Anda di halaman 1dari 2

BED SIDE TEACHING

I.

IDENTITAS

Identitas Pasien

Nama
: Tn A

Jenis kelamin
: Laki-laki

Usia
: 22 tahun

Pendidikan
: SMA

Pekerjaan
: Tidak Bekerja

Etnis
: Sunda

Status marital
: Belum Menikah

Agama
: Islam

Alamat
: Bandung Barat

Tanggal Pemeriksaan : 4 Juli 2015

Tanggal masuk RS : 4 Juli 2015


II.

STATUS PSIKIATRIK

Keadaan Umum
Kesadaran
Roman muka
Mood
Kontak/rapport
Orientasi
waktu
tempat
orang
Perhatian
Persepsi
Ilusi
Halusinasi
Memori
immediate, recall
recent
Remote
Pikiran
Bentuk pikiran
Jalan pikiran
Isi pikiran
Wawasan penyakit
Tingkah laku
Bicara
Dekorum
Sopan santun
Penampilan
Kebersihan

: sakit sedang
: komposmentis com
: Tampak Bingung
: meluap-luap, marah, cemas
: (+), tidak adekuat
= belum dapat dinilai
= belum dapat dinilai
= belum dapat dinilai
: buruk
:: + (Halusinasi Auditorik)
= belum
=
=
= autistik
= irelevanssi
= sulit dinilai
: baik
: gelisah, agresif
: emosional, cepat, keras.
= buruk
= kurang
= kurang

DIAGNOSIS MULTIAXIAL

III.

Aksis I

: - F20.0 skizofrenia paranoid


- F22.
Aksis II
: Tidak Ada Diagnosis
Aksis III
: Tidak Ada Diagnosis
Aksis IV
: Putus Pacar
Aksis V
: GAF Scale 30-21 diabilitas berat dalam komunikasi & daya nilai,
tidak mampu berfungsi dalam segala bidang

Haloperidol 5mg / olanzapine, zipreksa. Clorpromazin 25 mg/ beri 1cc.


Jika masih gelisah : Diazepam 2 cc im 10 mg
Gelisah peningkatan gejala tnya kan halusinasi atau waham nya bikin gelisah ga ?
Dyskinesia tardif hentikan haloperidol, ganti parlodel berry diazepam tablet untuk musle
spasme
Pasien yg menggunakan multi drug resisten
Zipreksa berikan maks 30 mg berikan sunikan kembali tiap 2 jam jng diberikan diazepam (