Anda di halaman 1dari 15

5

BAB II
SISTEM KELISTRIKAN PEMAKAIAN SENDIRI
DI PLTGU SENGKANG BLOK II

.1

Umum
Pada Pusat listrik dengan kapasitas besar diperlukan motor-motor dengan

daya besar yang memerlukan suplai tenaga listrik dengan tegangan menengah,
untuk itu pada Pusat Listrik dengan kapasitas besar selain diperlukan sistem
suplai tenaga listrik AC dengan tegangan rendah juga diperlukan sistem suplai
tenaga listrik AC tegangan menengah. Pusat listrik dalam operasinya juga
memerlukan suplai tenaga listrik DC untuk menyuplai motor-motor DC dan juga
untuk sistem proteksi.
Besarnya energi listrik yang diperlukan untuk sistem kelistrikan pemakaian
sendiri pada umumnya berkisar antara 1-10 % dari produksi energi yang
dihasilkan oleh Pusat Listrik. Hal ini bergantung sekali dari macam Pusat
Listriknya, dimana yang paling kecil umumnya adalah PLTA dan yang paling besar
umumnya adalah PLTU yang menggunakan Batubara sebagai bahan bakarnya.
Untuk pusat-pusat listrik skala kecil yang tegangan keluaran generatornya
merupakan tegangan rendah, jika tegangan rendah keluaran generatornya sama
dengan tegangan sistem distribusinya tenaga listrik yang diperlukan untuk sistem
pemakaian sendirinya bisa langsung diambil dari keluaran generator melalui panel
tersendiri. Jika tegangan rendah keluaran generatornya lebih tinggi dari tegangan
sistem distribusinya, maka diperlukan trafo distribusi penurun tegangan.

Sistem kelistrikan pemakaian sendiri pada pusat listrik berguna untuk


menyuplai tenaga listrik untuk mengoperasikan lampu penerangan bangunan,
penyejuk udara (Air Conditioner), Pengisian Baterai Aki yang merupakan sumber
arus searah bagi Pusat Listrik, menjalankan alat-alat bantu Unit Pembangkit
seperti pompa air pendingin, pompa minyak pelumas, pompa transfer bahan bakar
minyak, mesin pengangkat, alat-alat dan mesin perbengkelan yang merupakan
unsur pendukung pemeliharaan dan perbaikan pada Pusat Listrik dan lain-lainnya.
Sistem kelistrikan Pemakaian sendiri dapat juga digunakan apabila terjadi
gangguan besar dan semua Unit Pembangkit trip, maka tidak tersedia tegangan
untuk menjalankan alat-alat bantu dalam rangka start kembali. Dalam keadaan
demikian diperlukan pengiriman atau supply tegangan dari luar Pusat Listrik atau
dalam Pusat Listrik, dimana seharusnya ada Unit Pembangkit yang dapat start
sendiri (black start) tanpa ada tegangan dari luar.
Sistem pemakaian sendiri juga digunakan untuk Sistem Eksitasi pada
Generator pembangkitan dengan mengambil sisi keluaran generator melalui panel
keluaran (output) generator kemudian menggunakan transformator penurun
tegangan (step down transformer) untuk menjalankan pengoperasian sistem
eksitasinya.

.2

Sistem Kelistrikan Pemakaian Sendiri pada Pusat Listrik Skala


Menengah
Untuk Pusat Listrik skala menengah dan besar tegangan keluaran

generatornya merupakan tegangan menengah. Besarnya tegangan keluaran


generator tergantung dari besarnya kapasitas generatornya.
Sistem kelistrikan untuk pemakaian sendiri pada pusat listrik skala besar dan
skala menengah terdiri dari trafo tenaga penurun tegangan dilengkapi dengan
sistem baterai dan inverter serta diesel generator untuk keperluan darurat. Trafo
tenaganya bisa langsung dihubungkan pada rel keluaran generator atau
dihubungkan pada rel 20 kV yaitu sisi sekunder trafo generator.
Sebagai contoh, secara diagram garis tunggal sistem kelistrikan untuk
pemakaian sendiri pada pusat listrik skala menengah yang sederhana
digambarkan pada gambar 2.1 dan 2.2

dapat

Gambar 2.1 Trafo PS dihubungkan kesisi 20 kV (sisi sekunder trafo generator)

Keterangan untuk gambar 2.1 sistem kelistrikan untuk pemakaian sendiri


melalui trafo tenaga yang dihubungkan melalui sekunder trafo generator (step up
transformer). Sebagai contoh untuk Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) skala
menengah.

Gambar 2.2 Trafo PS dihubungkan kesisi 6,3 kV (langsung ke sisi keluaran generator)

Keterangan untuk gambar 2.2 sistem kelistrikan untuk pemakaian sendiri


melalui transformator tenaga yang di hubungkan langsung ke sisi keluaran
generator sebagai contoh untuk pusat listrik tenaga uap skala menengah dengan
bahan bakar batu bara, yang membutuhkan daya untuk pemakaian sendiri yang
lebih besar, yaitu untuk motor-motor untuk motor pemompa air, untuk conveyor,
crusher, fan pembuangan abu sisa pembakaran dan lain-lainnya.

10

.3 Bagian Utama pada Sistem Kelistrikan Pemakaian Sendiri


Pada suatu sistem kelistrikan pemakaian sendiri pada umumnya terdiri dari
beberapa bagian utama, diantaranya : Transformator Tenaga, Switchgear, Low
Voltage Switchgear (LVS), Motor Control Center (MCC), Uninterrupted Power
Supply (UPS), Emergency Power Supply (EPS) dan Sumber Listrik Arus Searah
(DC Power Supply).
.3.1

Transformator Tenaga

Transformator Tenaga adalah piranti listrik yang dapat memindahkan dan


mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangakaian listrik ke rangkaian listrik
yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi
eletromagnetik. Pada suatu sistem pemakaian sendiri pada umumnya dilengkapi
dengan beberapa jenis transformator tenaga diantaranya : Unit Service
Transformer (UST), Station Service Transformer (SST) dan Unit Auxilliary
Transformer (UAT).
1. Unit Service Transformer (UST)
Unit Station Transformer adalah transformator pemakaian sendiri yang
merupakan transformator step down yang berfungsi untuk melayani
beban-beban dari sistem kelistrikan pemakaian sendiri dalam satu
kesatuan unit yang telah dikelompokan berdasarkan area kerjanya.
Pada umumnya daya listrik dari Unit Service Transformer (UST) dapat
diambil langsung dari keluaran generator dan diturunkan tegangannya
agar dapat digunakan untuk melayani sistem kelistrikan pemakaian
sendiri pada pusat listrik.

11

2. Station Service Transformer (SST)


Station Service Transformer adalah transformator Step Down yang juga
berfungsi

untuk

melayani

beban-beban

dari

sistem

kelistrikan

pemakaian sendiri dalam satu kesatuan unit yang telah dikelompokkan


berdarkan area kerjanya. Pada dasarnya SST sama dengan UST, hal
yang membedakan adalah SST adalah transformator step down yang
suplai daya listriknya dapat diambil dari jaringan interkoneksi sedangkan
UST suplai daya listriknya diambil langsung dari keluaran generator
pada pusat listrik itu sendiri.
3. Unit Auxilliary Transformer (UAT)
Unit Auxilliary Transformer (UAT) adalah transformator pemakaian
sendiri yang merupakan transformator step down yang digunakan untuk
melayani beban-beban dari sistem kelistrikan pemakaian sendiri yang
membutuhan suplai listrik tegangan rendah. Pada sistem kelistrikan
pusat listrik skala kecil dan menengah, suplai daya UAT dapat diambil
langsung dari keluaran generator. Sedangkan pada sistem kelistrikan
pusat listrik skala besar, suplai listrik UAT diambil dari transformator SST
ataupun UST.
.3.2

Switchgear

Pada sistem tenaga listrik secara luas pengertian switchgear adalah


komponen-komponen hubung atau pemutus dan pendukung-pendukungnya
dalam satu kesatuan unit, sehingga dapat difungsikan sebagai penghubung,
pemutus terhadap suatu sistem. Switchgear pada umumnya terdiri dari saklar-

12

saklar atau kontak-kontak yang menghubungkan antara peralatan yang satu


dengan peralatan yang lain dan dioperasikan oleh operator baik secara manual
maupun otomatis.
.3.3

Low Voltage Switchgear (LVS)


Low Voltage Switchgear adalah substation tegangan rendah yang berfungsi

sebagai distributor daya listrik tegangan rendah untuk peralatan-peralatan yang


dikelompokkan menurut area kerjanya.

Gambar 2.3 Contoh Single Line Diagram LVS

Pada umumnya memiliki sumber daya dari Unit Service Transformer


ataupun Station Service Transformer yang saling dihubungkan dengan TIE
Breaker.
.3.4

Motor Control Center (MCC)


Motor Control Center merupakan pusat pengaturan operasi motor listrik.

Motor Control Center terdiri dari kumpulan breaker yang digunakan pada motor-

13

motor atau beban lain dengan tegangan 200 V 400 V. Motor Control Center
(MCC) berfungsi untuk mengontrol beberapa atau bahkan semua motor listrik dari
pusat lokasi suatu plant. Merupakan downstream dari LVS yang berhubungan
langsung dengan beban. Pada umumnya dikelompokan sesuai dengan area
kerjanya, seperti contohnya Boiler MCC, Turbine MCC, Station MCC, Essential
MCC, Water Treatment Plant MCC, Circulating Water MCC, Fire Protection MCC,
dan lain-lain. Pada PLTGU Sengkang MCC dan PCC adalah satu kesatuan.
.3.5

Uninterrupted Power Supply (UPS)


Uninterrupted Power Supply (UPS) adalah komponen listrik yang fungsi

utamanya sebagai penyedia cadangan atau tambahan listrik untuk peralatan listrik
yang vital dalam waktu tertentu. Uninterrupted Power Suplly (UPS) harus tersedia
dalam kondisi apapun (termasuk kondisi Blackout). Sumber tegangan pada
umumnya berasal dari baterai. Digunakan untuk memikul beban-beban vital yang
tidak boleh Shutdown dalam kondisi apapun.
.3.6

Emergency Power Supply (EPS)


Emergency Power Supply (EPS) harus selalu tersedia dalam kondisi

apapun (termasuk blackout) untuk menyuplai peralatan-peralatan atau beban vital


yang tidak boleh shutdown dalam kondisi apapun. Daya listrik Emergency Power
Supply pada umumnya berasal dari Diesel Generator yang hubungkan ke
peralatan essential (peralatan yang penting/pilihan) pada pusat listrik. Pada
PLTGU Sengkang Blok II ini bernama Black Start Generator yang ada di Blok I
saja.

14

Emergency Diesel Generator adalah peralatan pembangkitan berskala kecil


yang berfungsi sebagai power supply yang digunakan dikala kondisi darurat
(emergency), dimana peralatan ini terdiri dari penggerak utama (prime mover)
yang menggunakan Mesin Diesel dengan bahan bakar Solar.
.3.7

Sumber Listrik Arus Searah (DC Power Supply)


Pusat listrik selalu memerlukan suplai tegangan arus searah, terutama

untuk menjalankan motor pengisi pegas PMT, melayani alat-alat telekomunikasi


dan memasok instalasi penerangan darurat. Selain itu, suplai daya arus searah
juga digunakan untuk control board, relai proteksi, regulasi, rangkaian sinyal dan
lain sebagainya.
Dalam pengoperasiannya suplai tegangan arus searah tidak boleh
kehilangan power sehingga dibuat dua suplai dan sistem transfer yang menjamin
essential board tetap beroperasi. Sumber listrik arus searah pada PLTGU
Sengkang Blok II di suplai dari battery.
.4 Beban Pada Sistem Kelistrikan Pemakaian Sendiri
Seluruh

peralatan

listrik

yang

membutuhkan

energi

listrik

dalam

pengoperasiannya bisa dikatakan sebagai beban. Beban sistem kelistrikan


pemakaian sendiri biasanya berupa pompa-pompa, fan, lampu penerangan,
panel-panel kontrol, sistem instrument, dan sistem pemadam kebarakaran.
Sehingga beban pada sistem kelistrikan pemakaian sendiri dapat dikelompokkan
berdasarkan :

15

1. Jenis Beban
Berdasarkan jenis beban listrik, beban listrik dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu :
a. Beban Dinamis (Beban Motor)
Beban Dinamis adalah beban dengan variasi perubahan intensitas
beban terhadap waktu yang cepat. Seperti contohnya beban motormotor listrik.
b. Beban Statis (Beban Bukan Motor)
Beban statis adalah beban yang memiliki perubahan intensitas beban
terhadap waktu yang berjalan lambat atau konstan. Dalam hal ini yang
dimaksud adalah beban-beban yang bukan motor. Seperti contohnya
lampu penerangan, sistem kontrol dan sistem telekomunikasi.
2. Klasifikasi Beban
Ditinjau dari kepentingannya, beban sistem kelistrikan pemakaian sendiri
dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
a. Beban Vital (Beban Khusus)
Beban-beban ini adalah beban-beban yang tidak boleh shutdown
(mati) dalam keadaan apapun. Oleh karena itu beban-beban vital pada
umumnya selalu dihubungkan dengan peralatan emergency power
supply atau uninterrupted power supply. Pada kondisi darurat, beban
khusus menerima suplai dari generator darurat (emergency diesel
generator) yang mampu bertahan memasok daya sampai generator
utama dapat dioperasikan.

b. Beban Non-Vital
Beban-beban ini adalah beban yang apabila shutdown (mati) tidak
terlalu memengaruhi kinerja dari pusat listrik.

c. Beban Kritis

16

Beban kritis (critical loads) merupakan beban yang pasokan dayanya


harus dijaga kontinuitasnya untuk mencegah terjadinya kondisi tidak
aman. Biasanya, beban ini merupakan sistem kontrol proses produksi
dan sistem keselamatan (safety), dan sistem telekomunikasi. Masingmasing beban tersebut biasanya dipasok melalui UPS AC atau DC
dengan battery sebagai penyimpan daya cadangan dan mampu
bekerja pada periode kerja tertentu. Waktu kerja dari konfigurasi
batery ini biasanya ditentukan pada awal rancangan yaitu berkisar
antara 30 menit sampai 60 menit. Waktu tersebut diperlukan untuk
mengoperasikan peralatan instrument dan control sebelum generator
darurat dapat dioperasikan.
.5 Perhitungan Kapasitas Transformator Pemakaian Sendiri
Penentuan besar kapasitas dari sebuah transformator harus berdasarkan
beban yang dilayani. Besar kapasitas suatu transformator pada umumnya
dinyatakan dalam satuan kVA. Sedangkan pada sistem kelistrikan pemakaian
sendiri terdapat beberapa jenis beban diantara beban motor yaitu beban-beban
yang berupa motor listrik 1 fasa, 3 fasa dan beban non motor yang dapat berupa
lampu penerangan dan panel-panel kontrol.
Setelah mengetahui

total kebutuhan daya, maka

kapasitas/ukuran

transformator dapat dihitung dengan menggunakan rumus.


Kapasitas Transformator=Fd x Kapasitas Beban

Dimana :
Kapasitas Transformator = Daya yang ditanggung transformator (kVA)

17

Fd

= Diversity Factor (Faktor Kesamarataan)

Kapaitas Beban

= Total beban (kVA)

Untuk mengubah satuan kW menjadi kVA dan mengubah kVA menjadi kW


digunakan rumus berikut dengan cos = 0,8 merupakan factor daya dari
pembangkit disengkang.

Daya ( kVA )=

Daya( kW )
cos

Daya ( kW )=Daya ( kVA ) cos

Pada PLTGU Sengkang Blok II Total transformator yang digunakan


sebanyak 11 buah yang terdiri dari 3 Main Transformator, 4 Low Voltage Outdoor
Transformator dan 4 Low Voltage Indoor Transformator. Transformator yang
digunakan untuk pemakaian sendiri terdiri dari 8 transformator yaitu Low Voltage
Indoor dan Outdoor. Low Voltage Outdoor menyuplai tegangan 6,6 kV sedangkan
Low Voltage Indoor menyuplai 400 V. adapun pembagian tegangan suplai setiap
transformator untuk

pemakaian

dalam

lingkungan

pembangkit

seperti

Transformator Low Voltage Outdoor dan 1 Transformator Low Voltage Indoor


untuk pemakaian di GT 21, begitupun dengan GT 22 yang mengunakan masingmasing 1 buah. Sedangkan pada ST 28 menggunakan 2 Transformator Low
Voltage Outdoor dan 2 Transformator Low Voltage Indoor.
Total daya yang terpasang untuk pemakaian sendiri pada PLTGU
Sengkang dan daya total beban dapat dilihat pada tabel 2.1 tentang kapasitas
pemakaian sendiri PLTGU Sengkang untuk setiap unit pembangkitnya.

18
Tabel 2.1 Kapasitas Pemakaian Sendiri PLTGU Sengkang

Nama
Pembangkit

Daya

Daya

Daya

Total Trafo

Total Beban

Total Beban

(kVA)
6.000
6.000
6.000

(kW)
460
624
3.070

(kVA)
575
780
3.837,5

GT 21
GT 22
ST 28

Untuk menghitung kapasitas daya yang terpakai pada transformator


digunakanlah rumus menghitung kapasitas transformator dengan diversity factor
0,5 pada setiap pembangkit. Alasan digunakan diversity factor 0,5 karena tidak
semua beban digunakan dalam pengoperasiannya ada beban-beban yang tidak
digunakan diperkirakan hanya setengah dari total beban yang terpakai. Maka
perhitungannya sebagai berikut :
1. Transformator GT21
Kapasitas Transformator = fd x kapasitas beban (kVA)
= 0,5 x 575
= 287,5 kVA

2. Transformator GT22
Kapasitas Transformator = fd x kapasitas beban (kVA)
= 0,5 x 780
= 390 kVA
3. Transformator ST28
Kapasitas Transformator = fd x kapasitas beban (kVA)

19

= 0,5 x 3837,5
= 1918,75 kVA
Total Daya = Daya GT21 + Daya GT22 + Daya GT23
= 287,5 + 390 + 1918,75
= 2596,25 kVA
Dapat disimpulkan total dari kapasitas transformator untuk pemakaian
sendirinya itu adalah 2596,255 kVA dan transformator yang digunakan overdesign
atau total kapasitas transformatornya terlalu besar daripada total beban yang
digunakan.

Gambar 2.4 Nameplate Transformator Pemakaian Sendiri