Anda di halaman 1dari 4

Laboratorium Geologi Komputasi

2015

BIOSTRATIGRAFI

Biostratigrafi adalah cabang stratigrafi yang didasarkan pada pengetahuan


tentang fosil yang ada dalam batuan. Ilmu ini memanfaatkan kisaran
kronostratigrafi dari berbagai spesies fosil untuk mengkorelasikan penampangpenampang stratigrafi; dan menafsirkan lingkungan pengendapan.
Sebelum ada data seismik, metoda biostratigrafi merupakan satu-satunya
cara yang dimiliki para ahli geologi untuk meng-korelasikan bagian-bagian
penampang yang umurnya "sama" (dalam batas resolusi biostratigrafi). Walau
demikian, kebanyakan fosil yang digunakan para ahli paleontologi sebelum
pertengahan abad ini bukan organisma yang hidup di dalam kolom air laut
(plankton), melainkan organisma dasar laut (bentos). Dengan demikian, korelasikorelasi yang dibuat waktu itu sebenarnya lebih menunjukkan kesamaan kondisi
lingkungan dan fasies pengendapan; bukan kesamaan waktu (Loutit dkk, 1988).
Karena itu, tidak mengherankan jika banyak satuan litostratigrafi lama
mengandung kumpulan fosil bentonik yang sifatnya khas. Hal inilah yang
kemudian menyebabkan timbulnya praktek pengkorelasian satuan-satuan
litostratigrafi.

Gambar contoh hubungan lateral.


Nama : Rizky Pratama Firdaus
NIM
: 111.130.016
Plug
:2
Page 1

Laboratorium Geologi Komputasi

2015

Satuan biostratigrafi adalah tubuh lapisan batuan yang dikenali


berdasarkan kandungan fosil atau ciri-ciri paleontologi sebagi sendi pembeda
tubuh batuan di sekitarnya. Kelanjutan satuan biostratigrafi ditentukan oleh
penyebaran gejala paleontologi yang mencirikannya (Komisi Sandi Stratigrafi
Indonesia, 1996).
Satuan dasar biostratigrafi adalah zona. Zona adalah suatu lapisan atau
tubuh lapisan batuan yang dicirikan oleh suatu takson atau lebih. Kegunaan dari
zona antara lain sebagai penunjuk umur, penunjuk lingkungan pengendapan,
korelasi tubuh lapisan batuan, dan untuk mengetahui kedudukan kronostratigrafi
tubuh lapisan batuan. Urutan tingkatan satuan biostratigrafi resmi dari besar
sampai kecil adalah superzona, zona, subzona dan zonula.
Terdapat empat zona satuan biostratigrafi yang telah ditentukan dalam
Sandi Stratigrafi Indonesia (1996), yaitu:
1. Zona selang ( Interval zone ).
Zona selang ialah selang stratigrafi antara dua horizon biostratigrafi
(horizon biostratigrafi yaitu awal atau akhir peMunculan takson takson penciri).
Kegunaan secara umum untuk korelasi tubuh tubuh lapisan batuan. Batas atas
dan bawah suatu zona selang ditentukan oleh horizon pemunculan awal atau akhir
suatu takson penciri.
2. Zona Puncak ( Acme zone ).
Zona puncak adalah tubuh lapisan batuan yang menunjukkan
perkembangan maksimum suatu takson tertentu (pada umumnya perkembangan
maksimum adalah junlah maksimum populasi atau takson dan bukan seluruh
kisarannya). Kegunaan dalam hal-hal tertentu adalah untuk menunjukkan
kedudukan kronostratigrafi tubuh lapisan batuan, juga sebagai penunjuk
lingkungan pengendapan. Batas vertikal dan horizontal zona ini bersifat subjektif.

Nama : Rizky Pratama Firdaus


NIM
: 111.130.016
Plug
:2
Page 2

Laboratorium Geologi Komputasi

2015

3. Zona Kumpulan ( Asesmblage zone ).


Zona kumpulan adalah kumpulan sejumlah lapisan yang dicirikan oleh
kumpulan alamiah fosil yang khas atau kumpulan suatu jenis fosil. Kegunaan
zona ini adalah sebagai penunjuk lingkungan pengendapan purba. Batas dan
kelanjutan zona kumpulan ditentukan oleh batas terdapatnya kebersamaan
(kemasyarakatan) umur umur utama dalam kesinambungan yang wajar.
4. Zona kisaran ( Range zone ).
Zona kisaran adalah tubuh lapisan batuan yang mencakup kisaran
stratigrafi unsur terpilih dari kumpulan seluruh fosil yang ada (zona kisaran dapat
berupa kisaran umur suatu takson, kumpulan takson, takson-takson yang
bermasyarakat, atau ciri paleontologi yang lain yang menunjukkan kisaran).
Kegunaan zona kisaran terutama untuk korelasi tubuh batuan dan sebagai dasar
penempatan batuan-batuan dalam skala waktu geologi. Batas dan kelanjutan zona
kisaran ditentukan oleh penyebaran vertikal maupun horizontal takson yang
mencirikannya.
Karakter biostratigrafi dari paket endapan sedimen dikontrol oleh interaksi
antara kondisi lingkungan, evolusi organisma, dan perubahan proses pengendapan
yang berkaitan dengan perubahan alas kikis. Akibatnya, hanya ada sedikit
"hukum" yang dapat disimpulkan mengenai hubungan antara biostratigrafi dan
sekuen stratigrafi.
Perbedaan antara Litostratigrafi danm Biostratigrafi
1. Penggolongan lapisan-lapisan batuan pada litostratigrafi didasarkan pada
ciri-ciri fisik batuan dan litologi tanpa memperhatikan waktu atau
kandungan fosil, sedangkan penggolongan lapisan-lapisan batuan pada
biostratigrafi didasarkan pada kandungan dan penyebaran fosilnya yang
memiliki ciri-ciri khusus.

Nama : Rizky Pratama Firdaus


NIM
: 111.130.016
Plug
:2
Page 3

Laboratorium Geologi Komputasi

2015

2. Tingkatan satuannya. Pada litostratigrafi, tingkatan satuannya dari besar ke


kecil meliputi Kelompok Formasi Anggota Perlapisan, sedangkan
pada biostratigrafi, tingkatan satuannya dari besar ke kecil meliputi Super
Zona Sub-Zona Zonula.
Fasies merupakan kombinasi antara beberapa tubuh batuan yang dilihat dari
litologi, geometri, struktur sedimen, struktur biologi, dan arus purbanya. Aspek
fasies tersebut memperlihatkan kenampakan yang berbeda dari tubuh batuan yang
ada di atas, di bawah, dan di sekelilingnya.
Data yang digunakan untuk menganalisis dan menentukan lingkungan
pengendapan dengan litostratigrafi dan biostratigrafi salah satunya berasal dari
fasies sedimen, yang terdiri dari beberapa interpretasi data, yaitu:
1. Geometri
2. Litologi
3. Paleontologi
4. Struktur Sedimen

Nama : Rizky Pratama Firdaus


NIM
: 111.130.016
Plug
:2
Page 4

Anda mungkin juga menyukai