Anda di halaman 1dari 5

DNA

RANGKUMAN
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Genetika I
Dibimbing oleh Prof. Dr. Duran Corebima A., M.Pd
disusun oleh:
Kelompok 5/Offering A
Disajikan Pada 27 Januari 2016
Evi Kusumawati

140341601274

Fandi Tri Fajar Cahyo

140341601660

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Januari 2016

DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN)


merupakan tempat penyimpanan informasi genetik.
Penemu model DNA
Pada tahun 1953, Frances Crick dan James Watson menemukan model
molekul DNA sebagai suatu struktur heliks beruntai ganda, atau yang lebih dikenal
dengan heliks ganda Watson-Crick.
Struktur DNA
DNA merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer
nukleotida yang berulang-ulang, tersusun rangkap, membentuk DNA heliks ganda
dan berpilin ke kanan.
Setiap nukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu :
Gula 5 karbon (2-deoksiribosa)
Basa nitrogen yang terdiri : golongan purin yaitu adenin (Adenin = A) dan
guanin (guanini = G), golongan pirimidin, yaitu sitosin (cytosine = C) dan
timin (thymine = T)
Gugus fosfat

Berikut susunan struktur kimia komponen penyusun DNA :


Baik purin ataupun pirimidin yang berkaitan dengan deoksiribosa membentuk
suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau deoksiribonukleosida yang
merupakan prekursor elementer untuk sintesis DNA.
Prekursor merupakan suatu unsur awal pembentukan senyawa
deoksiribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat. DNA tersusun dari empat
jenis monomer nukleotida. Keempat basa nitrogen nukleotida di dalam DNA tidak
berjumlah sama rata.
Pada setiap molekul DNA, jumlah adenin (A) selalu sama dengan jumlah
timin (T). Demikian pula jumlah guanin (G) dengan sitisin(C) selalu sama. Fenomena

ini dinamakan ketentuan Chargaff.Adenin (A) selalu berpasangan dengan timin (T)
dan membentuk dua ikatan hidrogen (A=T), sedagkan sitosin (C) selalu berpasangan
dengan guanin (G) dan membentuk 3 ikatan hirogen (C = G).
DNA merupakan makromolekul yang struktur primernya adalah
polinukleotida rantai rangkap berpilin. Sturktur ini diibaratkan sebagai sebuah
tangga.Anak tangganya adalah susunan basa nitrogen, dengan ikatan A-T dan G-C.
Kedua tulang punggung tangganya adalah gula ribosa.Antara mononukleotida satu
dengan yang lainnya berhubungan secara kimia melalui ikatan fosfodiester.
Replikasi DNA
Replikasi adalah peristiwa sintesis DNA.Saat suatu sel membelah secara
mitosis, tiap-tiap sel hasila pembelahan mengandung DNA penuh dan identik seperti
induknya.
Replikasi DNA dapat dibedakan
1. Model konservatif, yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi
sebagai cetakan untuk dua dua rantai DNAbaru.

2. Model semikonservatif, yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru
disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantaiDNA
lama tersebut

3. Model dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama
digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru.
Dari ketiga model replikasi tersebut, model semikonservatif merupakan model
yang tepat untuk proses replikasi DNA.Replikasi DNA semikonservatif ini berlaku
bagi organisme prokariot maupun eukariot.Perbedaan replikasi antara organisme
prokariot dengan eukariot adalah dalam hal jenis dan jumlah enzim yang terlibat,
serta kecepatan dan kompleksitas replkasi DNA.Pada organisme eukariot, peristiwa
replikasi terjadi sebelum pembelahan mitosis, tepatnya pada fase sintsis dalam siklus
pembelahan sel.
Pertanyaan
1) DNA bersifat asam, basa atau netral ? jelaskan!
Jawab:
Deoxyribonukleic acid (DNA)atau asam deoksiribonuklat merupakan
polinulkelotida yang berarti tersusun atas unit-unit dasar yang disebut
nukleotida. Satu nukleotida DNA terdiri atas : gugus fosfat, gula deoksiribosa
dan satu jenis basa nitrogen. Struktur nukleotida adalah sebagai berikut :
Ujung fosfat dari nukleotida bersifat negatif sehingga bersifat asam
akan tetapi nukleotida DNA juga mengandung unsur basa yaitu basa nitogen
(salah satu dari Adenin, Timin, Sitosin dan Guanin). Dengan adanya bagian
asam dan basa maka molekul DNA dapat saling menetralkan.
2) Mengapa struktur DNA double helix antipararel? Jelaskan!
Jawab:
Struktur DNA bersifat antipararel memungkinkan masing-masing
untai pada DNA dapat menjadi templete dalam proses replikasi DNA. Hal ini
DNA parental dan DNA anakan hasil replikasi bersifat sama sehingga
informasi genetik terkonservasi dari generasi ke generasi.
Arah polinukleotida DNA dapat berdasarkan pada ikatan fosfodiester
antar nukleotida (diester : 2 ikatan antara gugus OH yang bereaksi dengan
gugus fosfat yang bersifat asam). Pada punggung gula fosfat DNA, gugus
fosfat terhubung dengan atom carbon 3 dari molekul gula deoksiribosa dan
selanjutnya pada atom carbon 5. Dua ujung dari rantai polinukleotida
berbeda. Pada ujung yang satu yang tidak berikatan dengan nukleotida adalah
ujung 5 (gugus fosfat (-OPO3-) dimana bagian ujung ini sering disebut ujung
5. Pada ujung yang lain yang juga tidak berikatan dengan nukleotida juga
disebut ujung 3 (mengandung gugus hidroksil -OH). Pada DNA arah replikasi
adalah 5 3, dimana pada DNA doble helix tsb ujung 5 akan berikatan
dengan ujung 3 pada untai berikutnya. Hal inilah yang menyebabkan DNA
doble helix disebut bersifat antipararel.

3) Bagaimana hubungan antara pemindahan informasi genetik dari sel ke sel


dengan replikasi?
Jawab:
Pemindahan informasi genetik atau transmisi informasi genetik dari
sel ke sel berlangsung pada salah satu tahap dalam siklus sel yang disebut
tahap sintesis. Pada tahap ini terjadi replikasi DNA secara semikonservatif
dimana DNA replikan akan sama persis dengan DNA parental sehingga sel
hasil pembelahan akan mewarisi informasi genetik atau DNA yang sama
dengan sel sebelumnya atau sel parental. Pada sel prokariot yang pembelahan
selnya terjadi secara langsung tanpa melalui siklus sel akan tetapi proses
replikasi DNA tetap berlangsung sama.
4)