3 tahun. Itu akan kami ekspansi lagi. Kita juga melihat ada
permasalahan di sektor pelayaran dunia.

Ada banyak merger di pelayaran dunia. Seberapa jauh penurunan di sektor


pelayaran?

Iya merger karena jumlah suplai da ri kapal di dunia itu melebihi dari jumlah
muatan yang ada. Jadi industri ini sangat, istilahnya apa ya, artifisial. Jadi jumlah
armada yang disediakan atau armada dipakai di pasar saat ini itu diatur sedemikian
rupa agar bisa mengimbangi jumlah muatan yang ada karena pengaruh resesi
ekonomi di AS dan Eropa.

Pengaruhnya ke perseroan apa?

Selama ini, pembeli terbesar dalam industri kita itu negara maju. Pengaruh tentu
saja. Kalau dulu usaha pelayaran itu punya titik keberhasilannya yakni pergi dan

pulang ada muatan. Kalau pergi berlayar ada muatan tapi pulangnya enggak ada
kan jadinya bagaimana? Harga barang bisa jadi naik dua kali lipatnya. Ini yang jadi
masalah yang ada di dunia pelayaran kita saat ini.

Jika dulu itu ada pembagian peran dalam sektor pelayaran, kapal besar da tang ke
Pelabuhan Singapura karena pelabuhan di sana cukup dalam, sedangkan distribusi
barang ke wilayah Asia Tenggara itu kita bisa ja di feeder atau pe nyambung.

Tapi karena sekarang perusahaan perusahaan pelayaran besar saja muatannya juga
kurang mereka akhirnya mengangkut apa saja, dari pada kapal mereka enggak
beroperasi.

Mereka juga mesti bertahan hidup karena ada pinjaman dari bank misalnya,
sehingga mereka harus punya pendapatan. Imbasnya, barang berapa pun juga dia
angkut saja. Makanya kita sekarang bersaing de ngan mitra kita sendiri yang
dulunya kita jadi feeder karena sekarang mereka juga kosong muatannya.

Lantas bagaimana kesempatan di Indonesia?

Nah di Indonesia, salah satunya katakanlah tanda kutip keberuntungan nya karena
pelabuhan di kita ini pelabuhan tua sehingga kapal mo dern juga belum bisa
berlabuh. Maka dengan adanya asas cabotage, de ngan itu mengundang tantangan
baru. Disebut demikian karena jenis-jenis kapal yang ukurannya bisa dilayani oleh
pelabuhan-pelabuhan kita yang masih tradisional.

Jadi di sini ada campuran bisnis ang kutan pelayaran tra disional dan kita di sini kan
sedang membangun . Dengan begitu kita ti dak hanya pada angkutan peti ke mas
saja te tapi juga sebetulnya membutuhkan pelabuhan yang namanya kon ven sional
atau bulk.

Pemerintah tengah meng ubah pe labuhan konven sio nal jadi peti kemas,
Bagaimana menurut Anda?

Itu dia, sekarang kan mestinya diimbangi. Karena itu belum dimengerti, ya
katakanlah oleh pemerin tah, jadi kami dari pelaku industri mencoba membuka
mata. Anda bisa lihat sendiri, ini jalan karena distri busi. Sebagai negara kepulauan
kunci utamanya adalah distribusi.

Ambil contoh solar. Kalau di mata ran tai itu ada yang enggak benar main nya, ya
akan terjadi namanya stag nasi. Jadi kadang saya menilai soal distribusi solar itu
bukan Pertamina, tapi ada pada sim pul-simpul mata rantai lain.

Seharusnya bagaimana?

Indonesia sendiri merupakan pa sar yang menggiurkan maka kalau kita


bisa mengatur dengan baik distribusi bahan pangan dengan baik, cost-nya
juga rendah, negara kita bisa makmur.

Itu dulu adalah visi dari Pak Darpo . Sebagai negara kepulauan, kunci ke makmuran
Indonesia itu adalah distribusi dan komunikasi. Makanya waktu dulu Pak Harto
melempar satelit Palapa, ya kita akhirnya bisa nonton te levisi di seluruh Indonesia,
kalau enggak ada satelit mau pakai apa? Mau menanam kabel? Kuncinya itu sebab
informasi juga bisa tersebar.

Bagaimana soal tarif peti kemas di pelabuhan?

Tarif itu bergantung dari muatan. Di Indonesia itu tarifnya tinggi karena pelabuhan
kita itu tidak bisa melayani kapal dengan tepat waktu atau on time. Kalau sampai
kapal mesti antre itu biaya lagi. Kapal berhenti itu juga cost. Misalnya di sini kapal
curah atau bulk di Tanjung Priok bisa sampai 3 hari-4 hari, ma kanya timbul dwelling
time lama. Itu yang membuat biaya angkutan ma hal.

Kapan barang itu bisa tiba, artinya betul-betul barang cepat sampai di ujungnya.
Kita mestinya terbiasa dengan bekerja 24 jam 7 hari. Pelabuhan kan mau enggak
mau 24/7. Tarif di pelabuhan naik memang mesti ada investasi, misalnya nambah
crane dan lain nya tapi mesti efisien.

Soal beyond cabotage dan pendulum itu bagaimana?

Ini sudah banyak disinggung oleh aso siasi. Kuncinya sama, yang kami ha rapkan itu
agar kita secara efisien bisa memberdayakan sarana dan infrastruktur kita apakah
itu pelabuhan nya, operasi kapalnya, dan pengelolaan pelabuhan.

Keberadaan pelabuhan itu satu cerita, tapi pengelolaannya itu semua harus
tersambung. Yang harus dipegang adalah, soal pendulum itu perjalanan pergi dan
pulang itu mesti ada nilai ekonomis. Contoh, jarak angkutan bus Jakarta-Bandung,
kalau tidak ada yang mengangkut itu bagaimana? Jadi mesti ada demand atau
permintaan bukan hanya menentukan rute pelayarannya.

Kalau tidak ada yang di angkut bagaimana? Jadi fokusnya adalah demand terlebih
dahulu, itulah yang sering di-counter oleh INSA. Dan umumnya infrastruktur pe
labuhan
belum sama di seluruh In donesia, umumnya di Jawa paling da lam itu 8 LWS, tapi
kapal besar butuh 12 LWS.
Meski kondisi usaha shipping line di seluruh dunia mayoritas sedang terseok-seok
akibat krisis perekonomian,pt samudera indonesia tetap akan focus di sektor
ini. Bahkan ditahun ini , perseroan telah menyusun beberapa prioritas utuk
meningkatkan kinerjanya antara lain mengembangkan pasar domestic
ini karena kami melihat besarnya pangsa pasar dan peluang bisnis
tranportasi kargo dan logistik di Indonesia yang stabil dan lebih baik di
bandingkan Negara lain , kata masli mulai, Direktur Utama PT Samudera
Indonesia kepada Shipping Line News.
Selain itu, perseroan secara berkelanjutan terus berupaya meningkatkan utilisasi
aset dan mengoptimalkan penggunaan sistem teknologi informasi, meningkatkan
penerapan manajemen resiko di seluruh lini bisnis serta serta melakukan
pengembangan usaha melalui kemitraan.
Kami optimis strategi yang perseroan lakukan di tahun ini mampu memperkuat
posisi Samudera Indonesia sebagai perusahaan cargo transportasi dan logistik
yang menduni a sesuai visi perusahaan yakni global connectifity to meet people
needs, ujar Masli.

Lebih lanjut Masli menjelaskan, di tahun lalu Samudera Indonesia juga focus untuk
meningkatkan produktifitas di seluruh lini bisnis, terutama menyusul investasi dan
ekspansi yang telah dilakukan sepanjang tahun. Selain itu berbagai upaya guna
menjaga kinerja perseroan dilakukan termasuk meningkatkan keterampilan dan
kompetensi SDM, termasuk melakukan efisiensi biaya.
Pada tahun ini pula, kata Masli, perseroan yang dipimpinnya telah menjalankan
proses tranformasi bertajuk one samudera sebagai upaya untuk menciptakan
sinergi antar unit usaha dan memberi nilai tambah terhadap layanan transportasi
kargo dan logistik end-to-end perseroan.
Sinergi yang dilakukan itu semata untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan
yairu melayani pelanggan dari pengiriman barang sampai diterima, menggunakan
layanan terpadu dari unit usaha Samudera Indonesia yang terdiri dari Regional
Container Shipping, domestic container shipping, bulk carrier, offshore & tanker,
warehousing, container depot, inland transport, project logistics, third party
logistics, terminal dan shipping agency. Sinergi ini dilakukan untuk memperkuat
perseroan dalam menghadapi berbagai tantangan industri di tahun-tahun
mendatang, kata Masli. (SFL).
JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk ingin mencetak rapor biru tahun ini.
Perusahaan jasa pengangkutan laut dan layanan terminal peti kemas tersebut
menargetkan pertumbuhan pendapatan 10% tahun ini.
Target Samudera Indonesia itu sekaligus tekad untuk memperbaiki kinerja tahun
lalu. Tanpa menyebutkan nilai, perusahaan itu melaporkan pendapatan 2014 lebih
rendah ketimbang pendapatan 2013. Kalau pendapatan tahun lalu lebih rendah,
tahun 2015 pendapatan kami sudah bisa naik, kata Bani Mulia, Managing Director
Samudera Indonesia kepada KONTAN, pekan lalu.
Jika benar target pertumbuhan pendapatan 2015 terpenuhi, artinya Samudera
Indonesia bisa memperbaiki kinerja tiga tahun terakhir. Pasalnya, pendapatan
perusahaan itu sejatinya sudah konsisten turun sejak 2013.
Pada 2013, perusahaan berkode SMDR di Bursa Efek Indonesia itu mencetak
pendapatan US$ 537,58 juta. Pendapatan itu turun 12,45% ketimbang pendapatan
tahun 2012 yang sebesar US$ 614,03 juta.
Penurunan top line itu membikin catatan bottom line alias laba bersih tahun
berjalan perusahaan itu juga menyusut. Jika pada 2012 Samudera Indonesia masih
mengantongi laba US$ 9,40 juta, pada 2013, labanya mengempis menjadi US$ 6,74
juta.
Nah, ikhtiar yang dilakukan Samudera Indonesia untuk menggapai target tahun ini
adalah dengan merestrukturisasi rute kapal. Ini sebenarnya strategi yang sudah
diterapkan sejak tahun lalu. Perusahaan itu akan memangkas sejumlah rute

pengangkutan kapal yang dinilai tak menguntungkan. Selain itu, Samudera


Indonesia bakal lebih berhati-hati mengoperasikan beberapa kapal di luar negeri.
Demi mendukung ikhtiar itu, tahun ini, Samudera Indonesia menyiapkan dana
belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 60 juta - US$ 65 juta.
Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membeli lima kapal baru dan
mengembangkan bisnis logistik. Kami sudah tanda tangan pembelian satu kapal
kontainer, mudah-mudahan datangnya dua bulan lagi," harap Bani.
Harga minyak melemah
Di luar alokasi belanja modal itu, Samudera Indonesia juga memiliki kantong
pendanaan lain berupa pinjaman perbankan. Asal tahu saja, pada akhir tahun 2014,
perusahaan itu mendapatkan kucuran kredit dari Bank OCBC NISP sebesar Rp 1,3
triliun.
JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memiliki berbagai rencana ekspansi di
tahun ini. Salah satunya yakni dengan menambah kapal baru yang diperuntukan
untuk menunjang beberapa proyek yang siap dilaksanakan.

Bani Mulia, Managing Director SMDR mengatakan di tahun ini, perusahaan yang
bergerak di bidang transportasi dan angkutan kapal tersebut setidaknya akan
menambah minimal lima kapal baru di tahun ini. Jenis kapal yang akan dibeli adalah
terdiri dari angkutan LNG, tanker minyak, dan angkutang container. Nah, Untuk
merealisasikan rencana itu, SMDR telah menganggarkan dana belanja modal alias
capital expenditure (capex) sebesar Rp 120 juta.

Jenis kapal tersebut memang disesuaikan dengan proyek perusahaan yang siap
untuk digarap. Jenis LNG misalnya, SMDR akan menggunakan kapal tersebut untuk
melayani anak usaha Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Indonesia Power di Bali.
Dimana, SMDR akan mendukung program Indonesia Power yang berniat
mengonversi pembangkit listrik di Bali dari sebelumnya berbahan bakar diesel
menjadi gas. "Nantinya, kami akan ikut sebagai penyedia transportasi untuk
membawa LNG-nya dari Bontang ke Bali," ucap Bani kepada KONTAN beberapa
waktu lalu.

Bahkan ia berencana untuk mendirikan satu anak usaha baru untuk menangani
khusus proyek tersebut. "Karena kami percaya, proyek ini akan berlanjut di kotakota lain tak hanya Bali saja," lanjut dia. Direncanakan proyek tersebut akan
terealisasi di akhir tahun ini. Namun sayangnya, ia tak menyebutkan berapa nilai
kontrak dari proyek tersebut. Bani hanya bilang, untuk tahap awal, SMDR akan

menyediakan 2 kapal LNG. Untuk satu kapal LNG membutuhkan dana sekitar US$
70 juta.

Lantaran didukung dengan adanya proyek baru, ia berharap di tahun ini kinerja
perusahaan akan lebih membaik dibandingkan tahun lalu. Sayangnya, Bani tak
menyebutkan rincian pertumbuhan tersebut.

Namun jika menilik, laporan keuangan perusahaan di tahun lalu, pendapatan SMDR
menurun 5,07% dibandingkan tahun 2013 menjadi US$ 510,27 juta. Meski
menurun, laba perusahaan justru melejit hingga 119,68% secara year on year (yoy)
menjadi US$ 16,09 juta di sepanjang 2014.

Penurunan yang terjadi di tahun lalu itu diakui Bani, karena para distributor yang
mengambil sikap wait and see saat tahun pemilu lalu dengan menahan barang.
"Sehingga volume di tahun lalu cenderung flat," tukas Bani. Sementara, kenaikan
laba yang signifikan itu didorong oleh perusahaan yang sejak 2013 lalu rajin
melalukan optimalisaai rute kapal.

Tak hanya dari proyek yang akan segera dijalankan, SMDR di 2015 ini mendapat
berkah dari penurunan harga minyak dunia. Pasalnya, hal tersebut berpengaruh
pada beban operasional perusahaan yang juga ikut turun. Maklum, kontribusi bahan
bakar minyak terhadap beban perusahaan cukup besar yakni 40%.

Terlepas dari itu, Bani bilang mengenai rencana pemerintah yang ingin menggenjot
sektor maritim belum dapat dirasakan penuh saat ini. Pasalnya, baru beberapa
regulasi pemerintah saja yang baru terealisasi. Seperti, penghapusan sertifikasi
kapal dari Biro Klasifikasi Indonesia. "Efeknya jelas positif tapi belum signifikan,"
jelasnya.

Menyasar usaha properti

Kedepannya, SMDR memiliki rencana untuk mengkomersilkan lini bisnis properti.


Sekedar tahu saja, SMDR saat ini memiliki sepuluh lini bisnis yakni, shipping,

logistic, agencies, stevedoring, shipyard, terminal, salvage, energy, property dan


services.

Adapun lini bisnis ini dibentuk untuk memfungsikan aset perusahaan dengan
mengoptimalkan tabungan lahan atau land bank perusahaan yang ada. Seperti
membangun perumahan yang dikhususkan untuk karyawan. "Memang, selama ini
pembangunan perumahannya hanya dikhususkan untuk karyawan," tambah Bani.
Jakarta - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menginvestasikan dana sebesar Rp
500 miliar pada akhir tahun ini.

Dana tersebut akan dipakai untuk membangun terminal kontainer baru


berkapasitas 200-300 TEUs di Kalimantan.

Direktur keuangan perseroan, Anwarsyah Batubara mengatakan, dana itu akan


berasal dari kas internal dan pendanaan eksternal. Perseroan menjajaki beberapa
alternatif pendanaan seperti obligasi dan right issue. Dia enggan menyebutkan opsi
yang akan dipilih perusahaan.

Terminal itu akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 5 hektare (ha). Kami
menjajaki kerja sama dengan pemerintah dan perusahaan swatsa lainnya, ujar dia
di Jakarta, kemarin.

Anwarsyah menyatakan, penambahan terminal tersebut dilakukan karena kapasitas


terminal yang sudah ada ternyata telah melebihi target yang telah ditetapkan. Saat
ini, perseroan memiliki tiga unit terminal pelabuhan.

Dua terminal pelabuhan utama berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta, dan di pantai
timur Kalimantan, yakni di Palaran, Kalimantan Timur. Kapasitas tahunan dari ketiga
terminal ini adalah adalah 700.000 twenty foot equivalent units (TEUs) untuk
kontainer dan 1,2 juta ton untuk general cargo.

"Kami menargetkan penambahan 200.000 TEUs tahun ini. Dengan demikian,


totalnya akan sebesar 900.000 TEUs," tegasnya.

Saat ini, Shipping regional Samudera Indonesia memiliki 19 armada berupa feeder
service, liver service dan containers. Di dalam negeri, perseroan memiliki 13
armada kapal yang berpusat di Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.

Perseroan juga memiliki 20 armada bulk carrier, offshore dan tanker. Di bidang
logistik, Samudera Indonesia melayani jasa project logistic dan containers depot di
Jakarta, Surabaya, Semarang, Palembang dan beberapa kota di Indonesia. Juga, jasa
pergudangan (warehousing) dan transportasi darat. Perseroan memiliki 434 truk
untuk transportasi darat.

Tahun ini, kami juga akan memfokuskan usaha pada terminal logistic dan agency,
imbuh dia.
SMDR 45162331nn
IQPlus, (26/05) PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
bakal membentuk sub holding company untuk lini bisnis terminal. Langkah ini
merupakan salah satu rencana strategis perseroan di tahun ini.nnDirektur Keuangan
Samudera Indonesia, Ridwan Hamid, mengungkapkan, saat ini perseroan memiliki
lima anak perusahaan yang ada dibawah lini Samudera Terminal. Anak perusahaan
ini beroperasi di Tanjung Priok, Palaran, Samarinda.nnPT Samudera Teminal
Indonesia (STI) dibentuk sebagai holding company untuk bisnis terminal dengan
lingkup kerja guna mengelola aktivitas bisnis terminal yang sudah ada dan
mengembangkan bisnis baru, ujarnya di Jakarta, Selasa.nnSecara struktur, STI
akan berada di bawah PT Samudera Indonesia Tbk selaku holding comany. Saat ini,
proses pendirian STI masih dalam tahap menunggu persetujuan dari Direktorat
Jenderal Pajak, pelaporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan proses pemuhan
administrasi legal.nnKe depannya akan dilakukan initial public offering (IPO) STI
untuk memperkuat struktur modal dalam mendukung pertumbuhan bisnis
perseroan, ucap Ridwan.nnSementara itu, Direktur Utama SMDR, Masli Mulia,
menambahkan bahwa, perseroan bakal mendukung proram pemerintah dalam
sektor infrastruktur energi.nnProgram pemerintah untuk menyediakan kapasitas
listrik sebesar 35 ribu MW akan membutuhkan dukungan infrastruktur. Kami siap
mendukung dalam penyediaan shuttle tanker, floating storage, regasification barge
dan FSRU, tegas Masli.nnIa menambahkan, sejak tahun 2007 silam, Samudera
Indonesia telah berpengalaman dalam menyediakan layanan pengangkut LNG ke BP
Tangguh PSC dengan mengangkut LNG dari Teluk Bintuni, Papua.

Nama besar PT Samudera Indonesia Tbk sepertinya sulit dipisahkan dari almarhum
Soedarpo Sastrosatomo. Sejak didirikan pada 1950-an, pionir perusahaan pelayaran
yang menggarap rute internasional itu kini menjelma menjadi perusahaan
transportasi terpadu.

Untuk mengetahui kondisi perseroan dan sepak terjangnya di luar negeri, Bisnis
mewawancarai Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto, Komisaris Utama PT Samudera
Indonesia Tbk yang juga generasi kedua Soedarpo.

Lulusan Technical University, Munich, Jerman itu membeberkan pula kondisi


pelayaran nasional dan perlunya perbaikan pola kerja di pelabuhan. Berikut
petikannya:

Apa fokus bisnis yang menjadi kontribusi terbesar perusahaan saat ini?

Paling besar logistik dan pengelolaan pelabuhan, baru menyusul kemudian sektor
pelayaran. Sebetulnya seluruh sektor bisnis kami jalan, tetapi kontribusi terbesar itu
logistik dan pengelolaan pelabuhan.

Kami punya pelabuhan di Kalimantan, di Samarinda, pelabuhan peti kemas itu


sudah beroperasi selama 3 tahun. Itu akan kami ekspansi lagi. Kita juga melihat ada
permasalahan di sektor pelayaran dunia.

Ada banyak merger di pelayaran dunia. Seberapa jauh penurunan di sektor


pelayaran?

Iya merger karena jumlah suplai da ri kapal di dunia itu melebihi dari jumlah
muatan yang ada. Jadi industri ini sangat, istilahnya apa ya, artifisial. Jadi jumlah
armada yang disediakan atau armada dipakai di pasar saat ini itu diatur sedemikian
rupa agar bisa mengimbangi jumlah muatan yang ada karena pengaruh resesi
ekonomi di AS dan Eropa.

Pengaruhnya ke perseroan apa?

Selama ini, pembeli terbesar dalam industri kita itu negara maju. Pengaruh tentu
saja. Kalau dulu usaha pelayaran itu punya titik keberhasilannya yakni pergi dan
pulang ada muatan. Kalau pergi berlayar ada muatan tapi pulangnya enggak ada
kan jadinya bagaimana? Harga barang bisa jadi naik dua kali lipatnya. Ini yang jadi
masalah yang ada di dunia pelayaran kita saat ini.

Jika dulu itu ada pembagian peran dalam sektor pelayaran, kapal besar da tang ke
Pelabuhan Singapura karena pelabuhan di sana cukup dalam, sedangkan distribusi
barang ke wilayah Asia Tenggara itu kita bisa ja di feeder atau pe nyambung.

Tapi karena sekarang perusahaan perusahaan pelayaran besar saja muatannya juga
kurang mereka akhirnya mengangkut apa saja, dari pada kapal mereka enggak
beroperasi.

Mereka juga mesti bertahan hidup karena ada pinjaman dari bank misalnya,
sehingga mereka harus punya pendapatan. Imbasnya, barang berapa pun juga dia
angkut saja. Makanya kita sekarang bersaing de ngan mitra kita sendiri yang
dulunya kita jadi feeder karena sekarang mereka juga kosong muatannya.

Lantas bagaimana kesempatan di Indonesia?

Nah di Indonesia, salah satunya katakanlah tanda kutip keberuntungan nya karena
pelabuhan di kita ini pelabuhan tua sehingga kapal mo dern juga belum bisa
berlabuh. Maka dengan adanya asas cabotage, de ngan itu mengundang tantangan
baru. Disebut demikian karena jenis-jenis kapal yang ukurannya bisa dilayani oleh
pelabuhan-pelabuhan kita yang masih tradisional.

Jadi di sini ada campuran bisnis ang kutan pelayaran tra disional dan kita di sini kan
sedang membangun . Dengan begitu kita ti dak hanya pada angkutan peti ke mas
saja te tapi juga sebetulnya membutuhkan pelabuhan yang namanya kon ven sional
atau bulk.

Pemerintah tengah meng ubah pe labuhan konven sio nal jadi peti kemas,
Bagaimana menurut Anda?

Itu dia, sekarang kan mestinya diimbangi. Karena itu belum dimengerti, ya
katakanlah oleh pemerin tah, jadi kami dari pelaku industri mencoba membuka
mata. Anda bisa lihat sendiri, ini jalan karena distri busi. Sebagai negara kepulauan
kunci utamanya adalah distribusi.

Ambil contoh solar. Kalau di mata ran tai itu ada yang enggak benar main nya, ya
akan terjadi namanya stag nasi. Jadi kadang saya menilai soal distribusi solar itu
bukan Pertamina, tapi ada pada sim pul-simpul mata rantai lain.

Seharusnya bagaimana?

Indonesia sendiri merupakan pa sar yang menggiurkan maka kalau kita


bisa mengatur dengan baik distribusi bahan pangan dengan baik, cost-nya
juga rendah, negara kita bisa makmur.

Itu dulu adalah visi dari Pak Darpo . Sebagai negara kepulauan, kunci ke makmuran
Indonesia itu adalah distribusi dan komunikasi. Makanya waktu dulu Pak Harto
melempar satelit Palapa, ya kita akhirnya bisa nonton te levisi di seluruh Indonesia,
kalau enggak ada satelit mau pakai apa? Mau menanam kabel? Kuncinya itu sebab
informasi juga bisa tersebar.

Bagaimana soal tarif peti kemas di pelabuhan?

Tarif itu bergantung dari muatan. Di Indonesia itu tarifnya tinggi karena pelabuhan
kita itu tidak bisa melayani kapal dengan tepat waktu atau on time. Kalau sampai
kapal mesti antre itu biaya lagi. Kapal berhenti itu juga cost. Misalnya di sini kapal
curah atau bulk di Tanjung Priok bisa sampai 3 hari-4 hari, ma kanya timbul dwelling
time lama. Itu yang membuat biaya angkutan ma hal.

Kapan barang itu bisa tiba, artinya betul-betul barang cepat sampai di ujungnya.
Kita mestinya terbiasa dengan bekerja 24 jam 7 hari. Pelabuhan kan mau enggak
mau 24/7. Tarif di pelabuhan naik memang mesti ada investasi, misalnya nambah
crane dan lain nya tapi mesti efisien.

Soal beyond cabotage dan pendulum itu bagaimana?

Ini sudah banyak disinggung oleh aso siasi. Kuncinya sama, yang kami ha rapkan itu
agar kita secara efisien bisa memberdayakan sarana dan infrastruktur kita apakah
itu pelabuhan nya, operasi kapalnya, dan pengelolaan pelabuhan.

Keberadaan pelabuhan itu satu cerita, tapi pengelolaannya itu semua harus
tersambung. Yang harus dipegang adalah, soal pendulum itu perjalanan pergi dan
pulang itu mesti ada nilai ekonomis. Contoh, jarak angkutan bus Jakarta-Bandung,
kalau tidak ada yang mengangkut itu bagaimana? Jadi mesti ada demand atau
permintaan bukan hanya menentukan rute pelayarannya.

Kalau tidak ada yang di angkut bagaimana? Jadi fokusnya adalah demand terlebih
dahulu, itulah yang sering di-counter oleh INSA. Dan umumnya infrastruktur pe
labuhan
belum sama di seluruh In donesia, umumnya di Jawa paling da lam itu 8 LWS, tapi
kapal besar butuh 12 LWS.

Analisis PT SAMUDERA INDONESIA Tbk


PT SAMUDERA INDONESIA Tbk

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan salah satu perusahaan pelayaran
terbesar di Indonesia yaitu PT Samudera Indonesia Tbk. Didirikan oleh Soedarpo
Sastroastomo pada tahun 1950 dan pada tahun 1964 baru secara resmi terdaftar
sebagai perusahaan. Perusahaan ini bergerak di bidang pelayaran transportasi dan
logistik. Samudera Indonesia terus memastikan dalam pengiriman tepat waktu
kargo pelanggan dengan pengoperasian kapal, truk, gudang, kontainer depot
(terminal barang), dan pelabuhan yang terintegrasi dan lengkap dalam rantai
logistik. Sebagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia dengan kemitraan
dengan perusahaan pelayaran global terkenal, Perusahaan ini terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada tahun 1999. Perseroan berusaha untuk melayani pelanggan, di
mana pun mereka berada di industri. Saat ini, Samudera Indonesia telah tumbuh
dan berkembang di pasar domestik dan internasional dengan kompetensi dan
pengalaman panjang dalam empat lini bisnis, yaitu pengiriman, logistik, terminal,
dan lembaga.

Samudera Indonesia memiliki empat lini bisnis utama yang ditawarkan kepada
pelanggan di asia dan di seluruh dunia: pengiriman, logistik, terminal dan lembaga.

Samudera Shipping

PT Perusahaan Pelayaran Samudera Samudera Indonesia berdiri pada 13


November 1964. Sejak awal berdirinya perusahaan menjalankan bisnis pelayaran
samudera (ocean going) dengan trayek Indonesia Eropa dan Indonesia Jepang.
Armada kapal pertama perusahaan bernama MV Eka Daya Samudera dan MV
Pantjaran Sinar. Bisnis pelayaran ocean going breakbulk saat ini dijalankan oleh PT
Samudera Indonesia Tbk - Divisi Breakbulk dan Foremost Maritime.

Samudera Logistics

Samudera Indonesia telah memulai bisnis logistik sejak tahun 1964 melalui PT JPT
(Jasa Pengurusan Transportasi) Satuan Harapan. Seiring berjalannya waktu telah

didirikan berbagai anak perusahaan di bidang logistic yang fokus dengan


spesialisasinya masing masing.
Selain melakukan usaha freight forwarding melalui PT Satuan Harapan, Samudera
Indonesia dahulu memiliki beberapa entitas logistik yang menjalankan usaha EMKL
(Ekspedisi Muatan Kapal Laut) dan freight forwarding juga antara lain: PT Gita
Dharma, PT MPC-GFF, PT ISTA Samudera Kargo, PT Berkah Samudera, PT Eka Daya
Samudera, PT Bristar Mitra Cargo dan PT Rus Pendawa Lima Jaya.

Samudera Terminal

Jasa pengelolaan pelabuhan yang ditekuni oleh Perseroan sejak tahun 1986 telah
berkembang hingga saat ini mencakup jasa pengelolaan terminal curah, terminal
peti kemas, terminal serba guna, serta penyedia perlengkapan pendukung
pelabuhan. Selain memberikan jasa pengelolaan, Perseroan juga telah membangun
dua pelabuhan dengan skema BOT.

Samudera Agencies

Cikal bakal Samudera Indonesia bermula pada 1 Maret 1953 ketika pendiri
perusahaan, Bapak Soedarpo Sastrosatomo (1920-2007) mengambil alih
kepemilikan NV ISTA (Internationale Scheepvaart en Transport Agenturen) atau yang
kemudian dikenal dengan Indonesian Shipping and Transport Agency. ISTA adalah
perusahaan keagenan yang mewakili Isthmian Lines di Indonesia. Pada saat itu,
perusahaan pelayaran Amerika milik US Steel ini, memiliki jadwal kunjungan kapal 3
kali dalam sebulan di Indonesia. Bisnis keagenan ISTA kemudian berkembang pada
tahun 1954 ketika ISTA mulai mewakili Hapag dari Jerman dan Tokyo Senpaku dari
Jepang. Dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1964 yang menetapkan
semua aktivitas pelayaran harus dijalankan oleh perusahaan pelayaran, termasuk di
dalamnya keagenan, bongkar muat, dan pergudangan maka didirikanlah PT
Perusahaan Pelayaran Samudera Samudera Indonesia dan sejak itu bisnis
keagenan ISTA diteruskan melalui Samudera Indonesia.

STRUKTUR ORGANISASI

Manajemen PT SAMUDERA INDONESIA Tbk

Board Of Commisioners

Bani Maulana Mulia

Wisnoentoro Martokoesoemo

Shanti L. Poesposoetjipto

Amir Abadi Jusuf

Anugerah Pekerti

Board Of Directors
Ridwan Hamid
Hastanto SM Widodo
Masli Mulia
Prabowo Budhy Santoso
Asmari Herry Prayitno
Rudolf Saut

Dapat dilihat bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan besar dan terus
berkembang. Yang mulanya hanya menjalankan bisnis transportasi dan logistik dan
sekarang mengoperasikan kapal, truk, gudang, kontainer depot (terminal barang)
dan pelabuhan yang berhubungan dengan rantai logistik. Walaupun memiliki
banyak bisnis tapi perusahaan ini tidak keluar dari bisnis utamanya yaitu :
transportasi dan logistik.

Ciri dari PT Samudera Indonesia Tbk adalah perusahaan modern karena perusahaan
ini terus bertambah besar karena perusahaan ini merupakan pemain utama di pasar
domestik. Didukung oleh 1.000 staf yang berkualitas dan 40 kantor cabang di
semua pelabuhan utama di Indonesia dan Asia, serta sebagai kantor perwakilan dan
lembaga di seluruh dunia. Yang awalnya hanya memiliki kantor di jakarta, sekarang
hampir di seluruh kota-kota besar di indonesia seperti bandung, semarang, solo,
jember dll. Beberapa kontainer depot / terminal barang yang tersedia seperti di
merak. surabaya, palembang, makassar, tarakan, batam, medan, pontianak, dll.
Perusahaan ini sudah memasuki pasar asia seperti di UEA, india, thailand, vietnam,
malaysia dan singapura.

Secara garis besar organisasi memiliki tiga unsur yaitu orang-orang, kerjasama dan
tujuan bersama-sama. Ketiga unsur tersebut saling berhubungan dan merupakan
satu kesatuan. PT Samudera Indonesia Tbk mengelola 3 unsur dengan baik yaitu
merekrut karyawan yang bermutu, hubungan kerjasama yang terjalin baik antara
kantor cabang di domestik maupun internasional sehingga tercapai satu tujuan
yaitu menjadi perusahaan transportasi dan logistik yang besar.
Dari sudut pandang teori organisasi, PT Samudera Indonesia Tbk termasuk dalam
teori organisasi modern. Dalam teori ini digambarkan bahwa semua unsur
organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan. Terlihat jelas bahwa
Unsur orang-orang, kerjasama dan tujuan bersama-sama merupakan landasan dari
PT Samudera Indonesia. Bisnis yang dijalankan saling ketergantungan antara kantor
cabang di berbagai indonesia dan asia. Apabila tidak adanya saling ketergantungan
maka akan mengganggu proses bisnis perusahaan tersebut.

Dari seluruh penjelasan yang saya berikan dapat disimpulkan bahwa PT Samudera
Indonesia tbk merupakan organisasi niaga karena memiliki tujuan untuk
mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. PT Samudera Indonesia Tbk memiliki
misi yaitu menyediakan layanan jasa transportasi untuk memenuhi kebutuhan
distribusi barang dari dan ke seluruh penjuru Indonesia, berkontribusi positif
terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia dengan memberikan solusi logistik yang
efisien, turut berperan serta dalam menciptakan lapangan kerja dan
mengembangkan kompetensi sumber daya manusia di indonesia, senantiasa
memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan seraya memberikan nilai
tambah bagi pemegang saham.

Dengan kemampuan yang dimiliki oleh PT Samudera Indonesia Tbk dalam bisnis
transportasi dan logistik bukan hal yg mustahil untuk menjadi perusahaan
pelayaran terbesar di dunia. Mengingat bahwa perusahaan ini sudah memiliki

perusahaan di berbagai negara asia dan ada kemungkinan untuk memperluas lagi
cabangnya ke seluruh penjuru dunia.

Sumber :
http://www.samudera.com/
http://www.samudera.co.id/

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Upaya meningkatkan pendapatan perusahaan akan sangat sulit, hal tersebut


disebabkan banyaknya perusahaan yang menjalankan bisnis sejenis dan akhirnya
menghambat perkembangan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus
mengarah pada orientasi pasar (market oriented ) dimana perusahaan menjadikan
pemasaran sebagai titik pusat sari suatu usaha bisnis.

Pemasaran merupakan bagian perusahaan yang bertugas untuk memasarkan


produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Kegiatan pemasaran sendiri dimulai dari
mengamati konsumen, melihat apa yang mereka butuhkan sehingga perusahaan
dapat membuat produk yang sesuai dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Pada dasarnya pemasaran yang baik harus mencakup semua kegiatan


berpindahnya barang atau jasa dari pihak produsen kepada pihak konsumen yang
berkenaan dengan membentuk kepuasan konsumen seutuhnya dan memberikan
laba kepada perusahaan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara
maksimum.

Hal yang sama terjadi dalam PT. Samudera Indonesia. Karena yang menjadi pesaing
tidak hanya perusahaan tranportasi laut lain, tetapi juga perusahaan pengiriman
barang melalui darat dan udara yang mengakibatkan ketatnya persaingan. Dalam
kondisi semacam ini PT. Samudra Indonesia berusaha untuk selalu mencari cara
atau metode yang efektif dan efesien untuk meningkatkan keuntungan dan
mempertahankan kontinuitasnya. PT. Samudera Indonesia adalah perusa-haan yang
bergerak dibidang pelayaran.

Produk yang dijual oleh PT. Samudera Indonesia berupa jasa pengiriman barang
(kontainer), jasa agency, penyewaan kontainer dan jasa pengurusan dokumen.
Dalam usaha memasarkan produknya tersebut PT. Samudera Indonesia melakukan
strategi pemasaran seperti memasang iklan, memberikan discount terhadap
konsumen tertentu, melakukan training dengan tujuan meningkatkan pelayanan
kepada kosumen, mengadakan acara-acara hiburan dengan mengundang
perusahaan-perusahaan lain yang menjadi mitra PT. Samudera Indonesia,
meningkatkan sarana dan prasarana demi kenyamanan konsumen dan strategi
pemasaran lainnya.

Seperti yang kita ketahui dalam kegiatan-kegiatan tersebut akan mengakibatkan


timbulnya biaya dan biaya itu biasa disebut biaya pemasaran, disini kita dapat
menyimpulkan bahwa besar-kecilnya biaya pemasaran yang dikeluarkan akan
mempengaruhi kegiatan pemasaran produk yang berarti mempengaruhi penjualan

Disini penulis ingin melihat besarnya hubungan yang terjadi dalam pengeluaran
biaya pemasaran dalam salah satu perusahaan pelayaran tertua ini terhadap hasil
yang diinginkan yaitu peningkatan penjualan perusahaan dan melihat bagaimana
pengaruh dalam perubahan yang terjadi pada biaya pemasaran terhadap hasil
penjualan.

Berdasarkan uraian diatas dengan batasan kegiatan unit domestik Jakarta dan
batasan tahun 2004-2006, penulis ingin mengkaji lebih dalam dan
mengemukakannya dalam bentuk skripsi/karya tulis dengan judul : PENGARUH
BIAYA PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN HASIL PENJUALAN PT. SAMUDERA
INDONESIA UNIT DOMESTIK JAKARTA TAHUN 2004-2006.

B. perumusan Masalah

Dalam pembahasan skripsi ini, penulis mengkategorikan perumusan masalah yang


terdiri atas 3(tiga) kategori
1. Identifikasi Masalah
a. Biaya pemasaran PT. Samudera Indonesia unit Domestik Jakarta.
b. Hasil penjualan PT. Samudera Indonesia unit Domestik jakarta.
c. Hubungan biaya pemasaran terhadap hasil penjualan PT. Samudera Indonesia
unit Domestik Jakarta.

2. Pembatasan masalah
a. Kegiatan penelitian pada PT. Samudera Indonesia unit Domestik Jakarta.
b. Bagian yang menjadi focus masalah adalah biaya pemasaran yang dikeluarkan .
Perusahaan dihubungkan dengan hasil penjualan yang diterima perusahaan dalam
periode satu tahun.

3. Pokok masalah
a. Bagaimanakah pelaksanaan biaya pemasaran PT. Samudera Indonesia unit
domestik Jakarta ?
b. Bagaimanakah hasil penjualan PT. Samudera Indonesia domestic Jakarta ?
c. Adakah pengaruh peningkatan biaya pemasaran terhadap hasil penjualan PT.
Samudera Indonesia domestik Jakarta ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian


1. Tujuan penelitian :
a. Untuk mengetahui pelaksanaan biaya pemasaran pada PT. Samudera Indonesia
domestik Jakarta.
b. Untuk mengetahui hasil penjualan PT. Samudera Indonesia unit domestik Jakarta.
c. Untuk mengetahui adakah pengaruh biaya pemasaran yang dikeluarkan
perusahaan terhadap hasil penjualan pada PT. Samudera Indonesia unit domestik
Jakarta

2. Manfaat penelitian :
a. Bagi perusahaan : Penulisan ini dapat menjadikan suatu masukan yang dapat
bermanfaat bagi perusahaan dalam meningkatkan dan mengembangkan kegiatan
pemasaran yang dapat berakibat pada meningkatnya hasil penjualan.

b. Bagi penulis : untuk melihat dan menguji kemampuan penulis dalam menghadapi
dan menganalisa masalah yang ada.

c. Bagi pembacan : penulisan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan


manajemen transpor laut khususnya dan manajemen pada umumnya.

D. Metodologi Penelitian
1. Metodologi Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan selama penulisan skripsi ini adalah sebagai
berikut :
a. Penelitian lapangan (Field research)
Melalui penelitian lapangan ini diperoleh data primer, yang dilakukan dengan cara :
1) observasi, yaitu metode penelitian dengan melakukan pengamatan kegitan
dilapangan yang merupakan data primer yang berisikan informasi-informasi dari
kantor PT. Samudera Indonesia Tbk.

2) Wawancara, (interview dengan berbagai pihak yang terkait dengan operasional


PT. Samudra Indonesia unit domestik Jakarta .

b. Riset kepustakaan (Library research)


Riset kepustakaan dilakukan sebagai suatu upaya untuk memperoleh data
sekunder, dengan membaca buku-buku tesk, referensi, jurnal dan brosur.

2. Metode Analisis Data

Adapun analisis data yang dipergunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah
a. Analisis Regresi linier sederhana menurut Anto Dajan (1994 :301)
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari perubahan
suatu variabel lain yang ada hubungannya .

b. Analisis Koefien Korelasi menurut Anto Dajan (1994 : 315)


Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dua variable
X dan Y, apakah hubungan itu positif atau negative, sempurna atau tidak sempurna
dan kuat atau tidak kuat. Dimana biaya pemasaran sebagai X dan hasil penjualan
sebagai Y.

E. Hipotesis
Biaya ini ditulis mempunyai pengaruh yang kuat terhadap hasil penjualan PT.
Samudera Indonesia unit Domestik Jakarta yang akan dibuktikan pada hasil
penelitian dengan anggapan faktor lain tetap.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Pemasaran

Beberapa ahli telah mengemukakan definisi tentang pemasaran yang kelihatannya


agak berbeda meskipun sebenarnya sama. Perbedaan ini disebabkan karena
mereka meninjau pemasaran dari segi yang berbeda-beda, ada yang lebih
menintikberatkan pada segi fungsinya, segi barangnya, segi kelembagaannya, segi
managemennya, dan ada pula yang menitikberatkan dari semua segi tersebut.

Mengenai pengertian pemasaran dikemukakan oleh banyak pakar antara lain


adalah sebagai berikut :

a. Menurut Kotler (1997 : 3) Pemasaran yaitu sebuah proses social dan manajerial
yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan
dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk yang
bernilai dengan pihak lain.

b. Menurut Basu Swastha (1998 : 5) Pemasaran adalah kegiatan manusia yang


diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses
pertukaran.

c. Menurut Keegan ( 1996 : 4) Pemasaran yaitu proses mengkonsentrasikan


berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah organisasi pada kesempatan dan
kebutuhan lingkungan.

Dari beberapa penjelasan para ahli diatas penulis menyimpulkan bahwa pemasaran
adalah usaha mengenalkan produk dengan landasan memenuhi kebutuhan
konsumen yang termasuk dalam pasar target dengan mengharapkan suatu
imbalan.

Selain itu, dalam upaya peningkatan penjualan dan mencapai target perusahaan.
Perusahaan harus memperhatikan factor-faktor pemasaran yang termasuk dalam
MARKETING MIX dan mempengaruhi penjualan, seperti yang dikemukakan oleh
Philip Kotler (1987 : 63) : Marketing Mix adalah seperangkat variabel-variabel
pemasaran terkontrol dimana perusahaan menggabungkan untuk menghasilkan
tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran.

Dalam marketing mix mengkaitkan variable-variabel yang dikenal dengan istilah 4P,
yaitu:

1. Product
Berkaitan dengan pemasaran dan sumbangannya terhadap laba. Maka produk tidak
lepas dari kwalitas pelayanan yang baik, ketepatan waktu, dan keamanan. Yang
paling utama dalam hal ini jasa yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan
konsumen, sehingga konsumen dapat bertahan

2. Price
Merupakan sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen karena penggunaan
jasa tersebut. Harga adalah salah satu variabel pemasaran yang perlu diperhatikan
oleh manajemen pemasaran, karena harga akan langsung mempengaruhi besarnya
volume penjualan dan laba yang dicapai oleh perusahaan. Kebijakan tentang harga
ini mencakup tentang berapa yang ditetapkan untuk suatu produk tertentu,
fleksibilitas harga tersebut, kebijaksanaan harga pada setiap tahap dalam product
life cycle, kepada siapa dan berapa besar potongan harga diberikan.

3. Place
Kegiatan pemasaran tidak akan lepas dari masalah distribusi produk , yang
membawa barang atau jasa ke tangan konsumen, Hal ini penting karena dengan
adanya saluran distribusi,memungkinkan berpindahnya suatu barang dari suatu
tempat ke tempat lain atau . penyaluran jasa ke daerah-daerah yang banyak
membutuhkan.

4. Promotion
Promosi adalah upaya pengenalan produk yang ditawarkan kepada pasar yang
menjadi target pemasaran suatu produk.

B. Pengertian Biaya Pemasaran

Dalam akuntansi biaya adalah jumlah kotor dari penurunan aktiva atau kenaikan
hutang. Yang timbul dari kegiatan perusahaan dalam usaha perusahaan untuk
mendapatkan pendapatan dalam satu periode. Dengan kata lain biaya adalah uang
yang dikeluarkan untuk membeli atau membayar persediaan, jasa, tenaga kerja,
produk, peralatan, dan barang lainnya yang digunakan untuk keperluan bisnis atau
kepentingan lainnya.

Dalam wikipedia menjelaskan biaya adalah semua pengorbanan yang perlu


dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang
menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan
terjadi.

Pengertian biaya menurut Mulyadi (1998 : 3) Biaya adalah pengorbanan sember


ekonomis yang diukur dengan satuan uang, yang telah terjadi atau kemungkinan
akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Matz, Usry dan Hammer (1995 : 9) Biaya adalah suatu nilai tukar,
prasyarat atau pengobanan yang dilakukan guna memperoleh manfaat.

Menurut Mardiasmo (1994 : 19) Biaya pemasaran adalah semua biaya yang
berkaitan dengan kegiatan mulai dari memperkenalkan produk sampai dengan
penagihan hasil penjualan produk.

Menurut Supriyono (1997 : 2000) ditinjau dari kegiatan pemasarannya, pengertian


biaya pemasaran adalah meliputi semua dalam rangka melengarakan kegiatan
pemasaran, yaitu :
Biaya untuk memperoleh atau menimbulkan pesanan (order aquiring cost atau
order getting cost).

Dari segi fungsinya biaya ini digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Biaya promosi dan adpertensi, meliputi : gaji bagian promosi dan adpertensi,
barang sample, adpertensi dalam berbagai media , dan lain-lain.

2. Biaya penjualan, meliputi : gaji penjual (salesman), komisi penjual, bonus penjual,
perjalanan dinas penjual , gaji kantor penjual , dan lain-lain.

3. Biaya untuk memenuhi atau melayani pesanan (order filling cost). Dari segi
fungsinya biaya ini digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu :
a. Biaya pergudangan atau penyimpanan, meliputi : gaji bagian gudang, supplies
gudang, reparasi dan pemeliharaan gudang penyusutan gudang dan peralatannya,
asuransi gudang, dan lain-lain.

b. Biaya pengepakan dan pengiriman, meliputi : gaji bagian pengepakan, supplies


untuk pengepakan atau pembukusan, biaya angkut barang yang dijual, biaya
penyusutan kendaraan, reparasi dan pemeliharaan alat pengepakan dan
pengiriman, dan lain-lain.

c. Biaya pemberian kredit dan pengumpulan piutang, meliputi : gaji bagian


pemberian kredit dan pengumpulan pitung, supplies kantor, biaya bantuan hukum
penagihan, kerugian piutang tidak tertagih, penyusutan peralatan, pemeliharan
peralatan, dan lain-lain.

d. Biaya administrasi penjualan, meliputi : gaji bagian administrasi penjualan,


sipplies kantor, penyusutan peralatan, reparasi dan pemeliharaan peralatan, dan
lain-lain.

C. Pengertian Penjualan.

Kadang - kadang orang mempunyai salah pengertian tentang istilah penjualan yang
dianggap sama dengan istilah pemasaran. Pemasaran meliputi kegiatan yang luas,
sedangkan penjualan hanyalah merupakan satu kegiatan saja didalam pemasaran.

Menurut Basu Swastha (2001 : 8) Penjualan dalah ilmu dan seni mempengaruhi
pribadi yang dilakukan penjualan untuk mengajak orang lain agar dilakukan penjual
untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang / jasa yang ditawarkan.

Menurut Basu Swastha (2001 : 28) Manajemen penjualan adalah perencanaan,


pelaksanaan dan pengendalian program-program kontak tatap muka, termasuk
pengalokasian, penarikan, pemilihan, pelatihan dan pemotivasian yang dirancang
untuk mencapai tujuan penjualan perusahaan.

D. Manfaat Pengawasan Dan Analisis Biaya Pemasaran

Menurut Supriyono (1997 : 202) biaya pemasaran diawasi dan dianalisis dengan
tujuan dapat memberikan manfaat untuk :
1 . Penentuan besarnya biaya .
2. Pengawasan dan analisis biaya pemasaran.
3. Perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran.

E. Penyusunan Anggaran Biaya Pemasaran

Penyusunan anggaran biaya pemasaran menurut Supriyono (1997 : 205)


dipengaruhi oleh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dapat dicapai
oleh perusahaan, oleh karena itu penyusunan anggaran biaya pemasaran dibuat
setelah anggaran-anggaran penjualan disusun.

Langkah-langkah didalam menyusun anggaran biaya pemasaran adalah sebagai


berikut :
1. Menyusunan anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis biaya pemasaran. Pada
awalnya periode disusun anggaran setiap jenis biaya pemasaran yang digolongkan
kedalam :
a. Hubungannya dengan kegiatan pemasaran, digolongkan menjadi :
1). Biaya pemasaran langsung.
2). Biaya pemasaran tidak langsung.

2. Hubungannya dengan variabilitas biaya terhadap volume pemasaran,


digolongkan menjadi :
1). Biaya pemasaran tetap.
2). Biaya pemasaran variable.

3. Penggolongan biaya pemasaran dihubungkan dengan dapat terkendalikan atau


tidaknya suatu biaya, dikelompokan menjadi :
1). Biaya pemasaran terkendalikan

2). Biaya pemasaran tak terkendalikan

4. Dalam menganalisis biaya pemasaran untuk setiap pusat laba dapat digunakan
dua konsep, yaitu :
1). Konsep biaya total (full costing)
Pada konsep ini setiap pusat laba dihitung besar laba bersihnya dengan
mempertemukan pengahasilan setiap pusat laba dikurangi semua biaya setiap
pusat laba yang berangkutan, baik biaya tetap maupun biaya variabel.

2). Konsep biaya variabel (variabel costing )


Penggunaan konsep ini didorong oleh pemilihan alternative didalam pengambil
keputusan dengan jalan menyajikan besarnya batas kontribusi (contribusi margin)
setiap pusat laba untuk dapat menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Untuk
tujuan tersebut, biaya pada setiap pusat laba harus dikelompokan kedalam elemen
biaya tetap dan elemen biaya variabel.
Diposkan oleh Makalah Manajemen Strategi di 08.44