Anda di halaman 1dari 7

1.

CEFTRIAXONE
INDIKASI :
Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh patogen yang sensitif terhadap Ceftriaxone,
seperti: infeksi saluran nafas, infeksi THT, infeksi saluran kemih, sepsis,
meningitis, infeksi tulang, sendi dan jaringan lunak, infeksi intra abdominal,
infeksi genital (termasuk gonore), profilaksis perioperatif, dan infeksi pada pasien
dengan gangguan pertahanan tubuh.
KONTRA INDIKASI :
Hipersensitif terhadap cephalosporin dan penicillin (sebagai reaksi alergi silang).
DOSIS :
Dewasa dan anak > 12 tahun dan anak BB > 50 kg : 1 - 2 gram
satu kali sehari. Pada infeksi berat yang disebabkan organisme
yang moderat sensitif, dosis dapat dinaikkan sampai 4 gram satu
kali sehari.
Bayi 14 hari : 20 - 50 mg/kg BB tidak boleh lebih dari 50 mg/kg
BB, satu kali sehari.
Bayi 15 hari -12 tahun : 20 - 80 mg/kg BB, satu kali sehari. Dosis
intravena > 50 mg/kg BB harus diberikan melalui infus paling
sedikit 30 menit.
KELEBIHAN CEFTRIAXONE :
Spektrum aktivitas anti bakteri nya luas, mencakup bakteri gram negatif dan
gram positif dengan masa kerja yang panjang dimana efek bakterisidal
(membunuh bakteri) dapat bertahan selama 24 jam. Ceftriaxone cepat berdifusi
ke dalam jaringan dan cairan tubuh. Ceftriaxone dapat menembus sawar darah
otak sehingga dapat dicapai kadar obat yang cukup tinggi dalam cairan
serebrospinal.
2. AMOBIOTIC 500 mg
Farmakodinamik :
Amobiotic merupakan antibiotik Penisiiin semisintetik spektrum luas dengan
aktivitas antibakteri yang luas Secara klinik sangat efektif menghambat bakten
baik bakteri Gram positif seperti Streptococcus pycgones, Streptococcus
viridans. Streptococcus faecatis Streptococcuspneumoniae, Corynebacterium,
Staphylococcus aureus, Ciosthdium sp.. Bacillus anihracis, dan bakteri Gram
negatif seperti Netssena gonorrhoeae, Neisseria meningitidis, Haemophilus

influenzae, Escherlchia coll, Salmonella sp Shlgelta sp Proteus mirabllis


Brucella sp.. kecuali bakteri yang menghasilkan enzirn penisilinase.
Farmakokinetik: Amobiotic diabsorpsi dengan sangat baik dan menghasilkan
kadar serum yang tinggi walaupun terdapat makanan di dalam lambung Pada
pemberian dosis tinggi menghasilkan pemngkatan kadar serum. Pasien dengan
keadaan fungsi ginjal normal dapat mencapai kadar obat dalam darah yang
lebih tinggi dan waklu obat dalam darah yang diperpanjang bila diberikan secara
bersamaan dengan Probenesid. Amobiotic diekskresi melalui urine dalam
bentuk tidak diubah sebanyak > 60% dalam waktu 6 jam.
INDIKASI:
Amobiotic diindikasikan untuk:
Infeksi saluran pemapasan bagian atas: tonsillitis, faringitis, laringitis, sinusitis,
otitis media, dsb. infeksi saluran penapasan bagian bawah ; bronchitis akut.
bronchitis kronik. bronkiektasis, pneumonia dsb infeksi saluran urine: sistitis.
pielonefritis. gonorrhoeae, uretritis non-gonococcal, uretritis gonococcal, dsb.
Infeksi kulii dan jaringan lunak: selulitis. luka - luka, karbunkei, furunkulosis, dsb,
Amobiotic Injeksi diindikasikan jika Amobiotic oral tidak dapat diberikan pada
infeksi yang sensitif terhadap Amoksisilin termasuk demam Sifoid, paratifoid dan
meningitis.

KONTRA INDIKASI :
Amobiotic tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif
terhadap Penisilin dan komponen lainnva yanq terdapat dalam
Amobiotic8
Selama periode neonatal Amobiotic tidak boleh diberikan pada
bayi yang ibunya hipersensitif erhadap Penisilin.

EFEK SAMPING :
Reaksi hipersensitifitas : urtikaria, eritema, dermatitis eksfoliatif.
Reaksi yang sangat serius adalah reaksi anafilaksis (terutama pada
pembenan injeksi) dapat |uga menyebabkan terjadinya serum
sickness.
Reaksi aiergi pada penderita yang peka dapat menyebabkan
terjadinya urtikaria, rash, gangguan saluran pemapasan

Sistem hsmaiopoietik dan limfotik: anemia, eosinofilia,


trombositopenia purpura, leukopenia dan aqranulositosis.

3. AMOXICILLIN 250
KOMPOSISI :
Tiap kapsulmengandung Amoxicillin Anhidrat 250 mg
Tiap kaplet mengandung Amoxicillin Anhidrat 500 mg
CARA KERJA OBAT :
Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri
spektrum luas yang bersifat bakterisid, efektif terhadap sebagian besar bakteri
gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. Bakteri patogen yang
sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci, Streptococci,
Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H influenzas, E. coli, dan P.
mirabiiis. Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri
penghasil beta laktamase.

INDIKASI :
Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang
peka terhadap Amoxicillin, seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas,
otitis media, bronchitis akut dan kronik, pneumonia cystitis, urethris,
pyelonephritis, gonorhea yang tidak terkomplikasi, infeksi kulit dan jaringan
lunak.

EFEK SAMPING :
Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti
urticaria, ruam kulit, angioedema dan gangguan saluran cerna
seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis.
Kemungkinan reaksi anafilaksi.
KONTRA INDiKASI :

Penderita yang hipersensitif terhadap Penicillin dan turunannya.


Bayi baru lahir dimana ibunya hipersensitif terhadap Penicillin atau
turunannya.
Jangan digunakan untuk pengobatan meningitis atau infeksi pada
tulang sendi karena Amoxicillin oral tidak menembus ke dalam
cairan cerebrospinal atau sinovial.

4. AMOXSAN 500 mg
FARMAKOLOGI
Amoksisilin adalah turunan dari penisilin semisintetik yang stabil dalam suasana
asam,
kerja
bakterisidanya
seperti
ampisilin.
Amoksisilin diabsorpsi dengan cepat dan baik pada sa-luran pencernaan
makanan, tidak tergantung adanya makanan dari setelah 1 jam konsentrasi
dalam darah tinggi. Amoksisilin absorpsinya lebih baik daripada ampisilin.
Amoksisilin terutama diekskresikan melalui ginjal, dalam air kemih Amoksisilin
terdapat dalam bentuk aktif. Amoksisilin efektif terhadap organisme Gram-positif
dan Gram-negatif, Bakteri yang peka terhadap Amoksisilin:
Staphylococcus
Streptococcus
Diplococcus pneumoniae
Bacillus anthracis
Enterococcus
Corynebacterlum diphtherlae
Salmonella sp
Shlgella sp
H. influenzae
Proteus mirabilis
E coll
N. gonorrhoeae
W. meningitidis
INDIKASI
Infeksi
saluran
pernapasan:
Tonsilitis, sinusitis, laringit;s, faringitis, otitis media, bronki-tis,
bronkiektasis, pneumonia.
Infeksi saluran urogenital:. Pielonefritis, sistitis, uretritis, gonore.
Infeksi pada kulit dan jaringan lunak: Luka-luka', selulitis,
furunkulosls, pioderma.

KONTRA-INDIKASI
Hipersensitif terhadap antibiotik golongan beta-laktam seperti
penisilin,sefalosporin.
Bayi yang diiahirkan oleh ibu yang dikefahui peka terhadap
penisilin.
EFEK SAMPING
Reaksi kepekaan seperti ruam erifem makuiopapular,
urtikaria, ruam kulit, serum sickness.
Reaksi kepekaan yang serius dan fatal adalah anafilak-sis
terutama terjadi pada penderita yang hipersensitif terhadap
penisilin.
Gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah dan
diare.
Reaksi-reaksi hema.tologi (biasanya bersifat reversibel).
PERHATIAN
Sebelum pengobatan dengan Amoksisilin harus dilakukanpemeriksaanadatiddknya reaksi kepekaan terha--dap penisilin,
Amoksisilin harus digunakan dengan hati-hati pada wa-nita hamil
dan menyusui.
Pengobatan dengan Amoksisilin dalam jangka waktu lama harus
disertai dengan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal, hati dan darah.
Untuk penderita dengan kegagalan fungsi ginjal, harus disertai
dengan pemantauan kadar plasma ddn urine.
Seperti antibiotik lainnya, penggunaan Amoksisilin da-pat
menyebabkan
superinfeksi
(penyebab
umum
adalah
Pseudomonas, Enterobacferium, s.aureus dan candida.Bila terjadi
hal tersebut hentikan segera penggunaan dan ganti dengan terapi
yang sesuai.
Tidak dapat digunakan untuk pengobatan meningitis atau infeksi
tulang sendi (karena Amoksisilin oral tidak dapat menembus cairan
serebrospinal atau sinovial).
Hati:hati penggunaan pada penderita leukemia limfatik karena
kepekaan terhadap ruam kulit yang disebab-kan Amoksisilin.
Penggunaan Amoksisilin dapat menyebabkan kolitis berat.

5. ANCEFA FORTE 250 Mg Syrup

CARA KERJA OBAT :


ANCEFA mengandung Cefadroxil, merupakan antibiotik semisintetik golongan
cephalosporin yang mempunyai aktivitas antibakteri spektrum luas dan bersifat
bakterisidal, aktif terhadap bakteri gram positif (Staphylococcus, Streptococcus,
Pneumococcus) dan gram negatif (E. Coli, Salmonella, Shigella, Neisseria,
Proteus mirabilis, H. influenzae). ANCEFA bekerja dengan menghambat
pembentukan dinding sel mikroorganisme.
INDIKASI :
Infeksi saluran urogenital, saluran pernafasan, kulit dan jaringan lunak dan
infeksi otorhinolarings yang disebabkan organisme yang sensitif.
KONTRA INDIKASI :
Penderita yang hipersensitif terhadap golongan cephalosporin.
EFEK SAMPING :
Kadang-kadang bisa timbul diare, muntah, mual, gatal-gatal, angioedema,
Pseudomembranous colitis.
PERINGATAN DAN PERHATIAN :
1
.
2
.
3
.
4
.
5
.
6
.
7
.
8
.

Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal


dan penderita kolitis.
Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal
dan penderita kolitis.
Hati-hati bila digunakan pada penderita yang alergi terhadap penisilin,
karena kemungkinan dapat terjadi reaksi silang.
Hati-hati bila digunakan pada penderita yang alergi terhadap penisilin,
karena kemungkinan dapat terjadi reaksi silang.
ANCEFA hanya boleh digunakan pada wanita hamil apabila sangat
dibutuhkan.
Hati-hati bila digunakan pada wanita menyusui.
Hati-hati pada pemakaian lama karena dapat menimbulkan
superinfeksi.
Dapat terjadi reaksi positif palsu coombs dan reaksi positif glycosuria
bila untuk tes digunakan larutan Benedict, Fehling, Copper sulfat atau
tablet Clinitest,tetapi tidak dengan enzyme based seperti Test Tape.

6. CEFADROXIL 500 MG
CARA KERJA :
- Cefadroxil adalah antibiotika semisintetik golongan sefalosforin untuk
pemakaian oral.
- Cefadroxil bersifat bakterisid dengan jalan menghambat sintesa dinding sel
bakteri. Cefadroxil aktif terhadap - Streptococcus beta-hemolytic,
Staphylococcus
aureus
(termasuk
penghasil
enzim
penisilinase),
Streptococcus pneumoniae, - Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella sp,
Moraxella catarrhalis.

INDIKASI :
Cefadroxil diindikasikan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh
mikroorganisme yang sensitif seperti :
- Infeksi saluran pernafasan : tonsillitis, faringitis, pneumonia, otitis media.
- Infeksi kulit dan jaringan lunak.
- Infeksi saluran kemih dan kelamin.
- Infeksi lain : osteomielitis dan septisemia.
EFEK SAMPING :
Gangguan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan gejala kolitis
pseudomembran.
Reaksi hipersensitif, seperti ruam kulit, gatal-gatal dan reaksi anafilaksis.
Efek samping lain seperti vaginitis, neutropenia dan peningkatan transaminase

KONTRA INDIKASI :
Penderita yang hipersensitif terhadap sefalosporin.