Anda di halaman 1dari 56

Tugas Besar

Mata Kuliah Pemodelan Sistem


Kelompok B - C

TUGAS BESAR
PEMODELAN SISTEM
PT. MODEL TI
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Besar Mata Kuliah Pemodelan Sistem

Disusun Oleh:
Kelompok B - C

1.
2.
3.
4.

Aditya Dimas I.
Dewi Maharani D.P.
Maulana Arif U.
Lena Wulan N.

21070113120067
21070113130079
21070113130095
21070113130105

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

BAB I
SITUASI MASALAH
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

1.1 Data / Fakta Umum


Hard Fact
1. Terdapat dua jenis produk yang diproduksi oleh perusahaan PT. MODEL TI
yaitu Oscilloscope (O) dan Voltmeter (V).
2. Proses produksi untuk kedua produk melibatkan tiga stasiun kerja (SK) yaitu
SK Circuit Board (CB) , SK Chasis (CH), dan SK Final Assembly (Ass).
Dengan alur proses sebagai berikut :

Gambar 1.1 Tahapan proses produksi untuk produk O dan V

3. Inspeksi 100% dilakukan setelah stasiun kerja Ass, danjuga

pengujiandi

laboratorium terhadap O dan V dilakukan dengan mengambil sampel setiap 1


jam produksi.
4. Data waktu proses produksi pada masing-masing SK pada O dan V.
Tabel 1.1 biaya outsourcing chasis per unit

Produk
O
v

Harga (rupiah)
50000
25000

Tabel 1.2 kapasitas jam kerja

Stasiun kerja
Chasis
Circuit Board
F. Assembly

Jam kerja reguler per minggu


750
1500
800

5. Proyeksi permintaan pasar dari kedua produk di atas untuk 4 minggu ke depan
Tabel 1.3 data ongkos produksi dan harga jual

Uraian
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

Produk O

Produk V

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Harga Jual
Ongkos B. Baku
Ongkos Tenaga kerja
Overhead

410.000
150000*)
5000
9500

175000
50000**)
5000
9500

Demand

Minggu I

Minggu II

Minggu III

Minggu IV

2100

1600

1850

900

2750

3250

3500

2600

*)

proporsi biaya bahan baku CH dan CB untuk produk O masing masing

**)

0,35 : 0,65
proporsi biaya bahan baku CH dan CB untuk produk V masing masing 0,3

: 0,7
6. Dari pengalaman masa lalu kesalahan pada proyeksi ramalan permintaan
yang relatif besar yaitu 10 % - 25 % menurut laporan Manajer Produksi hal
ini dikarenakan dinamika bisnis dari PT. Model TI cepat berubah.
7. Ongkos inventori per minggu diestimasi 0,5 % dari harga barang.
8. Laporan gudang persediaan pada awal minggu 1 produk O dan V masing
masing 450 unit dan 750 unit.
9. Laporan dari bagian pengendalian kualitas menunjukkan persentase produk
cacat berkisar antara 0,5 % - 2 % dari jumlah produksi per minggu.
10. Data masa lalu menunjukkan rata-rata inventori per minggu relative tinggi,
yaitu untuk produk O antara 700-1500 unit dan produk V antara 500-2000
unit.
11. Bahan baku dan komponen dapat diperoleh dan dapat memenuhi kebutuhan
produksi dengan adanya kenaikan harga sekitar 5 15% dari biaya perbulan.
12. Pangsa pasar perusahaan 57,3%
13. Untuk memperkuat posisi sebagai market leader, perusahaan memenuhi
permintaan pasar dengan harga dan kualitas bersaing.
14. Direksi perusahaan menetapkan program cost reduction
15. Dengan memperhatikan tujuan perusahaan tersebut, manajer produksi
merencanakan produksi prabiknya dalam 4 minggu kedepan.
16. Permintaan tidak dapat dipenuhi sebesar 5% per minggu
17. Subkontrak pekerjaan dilakukan dengan jumlah pemesanan minimal 100 unit
dan merupakan kelipatan 50 unit. Diperoleh bahwa ongkos pengerjaan per
unit cukup kompetitif yaitu 85% dari ongkos PT. MODEL TI . Adanya

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

inspeksi 100% oleh pihak luar agar produk cacat mendekati 0%, maka ongkos
produksi mencapai 0,95 kali dari ongkos produksi PT. MODEL TI .
18. Perusahaan melakukan kolaborasi dengan 3 distributor produk O dan V.
SOFT FACT
1. Permintaan yang tidak dapat dipenuhi maka akan terjadi kehilangan penjualan
karena konsumen akan membeli produk O maupun V, yang diproduksi oleh
perusahaan lain.
2. Sejak dimulai 5 tahun yang lalu, Gugus dan Tim belum memberikan hasil
yang signifikan.
3. Merencanakan produksi pabrik untuk 4 minggu ke depan.
4. Memaximasi layanan kepada konsumen atau dengan kata lain permintaan
produk untuk setiap minggu harus dipenuhi pada minggu tersebut.
5. Munculnya perusahaan pesaing yang menawarkan harga yang lebih murah
menjadi ancaman bagi perusahaan.
6. Perusahaan mengambil kebijakan

tentang

perlunya

meminimumkan

terjadinya kehilangan penjualan


7. Melakukan program pengurangan ongkos produksi
8. Permintaan dapat dipenuhi dengan ongkos yang minimum, tidak hanya
ongkos produksi dan inventori tapi ongkos yang diakibatkan kehilangan
penjualan.
9. Bahan baku mudah diperoleh

1.2 Interest Stakeholders


Stakeholder merupakan individu, sekelompok manusia, komunitas atau masyarakat
baik secara keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta
kepentingan terhadap perusahaan. Individu, kelompok, maupun komunitas dan
masyarakat dapat dikatakan sebagai stakeholder jika memiliki karakteristik yaitu
mempunyai kekuasaan, legitimasi, dan kepentingan terhadap perusahaan. Pada
permasalahan ini, pihak pihak yang merupakan stakeholder dari perusahaan PT.
MODUL TI antara lain adalah sebagai berikut:
Stakeholder Internal:
a. Pemegang Saham
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Merupakan individu atau sekelompok individu yang memiliki saham pada


perusahaan PT. MODEL TI. Pemegang saham memiliki kewenangan untuk menetapkan
kebijakan kebijakan yang akan dilakukan pada proses bisnis PT. MODEL TI.
b. Direktur Utama
Merupakan orang yang menjadi Strategic Apex didalam perusahaan PT.
MODEL TI, yaitu sebagai pemegang kekuasaan puncak dalam suatu perusahaan.

c. Direktur Produksi
Merupakan orang yang memiliki tanggung jawab dan kewenangan dalam
pengambilan keputusan pada bidang produksi dan sebagai penghubung antara manajer
puncak dengan bidang produksi.

d. Manager Produksi
Merupakan orang yang memiliki tanggung jawab dalam merencanakan dan
mengatur proses produksi, yang akan disetujui oleh Direktur Produksi.
e. Direktur Sales and Marketing
Merupakan orang yang memiliki tanggung jawab dan kewenangan dalam
pengambilan keputusan pada bidang pemasaran dan penjualan produk dan sebagai
penghubung antara manajer puncak dengan bidang Sales and Marketing.
f. Manager Sales and Marketing
Merupakan orang yang memiliki tanggung jawab dalam perancangan strategi
dan proses pemasaran produk, pemenuhan demand, dan pemberian pelayanan kepada
konsumen.
g. Tim Penjaminan dan Pengendalian Mutu

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Merupakan tim yang memiliki kewenangan dalam hal penyeleksian produk,


pengaturan dan penjaminan kualitas produk, serta peningkatan mutu dari produk yang
dihasilkan.
h. Staff dan Operator
Terdiri dari pekerja inti (bidang produksi) yang berada pada lantai produksi,
yang menangani pekerjaan assembly produk.

Stakeholder Ekstrenal
a. Konsumen
Merupakan Stakeholder yang memiliki kedudukan paling tinggi, sebagai acuan
perusahaan dalam perencanaan proses bisnis perusahaan. Konsumen nantinya adalah
pihak yang akan menggunakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
b. Supplier Subkontrak
Merupakan perusahaan pemasok bahan baku produksi yang bekerja sama dengan PT.
MODEL TI dalam pemasokan Circuit board dan Chasis.
c. Distributor Kolaborasi
Perusahaan yang bekerja sama dengan PT. MODEL TI dalam pendistirbusian produk
kepada konsumen. PT. MODEL TI bekerja sama dengan tiga Distributor.

1.3 Deskripsi Celah (Gap)


Celah (GAP) merupakan perbandingan antara kondisi yang diharapkan suatu
perusahaan dengan kondisi yang sedang dialami oleh perusahaan tersebut. Berikut
merupakan penjelasan dari ke dua kondisi tersebut dari perusahaan PT. MODEL TI:
Kondisi Sekarang:

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

- Terjadi kenaikan harga bahan baku dan komponen sebesar 5 15% dari biaya per
bulan.
- Terdapat presentase produk cacat yang berkisar antara 0,5% - 2%.
- Tidak terpenuhinya permintaan pasar sebesar 5% per minggu.
- Adanya produk dari perusahaan lain yang ditawarkan dengan harga lebih murah.

Kondisi yang Diharapkan:


- Biaya total secara menyeluruh dapat dikurangi secara minimum dalam proses produksi
Oscilloscope dan Voltmeter.
- Terpenuhinya semua permintaan dengan ongkos minimum tanpa mengurangi harga
dan kualitas.

1.4 Rich Picture

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Gambar 1.2 Rich Picture PT. MODEL TI

BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH
2.1 Penemuan Masalah
Beberapa masalah yang dihadapi oleh PT. MODEL TI yaitu sebagai berikut:

Kesalahan forecasting mencapai nilai 10%-25%.


Persentase produk cacat sebesar 0,5% - 2% dari jumlah produksi per minggu.
Persentase kenaikan harga mencapai 5 15%.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Permintaan yang tidak dapat dipenuhi mencapai 5% per minggu.


Sub kontrak untuk mengatasi kekurangan jumlah produksi.
Pelaksanaan collaborative relationships memerlukan perubahan penataan
pabrik dan pemindahan karyawan ke bagian lain.

2.2 Formulasi Masalah


Pengoptimalan produksi agar dapat memenuhi permintaan konsumen, dengan
meminimasi biaya sesuai dengan kebijakan perusahaan.

2.3 Wider System dan Narrow System

Wider system
Wider system yang digunakan pada perusaah ini adalah bahwa sistem
optimalisasi di bidang harga dan optimalisasi kualitas produk, serta
peningkatan tingkat keuntungan perusahaan.
Narrow system
Narrow system yang digunakan pada

perusaah

ini

adalah

sistem

meminimalisasi ongkos pada proses produksinya. Selain itu yang sistem yang
digunakan adalah sistem minimalisasi biaya pada sektor inventorinya,
minimalisasi biaya overhead, dan sistem untuk pemenuhan permintaan
pelanggan yang banyak.
2.4 Problem Owner dan Problem User
Pada kasus PT Model TI ini, pihak yang menjadi Problem Owner adalah Manajer
bagian produksi.Hal ini dikarenakan pada PT Model TI memiliki kasus yaitu terjadinya
kesalahan pada peramalan yang mengakibatkan terjadinya kekurangan stock barang
yang

seharusnya

disediakan

untuk

pelanggan.Sehingga

pada

kesalahan

ini

mengakibatkan bagian produksi mengalami masalah yaitu pemroduksian barang yang


banyak.
Kemudian pada kasus ini yang menjadi Problem User dalah para operator di
bidang produksi.Hal ini dikarenakan dalam kasus ini yang menjadi pihak yang

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

mengeksekusi keputusan yang ditetapkan oleh pihak pembuat keputusan untuk


melakukan perbaikan adalah para operator di bagian produksi barang.

2.5 Problem Customer dan Problem Solver


Pada kasus yang terjadi pada perusahaan PT. Model TI yang menjadi Problem
Customer adalah para pelanggan yang membutuhkan barang hasil produksi dari PT.
Model TI dengan pengiriman yang tepat waktu dan semua kebutuhan barang yang
dipesan sesuai dengan apa yang diminta oleh pelanggan/demand terpenuhi.
Untuk Problem Solver pada kasus PT. Model TI adalah kita para kosultan masalah
perusahaan yaitu mahasiswa dapat membuat peramalaan yang lebih baik lagi dan
presentase produk cacat harus dikurangi

2.6 Tujuan Studi, Ukuran Performansi dan Alternatif tindakan / variable


keputusan

Tujuan studi
Tujuan studi PT model TI untuk mengetahui sistem produksi yang
optimal dari pembuatan produk Oscilocope dan Voltmeter melalui perencanaan
dan pengendalian produksi dimana proses produksi melibatkan tiga stasiun
kerja dan mengoptimalkan biaya produksi dalam memenuhi demand.

Ukuran Performansi
Ukuran performansi dari sistem adalah untuk meneliti penjadwalan
stasiun kerja yang optimal berdasarkan waktu proses pada setiap stasiun kerja
dan total biaya keseluruhan pada perusahaan,sesuai dengan tujuan perusahaan
PT model TI untuk meningkatkan keuntungan agar dapat terus tumbuh dan
berkembang, memaksimasi layanan kepada konsumen atau permintaan produk
untuk setiap minggu harus dipenuhi pada minggu tersebut, biaya pembelian
material agar dapat memenuhi kebutuhan produksi, biaya produksi yang
minimum, biaya overhead yang minimum, penentuan harga yang relative lebih
murah dari pesaing, penentuan kualitas produk yang bersaing, jumlah produk
untuk pemenuhan permintaan konsumen.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

10

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Alternative tindakan/variable keputusan


1. memenuhi permintaan pasar dengan harga dan kualitas yang bersaing.
2. Perusahaan merencanakan proses produksi pabriknya untuk 4 minggu ke
depan.
3. Memaksimasi layanan kepada konsumen dengan memenuhi permintaan
konsumen setiap minggu.
4. Menetapkan cost reduction dengan mengurangi ongkos produksi dan
inventori serta biaya overhead perusahaan sebesar 10 %.
5. Menggalakkan perbaikan proses secara berkelanjutan untuk seluruh
ongkos bisnis.
6. Meminimumkan terjadinya kehilangan penjualan (karena hal ini
menentukan daya saingan perusahaan factor strategis).
7. Menggunakan outsourching jika kapasitas pabrik tidak mencukupi,
memasok komponen circuit board dan chasis dari luar perusahaan.
8. Melakukan kerja sama jangka panjang (collaborative relationship)
dengan beberapa industri kecil elektronik.
9. Melakukan kolaborasi dengan semua distributor (3 distributor) produk
oscilocope dan voltmeter.

BAB III
SISTEM RELEVAN
3.1 Pendekatan untuk Menjelaskan Sistem Relevan; Lingkungan; I/O; Komponen
Pada permasalahan yang dihadapi oleh PT. MODEL TI ini, didalamnya terdapat
sistem sistem yang saling berhubungan yang terdiri dari beberapa variable yang
mempengaruhi proses bisnis dari perusahaan ini. Variable variable tersebut dibagi
menjadi variable input, variable komponen, dan variable output, serta subsistem yang
akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Input:

Variabel Bebas
o Permintaan Pasar
o Presentase Produk Cacat
o Fraksi Produk Cacat

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

11

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

o Kenaikan Harga Bahan Baku dan Komponen


o Dinamika Bisnis
Variabel Terikat
o Kapasitas Gudang
o Kapasitas Produksi
o Jam Kerja
o Waktu Proses assembly
o Biaya Outsourcing per unit
o Biaya Produksi
o Biaya Pelatihan

b. Output:

Oscilloscope (O)
Voltmeter (V)
Profit
Harga Jual Per unit
Total Biaya per Unit

c. Komponen:

Stasiun Kerja
Biaya Lost Sales
Jumlah Demand
Biaya Inventori
Biaya Overhead
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja

d. Subsistem

Proses Produksi
Inspeksi dan Pengujian

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

12

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Upaya Optimasi

e. Error (Irrelevant)

Kesalahan Proyeksi

3.2 Influence Diagram


Influence Diagram

merupakan suatu diagram yang memperlihatkan hubungan

antara input pada sistem dengan komponen dalam sistem, antara komponen dan antara
komponen dengan output sistem. Pada diagram ini terdapat symbol symbol yang
memiliki arti tersendiri yang menggambrakan setiap perilaku input maupun
komponennya. Seperti symbol awan yang berarti menggambarkan input, kotak
menggambarkan control input, lingkaran merupakan variable tiap komponen, dan oval
menggambarkan output dan pengukuran kerjanya.
Berikut merupakan influence diagram untuk PT. MODEL TI:

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

13

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Gambar 3.1 Influence Diagram PT. MODEL TI

Pada gambar 3.1 permasalahan yang nampak adalah pada proses optimasi produksi,
dimana PT. MODEL TI mengalami lost sale akibat ketidakmampuan perusahaan
memenuhi demand yang diakarenakan kesalahan peramalan dan perancangan produksi,
tidak tercukupinya bahan baku, dan kecacatan pada produksi. Lost sale tersebut dapat
menyebabkan kerugian baik dari segi material maupun non material, yang nantinya
akan menggoyahkan ketahanan pasar perusahaan tersebut. Penyebab lost sale lainnya
adalah adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih murah.
3.3 Horison Waktu
Horison waktu merupakan suatu gambaran yang menunjukkan jangka waktu yang
terjadi dalam sebuah sistem. Horison waktu dibagi menjadi dua macam yaitu jangka
waktu panjang dan jangka waktu pendek. Jangka waktu panjang memiliki sistem yang
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

14

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

kompleks, sementara jangka waktu yang pendek memiliki sistem yang simple atau tidak
begitu kompleks. Horison waktu yang dipakai oleh PT. MODEL TI yaitu horizon waktu
jangka panjang,

dikarenakan perusahaan ingin mencapai kondisi perusahaan yang

butuh waktu panjang dalam pencapaiannya, diantaranya memenuhi demand konsumen


dan juga terdapat kebijakan kerjasama jangka panjang dengan perusahaan supplier dan
distributor.
3.4 White / Black Box
White Box merupakan suatu perumpamaan pada sistem yang input dan outputnya
serta hal hal yang ada dalam sistem sudah diketahui dan teridentifikasi, serta
hubungan yang jelas antara komponen komponen penyusunnya. Sementara itu Black
Box merupakan kebalikan dari White Box, dimana input dan output serta hal hal yang
ada dalam sistem tersebut belum diketahui dan teridentifikasi dengan jelas, baik
komponen maupun hubungan antar komponen komponennya. Maka dari itu, PT.
MODEL TI memakai tipe White Box, Karena input, output, serta komponen lainnya
sudah teridentifikasi dengan jelas.

3.5 Statis / Dinamis


Sistem Dinamis adalah sebuah sistem evaluasi yang digunakan untuk kembali
mengevaluasi masalah masalah yang ada pada skenario yang dapat berubah ubah.
Model ini bergantung pada waktu. Dapat menunjukkan tren dan pola pada waktu
tertentu.
Sistem Statis adalah sebuah sistem yang hanya mengambil beberapa kejadian saja
dalam masalah yang ada, dimana masalah tersebut hanya terjadi pada waktu yang
sebentar atau lama, dimana terjadi keseimbangan yang mendalam pada sistem ini.
Pada PT Model TI Berdasarkan pengalaman masa lalu terjadi kesalahan pada
proyeksi ramalan permintaan relative besar, yaitu 10 25 %, hal ini dikarenakan
dinamika bisnis berubah dengan cepat. Juga terjadi masalah permintaan yang tidak
dapat dipenuhi sehingga berdasarkan laporan Manager Pemasaran terjadi permintaan
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

15

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

yang tidak dapat dipenuhi sebesar 5%, dan mengakibatkan konsumen membeli produk
O dan V dari perusahaan lain yang menyebabkan rugi.
Lalu ada juga kebijakan baru yang dikeluarkan direksi perusahaan yaitu
melakukan pengurangan ongkos produksi, juga muncul gagasan dari Direktur Produksi
yaitu untuk melakukan kerja sama jangka panjang, dengan beberapa industry kecil
elektronik sehingga kita memasok komponen circuit board dan chasis dari perusahaan
tersebut. Perusahaan juga melakukan kolaborasi dengan distributor produk O dan V
sehingga kita bisa akses data tentang persediaan sehingga permintaan distributor dapat
diketahui dengan pasti. Sehingga system yang diterapkan pada PT Model TI adalah
system dinamis, karena terjadi perubahan perubahan yang terjadi akibat pengaruh luar
juga kebijakan kebijakan yang dikeluarkan dari pengaruh dalam, karena terlalu
banyak perubahan yang terjadi baik dari internal maupun eksternal maka system ini
disebut system dinamis.
3.6 Diskrit / Kontinyu
Sistem dibedakan menjadi dua tipe yaitu, system diskrit dan system kontinu. Ini
didasarkan pada variable waktunya.Sistem diskrit adalah sistem yang statusnya berubah
secara instan pada titik-titk waktu yang terpisah sedangkan sistem kontinyu adalah
sistem yang statusnya berubah secara kontinyu terhadap waktu.
Pada PT Model TI, sistem yang terjadi adalah sistem kontinyu. Karena status yang
terjadi pada PT Model terjadi berubah secara kontinyu terhadap waktu.Status yang
terjadi secara kontinyu itu secara bersamaan mempengaruhi keberadaan PT Model TI.
Misal hal yang terjadi adalah seperti biaya kebutuhan produksi yang mengalami
kenaikan sebesar 5-15% dari biaya per bulan.
Cara yang harus dilakukan oleh PT Model untuk meminimalisir dampak negatif
adalah dengan melakukan hubungan untuk angka panjang dengan industri
lainnya.Seperti industri kecil elektronik untuk memasok komponen Circuit Board dan
Chasis.Dengan hubungan kerja jangka panjang antar 2 perusahaan tersebut diharapkan
perusahaan dapat meminimalisir ongkos produksi.
3.7 Deterministik / Probabilistik
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

16

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Ada pula klasifikasi system deterministic dan system probabilistic.Sistem


deterministik adalah system yang dapat diprediksi dan perilaku sistem dapat
diperkirakan dalam tiap detailnya dan secara tepat.Sedangkan sistem probabilistik
adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung
unsur probabilitas.
Pada kasus PT model TI ini , termasuk system deterministic karena semua aspek
yang diperlukan oleh perusahaan sudah disiapkan dengan detail, seperti kapasitas jam
kerja, kapasitas inventory, data ongkos produksi dan harga jual, serta proyeksi
permintaan produk dan biaya bahan baku. Dari semua aspek ini, berarti perusahaan
mempunyai input dan output yang sudah jelas sehingga perusahaa dapat memilih targettarget yang harus dilakukan untuk mengembangkan perusahaan.
3.8 Open / Closed
Pengklasifikasian system lainnya antara lain adalah system tertutup dan system
terbuka. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau
energy dengan lingkungan, dengan kata lain system ini tidak berinteraksi dan tidak
dipengaruhi dengan lingkungan luarnya/relatively closed system (tidak benar-benar
tertutup). Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dengan
lingkungan dan dipengaruhi dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka menerima input
dari lingkungan dan memberikan output pada lingkungan
PT Model merupakan perusahaan yang menggunakan sistem terbuka.Karena hasil
yang didapat lingkungan luar sangat berpengaruh terhadap keberadaan PT
Model.Contohnya saja input yang berasal dari lingkungan adalah kebutuhan konsumen.
Kemudian input tersebut diproses hingga menjadi output berupa produk yang sesuai
dengan keinginan konsumen yang nantinya akan dikembalikan lagi untuk dijual kepada
konsumen.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

17

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

BAB IV
FORMULASI MODEL MATEMATIK
4.1 Pengantar
Bab ini membahas mengenai cara pembuatan rumus model matematik untuk
kedua produk PT Model TI. Kedua produk tersebut memiliki aliran permintaan dan
biaya produksi yang cukup fluktuatif antar periode. Dalam pembuatan model matematis
PT Model TI mencoba menganalisis 3 pendekatan. Pendekatan pertama yaitu
menganalisis kebijakan produksi overtime untuk menutup demand, pendekatan kedua
menganalisis kebijakan produksi overtime yang kekurangan demand nya ditutup dengan
outsourcing, dan yang ketiga menganalisis kebijakan full outsourcing di minggu ke 3
dan minggu ke 4. Dari pendekatan ke 2 dan ke 3 yang dilakukan, dibandingkan
manakah keuntungan yang lebih tinggi dan terbaik bagi PT. Model TI.
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

18

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

4.2 Aproksimasi 1 (model 1)


4.2.1 Pendekatan
Pendekatan yang digunakan untuk memenuhi demand dari produk oscilloscope
dan voltmeter dengan melakukan produksi reguler dan produksi ireguler (overtime)
guna memenuhi demand.
4.2.2 Asumsi
Asumsi yang digunakan untuk model ini adalah :
1. Quality Control hanya pada produk jadi. Apabila produk cacat maka tidak dilakukan
pengerjaan ulang.
2. Permintaan produk sesuai dengan jumlah demand yang akan diramalkan.
3. Kapasitas jam kerja ireguler (overtime) untuk stasiun kerja CH dan CB sebanyak
40% dari waktu reguler dan final assembly sebanyak 50%. Kapasitas kedua SK
tersebut berbeda dengan SK final assembly dimaksudkan agar dapat mengejar
kekurangan produk assembly pada SK assembly reguler.
4. Faktor yang mempengaruhi yaitu biaya, waktu proses, persediaan dan parameter
yang ada nilainya.
5. Fraksi cacat 1%.
4.2.3

Batasan
Batasan yang digunakan untuk model ini adalah :

1. Sistem yang diperhatikan hanya persediaan, produksi dan penjualan.


2. Persediaan yang diperhatikan hanya inventori.
3. Apabila tidak mampu memperhatikan permintaan pelanggan maka akan kehilangan
penjualan.
4. Formulasi dibuat hanya untuk garis besar perencanaan produksi untuk 4 minggu ke
depan.
4.2.4

Notasi (Parameter, Variabel)


Notasi Parameter

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

19

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

U=

Keuntungan (Rp)

P=

Pendapatan kotor (Rp)

Dto = Demand terpenuhi O (unit)


Dtv = Demand terpenuhi V (unit)

Notasi Variabel
HJO = Harga Jual O (Rp/unit)
HJV = Harga Jual V (Rp/unit)
TCP = Total Cost Produksi (Rp)
TBI = Total biaya inventory (RP)
TPo = Total Produksi O (unit)
TPv = Total Produksi V (unit)
TBO = Total biaya overhead (Rp)
TBtk =Total Biaya Tenaga Kerja (Rp)
Io =

Inventory O (unit)

Iv =

inventory v (unit)

TBM = Total Biaya material (Rp)


Bto = Barang tersimpan O (unit)
Btv = Barang tersimpan v (unit)
Bso = Biaya simpan o (Rp/unit)
Bsv = Biaya simpan v (Rp/unit)
BOo = Biaya Overhead o (Rp/unit)
BOv = Biaya Overhead v (Rp/unit)
TJKr =Total jam kerja reguler (Jam)
TJKi = Total jam kerja ireguler (jam)
Btkr = Biaya tenaga kerja reguler (Rp/jam)
Btki = Biaya tenaga kerja ireguler (Rp/jam)
TJKro = Total jam kerja reguler o (jam)
TJKrv = Total jam kerja reguler v (jam)
TJKio = Total jam kerja ireguler o (jam)
TJKiv = Total jam kerja ireguler v (jam)
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

20

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

TP =

Total Produksi (unit)

TPmo = Total Produksi perminggu O (unit)


TPmv = Total Produksi perminggu V (unit)
C=

Cacat (unit)

TBMo = Total biaya material O (Rp)


TBMv = Total biaya material V (Rp)
HMo = Harga material O (Rp/unit)
HMv = Harga material V (Rp/unit)
TPmro = Total produksi perminggu reguler O (unit)
TPmrv = Total produksi perminggu reguler V (unit)
TPmio = Total produksi perminggu ireguler O (unit)
TPmiv = Total produksi perminggu ireguler V (unit)
JKMROsk = Jam kerja perminggu reguler O per SK (jam)
JKMRVsk = Jam kerja perminggu reguler V per SK (jam)
KPUo = Kapasitas produksi per unit O (jam/unit)
KPUv = Kapasitas produksi per unit V (jam/unit)
JKMIOsk = Jam kerja perminggu ireguler O per SK (jam)
JKMIVsk = Jam kerja perminggu ireguler V per SK (jam)
4.2.5

Langkah langkah Pembentukan Model Matematika


Performansi Pada Kasus ini adalah Total laba yang diinginkan oleh PT MODEL

TI dari Penjualan produk Voltmeter dan oscilloscope selama 4 minggu ke depan. Maka
yang jadi tujuan dari pendekatan 1 ini adalah memenuhi demand dengan keuntungan
yang maksimal, langkahnya sebagai berikut:
1. Keuntungan didapatkan dari pendapatan kotor dikurangi dengan total cost produksi
dan total biaya inventori.
U = P (TCP + TBI).................................................(1)
2. Pendapatan Kotor didapatkan dari demand terpenuhi (produk O dan V) dikali dengan
harga jual per unit (O dan V).
P = (Dto x HJO) + (Dtv x HJV)................................(2)
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

21

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

3. Demand terpenuhi O didapatkan dari total produksi O ditambah dengan inventori O.


Dto = TPo + Io..........................................................(3)
4. Demand terpenuhi V didapatkan dari total produksi V ditambah dengan inventori V.
Dtv = TPv + Iv..........................................................(4)
5. Total Cost Produksi didapatkan dari total biaya overhead ditambah dengan total biaya
tenaga kerja dan total biaya material.
TCP = TBO + TBtk + TBM......................................(5)
6. Total biaya overhead didapatkan dari total produksi (o dan v) dikali dengan biaya
overhead (o dan v).
TBO = (Tpo x BOo) + (TPv x BOv) .......................(6)
7. Total biaya tenaga kerja didapatkan dari total jam kerja reguler dikalikan dengan
biaya tenaga kerja reguler dijumlahkan dengan total jam kerja ireguler dikalikan
dengan biaya tenaga kerja ireguler.
TBtk = (TJKr x Btkr) + (TJKi x Btki) .....................(7)
8. Total jam kerja reguler didapatkan dari total jam kerja reguler O ditambah dengan
total jam kerja reguler V.
TJKr = TJKro + TJKrv.............................................(8)
9. Total jam kerja ireguler didapatkan dari total jam kerja ireguler O ditambah dengan
total jam kerja ireguler V.
TJKi = TJKio + TJKiv..............................................(9)
10. Total Produksi didapatkan dari jumlah total produksi O ditambah dengan total
produksi V.
TP = TPo + TPv........................................................(10)
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

22

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

11. Total produksi O didapatkan dari jumlah dari masing masing total produksi
perminggu O dikurangi dengan jumlah produk cacat (fraksi cacat 1%).
TPo = (TPmo C) ................................................(11)
12. Total produksi V didapatkan dari jumlah dari masing masing total produksi
perminggu O dikurangi dengan jumlah produk cacat (fraksi cacat 1%).
TPv = (TPmv C) ................................................(12)
13. Total biaya material didapatkan dari total biaya material O ditambah dengan total
biaya material V.
TBM = (TBMo + TBMv) ........................................(13)
14. Total biaya material O didapatkan dari jumlah dari total produksi perminggu
dikalikan dengan harga material O per unit.
TBMo = (TPmo x HMo) .......................................(14)
15. Total biaya material V didapatkan dari jumlah dari total produksi perminggu
dikalikan dengan harga material V per unit.
TBMv = (TPmv x HMv) .......................................(15)
16. Total produksi perminggu O didapatkan dari total produksi reguler O ditambah
dengan total produksi perminggu iregular O.
TPmo = Tpmro + TPmio.............................................(16)
17. Total produksi perminggu V didapatkan dari total produksi reguler O ditambah
dengan total produksi perminggu iregular V.
TPmv = TPmrv + TPmiv..........................................(17)
18. Total Produksi perminggu reguler O didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu reguler O per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit O.
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

23

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

TPmro = (JKMROsk / KPUo) .................................(18)


19. Total Produksi perminggu reguler V didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu reguler V per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit V.
TPmrv = (JKMRVsk / KPUv) ....................................(19)
20. Total Produksi Perminggu ierguler O didaptkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu ireguler O per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit O.
TPmio = (JKMIOsk / KPUo) ............................................(20)
21. Total Produksi Perminggu ireguler V didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu ireguler V per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit V.
Tpmiv = (JKMIVsk / KPUv ) ......................................(21)
22. Total Biaya Inventori didapatkan dari barang tersimpan (O dan V) dikalikan dengan
biaya simpan (O dan V).
TBI = (Bto x Bso) + (Btv x Bsv) .........................................(22)
4.2.6 Model Matematik
Model matematika yang terbentuk adalah model programa linear bilangan bulat karena
pada kasus ini menentukan keuntungan yang maksimal dan dipengaruhi oleh jumlah
unit barang.
Fungsi tujuan :
Maksimasi
U = (((TPo + Io) x 410.000) + ((TPv + Iv) x 175.000)) (((((JKMROsk / KPUo) +
(JKMIOsk / KPUo)) C) x 9500) + (((JKMRVsk / KPUv) + (JKMIVsk / KPUv ))
C) x 9500) + ((TJKro + TJKrv) x 5000) + ((TJKio + TJKiv)x 6000) + ((TPmo x HMo)
+ (TPmv x HMv)) + ((Bto x Bso) + (Btv x Bsv))
4.3
Approksimasi II (Model II)
4.3.1 Pendekatan

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

24

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Pendekatan kedua yang dilakukan PT. Model TI untuk memenuhi permintaan


produk Oscilloscope dan Voltmeter yaitu dengan melanjutkan pendekatan pertama,
diikuti dengan kebijakan outsourcing untuk menutupi kekurangan demand yang belum
terpenuhi pada pendekatan pertama.
4.3.2

Asumsi
PT. Model TI menggunakan beberapa asumsi pada pendekatan ini yang terdiri

dari:
1) Demand produk Oscilloscope dan Voltmeter sesuai dengan peramalan (forecasting).
2) Quality Control hanya pada produk jadi. Apabila produk cacat maka tidak dilakukan
pengerjaan ulang.
3) Permintaan produk sesuai dengan jumlah demand yang akan diramalkan.
4) Kapasitas jam kerja ireguler (overtime) untuk stasiun kerja CH dan CB sebanyak
40% dari waktu reguler dan final assembly sebanyak 50%. Kapasitas kedua SK
tersebut berbeda dengan SK final assembly dimaksudkan agar dapat mengejar
kekurangan produk assembly pada SK assembly reguler.
5) Faktor yang mempengaruhi yaitu biaya, waktu proses, persediaan dan parameter
yang ada nilainya.
6) Outsourcing dilakukan pada saat total produksi tidak memenuhi demand, dengan
biaya 50.000 untuk O dan 25.000 untuk V
7) Pemesanan produksi outsourcing minimal kelipatan 50
8) Fraksi cacat 1%.
4.3.3

Batasan
PT. Model TI menggunakan beberapa batasan pada pendekatan ini yang terdiri

dari:
1. Sistem yang diperhatikan hanya persediaan, produksi dan penjualan.
2. Persediaan yang diperhatikan hanya inventori.
3. Permintaan sudah pasti terpenuhi
4. Formulasi dibuat hanya untuk garis besar perencanaan produksi untuk 4 minggu ke
depan.
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

25

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

4.3.4

Notasi (Parameter, Variabel)


Notasi Parameter
U=

Keuntungan (Rp)

P=

Pendapatan kotor (Rp)

Dto = Demand terpenuhi O (unit)


Dtv = Demand terpenuhi V (unit)
Do = Demand O (Unit)
Dv = Demand V (unit)

Notasi Variabel
HJO = Harga Jual O (Rp/unit)
HJV = Harga Jual V (Rp/unit)
TCP = Total Cost Produksi (Rp)
TBI = Total biaya inventory (RP)
TPo = Total Produksi O (unit)
TPv = Total Produksi V (unit)
TBO = Total biaya overhead (Rp)
TBtk =Total Biaya Tenaga Kerja (Rp)
Io =

Inventory O (unit)

Iv =

inventory v (unit)

TBM = Total Biaya material (Rp)


Bto = Barang tersimpan O (unit)
Btv = Barang tersimpan v (unit)
Bso = Biaya simpan o (Rp/unit)
Bsv = Biaya simpan v (Rp/unit)
BOo = Biaya Overhead o (Rp/unit)
BOv = Biaya Overhead v (Rp/unit)
TJKr =Total jam kerja reguler (Jam)
TJKi = Total jam kerja ireguler (jam)
Btkr = Biaya tenaga kerja reguler (Rp/jam)
Btki = Biaya tenaga kerja ireguler (Rp/jam)
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

26

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

TJKro = Total jam kerja reguler o (jam)


TJKrv = Total jam kerja reguler v (jam)
TJKio = Total jam kerja ireguler o (jam)
TJKiv = Total jam kerja ireguler v (jam)
TP =

Total Produksi (unit)

TPmo = Total Produksi perminggu O (unit)


TPmv = Total Produksi perminggu V (unit)
Tbos = Total Biaya Outsourcing (Rp)
TPoso = Total produk outsourcing O (unit)
Tposv = Total produk outsourcing V (unit)
Boso = Biaya outsourcing O (Rp/unit)
Bosv =Biaya outsourcing V (Rp/unit)
C=

Cacat (unit)

TBMo = Total biaya material O (Rp)


TBMv = Total biaya material V (Rp)
HMo = Harga material O (Rp/unit)
HMv = Harga material V (Rp/unit)
TPmro = Total produksi perminggu reguler O (unit)
TPmrv = Total produksi perminggu reguler V (unit)
TPmio = Total produksi perminggu ireguler O (unit)
TPmiv = Total produksi perminggu ireguler V (unit)
TJKoso = Total jam kerja outsourcing O (jam)
TJKosv = Total jam kerja outsourcing V (jam)
JKMROsk = Jam kerja perminggu reguler O per SK (jam)
JKMRVsk = Jam kerja perminggu reguler V per SK (jam)
KPUo = Kapasitas produksi per unit O (jam/unit)
KPUv = Kapasitas produksi per unit V (jam/unit)
JKMIOsk = Jam kerja perminggu ireguler O per SK (jam)
JKMIVsk = Jam kerja perminggu ireguler V per SK (jam)
4.3.5

Langkah Langkah Pembentukan Model Matematik

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

27

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

1. Keuntungan didapatkan dari pendapatan kotor dikurangi dengan total cost produksi
dan total biaya inventori.
U = P (TCP + TBI).................................................(1)
2. Pendapatan Kotor didapatkan dari demand terpenuhi (produk O dan V) dikali dengan
harga jual per unit (O dan V).
P = (Dto x HJO) + (Dtv x HJV)................................(2)
3. Demand terpenuhi O didapatkan dari total produksi O ditambah dengan inventori O.
Dto = TPo + Io..........................................................(3)
4. Demand terpenuhi V didapatkan dari total produksi V ditambah dengan inventori V.
Dtv = TPv + Iv..........................................................(4)
5. Total Cost Produksi didapatkan dari total biaya overhead ditambah dengan total biaya
tenaga kerja, total biaya material, dan total biaya outsourcing.
TCP = TBO + TBtk + TBm + TBos.........................(5)
6. Total biaya overhead didapatkan dari total produksi (o dan v) dikali dengan biaya
overhead (o dan v).
TBO = (Tpo x BOo) + (TPv x BOv) .......................(6)
7. Total biaya tenaga kerja didapat dari total jam kerja regular dikali biaya tenaga kerja
regular ditambah hasil dari total jam kerja irregular dikali biaya tenaga kerja irregular
ditambah hasil dari total jam kerja outsourcing O dikali biaya outsourcing O
ditambah hasil dari total jam kerja outsourcing V dikali biaya outsourcing V.
TBtk = (( TJKr x Btkr ) + ( TJKi x Btki )) + (( TJKoso x Boso )+( TJKov x Bosv )
....................................................................(7)
8. Total jam kerja reguler didapatkan dari total jam kerja reguler O ditambah dengan
total jam kerja reguler V.
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

28

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

TJKr = TJKro + TJKrv.............................................(8)


9. Total jam kerja ireguler didapatkan dari total jam kerja ireguler O ditambah dengan
total jam kerja ireguler V.
TJKi = TJKio + TJKiv..............................................(9)
10. Total Produksi didapatkan dari jumlah total produksi O ditambah dengan total
produksi V.
TP = TPo + TPv........................................................(10)
11. Total produksi O didapatkan dari jumlah dari masing masing total produksi
perminggu O dikurangi dengan jumlah produk cacat (fraksi cacat 1%).
TPo = (TPmo C) ................................................(11)
12. Total produksi V didapatkan dari jumlah dari masing masing total produksi
perminggu O dikurangi dengan jumlah produk cacat (fraksi cacat 1%).
TPv = (TPmv C) ................................................(12)
13. Total biaya material didapatkan dari total biaya material O ditambah dengan total
biaya material V.
TBM = (TBMo + TBMv) ........................................(13)
14. Total biaya material O didapatkan dari jumlah dari total produksi perminggu
dikalikan dengan harga material O per unit.
TBMo = (TPmo x HMo) .......................................(14)
15. Total biaya material V didapatkan dari jumlah dari total produksi perminggu
dikalikan dengan harga material V per unit.
TBMv = (TPmv x HMv) .......................................(15)

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

29

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

16. Total produksi perminggu O didapatkan dari total produksi reguler O ditambah
dengan total produksi perminggu iregular O.
TPmo = Tpmro + TPmio.............................................(16)
17. Total produksi perminggu V didapatkan dari total produksi reguler O ditambah
dengan total produksi perminggu iregular V.
TPmv = TPmrv + TPmiv..........................................(17)
18. Total Produksi perminggu reguler O didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu reguler O per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit O.
TPmro = (JKMROsk / KPUo) .................................(18)
19. Total Produksi perminggu reguler V didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu reguler V per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit V.
TPmrv = (JKMRVsk / KPUv) ....................................(19)
20. Total Produksi Perminggu ierguler O didaptkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu ireguler O per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit O.
TPmio = (JKMIOsk / KPUo) ............................................(20)
21. Total Produksi Perminggu ireguler V didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu ireguler V per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit V.
Tpmiv = (JKMIVsk / KPUv ) ......................................(21)
22. Total Biaya Inventori didapatkan dari barang tersimpan (O dan V) dikalikan dengan
biaya simpan (O dan V).
TBI = (Bto x Bso) + (Btv x Bsv) .............................(22)
23. Total biaya outsourcing didapat dari biaya outsourcing O dikali total produksi
outsource O ditambah dengan hasil dari biaya outsourcing V dikali total produksi
outsourcing V.
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

30

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

TBos = ( Boso x TPoso ) + ( Bosv + TPosv) ...........(23)


24. Total biaya outsourcing didapat dari demand O dikurangi hasil dari total produksi O
ditambah inventori O.
TPoso = Do ( TPo + Io ) ...........................(24)
25. Total produksi outsourcing V didapat dari demand V dikurangi hasil dari total
produksi V ditambah inventory V.
TPosv = Dv ( TPv + Iv ) ...........................(25)

4.3.6

Model Matematik

Maximasi
U = (((TPo + Io) x 410.000) + ((TPv + Iv) x 175.000)) (((((JKMROsk / KPUo) +
(JKMIOsk / KPUo)) C) x 9500) + (((JKMRVsk / KPUv) + (JKMIVsk / KPUv ))
C) x 9500) + ((TJKro + TJKrv) x 5000) + ((TJKio + TJKiv)x 6000) + ((TPmo x HMo)
+ (TPmv x HMv)) + ((Bto x Bso) + (Btv x Bsv) +(( TJKoso x Boso )+( TJKov x Bosv
) + ( Boso x (Do ( TPo + Io ) ) + ( Bosv + Dv ( TPv + Iv )))

4.4
Approksimasi III (Model III)
4.3.5 Pendekatan
Pendekatan kedua yang dilakukan PT. Model TI untuk memenuhi permintaan
produk Oscilloscope dan Voltmeter yaitu dengan melanjutkan pendekatan pertama,
diikuti dengan kebijakan full outsourcing (Collaborative relationship) di minggu ke 3
dan 4 menggantikan total produksi pada minggu minggu tersebut.
4.3.6

Asumsi
PT. Model TI menggunakan beberapa asumsi pada pendekatan ini yang terdiri

dari:
1) Demand produk Oscilloscope dan Voltmeter sesuai dengan peramalan (forecasting).

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

31

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

2) Quality Control hanya pada produk jadi. Apabila produk cacat maka tidak dilakukan
pengerjaan ulang.
3) Permintaan produk sesuai dengan jumlah demand yang akan diramalkan.
4) Kapasitas jam kerja ireguler (overtime) untuk stasiun kerja CH dan CB sebanyak
40% dari waktu reguler dan final assembly sebanyak 50%. Kapasitas kedua SK
tersebut berbeda dengan SK final assembly dimaksudkan agar dapat mengejar
kekurangan produk assembly pada SK assembly reguler. Namun pada minggu ke 3
dan minggu ke 4 tidak ada kapasitas jam kerja.
5) Faktor yang mempengaruhi yaitu biaya, waktu proses, persediaan dan parameter
yang ada nilainya.
6) Outsourcing dilakukan pada minggu ke 3 dan ke 4, dengan biaya 50.000 untuk O
dan 25.000 untuk V
7) Pemesanan produksi outsourcing minimal kelipatan 50
8) Total Biaya training 25.000.000
9) Fraksi cacat 1%.
10) Kapasitas divisi Final Assembly dan QC ditambah menjadi 1,5 2 kali.
11) Biaya, waktu proses, dan semua parameter lain diketahui nilainya, sedangkan faktor
selain itu diabaikan.

4.3.7

Batasan
PT. Model TI menggunakan beberapa batasan pada pendekatan ini yang terdiri

dari:
1. Sistem yang diperhatikan hanya persediaan, produksi dan penjualan.
2. Persediaan yang diperhatikan hanya inventori.
3. Permintaan sudah pasti terpenuhi
4. Formulasi dibuat hanya untuk garis besar perencanaan produksi untuk 4 minggu ke
depan.
4.3.8

Notasi (Parameter, Variabel)


Notasi Parameter
U=

Keuntungan (Rp)

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

32

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

P=

Pendapatan kotor (Rp)

Dto = Demand terpenuhi O (unit)


Dtv = Demand terpenuhi V (unit)
Do = Demand O (Unit)
Dv = Demand V (unit)

Notasi Variabel
HJO = Harga Jual O (Rp/unit)
HJV = Harga Jual V (Rp/unit)
TCP = Total Cost Produksi (Rp)
TBI = Total biaya inventory (RP)
TPo = Total Produksi O (unit)
TPv = Total Produksi V (unit)
TBO = Total biaya overhead (Rp)
TBtk =Total Biaya Tenaga Kerja (Rp)
Io =

Inventory O (unit)

Iv =

inventory v (unit)

TBM = Total Biaya material (Rp)


Bto = Barang tersimpan O (unit)
Btv = Barang tersimpan v (unit)
Bso = Biaya simpan o (Rp/unit)
Bsv = Biaya simpan v (Rp/unit)
BOo = Biaya Overhead o (Rp/unit)
BOv = Biaya Overhead v (Rp/unit)
TJKr =Total jam kerja reguler (Jam)
TJKi = Total jam kerja ireguler (jam)
Btkr = Biaya tenaga kerja reguler (Rp/jam)
Btki = Biaya tenaga kerja ireguler (Rp/jam)
TJKro = Total jam kerja reguler o (jam)
TJKrv = Total jam kerja reguler v (jam)
TJKio = Total jam kerja ireguler o (jam)
TJKiv = Total jam kerja ireguler v (jam)
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

33

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

TP =

Total Produksi (unit)

TPmo = Total Produksi perminggu O (unit)


TPmv = Total Produksi perminggu V (unit)
Tbos = Total Biaya Outsourcing (Rp)
TPoso = Total produk outsourcing O (unit)
Tposv = Total produk outsourcing V (unit)
Boso = Biaya outsourcing O (Rp/unit)
Bosv =Biaya outsourcing V (Rp/unit)
C=

Cacat (unit)

TBMo = Total biaya material O (Rp)


TBMv = Total biaya material V (Rp)
HMo = Harga material O (Rp/unit)
HMv = Harga material V (Rp/unit)
TPmro = Total produksi perminggu reguler O (unit)
TPmrv = Total produksi perminggu reguler V (unit)
TPmio = Total produksi perminggu ireguler O (unit)
TPmiv = Total produksi perminggu ireguler V (unit)
TJKoso = Total jam kerja outsourcing O (jam)
TJKosv = Total jam kerja outsourcing V (jam)
JKMROsk = Jam kerja perminggu reguler O per SK (jam)
JKMRVsk = Jam kerja perminggu reguler V per SK (jam)
KPUo = Kapasitas produksi per unit O (jam/unit)
KPUv = Kapasitas produksi per unit V (jam/unit)
JKMIOsk = Jam kerja perminggu ireguler O per SK (jam)
JKMIVsk = Jam kerja perminggu ireguler V per SK (jam)
4.3.5

Langkah Langkah Pembentukan Model Matematik

1. Keuntungan didapatkan dari pendapatan kotor dikurangi dengan total cost produksi
dan total biaya inventori.
U = P (TCP + TBI + TBT).....................................(1)

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

34

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

2. Pendapatan Kotor didapatkan dari demand terpenuhi (produk O dan V) dikali dengan
harga jual per unit (O dan V).
P = (Dto x HJO) + (Dtv x HJV)................................(2)
3. Demand terpenuhi O didapatkan dari total produksi O ditambah dengan inventori O.
Dto = TPo + Io..........................................................(3)
4. Demand terpenuhi V didapatkan dari total produksi V ditambah dengan inventori V.
Dtv = TPv + Iv..........................................................(4)
5. Total Cost Produksi didapatkan dari total biaya overhead ditambah dengan total biaya
tenaga kerja, total biaya material, dan total biaya outsourcing.
TCP = TBO + TBtk + TBm + TBos.........................(5)
6. Total biaya overhead didapatkan dari total produksi (o dan v) dikali dengan biaya
overhead (o dan v).
TBO = (Tpo x BOo) + (TPv x BOv) .......................(6)
7. Total biaya tenaga kerja didapat dari total jam kerja regular dikali biaya tenaga kerja
regular ditambah hasil dari total jam kerja irregular dikali biaya tenaga kerja irregular
ditambah hasil dari total jam kerja outsourcing O dikali biaya outsourcing O
ditambah hasil dari total jam kerja outsourcing V dikali biaya outsourcing V.
TBtk = (( TJKr x Btkr ) + ( TJKi x Btki )) + (( TJKoso x Boso )+( TJKov x Bosv )
....................................................................(7)
8. Total jam kerja reguler didapatkan dari total jam kerja reguler O ditambah dengan
total jam kerja reguler V.
TJKr = TJKro + TJKrv.............................................(8)
9. Total jam kerja ireguler didapatkan dari total jam kerja ireguler O ditambah dengan
total jam kerja ireguler V.
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

35

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

TJKi = TJKio + TJKiv..............................................(9)


10. Total Produksi didapatkan dari jumlah total produksi O ditambah dengan total
produksi V.
TP = TPo + TPv........................................................(10)
11. Total produksi O didapatkan dari jumlah dari masing masing total produksi
perminggu O dikurangi dengan jumlah produk cacat (fraksi cacat 1%).
TPo = (TPmo C) ................................................(11)
12. Total produksi V didapatkan dari jumlah dari masing masing total produksi
perminggu O dikurangi dengan jumlah produk cacat (fraksi cacat 1%).
TPv = (TPmv C) ................................................(12)
13. Total biaya material didapatkan dari total biaya material O ditambah dengan total
biaya material V.
TBM = (TBMo + TBMv) ........................................(13)
14. Total biaya material O didapatkan dari jumlah dari total produksi perminggu
dikalikan dengan harga material O per unit.
TBMo = (TPmo x HMo) .......................................(14)
15. Total biaya material V didapatkan dari jumlah dari total produksi perminggu
dikalikan dengan harga material V per unit.
TBMv = (TPmv x HMv) .......................................(15)
16. Total produksi perminggu O didapatkan dari total produksi reguler O ditambah
dengan total produksi perminggu iregular O.
TPmo = Tpmro + TPmio.............................................(16)

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

36

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

17. Total produksi perminggu V didapatkan dari total produksi reguler O ditambah
dengan total produksi perminggu iregular V.
TPmv = TPmrv + TPmiv..........................................(17)
18. Total Produksi perminggu reguler O didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu reguler O per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit O.
TPmro = (JKMROsk / KPUo) .................................(18)
19. Total Produksi perminggu reguler V didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu reguler V per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit V.
TPmrv = (JKMRVsk / KPUv) ....................................(19)
20. Total Produksi Perminggu ierguler O didaptkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu ireguler O per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit O.
TPmio = (JKMIOsk / KPUo) ............................................(20)
21. Total Produksi Perminggu ireguler V didapatkan dari jumlah dari jam kerja
perminggu ireguler V per SK dibagi dengan kapasitas produksi per unit V.
Tpmiv = (JKMIVsk / KPUv ) ......................................(21)
22. Total Biaya Inventori didapatkan dari barang tersimpan (O dan V) dikalikan dengan
biaya simpan (O dan V).
TBI = (Bto x Bso) + (Btv x Bsv) .............................(22)
22. Total Produk Outsourcing O adalah Demand O minggu ke 3 dikurangi dengan
Inventori O minggu ke 3 ditambah dengan Demand O minggu ke 4.
TPoso = Dom3 Iom3 + Dom4...............................(23)

23. Total Produk Outsourcing V adalah Demand V minggu ke 3 dikurangi Inventori V


minggu ke 3 ditambah dengan Demand V minggu ke 4.
TPosv = Dvm3 Ivm3 + Dvm4...............................(24)
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

37

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

24. Total Biaya Training yaitu sejumlah Rp. 25.000.000,TBT = Rp. 25.000.000..............................................(25)

4.3.6

Model Matematik

Maximasi
U = (((TPo + Io) x 410.000) + ((TPv + Iv) x 175.000)) (((((JKMROsk / KPUo) +
(JKMIOsk / KPUo)) C) x 9500) + (((JKMRVsk / KPUv) + (JKMIVsk / KPUv ))
C) x 9500) + ((TJKro + TJKrv) x 5000) + ((TJKio + TJKiv)x 6000) + ((TPmo x HMo)
+ (TPmv x HMv)) + ((Bto x Bso) + (Btv x Bsv) +(( TJKoso x Boso )+( TJKov x Bosv
) + ( Boso x (Do ( TPo + Io ) ) + ( Bosv + Dv ( TPv + Iv )) + (Dom3 Iom3 +
Dom4) + (Dvm3 Ivm3 + Dvm4)) + 25.000.000)
BAB V
ANALISIS MODEL MATEMATIK
5.1 Pengantar
Analisis matemtatis dilakukan untuk mengatasi

masalah pada PT Model TI

setelah memformulasikan model matematis pada kebijakan dan batasan yang akan
dikeluarkan oleh PT Model TI, dengan parameter keuntungan dan demand terpenuhi.
Pada analisis ini dilakukan validasi untuk menentukan apakah model benar secara
matematis dan dapat ditindaklanjuti, logis, serta peramalan yang bagus dengan realitas.
Setelah melakukan validasi, analisis sensitivitas dilakukan untuk mengevaluasi
respon dari solusi terbaik pada perubahan berbagai input. Semakin tingginya perubahan
respon yang mengakibatkan perubahan input maka model semakin tidak sensitif.
Semakin rendah tingkat sensitifnya maka model semakin dapat terpercaya. Selanjutnya
dilakukan analisis kesalahan untuk menemukan kerugian dari keuntungan potensial
karena perubahan dari parameter masukan akibat dari kesalahan solusi terbaik, apabila
kesalahan semakin kecil, makan dapat dikatakan formulasi matematika ini baik dan
dapat digunakan oleh perusahaan.
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

38

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

5.2 Analisis Model I


5.2.1 Teknik / Metode Analisis
Untuk mendapatkan solusi optimal dari model 1 ini kami menggunakan bantuan
software Microsoft Excel. Dengan menggunakan software tersebut didapatkan hasil
keuntungan, pendapatan, Total cost produksi, dan total produksi reguler serta ireguler.
5.2.2 Solusi Model I
Solusi pendekatan 1 ini bertujuan untuk memenuhi demand dari produk
oscilloscope dan voltmeter dengan melakukan produksi reguler dan produksi ireguler
(overtime) guna memenuhi demand.

Tabel 5.1 Daftar Kapasitas Osciloscope dan Voltmeter Model 1

Minggu 1
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
325
Chassis
425
Circuit board
649
Circuit board
851
F. Assembly
346
F. Assembly
454
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
130
Chassis
170
Circuit board
260
Circuit board
340
F. Assembly
173
F. Assembly
227
Minggu 2
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
247
Chassis
503
Circuit board
495
Circuit board
1005
F. Assembly
264
F. Assembly
536
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
99
Chassis
201
Circuit board
198
Circuit board
402
F. Assembly
132
F. Assembly
268

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

39

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Minggu 3
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
259
Chassis
491
Circuit board
519
Circuit board
981
F. Assembly
277
F. Assembly
523
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
104
Chassis
179
Circuit board
207
Circuit board
357
F. Assembly
138
F. Assembly
262
Minggu 4
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
193
Chassis
557
Circuit board
386
Circuit board
1114
F. Assembly
206
F. Assembly
594
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
77
Chassis
223
Circuit board
154
Circuit board
446
F. Assembly
103
F. Assembly
297

Tabel 5.2 Rekap Output Software Model 1

Minggu 1

Inventori Terpakai
Sisa Inventori
Biaya Inventori
Total Biaya Inventori
Total Produksi
Total Biaya Material
Total Biaya Tenaga
Kerja Reguler

Produk O
0
0
0
0
1286
1948453
61

Produk
V
0
0
0
0
1684
850515
46

1321

1729

563

737

325
649
346

425
851
454

Total Biaya Tenaga


Keja Irreguler
Jam CH RT
Jam CB RT
Jam AS RT

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

40

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

130
260
173
Minggu 2
Produk O
Inventori Terpakai
0
Sisa Inventori
0
Biaya Inventori
0
Total Biaya Inventori
0
Total Produksi
980
1484536
Total Biaya Material
08
Total Biaya Tenaga
1006
Kerja Reguler
Jam CH OV
Jam CB OV
Jam AS OV

Total Biaya Tenaga


Keja Irreguler
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

429

247
495
264
99
198
132
Minggu 3

871
503
1005
536
201
402
268

1055

2266

450

797

259
519
277
104
207
138
Minggu 4

491
981
523
179
357
262

Total Biaya Tenaga


Keja Irreguler

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

2044

Produk
V
0
0
0
0
1943
981308
41

Total Biaya Material


Total Biaya Tenaga
Kerja Reguler

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Produk V
0
0
0
0
1990
1005154
64

Produk O
0
0
0
0
1027
1556074
77

Inventori Terpakai
Sisa Inventori
Biaya Inventori
Total Biaya Inventori
Total Produksi

Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

170
340
227

41

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Inventori Terpakai
Sisa Inventori
Biaya Inventori
Total Biaya Inventori
Total Produksi
Total Biaya Material
Total Biaya Tenaga
Kerja Reguler

Produk O
0
0
0
0
764
1157142
86

Produk V
0
0
0
0
2206
1114285
71

784

2266

334

966

193
386
206
77
154
103

557
1114
594
223
446
297

Total Biaya Tenaga


Keja Irreguler
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Biayai Overhead
Total Biaya
Overhead
Total Biaya
Produksi
Demand Terpenuhi
Harga Jual per Unit
Total Pendapatan
Keuntungan

38536720

74323280

112860000
1215841146
4506
8574
41000
175000
3348026754
2132185608

Dari perhitungan software diatas, didapatkan solusi dan model matematik untuk
keempat periode dengan hasil keuntungan dan Total Cost produksi, dan demand
terpenuhi.
5.2.3 Kesimpulan
Dari hasil diatas, diketahui bahwa dengan pada pendekatan model 1, demand
untuk kedua produk belum dapat terpenuhi walau ditambah dengan produksi lembur
(ireguler).

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

42

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

5.3
5.3.1

Analisis Model II
Teknik/Metoda Analisis

Untuk mendapatkan solusi optimal dari model 2 ini kami menggunakan bantuan
software Microsoft Excel. Dengan menggunakan software tersebut didapatkan hasil
keuntungan, pendapatan, Total cost produksi, dan total produksi reguler ireguler, dan
outsourcing.
5.3.2

Solusi Model II
Solusi pendekatan 2 ini bertujuan untuk memenuhi demand dari produk

oscilloscope dan voltmeter dengan melakukan produksi reguler dan produksi ireguler
(overtime) serta outsourcing guna memenuhi demand.
Tabel 5.1 Daftar Kapasitas Osciloscope dan Voltmeter Model 2

Minggu 1
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
325
Chassis
425
Circuit board
649
Circuit board
851
F. Assembly
346
F. Assembly
454
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
130
Chassis
170
Circuit board
260
Circuit board
340
F. Assembly
173
F. Assembly
227
Minggu 2
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
247
Chassis
503
Circuit board
495
Circuit board
1005
F. Assembly
264
F. Assembly
536
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
99
Chassis
201
Circuit board
198
Circuit board
402
F. Assembly
132
F. Assembly
268
Minggu 3
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
259
Chassis
491

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

43

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Circuit board
519
Circuit board
981
F. Assembly
277
F. Assembly
523
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
104
Chassis
179
Circuit board
207
Circuit board
357
F. Assembly
138
F. Assembly
262
Minggu 4
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
193
Chassis
557
Circuit board
386
Circuit board
1114
F. Assembly
206
F. Assembly
594
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
77
Chassis
223
Circuit board
154
Circuit board
446
F. Assembly
103
F. Assembly
297

Tabel 5.2 Rekap Output Software Model 2

Minggu 1
Produk O Produk V
Inventori Terpakai
49
1
1003866
Biaya Inventori
0
90206
Total Biaya Inventori
10128866
Total Produksi
2079
2723
3150000 1375000
Total Biaya Material
00
00
Total Biaya Tenaga
1321
1729
Kerja Reguler
Total Biaya Tenaga
Keja Irreguler
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

563

325
649
346
130
260
173
Minggu 2
Produk O

44

737
425
851
454
170
340
227
Produk V

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Inventori Terpakai
Biaya Inventori
Total Biaya Inventori
Total Produksi
Total Biaya Material
Total Biaya Tenaga
Kerja Reguler

40
10
8136598
902062
9038660
1584
3218
2400000 1625000
00
00
1006

2044

429

871

Total Biaya Tenaga


Keja Irreguler

247
503
495
1005
264
536
99
201
198
402
132
268
Minggu 3
Produk O Produk V
Inventori Terpakai
37
3
Biaya Inventori
8136598
902062
Total Biaya Inventori
9038660
Total Produksi
1832
3645
2775000 1750000
Total Biaya Material
00
00
Total Biaya Tenaga
1055
2266
Kerja Reguler
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Total Biaya Tenaga


Keja Irreguler

450

797

259
491
519
981
277
523
104
179
207
357
138
262
Minggu 4
Produk O Produk V
Inventori Terpakai
11
29
Biaya Inventori
2342857 2500000
Total Biaya Inventori
4842857
Total Produksi
891
2574
1350000 1300000
Total Biaya Material
00
00
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

45

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Total Biaya Tenaga


Kerja Reguler

784

2266

Total Biaya Tenaga


Keja Irreguler

334

966

193
386
206
77
154
103

557
1114
594
223
446
297

Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Biayai Overhead
Total Biaya
Overhead
Total Biaya
Produksi
Total Biaya
Outsourcing
Total Pendapatan
Keuntungan

60662250

11380050
0

174462750
2037580742
185350000
4762000000
2724419258

Dari perhitungan software diatas, didapatkan solusi dan model matematik untuk
keempat periode dengan hasil keuntungan, pendapatan, dan demand terpenuhi.

5.3.3

Kesimpulan
Pada pendekatan model 2 ini, penambahan kebijakan outsourcing berpengaruh

pada lebih tingginya jumlah keuntungan dan dapat terpenuhinya demand konsumen
secara penuh. Dapat disimpulkan pendekatan model 2 ini merupakan pendekatan yang
bisa dipertimbangkan untuk diterapkan oleh PT. Model TI.
5.3
5.3.1

Analisis Model III


Teknik/Metoda Analisis

Untuk mendapatkan solusi optimal dari model 3 ini kami menggunakan bantuan
software Microsoft Excel. Dengan menggunakan software tersebut didapatkan hasil

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

46

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

keuntungan, pendapatan, Total cost produksi, dan total produksi reguler ireguler, dan
outsourcing minggu 3 dan minggu 4.
5.3.2

Solusi Model III


Solusi pendekatan 3 ini bertujuan untuk memenuhi demand dari produk

oscilloscope dan voltmeter dengan melakukan produksi reguler dan produksi ireguler
(overtime) serta full outsourcing (collaborative relationship) pada minggu ke 3 dan 4
guna memenuhi demand.
Tabel 5.1 Daftar Kapasitas Osciloscope dan Voltmeter Model 3

Minggu 1
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
325
Chassis
425
Circuit board
649
Circuit board
851
F. Assembly
346
F. Assembly
454
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
130
Chassis
170
Circuit board
260
Circuit board
340
F. Assembly
173
F. Assembly
227
Minggu 2
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
247
Chassis
503
Circuit board
495
Circuit board
1005
F. Assembly
264
F. Assembly
536
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
99
Chassis
201
Circuit board
198
Circuit board
402
F. Assembly
132
F. Assembly
268
Minggu 3
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
0
Chassis
0
Circuit board
0
Circuit board
0
F. Assembly
724
F. Assembly
1396
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

47

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

SK
Chassis
Circuit board
F. Assembly

Jam kerja per minggu


SK
Jam kerja per minggu
0
Chassis
0
0
Circuit board
0
362
F. Assembly
698
Minggu 4
Kapasitas Jam kerja reguler O
Kapasitas Jam kerja reguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
0
Chassis
0
Circuit board
0
Circuit board
0
F. Assembly
360
F. Assembly
440
Kapasitas Jam kerja ireguler O
Kapasitas Jam kerja ireguler V
SK
Jam kerja per minggu
SK
Jam kerja per minggu
Chassis
0
Chassis
0
Circuit board
0
Circuit board
0
F. Assembly
180
F. Assembly
220
Tabel 5.3 Rekap Output Software Model 3

Minggu 1
Produk O Produk V
Inventori Terpakai
49
1
1003866
Biaya Inventori
0
90206
Total Biaya Inventori
10128866
Total Produksi
2079
2723
3150000 1375000
Total Biaya Material
00
00
Jam Tenaga Kerja
1321
1729
Reguler
Jam Tenaga Keja
Irreguler

563

737

325
425
649
851
346
454
130
170
260
340
173
227
Minggu 2
Produk O Produk V
Inventori Terpakai
40
10
Biaya Inventori
8136598
902062
Total Biaya Inventori
9038660
1584
3218
Total Produksi
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

48

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Total Biaya Material


Jam Tenaga Kerja
Reguler

2400000
00

1625000
00

1006

2044

429

871

Jam Tenaga Keja


Irreguler

247
503
495
1005
264
536
99
201
198
402
132
268
Minggu 3
Produk O Produk V
Inventori Terpakai
0
0
Biaya Inventori
0
0
Total Biaya Inventori
0
Total Produksi
0
0
2775000 1750000
Total Biaya Material
00
00
Jam Tenaga Kerja
724
440
Reguler
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Jam Tenaga Keja


Irreguler

362

698

Jam Outsourcing

1086

2094

0
0
0
0
724
523
0
0
0
0
362
698
Minggu 4
Produk O Produk V
Inventori Terpakai
0
0
Biaya Inventori
0
0
Total Biaya Inventori
0
Total Produksi
0
0
1350000 1300000
Total Biaya Material
00
00
Jam Tenaga Kerja
360
440
Reguler
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

49

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Jam Tenaga Keja


Irreguler

180

220

Jam Outsourcing

540

660

0
0
360
0
0
180

0
0
440
0
0
220

Jam
Jam
Jam
Jam
Jam
Jam

CH RT
CB RT
AS RT
CH OV
CB OV
AS OV

Biayai Overhead
Total Biaya
Overhead
Total Biaya
Produksi
Total Biaya
Outsourcing
Total Pendapatan
Keuntungan

34798500

56430000

91228500
2040256851
185350000
4762000000
2696743149

Dari perhitungan software diatas, didapatkan solusi dan model matematik untuk
keempat periode dengan hasil keuntungan dan Total Cost produksi, dan demand
terpenuhi.
5.3.3

Kesimpulan
Pada pendekatan model 3 ini, penambahan kebijakan outsourcing berpengaruh

pada lebih rendahnya jumlah keuntungan namun tetap dapat terpenuhinya demand
konsumen secara penuh. Dapat disimpulkan pendekatan model 3 ini merupakan
pendekatan yang lebih buruk untuk diterapkan dibandingkan dengan model 2 oleh PT.
Model TI.
5.4 Analisis Sensitivitas
5.4.1 Pengantar
Data menunjukan bahwa terdapat kemungkinan perubahan bahan baku akibat kondisi
perekonimian sekarang ini. Perubahan terjadi pada rentang 5%-15%. Perubahan harga
material akan mempengaruhi proses produksi, hingga memperngaruhi tingkat
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

50

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, pertimbangan akan semua kemungkinan yang
mempunyai probabilitas untuk terjadi di masa akan dating dapat menjadi pertimbangan
bagi perusahaan.
5.4.2 Analisis Sensitivitas
Aproksimasi 1
Persentase Kenaikan harga bahan baku

Keuntungan

5%
10%
15%

2072371250
2025486250
1975501250

Persentase perubahan
keuntungan dari
keuntungan awal
2.74%
4.58%
7.22%

Kenaikan harga material berbanding terbalik dengan jumlah keuntungan dari


perusahaan. Data perhitungan menunjukan jika terdapat kenaikan harga bahan baku
sebesar 5% akan mempengaruhi, dalam hal ini mengurangi keuntungan sebesar 2.74%,
sedangkan untuk kenaikan 10% akan menimbulkan pergeseran keuntungan sebesar
4.58% begitu pula dengan 15% akan mengurangi keuntungan perusahaan sebesar 7.22%
Dalam kasus ini, besaran kenaikan harga akan memperberat biaya produksi sehingga
mengurangi margin keuntungan.
Aproksimasi 2
Persentase perubahan
Persentase Kenaikan harga bahan baku
Keuntungan
keuntungan dari
keuntungan awal
5%
2665812563
6.34%
10%
2565700205
8.58%
15%
2456587848
11.88%
Kenaikan harga material berbanding terbalik dengan jumlah keuntungan dari
perusahaan. Data perhitungan menunjukan jika terdapat kenaikan harga bahan baku
sebesar 5% akan mempengaruhi, dalam hal ini mengurangi keuntungan sebesar 6.34%,
sedangkan untuk kenaikan 10% akan menimbulkan pergeseran keuntungan sebesar
8.58% begitu pula dengan 15% akan mengurangi keuntungan perusahaan sebesar
11.88%
Dalam kasus ini, besaran kenaikan harga akan memperberat biaya produksi sehingga
mengurangi margin keuntungan.
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

51

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Aproksimasi 3
Persentase perubahan
keuntungan dari
keuntungan awal
5%
2523292467
2.32%
10%
2432387377
5.97%
15%
2323482287
8.47%
Kenaikan harga material berbanding terbalik dengan jumlah keuntungan dari
Persentase Kenaikan harga bahan baku

Keuntungan

perusahaan. Data perhitungan menunjukan jika terdapat kenaikan harga bahan baku
sebesar 5% akan mempengaruhi, dalam hal ini mengurangi keuntungan sebesar 2.32%,
sedangkan untuk kenaikan 10% akan menimbulkan pergeseran keuntungan sebesar
5.97% begitu pula dengan 15% akan mengurangi keuntungan perusahaan sebesar 8.47%
Dalam kasus ini, besaran kenaikan harga akan memperberat biaya produksi sehingga
mengurangi margin keuntungan.
5.4.3

Kesimpulan

Berdasarkan analisis sensitivitas diperoleh data perubahan keuntungan yang mengarah


pada pengurangan keuntungan dengan besaran tertentu. Besaran keuntungan akan
membebani beban dan biaya perusahaan. Harapan di masa yang akan dating adalah
tidak terjadi fluktuasi harga barang baku sehingga keuntungan dapat terus terjaga.
5.5 Analisis Kesalahan
5.5.1 Pengantar
Data masa lalu yang dimasukkan akan diuji dalam melaksanakan analisis
kesalahan karena analisis kesalahan dilakukan untuk menguji apakah parameter sesuai
atau tidak dengan data masa lalu. Analisis kesalahan ini dilakukan untuk membuktikan
saja apakah sama dengan masa lalu, karena belum tentu hasil yang ada di masa lalu
sama dengan hasil yang ada sekarang atau dimasa yang akan datang atau sering juga
disebut dengan non deterministic, selain itu analisis kesalahan juga bisa membuktikan
apakah kita salah input data atau tidak.
5.5.2 Analisis Kesalahan terhadap Parameter
Parameter yang digunakan untuk manganalisis kesalahan adalah parameter dari
permintaan konsumen atau demand. Parameter permintaan digunakan karena dari
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro
2015

52

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

pengalaman masa lalu kesalahan proyeksi ramalan permintaan relative besar, yaitu 1025% (ini merupakan laporan dari manajer produksi, pada skenario).
Hal ini dikarenakan dinamika bisnis dari PT. Model TI ini berubah dengan cepat.
Sehingga parameter yang digunakan adalah perubahan permintaan yang naik sebesar
10%, 20%, serta 25%.

Analisis Kesalahan Model 1


Aproksimasi 1
Perubahan Kenaikan Demand
Persen Kenaikan

Keuntungan

Persentase Perubahan

10%
20%
25%
Persen Penurunan
10%
20%
25%

2328083875
2425864500
2374756813
Keuntungan
2328083875
2425864500
2374756813

4,23%
9,3%
10,98%
Persentase Perubahan
-4,23%
-9,3%
-10,98%

Analisis kesalahan aproksimasi 1 menggunakan kebijakan lembur dengan persen


kenaikan demand 10% maka keuntungan akan meningkat sebesar 4.23% dari total
keuntungan awal yang didapat pada aproksimasi 1. Sementara perubahan demand
dengan kenaikan demand sebesar 20% menyebabkan keuntungan akan meningkat
sebesar 9.3% dan untuk perubahan demand dengan kenaikan demand sebesar 25%
menyebabkan keuntungan akan meningkat sebesar 10.98%
Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa aproksimasi 1 ini memiliki
tingkat error yang menguntungkan karena untuk kenaikan 25%, terdapat peningkatan
keuntungan melebihi 10%. Hal ini terjadi karena biaya lembur yang digunakan lebih
kecil dari biaya produksi sendiri sehingga dengan biaya yang lebih kecil model ini dapat
meraih keuntungan tambahan apabila terdapat kenaikan permintaaan di pasar.
Sebaliknya jika terjadi penurunan demand akan merugikan bagi perusahaan karena
perusahaan kehilangan pendapatan.

Analisis Kesalahan Model 2

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

53

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Aproksimasi 2
Perubahan Kenaikan Demand
Persen Kenaikan

Keuntungan

10,0%
20,0%
25,0%

2790856370
2741762789
2813466149

Persen Penurunan

Keuntungan

10%
20%
25%

2790856370
2741762789
2813466149

Persentase
Perubahan
-3,48%
-0,42%
0,94%
Persentase
Perubahan
3,48%
0,42%
-0,94%

Analisis kesalahan aproksimasi 2 menggunakan kebijakan outsourcing dengan


persen kenaikan demand 10% maka keuntungan akan menurun sebesar -3.48% dari total
keuntungan awal yang didapat pada aproksimasi 2. Sementara perubahan demand
dengan kenaikan demand sebesar 20% menyebabkan keuntungan akan menurun sebesar
0.42% dan untuk perubahan demand dengan kenaikan demand sebesar 25%
menyebabkan keuntungan akan meningkat sebesar 0.94%.
Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa aproksimasi 2 ini memiliki
tingkat error yang menguntungkan karena untuk kenaikan 25%. Penambahan
keuntungan juga bisa didapatkan jika terjadi penurunan demand sebesar 10% yang
meningkatkan keuntungan perusahaan sebesar 3%. Perbedaan hasil tersebut dipengaruhi
oleh harga dari unit produk yang dikerjakan melalui strategi outsourcing.

Analisis Kesalahan Model 3


Aproksimasi 3
Perubahan Kenaikan Demand

Persen Kenaikan

Keuntungan

10%
20%
25%

2674761481
2745273611
2879029677

Persen Penurunan

Keuntungan

10%
20%
25%

2674761481
2745273611
2879029677

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

54

Persentase
Perubahan
3,35%
6,71%
8,38%
Persentase
Perubahan
-3,35%
-6,71%
-8,38%

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

Analisis kesalahan aproksimasi 3 menggunakan kebijakan collaborative


relationship dengan persen kenaikan demand 10% maka keuntungan akan meningkat
sebesar 3.35%dari total keuntungan awal yang didapat pada aproksimasi 3. Sementara
perubahan demand dengan kenaikan demand sebesar 20% menyebabkan keuntungan
akan meningkat sebesar 6.71% dan untuk perubahan demand dengan kenaikan demand
sebesar 25% menyebabkan keuntungan akan meningkat sebesar 8.38%
Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa aproksimasi 3 ini memiliki
tingkat error yang menguntungkan karena untuk kenaikan 25%, terdapat peningkatan
keuntungan paling tinggi jika dibandingkan dengan yang lain. Hal ini disebabkan oleh
perencanaan yang mudah untuk dikontrol karena seluruh unit ch dan cb diproduksi oleh
vendor dan perusahaan hanya perlu mengatur sk assembly. Sebaliknya jika terjadi
penurunan demand akan merugikan bagi perusahaan karena perusahaan kehilangan
pendapatan.
5.5.3 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari analisis kesalahan adalah aproksimasi 2
mengalami tingkat kesalahan (error) yang lebih kecil dibandingkan aproksimasi 3
karena hasil akhir yang didapatkan apabila dibandingkan dengan kondisi awal.

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

55

Tugas Besar
Mata Kuliah Pemodelan Sistem
Kelompok B - C

LAMPIRAN

Program Studi Teknik Industri


Universitas Diponegoro
2015

56