Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
Blighted ovum merupakan suatu kelainan dalam kehamilan di mana kantong
kehamilan tumbuh tanpa disertai pertumbuhan janin, sehingga hanya kantong
kehamilannya yang tumbuh. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejalagejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan
(morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat
dilakukan tes kehamilan hasilnya positif.
Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum.
Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan
pemeriksaan USG transvaginal. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat
kehamilan memasuki usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah
lebih besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan
tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin. BO ini terjadi
sedikitnya 60% dari semua keguguran dari setiap trimester kehamilan. Namun, karena
BO terjadi sangat awal, banyak wanita tidak menyadarinya.
Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses
pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit
kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta
faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan
blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena
kualitas sperma atau ovum menjadi turun.
Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru
ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan.
Selain blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil
anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus. Berdasarkan penelitian,
keguguran spontan itu sekitar 50 persen merupakan kehamilan
blighted ovum.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi
Blighted ovum meupakan kegagalan kehamilan awal (early pregnancy failure).
Blighted ovum adalah kehamilan tanpa janin (anembryonic pregancy), jadi cuma ada
kantong gestasi (kantong kehamilan) dan air ketuban saja. Kehamilan kosong
menimbulkan

gejala medis dimana rahim atau kandungan ibu membesar seperti

mendapatkan kehamilan walaupun di dalam rahim tersebut tidak terdapat janin sama
sekali.
Kondisi ini terjadi karena telur yang sudah dibuahi berhasil membentuk plasenta
dan membran, tetapi gagal terbentuk embrio. Diduga hal ini terjadi karena kelainan
kromosom pada telur yang sudah dibuahi tersebut. Blighted ovum biasanya terjadi pada
minggu-minggu awal kehamilan.

Gambar 1. Anatomi Organ Reproduksi Wanita


2.2 Etiologi
Berikut ini penyebab dari blighted ovum:
1. Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses
pembuahan sel telur dan sperma. Seandainya saja bakal janin yang memiliki
kelainan kromosom tersebut mampu bertahan hingga lahir, kemungkinan anak
akan menderita kelainan bawaan.
2. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus,
3. Penyakit diabetes mellitus yang tidak terkontrol,
2

4. Rendahnya kadar beta HCG


5. Faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat
menyebabkan blighted ovum
6. Usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi
turun.
Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Namun akibat
berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang
sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun demikian
plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim.
2.3 Patofisiologi
Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Namun akibat
berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang
sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun demikian plasenta
tersebut tetap tertanam di dalam rahim. Plasenta menghasilkan hormon HCG (human
chorionic gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur
(ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam
rahim. Hormon HCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti
mual, muntah dan menyebabkan tes kehamilan menjadi positif.
Meskipun embrio sudah terbentuk, tetapi tidak tumbuh dan berkembang
sebagaimana mestinya. Kehamilan hanya berupa kantung rahim yang berisi cairan,
uterus

akan berhenti pembesarannya.

Kemudian embrio juga akan terhenti

perkembangannya lalu mati. Embrio yang nekrosis itu dianggap uterus benda asing
sehingga uterus akan berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut sehingga
keluarlah bercak-bercak kecoklatan atau bahkan pendarahan dalam jumlah banyak. Tak
jarang pula keguguran terjadi secara spontan. Pada kehamilan normal, embrio sudah
terlihat sejak di USG pada usia kehamilan 6,5 minggu.
Setelah keguguran tanpa tindakan kurretage biasanya haid akan kembali datang
setelah 4 -6 minggu tetapi keguguran dengan tindakan kurretage biasanya haid akan
kembali datang setelah 2-3 bulan karena perlu penyesuaian hormonal. Beberapa dokter
menyarankan lebih baik menunggu hingga 2-3 kali periode menstruasi baru hamil lagi,
tetapi bisa juga untuk hamil sebulan kemudian, itu semua tergantung pada kondisi
kesehatan penderita.
3

Blighted ovum tidak terkait dengan gangguan kesuburan, sehingga kehamilan


selanjutnya bisa normal, tapi bila BO kembali pada kehamilan selanjutnya maka
kemungkinan besar terdapat kelainan kromosom menetap pada salah satu dari suamiistri.
2.4 Gambaran Klinis
Pada awalnya, wanita merasakan gejala-gejala hamil, seperti mudah lelah, merasa
ada yang lain pada payudara atau mual-mual. Blighted ovum terjadi di kehamilan yang
sangat dini, pada umumnya pasien datang ke dokter karena keluhan berupa bercak
pendarahan di usia kehamilan kurang lebih 6-8 minggu. Selanjutnya, pertumbuhan
plasenta berhenti dan kadar hormon HCG kembali turun, dan akhirnya gejala kehamilan
menghilang biasanya terjadi setelah usia kehamilan 3 bulan. Pada saat tersebut, wanita
akan merasa tidak nyaman di perut, atau keluar bercak perdarahan dari vagina.
Gejala awal sama dengan wanita hamil dengan menunjukan hasil PP test (+)
kadang diikuti dengan :
1. Mual, muntah (morning sickness),
2. Nyeri kepala,
3. Nyeri payudara dan payudara mengeras,
4. Cepat lelah,
5. Flek-flek merah kecoklatan dari jalan lahir,
6. Kram perut,
7. Pertumbuhan rahim yang lambat tidak sesuai dengan umur kehamilan.
2.5 Diagnosis
Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum.
Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan
pemeriksaan USG transvaginal. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat
kehamilan memasuki usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah
lebih besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan
tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin.
Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru
ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan.
Selain blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil
anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus.
4

Pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis blighted ovum adalah sebagai


berikut:
1. Mengukur HCG level dengan gravindex test,
2. Pemeriksaan denyut jantung janin,
3. USG transvaginal atau USG abdominal.
Berdasarkan prosedur, ginekolog baru dapat menyimpulkan blighted ovum
setelah usia kehamilan di atas 7-8 minggu. Saat itu diameter kantong kehamilan sudah
mencapai ukuran antara 2,5-3 cm. Sementara jika dilakukan USG saat usia kehamilan
masih di bawah 8 minggu, dokter belum dapat melihat pertumbuhan janin karena
kantong kehamilan yang terbentuk masih kecil. Pada layar USG, besar kemungkinan
hanya terlihat lingkaran kantong janin saja. Lain halnya jika USG dilakukan saat usia
kehamilan 8 minggu dan hanya terlihat kantong kehamilan saja tanpa janin di dalamnya
baru dapat di diagnosis sebagai blighted ovum.
USG diawal kehamilan untuk memastikan apakah ibu mengalami kehamilan
kosong atau tidak. Dengan USG, pada usia kehamilan 7-8 minggu biasanya dokter akan
melihat perkembangan janin apakah telah mencapai 20 mm apa belum. Bila janin tidak
terlihat atau ukurannya lebih kecil dari 20 mm maka dokter akan memastikan ibu
mengalami gejala kehamilan kosong dan biasanya pada kontrol selanjutnya dokter akan
mengukur lagi perkembangan janin.

Bila sejak awal kehamilan berjalan dengan baik dan normal tanpa tanda-tanda
kelainan. Kelainan biasanya baru diketahui saat kehamilan memasuki pertengahan
trimester pertama. Saat diperiksa, dokter tidak dapat mendeteksi denyut jantung janin
atau tak melihat janin ketika melakukan USG.
2.10. Diagnosis Banding
1.KET
5

2.Abortus
3.Mola Hidatidosa
Blighted Ovum

KET

Abortus

Planotest
Perdarahan
pervagina

+
Ada

+/Ada

+
Ada

Warna

Coklat kemerahmerahan
Ada

Merah kehitaman

Merah segar
ada

Mola
Hidatidosa
+
Ada berupa
buah anggur
atau mata ikan
Coklat spt
bumbu rujak
Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

- Tampak sisa
kantong
kehamilan tidak
utuh lagi
- Tampak sisa
plasenta

- Tampak
bayangan
seperti badai
salju

Nyeri
abdomen
Tanda-tanda
hamil muda

Ada

Ada biasanya
sebelah kiri atau
kanan
Ada

Terlambat
haid

Ada

Ada

USG

- Tampak kantong - Tampak kantong


kehamilan tapi
kehamilan dan
janin kosong
bagian-bagian janin
diluar cavum uteri
bahkan kadangkadang tampak
denyut jantung
janin

2.11. Penatalaksanaan
Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah
mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisa untuk
memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Jika karena
infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini tidak berulang. Jika penyebabnya
antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil
sungguhan.
2.11

Komplikasi
Pada dasarnya kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan si ibu.

Hanya saja, bahaya akan muncul sebagai akibat dari komplikasi tindakan yang
dilakukan. Semisal kuretase. Sementara sebelum dilakukan kuretase, umumnya si ibu
sudah mengalami perdarahan. Bila perdarahan yang terjadi tergolong berat, si ibu bisa
6

kehabisan darah yang dapat mengancam jiwanya. Dampak lain yang tidak kalah besar
pengaruhnya adalah faktor psikologis si ibu itu sendiri.
2.12

Prognosis
Dengan penanganan yang tepat dan selama tidak terjadi komplikasi, prognosis

dari blighted ovum adalah dubia ad bonam.


2.13

Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa

tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang
hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya,
melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan
kebiasaan merokok agar kualitas sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang
rutin dan membiasakan pola hidup sehat.
1. Menghindari masuknya virus rubella ke dalam tubuh. Selain imunisasi, ibu hamil
pun harus selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggalnya.
2. Sembuhkan dahulu penyakit yang diderita oleh calon ibu. Setelah itu pastikan bahwa
calon ibu benar-benar sehat saat akan merencanakan kehamilan.
3. Melakukan pemeriksaan kromosom.
4. Tak hanya pada calon ibu, calon ayah pun disarankan untuk menghentikan kebiasaan
merokok dan memulai hidup sehat saat prakonsepsi.
5. Periksakan kehamilan secara rutin. Sebab biasanya kehamilan kosong jarang
terdekteksi saat usia kandungan masih di bawah delapan bulan.
6. Pada ibu hamil yang menderita diabetes melitus diarapkan untuk selalu mngontrol
kadar gula darah dalaam tubuhnya.

BAB 3
LAPORAN KASUS
3.1.

IDENTITAS

Nama

: Ny. D

Umur

: 22 tahun

Alamat

:Baran Gembongan RT 01 RW 02, Ambarawa Kabupaten Semarang

Suku Bangsa : Indonesia


Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Swasta

MRS

: 10 Februari 2016 pukul 11.10

3.2.

ANAMNESIS

Keluhan Utama
Keluar flek darah dari jalan lahir sejak 1 minggu SMRS.
Riwayat Penyakit Sekarang
Wanita G1P0A0 usia kehamilan 3 bulan 4 hari rujukan dari klinik untuk kuret.
Sejak 1 minggu yang lalu keluar flek atau bercak darah dari jalan lahir. Awalnya flek
yang keluar berwarna merah segar dengan sedikit gumpalan, kemudian berwarna kecoklatan.
Flek yang keluar pada awalnya tidak banyak, namun kemudian menjadi banyak disertai nyeri
perut. Menurut pengakuan pasien flek hanya keluar 2 hari. Pasien memeriksakan keadaannya
di klinik, lalu mendapatkan obat. Setelah mengkonsumsi obat tersebut pasien merasakan
darah yang keluar semakin banyak. Ganti pembalut 2 kali perhari.
Tidak ada keluhan BAK dan BAB. Pasien tidak pernah mengalami keluhan serupa
sebelumnya. Riwayat penyakit sebelumnya seperti hipertensi, diabetes melitus, asma, riwayat
penyakit jantung serta riwayat operasi disangal.
Satu hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh perut kenceng-kenceng seperti
diremas-remas. Kepala dirasakan sedikit pusing dan pandangan kadang-kadang berkunangkunang. Sehingga pasien kembali memeriksakan keadaannya di klinik, lalu di rujuk ke Poli
Kandungan dan Kebidanan RSUD Ambarawa.

Riwayat Obstetrik
I.

Hamil ini

Riwayat Menstruasi
Menarche

: 12 tahun

HPHT : 16 November 2015

Siklus haid

: 28 hari

HPL

Lama

: 7 hari

: 23 Agustus 2016

Riwayat Pernikahan
Satu kali, 5 bulan yang lalu
Riwayat KB
Tidak pernah menggunakan KB
Riwayat ANC
Pernah 1 kali memeriksakan kandungan yang sekarang di bidan dan di dokter 1 kali, USG 1
kali di klinik dokter dan dikataan hanya terdapat kantong kehamilan tanpa janin.
3.3.

PEMERIKSAAN FISIK

Status Present:
Kondisi Umum

: Baik

Tekanan Darah

: 110/70 mmHg

Nadi

: 82 x/menit

Respirasi

: 20 x/menit

Suhu

: 36,5 oC

Status Generalis:
Mata

: Anemia -/-, ikterus -/-

THT

: Kesan dalam batas normal

Leher

: KGB tidak teraba membesar

Mulut

: Mukosa lebab, sianosis (-)

Thoraks

: Jantung = BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-)


Paru

= VBS +/+, rhonki -/-, wheezing -/-

Abdomen : Datar, BU (+) normal,


Ekstremitas : Akral hangat, lembab (+) , odem (-), CRT <3 detik, sianosis (-)
2

Status Ginekologi :
- Inspeksi Vagina

: Flx (+), fl (-), P (-), livide (+)

- VT

Porsio

: Flx (+), fl (-), pembukaan (-), nyeri goyang (-)

CU

: AF b/c > N

AP

: massa -/-, nyeri +/+

Cavum Douglas

: dbn, nyeri (-)

3.4.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

a.) Pemeriksaan Laboratorium: tidak dilakukan


b.) Tes Kehamilan: PPT (+)
c.) Ultrasonografi: vesika urinaria terisi penuh, gestasional sac (+) dengan usia kehamilan
11 minggu, fetal pole (-). Kesan: blighted ovum
3.5. DIAGNOSIS BANDING
Abortus imminens
3.6. DIAGNOSIS KERJA
G1P0A0 UK 11 minggu dengan Perdarahan pervaginam e.c blighted ovum
3.7.

PENATALAKSANAAN

a.) Terapi
-

Infus RL 20 tetes/menit

Sitosol 4x1 tablet

Kuretase

b.) Monitoring
-

Keluhan

Tanda-tanda vital

c.) Informed Consent


Menginformasikan kepada pasien dan suami tentang kondisi pasien termasuk
diagnosa, rencana tindakan segera beserta manfaat dan resiko dari tindakan yang akan
dilakukan.
3

3.8 PERJALANAN PENYAKIT


Follow up di ruangan
Tanggal
10-02-16

S
Keluar

O
St present

A
G1P0A0 UK

P
IVFD RL 20 tpm

darah sedikit TD : 110/60

11 minggu

Sitosol 4x1 tablet

dari jalan

N : 83 x/mnt

dengan

Pro kuretase

lahir, nyeri

RR : 18 x/mnt

perdarahan

perut (+)

pervaginam

: 36,8C

St general: dbn

e.c blighted

St ginekologi

ovum

Abdomen:
Distensi (-), BU
(+) N, Nyeri
tekan (+),
11-02-16

Nyeri pada

St present

G1P0A0 UK

IVFD RL 20 tpm

suprapubik,

TD : 100/70

11 minggu

Sitosol 4x1 tablet

keluar darah

N : 80 x/mnt

dengan

Pro kuretase

dari vagina

RR : 20 x/mnt

perdarahan

pervaginam

: 35,9C

St general: dbn

e.c blighted

St ginekologi

ovum

Abdomen :
Distensi (-), BU
(+) N, Nyeri
tekan (+)

Anda mungkin juga menyukai