Anda di halaman 1dari 6

A.

Tumbuhan penghasil Glikosida Jantung


1. Digitalis
Pada umumnya berpotensi keras dan berbahaya bagi manusia karena bekerja langsung
menuju ke jantung. Dosis yang terlalu besar akan memberikan gejala keracunan berupa
hilangnya selera makan (anorexia), mual (nausea), ludah membanjir keluar (salivation), muntah
(vomiting) diare, kepala pening (headache), mengantuk (drowsiness), bingung (disorientation),
gangguan konsentrasi (delirium), menghadapi bayangan fatamorgana (hallucination), bahkan
kematian.
Digunakan sebagai kardiotonikum.

Mekanisme kardiotonikum adalah meningkatkan

tonus otot jantung yang mengakibatkan pengosongan otot jantung lebih sempurna dan curah
jantung meningkat.
Digitalis atau Foxglove adalah daun yang dikeringkan dari Digitalis purpurea Linne
(Famili Schrophulariaceae). Serbuk digitalis dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 60 0 C.
Kandungan glikosida cardioactive daun Digitalis purpurea adalah 0,15-0,4%, terdiri dari sekitar
30 struktur yang berbeda.
-

Komponen utama didasarkan pada aglikon gitoxigenin, digitoxigenin, dan gitaloxigenin

Digitoxin biasa digunakan pada gagal jantung kongestif dan perawatan aritmia jantung,
terutama fibrilasi atrium.
Digitalis Lanata atau Grecian Foxglove adalah daun yang dikeringkan dari Digitalis

Laanta Enhart. Tanaman ini berasal dari Eropa bagian tengah dan selatan. Secara luas glikosida
mengandung senyawa obat, namun yang paling penting dalam medis yaitu digitoksin, gitoksin,
dan gitaloksin. Konsentrasi dari tiga tiga glikosida di atas berbeda-beda tergantung pada jenis
tanaman dan kondisi pertumbuhannya.

Digitalis purpurea

Digitalis lanata

2. Strophantus
Merupakan biji yang telah dikeringkan dari tanaman Strophantus kombe Oliver atau
Strophantus hispidus (family Apocynaceae). Glikosida utama pada S. kombe dan S. hispidus
adalah K-stropantosida yang juga dikenal sebagai strofosida. Juga digunakan sebagai
kardiotonikum. Bijinya dapat memberikan efek diuresis serta meningkatkan sirkulasi darah.

Stofantus kombe

3. Urginea maritime
Merupakan umbi lapis dari tanaman Urginea Maritima (L.) Baker atau U. indica Kunth
(famili Liliaceae). Bagian yang dimanfaatkan adalah sisik bagian dalam dari umbi lapis U.
maritime var. Alba. Squill Urginea maritima mengandung glikosida jantung skilaren A 60 %
dari jumlah seluruh glikosida yang ada. Skilaren-A terdiri dari aglikon skilarenin dan bagian gula
ramnosa + glukosa. Skilaren juga memiliki sifat emetikum dan diuretikum, igunakan sebagai
glikosida jantung.
4. Convallaria
Merupakan akar dan rimpang kering dari tanaman Convallaria majalis Linne (famili Liliaceae).
Kandungan kimia : konvalatoksin, konvalarin, konvalamarin, konvalatoksol, dan konvalosida.
Kandungan kimia tersebut merupakan kelompok glikosida jantung. Kandungan yang lain antara
lain minyak atsiri, dan berbagai macam gula hasil hidrolisisnya.
5. Apocynum
Biasa dikenal dengan black Indian bemp. Merupakan akar dari rimpang tanaman Apocynum
cannabinum Linne (family Apocynaceae). Konstituen utama: simarin, apokanosida, lapokanida,
dan sianokanosida. Merupakan glikosida jantung karena dapat mengobati payah jantung
(kardiotonik)
6. Adonis

Merupakan bagian tanaman di atas tanah yang telah dikeringkan dari tanaman Adonis vernalis
Linne (famili Ranunculaceae). Glikosida jantung yang terkandung: adonitoksin, simarin, dan
vernadigin. Sebagai obat payah jantung (kardiotonik).
7. Heleborus
Merupakan akar atau rimpang yang telah dikeringkan dari tanaman Hellebores niger Linne
(famili Ranunculaceae). Kandungan utama yang berkhasiat sebagai glikosida jantung adalah
hellebrin. Bersifat stimulansia jantung.
8. Nerium oleander
Semua bagian tanaman memiliki efek terhadap jantung. Daun dan korteks secara hati-hati
digunakan untuk diuretik, ekspektoransia, diaforetik, dan emetikum, tetapi terhadap jantung
memiliki efek kardiotonikum. Daunnya mengandung neriin, neriifolin, folinerin (oleandrin).
Kulit kayunya mengandung kortenerin, oleandrin, neriin, neriantin, neriokorin, dan neriodolein.
Digunakan sebagai glikosida jantung.
Adapun yang termasuk dalam Glikosida Jantung yaitu :
a. Digitalis

b. Digitoksin
Digitoksin

merupakan

glikosida

kardiotonik

yang

didapat

dari Digitalis

purpurea Linne,Digitalis lanata Ehrh dan juga dari spesies digitalis yang lain yang masih dalam
Famili Scrophulariceae. Digitoksin berwarna putih, tidak berbau, dan mempunyai serbuk
mikrokristalin. Rasa dari digitoksin pahit, dan praktis tidak larut dalam air, dan sangat mudah
larut dalam alkohol.
Digitoksin adalah suatu karditonik yang dapat meningkatkan tonus otot jantung. Dosis
oral lazim, intramuscular atau intravena diawali dengan 600 mikrogram, yang diikuti dengan
dosis 200-400 mikrogram pada interval 3-6 jam. Dosis pertahanannya yaitu 100-200 mikrogram
perhari.

Contoh produk dari digitoksin yang ada yaitu Crystodigin, Digitaline Nativelle, dan
Purodigin.
c. Digitonin
Merupakan

Kristal

saponin

yang

diperoleh

dari

daun

dan

biji Digitalis

purpurea.hidrolisisis satu molekul digitonin mengasilkan 1 molekul digitogenin, 2 glukossa, 2


galaktosa, dan satu xylosa. Digitonin membentuk kompleks yang tidak larut dengan kolesterol,
sehingga dapat digunakan untuk menentukan kolesterol dalam darah, empedu, dan jaringan.

d. Asetil Digitoksin Atau -Digitoksin Asetat


Senyawa ini tersusun dari aglikon digitoksigenin dan tiga molekul digitoksosa yang
menyatu dengan suatu gugus asetil. Ini diperoleh dari pemecahan residu glukosa dari lanatoside
A(yang terjadi secara alami pada Digitalis lanata). Asetil digititoksin juga sudah diisolasi
dariDigitalis mertonensis. Asetil digitoksin digunakan sebagai Kardiotonik. Lama aktivitasnya
yaitu berada diantara digoksin dan digitoksin. Dosis lazim, pertahanan 150 mikrogram perhari.
e. Digoksin
Digoksin merupakan glikosida kardiotonik yang diperoleh dari daun Digialis
lanata Ehrh (family Scrophulariaceae). Digoksin digunakan untuk pengobatan gagal jantung
kongestif dan takiaritmia jantung. Range dosis lazim yaitu diawali dengan dosis muatan yaitu
750 mikrogram sampai 1,5 miligram secara oral. Jika diberikan secara intravena 500 mikrogram
sampai 1,5 miligram sehari, dan 500 mikrogram sampai 2 miligram sehari secara
intramuskular.contoh sediaan patennya yaitu Lanoxin, dan Davoxin.

Digoxin memiliki aktivitad yang cepat dan lebih cepat dieliminasi dari tubuh daripada
digitoxin .Digoxin lebih hidrofilik dari digitoxin, mengikat kurang kuat pada protein plasma dan
terutama dieliminasi oleh ginjal, sedangkan digitoxin lebih lambat dimetabolisme oleh hati.

f. Lanatosida C
Diperoleh dari daun Digitalis lanata Ehrh (Famili Scrophulariaceae). Obat ini sangat
beracun. Obat ini digunakan pada pengobatan gagal jantung kongestif. Dosis lazim secara oral
yaitu 5-10 mg dan dosis pertahanannya yaitu 0,5-2 mg. contoh sediaan patennya Cedilanid.
g. Deslanoside
Merupakan deasetil lanatosida C. bentuknya yaitu Kristal putih, atau berbentuk serbuk
kristalin. Senyawa ini bersifat higroskopis, dapat menyerap air hingga 7% jika dibiarkan pada
udara bebas. Obat ini digunkan sebagai kardiotonik dan sering digunakan unttuk mendapatkan
dosis muatan yang cepat. Onset aksinya 10 sampai 30 menit.efek maksimal yaitu 1 sampai 2 jam
dan waktu eliminasi 3 sampai 6 hari. Dosis lazim intramuscular atau intravena yaitu 1-1.6 mg
dalam

12

jam.

Contoh

sediaan

patennya

Cedilanid

D.

h. Ouabain

Merupakan

glikosida

dari

Ouabagenin

dan

ramnosa.

Diperoleh

dari

tanaman Strophanthus gratus. Ouabain dikenal juga sebagai G-strophanthin.


Biji tanaman strophanthus sudah lama digunakan oleh orang Afrika sebgai racun pada anak
panah. Ini pertama kali diamati oleh Hendelot di Afrika Barat dan oleh Livingstone di Afrika
Timur.Ouabain digunakan sebagai acuan untuk standar pada pengujian kadar kardiak glikosida.
Ouabain merupakan kardiak glikosida yang memberikan aksi paling cepat. Digunakan secara
intravena 250-500 mikrogram (dosis awal) untuk penanganan gagal jantung akut kemudian

diulang 100 mikrigram setiap satu jamdan maksimal 1 miligram sehari. Onset aksinya yaitu 3-10
menit, efek maksimal 3-10 menit dan waktu eliminasi 24-48 jam.
i. Squill
Squill atau Squill Bulb terdapat pada potongan bulbus yang dikerngkan dari
tanamanUrginea Indica Kunth (Famili Liliaceae).

Squill mengandung kira-kira 12 macam glikosida kardioaktif yang secara prinsip satu, Scillaren
A, yang terdiri dari dua sampai tiga total pecahan glikosida. Satu kali hidrolisis senyawa ini akan
menghasilkan aglikon scillarenin, suatu bufadienolida, ditambah ramnosa dan glukosa.
Senyawa ini digunakan sebagai ekspektoran juga berperan dalam proses emetik,
cardiotonik, dan juga diuretik. Contoh sediaan patennya Senodin, Sedatussin, Cosanyl.