Anda di halaman 1dari 30

KUSTA

ABRAHAM ARIMUKO
DEPARTEMEN I P KULIT & KELAMIN
RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

DEFINISI
Penyakit infeksi kronik
Disebabkan Mycobacterium Leprae, yang
obligat intrasellular.
Saraf perifer sebagai afinitas pertama
Dapat mengenai organ lain kecuali susunan
saraf pusat
Sinonim : Lepra, morbus Hansen

EPIDEMIOLOGI
Penularan : ?
Kontak langsung kulit lama & erat.
Inhalasi

Masa tunas : 40 hari - 40 tahun.


Bukan penyakit keturunan.
Penyakit yang ditakuti : krn deformitas
Aspek psokologis, sosial, ekonomi.
Terdapat dimana-mana.

Etiologi :
M leprae, basil tahan asam & alkohol, positif
gram , belum dapat dibiakkan media artifisial.

Patogenesis :
Predileksi pada daerah yang relatif dingin.
Gejala klinis : sebanding dengan tingkat reaksi
selularnya.

KONTAK
Infeksi

Non-infeksi

Sub Klinis
95%

SEMBUH
70%

Inditerminate
30%

Diterminate
I

TT

Ti BT BB BL Li

LL

KLASIFIKASI
SPEKTRUM KUSTA
Ridley & Jopling
MADRID

TT

BT

Tuberculoid

BB

BL

LL

Borderline Lepromatosa

WHO

Pausibasiler ( PB)

Multibasiler ( MB)

Puskesmas

Pausibasiler ( PB)

Multibasiler ( MB)

DIAGNOSIS
Keluhan & Anamnesis
Gejala Klinis

Kulit
Penebalan saraf
Otot
Gangguan sensibilitas, anhidrosis.
Deformitas.

Bakterioskopik
Pemeriksaan Penunjang
PA, Lepromin, PCR.

Tuberkuloid ( TT )

Borderline ( BB )

Borderline lepromatosa ( BL )

Borderline ( BB )

Lepromatous ( LL )

Lepromatous ( LL )

LESI

TT

BB

LL

Bentuk

Makula saja

Jumlah

Satu, beberapa Dapat dihitung

Tak terhitung

Distribusi
Permukaan
Batas

Asimetris
Asimetris
Kering bersisik Agak kasar
Jelas
Lebih jelas

Simetris
Halus berkilat
Tak jelas

Anastesia

Jelas

Tak jelas

Plakat, kubah
Punched-out

Lebih jelas

Makula,infiltrat
Papula, nodus

TT

BB

LL

BTA :
Lesi kulit
Mukosa

Negatif
Negatif

Agak banyak
Negatif

Banyak,globus
Banyak,globus

Tes Lepromin

Positif kuat

Biasa negatif

Negatif

Gejala 5 A

Anestesi
Akromia
Atrofi
Alopesia
Anhidrosis

DEFORMITAS
Primer :
Akibat langsung desakan granuloma akibat
reaksi thd M leprae.
Kulit, mukosa, tulang jari.

Sekunder :
Karena kerusakan saraf

Kerusakan Saraf
N. facialis :
lagoftalmus

N. ulnaris :
Kelingking , jari manis : anestesi & clawing
Atrofi hiopotenar

N. medianus
Anterior ujung jari I,II,III anestesi & clawing.

Kerusakan Saraf
N. radialis
Dorsum manus anestesi
Wrist drop.

N. poplitea lateralis :
Foot drop

N.tibialis posterior :
Anestesi telapak kaki.
Claw toes

N. auricularis magnus

Claw - hand

Pemeriksaan Sensibilitas
Suhu : Air panas / dingin dalam tabung
reaksi
Nyeri : Jarum
Raba : Kapas
Pemeriksaan anhidrosis : test Gunawan.

Bakterioskopik
Sediaan kerokan :
Lesi, cuping teling, mukosa hidung.

Pewarnaan :
ZIEHL NEELSEN

Basil terlihat:
Solid ( hidup )
Non Solid ( Fragmented & Granular )
Bentuk globus

Bakterioskopik
Index Bakteri ( IB )
Kepadatan BTA, Solid + non solid.
0 s/d 6 +

Indeks Morfologi ( IM )
Prosentase bentuk solid dibandingkan seluruh
jumlah bakteri.
Dalam bentuk prosen

M. leprae

REAKSI KUSTA
Adalah reaksi imun patologik, akut, dapat menimbulkan
kerusakan organ.

Macam
Eritema nodusum leprosum ( ENL )
Pada bentuk LL, BL
Klinis : Nodus, eritema, nyeri, neuritis, artritis,
orkitis, limfadenitis, nefritis

Reversal
Pada bentuk BB
Klinis : Lesi lama tampak lebih aktif, neuritis.

PENGOBATAN
Multi Drug Therapy
MDT-L ( LL, BL, BB )
Rifampisin
: 600 mg / bulan
Klofazimin
: 300 mg / bulan + 50 mg / hari
DDS
: 100 mg / hari
12 bulan ( selesai < 18 bulan )

MDT T ( TT, BT )
Rifampisin
: 600 mg / bulan
DDS
: 100 mg / hari
6 bulan ( Selesai < 9 bulan )

Pengobatan Reaksi Kusta


Untuk mencegah kerusakan organ lebih
lanjut.

Kortikosteroid : prednison 15 30 mg/hari


Anti piretik / analgetik, sedativa.
Klofasimin ( untuk ENL )
Thalidomid ( untuk ENL )

Mencegah cacat

Diagnosa dini
Pengobatan MDT cepat tepat.
Penanganan reaksi kusta.
Petunjuk ke pasien :
Pakai alas kaki, sarung tangan, kaca mata,
Perawatan kulit agar tidak terlalu kering.

Rehabilitasi
Cacat :
Operasi
Fisioterapi

Psikologis.
Sosial ekonomi.