Anda di halaman 1dari 5

PLASMID DAN EPISOME

RANGKUMAN
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Genetika I
Dibimbing oleh Prof. Dr. Duran Corebima A., M.Pd
disusun oleh:
Kelompok 5/Offering A
Disajikan Pada 4 Februari 2016
Evi Kusumawati

140341601274

Fandi Tri Fajar Cahyo

140341601660

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2016

Dalam Gardner (1991) diterangkan bahwa plasmid merupakan replicon


(sebuah unit dari materi genetik yang mampu melakukan replikasi secara sendiri)
yang diwariskan secara stabil (dipertahankan tanpa seleksi tertentu) dan berada di luar
kromosom (extra-chromosmal). Plasmid merupakan molekul DNA ekstra kromosom
atau minichromosome yang dapat mereplikasi sendiri dari kromosom sel utama.
Plasmid adalah salah satu vektor yang biasa digunakan dalam proses pengklonan gen.
Karakteristik yang penting dari plasmid adalah dapat melakukan replikasi,
terdapat di luar kromosom, dan secara genetik dapat ditransfer dengan stabil. Plasmid
terdapat di dalam sitoplasma, dan dapat melakukan replikasi secara autonom. Satu sel
dapat mengandung lebih dari satu kopi plasmid. Plasmid berukuran 1 300 kb,
sehingga dapat dibedakan dengan mudah dari kromosom bakteri yang berukuran
3000 5000 kb. Plasmid yang terlibat dalam proses konjugasi (plasmid F) biasanya
berukuran besar. Untuk replikasi plasmid dapat berada dalam keadaan terpisah dari
kromosom (non-integratif) dan terintegrasi dalam kromosom bakteri (episom).

Gambar model replikasi plasmid untai ganda.

Gambar model replikasi plasmid untai tunggal,.

Plasmid dapat dikelompokkan berdasarkan sifat yang disandi oleh gen yang

dikandungnya, yaitu : (i) Plasmid F (fertilitas) membawa gen tra, yang bertanggung
jawab terhadap proses konjugasi; (ii) Plasmid R (resistensi) mengandung gen
resistensi terhadap antibiotik atau logam berat; dan (iii) Plasmid Col, plasmid yang
mengandung gen penyandi toksin dan bakteriosin seperti ColE1 dari E.coli.

Gambar model replikasi plasmid linier.

Beberapa kegunaan plasmid selain untuk menyandi adalah untuk produksi


protein yang berfungsi sebagai zat antimikrobial (untuk melawan organisme bakteri
yang saling berdekatan misalnya Colicin

yang diproduksi oleh E. Coli

untuk

membunuh bakteri E.Coli yang lain, untuk membawa sifat virulensi bagi bakteribakteri tertentu seperti Aqrobacterium tumefaciens membawa plasmid yang disebut
TI (Tumor Inducing) yang bersifat patogen yang menyebabkan tumor pada tumbuhan
dan Rhizobium yang membentuk nodul pada akar kacang-kacangan yang berguna
untuk fiksasi nitrogen dikontrol oleh gen-gen yang dibawa oleh plasmid. Selain itu
juga plasmid membawa gen- gen yang diunakan oleh beberapa bakteri dalam
aktivitas metabolism seperti fermentasi lactose dan proses biodegradasi dan
bioremidiasi.

Episom

merupakan

unsur-

unsur genetik bebas

yang telah dapat

berkembang

dalam sel bakteri

biak

baik dalam keadaan autonom (menggandakan diri

dan dipindahkan tanpa

bergantungkepada kromosom bakteri) maupun pada keadaan integrasi (melekat pada


kromosom bakteri, berperan serta bersamanya dalam rekombinasi genetika dan
dipindahkan bersama kromosom bakteri tersebut).
Episom merupakan senyawa genetik yang dapat melekukan replikasi (1)
dalam keadaan terintegrasi, secara kovalen dimasukkan dalam kromosom inang, dan
(2) dalam keadaan otonom atau extrachromosomal E. coli K12 F factor dan
kromosom faga

merupakan episom yang paling banyak dikenal. Sebuah sel

membawa faktor F dalam keadaan otonom disebut sebagai F+ donor. Selama

konjugasi antara F+ donor dan F- resipien, hanya fakor F yang ditransfer. Sebuah sel
membawa faktor F dalam keadaan terintegrasi disebut Hfr (untuk rekombinasi
frekuensi tinggi). Selama konjugasi antara sel Hfr

dan sel F -, kromosom Hfr

menjalani transfer linear ke sel F-. Biasanya, hanya bagian dari kromosom Hfr yang
ditransfer sebelum sel menyebar. Asal dan arah transfer ditentukan oleh lokasi dan
orientasifaktor F di dalam kromosom.
Kadang-kadang,terjadi anomali pada faktor F dari kromosom Hfr, yaitu
memproduksi rekombinan faktor F, yang disebut faktor F, yang membawa gen
kromosom. Transfer konjugatif pada gen kromosom donor dibawa oleh faktor F ke
sel resipien disebut sexduction.
Integrasi episom dan evolusi plasmid, khusunya plasmid R, dimediasi melalui
urutan DNA yang pendek disebut insertion sequences atau senyawa IS. Senyawa IS
ini transposable, yaitu dapat berpindah dari satu posisi ke posisi yang lain dalam sel
genom. Senyawa IS juga menengahi rekombinasi antara senyawa genetik yang mana
mereka disisipkan.
Soal dan Jawaban
1. Jelaskan secara singakt perbedaan yang mendasar antara plasmid dan episom.
Jawab : Plasmid merupakan molekul DNA ektra kromosom, plasmid tidak
dapat bergabung dengan DNA kromosom dan plasmid berisi informasi
genetik yang diperlukan untuk replikasi plasmid itu sendiri. Sedangkan,
episom merupakan setiap jenis DNA ekstra kromosom yang dapat
berhubungan dengan DNA kromosom. Episom biasanya lebih besar dari DNA
ekstra kromosom lainnya. Contoh eisom adalah virus, karena dapat
mengintegrasikan materi genetik ke dalamDNA kromosom inang dan
bereplikasi bersama dengan replikasi kromosom DNA inangnya.
2. Bagaimanakah replikasi plasmid pada E.Coli yang memiliki 2 tipe plasmid?

apakah kedua tipe tersebut melakukan replikasi yang sama?


Jawab : Plasmid pa E.Coli memiliki 2 tipe yaitu tipe pertama disebut ColE1
berukuran kecil dan terdapat kopian berganda di dalam sel. Kelompok
plasmid kedua digolongkan ke dalam plasmid F yang berukuran lebih besar.
Plasmid ini memiliki hanya satu atau dua kopian sel. Replikasi plasmid yang

pertama tidak berhubungan dengan proses replikasi kromosomal dan


pembelahan sel (oleh sebab itu memiliki jumlah kopian yang banyak)
meskipun ada beberapa pengontrol dalam replikasi plasmid. Sedangkan
plasmid yang kedua replikasinya dikontrol dengan cara yang sama seperti
pada kromosom sehingga ketika kromosom diinisiasi untuk bereplikasi maka
replikasi plasmid ini pun akan terjadi, oleh karena itu tipe plasmid ini tidak
bias diperbanyak.

Anda mungkin juga menyukai