Anda di halaman 1dari 4

Bagaimana Mekanisme Terjadinya Henti Jantung (Cardiac Arrest)

Sebelum mengetahui patofisiologi dari henti jantung, diperlukan pemahaman


mengenai ritme normal dari denyut jantung. Syarat dikatakan ritme jantung normal
apabila ritme yang dihasilkan regular dengan frekuensi denyutan rata-rata adalah 60
kali permenit/1 denyut setiap detik. Adapun penampakan dalam rekam jantung yaitu
sebagai berikut:

Gambar 1. EKG ritme sinus normal


Terdapat tiga fase perubahan selama terjadi proses henti jantung yaitu:
1. Fase elektrik (0-5 menit) --> fase 5 menit awal saat mulai terjadi impuls
elektrik tidak normal dan menyebabkan aritmia dari kontraksi otot jantung.
2. Fase sirkulasi (5-10 menit) --> fase dimana mulai terlihat akibat dari
ketidakcukupan jantung dalam memenuhi kebutuhan darah seluruh tubuh.
Dengan kata lain terjadi hipoksia jaringan.
3. Fase metabolic (> 10 menit) --> ini merupakan fase yang kurang difahami.
Namun pada fase ini mulai diproduksinya toksin akibat sel-sel yang mengalami
hipoksia dan toksis tersebut beredar mengikuti aliran darah (EMS, 2008).
Patofisiologi cardiac arrest tergantung dari etiologi yang mendasarinya. Beberapa
sebab dapat menyebabkan ritme denyut jantung menjadi tidak normal, dan keadaan
ini sering disebut aritmia. Selama aritmia, jantung dapat berdenyut terlalu cepat atau
terlalu lambat

atau

berhenti berdenyut. Empat

macam

ritme

yang dapat

menyebabkan pulseless cardiac arrest yaitu Ventricular Fibrillation (VF), Rapid

Ventricular Tachycardia (VT), Pulseless Electrical Activity (PEA) dan asistol (American
Heart Association (AHA), 2005).
Kematian akibat henti jantung paling banyak disebabkan oleh ventricular fibrilasi
dimana terjadi pola eksitasi quasi periodik pada ventrikel dan menyebabkan jantung
kehilangan kemampuan untuk memompa darah secara adekuat. Volume sekuncup
jantung (cardiac output) akan mengalami penurunan sehingga tidak bisa mencukupi
kebutuhan sistemik tubuh, otak dan organ vital lain termasuk miokardium jantung
(Mariil dan Kazii, 2008).

Gambar 2. EKG ventricular fibrilasi


Ventrikular takikardia (VT) adalah takidisritmia yang disebabkan oleh kontraksi
ventrikel simana jantung berdenyut > 120 denyut/menit dengan GRS kompleks yang
memanjang. VT dapat monomorfik (ditemukan QRS kompleks tunggal) atau polimorfik
(ritme irregular dengan QRS yang bervariasi baik amplitudo dan bentuknya) (deSouza
dan Wart, 2009).

Gambar 3. EKG ventricular tachycardia


Adapun asistol dapat juga menyebabkan SCA. Asistol adalah keadaan dimana tidak
terdapatnya depolarisasi ventrikel sehingga jantung tidak memiliki cardiac output.
Asistol dapat dibagi menjadi 2 yaitu asistol primer (ketika sistem elektrik jantung
gagal untuk mendepolarisasi ventrikel) dan asistol sekunder (ketika sistem elektrik
jantung gagal untuk mendepolarisasi seluruh bagian jantung). Asistol primer dapat
disebabkan iskemia atau degenerasi (sklerosis) dari nodus sinoatrial (Nodus SA) atau
sistem konduksi atrioventrikular (AV system) (Caggiano, 2009).

Gambar 3. EKG asystole


Sedangkan ritme lain yang dapat menyebabkan SCA adalah Pulseless Electrical
Activity (PEA). Kondisi jantung yang mengalami ritme disritmia heterogen tanpa
diikuti oleh denyut nadi yang terdeteksi. Ritme bradiasistol adalah ritme lambat,

dimana pada kondisi tersebut dapat ditemukan kompleks yang meluas atau
menyempit, dengan atau tanpa nadi juga dikatakan sebagai asistol (Caggiano, 2009).
Walaupun patofisiologi cardiac arrest tergantung dari etiologi yang mendasarinya.
Namun pada umumnya mekanisme terjadinya kematian adalah sama. Sebagai akibat
dari henti jantung, peredaran darah akan berhenti. Berhentinya peredaran darah
mencegah aliran oksigen untuk semua organ tubuh. Organ-organ tubuh akan mulai
berhenti berfungsi akibat tidak adanya suplai oksigen, termasuk otak. Hipoksia
cerebral atau ketiadaan oksigen ke otak, menyebabkan korban kehilangan kesadaran
dan berhenti bernapas normal. Kerusakan otak mungkin terjadi jika cardiac arrest
tidak ditangani dalam 5 menit dan selanjutnya akan terjadi kematian dalam 10 menit
(Kaplan, 2007).