Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmatnya atas segala berkah dan kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas makalah dengan judul Feasibility Studi (Studi Kelayakan) mata kuliah
manajemen Farmasi ini dengan tepat waktu. Pada kesempatan ini kami juga ingin
berterima kasih kepada ibu Dra.Azizahwati, Msi., Apt dan ibu Ainun
Wulandari,Msc., Apt selaku dosen yang telah membimbing kami dalam pengerjaan
makalah ini.
Kami menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam penulisan
dan penyajian materi pada makalah yang sederhana ini. Untuk itu kami menerima
saran dan kritik dari pembca.
Tiada hal yang kami harapkan selain makalah ini dapat diterima dengan baik
dan bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Jakarta, 28 September 2015

Penulis

DAFTAR ISI
1

KATA PENGANTAR

........................................................................ 1

DAFTAR ISI

.........................................................................2

I. PENDAHULUAN ...........................................................................................3
I.1. Latar Belakang...............................................................................3
I.2. Tujuan..............................................................................................3
II. TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................4
II.1.
Feasibility Studi(Studi Kelayakan).......................................4
II.2.
Aspek Studi Kelayakan..........................................................5
1) Aspek Manajemen...................................................................5
2) Aspek Teknis............................................................................5
3) Aspek Pasar..............................................................................6
4) Aspek Keuangan......................................................................6
II.3.
Tahapan Pembuatan Studi Kelayakan.................................7
1) Penemuan Suatu Gagasan......................................................9
2) Penelitian Lapangan................................................................9
3) Evaluasi Data...........................................................................9
4) Pembuatan Rencana Pelaksanaan ......................................11
5) Pelaksanaan Rencana Kerja.................................................12
III.PENUTUP......................................................................................................13
III.1. Kesimpulan ..........................................................................13
III.2. Saran .....................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA 1..................................................................................14

BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No. 1332/Menkes/SK/X/2003,
maka definisi apotek adalah tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur
sediaan, dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Dalam peraturan
2

ini seorang apoteker bertanggung jawab atas penglolaan apotek, sehingga


pelayanan obat kepada masyarakat akan lebih terjamin keamanannya, baik
kualitas maupun kuantitasnya.
Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya
mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient oriented)
dan unit bisnis (profit oriented). Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan
kesehatan, fungsi apotek adalah menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan
masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Sedangkan fungsi
apotek seagai institusi bisnis, apotek bertujuan untuk memperoleh keuntungan,
dan hal ini dapat dimaklumi mengingat investasi yang ditanam pada apotek dan
oprasionalnya juga tidak sedikit. Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian
yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi
pelayanan yang berfokus pada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas hidup pasien. Peran apoteker diharapkan dapat menyeimbangkan antara
aspek klinis dan aspek ekonomi demi kepentingan pasien.
I.2.

Tujuan
a. Sebagai Pedoman praktik apoteker dalam menjalankan profesi
b. Untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen farmasi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Feasibility Studi (Studi Kelayakan)
Feasibility Studi (Studi Kelayakan)
secarakomprehensif

mengenai rencana

adalah

pendirian

suatu

apotek

rancangan
baru

untuk

melihat kelayakan usaha baik dari pengabdian profesi maupun sisi bisnis
ekonominya. Tujuannya adalah untuk menghindari penanaman modal yang tidak
efektif dan berguna untuk mengetahui apakah apotek yang akan didirikan cukup
layak atau dapat bertahan dan memberi keuntungan secara bisnis. Dalam studi
kelayakan diperlukan perhitungan yang matang sehingga apotek yang akan
didirikan nanti tidak mengalami kerugian.

Sebelum melakukan pendirian dan pengelolaan apotek, perlu dilakukan


perencanaan terlebih dahulu, maka setelah melakukan survei mengenai lokasi
dan banyaknya sarana penunjang (dokter, rumah sakit, poliklinik, dan lain-lain
termasuk banyaknya penduduk dengan kemampuan berbeda-beda) harus
dilakukan studi kelayakan (Hartono, 2003).
Beberapa faktor yang harus diperhatikan sebelum mendirikan apotek ialah:
a.

Lokasi

Banyak faktor yang digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk


menentukan lokasi suatu usaha. Sebagai faktor yang digunakan
sebagai dasar pertimbangan pada umumnya Pasar, sebab merupakan
masalah yang tidak boleh diabaikan, selain itu faktor pembeli harus
diperitungkan dahulu. Oleh karenanya hendaknya diperhitungkan

lebih dulu:
Ada tidaknya apotek lain
Letak apotek yang akan didirikan, mudah tidaknya pasien untuk

parkir kendaraannya
Jumlah penduduk
Jumlah Dokter
Keadaan sosial ekonomi rakyat setempat untuk diketahui
Selain keadaan tersebut perlu dipertimbangkan ada tidaknya fasilitas
kesehatan lain seperti : rumah sakit, puskesmas, poliklinik. Sebab
tempat-tempat tersebut juga memberi obat langsung pada pasien.

b.

Perundang-undangan farmasi dan ketentuan lainnya.

c.

Pembelian.

d.

Penyimpanan barang/pergudangan.

e.

Penjualan, yang terpenting ialah kalkulasi harga atas resep Dokter.

f.

Administrasi, menyangkut pula laporan-laporan.

g.

Evaluasi apotek pada akhir tahun (Anief, 2001).

II.2. Aspek Studi Kelayakan


Secara umum studi kelayakan dari suatu usaha mencakup 4 aspek
penilaian, yaitu:
1)

Aspek Manajemen
Apotek perlu mendapat dukungan tenaga manajemen yang ahli dan

berpengalaman, serta memiliki motivasi dan dedikasi yang tinggi untuk

mengembangkan apotek. Karena itu hendaknya disusun tugas-tugas pokok yang


harus dijalankan agar apotek dapat berjalan dengan baik. Tugas-tugas tersebut
kemudian dituangkan dalam jabatan-jabatan tertentu dan disusun dalam satu
organisasi, dengan tersusunnya struktur organisasi lebih mudah untuk
menentukan apa yang harus dipenuhi oleh calon pegawai apotek. Aspek
manajemen, meliputi :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
2)

Strategi manajemen (Visi, Misi, Strategi, Program Kerja, SOP )


Bentuk badan usaha
Struktur organisasi
Jenis pekerjaan
Kebutuhan tenaga kerja
Program kerja
(Anief, 2001)
Aspek Teknis
Aspek teknis yang dimaksud di sini adalah kondisi fisik dan peralatan yang

dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kefarmasian di apotek. Aspek teknis,


meliputi :
a. Peta

lokasi

pelayanan

dan

lingkungan (posisi

apotek

terhadap

sarana

kesehatan lain)

b. Tata letak bangunan


c. Interior dan peralatan teknis
(Anief, 2001).
3)

Aspek Pasar
Dalam pendirian apotek, aspek pemasaran mendapat prioritas utama agar

laju perkembangan apotek sesuai dengan yang diharapkan Aspek ini diantaranya
menyangkut jumlah praktek dokter yang ada di sekitar apotek dan jumlah apotek
pesaing di lokasi tersebut. Aspek pasar meliputi :
a. Jenis produk yang akan dijual
b. Cara (dari mana, bagaimana) mendapatkan produk yang akan dijual
c. Bentuk

pasar(Persaingan

Sempurna,

Monopoli,

Oligopoli,

Monopsoni)
d. Potensi pasar (Q = N.P)
e. Target pasar (Individu, Korporasi, Reseller)
f. Target konsumen
(Anief, 2001)

4)

Aspek Keuangan
Aspek finansial ditujukan untuk memperkirakan berapa jumlah dana yang

dibutuhkan untuk membangun dan kemudian untuk mengoperasikan apotek.


Sumber pembiayaan apotek dapat menggunakan dua sumber, yaitu : pertama
modal sendiri, dapat satu orang pribadi atau beberapa orang dengan pembagian
saham. Kedua dapat dengan pinjaman dengan melalui bank atau lembaga non
bank. Aspek keuangan, meliputi :
a. Investasi dan modal kerja
b. Penilaian analisis keuangan (PBP, ROI, NPV, IRR, BEP)
Yaitu analisa yang berkenaan dengan biaya operasional dan biaya
investasi. Penilaian analisis keuangan tersebut dapat menggunakan
analisis PBP, ROI, NPV, IRR, BEP

PBP

: Pay Back Periode

ROI

: Return On Investment

NPV

: Net Present Value

IRR

: Internal Rate of Return

BEP

: Break Even Point

c. Cash Flow Analysis


Di bawah ini akan dijelaskan mengenai aspek keuangan dilihat dari
analisis Break Even Point, Return on Investment dan Payback Periode dalam
studi kelayakan.
a)

Break Even Point (BEP)


Untuk mempertahankan kontinuitas usaha, apotek harus
menjaga tingkat keseimbangan antara hasil penjualan (total revenue)
atau laba yang diperoleh dengan biaya total. Analisa pendekatan
yang digunakan ialah metode break even point :
BEP = [1/(1-Biaya Variabel/Volume Penjualan)] x biaya
tetap

Analisa BEP menunjukkan suatu keadaan kinerja suatu usaha


pada posisi tidak memperoleh keuntungan dan tidak mengalami
kerugian karena pada posisi tersebut pada omset tertentu laba yang
diperoleh sama dengan biaya tetap yang dikeluarkan. Sehingga
dengan harga yang ada, omzet yang didapatkan, serta biaya yang
dikeluarkan itu tidak akan menderita kerugian. Dengan adanya BEP
ini menjadi alat untuk menetapkan perkiraan omzet yang harus
didapatkan agar suatu usaha tidak merugi (Anief, 2001).
Analisa BEP berguna untuk :
1.

Digunakan untuk perencanaan laba(Profit Planning)

2.

Sebagai alat pengendalian (Controlling)

3.

Sebagai alat pertimbangan dalam menentukan harga jual

4.

Sebagai alat pertimbangan dalam mengambil keputusan

perlu diketahui berapakah BEP-nya.

b)

ROI (Return on Investment)


Return on Investment (ROI) atau rentabilitas atau earning
power merupakan perbandingan antara pendapatan bersih dengan
aktiva bersih rata-rata yang digunakan. Hal ini penting untuk
mengetahui kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan. ROI
dapat dihitung dengan rumus :
ROI = (Laba Bersih/Total Investasi) x 100%
ROI dapat dinaikkan dengan cara:
a.

Menaikkan margin
1. Hasil penjualan (total sales) dinaikkan lebih besar
dibanding biaya.
2. Biaya

diturunkan

lebih

besar

dibanding

(laba)

dibanding

penjualannya.
b.

Menaikkan perputaran
1. Menaikkan

hasil

penjualan

aktivanya (modal lancarnya).


2. Menurunkan aktivanya lebih besar dibanding hasil
penjualan (laba).

ROI merupakan analisa hasil usaha. Hal ini tergantung dari


tujuan perusahaan, tapi secara umum dapat dikatakan ROI yang baik
adalah lebih besar daripada jasa pinjaman rata-rata. Besarnya ROI
yang diperoleh merupakan tingkat pengembangan usaha suatu
perusahaan (Anief, 2001).
c)

Payback Periode
Pay Back Period merupakan suatu analisa untuk mengetahui
berapa lama modal yang kita investasi akan kembali (balik modal).
PBP merupakan rasio dari total investasi dibandingkan dengan laba
bersih. Pay Back Period dapat dihitung dengan rumus:
PBP (thn) = Total Investasi/Laba Bersih

Semakin kecil waktu pengembalian modal maka semakin prospektif pendirian


apotek yang menandakan semakin besar tingkat pengembalian modal dan
keuntungan

bersih

rata-rata

juga

akan

semakin

besar. Pay

back

period tergantung dari jumlah investasi dan modal tetap yang dikeluarkan.
Investasi juga berasal dari modal operasional dan modal cadangan (Anief,
2001).
II.3. Tahapan Pembuatan Studi Kelayakan
1. Penemuan Suatu Gagasan
Gagasan : suatu pemikiran terhadap sesuatu yg ingin sekali untuk
dilaksanakan. Gagasan yg baik memenuhi kriteria :
Sesuai dengan visi organisasi
Dapat menguntungkan organisasi
Sesuai dengan kemampuan sumber daya yg dimiliki organisasi
Tidak bertentangan dengan peraturan yg berlaku
Aman untuk jangka panjang.
2. Penelitian Lapangan
Data yg dibutuhkan :
a. Data ilmiah : melalui analisis data-data bisnis mengenai kondisi
lingkungan eksternal yg ada di sekitar lokasi yg ditetapkan,

seperti :
Nilai strategis sebuah lokasi
Data kelas konsumen
Peraturan yang berlaku di daerah tersebut
Tingkat persaingan
8

b. Non ilmiah : melalui intuisi atau feeling yg diperoleh setelah


melihat lokasi dan kondisi lingkungan di sekitarnya.
3. Evaluasi Data
Evaluasi terhadap data hasil penelitian di lapangan, dapat dilakukan dgn
cara :
a. Memperhatikan beberapa faktor yg berpengaruh :
1) Data lingkungan di sekitar lokasi (external factor) : apakah hasil
analisis terhadap data eksternal yg ada saat ini baik atau tidak
bagi apotik di masa mendatang, seperti :

Tipe konsumen yang akan dilayani

(pemukiman,

perkantoran)
Tingkat keuntungan yang akan diperoleh, kondisi keamanan
Peraturan tentang pengembangan tata kota (pelebaran jalan)

di lokasi
Kondisi keamanan di sekitar lokasi
2) Data kemampuan sumber daya yang dimiliki (internal factor) :
apakah sumber daya ada saat ini mempunyai kemampuan untuk
merealisasi gagasan pada lokasi yang ditetapkan seperti :
Kemampuan keuangan
Ketersediaan tenaga kerja
Ketersediaan produk
Kemampuan pengelolaan (manajemen)
b. Membuat usulan proyek (project appraisal) yg meliputi :
1) Pendahuluan, mengenai :
Latar belakang munculnya gagasan
Tujuan, merupakan sesuatu yg akan dicapai dari rencana
pelaksanaan suatu gagasan. Contoh : dgn menambah jumlah
apotik di wilayah ttt maka diharapkan akan dapat melayani
konsumen lebih dekat & lebih banyak, sehingga penjualan
& laba bertambah besar.
2) Analisis teknik, mengenai :
Peta lokasi & lingkungan di sekitarnya :
Lokasi2 yg menjadi target pendirian apotik baru; situasi
lingkungan di sekitar lokasi : fasilitas transportasi, jenis

konsumen, jumlah praktek dokter, apotik pesaing


Disain interior dan exterior : warna & bentuk gedung serta
billboard harus dapat memberikan identitas tersendiri yg
dapat membedakannya dgn apotik pesaing, serta dapat

menarik perhatian (eye catching)


Jenis produk
3) Analisis pasar
9

Jenis pasar dan strategi persaingan : pasar monopoli,

oligopoli, persaingan bebas


Potensi pasar : jenis konsumen; daya tarik laba
Daya tarik pasar (konsumen sasaran) : Jenis konsumen

mana yg menjadi sasaran dan yg bukan sasaran


4) Analisis Manajemen, mengenai :
Bentuk badan usaha apotik : PT, CV, koperasi
Struktur organisasi : berdiri sendiri atau menjadi bagian

apotik yg sudah ada


Jumlah kebutuhan tenaga kerja : berapa jumlah karyawan
yg dibutuhkan untuk omzet tertentu?; Jenis karyawan

bagaimana yg dibutuhkan?
Program kerja : langkah penting apa yg menjadi prioritas

untuk dikerjakan?, Kapan program tersebut dilaksanakan?


5) Analisis Keuangan, mengenai :
Jumlah biaya investasi & modal kerja : Berapa jumlah
biaya investasi yang dibutuhkan dan digunakan untuk
keperluan apa saja?; Berapa lama waktu pengembalian
(payback period)?; Berapa besar tingkat pengembalian

internal yang aman (internal rate of return)?


Sumber pendanaan : Dari mana sumber biaya investasi
diperoleh?; Berapa besar tingkat efisiensinya dibanding
sumber lain?; Jenis pinjamannya jangka pendek atau

panjang?
Aliran Kas : Bagaimana situasi aliran kasnya selama
periode investasi apakah negatif atau positif?; Langkah apa
saja yang dilakukan bila aliran kasnya selama periode
investasi negatif?

4. Pembuatan Rencana Pelaksanaan


Setelah usulan proyek disetujui, kemudian menetapkan waktu (time
schedule) untuk memulai pekerjaan sesuai dgn skala prioritas :
Menyediakan dana biaya investasi & modal kerja
Mengurus ijin
Membangun, merehabilitasi gedung
Merekrut karyawan
Menyiapkan barang dagangan, sarana pendukung
Memulai operasional
5. Pelaksanaan Rencana Kerja

10

Dalam melaksanakan setiap jenis pekerjaan, dibuat suatu format yg


berisi :
Jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan
Mencatat setiap penyimpangan yg terjadi
Membuat evaluasi & solusi penyelesaiannya

BAB III
PENUTUP
III.1. Kesimpulan
Feasibility Studi (Studi Kelayakan) adalah suatu rancangan secara
komprehensif

mengenai rencana

pendirian

apotek

baru

untuk

melihat kelayakan usaha baik dari pengabdian profesi maupun sisi


bisnis ekonominya
Tujuannya adalah untuk menghindari penanaman modal yang tidak
efektif

dan

berguna

untuk

mengetahui

apakah

apotek

yang

akan didirikan cukup layak atau dapat bertahan dan memberi


keuntungan secara bisnis.
Aspek Studi Kelayakan Meliputi :
Analisis Manajemen
Analisis Pasar
11

Analisis Teknis
Analisis Keuangan
Tahapan Pembuatan Studi Kelayakan meliputi :
Penemuan suatu gagasan
Penelitian Lapangan
Evaluasi Data
Pembuatan Rencana Pelaksanaan
Pelaksanaan Rencana Kerja
III.2.

Saran

DAFTAR PUSTAKA
https://ilmufarmasis.files.wordpress.com/2011/03/studi-kelayakan2.pdf
http://hadikurniawanapt.blogspot.co.id/2012/11/tata-cara-pendirianapotek-dan-studi.html
https://ilmufarmasis.wordpress.com/2011/04/10/bahan-kuliah-manajemenfarmasi-komunitas/

12