Anda di halaman 1dari 23

SAND

CASTING
Oleh :
Sungging Pintowantoro,
Ph.D

Definisi Pengecoran (Casting)


Pengecoran logam merupakan suatu proses
pembentukan logam yang mana prosesnya dilakukan
dengan cara penuangan logam cair ke dalam
cetakan.
Pada proses pengecoran logam, bahan baku logam
dicairkan terlebih dahulu dengan cara
memanaskannya hingga di atas titik lebur logam.
Kemudian, cairan logam ini dituang ke dalam rongga
cetakan. Logam cair tadi, kemudian dibekukan
dengan cara membiarkannya dalam rongga cetakan
dalam waktu tertentu.

Logam yang diproses melalui


casting
Sand casting 60%
Investment casting 7%
Die casting 9%
Permanent mold casting 11%
Centrifugal casting 7%
Shell mold casting 7%

Tahapan pengecoran
1. Pelelehan logam yang akan dicor
2. Penuangan/penenkanan cairan

logam ke dalam rongga dari cetakan


3. Pendinginan / Solidifikasi cairan
logam
4. Pelepasan logam dari cetakan
5. Finishing

Pelelehan logam
Raw material (charge/umpan)

- scrap (logam bekas), material paduan


Atmosfer tungku melting
- Udara, vakum, gas inert (misal : argon)
Pemanasan
- Eksternal : listrik, gas, oli bekas
- Internal : induksi, campuran bahan bakar
dan raw material (misal, Blast Furnace dan
kupola)
Material tungku
- Material material refraktori

Tipe Furnace

Tipe Furnace

Tipe Furnace

Overview of sand casting


Merupakan metode pengecoran

logam yang paling banyak


digunakan.
Hampir semua paduan dapat dicor,
termasuk logam logam yang
memiliki titik lebur yang tinggi,
seperti baja, nikel dan titanium.
Ukuran produk yang dapat dicor
dapat bervariasi dari yang ukuran

Contoh produk sand casting frame dari kompresor udara.


Berat part mencapai 680 kg.

Contoh produk sand casting frame dari kompresor udara.


Berat part mencapai 680 kg.

Contoh produk sand casting frame dari kompresor udara.


Berat part mencapai 680 kg.

Tipikal Sand Casting

Langkah-Langkah produksi
sand casting

1. Persiapan sand
Sand biasanya memiliki elemen penyusun

berupa SiO2.
Sand digunakan bersama dengan campuran
material lain seperti air dan clay bonding
Mix : 90% sand, 3% air dan 7% clay
binder lain misalkan : resin fenol, sodium
silikat dan fosfat
Additive lain juga ditambahkan, misal berupa
coal dust untuk memingkatkan permeabilitas
dan memperbaiki permukaan coran.

2. Pembuatan Pola
(Pattern)
Pattern : replika dari produk yang akan dicor

dan digunakan untuk mempersiapkan rongga


cetakan. Pattern terbuat dari kayu atau logam.
Jika pengecoran membutuhkan rongga di dalam
produk cor (hollow), maka harus ditambahkan
tambahan pola yang dinamakan sebagai core.
Pada pembuatan pola juga perlu diperhatikan
toleransi penyusutan logam coran saat
solidifikasi.

3. Pembuatan core

Core dimasukkan di dalam rongga sebelum logam

cair dituang.
Logam cair mengalir dan membeku di antara rongga
cetakan dan core untuk membentuk pengecoran
eksternal dan internal (terbentuk rongga coran).
Membutuhkan penyangga untuk menahan posisi core
selama penuangan, yang disebut sebagai chaplets.

4. Pembuatan Mold
Rongga di dalam sand mold dibentuk dengan

cara penekanan pasir disekitar pattern,


kemudian memisahkan mold menjadi 2 (misal,
cope dan drag).
Mold juga harus memiliki sistem gating dan
riser.
Core bila diperlukan

5. Pouring hot metal


Penuangan logam cair dilakukan dengan cara

menuang terlebih dahulu hot metal ke dalam


ladle, kemudian baru ke cetakan
Temperatur hot metal harus dijaga
Kecepatan pouring juga harus diatur agar
meminimalkan turbulensi

TERIMA KASIH